Aplikasi ini Diciptakan Khusus Untuk Membaca Ekspresi Anda Ketika Berkendara!

Dewasa ini, ada banyak sekali manufaktur otomotif yang tengah mengembangkan teknologi Electric Vehicle (EV) hingga moda otonom. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mengingkatkan keselamatan selama berkendara. Pasalnya, mayoritas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalanan diakibatkan oleh kelalaian si pengemudi atau yang lebih dikenal dengan istilah human error. Para manufaktur otomotif ini sendiri berharap, bisa menekan angka kecelakaan lalu linas yang diakibatkan oleh human error.

Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error

Namun berbeda dengan apa yang tengah dikembangkan oleh sebuah startup yang berbasis di Bolton, Affectiva. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman futurecar.com (21/3/2018), Affectiva mengembangkan software unik yang akan memantau penumpang dan pengemudi yang ada di dalam kendaraan. Adapun tujuan dari Affectiva dalam menghadirkan produk unggulannya yang bernama Affectiva Automotive AI adalah untuk memonitor kewaspadaan pengemudi yang tengah berkendara, semata-mata untuk membantu mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas.

“Affectiva Automotive AI menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengukur keadaan emosi dan kognitif pengguna kendaraan secara real-time,” ungkap CEO dan co-founder dari Affectiva, Rana el Kaliouby. Dengan menggunakan kecerdasan buatan seperti yang tertanam di Affectiva Automotive AI, bukan tidak mungkin moda otonom di masa yang akan datang dapat melakukan penyesuaian secara otomatis jika suasana hati si pengemudi sedang tidak menentu.

“Affectiva adalah satu-satunya perusahaan Artificial Intelligence (AI) yang dapat menyampaikan analisa seseorang dengan menggunakan algoritma yang dibangun dengan arsitektur pembelajaran mendalam yang dikembangkan secara khusus,” tutur Rana.

Wanita bergelar Doktor ini mengatakan bahwa perangkat lunak yang ia kembangkan bersama Affectiva dapat mengukur ekspresi wajah yang menunjukkan kegembiraan, kemarahan, dan terkejut; ekspresi vokal seperti kemarahan, tawa, dan kegembiraan; hingga yang paling penting adalah tanda-tanda pengemudi mulai mengantuk, seperti menguap, mata yang terpejam, hingga kedipan yang tidak wajar.

Jika diperhatikan, Affectiva Automotive AI hampir serupa dengan aplikasi yang dikembangkan oleh seorang profesor dari Hong Kong Bapist University, yang bernama Cheung Yiu-Ming. Perbedaannya hanya terletak pada fungsinya saja, dimana sistem yang dkembangkan oleh Prof. Cheung Yiu-Ming ini hanya dapat mendeteksi pengemudi yang mengantuk saja. Ketika sistem ini menemukan si pengemudi yang mulai mengantuk, maka alarm akan berbunyi.

Baca Juga: Aplikasi ini Dirancang Untuk Sadarkan Pengemudi Lelah dan Mengantuk

Alarm tersebut tidak akan berhenti berdering jika si pengemudi tidak memasukkan kode khusus yang sudah ia atur sebelumnya. Namun jika ditelaah lebih dalam, kehadiran aplikasi semacam ini dapat mengancam keselamatan pengendara, karena daya kejut dari alarm yang mampu mengagetkan si pengemudi dan bukan tidak mungkin moda tersebut akan mengalami kecelakaan.

Changi Sabet Gelar Bandara Terbaik Dunia Enam Tahun Berturut

Siapa yang tak kenal Singapura? Negara dengan maskot Merlion ini memiliki bandara yang cukup sibuk. Ya, Changi International Airport, menjadi salah satu hub transit banyak maskapai baik ke dan dari Eropa maupun Amerika. Bahkan ke sekitaran Asia pun, Changi juga menjadi salah satu tempat transit pesawat milik maskapai dunia.

Baca juga: Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang

Bandara Changi kali ini kembali menyabet gelar enam kali berturut-turut sebagai Bandara Terbaik Dunia pilihan pelancong dalam 2018 World Airports Awards yang diadakan oleh Skytrax. Ini juga menjadi sebuah sejarah dimana untuk pertama kalinya sebuah bandara memenangkan penghargaan prestisiuns tersebut selama enam tahun berturut-turut.

Bukan hanya sebagai bandara terbaik dunia, Changi juga menyabet gelar Bandara dengan Kenyamanan Fasilitas Terbaik. Acara pemilihan ini diadakan di Passenger Terminal EXPO di Stockholm, Swedia 21 Maret 2018 kemarin.

“Terpilih sebagai Bandara Terbau dunia enam tahun berturut-turut adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi Bandara Changi Singapura, serta merupakan bukti akan popularitas Bandara Changi diantara para pelancong udara. Bandara Changi sangat fokus dalam membuat pengalaman bepergian di bandara menjadi nyaman dan praktis, dan terus berinovasi dengan produk dan layanan baru. Dinobatkan sebagai ‘Bandar Udara Terbaik di Dunia’ merupakan pengakuan bagi seluruh anggota staf di bandara yang berkontribusi pada kesuksesan Bandara Changi,” kata Edward Plaisted, CEO of Skytrax yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (22/3/2018).

Chief Executive Officer of Changi Airport Group Lee Seow Hiang mengatakan, pihaknya bangga dinobatkan sebagai Bandara Terbaik Skytrax selama enam tahun berturut-turut. Ini adalah pencapaian yang berarti bagi bandara Changi dan mendorong pihaknya untuk terus memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung yang bepergian melalui Changi.

Bandara Changi sendiri berada di urutan pertama melewati bandara Incheon Seoul di urutan kedua, Tokyo Haneda di urutan ketiga. Urutan keempat ada Hongkong, Doha Hamad urutan kelima, Munich keenam, Centrair Nagoya di urutan ketujuh. Urutan kedelapan ada bandara Heathrow London, Zurich kesembilan dan yang terakhir bandara Frankfurt.

Dengan menjadi Bandara Terbaik Dunia, Kenyamanan Fasilitas Terbaik Dunia dan Bandara Terbaik di Asia, bandara Changi sendiri sudah memiliki Terminal 4 dan memperbaiki beberapa bagian di Terminal 1 di tahun 2017 kemarin. Sedangkan di tahun 2019 mendatang, Changi akan membuka Jewel Changi Changi Airport.

Baca juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi

Ini merupakan komplek ikonik yang diperuntukkan bagi banyak hal dan dilengkapi dengan destinasi hiburan tingkat dunia. Jewel Changi Airport sendiri dihadirkan untuk meningkatkan jumlah pelancong serta daya tarik Singapura sebagai salah satu destinasi.

Tak hanya itu, Changi juga tengah mencoba untuk menambah terminalnya satu lagi yakni Terminal 5 yang saat ini dalam pencanangan. Diketahui, tahun 2017, lebih dari 62,2 juta penumpang melalui hub salah satu Hub terbesar di Asia ini. Changi sendiri menjadi urutan keenam bandara tersibuk di dunia.

Boeing 737 Sabet Predikat Sebagai Pesawat Terlaris Sepanjang Sejarah Aviasi Global

Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda ketika ditanya soal pesawat yang paling banyak diproduksi hingga saat ini? Mungkin sebagian besar dari Anda akan menjawab salah satu produksian dari Boeing atau Airbus. Namun sayang sekali, bagi Anda yang menjawab Airbus, jawaban Anda kurang tepat karena tercatat hingga saat ini, salah satu armada dari Boeing masih merajai kategori pesawat yang paling banyak diproduksi sepanjang sejarah dunia aviasi global.

Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing

Belum ada satupun manufaktur pesawat yang bisa menyaingi kedigdayaan Boeing dalam urusan kuantitas produksi. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (19/3/2018), Boeing 737-lah yang hingga saat ini bercokol di urutan pertama pesawat yang paling banyak diproduksi di dunia, dengan total 10.000 pesawat!

Dengan nilai tersebut, Boeing 737 secara otomatis sudah mengalahkan sejumlah armada penerbangan ternama lainnya, seperti keluarga Airbus A320, Airbus A330, McDonnell Douglas MD-80, hingga Bombardier CRJ200. Boeing 737 sendiri pun memiliki beberapa varian, sebut saja Boeing 737-100, 737-200, 737-300, hingga beberapa yang paling baru seperti Boeing 737 Next Generation, Boeing 737 MAX, dan lain-lain.

Nah, sebagai generasi pertama dari keluarga Boeing 737, adalah Lufthansa, salah satu maskapai raksasa asal Negeri Bavaria, Jerman yang menjadi pelanggan pertama dari pesawat ini. Kala itu, Boeing 737-100 yang dipesan Lufthansa baru bisa menerbangkan 100 penumpang saja dalam sekali perjalanannya. Alhasil, 30 armada Boeing 737-100 berhasil dipasangkan livery Lufthansa. Walaupun tidak terlalu banyak, namun angka tersebut merupakan cikal bakal kesuksesan pesawat ini di masa yang akan datang.

Sumber: airportspotting.com

Untuk saat ini, Boeing 737-100 memang sudah tidak beroperasi lagi, mengingat teknologinya yang sudah tidak berterima dengan perkembangan jaman dewasa ini. Tapi jika Anda hendak melihat pesawat berjuluk ‘Baby Boeing’ ini, Anda bisa mengunjungi Seattle’s Museum of Flight yang berada di Amerika.

Baca Juga: Boeing 737 MAX 7, Pecahkan Rekor Internal Penjualan Pesawat Tercepat Sepanjang Sejarah!

Sementara untuk generasi selanjutnya, seperti Boeing 737-200 dan lain-lain, Anda masih bisa melihatnya mengudara, walaupun jumlahnya sudah tidak terlalu banyak. Ternyata, kecilnya persentase kecelakaan dari keluarga Boeing 737-lah yang akhirnya menjawab pertanyaan, “Mengapa Boeing 737 menjadi pesawat paling sukses di dunia aviasi?”.

Dari jutaan penerbangan yang sudah dilakukan oleh generasi awal dari pesawat ini, tercatat hanya 0,89 persen kecelakaan fatal yang pernah terjadi. Didasarkan pada awalan yang sangat baik, maka bukan suatu hal yang sulit bagi Boeing untuk tetap melanjutkan tren positif mereka di generasi-generasi selanjutnya.

The Causey Arch, Jembatan Kereta Tertua yang Kini Masih Bisa Dilihat Keberadaanya

Berbicara tentang kereta api, banyak hal yang bisa dinikmati yakni, jalurnya, kereta, lokomotif hingga stasiun. Namun, tak terlepas dari jalur, jembatan kereta juga menjadi satu hal yang menarik untuk diperbincangkan.

Baca juga: Grand Danyang-Kunshan, Jembatan Kereta Yang Panjangnya Melebihi Jarak Jakarta-Bandung!

Di Indonesia sendiri terdapat banyak jembatan kereta baik itu yang memiliki dua jalur atas bawah hingga yang tertinggi. Ternyata, ada jembatan lainnya yang bisa menjadi keunikan jalur kereta itu sendiri, salah satunya adalah The Causey Arch.

Jembatan kereta ini berada di dekat jembatan Stanley di County Durham, Inggris bagian utara. The Causey Arch merupakan jembatan kereta api tertua yang masih ada di dunia. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, jembatan ini merupakan saksi dan kunci warisan industri Inggris.

The Causey Arch sendiri dibangun oleh tukang batu bernama Ralph Wood pada tahun 1725-1726 silam. Pembangunannya sendiri didanai oleh sebuah konsorsium pemilik batu bara lokal yang dikenal sebagai Grand Allies dengan biaya £12 ribu atau sekitar Rp232 juta. Selesainya pembangunan jembatan ini pada 1726 membuat The Causey Arch menjadi jembatan dengan rentang lengkung terjauh yakni 31 meter. Rekor panjang lengkung terjauh tersebut, dipegang oleh The Causey Arch selama 30 tahun hingga 1756.

Pembangunan jalur kereta ini untuk pengangkutan batu bara dari Arch menuju ke sungai Tyne. Selama masa jayanya, jalur ini sendiri diketahui dilewati lebih dari 900 gerobak yang ditarik oleh kuda melintasi jembatan tersebut setiap harinya.

Namun, setelah Ralph merangcangnya, dia ketakutan jika lengkungan jembatan tersebut akan runtuh dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Tetapi, ketakutannya tersebut justru tak terjadi, bahkan jembatan The Causey Arch sendiri masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Sayangnya, meski sempat digunakan dan populer, jembatan tersebut tak lagi digunakan setelah Tanfield Colliery hancur karena kebakaran pada 1739. Bahkan, kini jembatan tersebut berada di Causet Arch Picnic Area dan terdapat sebuah prasasti yang tertulis “Ra. Wood, mason 1727”.

Baca juga: Sakalibel, Jejak Sejarah Jembatan Kereta Kedua Terpanjang di Indonesia

Jembatan tersebut sempat dipulihkan dan diperkuat pada 1980-an. Ada serangkaian jalur umum yang indah di sekitar area dan Causey Burn yang membentang di bawahnya. Pertambangan dekat jembatan adalah tempat yang populer bagi pemanjat tebing lokal. Causey Burn sendiri mengalir ke Beamish Burn yang kemudian mengalir ke River Team yang akhirnya dibuang ke Sungai Tyne.

DriveHER, Ride Sharing dengan Pengemudi Wanita dan Khusus Bagi Penumpang Wanita

Aplikasi ride sharing seperti Uber, Lyft hingga InstaRyde dan lainnya yang kini beredar di dunia lebih di dominasi oleh pengemudi pria. Sedangkan untuk pengemudi wanita sangat jarang atau hanya sekian persen dari pria.

Baca juga: “Ojek Online” Hadir di Melbourne, Tawarkan Mobilitas Tinggi dan Rendah Emisi

Pada 16 Maret 2018 kemarin, baru saja diluncurkan aplikasi ride sharing dengan pengemudi wanita. KabarPenumpang.com melansir dari laman inbrampton.com (16/3/2018), bahwa ride sharing yang bernama DriveHER tersebut akan hadir di jalanan GTA atau Greater Toronto Area.

Adanya aplikasi ini dibuat untuk mendorong keamanan, pemberdayaan, komunitas, kejujuran dan hal lainnya. “Prioritas kami adalah memastikan keamanan setiap wanita dalam perjalanan mereka. Baik itu penumpang maupun pengemudinya,” ujar DriveHER melalui situs web perusahaannya.

DriveHER mengatakan, di industri taksi Kanada pengemudi di dominasi oleh pria dan bila di rata-ratakan sebanyak 81,5 persen. Hal ini membuat DriveHER ingin mengubah hal tersebut untuk memberdayakan wanita untuk berada di belakang kemudi.

“Aplikasi DriveHER sendiri, adalah konsep yang jelas dan menarik. Jadi kami akan melihat seberapa besar daya tarik masyarakat dengan adanya aplikasi ride sharing ini,” kata DriveHER.

DriveHER sendiri tidak akan menaikkan harga dan memiliki fitur unik dimana perusahaan memiliki rencana untuk terhubung ke tempat penampungan dan menyediakan tumpangan kendaraan gratis bagi wanita dan anak-anak yang melarikan diri dari tindakan kekerasan rumah tangga. Aplikasi ride sharing ini menambahkan, jika ada penumpang pria yang ikut dalam mobil mereka dengan memiliki arah yang sama namun berbeda tujuan, pengemudilah yang menentukan akan seperti apa.

“Mereka (pengemudi) bisa memutuskan untuk membawa mereka atau merujuk ke layanan lain seperti Uber atau taksi konvensional lainnya,” kata DriveHER.

Baca juga: Tanpa Tarif Batas Jadi Senjata Ompreng.com Menangkan Pasar Ride-Sharing

Mereka menambahkan, bila pengemudi mengangkut penumpang pria tersebut, maka penumpang itu harus keluar terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk keselamatan penumpang wanita dimana mereka akan keluar yang paling terakhir.

Saat ini, DriveHER sudah membuka perekrutan untuk mengemudi bersama mereka. Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga memiliki rencana untuk memperluas layanannya ke seluruh Kanada.

Grabr, Aplikasi yang Mampu Konversikan Ruang Kosong di Koper Menjadi Uang!

Jika selama ini layanan ride-sharing seperti halnya Uber sudah berhasil menetaskan ribuan hingga jutaan layanan yang memudahkan mobilitas para penumpang di seluruh dunia, maka pernahkah Anda mendengar soal luggage-sharing? Dari namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa layanan ini berhubungan dengan penumpang, barang bawaan, dan sebuah layanan. Tapi sebenarnya, apa sih layanan luggage-sharing ini?

Baca Juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au, sebuah startup yang bermarkas di San Francisco, Grabr, mengembangkan sebuah aplikasi dimana para penggunanya bisa menitipkan barang yang mereka bawa kepada orang lain dalam sebuah penerbangan. Jika selama ini Anda lebih sering menitipkan barang yang Anda bawa kepada rekanan atau keluarga, dengan Grabr, Anda bisa menitipkan barang bawaan tersebut kepada orang lain yang berperan sebagai kurir.

Secara garis besar, penggunaan aplikasi ini dapat menguntungkan para penumpang yang membawa barang bawaan berlebih, pun tidak merugikan penumpang lain yang masih memiliki banyak ruang di dalam kopernya. Seperti halnya menyewakan ruang kosong yang berada di dalam kopernya, maka si penumpang yang menitipkan barang bawaannya ini diwajibkan untuk membayar sesuai dengan dana yang sudah disepakati sebelumnya, dan Grabr akan memotong 7 persen dari dana tersebut sebagai laba perusahaan.

Guna menghindari tindakan kriminal yang mungkin terjadi, pihak Grabr tidak akan terlebih dahulu menurunkan dana yang sudah dibayarkan oleh pihak penyewa sampai kedua belah pihak bertemu kembali dan mengembalikan barang yang dititipkan. Ketika barang yang dititipkan sudah kembali kepada empunya dan dana sewa sudah masuk ke akun si pemberi sewa, maka tujuan dari hadirnya aplikasi ini pun bisa dibilang sudah tercapai.

“Dengan menggunaka Grabr, penyewa bisa menghemat paling sedikit 30 persen ketimbang mereka harus membayar kelebihan beban kepada pihak maskapai,” ungkap Michele Chanin, kepala dari Grabr Brazil. Sadar akan kemungkinan terjadinya kecurangan di dalam pengoperasiannya, Chanin menyebutkan bahwa aplikasi Grabr memiliki tautan ke situs web lembaga bea cukai di seluruh dunia. “Pengguna tetap harus mematuhi peraturan bea cukai yang berlaku di suatu daerah,”terang Michele.

Baca Juga: Ini Alasan Pentingnya Plastik Wrap Untuk Barang Bawaan

Grabr, yang bersaing dengan aplikasi lain termasuk PiggyBee dan Backpack, telah mengawasi lebih dari 350.000 pengiriman secara global sejak operasi dimulai, mulai dari Moskow hingga ke Ho Chi Minh City. Walaupun belum begitu mendunia, namun aplikasi ini sangat berkembang di Brazil, mengingat ada banyak barang yang tidak diperjual-belikan di negara pencetak pemain bola handal tersebut.

KNKT Bocorkan Rahasia Pilih Bus Wisata Yang Berkeselamatan

Sebagai lembaga non struktural yang bertujuan untuk mewujudkan keselamatan transportasi, sudah menjadi satu kewajiban Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memberikan beragam himbauannya terkait dengan misi dari lembaga yang berada dan bertanggungjawab kepada Presiden ini. Dalam acara bertajuk Forum Tematik Bakohumas yang diadakan pada Kamis (22/3/2018) di Hotel Orchardz Pangeran Jayakarta, pihak KNKT memaparkan beberapa tips untuk memilih bus wisata yang berkeselamatan.

Baca juga: KNKT – Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman

Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, pihak KNKT membagi dua faktor yang dapat menunjang keselamatan tidak hanya ketika menggunakan bus wisata, pun kendaraan pribadi. Di sini, faktor kendaraan dan pengemudi memegang peranan penting dalam menunjang aspek keselamatan tersebut.

Pihak KNKT memaparkan bahwa sebelum memilih bus wisata, para penyewa bisa melakukan pengecekan terhadap kelaikan moda, mulai dari body kendaraan yang tidak keropos, kembang/tapak ban tidak dalam kondisi gundul, kaca depan yang tidak mengalami keretakan, hingga sistem lampu yang berfungsi dengan baik (lampu depan, rem, sein, mundur, dan lampu parkir).

Tidak hanya itu, dalam acara yang turut pula mengundang Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Bakohumas, Haryo Satmiko selaku Wakil Ketua KNKT pun menghimbau agar para calon penyewa bus wisata memperhatikan keberadaan dari instrumen penjunjang keselamatan, seperti kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, dan pintu darurat dalam bus yang hendak disewa tersebut. Tidak lupa, Haryo juga menambahkan bahwa sabuk pengaman (safety belt) harus berfungsi dengan baik. Maksudnya, ketika safety belt akan tersangkut ketika dihentakkan secara tiba-tiba.

Selain faktor kendaraan, kelaikan dari SDM-nya sendiri pun tidak boleh luput dari perhatian para penyewa. Mulai dari kehadiran pengemudi cadangan dan pembantu pengemudi yang menggunakan seragam resmi, hingga pengemudi dan pembantu pengemudi berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan

Apabila penyewa menemukan kondisi-kondisi yang tidak lazim selama berkendara, seperti pengemudi memainkan ponsel selama berkendara, pengemudi enggan bertukar posisi dengan pengemudi cadangan setelah berkendara lebih dari 4 jam, hingga pengemudi yang beristirahat di dalam kendaraan, pihak penyewa berhak melaporkan temuan tersebut kepada pihak PO bus terkait.

Tak Perlu ke Singapura, di Indonesia juga ada “Merlion”

Ada ungkapan yang menyebut, bahwa Anda belum sah ke Singapura jika belum menyempatkan berfoto di samping Merlion yang terletak di kawasan Marina Bay. Ya patung maskot Singapura ini menggambarkan perpaduan antara ikan duyung dan singa, dimana bagian bawahnya berbentuk ikan yang memiliki sirip, sedangkan kepalanya berbentuk singa jantan. Tapi jangan salah, ternyata Merlion berwarna putih yang menyemburkan air mancur tersebut bukan hanya ada di Singapura saja.

Baca juga: Pulau Sentosa, Eks Benteng Militer Yang Mendunia Karena Wisata

Memang lokasinya jauh dari Jakarta, tapi faktanya memang ada patung Merlion di kota kecil di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Bontang. Letak posisinya juga tak jauh berbeda yakni sama-sama di pinggir dekat perairan atau bisa dikatakan di tepi laut. Patung Merlion tersebut bukan sembarang atau sengaja di pasang begitu saja. Namun, pemasangan patung Merlion ini dikarenakan restoran adanya patung tersebut bernama Cafe Singapore.

Meski lebih kecil ukurannya dibanding di Singapura, patung Merlion ini juga menjadi salah satu destinasi para pelancong yang berkunjung ke Bontang. Biasanya para pelancong menyasar hingga ke restoran ini karena rasa penasarannya dibandingkan lapar atau menghabiskan waktu di kafe.

Sambil menikmati makanan serba seafood karena terletak di pinggir pantai, pelancong bisa merasakan desiran suara ombak dan berfoto dari berbagai sudut bersama Merlion yang berdiri gagah di kafe tersebut. Sebenarnya, kota Bontang juga tak kalah indahnya dengan Singapura, memiliki wilayah pesisir dengan wisata pantai yang bersih dan berpasir putih.

Bontang sendiri juga dikenal dengan tiga perusahaan besar yakni gas alam (Badak NGL), Pupuk dan amoniak (Pupuk Kalimantan Timur) dan batubara (Indominco Mandiri). Untuk sampai ke Bontang, para pelancong bisa naik pesawat menuju bandara Sepinggan di Balikpapan.

Kemudian meneruskan dengan mobil travel dengan waktu tempuh sekitar enam sampai delapan jam perjalanan dan hanya membayar ongkos Rp175 ribu. Tetapi sebenarnya bisa menggunakan penerbangan dari Bandara Sepinggan menuju Bontang yang memakan waktu sekitar 40 menit menggunakan pesawat milik PT Pupuk Kaltim atau Badan NGL. Sayangnya hanya ada penerbangan pagi dan siang serta penumpang umum bisa menggunakannya dengan tarif penerbangan sekitar Rp1,3 juta.

Baca juga: Sriwijaya Air Group ‘Sapa’ Tiga Kota di Kalimantan Barat

Untuk menikmati kota bontang sendiri, pelancong bisa menggunakan taksi, ojek maupun angkutan kota untuk berkeliling. Selain itu pelancong juga bisa menyewa kendaraan untuk menikmati Bontang dan menikmati Merlion Singapura rasa Indonesia tersebut.

PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi

Lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2018 yang berlangsung hari ini (21/3) menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan PT MRT Jakarta Tahun Buku 2017. Dalam rapat tersebut, disetujui pula penambahan organisasi direksi, yaitu Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis. Juga, penambahan satu komisaris. Dewan Komisaris akan menunjuk salah satu direksi untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis.

Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, Pekerjaan MRT Jakarta Dibekukan Sejenak

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari siaran pers (21/3/2018), Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian MRT Jakarta sampai saat ini. “Kami juga memberi apresiasi pada kerja komisaris dan direksi yang sudah bekerja keras untuk memastikan pekerjaan sesuai target, jadwal, dan anggaran sehingga saat ini proyek MRT Jakarta memiliki kualitas yang prima,” kata Sandiaga. “Kami juga berharap agar saat ini, pekerjaan pembangunan tetap dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan nantinya, ketika sudah beroperasi pada Maret 2019, aspek keselamatan penumpang juga tetap menjadi prioritas,” lanjut Sandiaga.

Dalam laporan tahunannya, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menyampaikan perkembangan pembangunan konstruksi MRT Jakarta fase 1. “Per 28 Februari, kita sudah mencapai total 91,86 %,” urainya sambal menunjukkan sejumlah gambar perkembangan di area depo dan stasiun bawah tanah. “Sedangkan untuk fase 2, kami rencanakan untuk groundbreaking pada Desember 2018,” ungkap ia. “Kami juga membentuk Operation Readiness Working Group untuk mengidentifikasi, membahas, dan mengoordinasi serta memberikan analisis terkait isu yang terjadi di lintas bidang guna memastikan penyelesaian target konstruksi dan kesiapan operasi Maret 2019 mendatang,” lanjut William.

Baca Juga: PT MRT Jakarta Siap Jajal Pembangunan Fase 2, Tapi….

Hadirnya MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Segera Terapkan E-Ticketing di Pelabuhan Air Putih-Sungai Selari, Inilah Alasan Pemda Bengkalis

Dalam waktu tak lama lagi, persisnya pada pertengahan Mei 2018, layanan Elektronic Ticketing (E-Ticketing) dijadwalkan akan dioperasikan pada Pelabuhan roro Air Putih-Sungai Selari. Maka lintasan ferry Air Putih-Sungai Selari menjadi yang kedua di Tanah Air dalam penerapan E-Ticketing di jasa penyeberangan lintas pulau, sebelumnya sistem E-Ticketing dari PT Mata Pensil Globalindo telah sukses diterapkan pada lintasan Merak-Bakauheni.

Baca juga: Pemda Bengkalis – Pelabuhan Roro Air Putih-Sungai Selari Segera Terapkan Sistem E-Ticketing 

Tentu ada alasan strategis dibalik penerapan E-Tickting di Pelabuhan roro Air Putih-Sungai Selari. Dikutip KabarPenumpang.com dari humas.bengkaliskab.go.id (20/3/2018), Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyebutkan alasan pihaknya memilih solusi E-Ticketing ini, “Setiap tahunnya, penggunaan penyeberangan roro terus meningkat. Dengan adanya E-Ticketing kami berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Bengkalis, dan tentunya mengurangi tingkat kebocoran, karena setiap orang maupun kendaraan tidak dapat lewat atau palang tidak terbuka jika tidak digesek dengan tiket,” ujar Amril Mukminin.

Amri menambahkan, banyak hal baru yang bisa kita ketahui setelah diluncurkan E-Ticketing, baik dari segi keamanan, efesiensi waktu juga akan lebih terjamin. Dalam pelaksanannya nanti, penggunaan automatic ticketing ini nantinya pada setiap penumpang akan memiliki sebuah kartu seperti ATM yang nantinya akan di pintu masuk yang telah tersedia di pelabuhan tersebut. “Sistem ini nantinya tidak akan menggunakan tiket yang disobek lagi, semuanya akan seperti penggunaan tiket jalan tol,” ungkapnya.

Menurut Bupati, peluncuran E-Ticketing ini memiliki banyak kegunaan baik dari keamanan, kenyamanan para pengguna, dan lebih cepat, serta jaminan terintegrasi. “Dengan diterapkan Automatic E-Ticketing pada pelabuhan penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari ini nantinya akan lebih aman, alasannya karena E-Ticketing ini memiliki sitem yang manifest, dan akan memproteksi semua kendaraan yang akan menggunakan penyeberangan roro ini,” ungkap Bupati.

Selain itu, solusi E-Ticketing di Bengkalis juga mengandalkan teknologi asli buatan Indonesia, hal ini dapat menghindari kecurangan yang telah terjadi pada penyeberangan roro di Air Putih-Sungai Selari, sehingga dalam satu hari daerah kita akan rugi jutaan rupiah.

“Automatic E-Ticketing juga lebih cepat, alasannya E-Ticketing ini juga telah mendapatkan validasi dari Amerika dan Jepang, bahkan setiap kapal yang akan bersandar di dermaga pelabuhan nantinya akan lebih tepat waktu, karena mereka harus menempelkan kartu pada deck yang telah tersedia pada kapal tersebut, sehingga jika terlambat beberapa menit saja, kapal tersebut akan terkena denda, dan ini adalah salah satu hal untuk menerapkan manajemen waktu penyeberangan kita,” papar Kepala Daerah Bengkalis itu.

Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edi Imhar mengatakan, Kabupaten Bengkalis sudah tiga tahun tidak menyesuaikan tarif penyebrangan. “Daerah lain sudah menyesuaikan. Sejalan dengan menerapkan E-Ticketing ini kita juga menyesuaikan penaikan tarif penyebrangan,” ungkap Djoko Edi Imhar.