Aplikasi ini Diciptakan Khusus Untuk Membaca Ekspresi Anda Ketika Berkendara!

Sumber: futurecar.com

Dewasa ini, ada banyak sekali manufaktur otomotif yang tengah mengembangkan teknologi Electric Vehicle (EV) hingga moda otonom. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mengingkatkan keselamatan selama berkendara. Pasalnya, mayoritas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalanan diakibatkan oleh kelalaian si pengemudi atau yang lebih dikenal dengan istilah human error. Para manufaktur otomotif ini sendiri berharap, bisa menekan angka kecelakaan lalu linas yang diakibatkan oleh human error.

Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error

Namun berbeda dengan apa yang tengah dikembangkan oleh sebuah startup yang berbasis di Bolton, Affectiva. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman futurecar.com (21/3/2018), Affectiva mengembangkan software unik yang akan memantau penumpang dan pengemudi yang ada di dalam kendaraan. Adapun tujuan dari Affectiva dalam menghadirkan produk unggulannya yang bernama Affectiva Automotive AI adalah untuk memonitor kewaspadaan pengemudi yang tengah berkendara, semata-mata untuk membantu mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas.

“Affectiva Automotive AI menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengukur keadaan emosi dan kognitif pengguna kendaraan secara real-time,” ungkap CEO dan co-founder dari Affectiva, Rana el Kaliouby. Dengan menggunakan kecerdasan buatan seperti yang tertanam di Affectiva Automotive AI, bukan tidak mungkin moda otonom di masa yang akan datang dapat melakukan penyesuaian secara otomatis jika suasana hati si pengemudi sedang tidak menentu.

“Affectiva adalah satu-satunya perusahaan Artificial Intelligence (AI) yang dapat menyampaikan analisa seseorang dengan menggunakan algoritma yang dibangun dengan arsitektur pembelajaran mendalam yang dikembangkan secara khusus,” tutur Rana.

Wanita bergelar Doktor ini mengatakan bahwa perangkat lunak yang ia kembangkan bersama Affectiva dapat mengukur ekspresi wajah yang menunjukkan kegembiraan, kemarahan, dan terkejut; ekspresi vokal seperti kemarahan, tawa, dan kegembiraan; hingga yang paling penting adalah tanda-tanda pengemudi mulai mengantuk, seperti menguap, mata yang terpejam, hingga kedipan yang tidak wajar.

Jika diperhatikan, Affectiva Automotive AI hampir serupa dengan aplikasi yang dikembangkan oleh seorang profesor dari Hong Kong Bapist University, yang bernama Cheung Yiu-Ming. Perbedaannya hanya terletak pada fungsinya saja, dimana sistem yang dkembangkan oleh Prof. Cheung Yiu-Ming ini hanya dapat mendeteksi pengemudi yang mengantuk saja. Ketika sistem ini menemukan si pengemudi yang mulai mengantuk, maka alarm akan berbunyi.

Baca Juga: Aplikasi ini Dirancang Untuk Sadarkan Pengemudi Lelah dan Mengantuk

Alarm tersebut tidak akan berhenti berdering jika si pengemudi tidak memasukkan kode khusus yang sudah ia atur sebelumnya. Namun jika ditelaah lebih dalam, kehadiran aplikasi semacam ini dapat mengancam keselamatan pengendara, karena daya kejut dari alarm yang mampu mengagetkan si pengemudi dan bukan tidak mungkin moda tersebut akan mengalami kecelakaan.