MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum

Dua rangkaian kereta MRT Jakarta telah tiba di Jakarta dan kini berada di Depo Lebak Bulus untuk melanjutkan tahapan integrated and commissioning. MRT dengan tenaga listrik produksi Nippon Sharyo ini dilengkapi beragam fitur canggih di kelas moda komuter, bahkan ada satu teknologi di MRT Jakarta yang justru belum diterapkan pada rangkaian MRT di Jepang. Tentu ini menarik perhatian, justru MRT Jakarta lebih unggul daripada MRT yang dioperasikan di Jepang.

Baca juga: Anies: Bukan Sekedar Alat Transportasi, MRT Juga Pembentuk “Budaya” Baru di Jakarta

Teknologi yang dimaksud adalah Communication Based Train Control (CBTC). Persisnya ini merupakan teknologi persinyalan kereta generasi terbaru yang dirancang untuk jaringan kereta bawah tanah dan moda transportasi modern lain. Dengan basis sistem nirkabel, CBTC dapat mengumpulkan informasi tentang kereta secara realtime, seperti informasi posisi kepada pusat kendali lewat send back control signals.

Manfaat lain dari adopsi CBTC yakni dapat mengurangi penempatan peralatan pendukung di sepanjang lintasan rel. Dengan adanya CBTC, maka pusat kendali kereta atau Operation Control Center (OCC) yang berada di Depo Lebak Bulus dapat melakukan pengendalian trafik kereta secara lebih presisi, efektif dalam mengendalikan kecepatan, serta efisiensi dapat ditingkatkan berkat pemantauan kereta secara terpadu.

Sementara pada kabin masinis, terdapat Driver Machine Interface (DMI) yang berfungsi untuk memunculkan indikasi terkait sinyal yang ditampilkan oleh sistem CBTC. Dengan menggunakan moving block dimungkinkan blok kereta yang fleksibel, berubah-ubah, dan bergerak sesuai dengan pergerakan kereta dan parameternya sehingga operator dapat mengetahui lokasi kereta dengan lebih akurat dan mengatur jumlah kereta yang beroperasi.

Dibanding teknologi selama ini yang mengandalkan sistem sinyal konvensional, CBTC dipandang lebih aman dan akurat dalam mengeloka lalu lintas kereta.

Sebagai teknologi yang berbasis nirkabel, CBTC mengadopsi frekuensi 2,4 Ghz yang tidak memerlukan lisensi. Frekuensi yang biasa digunakan pada WiFi (wireless fidelity) ini juga memudahkan implementasi oleh banyak operator kereta di dunia. Walau ada di frekuensi 2,4 Ghz, namun CBTC dirancang cukup kuat untuk mencegah interferensi dari sinyal yang dipancarkan perangkat lain. Dan CBTC sudah dipersiapan untuk diterapkan dalam kondisi kritis.

Baca juga: Samsung Electronics Luncurkan LTE Railway Perdana di Korea Selatan

Lebih dari 30 jaringan kereta di dunia telah mengadopsi CBTC, sebagai contoh MRT di Singapura sejak 2009 sudah menggunakan CBTC. Sementara pemasok teknologi CBTC yang terkenal adalah Alstom, Thales, Siemens, Bombardier, Invensys dan Nippon Signal.

Lebaran 2018: Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Hingga 8 Persen

Tak terasa Bukan Ramadhan akan berlangsung satu bulan lagi, dan umat Muslim sudah bersiap hati dan diri. Bahkan mungkin hampir semua perantau sudah membeli tiket untuk mudik ke kampung halaman mereka masing-masing. Hal ini terbukti dari animo masyarakat yang rela mencari tiket murah untuk mudik pada lebaran tahun ini.

Baca juga: Garuda Indonesia Citi Card Tambahkan Bagasi 20 Kg Untuk Pelanggan Garuda Indonesia

Apalagi lebaran tahun ini sama dengan tahun lalu yang berbarengan dengan liburan anak sekolah. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan, pihaknya akan melakukan penambahan kapasitas tujuh sampai delapan persen dari penerbangan reguler yang ada untuk lebaran tahun ini.

“Kita tingkatkan itu dengan Bigger Aircraft atau extra flight. Destinasi-destinasinya sendiri akan kita lihat, karena libur lebaran ini juga berdekatan dengan libur sekolah,” ujar Pahala yang ditemui KabarPenumpang.com di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (12/4/2018).

Dia menambahkan, pihaknya akan menyiapkan peningkatan produksi dikarenakan dua momen yang berdekatan. Sehingga destinasi yang disiapkan bukan hanya domestik saja, tetapi destinasi yang memang tinggi kebutuhannya.

“Seperti wilayah Jawa, Denpasar dan lainnya kita tingkatkan dengan Bigger Aircraft. Beberapa destinasi Asia Tenggara juga kita siapkan,” lanjut Pahala.

Direktur Marketing dan IT PT Garuda Indonesia Nina Sulistyowati mengatakan, biasanya peningkatan libur lebaran dan sekolah ini ada dua destinasi yang tinggi peminatnya yakni Denpasar dan Medan.

“Kalau ke Denpasar itu lebih ke destinasi liburan keluarga. Untuk Jawa spesifikasinya Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya,” ujar Nina.

Nina menambahkan, momen Garuda Travel Fair (GATF) yang berlangsung kemarin dan Garuda Online Travel Fair (GOTF) pada Mei 2018 mendatang bisa dimanfaatkan untuk mendapat promo tiket murah dari Garuda Indonesia.

“GATF dan GOTF ini sangat dimanfaatkan sekali oleh mereka untuk mendapat tiket promo untuk lebaran dan liburan tahun ini. GOTF nanti akan berlangsung pada Mei dan Oktober 2018 ini,” tuturnya.

Tak hanya momen lebaran dan liburan sekolah. Momen ibadah Haji pun sudah disiapkan sejak dini oleh pihak Garuda Indonesia. Pahala mengatakan, untuk kesiapan Haji 2018, Garuda Indonesia sendiri sudah menyiapkan 14 pesawat untuk mengangkut Jemaah Haji.

“Kita gunakan enam Airbus, tiga Boeing 777 dan tambahan lima Boeing 777,” kata Pahala.

Dia mengatakan, Jemaah Haji tahun 2018 ini jumlahnya kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya. Pahal menyebutkan tahun 2018 sekitar 107.959 Jemaah Haji. Saat ini ada 278 kloter dari sembilan embarkasih.

Baca juga: Buat Pemburu Diskon Tiket Penerbangan, Garuda Indonesia Kembali Gelar GATF 2018 Phase I di Jakarta

Terkait dengan Bandara Kertajati di Majalengka yang juga akan digunakan sebagai bandara pengangkut Jemaah Haji, Pahala mengatakan, pihaknya masih melakukan diskusi dengan Kemenhub dan Kemenag.

“Ini yang salah satu sedang kami diskusikan. Bagaimana Jemaah Haji dari Jabar khususnya Sumedang dan Majalengka. Apakah akan diberangkatkan dari Kertajati atau seperti apa, masih kita bicarakan,” tutup Pahala.

Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!

Sebanyak kurang lebih 1.000 penumpang yang tengah berada di kereta api India hampir saja menjadi korban dalam sebuah kecelakaan tunggal. Kuat dugaan, kereta tersebut mengalami masalah pada bagian rem sehingga si ular besi tidak bisa mengendalikan laju. Untungnya, kejadian yang terjadi pada Sabtu, 7 April 2018 kemarin ini tidak menelan korban sama sekali, baik korban luka maupun jiwa.

Baca Juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (9/4/2018), adapun kejadian ini menjadi viral setelah salah seorang saksi yang melihat kejadian tersebut mengabadikan dan mengunggahnya ke jejaring sosial. Dalam video tersebut, diketahui kereta ini bertolak dari Gujarat yang terletak di sebelah Barat India menuju Odisha yang berada di sebelah Timur India.

Tanpa mengurangi kecepatan, kereta tersebut terus melaju melintasi stasiun demi stasiun. Akhirnya, kereta tersebut bisa berhenti setelah beberapa petugas kereta api melintangkan kayu di rel. “Akibat insiden ini, kereta terlambat dua jam dari jadwal,” ungkap Jaideep Gupta, manajer kereta api cabang timur Indian Railways.

Kendati pihak perkeretaapian masih belum mengetahui persis berapa jumlah penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta tersebut, namun JP Mishra selaku Humas dari East Coast Railway mengatakan bahwa ada ratusan penumpang yang saat itu berusaha untuk menyelamatkan diri sebelum kereta berhenti. “Sekitar 500 penumpang mencoba lompat dari kereta,” tandasnya ketika ditanya soal jumlah penumpang yang telah menyelamatkan diri.

Guna memberikan efek jera, pihak East Coast Railway pun memberikan sanksi berat sebanyak tujuh karyawan kereta api yang dinilai bertanggung jawab atas insiden ini. “Bagi kami, keselamatan penumpang adalah yang utama,” ungkap Jaideep. “Tidak ada kompromi soal keamanan dan keselamatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Utama di Odissa mengatakan bahwa dirinya turut prihatin dengan kondisi perkeretaapian India dan menghimbau kepada otoritas terkait untuk segera mengambil langkah. “Perkeretaapian harus mengambil tindakan untuk mengatasi penyimpangan yang mungkin akan terjadi, dimana hal tersebut dapat membahayakan penumpang,” tuturnya.

Baca Juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Pihak perkeretaapian India sendiri meyakini bahwa insiden ini terjadi karena kelalaian petugas ketika memasangkan mesin baru ke gerbong penumpang. Diketahui, tahun lalu, Perdana Menteri Narendra Modi mengalokasikan dana lebih dari 8,5 triliun rupee atau yang setara dengan US$134 miliar untuk meningkatkan keseluruhan layanan sistem perkeretaapian India, termasuk US$20 miliar hanya untuk peningkatan di sektor keselamatan penumpang.

Akibat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Scoot Dikuntit F-15SG dan Tunda Penerbangan Ke Thailand

Pesawat Boeing 737 Scoot Airline dari Singapura menuju Hat Yai, Thailand mau tak mau harus kembali ke Bandara Internasional Changi pada Kamis, (5/4/2018) sore hari. Apalagi saat akan kembali ke Changi ternyata ada dua pesawat jet tempur milik Republic Singapore Air Force (RSAF) F-15SG terbang di samping pesawat yang baru meninggalkan Singapura pukul 13.20.

Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Penumpang yang melihat hal tersebut dari jendela pesawat tidak panik bahkan suasana di kabin tenang seperti tak terjadi apa-apa. Pesawat Scoot tersebut membawa 173 penumpang dan enam orang awak kabin.

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (6/4/2018), bahwa kejadian ini tidak diberitahukan kepada penumpang. Salah seorang penumpang yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, penumpang di dalam bingung tapi tak khawatir dan tidak mengetahui jika ada pesawat jet menjadi salah satu langkah keamanan ancaman bom yang dibuat oleh salah seorang penumpang.

“Awak kabin tak memberi jawaban ketika di tanya apa yang terjadi,” ujar penumpang tesebut.

Penumpang tersebut awalnya berpikir ada kesalahan pada radio pilot yang menyebabkan kehilangan kontak dengan kontrol udara atau pilot tanpa sadar salah melalui jalur penerbangan. Namun ternyata adanya hal tersebut karena ada seorang penumpang pria pesawat TR634 tersebut yang mengatakan kepada awak kabin ada bom di dalam tas tangannya.

Saat akan mendarat pilot mengatakan, “Kami akan segera mendarat di tujuan,” ujar penumpang tersebut mengikuti pilot.

Dia mengatakan, tahu kembali ke Singapura setelah melihat Batam dari jendela pesawat dan jet tempur Singapura yang hanya bisa terbang di wilayah udara negara tersebut.

“Kami berada di landasan, tapi pilot tak mengatakan apapun. Kami juga tidak boleh berpindah atau bergerak meski hanya ke toilet. Jadi semua penumpang harus duduk,” kata penumpang tersebut.

Tak lama, petugas keamanan masuk ke dalam pesawat dan seorang pria 41 tahun yang diyakini sebagai warga Singapura bersama kedua temannya kemudian ditahan saat pesawat kembali ke Changi dan mendarat pukul 14.23. Pria tersebut diamankan karena membuat klaim palsu bahwa tindakan teroris telah sedang atau akan dilakukan.

Jika ditemukan bersalah, maka akan dihukum penjara paling lama sepuluh tahun dan denda yang harus dibayar tak lebih dari S$500 ribu. Menurut pihak kepolisian, tersangka mengatakan kepada awak kabin membawa bom di bagasi kompartemennya.

Karena adanya hal tersebut, awak kabin melapor kepada pilot dan pilot diam-diam mengatakan kepada menara kontrol tentang hal tersebut serta memutuskan kembali ke Singapura. Saat sampai di Changi, pihak kemanan langsung mencari dan memeriksa kompartemen atas milik tersangka dan dua temannya.

Sayangnya tidak ditemukan sama sekali bom yang dikatakan tersangka tersebut. “Awak kabin ingin memindahkan tasnya, tetapi dia mengatakan tidak karena ada bom di tas itu,” ujar penumpang yang menolak disebutkan namanya tersebut.

Baca juga: Rajai Pasar Low Cost Carrier, Tigerair Kini Satu Naungan Dengan Scoot

Atas kejadian ini, penerbangan tertunda 5,5 jam secara keseluruhan dan berangkat kembali pada 18.30 pada hari yang sama setelah pesawat dinyatakan aman. Penumpang kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Hat Yai dan Scoot menawarkan kepada semua penumpang voucer penerbangan S$50 karena keterlambatan yang dialami penumpang.

Ditendang Penumpang Cilik, Wanita Ini Keluhkan Regulasi Delta Airlines

Seorang penumpang maskapai asal Negeri Paman Sam, Delta Airlines melayangkan protes keras kepada pihak manajemen penerbangan tersebut lantaran dirinya menderita cidera selama mengudara. Cidera pada area sekitaran dada tersebut didapatkan setelah ditendangi oleh seorang anak yang duduk tepat di sampingnya. Tidak hanya itu, respon dari awak kabin Delta sendiri pun dianggap kurang sopan dan tidak memberikan solusi.

Baca Juga: Phobia Pada Bayi, Penumpang Delta Airlines Mengamuk di Kabin

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (9/4/2018), Sally Canario, seorang penumpang asal Amerika Serikat yang tengah berada dalam penerbangan dari Los Angeles menuju Minneapolis pada 2 April 2018 kemarin. Sally yang duduk di samping jendela mulai mencoba untuk menyandarkan kepalanya di kaca dan berusaha untuk tidur.

Namun beberapa saat kemudian, seorang anak yang duduk persis di sampingnya mulai mengganti posisi duduknya. “Seorang putri mencoba untuk tidur di pesawat dengan kepala di pangkuan ibunya, dan kakinya di pangkuan saya,” tutur Sally. Tampaknya, anak tersebut merasa tidak nyaman dengan tempat ia tidur dan malah meronta-ronta sendiri.

Foto yang diambil Sally yang menunjukkan kaki si anak. Sumber: news.com.au

Tanpa sengaja, anak tersebut menendang keras Sally berkali-kali. “Ia menjerit, menangis, dan menendang ketika ia berusaha untuk tidur,” kenang Sally. “Namun pihak maskapai tidak mengakomodasi saya untuk pindah ke tempat yang lebih tenang,” tandasnya. Sally yang merasa semakin tidak nyaman lalu berusaha untuk meminta bantuan pramugari.

Alih-alih mendapatkan solusi, Sally malah dibuat terkejut dengan respon si pramugari ketika ia melaporkan cidera yang diderita akibat tendangan itu. “Saya bukan babysitter, Anda berdua (Sally dan Ibu dari si anak) perlu menyelesaikan masalah ini sendiri,” tutur Sally seraya menirukan gaya bicara sang pramugari.

Tidak berhenti sampai di situ, Sally pun dituduh telah mengganggu ketenangan keluarga tersebut. “Pramugari itu bilang: Saya tidak menerima laporan cidera, dan Anda pun tidak terluka. Saya dengar Anda telah membuat masalah dan melecehkan keluarga yang ada di sebelahmu,” ungkapnya. Untungnya, Ibu dari anak yang menendang Sally ini membantah tuduhan si pramugari tersebut.

Dari sini, Sally sadar bahwa kesalahan terletak pada regulasi pihak Delta yang menggabungkan penumpang last minute dengan penumpang yang sudah memesan tiket dari jauh-jauh hari. Hingga kini, Sally masih menyerukan pihak Delta untuk mengatur ulang peraturannya tersebut. Sejak kejadian itu, Sally mengaku mengalami cidera yang cukup serius pada bagian tulang rusuknya sebagai dampak dari tendangan anak tersebut.

Baca Juga: Delta Airlines Tawarkan Akses Chatting Gratis via WiFi di Smartphone

“Dokter mendiagnosa tulang rusuk saya menjadi asimetri dan membutuhkan waktu hingga satu minggu lebih untuk menyembuhkannya,” jelas Sally. Menanggapi hal ini, pihak Delta lalu meminta maaf atas insiden tersebut dan berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kami menyesal mengetahui pengalaman dan impresi buruk yang dirasakan oleh penumpang itu (Sally), dan kami akan mengumpulkan informasi lebih banyak terkait insiden ini,” terang salah satu juru bicara Delta.

Garuda Indonesia Citi Card Tambahkan Bagasi 20 Kg Untuk Pelanggan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memberikan penambahan manfaaat melalui Garuda Indonesia Citi Card (GICC) yang diperkuat dengan kerja sama dengan Citi Indonesia. Penambahan manfaat yang diberikan melaui GICC kali ini adalah bagasi 20 kg di luar dari ketentuan bagasi yang diberikan maskapai Garuda Indonesia sendiri.

Baca juga: 23 April 2018, Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Denpasar – Mumbai

Ketentuan bagasi ini bisa digunakan pelanggan baik kelas ekonomi maupun bisnis dengan hanya menunjukkan GICC yang dimiliki. Bring More Home merupakan tagline yang digunakan untuk GICC ini dimana pelanggan bisa membawa lebih banyak barang dan suvenir tanpa harus khawatir mengeluarkan biaya tambahan karena kelebihan bagasi.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan, dalam rangka 50 tahun dedikasi Citi di Indonesia tahun ini dengan bangga kami menambahkan Garuda Indonesia Citi Card dengan beragam keuntungan tambahan yang atraktif bagi nasabah sendiri. Hal ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dari Citi untuk senantiasa menghadirkan produk inovatif serta layanan terbaik sesuai dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, upaya berkelanjutan peningkatan layanan Garuda Indonesia untuk memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa melalui berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh GICC tersebut.

“Sebagai salah satu bank yang memiliki jarigan nasabah kartu kredit terbesar di Indonesia, Citi Indonesia merupakan salah satu mitra terbaik kami dalam memberikan layanan lebih kepada para pengguna jasa. Dengan jumlah pengguna Garuda Miles lebih dari 1,7 juta saat ini tambahan layanan tersebut diharapkan dapat menarik segmen market baru pengguna jasa maupun GarudaMiles Members, khususnya yang berasal dari masyarakat kelas emerging affluent dengan mobilitas tinggi,” ujar Pahala yang ditemui KabarPenumpang.com di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, (12/4/2018).

Tak hanya mendapat tambahan bagasi 20 kg, pengguna GICC ini bisa check in melalui konter khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Domestik Terminal 3 Ultimate dan check in konter GarudaMiles Gold di bandara lainnya di Indonesia bagi pelanggan dan satu teman seperjalanan dengan kode booking tiket yang sama. Selain itu, pelanggan juga bisa mendapatkan hemat lima persen jika membeli di kantor Garuda Indonesia dan website resmi Garuda dengan memasukkan kode promo GICC.

Baca juga: Garuda Indonesia Rilis Program “Surprise Deal” Lewat Platform Website dan Mobile Apps

“Kami percaya bahwa kemitraan kami dengan Garuda Indonesia melalui Garuda Indonesia Citi Card memberikan nilai lebih sekaligus value proposition yang unik kepada para nasabah kami di Indonesia,” jelas Batara.

Hadirnya GICC terbaru, Batara mengatakan, karena saat ini segment traveling, kuliner meningkat. Animo masyarakat untuk mencoa makanan dan jalan-jalan di dalam negeri atau luar negeri menjadi gaya hidup saat ini di bandingkan yang lain.

Anies: Bukan Sekedar Alat Transportasi, MRT Juga Pembentuk “Budaya” Baru di Jakarta

Tepat pukul 03.00 dini hari (12/4/2018) seluruh rangkaian kereta MRT Jakarta telah berhasil dipindahkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sejak tiba pada Selasa, 4 April 2018 lalu, sampai saat ini satu set MRT yang terdiri dari enam gerbong kereta telah berhasil dirangkai dan di parkir dalam garasi khusus di Depo. Sementara enam kereta lainnya kini dalam proses integrasi untuk disatukan dalam satu set.

Baca juga: Tiga Tes Siap Dilakukan Pada Dua Rangkaian Kereta MRT Jakarta

Tuntasnya pengiriman dua set MRT pada gelombang pertama ini rupanya menarik perhatian petinggi Jakarta. Dan tepat pukul 07.00 WIB, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini (12/4/2018) menyempatkan diri meninjau langsung rangkaian MRT di Depo Lebak Bulus.

Anies yang berbicara dihadapan media menyebut, bahwa MRT di Jakarta bukan sekedar alat transportasi, “MRT saya harapkan bisa menjadi pembentuk budaya baru bagi warga Jakarta. MRT secara tak langsung mengajarkan pada warga pengguna untuk berlaku disiplin dan ketat dalam menjaga kebersihan, karena itulah standar dalam operasional MRT, termasuk budaya tersebut telah diterapkan selama ini oleh karyawan PT MRT Jakarta,” ujar Anies.

Lebih lanjut Anies mengatakan MRT bisa menjadi wadah interaksi bagi penumpang multi strata. Ia menyebut nantinya mulai dari kelas direktur, karyawan sampai pelajar akan berkolaborasi sebagai penumpang MRT Jakarta.

Untuk mewujudkan interaksi penumpang multi strata di MRT tentu bukan pekerjaan mudah. Seperti untuk menarik minat pengguna dari kalangan atas, maka harus dilakukan upaya lebih optimal untuk melakukan integrasi angkutan lintas moda.

“Obsesi kami adalah meninggalkan kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Jurus penambahan rute bukan jawaban yang tepat, tapi yang terpenting adalah bagaimana angkutan umum dapat terintegrasi dan lebih manjangkau warga,” tambah Anies. Untuk itu mantan Menteri Pendidikan ini segera akan mengundang seluruh operator transportasi di Jakarta untuk membicarakan integrasi antar moda.

Baca juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat

Rencananya Anies akan menggelar rapat dengan 25 operator transportasi pada Jumat (13/4/2018). “Untuk tahap awal kami akan shoping permasalahan dan melakukan mapping tentang kondisi yang dihadapi. Yang tak kalah penting, integrasi tersebut harus memastikan bahwa operator tidak rugi, salah kunci bisnis transportasi adalah sustainable,” kata Anies menutup pembicaraan.

Dalam acara peninjauan Gubernur DKI di Depo Lebak Bulus, turut hadir Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei dan Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar.

Bawa Anak Autis Dalam Penerbangan? Ini Dia Tipsnya!

Sebagai penumpang biasa yang memiliki kesehatan mental yang baik, juga pernah merasakan cemas saat berada di bandara dan penerbangan. Hal ini diwajarkan karena terbang selalu membuat penumpangnya cemas meski penerbangan merupakan transportasi paling aman.

Baca juga: Bagi Penderita Autis, Ternyata Naik Kereta Merupakan ‘Cobaan’ Berat

Namun, apa jadinya jika orang tua bepergian dengan anak mereka yang memiliki kebutuhan khusus seperti autisme? Mungkin beberapa diantara orang tua akan berpikir anak mereka akan ketakutan saat menghadapi antrian keamanan dan kerumunan penumpang lainnya.

Bahkan, pengeras suara, permintaan untuk melepas sepatu dan sentuhan spontan bisa membuat panik anak autis. KabarPenumpang.com melansir dari laman offspring.lifehacker.com (10/4/2018), bahwa ada tips yang dibagikan seorang ibu di media sosial untuk membantu para orang tua yang membawa anak autis mereka dalam penerbangan.

Angie Solis seorang ibu dengan anak memiliki kebutuhan khusus yakni autis mengatakan, untuk memudahkan dalam keamanan hingga masuk dalam penerbangan baiknya hubungi TSA (Transportation Security Administration) Cares. Dia mengatakan, untuk mendapat bantuan TSA Cares tersebut, penumpang dengan kebutuhan khusus bisa menghubungi tiga hari sebelum keberangkatan.

Hal ini agar saat tiba di bandara penumpang bisa lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan dari pihak TSA Cares. Solis yang saat itu mendapat bantuan dari TSA Cares menulis surat kepada TSA yang isinya ucapan terima kasih atas pengalaman yang diberikan selama di bandara saat bersama putra autisnya.

Dia menjelaskan, saat sampai dibandara sempat khawatir dengan ratusan orang yang menunggu pemeriksaan keamanan. Namun, kekhawatirannya menghilang ketika Alicia, seorang petugas TSA Cares hadir membantunya.

“Alicia hadir dan membantu kami, kemudian mengangkat pembatas, memberi kami petunjuk dan mengantar kami ke barisan terdepan. Kami melalui pemeriksaan keamanan dengan tenang dimana petugas tidak meletakkan tangannya pada kami. Bahkan kami tak perlu melepas sepatu,” tulis Solis.

Dia menambahkan, saat masuk dan melalui keamanan hingga ruang tunggu, waktu yang dihabiskan hanya selama 14 menit. Diketahui, TSA Cares hadir sejak tahun 2011 lalu.

Sayangnya, banyak para pelancong yang tidak mengetahui bahwa ada TSA Cares ini. TSA Cares sendiri membantu penumpang dengan kebututuhan khusus seperti autis, disabilitas hingga yang membutuhkan perawatan medis.

Meski mendapat bantuan dari TSA Cares, tidak ada perbedaan dalam pemeriksaan keamanan. Sebab Solis dan putranya tetap melalui pemindai, bahkan tas mereka juga di pindai. Berikut ini ada beberapa kiat lain untuk terbang dengan anak autis:

1. Persiapkan anakmu
Bandara Shannon memiliki beberapa video untuk menunjukkan kepada wisatawan apa yang akan datang, mulai dari tiba di bandara hingga mendarat.

2. Lakukan latihan
Program Wings’s Arc untuk Autisme memungkinkan penumpang autis melakukan latihan di bandara sebelum penerbangan mereka. Minta prioritas naik pesawat. Saat Anda membuat reservasi, beri tahu maskapai bahwa Anda menginginkan tempat duduk prioritas, dan informasikan kepada personel gerbang permintaan Anda saat Anda tiba.

Baca juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang?

3.Cetak dan isi Kartu Pemberitahuan Cacat ke TSA
Ini memungkinkan agen TSA mengetahui kebutuhan spesifik Anda.

4.Bawa barang-barang yang nyaman.
Jika anak Anda sensitif terhadap suara keras, pastikan untuk mengemas headphone peredam bising.

Dua Pria Terlibat Duel Sengit di Gerbong SMRT, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya

Tingkah laku penumpang yang kita temui ketika menggunakan sarana transportasi umum memang tidak bisa diprediksi. Seperti yang terjadi di Singapura, dimana dua orang penumpang jasa layanan Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) terlibat cekcok hebat sebelum akhirnya kedua pria ini saling melayangkan gebok mentah. Sontak, penumpang lain yang berada di dalam gerbong yang sama menjauh dari kedua pria ini karena takut terkena imbas dari perkelahian tersebut.

Baca Juga: Makan Es Krim di Dalam Bus Berujung Adu Jotos

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman channelnewasia.com (9/4/2018), kejadian ini terjadi pada Minggu, 8 April 2018 silam dan pihak kepolisian setempat langsung mengambil langkah untuk melakukan investigasi.

Kejadian ini semakin cepat menyebar setelah salah satu penyiar dari Mediacorp Radio Ria 89,7 FM, Dzar Ismail menyebarkan video yang berhasil ia abadikan di laman jejaring sosial Facebook miliknya. Hingga saat ini, video perkelahian tersebut telah ditonton lebih dari 320.000 kali dan dibagikan lebih dari 7.600 kali.

Dalam video tersebut, nampak dua orang penumpang SMRT berjenis kelamin laki-laki ini tengah berdiri persis di tengah gerbong. Tak lama berselang, kedua pria yang sama-sama mengenakan baju berwarna hitam ini terlibat adu cekcok, dan tensi diantara keduanya pun semakin meningkat.

Kedua pria ini mulai mengancam satu sama lain dengan cara menggenggam kerah rivalnya. Sejurus sesaat, keduanya mulai saling mendorong satu sama lain, dan perkelahian pun tak dapat dihindari. Tidak jarang, penumapang lain yang berada di sekitarnya turut menjadi imbas dari perkelahian yang hingga kini masih belum diketahui rimbanya ini.

Dikhawatirkan semakin membabibuta, maka sejumlah penumpang yang menyaksikan perkelahian itu pun mencoba untuk melerainya. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, hingga saat ini, pihak yang berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari akar dari perkelahian brutal tersebut.

Baca Juga: Terlibat Adu Jotos di Dalam Kabin, Penumpang Ini Terpaksa Diturunkan

Secara mengejutkan, dalam kolom komentar pada postingan yang diunggah oleh Dzar Ismail tersebut, ada seorang pengguna Facebook bernama Roshan Raja yang mengaku menjadi salah satu dari ‘pegulat’ tersebut. Dalam komentarnya, Roshan mengaku pihak keluarga sangat terkejut dan terpukul dengan apa yang menimpa dirinya.

Kebut Persiapan Asian Games 2018, PT INKA Mulai ‘Cicil’ Pengiriman LRT Palembang

Ajang olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 sudah semakin mendekati ‘titik start’, maka tidak heran jika sejumlah otoritas terkait tengah disibukkan dengan mematangkan persiapan untuk menunjang kelancaran pesta olahraga akbar ini, tidak terkecuali PT INKA. Anak perusahaan PT KAI ini diketahui baru saja memulai pengiriman terhadap beberapa rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) ke Palembang, Sumatera Selatan, dimana kereta tersebut akan dioperasikan sebagai moda transportasi pendukung kegiatan Asian Games 2018.

Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, LRT Palembang Mulai Uji Coba Maret Mendatang

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Senior Manager Secretary, Public Relations, and CSR PT INKA, Cholik Mochamad Zam Zam mengatakan terdapat delapan rangkaian yang akan dikirimkan secara bertahap. “Mulai awal April ini akan dikirim sebanyak empat trainset. Saat ini baru dua trainset yang sudah terkirim dan akan menjalani uji dinamis di lintas,” ujarnya, dikutip dari laman cnnindonesia.com (10/4/2018).

PT INKA sendiri menerima total 24 rangkaian, dimana mereka mengatakan akan merampungkan semua pengiriman pada bulan Juni mendatang. Nantinya, LRT buatan PT INKA ini akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin menuju kawasan Sport City Jakabaring, dimana lokasi tersebut merupakan venue utama pada perhelatan Asian Games 2018. Tidak berhenti sampai situ saja, namun jaringan LRT ini akan berujung pada Depo yang berada di Ogan Permai Indah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus, mengatakan bahwa uji coba terhadap kereta LRT ini dipastikan akan sesuai dengan jadwal yang sebelumnya telah ditentukan. “Persiapan juga diperlukan untuk mengangkut trainset ke Depo Jakabaring. Walau jeda waktunya panjang dari kedatangan gerbong, 13 April tapi uji coba tetap sesuai dengan jadwal,” tutur Nelson, dikutip dari sumber lain.

Di sisi lain, Sekertaris Proyek Manajemen Unit (PMU), Wahidin mengatakan untuk pengujian nantinya tidak akan dilakukan di seluruh stasiun, sebab pengujian hanya dimaksudkan untuk mengecek apakah performa kereta serta track dan sistem elektrinya berfungsi dengan baik. “Uji coba jalur dan kereta akan dilakukan dari Depo Jakabaring hingga stasiun OPI Mall sepanjang kurang lebih 3 km,” jelasnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Cholik pun sempat mengatakan bahwa armada LRT untuk Palembang ini sudah sangat canggih dan modern, dimana pertimbangan utama PT INKA dalam mengembangkannya adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang. “Yang jelas futuristik, stainless steel, dan ringan,” paparnya.

Baca Juga: Jelang ASIAN Games 2018, Palembang Datangkan LRT Produksi PT INKA

Adapun lebar jalan rel (gauge) dari LRT Palembang ini adalah 1.067 mm dengan axle load hingga 12 ton. Kecepatan direncanakan untuk kereta ringan ini adalah 100 km per jam, dengan kecepatan maksimum 85 km per jam. Konstruksi jalur berupa slab track, yaitu penggunaan pelat beton sebagai tiang penyangga dari jalur LRT, keuntungannya adalah jalur ini mampu menahan beban yang lebih berat layaknya tiang penyangga di jalan tol. Persinyalan adalah fixed block dengan cap signal (ETCS Level 1). Sistem electrical dengan third rail system 750 VDC.