Stasiun Sukacinta, Menjadi Besar Karena Tambang Batu Bara di Dekatnya

Stasiun Sukacinta yang terkenal dengan batu bara

Cinta sebuah perasaan yang membuat dua insan saling mengasihi dan menyayangi. Namun, apa jadinya jika kata suka dan cinta di jadikan satu? Mungkin yang ada di benak Anda adalah sebuah hubungan antar dua insan manusia.

Baca juga: Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Tapi sayangnya, ini bukanlah berkaitan dengan hal tersebut, melainkan nama sebuah stasiun yang berada di Sumatera Selatan. Stasiun ini bernama Sukacinta dan biasa di singkat SCT atau CINTO dalam komunikasi para pegawainya melalui Handy Talkie (HT).

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun ini berada di desa Suka Marga, kecamatan Merapi Barat, kabupaten Lahat, Sumatera Selatan dengan ketinggian +78 meter. Stasiun ini masuk Divisi Regional III (Divre) Palembang.

Meski menjadi salah satu stasiun kecil dan dulunya nyaris sulit ditemukan di peta bahkan tak pernah terdengar namanya. Namun, kini sudah berbeda jauh, apalagi ternyata stasiun Sukacinta berada dekat dengan tambang batu bara dan melayani kereta api pengangkut batu bara.

Kereta batu bara ini juga bernama sama dengan stasiunnya yakni kereta api batu bara Sukacinta. KA Sukacinta sendiri merupakan sebutan KA pengangkut batu bara milik dua perusahaan swasta yaitu PT Bara Alam Utama (PT BAU) dan PT Bara Multi Sugih Sentosa (PT BMSS).

Kedua perusahaan ini bekerja sama dengan PT KALOG sejak 2011 dan 2012 lalu. KA pengangkut batu bara tersebut dari Suka Marga menuju arah dermaga Kertapati untuk di ekspor ke luar negeri.

Meski stasiun kecil di masa lalunya, kini stasiun Sukacinta sudah menjadi stasiun besar. Dimana kini ada jalur sepur belok di jalur 1 dan 3 sepanjang 600 meter. Selain itu peninggian jalan kereta api untuk keperluan bongkar muat, pemasangan wesel, tiang listrik baru hingga pembuatan rumah sinyal.

Baca juga: D52, Lokomotif Uap Modern Pasca Kemerdekaan Indonesia

KA SCT memiliki frekuensi perjalanan dengan relasi dari stasiun Sukacinta menuju Kertapati atau stasiun Simpang sebanyak 12 kali. Rata-rata panjang rangkaiannya berjumlah 60 gerbong data dengan berat maksimum dari PT INKA 50 ton.

Stasiun Sukacinta juga menjadi salah satu stasiun persilangan dan terkadang kereta penumpang yang menuju stasiun Lahat berhenti jika ada kereta lain akan melintas.