Graceful Super Express, Cikal Bakal Layanan Kereta Jarak Jauh Tokyo-London

Kereta listrik Odakyu di Jepang menghadirkan rangkaian kereta barunya dengan seri 70.000 Graceful Super Express untuk Romancecare dengan layanan ekspres terbatas. Layanan kereta ini diluncurkan pada 5 Desember 2017 kemarin dan akan mulai beroperasi secara penuh pada Maret 2018 mendatang.

Baca juga: Trans-Siberia, Kereta Yang Mengubah Takdir Cinta

Kereta ini berjalan di jalur Odakyu Odawara antara stasiun Shinjuku di Tokyo, Odawara, Enoshima, Tama New Town dan Hakone. KabarPenumpang.com merilis dari laman independent.co.uk (8/12/2017), diketahui Jepang Nippon Sahryo akan memasok dua dari tujuh kereta api ini.

Bukan hanya pembuat kereta tipe baru tersebut, Nippon Sharyo juga merupakan pembuat kereta Shinkansen serta kereta untuk MRT Jakarta. Kereta seri baru tersebut mampu menampung 400 penumpang di masing-masing kereta sepanjang 142 meter.

Dalam kereta juga akan menghadirkan satu bar yang memiliki 16 kursi dengan jendela setinggi satu meter dan panorama yang dirancang agar penumpang bisa menikmati pemandangan sepenuhnya. Mobil atau gerbong kereta ini memiliki suspensi aktif elektro hidrolik yang dibuat untuk mengurangi getaran di sisi-sisinya.

Uniknya rak tempat penyimpanan barang yang biasanya berada di atas kepala, di kereta ini justru berada di bawah tempat duduk dan dirancang agar sesuai dengan tas berukuran temporer untuk dibawa dari atau ke bandara. Desain universal menjadi pertimbangan proyek kereta tersebut, salah satunya adalah ramah untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda.

Sebab dengan kemudahan ini, kursi roda memiliki ruang khusus dalam desain kereta tersebut. Tak hanya itu, para penumpang bisa menikmati WiFi gratis dan untuk wanita yang sedang menyusui atau penumpang yang tidak sehat juga disediakan ruang beristirahat serba guna.

Total pembuatan dua kereta ini diperkirakan sekitar ¥4 miliar atau sekitar Rp477.642.960.000. Adanya kereta tersebut setelah kabar pada bulan September lalu dimana pemerintah Rusia mengusulkan rute 8400 mil atau sekitar 13.500 km yang akan menghubungkan London ke Tokyo dengan kereta api.

Nantinya, proyek ini juga melibatkan pembangunan jembatan 28 mil atau sekitar 45,96 km di wilayah Laut Timur. Berangkat dari London, kereta akan membawa penumpang melewati jantung kota Rusia sebelum sampai di Wakkanai, Jepang. Serunya, penumpang juga akan merasakan suasana pegunungan Siberia. Kedepannya dengan adanya jalur ini juga untuk meningkatkan investasi di wilayah timur Rusia dimana Putin melakukan pembicaraan yang serius dengan para pejabat Jepang untuk memulai proyek tersebut.

Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Sebelum rencana Rusia menuju Jepang dengan kereta api, sudah ada Trans Siberia dari Beijing melalui jalur Mongolia menuju ke Moskow dan tiba di ibukota Rusia dengan memakan waktu sekitar 15 hari perjalanan.

Niki Lauda – Mantan Jawara F-1 Yang Banting Stir Jadi Penggiat Bisnis Aviasi

Bagi Anda para pecinta olahraga Formula One (F-1), tentu nama Niki Lauda tidak asing di telinga Anda. Pria bernama lengkap Andreas Nikolaus Lauda ini memang mengawali karir sebagai pembalap F-1, namun jalan hidup menggiringnya untuk menjadi seorang entrepreneur yang menaungi bisnis aviasi. Walaupun ia pernah mengalungi titel juara dunia sebanyak tiga kali (1975, 1977, dan 1984), namun jiwa bisnisnya lebih memacu kencang ketimbang dunia yang sudah mengharumkan namanya tersebut.

Baca  Juga: Joseph Armand Bombardier – Ketika Minat, Bakat, dan Kegigihan Membuahkan Hasil Manis

Menurut data yang dikumpulkan KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Brand Ambassador dari Bombardier Business Aircraft ini merupakan pemilik sekaligus operator dari dua maskapai internasional, yaitu Lauda Air dan Niki (airline). Jika ditelaah, mungkin Niki Lauda dapat disandingkan dengan Richard Brenson, empunya Virgin Group yang juga menekuni dunia layanan transportasi udara.

Sumber: formula1.com

Niki lahir di Vienna, Austria pada 22 Februari 1949 dari keluarga yang berada. Kakek dari pihak sang ayah merupakan seorang pengusaha kelahiran Wina, Hans Lauda. Diawal karirnya, Niki sempat mendapatkan protes keras dari keluarganya yang menolak ia menjadi seorang pembalap. Namun kecintaannya terhadap dunia pacu kendaraan tersebut tidak bisa mengalahkan perintah dari keluarganya. Benar saja, tulah sang orang tua berimbas pada terseok-seoknya karir Niki di masa awal ia sebagai pembalap.

Singkat cerita, ia mendapatkan promosi ke kasta tertinggi dunia balap, F-1. Kesempatan tersebut tidak ia sia-siakan sembari berusaha untuk membuktikan kepada keluarganya bahwa jalan yang ia tempuh merupakan dulang emas yang dapat menunjang kehidupannya. Di F-1, Niki bertemu dengan James Hunt, seorang pembalap flamboyant asal Inggris yang menjadi seteru abadinya di dunia balap. Persaingan di ajang F-1 menjadi semakin menarik manakala dua pembalap ini saling salip-menyalip memperebutkan podium pertama.

Niki Lauda (pasca kecelakaan) dan James Hunt. Sumber: telegraph.co.uk

Hingga pada 1 Agustus 1976, bersama Ferrari yang ia kemudikan, Lauda mengalami kecelakaan fatal saat dirinya tengah unjuk gigi di ajang German Grand Prix, Nürburgring. Ia mengalami patah tulang di beberapa titik, luka bakar yang cukup serius pada kepala dan pergelangan tangannya karena ia terjebak di dalam mobil nahas tersebut. Akibatnya, ia dipaksa beristiraha selama beberapa minggu untuk menjalani masa pemulihan.

Baca Juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd

Tiga tahun berselang pasca kecelakaan yang hampir menewaskan dirinya, Niki nampaknya mulai teracuni darah bisnis yang mengalir di keluarganya, hingga pada akhirnya ia mendirikan Lauda Air pada April 1979. Maskapai ini sendiri mulai melakukan penerbangan pertamanya enam tahun berselang, atau sekitar tahun 1985 sebagai penerbangan charter dan taksi udara. Salah satu jenis jetliner pertama yang digunakan oleh Lauda Air adalah pesawat British Carrier BAC One-Eleven 500, yang mereka sewa dari maskapai asal Rumania, TAROM.

Tidak puas dengan satu bisnis, Niki lalu mengakuisisi pengoperasian dari Aero Lloyd Austria pada tahun 2003 dan melakukan debut penerbangannya pada 28 November di tahun yang sama. Karena berada di dasar yang tidak terlalu kuat, kedua maskapai ini lalu dipinang oleh dua raksasa aviasi global. Lauda Air menjadi anak perusahaan dari Australian Airlines terhitung dejak Desember 2000, sedangkan Niki ditimang oleh Lufthansa tertanggal 12 Oktober 2017, setelah sebelumnya menjadi anak perusahaan dari Air Berlin.

Glenfinnan Viaduct! Jembatan Harry Potter Yang Pernah Selamatkan Keluarga Kecil

Bagi para pecinta film fiksi yang diangkat dari novel karangan J. K. Rowling, tentu tidak asing dengan scene di film Harry Potter yang menampilkan sebuah jembatan kereta api kuno berlatarkan pemandangan klasik khas pegunungan di Skotlandia. Ya, jembatan kereta ini memang selalu dilewati Harry Potter cs. untuk sampai di sekolah sihir mereka, Hogwarts. Mungkin beberapa dari Anda bertanya-tanya, apakah jembatan indah ini benar-benar ada, atau hanya sekedar imajinasi sang sutradara yang divisualkan menggunakan teknologi green-screen?

Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya

Jika Anda mengira jembatan ini tidaklah ada, maka Anda salah besar. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman beragam sumber, Glenfinnan Viaduct merupakan sebuah jembatan kereta api di Jalur Highland Barat di Glenfinnan, Inverness-shire, Skotlandia. Jembatan ini terletak di puncak Loch Shiel di West Highland. Jembatan ini menghadap ke Monumen Glenfinnan dan Danau Loch Shiel.

Sumber: myhighlands.de

Keindahan jembatan yang menghubungkan Fort William dan Mallaig di Dataran Tinggi Skotlandia ke Glasgow di Central Scotland ini memang menjadi sebuah paket perjalanan yang amat memanjakan mata. Hamparan tundra bak di negeri dongeng akan setia menemani perjalanan Anda dari stasiun Glasgow Queen Street ke dua destinasi di atas. Tak ayal, pemandangan yang tersaji mengundang decak kagum setiap penumpang, terutama wisatawan asing.

Glenfinnan Viaduct sendiri sebenarnya sudah bisa digunakan pada bulan Oktober 1898 untuk menjembatani kereta yang hendak melintas di atas sungai Finnan, namun karena satu dua hal, jembatan ini baru dioperasikan pada 1901 atau membutuhkan waktu empat tahun pembangunan. Kala itu, proyek pembangunan Glenfinnan Viaduct ini menelan dana sebesar £18,904 atau yang setara dengan Rp302 juta kurs sekarang.

Saking bangganya dengan prasarana transportasi yang mereka miliki, Bank Skotlandia sampai pernah mencantumkan gambar Glenfinnan Viaduct di specimen uang pecahan £10. Tidak hanya terkenal di film Harry Potter saja, jembatan ini juga sempat menjadi latar belakang dari beberapa film ternama, seperti Ring of Bright Water, Charlotte Gray, Monarch of the Glen, dan Stone of Destiny.

Baca Juga: Cavenagh Bridge, Jembatan Tertua di Singapura. Indonesia Punya Lebih Tua, Lho!

Selain keindahan yang sudah dijabarkan di atas, Glenfinnan Viaduct juga dikabarkan telah menjadi media penyelamat bagi keluarga kecil yang tengah menginap di sebuah pondok terpencil di Lochaber, Skotlandia pada pertengahan Oktober 2017 kemarin. Sebuah bencana banjir melanda penginapan mereka dan memaksa keluarga kecil tersebut kembali ke mobil yang mereka parkirkan lima kilometer jaraknya dari penginapan.

Karena lokasi yang sudah digenangi oleh air, maka Jon Cluett memutuskan untuk menelepon polisi dan regu penyelamat untuk membantu proses evakuasi mereka. Namun pihak kepolisian memiliki ide brilian, dengan meminta kereta yang melalui jalur West Highland Railway untuk berhenti sejenak di dekat pondok keluarga Cluett tersebut. Kebetulan, kereta yang kala itu melintas ternyata sangat familiar, yaitu kereta yang mengambil peran sebagai Hogwarts Express di serial Harry Potter.

Setelah mengemasi barang-barangnya, keluarga Cluett langsung dapat dengan mudah mengidentifikasi kereta yang dimaksud oleh si polisi tengah terparkir  di dekat Glenfinnan Viaduct dan keluarga beranggotakan empat orang tersebut dapat terselamatkan.

Setelah Dikritik Presiden, Tarif Kereta Bandara Soetta Turun Jadi Rp70 Ribu

Mahal adalah kesan yang didapat ketika mendengar tarif yang dikenakan untuk kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), ya untuk sekali jalan ditetapkan tarif Rp100 ribu. Sontak kabar tersebut menuai protes dan cibiran dari warga. Dan ketika kereta bandara resmi beroperasi pada 11 Desember 2017, tarifnya dipatok Rp70 ribu. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menilai tarif Rp100 ribu terlalu mahal.

Baca juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan meminta pada PT Railink selaku operator kereta bandara untuk memberikan potongan harga. Budi meminta agar Railink mencari cara untuk pendapatan lain supaya mengkompenasi harga tiket termasuk dengan mencari iklan.

“Sesuai arahan Presiden, tarif Rp100 ribu itu kemahalan, kita hitung kembali kira-kira Rp70 ribu. Nanti kami minta Railink agar dapat income dari yang lain seperti sponsor atau iklan supaya totalnya Rp100 ribu tetapi kepada konsumen tarifnya Rp70 ribu,” ujar Budi yang dikutip KabarPenumpang.com dari republika.co.id (9/12/2017).

Dia menjelaskan bahwa pengoperasian kereta bandara bersifat komersial, maka pemerintah tidak akan memberikan subsidi. Kenaikan harga tiket pun akan dilakukan perusahaan melalui pertimbangan komersial.

Budi berharap, tarif Rp70 ribu ini akan bertahan selama satu tahun kedepan sebelum adanya kenaikan. Diketahui, untuk awal pengoperasian kereta bandara hingga akhir 2017 ini, akan ada pemberlakuan promo tarif Rp30 ribu. Padahal awalnya kereta bandara tarif akan digratiskan hingga akhir 2017 ini.

“Promo sampai Januari Rp30 ribu, Kemudian di Januarinya Rp70 ribu. Itu untuk rute terjauh,” ujarnya. Seharusnya kereta bandara yang akan menjadi moda alternatif transportasi masyarakat dan pelancong baik dari ibukota menuju Bandara Soekarno-Hatta atau sebaliknya akan dibuka per 1 Desember 2017 kemarin. Tetapi sayangnya, kereta ini masih dilakukan uji coba terus dan sempat mati dua kali.

Kecepatan perjalanan kereta bandara sekitar 18-20 km per jamnya, dan setelah melewati stasiun Batu Ceper kecepatan akan meningkat sekitar 60 km per jam. Untuk waktu tempuh dari stasiun Bandara Soetta menuju stasiun Sudirman Baru diperkirakan memakan waktu 55 menit.

Baca juga: Awal Beroperasi, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Akan Digratiskan!

Saat ini PT Railink telah menyiapkan sepuluh rangkaian kereta Bandara Soetta dengan 82 perjalanan dan kapasitas 33 ribu penumpang setiap harinya. Satu rangkaian terdiri dari enam gerbong yang mampu mengangkut 272 penumpang.

Meski Didera Isu Penolakan, Pembangunan Bandara Kulon Progo Terus Berlanjut

Tentu bukan pekerjaan mudah bagi PT Angkasa Pura I (Persero) untuk merampungkan proyek Bandara Internasional Kulon Progo alias New Yogyakarta International Airport (NYIA). Ground breaking telah dilakukan pada 27 Januari 2017 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pada Meret-April 2019, tahap pertama pembangunan bandara tersebut sudah dijadwalkan rampung. Boleh dibilang waktu yang dibutuhkan pemerintah jelas tidak banyak jika mematok target yang ditentukan.

Baca juga: Presiden Jokowi Lakukan Ground Breaking Bandara Kulon Progo

Namun sayangnya sampai saat ini masih ada beberapa kalangan masyarakat yang menolak pembangunan Bandara Kulon Progo. Walaupun Amdal sudah keluar masih banyak masyarakat yang menolak untuk mengosongkan rumah mereka. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, bahwa saat ini pada pembongkaran tahap dua, bukan hanya masyarakat yang berdemo melainkan mahasiswa juga ikut.

Dari lima desa yang terkenda dampak pengosongan sudah ada tiga yang menerima rencana AP I dan mengosongkan rumah mereka. Sedangkan ratusan warga yang menempati 30 rumah di desa Palihan dan Glagah masih menolak untuk meninggalkan tempat tinggal mereka. Menanggapi penolakan ini, Project Manager Bandara Baru Kulon Progo R Sujiastono mengungkapkan, pihaknya paham betul dengan gejolak yang sedang dialami warga, tetapi pihaknya tetap berharap agar warga dengan sukarela mengosongkan rumahnya guna pembangunan bandara baru untuk kepentingan khalayak yang lebih luas.

“Apabila warga segera pindah, maka warga dapat menata kembali tempat tinggal yang baru dan apabila belum ada rumah bisa menggunakan rumah susun yang disediakan oleh Pemkab Kulon Progo, Untuk transit barang warga apabila terlalu banyak, Pemkab Kulon Progo juga telah menyiapkan tempat di Balai Desa Glagaj dan SMP Trimurti sebagai tempat transit sementara,” ujar Sujiastono yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (7/12/2017).

Sujiastono juga menekankan bahwa sudah tidak ada tenggat waktu, karena mengikuti aturan hukum yang ada dan bagi bidang yang telah dikonsinyasikan maka akan dilakukan pengosongan. “Lebih cepat menjadi lebih baik mengingat lahan tersebut akan segera dibangun. Pada tahun 2018 kita akan masuk tahun pembangunan dengan target bandara baru beroperasi sesuai Perpres 98 Tahun 2017 pada April 2019. Bagi rumah yang masih berpenghuni, kami mengharap kerjasama dan kerelaannya untuk dapat mengosongkan rumah karena pembangunan akan segera dilaksanakan sesuai schedule yang ada,” tambah Sujiastono.

Baca juga: Satu Paket di Ground Breaking, PT KAI Siap Luncurkan Proyek Kereta Bandara Kulon Progo

Tindak lanjut untuk menangani perpindahan masyarakat sebelumnya telah disiapkan tiga alternatif pilihan yakni membangun sendiri bagi masyarakat yang merasa mampu, penyediaan lokasi hunian baru, dan penyediaan rumah susun. Sujiastono menambahkan, tidak ada penggusuran di kecamatan Temon dan yang dilakukan pihaknya adalah hanya pengosongan lahan pada bangunan tidak berpenghuni.

“Semua bidang yang dikosongkan telah ditetapkan oleh PN Wates dengan kata lain bidang yang masuk dalam kosinyasi,” ujarnya. Pembangunan bandara baru di Kulon Progo dilakukan karena beberapa hal mendasar. Pertama, di tingkat nasional, kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan tertinggi kedua setelah Bali. Kedua, kapasitas terminal Bandara Adisutjipto dirancang untuk menampung 1,2-1,5 juta penumpang, sedangkan jumlah per tahun 2014 sudah mencapai 6,2 juta penumpang.

Ketiga, kapasitas area parkir (apron) hanya menampung 8 pesawat dan kapasitas landas pacu (panjang 2.200 m) tidak mampu menampung pesawat berbadan lebar. Keempat, dibutuhkan infrastruktur bandara baru sebagai pendukung arah kebijakan pemerintah ke depan. Kelima, Bandara Adisutjipto Merupakan civil enclave milik TNI AU yang dibangun tahun 1938 dan dirancang untuk penerbangan militer > 40 tahun.

Terakhir, Bandara Adisutjipto saat ini berfungsi sebagai Pangkalan Utama TNI AU dan Pusdik Penerbang TNI AU serta tidak dapat dikembangkan lagi dilihat dari keterbatasan lahan dan kendala alam (obstacle). Untuk itu, perlu adanya bandara baru yang representatif agar mampu memenuhi kebutuhan penumpang dan mampu mendorong pertumbuhan daerah sekitar bandara maupun pertumbuhan nasional.

Adapun pemilihan Kecamatan Temon sebagai lokasi bandara baru merupakan hasil studi yang dilakukan bersama UGM pada Tahun 2012. Dari tujuh calon lokasi yang tersebar di Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo, terpilihlah Kecamatan Temon sebagai lokasi pembangunan bandara baru. Beberapa kriteria dalam memilih lokasi untuk pembangunan bandara antara lain yakni kondisi lahan pembuatan landasan, ketersediaan lahan, topografi, obstacle, lokasi di luar zona vulkanik, relokasi terhadap permukiman warga, serta aturan pemerintah daerah.

Disisi lain, paguyuban penolak New Yogyakarta International Airport (NYIA) mengatakan bahwa bandara Kulon Progo akan dibangun di wilayah rentan gempa atau di terjang tsunami. Sebab lokasi NYIA di kecamatan Temon ini masuk dalam zona paling terkena tsunami dengan peringatan awan dan sangat bahaya. Selain itu, Kulon Progo merupakan satu dari 14 gumuk atau bukit pasir pantai di dunia yang memiliki fungsi ekologis sebagai benteng atau pengaman terhadap tsunami.

Pada pembangunan bandara baru di Kulon Progo, Yogyakarta, PT Angkasa Pura I (Persero) sudah memiliki dua izin analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal. Pertama yang mengacu pada Pasa 4 ayat 1 PP No. 27/2012 tentang Izin Lingkungan, Amdal disusun oleh pemrakarsa pada tahap perencanaan suatu usaha dan/atau kegiatan dalam hal ini PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pemrakarsa. Kedua, Amdal pada tahap pembangunan yang disahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2017 dengan nomor SK.558/Menlhk/Setjen/PLA.4/10/2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta.

Jurus Awak Kabin Emirates Taklukan Si Kecil di Penerbangan Jarak Jauh

Bagi maskapai sekaliber Emirates, sebagian besar rute yang dijalaninya adalah untuk tujuan jarak menengah dan jauh, maklum maskapai milik Uni Emirat Arab ini memang super kaya dengan dukungan pesawat berbadan lebar (wide body) keluaran terbaru, sehingga tak sulit untuk meladeni penerbangan lintas benua. Nah, karena menyasar layanan penerbangan jarak jauh, sudah barang tentu awak kabin punya kiat-kiat tersendiri untuk membuat nyaman penumpang dalam perjalanan yang panjang.

Baca Juga: Atasi Kebosanan Selama Penerbangan, Emirates Rancang Program Khusus Untuk Anak

Bagi Anda yang belum berkeluarga, tentu perjalanan keluar negeri untuk menghabiskan waktu liburan tidaklah menjadi masalah yang berarti. Namun bagaimana jika Anda sudah berkeluarga dan turut menyertakan si kecil dalam perjalanan seperti ini? Tentu diperlukan beberapa tips khusus agar buah hati Anda anteng selama perjalanan.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk (28/11/2017), seorang supervisor pramugari yang mengabdi untuk maskapai Emirates membagikan sedikit cara ampuh agar perjalanan jarak jauh perdana si kecil dapat berkesan. Pertama, sudah barang tentu Anda harus mempersiapkan segalanya dengan matang, mulai dari kendaraan yang akan membawa Anda ketika sampai di tujuan hingga ketersediaan kapasitas bagasi ketika pulang, untuk mengantisipasi anak Anda membawa mainan yang banyak.

Selain itu, jika Anda berencana untuk memberikan kejutan kepada si kecil dengan memberikannya kado sesampainya di destinasi tujuan, pastikan kado tersebut tidak dibungkus terlebih dahulu, untuk mengantisipasi kado tertindih barang lain di bagasi.

Di Emirates sendiri, penumpang yang membawa bayi atau balita diperbolehkan membawa hand carry lebih banyak dari penumpang lain, seperti kereta dorong lipat dan kursi bayi jika tersedia. Setelah semuanya terpenuhi, jangan lupakan ‘obat penenang’ si kecil jika ia mulai rewel, camilan! Makanan ringan ini dipercaya ampuh untuk menenangkan amukan si buah hati. Di luar itu, pastikan Anda membawa mainan kecil kesukaannya, agar ia bisa tenang selama perjalanan.

Baca Juga: 32 Tahun Mengangkasa, Inilah Kaleidoskop Emirates

Dari Emirates sendiri, mereka mempekerjakan awak kabin yang sudah telaten menghadapi beragam karakter penumpang, termasuk anak kecil. Selain piawai untuk mengurus anak kecil, awak kabin di Emirates juga  menyediakan selimut nyaman yang bisa digunakan oleh si kecil. “Kami menyediakan selimut Noel the Polar Bear yang sangat disukai anak-anak, namun ketersediaannya terbatas,” tutur Jade Cobbes, Cabin Supervisor di Emirates. “Khusus untuk peak season Natal seperti ini, Emirates menyediakan beberapa menu khusus yang disukai oleh anak-anak, seperti brownies dan lollipop.” Tutup Jade.

Berlin-Munich Kini Hanya Empat Jam dengan Intercity-Express Sprinter

Walaupun dalam usahanya untuk mengadakan moda transportasi baru tidak melulu berjalan mulus karena banyak menuai pro dan kontra, namun di balik itu semua ada satu poin penting yang patut digarisbawahi, yaitu pemerintah dan segenap perusahaan terkait memiliki tujuan untuk mensejahterakan warganya.

Sama halnya dengan yang terjadi di Jerman, dimana proyek kereta Intercity-Express (ICE) yang menghubungkan dua kota besar di Jerman, yaitu Berlin dan Munich siap beroperasi pada 10 Desember 2017 mendatang, walaupun sebelumnya proyek tersebut menuai banyak kontroversi.

Baca Juga: Tanggapi Waktu Penumpang Yang ‘Terbuang,’ Deutsche Bahn Hadirkan Gym di Idea Train

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dw.com (7/12/2017), kehadiran VDE8, nama proyek ini, akan memperpendek jarak 505 kilometer yang membentang diantara dua kota tersebut menjadi kurang dari empat jam saja, dengan batas kecepatan maksimum hingga 250 km/jam. Operator Deutsche Bahn berharap agar perkeretaapian bisa lebih atraktif untuk menarik minat para penumpang, sehingga mereka tidak melulu bertumpu pada penerbangan murah atau bus jarak jauh. Saat ini, perkeretaapian di Jerman memiliki pangsa pasar sekitar 20 persen pada rute ini, dan Deutsche Bahn ingin meningkatkannya menjadi 50 persen.

Lebih dari 300 sepur dan 170 jembatan sudah dibangun guna menunjang kelengkapan dari pengoperasian kereta ini kelak, bahkan, setengah dari rute yang dilalui oleh kereta VDE8 ini berada di bawah tanah hingga pinggiran lembah. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, kereta yang memiliki kapasitas hingga 10.000 kursi ini akan beroperasi tiga kali sehari dan pihak Deutsche Bahn mengaku bahwa dalam pengaturan jadwal perjalanan kereta ICE “Sprinter” ini mempengaruhi sepertiga dari keseluruhan jadwal kereta jarak jauh.

Ada keunikkan lain dari proyek kereta anyar ini. Alih-alih menggunakan batu, rel akan ditempatkan di atas 160.000 pelat beton, dengan tujuan untuk menekan biaya perawatan dan rel dapat diletakkan dengan lebih presisi. Tidak hanya itu, penemuan fosil berusia 150 sampai 200 juta tahun pun turut menghiasi proses konstruksi terowongan.

Baca Juga: Tuai Kontroversi Hadirkan Kereta Cepat, Akankah California Rasakan Nasib Seperti Indonesia?

Tingginya biaya pembangunan jalur kereta api ini tentunya harus segera dipulihkan dalam beberapa bentuk. Menarik lebih banyak penumpang adalah salah satu strategi untuk mengentaskan masalah finansial ini, dan menaikkan harga tiket merupakan opsi keduanya. Untuk perjalanan dari Berlin menuju Munich, Deutsche Bahn memperkirakan penumpang harus merogoh kocek hingga €150. Itu berarti, harga tiket akan mengalami kenaikan lebih dari 13 persen dari harga yang berlaku saat ini.

Organisasi lingkungan Jerman, BUND, mengkritik dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh adanya konstruksi jalur kereta api ini. Tapi Deutsche Bahn mengatakan telah melakukan penanaman sekitar 600.000 pohon di area seluas 4.000 hektar sebagai usahanya untuk kembali menghijaukan lahan yang terkena dampak negatif dari pembangunan proyek ini.

Mulai dari Kado Hingga Rusa Santa Claus, Ini Dia Livery Pesawat Bertema Natal

Mendekati momen Natal yang tak lama lagi dijelang, tidak hanya umat Nasrani yang mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Natal, tetapi beberapa moda trasportasi pun melakukan hal yang serupa, sebut saja pesawat terbang. Demi memeriahkan Hari Raya umat Kristiani tersebut, beberapa maskapai mengganti livery  mereka dengan segala sesuatu yang bernuansa Natal. Kira-kira, maskapai apa saja ya yang pernah mengganti livery mereka dengan tema Natal? Berikut KabarPenumpang.com himpun 7 maskapai tersebut, disarikan dari laman baatraining.com.

Baca Juga: Sambut Pesanan Airbus A380 Ke-100, Emirates Pasang Livery Presiden Pertama Uni Emirat Arab

Finnair

Sumber: baatraining.com

Maskapai terbesar di Finlandia yang bermarkas di Vantaa ini pernah memasang livery bergambar Santa Claus, salah satu ikon Natal yang paling terkenal. Pihak Finnair memasang livery bertemakan Natal tersebut di Airbus A321 miliknya. Tidak hanya gambar Santa Claus, Finnair juga mencantumkan caption, “The Official Airline of Santa Claus” untuk memikat penumpang.

Sumber: baatraining.com

Selain itu, pada tahun 2007, Finnair juga pernah memasang stiker Santa Claus raksasa pada bagian samping sayap di armada McDonnell Douglas MD-11 milik mereka.

Air Berlin

Sumber: baatraining.com

Maskapai terbesar kedua di Negeri Bavaria ini juga pernah merombak penampilannya dengan memasang livery bertemakan Natal. Mulai dari lilin Natal, butiran salju, hingga tulisan “Flying Home for Christmas” mendominasi armada maskapai yang dibentuk pada tahun 1978 tersebut.

Sumber: baatraining.com

Tidak hanya itu, maskapai ini juga pernah memasang livery yang berbeda hasil kerja samanya dengan salah satu produsen cokelat asal Swiss, Lindt.

Thomson Airways

Sumber: baatraining.com

Jika dua maskapai di atas mengandalkan permainan gambar untuk menghias permukaan fuselage, berbeda dengan Thomson Airways yang lebih memilih untuk mencantumkan ucapan “Merry Christmas” di bagian belakang armada Boeing 737-800nya.

Ryanair

Sumber: baatraining.com

Natal selalu identik dengan kado yang dibawa oleh Santa Claus, dan maskapai asal Irlandia ini memilih dua ikon Natal tersebut sebagai livery khusus mereka. Sebuah stiker pita raksasa berwarna merah yang melingkari bagian depan pesawat seolah menggambarkan armada Boeing 737-200 milik Ryanair adalah sebuah kado, dan stiker Paman Santa Claus menghiasi bagian ekor pesawat ini.

Sumber: baatraining.com

Tidak cuma satu, armada Ryanair lainnya juga pernah memasang sebuah livery yang sangat lucu. Di bagian depan pesawat, nampak sebuah Santa Claus yang seolah tertabrak oleh armada Boeing 737-200 milik Ryanair. Lucu ya!

British Airways

Sumber: baatraining.com

Pada tahun 1994, maskapai yang bermarkas di Waterside, Inggris tersebut pernah memoles body salah satu armadanya dengan menggunakan gambar Santa Claus yang tengah meluncur terbang, diikuti dengan tulisan “Happy Christmas” di belakangnya.

Compass Airlines

Sumber: baatraining.com

Maskapai yang bermarkas di Virginia, Amerika Serikat ini pernah memasangkan livery topi Santa Claus di atas ruang kokpit DC-9-82 miliknya pada tahun 1993 silam. Simpel namun berkelas!

Baca Juga: Eva Air Tampilkan Tema Hello Kitty di Boeing 777-300ER

Air Ontario

Sumber: baatraining.com

Livery maskapai yang kemudian berganti nama menjadi Air Canada Jazz pada tahun 2002 ini sedikit berbeda dengan sejumlah maskapai di atas. Alih-alih menggunakan gambar Santa Claus dan ucapan Natal sebagai gambar yang mendominasi, Air Ontario lebih memilih untuk mengubah livery armada Bombardier Dash-8 mereka dengan gambar rusa yang merupakan kendaraan dari Santa Claus.

Kira-kira, akankah parade livery Natal menghiasi angkasa tahun ini?

WheelTug, Dukung Pergerakan Pesawat Lebih Cepat di Area Terminal

Menunggu pesawat merapat ke arah gate ruang tunggu memang hal yang membosankan , karena tidak jarang Anda dipaksa menunggu lama untuk proses ini. Guna meningkatkan layanan ini, terciptalah sebuah inovasi berupa roda bermotor listrik yang memungkinkan pesawat yang hendak pushback dari atau menuju gerbang lebih cepat dan tidak memerlukan kendaraan bantu lagi. Dengan begitu, efisiensi waktu di keseluruhan operasional pun dapat tercapai.

Baca Juga: Antisipasi Peningkatan Lalu Lintas Drone, Airbus A³ Hadirkan Altiscope

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (7/12/2017), sebuah perusahaan teknik bernama Striling Dynamics bekerja sama dengan WheelTug dalam merancang roda bermotor listrik tersebut, yang hingga saat ini, roda tersebut hanya bisa digunakan oleh Boeing 737NG. Menurut data yang dikumpulkan oleh Flightwatching, sebanyak 98 persen pushback yang dilakukan pesawat dari gate memakan waktu 13 menit. Angka tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan yang akan berdampak bukan hanya pada penumpang saja, melainkan jadwal penerbangan maskapai lain pun bisa saja terganggu.

Dengan menggunakan WheelTug, yang kebetulan nama produknya sama dengan nama perusahaannya, pilot dapat menggerakkan pesawat maju mundur tanpa harus mengandalkan aircraft towing lagi. Pihak perusahaan menilai, penggunaan WheelTug dapat memangkas waktu pushback tersebut hingga minimal tujuh menit per penerbangan. Namun tentu saja, roda ini tidak bisa serta-merta dipasang begitu saja. Diperlukan analisis khusus sebelum memasang roda bermotor listrik ini.

Nantinya, Striling Dynamics akan mencocokkan desain dan sertifikasi WheelTug dengan Boeing. Fase ini akan melibatkan teknik reverse engineering, analisis roda, analisis landing gear, analisis keselamatan, hingga analisis tegangan struktural. “Kami bangga bisa menjadi bagian dari teknologi inovatif ini. Dengan kontrak kerja sama ini, melecut kamu untuk memastikan produksi inovatif WheelTug dapat dipasarkan sesegera mungkin,” kata Manajer Bisnis Aerospace Stirling, Bandula Pathinayake.

Baca Juga: Lama Tak Dipikirkan, Glasgow Canangkan Travelator Sebagai Solusi Transportasi

Memang, dewasa ini para pegiat bisnis di dunia aviasi tengah menekan efektifitas dan efisiensi dari banyak faktor. Seperti halnya yang terjadi di Bandara Internasional Glasgow, dimana bandara tersebut berencana untuk menghadirkan sebuah travelator yang menghubungkan terminal dengan stasiun kereta bandara. Pengadaan travelator tersebut dipercaya dapat mempersingkat estimasi perjalanan calon penumpang menuju terminal menjadi delapan menit saja.

Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

Jalur kereta berkecepatan tinggi sepanjang 658 kilometer yang menembus Pegunungan Qinling baru saja diresmikan pada 6 November 2017 kemarin. Jalur ini menghubungkan kota Xian di barat laut ke Chengdu di barat daya yang membawa total jaringan berkecepatan tinggi lebih dari 22 ribu kilometer.

Baca juga: Kereta Peluru Fuxing Akhirnya Kembali Merajai Dunia Kereta Api Cina

KabarPenumpang.com melansir dari laman hindustantimes.com (6/12/2017), kereta ini bukanlah yang tercepat di Cina tetapi mampu berjalan dengan kecepatan 250 km per jam. Sehingga jarak tempuh dari Xian ke Chengdu yang tadinya sebelas jam menjadi hanya tujuh jam atau dipotong empat jam perjalanan dari biasanya.

Rute kereta ini walaupun bukan yang tercepat, tetapi merupakan jalur kereta pertama yang melintasi pegunungan Qinling. Sebab selama berabad-abad pegunungan ini menjadi penghalang alami antara wilayah utara dan selatan Cina.

Untuk mengerjakan proyek ini, para insinyur membutuhkan waktu hampir lima tahun untuk menyelesaikannya Selain itu mereka juga harus membangun 127 jembatan dan 34 terowongan karena wilayah ini berada di pegunungan dan lembah sungai.

Diketahui, dalam pembuatan jalur ini, terowongan yang dibuat mencakup 16 km dengan jalur ganda dan menurut para ahli, ini termasuk terpanjang di Asia. Tahun 2016, Cina telah membangun 22 ribu kilometer jalur kereta api berkecepatan tinggi dalam waktu sekitar satu dekade yang dikatakan sebagai jaringan terpanjang dunia.

Kereta berkecepatan tinggi pertama di rute baru ini meninggalkan Xian, ibukota provinsi Shaanxi, Cina barat laut pada pukul 8.22. Ini akan berhenti di 14 stasiun sebelum mencapai Chengdu, ibukota provinsi Sincuan. Tak hanya sampai di sini, Cina juga memiliki rencana untuk membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 38 ribu kilometer di tahun 2025 dan 45 ribu kilometer di tahun 2030 mendatang.

Nantinya lebih dari 80 persen kota besar di Cina akan terhubung oleh jalur tersebut dalam beberapa tahun kedepan. Untuk saat ini, jaringan 22 ribu kilometer tersebut mencakup hampir 10 ribu kilometer jembatan kereta api berkecepatan tinggi. Hal tersebut dikatakan oleh otoritas transportasi Cina pada awal tahun 2017 ini.

Saat ini Cina juga telah meningkatkan kecepatan maksimum kereta peluru di jalur berkecepatan tinggi Beijing-Shanghai menjadi 350 km per jam. Ini akan menjadi layanan kereta tercepat di dunia selama enam tahun setelah dikurangi menjadi 300 km per jam. Sebab tahun 2011 lalu, terjadi tabrakan kereta api di Wnzhou sehingga kecepatan dibatasi hanya 300 km per jam selama enam tahun.

Baca juga: Terbebas dari Status Skors, Kereta Peluru Cina Siap Mengular Kembali

Kenaikan kecepatan telah memotong perjalanan antara Beijing dan Shanghai menjadi empat jam 28 menit. Kereta api Fuxing yang lebih cepat adalah peningkatan yang substansial pada kereta peluru sebelumnya, yang dikenal dengan Hexie, atau Harmony. Fuxing lebih luas dan hemat energi, dengan masa kerja lebih lama dan keandalan yang lebih baik. Saat ini India mulai bekerja pada jalur kereta berkecepatan tinggi pertamanya, menghubung sepanjang 500 kilometer antara Mumbai dan Ahmedabad, tahun ini.