Presiden Jokowi Hari ini Lakukan Ground Breaking Bandara Kulon Progo

Foto: Angkasa.co.id

Presiden Jokowi hari ini (27/1/2017) secara simbolis meletakkan batu pertama (ground breaking) pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo di Yogyakarta. Proses yang disebut sebagai “Babat Alas Nawung Kridha” dihadiri pula oleh Menhub Budi Karya Sumadi, Mensesneg Pratikno, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Direktur Utama PT Angkasa Pusa I Danang S Baskoro.

Proses Babat Alas Nawung Kridha diartikan sebagai membuka, membersihkan, merapikan, menata lahan, serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang dijadwalkan beroperasi pada Maret 2019. Sebagai bandara berkualifikasi internasional, NYIA digadang mampu melayanani 14 juta penumpang setiap tahunnya. Sementara dari sisi kapasitas apron, Bandara Kulon Progo nantinya sanggup meng-handle aktivitas 35 unit pesawat.

Bandara Kulon Progo dibangun di lahan seluas 587 hektar pada tahap I (2020 – 2031) dan mempunyai landas pacu sepanjang 3.250 meter. Diproyeksikan untuk menampung arus wisatawan dalam jumlah besar, Bandara Kulon Progo nantinya akan dikembangkan ke tahap II (2031 – 2041), di tahap II luas terminal akan ditambah menjadi 195 ribu meter persegi, runway 3.600 meter, apron yang bisa digunakan 45 unit pesawat dan mampu menampung hingga 20 juta penumpang setiap tahunnya.

bandara-kulonprogo_1006

“Tidak hanya untuk memenuhi standar pelayanan bandara bertaraf internasional di Yogyakarta, pembangunan Bandara Kulon Progo juga bisa memberi multiplier effect yang bisa memacu perkembangan perekonomian, aktivitas bisnis, serta mendukung kegiatan pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro, seperti dikutip dari detik.com (27/1/2017).

Dengan beroperasinya Bandara Kulon Progo pada tahun 2019, maka masalah lack of capacity yang kini mendera Bandara Adisutjipto dapat diatasi. Maklum saat ini Bandara Adisutjipto hanya punya kapasitas 1,2 juta penumpang per tahun, sementara demand yang ada mencapai 7,2 juta penumpang per tahun. Landas pacu Adisutjipto pun hanya 2.250 meter, sehingga tidak ideal untuk didarati pesawat wide body. Kapasitas apron Bandara Adisutjipo juga hanya mampu diparkiri 8 pesawat.

Untuk pembangunan NYIA, PT AP I menyiapkan investasi Rp9,3 triliun Selain NYIA, PT AP I juga sedang melakukan pengembangan dua bandara lainnya yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang yang ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2018 dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang rencananya akan selesai pada tahun 2019.