Kereta Peluru Fuxing Akhirnya Kembali Merajai Dunia Kereta Api Cina

Kereta Peluru Cina, Fuxing. Sumber: nydailynews.com

Otoritas layanan transportasi di Cina baru-baru ini kembali meluncurkan kereta peluru yang beroperasi antara Beijing dan Shanghai pada Kamis lalu. Kecepatan kereta ini mencapai 350 kilometer per jam atau 217 mil per jamnya. Dilansir dari rt.com (21/9/2017), kereta ini disebut Fuxing atau peremajaan kembali dan menawarkan fitur baru yang melengkapi kursi kereta seperti port listrik, port USB dan jaringan WiFi gratis.

Baca juga: “Drone” Jatuh di Lintasan Rel, Kereta Cepat 300 Km Per Jam Aktifkan Rem Darurat

“Kereta ini sangat sangat populer sehingga tiket untuk pelayanan hari ini terjual habis seminggu yang lalu,” ujar salah seorang pejabat Cina Railway Corporation (CR), Huang Xin. Kereta ini menghubungkan Ibu Kota Cina di Utara yakni Beijing dengan pusat bisnis utama di Selatan yaitu Shanghai dengan penumpang sekitar 100 juta orang per tahunnya. Fuxing sendiri menempuh jarak 1.200 kilometer hanya dalam waktu empat setengah jam dan lebih cepat dua jam bila dibandingkan dengan kereta peluru generasi sebelumnya.

“Kereta api berkecepatan tinggi Beijing – Shanghai ini dibangun dengan standar tertinggi di dunia. Kereta Fuxing dirancang untuk perjalanan pada kecepatan 350 kilometer per jam. Mengoperasikan Fuxing pada rute ini dengan kecepatan 350 km per jam tanpa adanya pertanyaan keamanan, kehandalan dan kenyamanan,” ujar General Manager CR, Lu Dongfu.

Diketahui, kereta ini akhirnya kembali beroperasi setelah enam tahun lalu pengoperasiannya di batasi, karena pada Agustus 2008, saat pertama dioperasikan dengan kecepatan 350 km per jam, terjadi tabrakan dua kereta yang menewaskan 40 orang. Sehingga tahun 2011, kereta ini hanya bisa berjalan dengan kecepatan 250 – 300 km per jam.

Baca juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam

Tidak hanya dibatasi kecepatannya saja, perusahaan pembuat kereta api terbesar kedua Cina yaitu China CNR Corp Ltd menarik kembali 54 kereta api cepatnya dengan alasan keamanan penumpang. Saat ini, Cina sudah memiliki layanan kereta cepat dengan jalur khusus lebih dari 20 ribu km dan tahun 2020 mendatang ditargetkan akan menambah 10 ribu kilometer.

Hingga kini, dari kabar yang beredar di media lokal, Cina telah menjual kereta berkecepatan tinggi ini ke Rusia, Iran dan India. Pihak CR sendiri mengklaim bahwa kereta Fuxing ini dapat digunakan di iklim yang ekstrem, sehingga membuat mereka lebih kompetitif di pasar global. Kabarnya CR juga akan memasok kereta cepat untuk jalur Jakarta – Bandung.