Singapore Airlines Hadirkan Chatbot di Laman Facebook

Pengaduan masalah yang dirasakan penumpang pada sebuah maskapai atau pertanyaan terkait penerbangan biasanya hanya melalui jalur customer service atau layanan aduan pelanggan via email dan telepon. Tak hanya itu, lewat sosial media juga bisa dilayangkan baik pertanyaan maupun pengaduan.

Baca juga: Setelah Singapore Airlines, Kini Grab Berkolaborasi dengan Garuda Indonesia

Sayang, terkadang pertanyaan dan pengaduan terkait penerbangan justru seringkali terlambat di respon atau terlewat begitu saja alias terlupakan oleh pihak maskapai. KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (12/12/2017), baru-baru ini, Singapore Airlines meluncurkan chatbot untuk memudahkan pelanggan untuk bertanya terkait masalah apapun.

Chatbot yang diluncurkan Singapore Airlines ini dirancang untuk menjawab semua pertanyaan pelanggan. Bot beta ini bernama Kris dan beroperasi di halaman Facebook milik Singapore Airlines serta juga akan hadir dalam situs website milik mereka.

Para pelanggan bisa ngobrol langsung dengan Kris via Facebook Messenger terkait pertanyaan pra penerbangan. “Bot saat ini dilatih untuk menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris terkait bagasi, check in, pemesanan online serta bepergian dengan bayi dan anak-anak,” ujar Singapore Airlines dalam siaran persnya.

Chatbot milik Lufthansa (futuretravelexperience.com)

Di pesan selama datangnya bot tersebut mengatakan, “Mungkin saya belum bisa menjawab semua pertanyaan Anda, tapi saya akan sampai di sana!” Saat ini diketahui, bot tersebut dalam mode pembelajaran konstan dan sudah dilatih dengan data historis berdasarkan pertanyaan yang sering dicari oleh pelanggan dalam situs milik Singapore Airlines. Menurut pernyataan tersebut, dengan menggunakan variasi pertanyaan aktual yang diterima dari pelanggan, respons chatbot telah disesuaikan dengan putaran iterasi menggunakan kecerdasan buatan.

Ini  bertujuan melatih bot untuk menawarkan jawaban percakapan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cepat dan efisien. Pernyataan tersebut menambahkan bahwa Singapore Airlines sudah semakin meningkatkan kemampuan digital chatbot.

Baca juga: Miles KrisFlyer Singapore Airlines Naik Per 7 Desember 2017

“Kris akan terus berkembang karena kami mengembangkan perpustakaan pengetahuan lebih lanjut berdasarkan pada apa yang sering dihubungi pelanggan kami. Preferensi pelanggan berubah dan dengan Kris, kami mempertimbangkan masukan dengan memperluas platform servis kami di luar pusat kontak dan email tradisional,” ujar Marvin Tan, VP layanan pelanggan senior dan operasi.

Bot ini sendiri, dikembangkan oleh tim in-house Singapore Airlines, dengan tujuan chatbot adalah untuk memperluas saluran servis digital untuk pelanggan.

[Video] Bertahan di Padatnya Gerbong Komuter Memang Tak Mudah, Tips dari Tokyo Ini Bisa Jadi Rujukan

Tokyo merupakan salah satu kota yang memiliki pelayanan transportasi publik terbaik di dunia. Dengan predikat sebagai kota metropolitan yang termasuk jajaran kota terpadat di dunia, ketersediaan transportasi publik mutlak diperlukan untuk menyokong aktivitas keseharian warga Tokyo dan sekitarnya.

Baca juga: Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta

Moda transportasi andalan bagi warga Tokyo adalah kereta api. Jalur (line) kereta api di Tokyo lebih dari 50 line yang dikelola oleh 16 perusahaan kereta api. Jalur terbanyak dengan jumlah 36 line dimiliki oleh Japan Railway (JR) East Company, sebuah grup perusahaan kereta api terbesar di Jepang. Sistem perkeretaapian bawah tanah (subway) di Tokyo tercatat sebagai jalur terpadat di dunia dalam hal jumlah penumpang.

Disebut sebagai jalur kereta komuter terpadat tentu membawa konsekuensi, yakni penumpang dituntut untuk sigap dan kuat bertahan di dalam gerbong yang padat. Untuk menghadapi hal tersebut, butuh skill dan keahlian khusus agar bisa berdiri tegak sembari menghabiskan waktu sepanjang perjalanan dan tidak harus mengalami hal terburuk di kereta yang penuh sesak.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman japantoday.com, ada sembilan tips terbaik agar Anda bisa bertahan dalam kesesakan keret Jepang. Siapa tahu  tips dibawah ini dapat diterapkan di Indonesia, khususnya bagi penumpang jalur komuter.

1. Teknik panjat tebing
Dalam kereta yang padat, Anda tidak akan bisa mendapatkan duduk. Tetapi, bila Anda bisa mendapat akses ke sebuah pegangan di kereta, maka Anda terpilih oleh Dewa Kereta. Bagi sebagaian orang, mereka harus bisa menjaga keseimbangan tubuh. Cara terbaik adalah dengan teknik rock climbing atau panjat tebing. Ini dimana Anda akan bergantungan dengan jari tangan di pegangan kereta.

2. Teknik satu jari
Terkadang, Anda tidak memungkinkan memegang apapun dalam kereta, bila mengalami hal seperti ini gunakan teknik satu jari. Cara tersebut bisa digunakan saat Anda berada tepat disamping pintu kereta, supaya bisa memanfaatkan bagian atap kereta. Tak hanya itu, kaki sebagai tumpuan harus di jejakkan di lantai kereta, jika Anda memiliki tubuh yang cukup tinggi, bisa menggapai bagian atap kereta, sehingga ketenangan dan kedamaian pikiran bisa didapat karena berada di dalam kereta.

3. Kabe don (Terpojok yang tidak disengaja)
Anda terkadang akan melakukan atau mengalami kabe don yang tidak disengaja saat naik kereta yang padat. Entah karena kereta berguncang atau berhenti mendadak, Anda akan menabrak beberapa penumpang disekitar. Bahkan sampai harus menyandarkan kedua tangan ditembok atau jendela kereta.

4. Teknik Michael Jackson
Teknik ini diambil dari gerakan milik King of Pop Michael Jackson. Keseimbangan yang cekatan dan tariannya sangat berguna jika digunakan dalam kereta. Bukan hanya ruang untuk tubuh, melainkan lantai yang juga sempit. Untuk mendapatkan tempat, mulailah bergoyang untuk setidaknya mendapat sedikit ruang. Bila yang terbiasa dengan tarian, maka satu kaki pun mampu untuk mendapatkan tempat di dalam kereta.

5. Teknik ikuti arus
Empat teknik sebelumnya adalah mencoba berdiri di dalam kereta dan bergantung pada keseimbangan. Teknik ini adalah kebalikan dari itu semua. Ikuti arus tanpa perlawanan, maka Anda akan merasakan ketenangan dalam diri saat berada di kereta yang sesak.

6. Teknik tengkuk leher dan 007
Ini adalah cara yang aneh, tapi teknik ini menghadapkan Anda pada tantangan yang berbeda dalam sebuah kereta yang penuh sesak. Perhatikan tengkuk leher seseorang dan evaluasi orang itu seperti apa dengan melihat satu bagian kecil ditubuhnya.

7. Omiai (wawancara pernikahan resmi)
Cara ini memang bukanlah yang terbaik untuk bertahan. Ketika Anda naik kereta dan salah memprediksi waktu pintu dan orang-orang sekitar, Anda akan berakhir dengan bertatapan dengan mereka. Kejadian ini dinamai oimai, karena jarak antara wajah Anda dengan orang lain hanya sedikit dan seperti akan berciuman. Sebab tidak akan ada waktu untuk berbalik arah karena padatnya kereta.

8. Sudut pandang yang tepat
Kalau Anda sudah memegang satu pegangan kereta, maka akan dengan mudah mencari sudut pandang yang pas tanpa terganggu dengan penumpang lain walau sedang berhimpitan dalam kereta yang sesak.

Baca juga: Kereta Ekonomi India Sekarang, Gambaran Kereta Ekonomi Indonesia Era 80-an

9. Pertahanan
Ini teknik terakhir yang akan mengeluarkan insting pertahanan Anda. Setelah semua orang masuk ke dalam kereta, terkadang sering muncul suatu garis pemisah ditengah. Dua sisi terbentuk karena orang-orang menghadap ke arah pintu kiri dan sebagian ke kanan. Dua sisi ini biasanya digunakan untuk mendominasi ketika penumpang naik ataupun turun. Tetapi akan berubah jika pintu terbuka dan penumpang baru naik ke kereta. Ini saatnya menjaga tempat Anda agar tidak tergeser.

Bingkai Jendela di Kabin Pesawat Lepas, Mengerikan Tapi Jangan Keburu Panik

Apa yang Anda pikirkan jika jendela pesawat bingkainya terlepas? Panik, khawatir dan takut wajar dirasakan sebagai seorang penumpang, pikiran bahwa Anda akan tersedot ke luar akibat perbedaan tekanan udara mungkin akan berkecamuk di otak. Tidak ada yang salah dengan pikiran tersebut.

Baca juga: Berkat Lubang Kecil Ini, Jendela Pesawat Dipastikan Bebas Kabut

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (26/11/2017), bahwa sebuah video telah di unggah ke Youtube dengan judul Should I be concerned? Video ini diunggah di Chile pada 20 November kemarin. Dalam video terlihat jendela terlepas dari bingkainya dan pengunggah video tersebut mengatakan ini adalah maskapai bertarif rendah alias low cost carrier dengan tarif jalan sekitar US$30.

“Saya merasa lucu dan merekam video dengan ponsel saya,” ujar pengunggah video tersebut. Penonton yang melihat video ini pastinya merasakan kengerian dan banyak yang berkomentar tentang kejadian tersebut.

“Jika jendela itu sedikit terbuka, kabin akan kehilangan tekanan, semua orang akan mati,” tulis salah seorang pemirsa.

Adanya masalah ini membuat Patrick Smith seorang pilot pesawat terbang dan pembawa acara www.askthepilot.com mengatakan, bahwa bagaimanapun tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena itu bukanlah bingkai jendela yang langsung berhubungan dengan sisi luar pesawat.

“Ini hanya bagian dari superfisial yang membantu melindungi jendela sebenarnya. Saya akui bahwa itu terlihat memalukan dan tidak profesional, tapi tidak ada risiko keselamatan,” ujar Smith. Dai Whittinghm, Kepala Eksekutif Komite Keselamatan Penerbangan Inggris mengatakan sependapat dengan Smith. Dia mengatakan, ini jelas bukan masalah keamanan, ini hanya sepotong trim kabin yang longgar.

Baca juga: Saat Take Off and Landing, Penutup Jendela Pesawat Wajib Dibuka, Inilah Sebabnya!

“Jendela internal ada untuk melindungi kaca utama dari goresan dan menghalau kebisingan sekaligus menyediakan elemen insulasi termal. Jendela eksternal dipasang pada lambung kapal dan disegel dengan packing sehingga bagian dalam pesawat bisa bertekanan. Jadi trim longgar ini sama sekali tidak akan berpengaruh sama sekali, meski diakui cukup mengganggu kenyamanan,” ujar Whittingham.

Salah satu bagian dari desain jendela pesawat terbang yang selalu membingungkan penumpang adalah mengapa ada lubang kecil di dalamnya. Lubang ini ternyata, membantu mengatur berapa banyak tekanan dari kabin yang diberikan ke panel jendela dan memastikan bahwa jika jendela pecah, panel luar yang terjauh dari penumpang masuk lebih dulu.

Mirip Sistem Transit Pesawat, Traveloka Kemas Tiket Kereta Dengan Model Lanjutan

Sampai saat ini moda transportasi yang identik dengan sistem lanjutan alias transit lewat one stop payment adalah pesawat terbang. Namun belum lama ini, masyarakat pengguna kereta api jarak jauh dihebohkan dengan adanya kereta lanjutan, kesemuanya dikemas dalam satu paket pembayan. Banyak yang bertanya-tanya apakah ini kebijakan langsung PT Kereta Api Indonesia (KAI) atau hanya agen perjalanan yang membuatnya agar penumpang lebih mudah?

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Emplasemen, Istilah Perkeretaapian Yang Terlupakan

Dengan sistem transit, penumpang yang ingin menikmati satu kota dan tidak mau terburu-buru sampai ke kota tujuan, atau tidak menginginkan sampai di kota tujuan tengah malam maupun dinihari dapat memilih opsi ini. Sebenarnya, kereta lanjutan dari agen pembelian tiket (Traveloka.com) seperti memanfaatkan kekosongan bangku di stasiun-stasiun yang memang banyak penumpang turunnya di saat akhir tahun dan juga bertepatan dengan liburan sekolah.

Seperti contoh kereta dari Stasiun Pasar Senen Jakarta tujuan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, yang biasanya sekali jalan menghabiskan waktu kurang lebih sembilan jam, tetapi dengan kereta lanjutan bisa sampai 13 jam perjalanan. Hampir semua kereta lanjutan tujuan Yogyakarta akan transit di Purwokerto, sehingga penumpang transit bisa menikmati keindahan kota Purwokerto sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Ilustrasi pembelian tiket tambahan dari Traveloka (KabarPenumpang.com)

Tak hanya tujuan Yogyakarta, hampir ke semua tujuan kereta jarak jauh, Traveloka memberikan kereta lanjutan. Padahal bila di cek sebenarnya harga tiket yang dikenakan sama dan fee yang dikenakan sebesar Rp7500 menjadi dua kali lebih besar, intinya seperti membeli dua tiket biasa.

Kami pernah merasakan sistem transit ini, dikarenakan suatu hari kehabisan tiket menuju Yogyakarta. Dari Stasiun Gambir dengan KA Parahyangan kami terlebih dahulu harus menuju Bandung untuk transit dan ganti kereta di Stasiun Bandung. Sehingga dari Bandung perjalanan ke Yogyakarta kami sambung dengan KA Malabar, kira-kira waktu transit yang dihabiskan di Bandung sekitar lima jam. Keseluruhan tiket dapat dibeli dalam satu transaksi pembelian di Traveloka.

Namun, harga yang dikenakan baik memilih transit sendiri atau menggunakan kereta lanjutan bisa lebih mahal ataupun murah tergantung kereta yang Anda gunakan. Tiket akan lebih mahal ketika Anda membeli tiket eksekutif kemudian melanjutkan kembali dengan eksekutif dan sebaliknya dengan kereta ekonomi.

Beberapa pengguna kereta lanjutan mengatakan, tidak ada tanggungan dari KAI jika penumpang yang menggunakan kereta tersebut terlambat. Sehingga bila penumpang ketinggalan kereta maupun kereta datang terlambat pun pihak KAI tidak akan memberikan ganti rugi apapun.

Sebenarnya dari PT KAI sendiri tidak mengenal adanya sistem tiket dengan transit “Kita tidak mengenal sistem transit seperti ini. Ini program dari agennya saja,” ujar Humas PT KAI Daop 1 Suprapto yang di hubungi KabarPenumpang.com (13/12/2017).

Baca juga: Sembunyi dari Kondektur Tiket Kereta, Masih Bisakah?

Sayangnya pihak KAI memang tidak menyediakan, justru mengatakan bila kereta sudah habis tujuannya, seperti menuju Yogyakarta, masyarakat bisa menggunakan kereta Prambanan Ekspres (Prameks) untuk melanjutkanya dari pemberhentian kereta terakhir. Tetapi, hal ini justru bisa membuat masyarakat sendiri tidak nyaman dan tidak efektif, jadi lebih memilih untuk membeli kereta dari Jakarta. Sebab, untuk menunggu kereta Prameks sendiri pembelian tiket tidak bisa dari Jakarta melainkan harus dari stasiun asal pemberangkatan minimal dua jam sebelumnya.

Sistem penawaran tiket model transit/lanjutan selain memberikan kemudahan pembayaran dan pilihan ekstra bagi konsumen, tak pelak ikut mendongkrak tingkat penjualan kereta.

Dengan Lokomotif Otonom, Swiss Federal Railway Siap Naikkan ‘Kasta’ Armadanya

Era otomatisasi kian merambak ke sejumlah sektor transportasi dewasa ini. Hal tersebut dibuktikan dengan uji coba lokomotif otonom oleh operator kereta asal Swiss, Swiss Federal Railways (SBB). Bukan tanpa alasan, pengadaan lokomotif otonom ini merupakan tindak lanjut dari maraknya kecelakaan kereta yang diakibatkan oleh human error. Walaupun beda region, namun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pernah menyebutkan bahwa faktor human error merupakan salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan di dunia.

Baca Juga: AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rt.com (7/12/2017), lokomotif otonom tersebut berhasil menembus kecepatan 125 mph atau yang setara dengan 200 km per jam. Sebagaimana yang tercantum di laman sumber, pihak SBB sendiri pun mengakui bahwa tujuan utamanya dalam menjajaki sistem autopilot baru ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan. Sehingga diharapkan, sistem perkeretaapian di negara yang terkenal dengan Pegunungan Alpennya ini dapat memperbaiki pelayanannya terhadap konsumen atas dasar keamanan.

Sistem otonom yang berada di lokomotif ini merupakan hasil upgrade dari perangkat lunak SmartRail 4.0, dimana ‘peningkatan kasta’ ini memungkinkan kereta untuk menambah dan mengurangi kecepatan tanpa memerlukan masinis. Pengujicobaan lokomotif otonom yang menarik serangkaian gerbong kosong ini sendiri terjadi di jalur yang membentang antara Berne dan Olten.

Hasil uji coba ini pun bisa dibilang sesuai dengan yang diharapkan, yaitu kereta dapat melakukan percepatan dan mengerem secara otomatis, dimana uji coba ini diawasi langsung oleh tenaga ahli yang berada di balik layar monitor berisikan sistem. Pengujian sistem otonom ini dilakukan di malam hari, dan tentu saja tidak ada penumpang yang diijinkan untuk masuk ke dalam gerbong. Ini merupakan antisipasi jikalau kereta mengalami kecelakaan pada saat uji coba.

Meskipun teknologi otonom ini memungkinkan kereta beroperasi secara efektif, namun SBB telah menyarankan bahwa sistem tersebut hanya akan diimplementasikan sebagai sistem bantuan pendorong. “SBB yakin bahwa, di masa depan juga, personil yang berkualitas harus tetap berada di dalam kereta untuk memastikan keamanan dan ketepatan operasi perkeretaapian,” kata SBB dalam sebuah pernyataan yang diumumkan pasca pengujian tersebut.

Baca Juga: Graceful Super Express, Cikal Bakal Layanan Kereta Jarak Jauh Tokyo-London

Kehadiran kendaraan otonom memang mendominasi pemberitaan belakangan ini, dari mulai Tesla hingga Volocopter yang hingga kini masih berkutat untuk mencari pasar yang tepat. Terdapat pula sejumlah sistem Metro tanpa masinis yang sudah mulai dioperasikan di beberapa belahan dunia, termasuk di Barcelona dan Kopenhagen. Namun untuk kasus kereta peluru otonom, para penggiat bisnis masih mempertimbangkan banyak pilihan dan resiko kemungkinan yang terjadi.

Ini Dia! Hal Yang Kurang Menyenangkan Saat Bertandang Ke Cina

Sebagai destinasi wisata, Cina jelas ada di urutan wahid, sedangkan untuk tujuan bisnis, menyadang status sebagai basis mayoritas manufaktur global menjadikan sosok Cina tak pernah bisa dilupakan dalam setiap kesempatan. Meski mampu menarik banyak tamu asing, predikat Cina sebagai negara sosialis komunis menjadikan berkunjung ke Cina perlu persiapan khusus, terutama saat kunjungan ke wilayah Cina daratan, yang artinya di luar zona otonomi Hong Kong dan Makau.

Selain diperlukan visa untuk masuk ke wilayah Cina daratan, sebagai seorang pelancong atau ekspatriat Anda harus bisa menyesuaikan diri dengan tempat tujuan, tak lain guna membuat diri Anda nyaman dengan kondisi lingkungan. Maka jika bertandang ke Negeri Tirai Bambu kemungkinan Anda akan merasakan beberapa hal tidak menyenangkan. Berikut ini KabarPenumpang.com merangkum dari blogs.transparent.com hal-hal yang tidak menyenangkan di Cina.

Baca juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

1. Seperti tontonan
Saat menginjakkan kaki di negeri yang terkenal dengan pandanya ini, Anda akan terkejut. Sebab orang-orang akan terus mengambil foto Anda tanpa bertanya apakah suka atau tidak. Padahal sebenarnya, jika orang Cina menjadi pelancong di negara lain tidak suka jika ada yang berbuat demikian.

2. Akan selalu menjadi Lo Wai atau orang Asing
Anda bisa mengusai semua hal tentang Cina baik bahasa, budaya, memasak makanan mereka dan lama tinggal di sana. Tetapi jika tidak terlihat seperti mereka, Anda akan sama saja menjadi Lo Wai atau orang asing.

3. Internet
Bukan rahasia lagi negara Cina memiliki akses internet yang ketat. Ini bisa disebut dengan The Great Firewall of China. Banyak situs yang di blokir oleh Cina seperti WeChat yang menggantikan Twitter, Ren Ren menggantikan Facebook hingga Baidu yang menggantikan Google. Mungkin bagi masyarakat Cina hal tersebut biasa tapi tidak untuk pelancong.

4. Toilet umum
Hal terburuk dari Negeri Tirai Bambu ini adalah toilet umumnya, tanpa pintu, bau hingga kotor. Baiknya saat Anda berada di Cina bawa tisu basah dan cairan pembersih tangan.

5. Banyak Orang Meludah
Terutama warga di wilayah Cina bagian selatan, kebiasaan meludah di jalanan masih kerap ditemui. Tentu ini merupakan pemandangan yang kurang menyenangkan, selain terasa tidak sopan secara etika.

6. Kurangnya kebersihan
Tak hanya toiletnya, banyak orang Cina yang meludah sembarangan, membuang sampah di dekat pohon. Selain itu, untuk menaiki kereta bawah tanah pun seperti tak ada aturan, dimana masyarakat mendorong satu sama lain untuk masuk ke kereta.

7. Polusi Tinggi dan Kabut Asap
Khususnya di wilayah kota Beijing, tingkat polusi akibat dampak industri terbilang parah. Seperti di Beijing keberadaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara menjadi penyebab polusi yang luar biasa parah. Akibat level polusi yang parah, otoritas setempat kadang mewajibkan penggunaan masker. Selain Beijing, masih ada 22 kota lain di Cina yang punya tingkat polusi cukup besar.

8. Hari libur
Pemerintah Cina sering kali membuat masyarakatnya berpikir akan libur panjang. Ini membuat banyak pekerja beberapa hari sebelum dan setelah liburan untuk memperpanjang liburan mereka. Karena masalah tersebut banyak pekerja yang stres dan memilih bepergian pada waktu yang sama. Sehingga membuat semua jalur padat, sebab orang-orang membayar lebih tiket dan hotel selama berlibur. Jika Anda ingin menetap di Cina baiknya berpikir ulang dengan jadwal liburan yang tidak masuk akal ini.

Baca juga: Robot Akan Mengambil Peran di SPBU Cina Mulai Tahun Depan!

9. Chinese tour group
Tur di Cina terorganisir, dimana berkeliling ke Shanghai dengan tujuan Suzhou dan Hangzhou. Sebagian besar waktu di habiskan di bus walaupun sering berhenti baik itu di pabrik sutra, tempat berbelanja hingga restoran mahal. Baiknya bila berkunjung ke Cina tidak memilih tur grup jika tidak ingin kecewa.

Setelah Singapore Airlines, Kini Grab Berkolaborasi dengan Garuda Indonesia

Setelah mengikat kerjasama dengan maskapai Singapore Airlines pada awal Oktober lalu, kini giliran penyedia layanan transportasi berbasis online Grab, melakukan kolaborasi dengan maskapai plat merah Garuda Indonesia. Kolaborasi ini untuk meningkatkan layanan masing-masing perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa kedua perusahaan.

Baca juga: Singapore Airlines dan Grab Integrasikan Layanan Ridesharing di Satu Aplikasi

Para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat menikmati manfaat lebih, seperti voucher GrabGift untuk pembelian tiket Garuda Indonesia secara online. Sebaliknya, pelanggan Grab di Indonesia juga akan memiliki kesempatan untuk menjadi anggota GarudaMiles dan menukarkan akumulasi poin GrabRewards yang dimilikinya dengan GarudaMiles mileage.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Pahala Mansury, dalam siaran pers (12/12/2017) mengatakan, sebagai penyedia jasa transportasi, PT Garuda Indonesia dan Grab dituntut untuk terus berinovasi untuk meningkatkan layanan kepada para pengguna jasanya. “Kerja sama ini merupakan upaya terus-menerus Garuda Indonesia untuk memberikan nilai lebih bagi para pengguna jasanya, khususnya dalam memberikan lebih banyak pilihan untuk menukarkan GarudaMiles yang dimiliki,” katanya.

Di samping memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan, kerja sama ini juga akan memberikan kemudahan bagi karyawan Garuda Indonesia untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari melalui layanan Grab for Business, solusi transportasi inovatif yang didesain khusus untuk kalangan pebisnis. Grab juga akan menjadi mitra transportasi on-demand guna memaksimalkan jaringan layanan door-to-door Cargo Garuda Indonesia.

Selain dapat mengakses layanan dan kemudahan berkelas di berbagai partner dan bandara di seluruh dunia, anggota GarudaMiles juga bisa mendapatkan kemudahan seperti mendapatkan mileage dari transaksi non-penerbangan, seperti perbankan, hotel, telekomunikasi, cargo, partner digital dan lain-lain. Mileage yang terkumpul juga dapat digunakan untuk ditukar dengan tiket penerbangan, upgrade kelas penerbangan, atau untuk voucher hotel, program donasi, dan berbagai pilihan lainnya.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan, pertumbuhan yang kuat di Indonesia terus memacu Grab untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang dapat menjawab permintaan masyarakat yang semakin meningkat dan beragam.

Sebelumnya bersama Singapore Airlines, Grab mengintegrasikan aplikasi mobile yang mereka miliki untuk memudahkan pelanggan memesan Grab Rides melalui aplikasi milik Singapore Airlines ke bandara.

Baca juga: Sah! Grab Kini Legal Jemput Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta

Cara penggunaan untuk memanggil Grab pun sama seperti dengan menggunakan aplikasi milik Grab biasa, dimana saat pengguna masuk ke aplikasi dan memilih Grab menuju bandara, akan secara otomatis terdaftar sebagai tujuan. Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna harus memasukkan pick up point atau tempat dan waktu penjemputan yang diinginkan. Anggota GrabRewards juga memiliki fleksibilitas untuk mengubah point menjadi miles KrisFlyer Singapore Airlines.

Musim Hujan Tiba, Mungkinkah Bakal Ada Ojek Payung Online?

Siapkan payung Anda karena musim penghujan sudah mulai kembali merundung Ibukota. Kondisi jalanan di Ibukota yang mudah banjir karena sistem drainase yang buruk memaksa sebagian warga Jakarta beralih menggunakan moda transportasi umum bebasis massal, seperti Commuter Line (KRL Jabodetabek) dan TransJakarta. Tak ayal, dua tulang punggung transportasi warga Ibukota ini menjadi semakin ruwet dan sumpek.

Baca Juga: Selain Cegah Hujan, Payung Juga Bisa Lawan Tindakan Kriminal

Bak melihat secercah harapan, kehadiran ojek payung di beberapa stasiun kereta pun melengkapi kehadiran tukang ojek pangkalan dan online. Trio ojek ini siap melayani para penumpangnya menerobos hujan yang kadang tak tentu kapan datangnya. Tidak hanya di stasiun, pusat perbelanjaan pun kerap dijadikan peraduan para pekerja keras pengais pundi-pundi rupiah ini.

Bagi sebagian warga Ibukota masih enggan untuk membawa payung, dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Mulai dari payung tidak bisa masuk tas hingga kesulitan mereka membawa payung yang basah karena hujan. Beragam alasan tersebut semakin melebarkan senyum para ojek payung, yang biasanya didominasi oleh anak-anak kecil sepantaran SD. Ironi tersendiri melihat mereka basah kuyup menantang hujan, sedangkan para penyewa bisa berlindung dibalik payung yang mereka jajakan.

Tak sedikit para penyewa yang lalu merangkul para anak-anak penjaja sewaan payung ini untuk sama-sama berjalan di bawahnya, bahkan tidak jarang juga anak-anak kecil ini menerima tips lebih dari para penyewa yang merasa iba dengannya.

Sedikit banyaknya, kehadiran ojek payung ini membuat Paskal Gameryo mengunggah keinginannya ke laman blogspot-nya untuk membuat sebuah perusahaan berbasis aplikasi yang akan membawahi para ojek payung ini, Go-Yung namanya. Dengan menerapkan sistem yang hampir serupa dengan penyedia jasa transportasi berbasis online lainnya, Paskal percaya ide gila di dunia maya ini akan menimbukan sebuah gebrakan di dunia nyata. Terlepas dari tingkat keseriusannya, ide menyediakan ojek payung berbasis aplikasi ini sudah pernah tercetus dan masih butuh pertimbangan matang untuk merealisasikannya.

Jangan sampai seperti yang terjadi di Tiongkok, dimana sebuah startup membuat aplikasi bernama Sharing E Umbrella. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa menyewa payung dengan tarif yang murah, yaitu sekitar 19 yuan atau yang setara dengan Rp37 ribu untuk membuka kunci payung setelah memindai kunci dengan kode di gawai mereka.  Setiap setengah jam, biayanya bertambah 0,5 yuan (Rp984). Pengguna pun harus mengisi kodenya supaya bisa membayar tarif ini.

Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya

Namun sayang, perusahaan tersebut harus merelakan 300 ribu payungnya raib entah kemana, terhitung sejak awal pengoperasiannya pada April 2017. Aturan denda sebesar 60 yuan atau sekitar Rp118 ribu untuk setiap payung yang hilang juga rupanya tidak diindahkan para penyewa. “Payungnya mungkin dibawa pulang ke rumah,” tutur pendiri Sharing E Umbrella, Zhao Shuping, dikutip KabarPenumpang.com dari laman dream.co.id (13/7/2017).

Entah perhitungan yang kurang matang atau tingginya rasa memiliki warga Tiongkok yang akhirnya merugikan perusahaan ini, namun yang pasti, pepatah “Sedia payung sebelum hujan” menunjukkan eksistensinya di sini. Lebih baik Anda mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu (payung), sebelum merugi di kemudian hari (kehujanan).

Madagaskar Terjangkit Virus Pneumonia, Pelancong Wajib Gunakan Masker

Para pelancong yang sudah memasukkan Madagaskar dalam rencana liburan, baikknya berpikir ulang atau membatalkannya. Hal ini dikarenakan di kota Antananarivo sedang terjangkit wabah pneumonia. Banyak masyarakat yang mencegahnya dengan mengatakan pada turis “tidak berdiri, dilarang meludah dan jangan membuang sampahmu”.

Baca juga: Idap Diabetes Insipidus, Nyawa Pria ini Terancam Saat Berada di Kereta!

KabarPenumpang.com merangkum dari laman irishtimes.com (18/11/2017), penumonia di Madagaskar telah menewaskan 165 orang pada bulan Agustus lalu dan sudah menginfeksi lebih dari 2000 orang. Untuk menangani penyakit tersebut, Rumah Sakit Ambohimindra Pusat Anti Wabah merupakan salah satu dari enam rumah sakit yang mengobati wabah pneumonia di Antananarivo.

Ini dikarenakan rumah sakit tersebut memiliki ruang isiolasi, sehingga memudahkan perawatan pada pasien terjangkit. Kepala dokter rumah sakit Ambohimindra dr Marielle Zaramisy mengatakan, ini adalah pertama kalinya ada wabah di kota, apalagi dirinya baru setengah bulan bekerja dan saat puncak dari wabah pneumonia sedang merajalela.

“Sebagai manusia saya takut, tapi saya mengikuti semus tindakan pencegahan. Ini pekerjaan saya,” ujarnya.

Untuk para pengunjung yang memang berada di Madagaskar diharuskan mengenakan masker yang menutupi mulut setiap saat. Sepatu yang dikenakan juga akan disemprotkan cairan desinfektan dan suhu tubuh juga akan diperiksa dengan termometer.

Pemeriksaaan yang dilakukan tersebut diawasi oleh para penjaga yang juga memastikan para pasien tidak kabur dari rumah sakit. Sebab satu diantara pasien isolasi ada yang melarikan diri pada Oktober lalu dan membuat para perawat hingga dokter memaksa pasien kembali ke dalam mobil ambulans.

Zaramisy mengatakan, beberapa dari pasien terjangkit melarikan diri karena takut jarum suntik. “Orang sini tidak terbiasa ke rumah sakit.”

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru-paru dan mengakibatkan kantung udara di dalam paru-paru meradang dan membengkak yang disebabkan bakteri. Kondisi ini juga sering disebut paru-paru basah dengan gejala batuk menerus disertai dahak, demam, berkeringat, menggigil, susah bernafas, dada sakit dan lainnya.

Baca juga: Waspada! Inilah Lokasi Favorit Bakteri di Dalam Kabin Pesawat

Pneumonia bisa menular melalui pilek atau flu. Orang yang mengidap pneumonia juga bisa menularkan penyakitnya jika batuk dan bersin, karena melepaskan kuman dan virus ke udara.

Biar Kulit Tetap Sehat Saat Traveling, Ini Dia Kuncinya!

Sebagai seorang pelancong, terkadang Anda sering melupakan kebersihan kulit terutama wajah. Apalagi bila sudah menikmati indahnya pemandangan di tempat tujuan. Tetapi, sebaiknya jangan biarkah hal itu terjadi, karena debu dan kotoran yang menempel bisa membuat kulit wajah Anda kusam bahkan rusak.

Baca juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari

Sebab bila kulit kusam tidak akan sedap dipandang mata dan akan muncul jerawat bahkan flek hitam. Kulit yang kusam bisa terjadi akibat kurangnya cairan dari dalam tubuh yang menyebabkan kulit dehidrasi dan membuatnya kering.

Tubuh yang kekurangan cairan akan lebih banyak mengeluarkan minyak dari pori-pori kulit terutama bagian wajah. Jika minyak ini berlebihan, maka debu dan kotoran akan mudah menempel sehingga wajah terlihat kusam.

Memang, orang Indonesia memiliki kulit sawo matang atau biasa pelancong luar negeri mengatakan eksotis. Tetapi eksotis beda dengan kulit yang kusam.

Memiliki kulit yang eksotis tak masalah sebenarnya, karena memang tipikal kulit orang Indonesia cenderung berwarna gelap. Untuk membuat kulit kembali cerah akibat kekusaman, Anda bisa melakukannya di rumah ataupun ke salon kecantikan seperti scrubbing atau menggunakan masker.

Scrubbing diperlukan untuk perawatan sehingga bisa mencerahkan kembali kulit wajah dengan pengangkatan kotoran dan debu yang menyumbat pori-pori wajah Anda. Selain itu juga membantu mengangkat sel kulit mati yang juga menjadi penyebab kulit terlihat kusam.

Tak hanya dengan scrubbing, menggunakan masker juga bisa membantu Anda mengurangi kekusaman wajah. Mungkin Anda yang sedang melakukan perjalan jauh agak sulit melakukan kedua hal tersebut.

Tetapi Anda bisa melakukannya dengan cara mudah pastikan membawa krim wajah yang mengandung SPF untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, sabun cuci muka atau produk perawatan wajah lainnya. Bila Anda tiba di salah satu tujuan wisata, bisa mencuci muka untuk menyegarkan wajah dan menghilangkan debu serta kotoran yang menempel. Tetapi jika tidak sempat baiknya gunakan tisu basah untuk melap muka.

Baca juga: Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda

Jangan lupa untuk minum air putih agar tubuh terhidrasi dengan baik dan kelembapan kulit terjaga. Apalagi jika Anda pergi menggunakan kendaraan yang ber-AC, kulit akan cepat kering bila tak terhidrasi dengan baik. Konsumsi buah-buahan juga bisa memberi nutrisi yang diperlukan kulit.