Eco4, Kereta Otonom Ramah Lingkungan Mahakarya Bombardier

Bombardier Eco4. Sumber: ecofriend.com

Tidak hanya menitik beratkan fokus perusahaannya di dunia kedirgantaraan saja, Bombardier juga belakangan ini diketahui pernah merancang sebuah kereta berkecepatan tinggi yang menggunakan teknologi levitasi magnetik, mirip dengan apa yang terdapat pada moda futuristik Hyperloop. Perusahaan yang dibentuk pertama kali oleh Joseph Armand Bombardier ini mengaku bahwa kereta berkecepatan tinggi memiliki peran penting di sektor transportasi, khususnya di perjalanan jarak jauh.

Baca Juga: Kendati Futuristik, Tapi Pandangan Ahli Tentang Hyperloop Ternyata Berbeda!

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman inhabitat.com, adalah Francisco Lupin, seseorang yang merancang Bombardier Eco4, kereta berkecepatan tinggi yang menggunakan energi berkelanjutan sebagai sumber tenaganya. Uniknya, kereta yang menggunakan toknologi levitasi magnetik ini memanfaatkan energi matahari yang terbarukan ketika beroperasi. Dengan menggunakan energi terbarukan, dapat dipastikan kereta ini akan jauh lebih hemat energi ketimbang kereta konvensional lainnya.

Karena menggunakan tenaga cahaya matahari, maka tidak heran jika di bagian atap kereta inovatif ini terdapat serangkaian sel surya yang terhubung ke sistem motor, dimana hal tersebut memungkinkan panel surya bergerak hingga 30 derajat untuk menyesuaikan dengan posisi matahari. Rotasi panel ini pun diatur secara otomatis dengan menggunakan komputer onboard.

Layaknya pemberitaan tentang moda futuristik lain, Bombardier Eco4 ini pun rencananya akan menggunakan sistem pilot otomatis (otonom), yang akan memandu kereta teteap berjalan pada lintasan yang sudah ditentukan. Pergerakan otomatis ini pun akan dipantau dari pusat kendali dan terus diuji ulang di setiap stasiun guna memastikan sistem tersebut berjalan dengan lancar.

Sumber: ecofriend.com

Desain tempat duduk dari Bombardier Eco4 ini sendiri bisa dibilang unik karena sangat berbeda dengan mdoa transportasi lain yang sudah ada. Jika KRL Jabodetabek menggunakan formasi bangku yang saling berhadapan, maka Bombardier Eco4 ini menerapkan hal sebaliknya. Antar penumpang akan duduk saling memunggungi satu sama lain dalam satu deret bangku yang tersedia. Jika mereka hendak turun, penumpang cukup menekan tombol yang ada pada sandaran lengan bangku masing-masing, dan kereta akan berhenti di stasiun yang dimaksud.

Baca Juga: Tiga Tahun Lagi Cina Luncurkan Kereta Maglev Berkecepatan 600 Km Per Jam

Alih-alih menggunakan layar LCD atau LED, Bombardier Eco4 lebih memilih untuk menggunakan sebuah proyektor unik yang fungsinya hampir serupa dengan layar penampil informasi. Sebenarnya tujuan utama dari pengembangan konsep Bombardier Eco4 ini sangatlah sederhana, yaitu ingin menghadirkan sebuah moda transportasi futuristik yang lebih ramah lingkungan, namun tidak mengindahkan perkembangan teknologi yang dapat memanjakan para penggunanya.