Grabr, Aplikasi yang Mampu Konversikan Ruang Kosong di Koper Menjadi Uang!

Sumber: traveller.com.au

Jika selama ini layanan ride-sharing seperti halnya Uber sudah berhasil menetaskan ribuan hingga jutaan layanan yang memudahkan mobilitas para penumpang di seluruh dunia, maka pernahkah Anda mendengar soal luggage-sharing? Dari namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa layanan ini berhubungan dengan penumpang, barang bawaan, dan sebuah layanan. Tapi sebenarnya, apa sih layanan luggage-sharing ini?

Baca Juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au, sebuah startup yang bermarkas di San Francisco, Grabr, mengembangkan sebuah aplikasi dimana para penggunanya bisa menitipkan barang yang mereka bawa kepada orang lain dalam sebuah penerbangan. Jika selama ini Anda lebih sering menitipkan barang yang Anda bawa kepada rekanan atau keluarga, dengan Grabr, Anda bisa menitipkan barang bawaan tersebut kepada orang lain yang berperan sebagai kurir.

Secara garis besar, penggunaan aplikasi ini dapat menguntungkan para penumpang yang membawa barang bawaan berlebih, pun tidak merugikan penumpang lain yang masih memiliki banyak ruang di dalam kopernya. Seperti halnya menyewakan ruang kosong yang berada di dalam kopernya, maka si penumpang yang menitipkan barang bawaannya ini diwajibkan untuk membayar sesuai dengan dana yang sudah disepakati sebelumnya, dan Grabr akan memotong 7 persen dari dana tersebut sebagai laba perusahaan.

Guna menghindari tindakan kriminal yang mungkin terjadi, pihak Grabr tidak akan terlebih dahulu menurunkan dana yang sudah dibayarkan oleh pihak penyewa sampai kedua belah pihak bertemu kembali dan mengembalikan barang yang dititipkan. Ketika barang yang dititipkan sudah kembali kepada empunya dan dana sewa sudah masuk ke akun si pemberi sewa, maka tujuan dari hadirnya aplikasi ini pun bisa dibilang sudah tercapai.

“Dengan menggunaka Grabr, penyewa bisa menghemat paling sedikit 30 persen ketimbang mereka harus membayar kelebihan beban kepada pihak maskapai,” ungkap Michele Chanin, kepala dari Grabr Brazil. Sadar akan kemungkinan terjadinya kecurangan di dalam pengoperasiannya, Chanin menyebutkan bahwa aplikasi Grabr memiliki tautan ke situs web lembaga bea cukai di seluruh dunia. “Pengguna tetap harus mematuhi peraturan bea cukai yang berlaku di suatu daerah,”terang Michele.

Baca Juga: Ini Alasan Pentingnya Plastik Wrap Untuk Barang Bawaan

Grabr, yang bersaing dengan aplikasi lain termasuk PiggyBee dan Backpack, telah mengawasi lebih dari 350.000 pengiriman secara global sejak operasi dimulai, mulai dari Moskow hingga ke Ho Chi Minh City. Walaupun belum begitu mendunia, namun aplikasi ini sangat berkembang di Brazil, mengingat ada banyak barang yang tidak diperjual-belikan di negara pencetak pemain bola handal tersebut.