Kendati Futuristik, Namun Masih Banyak yang Meragukan Pod Otonom

Rencana pengadaan pod otonom di ranah moda transportasi masa depan memang menghadirkan pro dan kontra. Sebagian percaya bahwa moda ini dapat membantu mobilitas mereka dan tetap menjunjung tinggi konsep ramah lingkungan (karena mayoritas dari kendaraan ini menggunakan tenaga listrik). Sedangkan sisanya menganggap moda ini hanya akan menambah rumit jaringan transportasi yang sudah ada sebelumnya. Kendati pod otonom masih dominan berada di pusat uji coba, namun para peneliti seolah enggan berhenti untuk terus ‘membedah’ moda sejenis ini.

Baca Juga: Pod Otonom: Upaya Greenwich Kurangi Tingkat Polusi

Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa pod otonom semacam ini bisa saja mengambil alih sebagian besar jalanan di kota-kota besar di masa yang akan datang. Pasalnya, moda futuristik ini menawarkan beragam keuntungan dan kemudahan. Sebut saja tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan ini sangatlah rendah, terpadu, dan mampu bermanuver di tengah keramaian kota, ambil contoh London.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman theverge.com (26/3/2018), sejak awal April 2017 silam, London telah menguji coba pod otonom ini dengan menggunakan pendanaan dari konsorsoium swasta dan institusi publik yang dikenal sebagai Gateway Project. Adapun tujuan dari proyek ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknologi moda otonom dapat terintegrasi dengan baik di kota-kota di Tanah Britania, dimana sebagian besar menggunakan pod sebagai ‘kerangka’ dari teknologi ini.

Lalu, apa yang sebenarnya dipikirkan oleh masyarakat awam tentang kehadiran moda ini? Apakah mereka akan ragu untuk mengendarai pod otonom, atau bahkan kebalikannya? Dalam sebuah uji coba yang dilakukan oleh Greenwich Gateway, mereka mengikutsertakan 1000 orang dalam sebuah uji coba kendaraan otonom. Dimana bukan hasil dari modanya saja yang jadi tolak ukur, melainkan lebih kepada respon dari para penggunanya.

Hasilnya pun bisa dibilang cukup mengejutkan, dimana 43 persen dari jumlah koresponden memberikan respon positif, 11 persen tidak menyukai kendaraan ini. Sementara sisanya (46 persen) masih ragu akan teknologi mutakhir ini, dimana keselamatan selama berkendara jadi alasan utama keraguan mereka.

Baca Juga: Kerumunan Pods Modular Siap Gantikan Peran Kendaraan Pribadi di 2020

Beberapa saran pun terbit tak lama berselang setelah uji coba ini, salah satu yang paling vokal adalah soal akselerasi moda yang tergolong lambat (hanya sekitar 16km/jam). Terlepas dari itu semua, banyak lapisan masyarakat yang lalu bertanya-tanya soal efisiensi dari pod otonom semacam ini. Efisiensi yang dimaksud di sini adalah tentang kapasitas moda, dimana ada banyak moda transportasi lain yang menawarkan kapasitas angkut lebih banyak ketimbang pod otonom.

Kendati futuristik, namun pod semacam ini hanya mampu menampung penumpang di bawah 10 orang, tidak seperti bus tingkat yang mampu dijejali oleh puluhan penumpang, atau jaringan kereta cepat yang mampu mengangkut ratusan orang dalam sekali perjalanannya. Pertanyaannya adalah, “Dibutuhkan berapa pod otonom untuk dapat mengangkut jumlah penumpang yang setara dengan sebuah bus atau kereta cepat?”

Ngeri! Kereta Hantu Terekam CCTV ‘Melintas’ di Stasiun Baotou

Masih ingatkah Anda tentang garbarata berhantu? Ya, video berdurasi 31 detik yang sempat jadi bahan pembicaraan beberapa waktu yang lalu ini menampilkan sebuah garbarata yang dipenuhi oleh makhluk tak kasat mata yang terlihat berlarian seperti tengah mengejar sesuatu. Video yang mendadak jadi viral di sejumlah laman jejaring sosial ini pun tak pelak mengundang kontroversi, ada yang percaya ada pula yang tidak.

Baca Juga: Video Garbarata Berhantu di Phuket Menjadi Viral di Media Sosial

Nah, kali ini kejadian yang hampir serupa terjadi di sebuah stasiun kereta, dimana kamera CCTV menangkap bayangan kereta yang sangat mencurigakan. Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kejadian mengerikan ini terjadi di Stasiun Baotou, Cina pada 10 Maret 2018 kemarin. Video yang berhasil mencuri perhatian warganet ini diunggah ke laman YouTube empat hari berselang setelah kejadian (14 Maret 2018).

https://www.youtube.com/watch?v=7BGIEo9LYmg

Seperti yang bisa Anda lihat sendiri, sebuah bayangan putih berbentuk menyerupai sebuah kereta nampak berhenti tepat di bawah pengawasan kamera CCTV Stasiun Baotou. Layaknya kereta yang tengah beroperasi, lengkap dengan dua buah lampu lokomotif, papan informasi, dan sambungan gerbong, bayangan putih tersebut pun tampak seperti tengah menaik-turunkan penumpang. Padahal, kondisi stasiun kala itu sangatlah sepi tanpa ada satu orang pun yang terekam kamera. Tak berselang lama, kereta hantu itu pun kembali melanjutkan perjalanannya.

Rasa penasaran warganet akan kereta hantu dari Tiongkok ini pun menjadikan video yang berdurasi kurang dari dua menit ini sudah ditonton lebih dari 2,7 juta pengguna akun YouTube. Spekulasi pun mulai berdatangan seiring pertumbuhan angka penonton di video yang diunggah oleh pemilik akun bernama The Hidden Underbelly 2.0 ini.

Sebagian besar warganet yang sudah menyaksikan klip ini tidak mempercayai bahwa bayangan putih tersebut merupakan sebuah kereta hantu. “Bisa jadi itu refleksi dari kaca,” tulis salah satu pengguna Youtube di kolom komentar. “Sepertinya itu hasil rekaman yang tergandakan,” timbal akun lain. Namun tidak sedikit juga pengguna yang mempercayai bahwa itu merupakan sebuah kereta hantu.

Baca Juga: Inilah 12 Stasiun Angker di Dunia!

Hingga kini, tidak ada yang dapat memastikan keaslian dari video kereta hantu dari Stasiun Baotou tersebut, dan tetap menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.

Bell Tampilkan Desain Teknologi Taksi Udara

Taksi udara, merupakan gagasan teknologi yang semakin lama semakin nyata. Bahkan beberapa perusahaan sudah membuat prototipe dan mencobanya terbang. Taksi udara yang dibuat ini biasanya dijalankan secara otonom atau tanpa pengemudi. Salah satu perusahaan yang ikut andil dalam pembuatan taksi udara ini adalah Bell.

Baca juga: Berusaha Tetap di Arus Persaingan, Porsche pun Turut Luncurkan Taksi Udara Otonom!

Bell Helicopter yang kini telah berubah nama menjadi “Bell” menampilkan teknologi terbarunya untuk masa depan di festival tahunan South by Southwest (SXSW) di Austin. Perusahaan ini menjelaskan tentang ambisi yang mereka miliki untuk memproduksi taksi udara perkotaan dengan tenaga listrik di masa depan.

“Pengubahan merek ini bukan hanya tentang logo baru. Kami memilih untuk melakukan ini karena kami melihat diri kami di garis depan teknologi. Kami percaya penyegaran ini mewujudkan gagasan bahwa kita dapat membuat dimensi vertikal lebih mudah diakses,” kata Presiden dan CEO Bell, Mitch Snyder.

KabarPenumpang.com melansir dari laman rotorandwing.com (13/3/2018), Direktur inovasi Bell, Scott Drennan kemudian menjawab produksi taksi tersebut dengan replika Bell Air Taxi pada vertiport simulasi. Dalam pengembangan taksi udara ini, Hillwood sebagai mitra pembangunan resmi dan infrastruktur untuk program Uber Elevated mencatat bahwa pihaknya berencana untuk mengembangkan vertiport di seluruh wilayah Texas utara.

Menurut Hillwood lokasi pertama vertiport adalah Frisco dan Dallas atau Fort Worth (DFW) International Airport. “Kami membayangkan tiga hingga lima vertiports pada 2020 di DFW, tetapi pada akhirnya akan didorong pasar. Ini bisa menjadi permukaan tanah atau di atas struktur yang ada seperti bangunan atau garasi,” ujar juru bicara Hillwood.

Untuk pilihan daya geraknya terhadap konsep taksi udaranya di masa depan, Drennan mengatakan, pihaknya tengah melakukan eksplorasi pada beberapa pilihan termasuk pada propulsi hybrid dan listrik. Apalagi saat ini kelayakan teknis dari semua taksi udara bertenaga listrik adalah tentang diskusi pada Heli-Expo bulan lalu.

Baca juga: Didukung Intel Capital, Joby Aviation Siap Ramaikan Industri Taksi Udara

“Kami merancang demonstran #BellAirTaxi pertama kami untuk menjadi otonom, tetapi kami percaya ketika pesawat datang ke pasar akan ada petugas pilot keselamatan dan misi di kapal,” kata Drennan.

Lebih lanjut Drennan menjelaskan, bahwa ketika taksi udara mereka menjadi sepenuhnya otonom, itu akan memungkinkan penumpang yang memasuki pesawat untuk memasuki tujuan mereka dan terbang secara otonom ke vertiport yang diinginkan.

Ponsel Keluarkan Asap, 80 Penumpang MTR Hong Kong Terpaksa di Evakuasi

Tak hanya di pesawat, insiden yang melihatkan baterai ponsel juga melanda jaringan kereta. Seperti kepanikan yang melanda setelah asap dari sebuah ponsel memenuhi salah satu rangkaian MTR (Mass Transit Railway) di Hong Kong dan membuat 80 penumpangnya harus di evakuasi.

Baca juga: Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia

KabarPenumpang.com melansir dar laman scmp.com (6/4/2018), bahwa insiden ini diduga disebabkan oleh baterai ponsel yang terlalu panas. Insiden ini terjadi pada jam sibuk Jumat (6/4/2018) sekitar pukul 09.00 waktu setempat, setelah kereta South Island Line yang berada di Admiralty meninggalkan stasiun South Horizon.

Seorang juru bicara MTR Corporation mengatakan insiden tersebut diberitahukan oleh seorang penumpang kepada staf di pusat kendali operasi melalui sistem komunikasi darurat. “Staf di atas kereta dikerahkan untuk menyelidiki dan menemukan ponsel yang rusak di lantai. Penumpang memberi tahu kami bahwa ponsel mengeluarkan asap, dan penumpang lainnya menggunakan alat pemadam untuk menyemprot ponsel tersebut,” ujar juru bicara MTR.

Dengan adanya insiden tersebut petugas mengambil tindakan pencegahan untuk keamanan dimana semua penumpang kereta MTR di evakuasi dari tiga kereta setelah tiba di stasiun Lei Tung. Juru bicara MTR mengatakan ada sekitar 80 penumpang dalam kereta tersebut.

Juru bicara itu menambahkan, kereta kemudian ditarik ke depo untuk dilakukan pemeriksaan dan penumpang yang terdampak menggunakan kereta berikutnya. Pihak kepolisian mengatakan, bahwa dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa dan semua penumpang selamat.

“Penyelidikan awal menemukan tidak ada yang mencurigakan dan baterai yang terlalu panas adalah penyebab dugaan dari insiden tersebut,” ujar salah seorang juru bicara kepolisian.

Baca juga: Alami Masalah Kelistrikan, Kereta Cepat di Cina Terbakar Hebat!

Kejadian ini hampir mirip dengan yang terjadi di Manila, Filipina Januari 2018 lalu. Dimana asap tiba-tiba keluar dari bawah kursi kereta MRT-3 dan membuat 600 orang penumpangnya panik serta membuat mereka memaksa membuka pintu kereta dan berjalan sepanjang jalur pada sore hari itu.

Asap tersebut datang dari gerbong tengah kereta tersebut. Masalah ini dikarenakan dari listrik sehingga ada asap yang keluar dan tidak ada api sama sekali. Ini membuat perjalanan MRT lainnya terhambat.

Stasiun Sukacinta, Menjadi Besar Karena Tambang Batu Bara di Dekatnya

Cinta sebuah perasaan yang membuat dua insan saling mengasihi dan menyayangi. Namun, apa jadinya jika kata suka dan cinta di jadikan satu? Mungkin yang ada di benak Anda adalah sebuah hubungan antar dua insan manusia.

Baca juga: Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Tapi sayangnya, ini bukanlah berkaitan dengan hal tersebut, melainkan nama sebuah stasiun yang berada di Sumatera Selatan. Stasiun ini bernama Sukacinta dan biasa di singkat SCT atau CINTO dalam komunikasi para pegawainya melalui Handy Talkie (HT).

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun ini berada di desa Suka Marga, kecamatan Merapi Barat, kabupaten Lahat, Sumatera Selatan dengan ketinggian +78 meter. Stasiun ini masuk Divisi Regional III (Divre) Palembang.

Meski menjadi salah satu stasiun kecil dan dulunya nyaris sulit ditemukan di peta bahkan tak pernah terdengar namanya. Namun, kini sudah berbeda jauh, apalagi ternyata stasiun Sukacinta berada dekat dengan tambang batu bara dan melayani kereta api pengangkut batu bara.

Kereta batu bara ini juga bernama sama dengan stasiunnya yakni kereta api batu bara Sukacinta. KA Sukacinta sendiri merupakan sebutan KA pengangkut batu bara milik dua perusahaan swasta yaitu PT Bara Alam Utama (PT BAU) dan PT Bara Multi Sugih Sentosa (PT BMSS).

Kedua perusahaan ini bekerja sama dengan PT KALOG sejak 2011 dan 2012 lalu. KA pengangkut batu bara tersebut dari Suka Marga menuju arah dermaga Kertapati untuk di ekspor ke luar negeri.

Meski stasiun kecil di masa lalunya, kini stasiun Sukacinta sudah menjadi stasiun besar. Dimana kini ada jalur sepur belok di jalur 1 dan 3 sepanjang 600 meter. Selain itu peninggian jalan kereta api untuk keperluan bongkar muat, pemasangan wesel, tiang listrik baru hingga pembuatan rumah sinyal.

Baca juga: D52, Lokomotif Uap Modern Pasca Kemerdekaan Indonesia

KA SCT memiliki frekuensi perjalanan dengan relasi dari stasiun Sukacinta menuju Kertapati atau stasiun Simpang sebanyak 12 kali. Rata-rata panjang rangkaiannya berjumlah 60 gerbong data dengan berat maksimum dari PT INKA 50 ton.

Stasiun Sukacinta juga menjadi salah satu stasiun persilangan dan terkadang kereta penumpang yang menuju stasiun Lahat berhenti jika ada kereta lain akan melintas.

Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

Virgin Group melalui anak perusahaannya,Virgin Galactic kembali memberikan gebrakan di sektor aviasi global. Diketahui, perusahaan besutan Sir Richard Brenson ini baru saja meluncurkan VSS Unity, pesawat ruang angkasa bertipe subordital yang dirancang untuk pariwisata antariksa. Dengan bantuan dari pesawat WhiteKnightTwo, VSS Unity ini ‘ditembakkan’ dari Gurun Mojave, California pada Jumat (6/4/2018) pagi.

Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari sejumlah sumber, pesawat ini mengudara bersama dengan pilot uji Mark “Forger” Stucky dan Dave Mackay pada pukul 08.02 waktu setempat. Sang pesawat induk, WhiteKnightTwo, membawa VSS Unity hingga ketinggian 46.500 kaki (14.175 meter) di atas permukaan tanah sebelum akhirnnya melepaskan pesawat yang diketahui pernah mengalami insiden masif pada 31 Oktober 2014 silam.

Ketika sudah mencapai ketinggian tersebut, VSS Unity yang memiliki panjang 18 meter ini berhasil mengarungi angkasa dengan kecepatan 2.290 km per jam (Mach 1.87) dalam 30 detik setelah menyalakan mesinnya. Tidak tanggung-tanggung, VSS Unity pun berhasil menanjak hingga sudut 80 derajat.

Sumber: newatlas.com

Uji coba penerbangan tersebut pun bisa dibilang mulus dan tidak menemukan kendala yang berarti. Hingga akhirnya VSS Unity bersama dua pilot yang mengendalikannya berhasil menembus ketinggian 84.271 kaki (25.700 meter) di atas permukaan tanah, sebelum akhirnya sang pilot memutuskan untuk mengaktifkan “Feather” system yang akan memudahkan mereka kembali menuju permukaan bumi.

Twin tail dari pesawat ini pun berganti arah 60 derajat dari badan pesawat, dimana hal tersebut akan membuat hidung pesawat yang semula menghadap ke udara berbalik arah dan menukik menuju bumi. Cara kerja dari “Feather’ system ini bisa dibilang hampir mirip dengan sebuah shuttlecock yang biasa digunakan dalam permainan bulutangkis.

Setelah menukik turun sejauh 50.000 (15.240 meter) menuju permukaan bumi, twin tail VSS Unity pun kembali ke posisi semula dan membuang sisa oksidator saat meluncur kembali menuju runway di Gurun Mojave, California. Uji coba penerbangan ini pun sukses dan menghasilkan data tentang kinerja pesawat selama pembakaran mesin serta selama transisi dari kecepatan subsonik ke supersonik.

Baca Juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic

“Kami menggabungkan mekanisme keamanan tambahan yang diadopsi setelah kecelakaan penerbangan uji VSS Enterprise pada tahun 2014 silam,” tuang Virgin Galactic dalam keterangan tertulisnya.

Tentu saja, uji coba penerbangan pesawat bertenaga roket ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan. Jika dalam beberapa uji coba lanjutan di masa yang akan datang, Virgin Galactic tidak menemukan masalah, maka bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ini mereka akan mulai menjajakan tiket perjalanan wisata menuju ruang angkasa.

Eco4, Kereta Otonom Ramah Lingkungan Mahakarya Bombardier

Tidak hanya menitik beratkan fokus perusahaannya di dunia kedirgantaraan saja, Bombardier juga belakangan ini diketahui pernah merancang sebuah kereta berkecepatan tinggi yang menggunakan teknologi levitasi magnetik, mirip dengan apa yang terdapat pada moda futuristik Hyperloop. Perusahaan yang dibentuk pertama kali oleh Joseph Armand Bombardier ini mengaku bahwa kereta berkecepatan tinggi memiliki peran penting di sektor transportasi, khususnya di perjalanan jarak jauh.

Baca Juga: Kendati Futuristik, Tapi Pandangan Ahli Tentang Hyperloop Ternyata Berbeda!

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman inhabitat.com, adalah Francisco Lupin, seseorang yang merancang Bombardier Eco4, kereta berkecepatan tinggi yang menggunakan energi berkelanjutan sebagai sumber tenaganya. Uniknya, kereta yang menggunakan toknologi levitasi magnetik ini memanfaatkan energi matahari yang terbarukan ketika beroperasi. Dengan menggunakan energi terbarukan, dapat dipastikan kereta ini akan jauh lebih hemat energi ketimbang kereta konvensional lainnya.

Karena menggunakan tenaga cahaya matahari, maka tidak heran jika di bagian atap kereta inovatif ini terdapat serangkaian sel surya yang terhubung ke sistem motor, dimana hal tersebut memungkinkan panel surya bergerak hingga 30 derajat untuk menyesuaikan dengan posisi matahari. Rotasi panel ini pun diatur secara otomatis dengan menggunakan komputer onboard.

Layaknya pemberitaan tentang moda futuristik lain, Bombardier Eco4 ini pun rencananya akan menggunakan sistem pilot otomatis (otonom), yang akan memandu kereta teteap berjalan pada lintasan yang sudah ditentukan. Pergerakan otomatis ini pun akan dipantau dari pusat kendali dan terus diuji ulang di setiap stasiun guna memastikan sistem tersebut berjalan dengan lancar.

Sumber: ecofriend.com

Desain tempat duduk dari Bombardier Eco4 ini sendiri bisa dibilang unik karena sangat berbeda dengan mdoa transportasi lain yang sudah ada. Jika KRL Jabodetabek menggunakan formasi bangku yang saling berhadapan, maka Bombardier Eco4 ini menerapkan hal sebaliknya. Antar penumpang akan duduk saling memunggungi satu sama lain dalam satu deret bangku yang tersedia. Jika mereka hendak turun, penumpang cukup menekan tombol yang ada pada sandaran lengan bangku masing-masing, dan kereta akan berhenti di stasiun yang dimaksud.

Baca Juga: Tiga Tahun Lagi Cina Luncurkan Kereta Maglev Berkecepatan 600 Km Per Jam

Alih-alih menggunakan layar LCD atau LED, Bombardier Eco4 lebih memilih untuk menggunakan sebuah proyektor unik yang fungsinya hampir serupa dengan layar penampil informasi. Sebenarnya tujuan utama dari pengembangan konsep Bombardier Eco4 ini sangatlah sederhana, yaitu ingin menghadirkan sebuah moda transportasi futuristik yang lebih ramah lingkungan, namun tidak mengindahkan perkembangan teknologi yang dapat memanjakan para penggunanya.

Batik Air Kini Punya Premium Gate di Bandara Internasional Lombok

Batik Air, maskapai dengan full service dari Lion Group kini menambah layanannya di Bandara Lombok. Bersama dengan pihak pengelola bandara, PT Angkasa Pura I, Jumat (6/4/2018), Batik Air meresmikan penggunaan ruang tunggu khusus,Batik Premium Gate di Bandar Udara Internasional Lombok, Praya, Nusa Tenggara Barat (NTB). Fasilitas ini digadang untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berada di bandara atau sebelum masuk ke pesawat.

Baca juga: Ekspansi di 2018, Lion Air Group Ajukan Pembukaan 68 Rute Baru Domestik dan Internasional

Hadirnya layanan ini sekaligus menjadikan Batik Air sebagai yang pertama dan satu-satunya maskapai yang menyediakan premium gate di Bandara Lombok. Batik Premium Gate terdapat di lantai 3 dan dipersiapkan untuk menambah pengalaman pre-flight bagi pelanggan kelas ekonomi, kelas bisnis, dan pemegang kartu Batik Frequent Flyer.

Batik Premium Gate mampu menampung lebih dari 256 orang pelanggan dan menyediakan berbagai fasilitas, antara lain wireless internet connection, ruang ibadah, informasi, dan entertainment berupa TV Channel. Batik Premium Gate seluas lebih dari 1.087 m2 ini akan memberikan nilai lebih kepada pelanggan berupa pintu keberangkatan (gate) tersendiri dan lebih terkonsentrasi, serta akan diprioritaskan menggunakan garbarata untuk masuk ke dalam pesawat.

Dikutip dario siaran pers PT Angkasa Pura I, Capt. Achmad Lutfhie, CEO Batik Air mengatakan, “Ruang tunggu khusus keberangkatan di Bandara Internasional Lombok Praya ini akan mengakomodir kenyamanan tersendiri bagi penumpang seluruh kelas dengan fasilitas yang tersedia. Kami memiliki keseriusan dalam menyediakan service berkonsep pre-flight, in-flight serta post-flight.”

Dengan dioperasikannya Batik Premium Gate di lantai 3 terminal Bandara Lombok, maka akan menambah kapasitas bandara sebanyak sekitar 500 penumpang dalam satu hari atau 182.500 penumpang per tahun.

Baca juga: Lounge Bandara Ini Super Eksotis, Dilengkapi Kolam Renang Yang Menghadap Ke Apron

Peluncuran Batik Premium Gate ditandai dengan pengguntingan pita dan pengalungan kain tenun khas Lombok kepada penumpang saat boarding pesawat Batik Air nomor penerbangan ID7334 pukul 11.00 WITA dari Lombok menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) oleh General Manager Bandar Udara Internasional Lombok I Gusti Ngurah Ardita; Area Manager Bali dan Nusa Tenggara Barat Lion Air Group Fajar Teguh Santoso, serta Airport Manager Lion Air Group Iman Santoso.

Aeroliner3000, Konsep Kereta Cepat Inggris dengan Double Decker

Sehubungan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka tidak heran rasanya jika banyak perusahaan penyedia jasa layanan transportasi berdondong-bondong untuk menghadirkan inovasi terbarunya. Bahkan, tidak sedikit juga dari mereka yang sampai-sampai membuat sebuah kompetisi hanya demi mengkoneksikan antara inovasi di sarana transportasi, dan peningkatan kenyamanan dan keamanan penumpang.

Baca Juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia

Dalam sebuah acara bertajuk ‘Tomorrow’s Train Design Today’ yang diadakan di Inggris, German Aerospace Center (DLR) berkolaborasi dengan Andreas Vogler Studio (AV Studio) dalam mengembangkan konsep kereta Aeroliner3000. Acara ini sendiri merupakan sebuah kompetisi yang diikuti oleh sejumlah perusahaan, dimana mereka saling bersaing untuk menghadirkan solusi moda transportasi masa depan di Inggris. Dari sejumlah kompetitor yang turut mengikuti kompetisi ini, DLR dan AV Studio keluar sebagai salah satu dari tiga finalis yang semakin dekat untuk merealisasikan konsep Aeroliner3000 miliknya.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman dlr.de, guna melancarkan konsep Aeroliner3000, DLR dan AV Studio mendapatkan kucuran dana sebesar 1.032.000 Euro atau yang setara dengan Rp17,4 miliar dari sejumlah sponsor. Adapun fokus dari acara ini adalah untuk menghadirkan sebuah sarana transportasi berkecepatan tinggi dalam kurun waktu 30 tahun mendatang.

“Sistem perkeretaapian Inggris tengah menghadapi lompatan inovasi, umur kereta yang sudah mulai tua pun harus diganti dengan yang baru, serta kecepatan dan keamanan pun perlu ditingkatkan,” ungkap Joachim Winter dari Institut Konsep Kendaraan DLR di Stuttgart. Konsep Aeroliner3000 yang merupakan kereta dengan gerbong tingkat ini sendiri digalang-galang akan lebih cepat, aman, nyaman, dan lebih ramah lingkungan, maka tidak heran jika banyak pihakyang menginginkan kereta ini menjadi salah satu bagian dari sarana transportasi di Britania Raya.

Ya, dengan menggunakan gerbong bertingkat, itu berarti kapasitas penumpang pun akan secara otomatis bertambah, kurang lebih sekitar 20 persen dari kapasitas kereta biasa. “Aeroliner3000 adalah kereta konseptual yang benar-benar baru. Menggunakan teknologi inovatif dan desain yang cerdas, kami mampu menunjukkan bahwa Aeroliner3000 mampu menjadi sebuah layanan kereta double decker berkecepatan tinggi dan menjadi solusi yang menjanjikan bagi jaringan perkeretaapian di Inggris,” ungkap Andreas Vogler.

Baca Juga: Ouigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah

Kompetisi ‘Tomorrow’s Train Design Today’ yang dihelat pada tahun 2015 silam ini sendiri merupakan salah satu bagian dari Future Railway Programme, dimana Royal Institute of British Architects (RIBA) dan Departement for Transport (Dft) saling berkolaborasi guna melancarkan program ini. Future Railway Programme sendiri merupakan inisiatif gabungan dari operator perkeretaapian Inggris, Network Rail dan British Rail Safety and Standards Boards (RSSB).

Trem di Melbourne, Jaringan Terpanjang di Dunia dan Jadi Ikon Kota

Jika masa kejayaan trem di Indonesia sudah pudar dan minim jejak sejarah. Tapi lain hal di Melbourne, Australia, trem bukan hanya sekedar alat transportasi, melainkan ikon kota tersebut. Hal ini dikatakan Menteri Transportasi Publik Victoria Jacinta Allan, bahwa jaringan trem yang ada di Melbourne merupakan yang terbesar di dunia dengan panjang lintasan 250 km.

Baca juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Selain itu ada 1700-an halte pemberhentian yang menunjukkan jaringan trem di Melbourne ini bisa menjangkau ke daerah pinggiran. Hal ini sangatlah penting, sebab jaringan trem di Melbourne adalah jaringan trem metropolitan.

“Trem juga sangat berperan di kota Melbourne, orang-orang di dunia tahu bahwa jalanan kota Melbourne dipenuhi dengan trem, jadi ikon kota dan menarik wisatawan. Ada beberapa pelayanan untuk turis sehingga moda ini populer dengan turis,” ujar Jacinta.

Trem d Melbourne sendiri sudah ada sejak 1884 dan menjadi transportasi publik. Jacinta mengatakan, akan melakukan investasi terus menerus untuk membeli trem baru yang nyaman bagi penumpang Melbourne. Adapun investasi yang di tanamkan untuk sistem trem Melbourne AU$274 juta (sekitar Rp2,7 triliun). Investasi tersebut digunakan untuk menambah 20 armada baru yang dibuat oleh Bombardier di Dandenong, Victoria.

Tak hanya itu, sebanyak 150 trem baru akan dibeli pada tahun 2022 mendatang untuk menggantikan trem tua. Saat ini, sekitar 480 trem melayani lintasan sepanjang 250 km dengan 32 ribu pelayanan per pekannya. Dengan jumlah ini, trem di Melbourne bisa mengangkut lebih dari 600 ribu orang perharinya di hari kerja.

Untuk pengguna yang ingin merasakan naik trem gratis bisa naik di Free Tram Zone dimana meliputi kawasan Central Business District (CBD) da tempat-tempat ikonik Melbourne. Peta Free Tram Zone itu bisa didapatkan di dalam trem itu sendiri, dan di pusat informasi turis. Sistem yang diberlakukan sejak 1 Januari 2015 ini membuat turis bisa jalan-jalan gratis, tak perlu menempel kartu Myki, kartu pembayaran sistem transportasi multimoda di Victoria.

Trem mengelilingi ikon Melbourne seperti Flinders Street Station dan Federation Square yang legendaris itu, kemudian Pelabuhan Victoria di Docklands, hingga Queen Victoria Market, pasar tradisional yang menjual aneka buah, sayur bunga hingga suvenir murah. Jacinta mengatakan, trem jadi ikon kota dan menarik wisatawan. Ada sejumlah trem yang melayani turis dan populer di antara turis.

“Ya transportasi umum itu penting. Kadang kami bingung dengan tujuan orang-orang mengunjungi Victoria atau Melbourne, untuk mengetahui apa yang mereka tuju, apa yang telah mereka bayar. Jadi apa yang kami lakukan adalah menyediakan pelayanan yang memudahkan turis, mereka bisa naik-turun dengan mudah, tidak bingung, tidak rumit dan untuk menciptakan kesan yang bagus akan Kota Melbourne sehingga harapannya mereka akan kembali ke sini,” ujar Menteri Pariwisata Victoria John Eren.

Pemerintah Negara Bagian Victoria mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya baru akan dibangun di wilayah pedesaan Victoria untuk mengoperasikan seluruh jaringan trem di Melbourne pada akhir tahun 2018. Pihaknya juga melakukan tender dalam pembangunan pembangkit bertenaga surya sebesar 75 megawatt yang kemungkinan besar akan dibangun di bagian barat laut Victoria, pada akhir tahun depan.

Sekitar setengah dari energi yang diproduksi oleh pembangkit itu akan mengimbangi jumlah kebutuhan listrik untuk mengoperasikan 401 trem di jaringan Melbourne. Menteri Energi, Lily D’Ambrosio mengatakan rencana ini merupakan yang pertama di dunia.

Baca juga: Serba-Serbi Trem San Francisco yang Melegenda bin Ikonik

“Dunia kini beralih ke energi bersih, kita telah membuat komitmen sebagai pemerintah, kita akan terus memegang teguh komitmen tersebut untuk menciptakan energi terbarukan. Kita tidak akan merinci angka tersebut. Kita tahu biaya produksi pembangkit tenaga surya semakin murah setiap harinya dan kita tahu bahwa kami akan mendorong proses yang kompetitif,” katanya.

Pemerintah Negara Bagian Victoria mengatakan proyek ini akan mampu menciptakan 300 pekerjaan baru.