Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya

Sumber: istimewa

Diam-diam menghanyutkan, mungkin peribahasa ini cocok untuk menggambarkan jembatan Pamban di India. Bagaimana tidak, kereta api yang Anda tumpangi akan membelah laut dengan mediator jembatan ini. Jembatan yang menghubungkan kota Rameswaram di Pulau Pamban menuju daratan India ini terbentang di atas selat Palk.

Adapun rencana pembangunan jembatan ini telah diusulkan sejak 1870, ketika British Administrations sedang mencari cara untuk mendongkrak segi perdagangan dengan Ceylon, atau yang sekarang lebih dikenal dengan Srilanka. Namun karena menempuh berbagai halangan, kontruksi baru dimulai pada 1911, dengan membangun rel sepanjang 2.065 meter. Setelah memakan waktu tiga tahun pembangunan, akhirnya pada 1914 jalur kereta ini pun siap beroperasi.

Jembatan kereta api laut pertama di india ini dulunya adalah jembatan dengan rel berukuran sedang. Namun, perusahaan kereta api yang dioperasikan oleh Pemerintah India melalui Menteri Perkereta-Apian India, Indian Railways merenovasinya agar jembatan tersebut dapat dilewati oleh kereta berukuran besar. Jembatan ini terdiri dari 143 tiang dan ditengahnya terdapat dua tiang penyangga yang membentang 67 meter dan masing-masing beratnya 100 ton.

Baca Juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia

Pada awal pembangunannya, banyak pertimbangan yang seolah menghambat terbentangnya jembatan Pamban ini. Selain mempertaruhkan nyawa teknisi yang membangunnya, lokasi pembangunan jembatan juga dinilai sebagai salah satu lingkungan paling korosif di dunia setelah Florida, AS. Benar saja, pembangunan jembatan ini memakan banyak korban jiwa. Kebanyakan korban meninggal tersebut jatuh ke laut ketika memasang material rel, ditambah keseimbangan para korban seolah dipertaruhkan dengan adanya hembusan angin keras yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya.

Ketika cuaca ekstrim melanda, jembatan ini seolah siap menenggelamkan kereta yang lewat. Hembusan angin keras yang mendorong air laut bisa saja menghantam dan merusak perlintasan kereta tersebut. Lantaran biaya perawatannya yang tinggi, jembatan Pamban kerap kali dianak tirikan, sehingga mengancam keselamatan penumpang. Hebatnya, hingga kini jembatan tersebut masih kokoh berdiri, walaupun sudah melewati beberapa kali renovasi, seperti pada tahun 2007, 2009, dan yang terakhir pada tahun 2013.

Baca juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

Sumber: istimewa

Jembatan laut terpanjang kedua di India setelah Bandra-Worli Sea Linkin ini pernah ditabrak oleh sebuah kapal tongkang yang tengah berlayar di dekat Pamban Bridge pada tahun 2013 silam. Alhasil, jembatan mengalami kerusakan minor dan ditutup beberapa waat untuk dilakukan renovasi. Adapun penyebab kapal tongkang angkatan laut tersebut menabrak jembatan yang hendak dijadikan situs warisan dunia versi UNESCO adalah karena kendala cuaca buruk.

Baca juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Dalam kasus terbaru, jembatan ini sempat menunda keberangkatan dari beberapa kereta hingga dua jam akibat hembusan angin yang sangat kuat. Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari thehindu.com, Rabu (17/5/2017), kereta Rameswaram-Chennai Sethu Express dan Madurai-Rameswaram tidak bisa melewati jembatan tersebut karena hembusan angin melebihi batas maksimal kecepatan angina, yaitu sekitar 58km/jam. Kereta Sethu Express yang bertolak dari stasiun Rameswaram pada pukul 20.20 waktu setempat terpaksa diberhentikan oleh pihak stasiun Pamban mengingat kerasnya  hembusan angin. Bahkan, kondisi tersebut semakin parah ketika waktu mendekati tengah malam, kecepatan angina malah semakin kencang, hingga 60km/jam.