Trans-Siberia, Kereta Yang Mengubah Takdir Cinta

The Guardian

Kereta Api Trans-Siberia menjadi sebuah tanda cinta bagi Ann O’Loughlin, seorang jurnalis dan penulis buku asal Irlandia yang melintasi Uni Soviet pada 30 tahun yang lalu. Sebenarnya, Ann memean tiket kereta Rossiyan untuk melakukan perjalanan dari barat menuju timur melalui zona waktu yang berbeda sekaligus mempraktikkan bahasa Rusianya.

Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Dirangkum KabarPenumpang.com dari theguardian.com, awalnya Ann hanya berharp dalam perjalanannya menjadi sebuah petualangan karena bertemu dengan orang-orang dari budaya yang berbeda. Saat itu juga dirinya tidak berharap menemukan pasangan dalam perjalanan, tetapi takdir berkata lain, dalam perjalanan selama empat hari yang melalui Rusia menuju Mongolia, Ann bertemu John.

Ann O’Loughlin 30 tahun lalu saat pertama kali merasakan Trans-Siberia dan bertemu John (www.theguardian.com)

Sebenarnya, antara John dan Ann tidak pernah berpikir akan jatuh cinta, tetapi takdir berkata lain, dalam perjalanan sepanjang 7.854 km dan berada di kompartemen dalam kereta yang bersebelahan membuat cinta tumbuh diantara keduaya. Seorang pria Inggris dan wanita Irlandia ini dalam perjalanan ke Irkutsk mulai menikmati perjalanan kereta api dan menuai keindahan pemadangan alamnya.

Baca juga: Gelar Expo Berskala Internasional, Kazakhstan dan Uzbekistan Luncurkan Kereta Lintas Perbatasan

Di kereta api Trans Siberia, kompartemen dalam gerbong tak begitu besar dan akan terasa nyaman untuk merasakan keindahan alam yang dilalui. Dengan duduk berdampingan, Ann dan John saling berkenalan dan membuat mereka mengatakan Trans-Siberia menjadi keret cinta. Menurut Ann, perjalanannya pada 30 tahun lalu, bukan sekedar perjalanan sekali seumur hidup, melainkan perjalanan yang mengubah hidup.

John dan Ann yang menjadikan Kereta Api Transs-Siberia menjadi kereta cinta (The Guardian)

Baca juga: Enam Kereta dengan Perjalanan Paling Romantis Bersama Pasangan

Jalur Trans Siberia sendiri dibangun selama 13 tahun dengan nama awal Jalan Agung Siberia, yang mengitari Danau Baikal dan terbentang dari Moskwa hingga Vladivostok di ujung timur Rusia. Kereta pertama yang beroperasi melalui jalur ini tahun 1893.

Sebenarnya, jalur Trans Siberia sendiri dibuat untuk mengembangkan kekaisaran Rusia. Trans Siberia sendiri bukan hanya untuk penumpang kelas atas, tetapi untuk penumpang kelas bawah atau pada gerbong kelas tiga hanya sesak dengan barang bawaan yang penuh, sedangkan di kelas satu terasa begitu nyaman.

Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta

Jalur ini juga sudah ada selama satu abad lebih dan masih merupakan satu-satunya jalur darat yang bisa menghubungkan seluruh penjuru negeri besar itu. Hingga kini jalur kereta api Trans-Siberia masih menjadi tulang punggung perekonomian dan transportasi di Rusia. Saat ini, kereta api Trans-Siberia digunakan mengangkut lebih dari 200.000 kontainer barang menuju Eropa dan jumlah ini terus bertambah seiring bertambahnya kapasitas pelabuhan.