PT MRT Jakarta Siap Jajal Pembangunan Fase 2, Tapi….

Sumber: KaoriNusantara

Belum selesai dengan fase pertama yang menghubungkan Lebak Bulus dan Bunderan HI, PT MRTJ sudah mulai mempersiapkan untuk pembangunan fase 2. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan rencananya fase 2 ini akan mulai digarap pada akhir tahun 2018 mendatang. Menurut studi kelayakan yang diadakan pada tahun 2013 silam, rencananya pembangunan fase 2 ini akan mengular dari Sarinah (Thamrin) menuju Kampung Bandan yang masuk ke dalam territorial Jakarta Utara.

Baca Juga: Satu Tahun Jelang Peluncuran, Ini Dia Perkembangan Terbaru dari MRT Jakarta!

Berdasarkan hasil pantauan KabarPenumpang.com pada acara Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta, Selasa (27/2/2018), di bilangan Menteng Jakarta Pusat, William mengutarakan rencananya untuk melakukan groundbreaking fase 2 pada bulan Desember 2018. “Kita harap appraisal mission di Februari ini sudah dimulai. Agustus 2018 mulai tender. Dan November itu sudah contract signing untuk fase II dan Desember mudah-mudahan sudah bisa dilakukan groundbreaking,” paparnya.

Berbanding terbalik dengan fase 1 yang didominasi oleh elevated section, William menandaskan bahwa rute yang membentang dari Sarinah hingga Kampung Bandan akan didominasi oleh underground section. “Nantinya, hanya stasiun Kampung Bandan yang elevated, sisanya underground,” tukas William. Adapun stasiun-stasiun yang nantinya akan berada di bawah tanah maksud William adalah: Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.

Mengingat kemungkinan masalah pembangunan fase 2 akan datang dari faktor geografis, maka PT MRTJ sudah memperhitungkan segala sesuatunya agar proses pembangunan fase 2 ini dapat berjalan dengan lancar. “Nantinya untuk yang Sawah Besar dan Mangga Besar ini akan vertikal. Jadi tidak kiri dan kanan tapi atas dan bawah. Kira-kira ini kondisi yang kita siapkan,” ujar William. Hal yang dimaksud di sini merupakan eksistensi terowongan fase 1 yang dibuat vertikal, sedangkan terowongan fase 2 akan dibuat bertingkat (horizontal).

Penerapan terowongan bertingkat itu merupakan salah satu hasil kajian dari tim konsultan Basic Engineering Design yang sebelumnya digandeng PT MRT Jakarta. Tidak hanya itu, Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar yang semula direncanakan berada di bawah sungai pun akan bergeser menjadi di bawah Jalan Gadjah Mada. “Ini untuk kemudahan konstruksi, sehingga tidak diperlukan pengalihan sungai,” ungkap William.

Baca Juga: Dinilai Punya Kinerja Terbaik, Sejumlah Kontraktor MRT Jakarta Raih SHES Award 2018

Menyinggung soal pendanaan yang sempat meradang di tubuh PT MRTJ, William menegakan bahwa saat ini pihaknya masih membahas mengenai kesepakatan pinjaman atau pendanaan dengan pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) yang juga akan menjadi salah satu sumber pembiayaan proyek MRT Jakarta fase 2. Dalam hal ini, William menyebutkan bahwa hal yang menghambat kesepakatan pendanaan adalah terkait soal pembebasan lahan. “Minggu ini delegasi JICA akan ke Jakarta. Diharapkan financial close akan selesai dalam beberapa bulan ke depan.” Tutupnya di akhir pertemuan.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan dihelat pada bulan Agustus mendatang, William menegaskan bahwa pembangunan MRT tidak akan mengganggu perhelatan akbar tersebut. “MRT (saat Asian Games) belum beroperasi. Tapi, kita memastikan bahwa bagian Sudirman-Thamrin itu tidak ada pekerjaan langsung selama Asian Games,” kata William.