Tengok ‘Kerusuhan’ yang Terjadi di Dapur BSFS, Jasa Katering Halal Sejumlah Maskapai Dunia

Jika perkeretaapian Indonesia yang berada di bawah naungan PT KAI lebih memilih untuk menggunakan PopSo sebagai penganan penangkal lapar penumpang selama perjalanan, dan Garuda Indonesia tetap mengandalkan olahan dari Aerofood Catering Services-nya (ACS), lalu bagaimana dengan yang terjadi di luar negeri sana?

Baca Juga: Chef Vindex Tengker, Sosok Dibalik Lezatnya Hidangan di Kabin Garuda Indonesia

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thestar.com.my, adalah Brahim’s SATS Food Services’ (BSFS) muncul sebagai nama penyedia jasa layanan katering dari beberapa maskapai terkemuka, seperti Malaysia Airlines, AirAsia X, Qatar Airways, ANA All Nippon Airways, Emirates, hingga Cathay Pacific. Setiap harinya, 11 koki, 164 juru masak, dan lebih dari 1.300 staf dapur berkutat di dapur BSFS untuk memastikan perut 50.000 penumpang dari sejumlah maskapai tersebut terisi.

Mengemban tugas berat, rasanya tidak heran jika BSFS memiliki dapur yang besarnya hampir menyaingi ukuran dari empat lapangan sepak bola, dengan daftar belanja mencapai satuan ukur ton. Executive Chef dari BSFS, Graeme Laws Pullen menjabarkan bahwa setiap makanan yang keluar dari dapur dapat dipastikan memiliki kualitas yang sangat terjaga.

“Proses pengolahan, suhu, dan kualitas makanan kami awasi secara ketat,” terang Graeme sembari membeberkan fakta yang terjadi sehari-hari di balik dapur BSFS. “Yang paling penting adalah makanan yang disajikan kepada penumpang harus berada dalam kondisi segar,” imbuhnya. Hebatnya lagi, makanan yang dihasilkan oleh BSFS ini dipastikan halal.

Menyoal penganan halal, asisten koki eksekutif, Zainuddin Md Isa menyebutkan bahwa setiap makanan yang disiapkan oleh BSFS telah terlebih dahulu disertifikasi oleh Malaysian Islamic Development Department (Jakim).

“Misalnya, penerbangan yang datang dari luar negeri mungkin telah menyajikan makanan non-halal. Untuk memastikan makanan kami tetap halal, semua barang pecah-belah dan peralatan dari pesawat akan melewati proses samak (ritual pembersihan),” katanya. Zainuddin menambahkan bahwa prosesi samak ini sendiri bahkan menggunakan tanah liat impor, guna memastikan prosesi tersebut telah sesuai dengan syariah seperti yang ditentukan oleh Jakim.

“Saya akan secara acak mencicipi kue atau hidangan untuk menentukan apakah itu dapat diterima atau perlu diulang,” katanya sembari menjelaskan proses Quality Control yang berlaku di BSFS. Ketika disinggung soal teknis pelayanan, Zainuddin mengatakan bahwa pesanan yang dipesan oleh pihak maskapai harus diselesaikan 16 jam sebelum penerbangan. “Makanan yang disiapkan akan dimuat dua jam sebelum take-off,” terang Zainuddin. “Pengaturan jadwal yang cermat menjadi sangat penting agar makanan bisa tetap segar ketika disajikan,” tandasnya.

Baca Juga: Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry

Menimpali pernyataan Zainuddin, Graeme mengatakan BSFS menyiapkan rata-rata antara 45.000 hingga 55.000 makanan setiap harinya untuk sekitar 270 penerbangan yang meninggalkan Kuala Lumpur International Airport. “Ketika puncak musim libur, angka tersebut tentunya akan bertambah,” jelasnya.

Video Ground Crew Lempar Bagasi Menjadi Viral, AirAsia Minta Maaf

Rabu, 21 Maret 2018 lalu, petugas darat (ground crew) di Bandara Internasional Kaohsiung yang menangani penerbangan berbiaya rendah AirAsia tertangkap kamera sedang melemparkan bagasi milik penumpang. Isi bagasi tersebut adalah sebuah sepeda dan video rekaman kedua petugas tersebut menjadi viral di dunia maya.

Baca juga: Urat Malu Putus, Penumpang AirAsia Ini Kekeh Pindah Ke Bangku Premium

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (22/3/2018), seorang penumpang bernama Fen Lim mengunggah video saat petugas melempar bagasi tersebut ke permukaan apron. Dalam postingan di Facebook tersebut, Lim juga mengunggah foto sepedanya yang rusak.

Diketahui, Lim terbang dari Bandara Internasional Kaohsiung di Taiwan Selatan menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

“Terimaksaih AirAsia, kalian telah merusak sepedaku. Ini di videokan saat kami masih duduk di dalam pesawt AK171 dari Kaohsing ke KLIA2,” tulis Lim di laman Facebooknya. Video berdurasi 30 detik tersebut mendapat respon dari 16 ribu pengguna Facebook kurang dari satu hari. Viralnya, video tersebut membuat para petinggi AirAsia bereaksi untuk menanggapi hal tersebut di hari Kamis.

CEO AirAsia Riad Asmat mengatakan, maskapai akan membebaskan semua biaya untuk pengangkutan sepeda pada bulan April 2018. “Sebagai seorang pengendara sepeda, saya sendiri sangat terganggu ketika melihat tindakan staf kami. Yakinlah, kami sudah mengambil tindakan. Kami melihat masalah ini dengan sangat serius dan tindakan tegas akan diambil,” ujar Raid.

CEO Group AirAsia Tony Fernandes memposting ulang video milik Lim tersebut dan mengatakan, bahwa sebenarnya penanganan jasa oleh ground crew dilakukan oleh perusahaan gabungan yang disebut GTR. “Tapi kami bertanggung jawab penuh. Setelah bertemu dengan semua petugas yang menanganani pintu rampa (rampi door), saya merasa benar-benar kecewa,” ujar Fenandes di Facebooknya.

Fernandes kemudian menjawab komentar pada postingan yang menyarankan bahwa maskapai harus meninjau kebijakan penanganan manual untuk barang-barang berat. “Tidak berat, tetapi kami melihat ke titik itu. Kami membawa ratusan barang,” Tulis Fernandes lagi.

Mendapatkan tanggapn positif, Lim kemudian menulis di Facebook, “Terimakasih Sir Tony Fernandes karena telah mengakui dan mengambil tindakan.”

Baca juga: Aturan Berhijab di Bandara Aceh, AirAsia Tampilkan Awak Kabin Pria

Sebenarnya, masalah penanganan tas oleh ground crew merupakan masalah umum di bandara seluruh dunia. Pada video yang diunggah ke Facebook 15 Februari 2018 lalu, Fernandes mengatakan kepada stafnya untuk lebih berhati-hati dalam menangani check-in dan loading bagasi.

 

Tiga Tes Siap Dilakukan Pada Dua Rangkaian Kereta MRT Jakarta

Hingga kini sudah ada sembilan gerbong atau trainset Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang tiba di rel depo Lebak Bulus setelah keterlambatan tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir pekan lalu. Besok pagi, Kamis (12/4/2018) tiga gerbong sisanya untuk menyempurnakan 12 kereta akan tiba didepo Lebak Bulus.

Baca juga: Satu Hari Lebih Cepat, Rangkaian MRT Jakarta Tiba Hari Ini di Tanjung Priok

Dengan tibanya dua rangkaian kereta ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang di dampingi Direktur Konstruksi MRT Silviana Halim melakukan pengecekan begitu 12 kereta tersebut tiba di pelabuhan. Tibanya kereta ini, Budi Karya mengatakan, gerbong-gerobong tersebut akan dilakukan uji coba secara bertahap.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa bila tidak ada masalah, proses uji coba tahap pertama kereta MRT tersebut akan berlangsung bulan April 2018 ini. “MRT sudah datang dan ada tiga proses uji coba yang akan direncanakan,” ujar Budi Karya.

Tiga proses yang dimaksudkan ialah tes statis, dinamis dan uji coba lintasan. Namun tiga tes ini tidak akan dilakukan secara bersamaan melainkan secara bertahap. Budi mengatakan, pihaknya akan melakukan tes statis atau tes diam di tempat. Oktober 2018 mendatang akan ada uji tes dinamis.

“Tes dinamis ini, nantinya MRT akan mulai bergerak. Setelah itu mungkin akhir Desember real tes di lintasan,” ucapnya.

Budi Karya berharap, dengan adanya serangkaian uji coba terhadap kereta MRT ini, maka MRT akan bisa mulai beroperasi pada 2019 mendatang seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo.

Saat ini, pembangunan konstruksi proyek MRT sudah mencapai 92,50 persen. Perkembangan pembangunan tersebut mencakup lintasan dan stasiun baik di jalur layang maupun bawah tanah.

MRT fase I sendiri ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran HI yang melalui 13 stasiun. Untuk kedatangan 14 rangkaian kereta lainnya dari 16 yang ada akan dilakukan pada Juni 2018 ini.

Budi Karya sebelumnya menekankan kepada operator untuk melakukan proses tes dengan baik serta mempersiapkan sumber daya manusia karena MRT akan menjadi angkutan massal.

Baca juga: Progres MRT Jakarta Tak Terlalu Signifikan, Rolling Stock Terlambat Tiba Karena Kendala Cuaca

“Saya tekankan PT MRT dan tim agar benar-benar melakukan proses tes dengan baik karena ini akan digunakan secara massal. Saya juga minta kepada PT MRT untuk mempersiapkan SDM sesuai dengan teknologi yang ada (kereta). Pekerja untuk maintenance harus memiliki kompetensi serta dedikasi yang baik,” tutur dia.

Dengan beroperasinya MRT, Budi Karya berharap nantinya akan menjadikan angkutan massal dan dapat mengurangi kemacetan. “Harapannya ini menjadi tonggak baru angkutan massal di Indonesia menjadi sebuah realita yang akan mengurangi kemacetan,” tutur Budi Karya.

Inilah “Hendrik”, Terowongan Kereta Terpendek di Indonesia

Membahas Pangandaran di Jawa Barat seperti tak kehabisan cerita, beragam hal unik bisa didapat melalui pantai, bandara, hingga pemandangan menarik lainnya yang tersebar di wilayah Pantai Selatan Jawa ini. Apalagi jika membahas tentang jalur kereta apinya yang dulu sempat berjaya dan kini mati serta hanya tersisa terowongan hingga jembatannya saja.

Baca juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran

KabarPenumpang.com kemudian menelusuri jejak perkeretaapian di Pangandaran ini dan menemukan ada tiga terowongan kereta api. Salah satunya yang pernah dibahasa adalah Wilhelmina terowongan kereta terpanjang di Indonesia. Kemudian terowongan Juliana dan terowongan Hendrik yang dimana terowongan-terowongan ini semua menembus bukit kapur di bawah desa Empak dan Bagolo di kecamatan Kalipucang, kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kali ini yang akan dibahas tentang salah satu dari ketiga terowongan tersebut yakni terowongan Hendrik. Terowongan ini letaknya di desa Pamotan, Pangandaran. Nama terowongan ini sendiri diambil dari nama suami ratu Wilhelmina yakni Duke Heinrich Wladimir Albrecht Ernst of Mecklenburg-Schwerin.

Hendrik diketahui menjadi Pangeran Belanda tahun 1901-1934. Terowongan ini juga dikenal dengan nama terowongan Cikacepit oleh warga sekitar karena posisinya diapit oleh dua bukit. Terowongan ini sendiri berada di jalur kereta Banjar-Cijulang yang mengangkut hasil pertanian melimpah di Priangan tenggara dan lembah Parigi.

Mungkin jika dibandingkan dengan terowongan Wilhelmina, terowongan Hendrik tak ada apa-apanya. Bahkan panjangnya hanya 105 meter dan jauh berbeda dari terowongan Wilhelmina yang memiliki panjang lebih dari satu kilometer.

Terowongan Hendrik sendiri diketahui menjadi terowongan kereta api terpendek yang ada di Indonesia. Namun, meski jaraknya pendek, setelah terowongan Hendrik, ada jembatan kereta Cikacepit yang menawarkan pemandangan indah.

Baca juga: 10 Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia, Ada Dimana Saja Ya?

Untuk mencapai ke terowongan terpendek ini, tak jauh karena terletak dekat jalan raya. Kini keberadaannya digunakan warga sebagai jalan pintas baik mobil, motor bahkan truk pun sering melalui terowongan ini.

Meski tak lagi terlihat bekas rel di dalamnya, tetapi terowongan ini masih berdiri kokoh hingga kini. Diketahui, pembangunan terowongan Hendrik bersamaan dengan dua terowongan lainnya yakni sekitar tahun 1913-1916 silam.

Lion Air Group Beli 50 Unit Boeing 737 Max 10 Senilai Rp858 Triliun

Lion Air Group kembali membuat ‘hentakan’ dalam bisnis penerbangan, pasalnya grup maskapai terbesar di Indonesia ini diwartakan telah melalukan penandatanganan pembelian 50 unit pesawat terbaru Boeing 737 Max 10 Jet senilai US$6,24 miliar atau sekitar Rp858 triliun.

Baca juga: Terima Boeing 737 MAX 9, Thai Lion Air Bakal Layani Rute Jarak Jauh

Pesawat Boeing 737 Max 10 ini akan berfokus pada penerbangan jarak jauh. Pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana mengatakan, pembelian ini juga sejalan dengan peningkatan lalu lintas penumpang yang mencapai 300 juta per tahunnya. Dia mengatakan, pihaknya melihat masa depan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia. Kini, Lion Air Group juga sudah mengoperasikan pesawatnya di Malaysia dan Thailand.

“Di Malaysia dan Thailand, kami telah mengoperasikan pesawat besar. Di masa depan kami akan melihat potensi negara lain juga,” ujar Rusdi yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber (11/4/2018).

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, jet Boeing 737 Max 10 ini akan menghasilkan lebih banyak keuntungan dan memangkas biaya operasional karena efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Dia mengatakan, Boeing 737 Max 10 adalah kombinasi sempurna pesawat lorong tunggal dan akan menjadi pesawat yang ideal untuk strategi pertumbuhan Lion Air Group.

“Boeing 737 Max 10 ini mampu terbang selama tujuh jam dengan maksimal delapan jam. Nantinya pesawat ini akan bergabung dengan Max 8 dan Max 9 sebelumnya yang sudah dioperasikan oleh Lion Air Group,” ujar Edward.

Edward optimis bahwa jet Max 10 akan mejadi solusi bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan layanannya terutama di Asia Tenggara. Pembelian bari ini juga merupakan tindak lanjut dari komitmen antara Boeing dan Lion Group di Paris Show 2017.

Senior Vice President Asia Pasifik & India Penjualan Boeing Commercial Airplanes, Dinesh Keskar, menyatakan bahwa Lion Air Group telah menjadi pelanggan peluncuran 737 Max 8 dan Max 9.

“Dengan 737 Max 10, Lion Air Group akan memiliki daftar pilihan armada yang efisien dan dapat diandalkan untuk mengoptimalkan jaringannya guna melayani penumpang dan meningkatkan laba juga,” tambahnya.

Duta Besar AS Joseph R Donovan mencatat bahwa pembelian 737 Max 10 akan membantu dalam meningkatkan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Donovan mengatakan, penjualan akan memungkinkan Lion Air untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Indoneia dan membangun perekonomian di wilayah kepulauan Indonesia.

Baca juga: Singapore AirShow 2018: Resmi Tampilkan Konfigurasi, Boeing 737 Max 10 Siap Mengangkasa di 2020

Boeing 737 Max 10 menawarkan konfigurasi 130 hingga 230 kursi, dengan kisaran 3.850 mil lautatau sekitar 7.130 km. Max 10 menggabungkan teknologi terbaru CFM International LEAP-1B engine, winglets Teknologi Terdepan, Boeing Sky Interior, dek layar penerbangan besar, dan peningkatan lain untuk menghadirkan efisiensi, keandalan, dan kenyamanan penumpang tertinggi di pasar lorong tunggal.

Tolak Terbangkan Penumpang ke Beijing, Pihak Qantas Dipaksa Bayar Penalti US$1000!

Dua orang penumpang asal Inggris Ian dan Jane Swann, terpaksa mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Beijing karena tidak memiliki visa. Padahal, peraturan baru yang diberlakukan oleh otoritas Negeri Tirai Bambu tersebut mengijinkan setiap pelancong untuk menetap di Beijing maksimal 144 jam (enam hari) terhitung sejak tanggal kedatangan.

Baca juga: Wakil Dubes Australia: Permohonan Visa Bagi Wisatawan Indonesia Kini Dipermudah

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (9/4/2018), cerita ini dimulai ketika Ian dan Jane yang tengah berada di Christchurch, Selandia Baru untuk mengunjungi anaknya, hendak memesan tiket Qantas menuju Cina. Mereka berencana untuk menghabiskan waktu lima hari di Cina.

Alih-alih mendapatkan tiket penerbangannya, Ian dan Jane malah tidak diijinkan untuk pergi karena tidak memiliki visa. Padahal, aturan baru yang berlaku sudah dengan jelas menyebutkan bahwa pelancong yang tidak memiliki visa sekali pun tetap dapat mengujungi Cina, asalkan tidak melebihi tenggat waktu yang diberikan (144 jam atau enam hari).

Petugas Qantas yang berada di Christchurch Airport tetap bersikukuh bahwa pasangan ini tidak bisa mengujungi Cina selama mereka tidak memiliki visa. “Mereka (Petugas Qantas) mengatakan kami tidak memiliki visa dan mereka menghimbau agar kami memiliki visa yang valid terlebih dahulu untuk bisa terbang ke Cina,” tutur Ian.

Setelah mencoba bernegosiasi, akhirnya Ian dan Jane memutuskan untuk terbang terlebih dahulu menuju Australia. Kendati pasangan Swann ini memiliki ijin untuk masuk ke Negeri Kangguru, namun pihak Qantas tetap tidak mengijinkan pasangan ini untuk keluar dari Selandia Baru.

Setelah mereka menghabiskan waktu seharian di bandara untuk mengurus masalah ini, akhirnya mereka memutuskan untuk merogoh kocek mereka lebih dari US$2100 (kurang lebih sekitar Rp29 juta) untuk terbang langsung menuju London menggunakan Emirates dan mengurungkan niat mereka untuk berlibur di Beijing.

“Kami menghabiskan sekitar 54 jam perjalanan kembali menuju London. Sungguh perjalanan yang melelahkan, stress, dan mahal bagi kami,” tandas Ian.

Menanggapi kejadian ini, pihak Qantas pun lalu meminta maaf karena salah satu pihaknya telah menghambat rencana perjalanan mereka. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada keluarga Swann yang ditolak perjalanannya dari Christchurch menuju Beijing karena diduga tidak memiliki visa yang diperlukan,” tutur juru bicara Qantas. “Kami akan memastikan kepada petugas check-in agar kejadian seperti ini tidak terulang dan kami telah berusaha untuk menghubungi pihak korban untuk menawarkan kompensasi,” lanjutnya.

Keluarga Swann sendiri mengaku telah dihubungi oleh pihak Qantas yang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dan menawarkan biaya kompensasi masing-masing US$250. “Tidak masuk akal, tidak memadai, dan tidak dapat diterima,” terang Ian.

Baca Juga: Qantas Airways – The “Flying Kangaroo” Rajai Maskapai Teraman di Dunia

Peraturan penerbangan di Eropa sendiri menyebutkan bahwa jika pihak maskapai menolak penerbangan jarak jauh yang diajukan penumpang dan kesalahannya terletak di maskapai tersebut, maka pihak maskapai diharuskan untuk membayar empat kali lipat dari biaya kompensasi yang diajukan oleh Qantas.

“Insiden ini menarik perhatian publik karena kurangnya perlindungan konsumen untuk penumpang di maskapai penerbangan Australia,” tulis salah satu media Inggris.

Sematkan Sistem Peringatan Kecelakaan Dini, Inilah Trem Avenio M dari Siemens

Kehadiran sarana transportasi umum berbasis massal yang aman dan nyaman seolah menjelma menjadi impian setiap otoritas di berbagai negara di dunia. Campur tangan teknologi dan inovasi mutakhir pun mau tidak mau turut terjun guna mewujudkan impian tersebut. Hadirnya moda ini semata-mata dilandaskan pada satu tujuan, yaitu untuk menurunkan tingkat polusi udara yang semakin meradang belakangan ini.

Baca Juga: Serba-Serbi Trem San Francisco yang Melegenda bin Ikonik

Salah satu perusahaan multinasional yang berbasis di Jerman, Siemens, diketahui telah merilis Avenio M, salah satu varian terbaru dari keluarga Avenio, armada Light Rail Vehicle (LRV) yang mereka kembangkan. Moda berbentuk trem bersambung dengan bodi alumunium yang sepenuhnya dilas ini pertama kali diluncurkan dari pabrik Siemens di Wien pada bulan Desember 2017 silam, dimana SWU Verkehr dari Jerman menjadi yang pertama memesan trem ini pada bulan Mei 2015 kemarin.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com, trem Avenio M ini sendiri merupakan moda dengan deck rendah yang akan menawarkan banyak keuntungan, salah satunya adalah untuk memudahkan mobilitas dari para penyandang disabilitas. Selain itu, di bagian dalam trem ini sendiri terdapat area multifungsi yang berukuran cukup besar, yang mampu menampung kursi roda, stroller bayi, hingga sepeda tanpa harus mengganggu kenyamanan dari penumpang lain.

Sumber: railway-technology.com

Bagian interior dari moda ini pun didesain sangat egronomis, yang juga dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan pada gerbong penumpang dan kabin masinis, serta layar yang dapat menampilkan informasi perjalanan serta hiburan selama berkendara.

Kenyamanan penumpang yang menggunakan trem ini akan ditunjang dengan empat buah pintu ganda yang dapat terbuka hingga 1,3m dan sebuah pintu tunggal yang berukuran 800mm. Kehadiran pintu-pintu ini ditujukan untuk melancarkan aliran keluar-masuk penumpang ke dalam gerbong. Layaknya armada jaringan KRL Jabodetabek, trem Avenio M ini sendiri memiliki dua kabin operator yang terletak pada bagian ujung depan dan belakang, guna menujang pengoperasian PP.

Panjang dari trem Avenio M sendiri bervariasi, tergantung dari konfigurasi yang digunakan. Untuk konfigurasi tiga gerbong panjang trem ini mencapai 21m, sedangkan untuk konfigurasi tujuh gerbong, maka panjang trem dapat mencapai 43m. Jumlah penumpang yang dapat diangkut dalam sekali perjalanannya sendiri mencapai 297 penumpang dengan menggunakan konfigurasi tujuh gerbong.

Baca Juga: Trem di Melbourne, Jaringan Terpanjang di Dunia dan Jadi Ikon Kota

Soal keselamatan dalam berkendara, trem buatan Siemens ini tidak perlu diragukan lagi, karena resistensi penyerapan kecelakaan dari Avenio M ini sendiri telah sesuai dengan standar EN 15227. Avenio M pun telah dibekali dengan Advanced Driver-Assistance Systems (ADAS), sebuah sistem peringatan kecelakaan dini. Berbeda dengan para pendahulunya, Avenio M bisa dibilang cukup bandel, karena moda ini mampu beroperasi 35 persen lebih lama sebelum turun waktu untuk pemeliharaan.

Untuk kerja sama yang dijalin bersama SWU Verkehr, Siemens menargetkan pengiriman sejumalh trem akan rampung pada pertengahan 2018 mendatang.

“Nilai Kredit Sosial” Rendah, Cina Batasi Warga Gunakan Pesawat maupun Kereta Api

Apa jadinya jika setiap warga negara tak lagi bebas bepergian baik dengan pesawat maupun kereta api? Hal ini bakal segera terealisasi di Cina pada 1 Mei 2018 mendatang dan akan berlangsung selama satu tahun.

KabarPenumpang.com melansir dari laman theverge.com (16/3/2018), rencana ini adalah pikiran dari presiden Xi Jinping yang berdasarkan prinsip sekali tidak dipercaya maka akan selalu di batasi. Hal tersebut nantinya akan ada pemberian peringkat pada setiap warga dengan sistem kredit sosial.

Baca juga: Buang Stigma Jorok, Cina Lakukan Revolusi Toilet di Kereta Api

Ini dimana setiap warga negara Cina yang memiliki peringkat rendah akan berada dalam zona bahaya selama satu tahun. Mereka tidak akan bisa membeli tiket kereta api maupun pesawat terbang untuk bepergian.

Nantinya dengan sistem kredit sosial ini, pemerintah Cina akan melakukan penilaian terhadap warga negaranya. Adapun penilaian tersebut akan meliputi perilaku kriminal dan kelakuan buruk keuangan seperti halnya apa yang mereka beli, katakan dan lakukan.

Penilaian tersebut juga termasuk dimana warga memberikan inormasi palsu tentang terorisme, menyebabkan masalah pada penerbangan, menggunakan tiket kadaluarsa hingga tertangkap merokok di kereta api. Warga negara yang memiliki nilai rendah tersebut akan berurusan dengan hukum dan pembatasan.

Versi lengkap tentang sistem ini akan diluncurkan pada 2020 dan versi awal sudah ada. Pembatasan baru untuk perjalanan adalah tambahan terbaru tentang isu sosial yang sedang berkembang di Cina saat ini dan telah menjatuhkan hukuman lebih dari tujuh juta warganya.

Diketahui rencana ini sendiri merupakan salah satu pernyataan yang sudah ditandatangani oleh delapan kementerian termasuk regulator penerbangan negara. Sistem ini juga akan memungkinkan badan-badan pemerintahan lainnya untuk berbagi informasi tentang kepercayaan warga negaranya dan mengeluarkan hukuman berdasarkan apa yang di sebut nilai kredit sosial.

Baca juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi

“Otoritas pemerintah China jelas berharap untuk menciptakan kenyataan di mana kepicikan birokrasi dapat secara signifikan membatasi hak-hak orang,” tulis Maya Wang seorang peneliti senior LSM Human Rights Watch.

Pada awal 2017 lalu, Mahkamah Agung Cina membeberkan bahwa ada 6,15 juta warga Cina yang dilarang melakukan penerbangan karena kesalahan sosial.

23 April 2018, Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Denpasar – Mumbai

Setelah meluncurkan penerbangan Jakarta – Mumbai via Bangkok pada 12 Desember 2016, masih dengan tujuan yang sama, kini Garuda Indonesia kembali membuka rute baru, Denpasar – Mumbai yang rencananya akan dimulai penerbangan perdananya pada 23 April 2018.

Baca juga: Setelah Penebalan Landasan, Boeing 777-300ER Garuda Indonesia Kini Bisa Terbang Langsung Jakarta-London

Dengan adanya rute baru ini diharapkan jumlah wisatawan India ke Indonesia akan meningkat. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, rute Denpasar – Mumbai ini hadir dengan melihat potensi wisatawan asal India ke Indonesia yang cukup besar, apalagi ke Bali yang memiliki budaya sama dengan India. Dalam setahun tercatat 500 ribu wisatawan asal India yang berkunjung ke Indonesia. “Artinya dalam sehari ada seribu orang datang. Jadi aneh sekali kalau datang ke Indonesia tidak direct flight,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sebelumnya pada penerbangan Jakarta-Mumbai dilaksanakan dengan transit di Bangkok, Thailand. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat narrow body Boeing 737-800 NG yang berkapasitas 156 tempat duduk (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi). Sementara pada penerbangan Denpasar-Mumbai akan dilakukan secara direct flight dengan menggunakan pesawat wide body Airbus A330-300.

Untuk tarif yang ditawarkan Garuda Indonesia dalam mengawali rute ke India sekitar Rp4,7 juta untuk PP (return). Tarif tersebut adalah promo yang diberikan selama satu bulan sampai Mei 2018 mendatang. “Untuk harga promo awal Rp4,5 juta. Sedangkan tarif normal yang kita berikan Rp6 juta untuk pulang pergi,” ujar Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan.

Harga ini juga tergantung dari subclass yang dipilih penumpang untuk perjalannya. Diketahui, rencana penerbangan rute Denpasar-Mumbai ini akan dilakukan dua kali dalam seminggu.

Selain itu rute tersebut juga akan menjadi percobaan untuk membuka rute lainnya menuju India. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso mengatakan, jika respon pada rute ini cukup tinggi, maka akan menambah rute baru dari India menuju kota lain di Indonesia.

“Nanti kalau sudah berkembang seperti apa, kita kembangkan lagi. Kita kan selalu evaluasi ini. Jadi kita kembangkan potensi-potensi wisata selalu kita evaluasi. Biasanya kita coba buka dulu,” ujar Agus.

Dia menegaskan, pemerintah juga berencana membuka penerbangan langsung dari Bandara Silangit – Mumbai, tapi rencana tersebut masih menunggu hasil evaluasi penerapan rute Denpasar-Mumbai.

Baca juga: Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Denpasar ke Xi’an dan Zhengzhou

“Kan dulu Presiden minta untuk buka Silangit, tadinya tidak ada demand, begitu ada airline langsung dipenuhi penumpang. Dengan infrastruktur dibangun, rute airline ditambah jadi dua, itu membuat ada demand,” tandasnya.

 

Urai Konsentrasi Kepadatan Lalu Lintas Darat, Phnom Penh Hadirkan Layanan Taksi Air Perdananya!

Bila Jakarta gagal dalam mengimplementasikan program taksi air, maka lain halnya dengan Kamboja. Ibukota negara ini, Phnom Penh malah menghadirkan taksi air pertamanya yang diketahui mulai beroperasi pada Jumat (6/4/2018) kemarin. Adapun pengadaan moda transportasi ini akan membawa orang-orang yang berada di bagian Selatan Kota Takhmao di Provinsi Kandal.

Baca Juga: Taksi Air, Jadi Solusi Kemacetan di Malaka

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman khmertimeskh.com (9/4/2018), sebanyak tiga taksi air akan beroperasi sejak pukul 06.00 hingga pukul 18.00 waktu setempat, dimana layanan antar-jemput ini akan berlabuh di enam titik di sepanjang rute. Diketahui pula, layanan taksi air yang berada di bawah manajemen Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja ini tidak akan dikenakan biaya sepeser pun hingga akhir Juli 2018 mendatang.

Setelah melewati batas waktu tersebut, Kementerian pun akan mulai memasang tarif untuk layanan taksi air ini, yang diperkirakan mencapai angka 5.400 riel (US$ 1,30) atau yang setara dengan Rp18.000 untuk 25 km pertama. “Ini merupakan sejarah baru bagi Kamboja dimana kami mengoperasikan layanan taksi air,” ungkap Menteri Transportasi, Sun Chanthol. “Kami juga rencananya akan melipatgandakan jumlah armada menjadi enam perahu dan mulai memasuki layanan penuh, dimana masing-masing perahu dibanderol dengan harga US$200.000 (Rp2,7 miliar),” tambahnya.

Masing-masng perahu sendiri sudah dilengkapi dengan sistem pendingin udara memiliki kapasitas angkut hingga 60 penumpang. “Kami meluncurkan layanan taksi perahu hari ini untuk memungkinkan orang menggunakan layanan sebelum Tahun Baru Khmer seperti yang dijanjikan pemerintah,” tutur Sun Chanthol. Dalam menghadirkan layanan taksi air ini, pemerintah tidak berjalan sendiri, melainkan sudah terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan PiPay, aplikasi pembayaran seluler di Kamboja, dimana tugasnya adalah untuk melakukan penjualan tiket ketika masa pengoperasian cuma-cuma sudah berakhir.

Hadirnya taksi air sendiri akan memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat selain bus kota, tuk-tuk, dan kendaraan lainnya. Memiliki visi yang sama dengan moda transportasi futuristik, hadirnya taksi air ini dicanangkan pemerintah sebagai pemecah konsentrasi kepadatan lalu lintas di darat. “Akan membantu mengurangi kemacetan di jalan,” ungkap Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Baca Juga: Soal Keselamatan Penumpang, Moda Laut Seperti Dianaktirikan

Kendati masih sangat baru, namun Sun Chanthol mengatakan bahwa jajarannya akan memperluas jaringan dari layanan ini. “Kami berencana untuk memperluas layanan hingga ke distrik Saang dan Pelabuhan Otonom Phnom Penh di distrik Kean Svay, Provinsi Kandal,” tukasnya. “Jika permintaan untuk layanan taksi perahu meningkat, kementerian akan membangun lebih banyak pemberhentian di distrik Saang dan Koh Thom dan di Pelabuhan Otonom Phnom Penh,” imbuh Sun.