Video Ground Crew Lempar Bagasi Menjadi Viral, AirAsia Minta Maaf

Petugas yang melempar barang bawaan setelah keluar dari bagasi kargo (The Straits Times)

Rabu, 21 Maret 2018 lalu, petugas darat (ground crew) di Bandara Internasional Kaohsiung yang menangani penerbangan berbiaya rendah AirAsia tertangkap kamera sedang melemparkan bagasi milik penumpang. Isi bagasi tersebut adalah sebuah sepeda dan video rekaman kedua petugas tersebut menjadi viral di dunia maya.

Baca juga: Urat Malu Putus, Penumpang AirAsia Ini Kekeh Pindah Ke Bangku Premium

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (22/3/2018), seorang penumpang bernama Fen Lim mengunggah video saat petugas melempar bagasi tersebut ke permukaan apron. Dalam postingan di Facebook tersebut, Lim juga mengunggah foto sepedanya yang rusak.

Diketahui, Lim terbang dari Bandara Internasional Kaohsiung di Taiwan Selatan menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

“Terimaksaih AirAsia, kalian telah merusak sepedaku. Ini di videokan saat kami masih duduk di dalam pesawt AK171 dari Kaohsing ke KLIA2,” tulis Lim di laman Facebooknya. Video berdurasi 30 detik tersebut mendapat respon dari 16 ribu pengguna Facebook kurang dari satu hari. Viralnya, video tersebut membuat para petinggi AirAsia bereaksi untuk menanggapi hal tersebut di hari Kamis.

CEO AirAsia Riad Asmat mengatakan, maskapai akan membebaskan semua biaya untuk pengangkutan sepeda pada bulan April 2018. “Sebagai seorang pengendara sepeda, saya sendiri sangat terganggu ketika melihat tindakan staf kami. Yakinlah, kami sudah mengambil tindakan. Kami melihat masalah ini dengan sangat serius dan tindakan tegas akan diambil,” ujar Raid.

CEO Group AirAsia Tony Fernandes memposting ulang video milik Lim tersebut dan mengatakan, bahwa sebenarnya penanganan jasa oleh ground crew dilakukan oleh perusahaan gabungan yang disebut GTR. “Tapi kami bertanggung jawab penuh. Setelah bertemu dengan semua petugas yang menanganani pintu rampa (rampi door), saya merasa benar-benar kecewa,” ujar Fenandes di Facebooknya.

Fernandes kemudian menjawab komentar pada postingan yang menyarankan bahwa maskapai harus meninjau kebijakan penanganan manual untuk barang-barang berat. “Tidak berat, tetapi kami melihat ke titik itu. Kami membawa ratusan barang,” Tulis Fernandes lagi.

Mendapatkan tanggapn positif, Lim kemudian menulis di Facebook, “Terimakasih Sir Tony Fernandes karena telah mengakui dan mengambil tindakan.”

Baca juga: Aturan Berhijab di Bandara Aceh, AirAsia Tampilkan Awak Kabin Pria

Sebenarnya, masalah penanganan tas oleh ground crew merupakan masalah umum di bandara seluruh dunia. Pada video yang diunggah ke Facebook 15 Februari 2018 lalu, Fernandes mengatakan kepada stafnya untuk lebih berhati-hati dalam menangani check-in dan loading bagasi.