Kelewat Tampan, Ground Crew ini Malah Dipotong Gaji! Kok Bisa?

Dikaruniai tampang yang rupawan memang merupakan satu anugerah dari Sang Maha Pencipta. Kendati tidak ada tolak ukur yang sahih mengenai tampang yang rupawan, namun kulit yang putih biasanya jadi indikator seorang pria masuk ke dalam kategori ganteng. Dan tidak melulu lho pria-pria ganteng seperti yang dijabarkan di atas dapat Anda temui di dunia entertainment saja, tapi di dunia transportasi juga ada!

Baca Juga: Ini Dia, Para Pekerja Ground Support System di Bandara

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman nextshark.com, seorang teknisi bandara di Xiamen, Cina berhasil terekam kamera penumpang tengah berjalan di apron, lengkap dengan seragam, kaca mata hitam, dan bermodalkan tampang yang rupawan. Penumpang yang mengabadikan momen tersebut pun lalu mengunggah hasil rekamannya ke platform video populer di Cina, Tik Tok.

https://www.youtube.com/watch?v=kUnTBIB0PsA

Tidak membutuhkan waktu lama agar video ini menjadi viral. Banyak dari warganet yang sudah menonton video ini lalu membanding-bandingkan ketampanan dari si ground crew dengan pemeran utama Drama Korea “Descendants of the Sun”, Song Joong Ki.

Namun alih-alih menjadi terkenal dan diundang ke sejumlah televisi setempat, ground crew ini malah mendapatkan penalti berupa pemotongan gaji dari perusahaan tempatnya bekerja! Lho, kok bisa? Ya, dalam video yang sudah disaksikan lebih dari satu juta penonton ini menampilkan si ground crew ganteng yang berada dalam kondsi tidak rapi plus memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

Perusahaan tempatnya bekerja menilai dandanan si ground crew ini telah melanggar kode etik perusahaan dan patut diberikan hukuman berupa potongan 10 persen dari gajinya. “Dengan beberapa pertimbangan, maka petugas kami patut dijatuhi hukuman,” ungkap salah satu sumber dari perusahaan tempat ground crew ganteng ini bekerja.

Tak pelak, berita tentang pomotongan gaji petugas bandara ini pun sontak menjadi topik perbincangan hangat di kalangan warganet ang seolah tidak terima dengan keputusan perusahaan. Alhasil, situs mikroblogging, Weibo pun menjadi sasaran dari ‘amukan’ warganet.

“Aku merasa kasihan kepadanya, mungkin dia orang pertama yang gajinya dipotong karena terlalu ganteng,” tulis salah seorang pengguna Weibo.

“Mungkin bosnya cemburu pada ketampanannya,” tandas pengguna lain.

Namun tidak semuanya menentang keputusan yang sudah ditelurkan oleh perusahaan. “Ketika Anda mengenakan seragam, sudah sewajarnya jika Anda harus mengikuti regulasi yang berlaku. Lain cerita jika Anda sudah tidak mengenakan seragam,” tulis salah seorang komentator.

Baca Juga: Video Ground Crew Lempar Bagasi Menjadi Viral, AirAsia Minta Maaf

Menyadari dirinya menjadi topik perbincangan di dunia maya, ground crew tampan ini pun berterima kasih kepada semua ‘penggemar’ yang sudah mendukungnya dan meminta untuk tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang sudah diputuskan oleh perusahaan.

“Jujur, saya merasa sangat bahagia karena bisa menjadi terkenal dengan sangat cepat. Kesalahan bukanlah terletak pada perusahaan, tapi di diri saya sendiri karena telah melanggar kode etik yang berlaku,” terang ground crew yang disinyalir berusia 25 tahun ini.

Gubeng, Angkut Hasil Bumi Hingga Serdadu Belanda, Inilah Stasiun Kebanggaan Arek Suroboyo!

“Naik kereta api, tut tut tuuut.. Siapa hendak turut? Ke Bandung, Surabaya.. Bolehlah naik dengan percuma?”

Ya, penggalan lirik dari lagu ciptaan Ibu Soed berjudul Kereta Apiku (Naik Kereta Api) ini seolah sudah jadi lagu wajib setiap anak-anak di Indonesia. Terkait dengan lirik lagu tersebut, jika Bandung terkenal dengan Stasiun Bandungnya, maka Surabaya memiliki Stasiun Surabaya Gubeng. Kendati ada Stasiun Turi yang juga terkenal, namun stasiun yang terletak di Jalan Gubeng Masjid, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya ini memiliki sejarah yang menarik untuk dibahas.

Baca Juga: Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

Berada di bawah naungan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8, Stasiun Gubeng melayani keberangkatan kereta api dari Surabaya via jalur selatan menuju ke Bandung maupun Jakarta. Kala diresmikan pada 16 Mei 1878, Stasiun Gubeng merupakan salah satu stasiun kereta api milik Staatsspoorwegen (perusahaan kereta api Hindia Belanda) yang menjadi bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Soerabaja–Pasoeroean.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman kereta-api.info, sama halnya seperti Stasiun Bandung, pada masa awal berdirinya, Stasiun Gubeng ditujukan untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pelosok Jawa Timur, khususnya dari Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu. Beberapa tahun berselang, stasiun yang mulai dibangun pada 1870-an ini pun sempat beralih fungsi menjadi hub para serdadu Belanda yang akan dikirim ke berbagai daerah yang mengalami gejolak perlawanan dari kaum pribumi khususnya di sekitar Surabaya dan Pulau Jawa.

Stasiun Gubeng Lama. Sumber: istimewa

Tercatat, sejumlah renovasi pun dilakukan terhadap Stasiun Gubeng ini, seiring dengan Surabaya yang sudah resmi ‘naik kelas’ menjadi sebuah Kotamadya. Renovasi pertama terjadi pada tahun 1905 dimana atap peron menjadi fokus pembenahan ini. Kemudian pada tahun 1928, atap bangunan utama pun tak luput dari sasaran perbaikan. Dan renovasi paling besar terjadi pada tahun 1990-an, dimana sebuah bangunan baru berarsitektur modern didirikan di sebelah timur rel, dengan tujuan agar stasiun kebanggaan Arek Suroboyo ini dapat menampun jumlah penumpang yang lebih banyak.

Stasiun Gubeng Baru. Sumber: Heritage – Kereta Api Indonesia

Mengingat Stasiun Gubeng Lama didirikan ketika masa kolonial Belanda, maka tidak heran jika stasiun ini memiliki gaya bangunan kebelanda-belandaan atau Indische. Gaya ini ditandai dengan bangunan tembok tinggi kokoh yang pada pinggiran atapnya biasa diberi ornamen besi tempa, serta menggunakan jendela yang besar-besar dan memakai jalusi besi.

Baca Juga: Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Karakter arsitektur bangunan pintu utama Stasiun Gubeng Lama tampak begitu kokoh namun terkesan terbuka karena di sampingnya berjejer jendela-jendela lengkung yang berderet di sepanjang teras. Karena bentuknya yang unik nan artistik, tidaklah mengejutkan jika bangunan utama Stasiun Gubeng Lama menjadi salah satu bagian dari daftar Cagar Budaya yang ada di Kota Pahlawan ini.

Hingga kini, stasiun yang memiliki enam jalur utama dengan tujuh peron ini masih berdiri kokoh dan melayani puluhan keberangkatan dan kedatangan kereta api dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Ternyata 9 Jenis Barang Ini Sering Tertinggal di Bandara Lho!

Tertinggal barang tak sengaja atau lupa bisa terjadi pada siapapun. Salah satunya di bandara, tepatnya di pemeriksaan keamanan dan barang yang tertinggal dari kecil seperti cincin hingga yang besar seperti perangkat elektronik. Seperti di Australia, setiap tahun ada saja barang yang di serahkan untuk di simpan karena tertinggal.

Baca juga: Jaga Barang Agar Tak Dicuri, Ini Dia Tips Pencegahannya

Sekitar seribu item dalam sebulan di serahkan dan satu di antara tiga barang bisa kembali kepada pemiliknya. Sisanya barang-barang tersebut biasanya di lelang dan dana hasil lelang di sumbangkan ke badan amal. Jenni Greaves, seorang pemimpin tim penjaga barang hilang di Bandara Brisbane mengatakan, barang yang bisa dikembalikan jika lengkap dengan tanda pengenal dan nomor teleponnya.

“Sungguh menakjubkan banyak orang tidak memiliki identitas apapun bahkan di koper mereka. Jika ada nomor telepon, kami bisa menghubungi pemilik dan barang mereka bisa kembali,” ujar Greaves.

Dia menambahkan, untuk meminimalisir tertinggalnya barang bawaan di keamanan, baiknya datang satu jam lebih awal ke bandara. Menurut Greaves, hal tersebut bisa membuat penumpang lebih tenang dan tidak terburu-buru hingga meninggalkan barang mereka.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman news.com.au (13/4/2018), setidaknya ada sembilan macam barang yang tertinggal setelah pemeriksaan keamanan.

1. Kacamata
Paling sering tertinggal di pemeriksaan keamanan. Bahkan model dan bentuk kacamata rata-rata hampir sama. Greaves mengatakan, akan sulit jika tidak ada pembeda khusus saat mencari kacamata penumpang yang hilang. “Jika ditemukan, berarti pemilik tersebut beruntung.”

2. Ikat pinggang
Setiap pemeriksaan keamanan, penumpang yang menggunakan ikat pinggang harus membukanya dan meletakkan dalam baki bersama barang lainnya. Ikat pinggang sering tertinggal karena penumpang terburu-buru mengejar penerbangan.

3. Cincin pernikahan
“Mengejutkan, ada beberapa perhiasan yang hilang. Biasanya sangat berharga seperti cincin pernikahan,” ujar Greaves.

4. Perangkat elektronik
Peraturan mengeluarkan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, kamera dan tablet dari tas membuat beberapa diantara penumpang lupa dan meninggalkannya. “Kami memiliki dua iPad Air baru, masih dalam kotak pembungkus dan tidak ada penumpang yang mengklaimnya,” ujar Greaves.

5. Minuman alkohol
Setiap beberapa bulan, ada lusinan botol minuman beralkohol yang tidak di klaim pemiliknya dan tertinggal. Kemudian minuman-minuman terebut di lelang dan dana hassilnya untuk kegiatan amal. “Tas bebas bea sering tertinggal di atas rak atau troli bagasi. Mereka memasukkan barang ke taksi dan melupakannya,” jelas Greaves.

6. Paspor
“Kami mendapt sekitar 60 paspor sebulan dan tidak kembali pada pemiliknya. Sebagian dari mereka tidak sadar paspor mereka hilang sampai waktu pergi ke negara lain,” kata Greaves.

Untuk mengurangi risiko kehilangan paspor, Greaves mengatakan, periksa paspor dan menyarankan untuk menempel nomor telepon di bagian depan paspor dan menyimpannya dengan baik di tempat aman setelah melalui imigrasi.

7. Mainan favorit
Salah satu bagian paling menyenangkan menurut Greaves adalah, dimana mereka bisa mengembalikan barang yang hilang dengan pemiliknya.

“Ada boneka teddy mungkin bukan barang baru tetapi sudah cukup kumal dan usang, karena banyak jahitan tambalan di sekitar boneka. Boneka milik seorang gadis kecil tersebut tertinggal saat akan melakukan perjalanan keluar negeri. Ayah gadis kecil tersebut kembali dan mengatakan, dirinya belum tidur dan mengirim boneka tersebut ke tempat si gadis pergi,” jelas Greaves.

Baca juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya

8. Alat bantu
Jangan salah, tak hanya barang berharga, alat bantu jalan seperti kruk, gigi palsu, kaki palsu higga alat bantu dengar juga sering tertinggal di bandara. Ini membuat para relawan bingung.

9. Tempat abu
Satu hal lainnya adalah tempat abu jenasah, seperti guci abu. “Barang seperti ini pernah tertinggal, untungnya di guci tersebut ada nama dan alamat rumah duka dan kami bisa menghubungi keluarga,” tutur Greaves.

Hadirkan Layanan Sepeda Listrik di Negeri Paman Sam, Uber Akuisisi JUMP

Setelah beberapa waktu yang lalu warganet dihebohkan dengan akuisisi Grab terhadap Uber, kini perusahaan yang berbasis di San Francisco, California ini diketahui mulai menjajal moda lain yang dipercaya mampu menaikkan value dari perusahaan. Rencana pengadaan moda baru di armada Uber ini secara tidak langsung berkaitan dengan upaya pemerintah yang tengah memerangi polusi udara.

Baca Juga: Yuk Bersepeda, Mengurangi Polusi Sembari Membakar Kalori di Tubuh

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (11/4/2018), Uber rencananya akan menambahkan armada sepeda listrik ke dalam layanannya. Tentu saja, dalam upayanya untuk menghadirkan moda ini, Uber tidak melangkah sendiri. Perusahaan yang berdiri berkat jasa Travis Kalanick dan Garrett Camp ini mengakuisisi layanan electric bike-sharing, JUMP.

Sebelum diakuisisi Uber, JUMP yang merupakan sebuah startup berbasis di San Francisco ini diketahui sudah memiliki pangsa pasar sendiri. Bagi warga Washington DC yang hendak menggunakan sepeda listrik yang disewakan oleh JUMP, diharuskan untuk membayar US$2 atau yang setara dengan Rp27.500 per 30 menitnya.

Setelah selesai, para penyewa ini akan mengembalikan dan mengunci sepeda listrik tersebut di lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebelum mengakuisisinya, pihak Uber telah terlebih dahulu menimbang, apakah layanan tersebut nantinya akan berjalan mulus atau tidak. “Hari ini, kami secara bangga mengumumkan bahwa telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi JUMP Bikes, yang juga sudah kami uji di San Francisco,” tulis pihak Uber di laman resminya, Senin (9/4/2018). “Fokus kami adalah untuk mengembangkan smart technologies untuk smart cities,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO dari JUMP, Ryan Rzepecki mengaku sangat antusias dengan langkah yang telah diambil oleh Uber. “Saya sangat senang ketika produk yang kami kembangkan dapat menjadi bagian dari Uber,” ungkap Ryan.

Nantinya, para pengguna Uber di Negeri Paman Sam akan menjumpai ikon sepeda di laman utama aplikasi Uber. Ketika ikon tersebut ditekan, maka aplikasi akan menampilkan peta yang dilengkapi dengan titik-titik penyewaan sepeda listrik JUMP. Dari sini, Anda bisa memilih salah satu dari spot penyewaan tersebut, dan memesannya.

Baca Juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik

“Dengan adanya layanan sepeda listrik dari JUMP ini, para konsumen dapat menikmati kenyamanan dalam berkendara dan tentu saja ramah lingkungan,” jelas pihak Uber. Selain mempertimbangkan soal keramahan lingkungannya, Uber pun tidak menampik bahwa upaya yang dilakukannya ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas orang-orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Bahkan mereka pun berharap supaya orang-orang dapat merubah kebiasaan menggunakan pribadi, dan beralih menggunakan layanan terpadu seperti Uber.

“Dengan mencapai angan dan tujuan tersebut, pada akhirnya akan berdampak pada situasi kota yang lebih kondusif. Kemacetan dan polusi secara bertahap akan berkurang,” tegasnya dalam lama resmi Uber. Sayangnya, pihak Uber masih enggan berkomentar kapan layanan serupa akan berkembang di kota lain.

Stasiun Tokyo, Merangkap Jadi Museum dan Saksi Bisu Pembunuhan Dua PM Jepang

Mengulas kemajemukan yang ada di Negeri Sakura, Jepang memang tidak akan ada habisnya. Mulai dari budaya hingga jaringan transportasi yang ada di negara penghasil film kartun ini, semuanya menarik untuk dibahas. Tidak terkecuali bagi titik awal dan akhir bagi kebanyakan shinkansen yang beroperasi di Jepang, Stasiun Tokyo.

Baca Juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

Stasiun yang pada tahun 2014 silam memasuki usia satu abad ini terletak di distrik perkantoran Marunouchi, Tokyo. Lokasi dari stasiun ini pun tergolong strategis, karena berada di dekat Istana Kekaisaran Jepang dan distrik komersial paling mewah di Tokyo, Ginza. Berdirinya stasiun ini dimulai pada tahun 1889, dimana komite kota Tokyo berencana untuk membangun sebuah stasiun yang menghubungkan terminal Tōkaidō Main Line di Shinbashi ke terminal Nippon Railway (sekarang Tōhoku Main Line) di Ueno.

Seiring banyaknya gangguan, pembangunan stasiun ini sendiri baru dimulai pada tahun 1908. Enam tahun berselang, tepatnya pada 20 Desember 1914, otoritas setempat meresmikan Stasiun Tokyo yang memiliki komposisi dua platform melayani kereta listrik, sedangkan dua lainnya melayani kereta non-listrik.

Rasanya sangat mustahil jika di usianya yang kini sudah melebihi 100 tahun, Stasiun Tokyo tidak memiliki catatan sejarah. Siapa sangka, dibalik megahnya stasiun ini ternyata menyiratkan cerita pembunuhan dua Perdana Menteri Jepang, Hara Takashi (PM ke-10) pada tahun 1921, dan Osachi Hamaguchi pada 14 November 1930. Lalu, apalagi cerita yang jarang diketahui publik tentang Stasiun Tokyo ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun lima fakta tentang stasiun tersibuk di Jepang ini, dikutip dari laman cnn.com.

Salah Satu Stasiun Terpanjang di Jepang
Selain tersibuk, Stasiun Tokyo juga digalang-galang sebagai stasiun terpanjang di Jepang, lho! Dengan panjangnya yang mencapai 304 meter, stasiun ini mampu menampung 14 jalur sekaligus, termasuk Tokaido Shinkansen, kereta api berkecepatan tinggi yang paling sering plesir keliling dunia.

Memiliki Hubungan Terselubung Dengan Pihak Belanda

Amsterdam Centraal Station. Sumber: wikipedia

Beberapa orang mengatakan Gedung Marunouchi (Stasiun Tokyo) dirancang agar terlihat seperti stasiun kereta api Amsterdam Centraal di Belanda. Kendati ada bukti sahih yang memperkuat pernyataan ini, namun pada dasarnya Tokyo memiliki persetujuan sister-station dengan pihak Belanda, pun dengan Grand Central Terminal di New York.

Punya Jalan Rahasia
Entah hanya sekedar mitos atau kenyataan, namun rumor yang beredar menyebutkan bahwa Stasiun Tokyo memiliki jalan rahasia yang menghubungkan bangunan stasiun dengan beberapa bangunan penting pemerintahan.

Baca Juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Stasiun yang Merangkap Museum
Diketahui, sebanyak 2,3 juta pengunjung telah melihat koleksi dari museum yang menyajikan seni kontemporer hingga tema yang berkaitan dengan kereta api Jepang,sejak dibuka pada tahun 1988 silam. Kendati museum ini sempat ditutup dan dibuka kembali pada tahun 2012, namun hal tersebut tidak menyurutkan minat para pengujung.

Stasiun yang Merangkap Pusat Jajanan dan Souvenir

Kitchen Street. Sumber: halalinjapan.com
Character Street. Sumber: wowsabi.com

Tidak lengkap rasanya jika membicarakan Tokyo tanpa menyinggung soal makanan. Di Stasiun Tokyo, Anda tidak perlu berjalan keluar untuk menemukan pusat jajanan yang cukup komplit. Ada Kitchen Street dan Tokyo Ramen Street yang menjajakan beragam penganan menggugah selera. Untuk souvenir, Anda bisa mengunjungi Tokyo Character Street dimana hasrat fans Hello Kitty, Moomins, dan Pokemon akan terpuaskan.

Pria “Penakluk Dunia” Ternyata Seorang Fotografer dan Pelatih Tenis

Berkelliling dunia bukanlah hal yang mudah dilakukan jika bukan perjalanan dinas atau kunjungan ke suatu negara. Namun beberapa di antara orang-orang di dunia ini bisa dikatakan hampir menjelajah seluruh dunia yakni Duke of Edinburgh atau Paus Yohanes Paulus II.

Baca juga: Serba-Serbi Empat Warna Pada Cover Paspor

Tetapi ternyata mereka bukanlah pria yang paling sering berkeliling dunia melainkan Sascha Grabow, seorang fotografer dan pelatih tenis mengklaim telah mengunjungi 207 negara sejak tahun 1987 hingga 2016 lalu. Dia memiliki situs website bernama greatestglobetrotters.com.

Kemudian dibawahnya ada Duke of Edinburgh dari Inggris telah menjajaki 143 negara sejak 1939 lalu. Almarhum Paus Yohanes Paulus II selama hidupnya pernah mengunjungi 129 negara sejak tahun 1978-2005. Kemudian ada Michael Palin yang mengunjungi 96 negara dari tahun 1980 lalu. KabarPenumpang.com merangkum dari laman scmp.com, bahwa mereka merupakan empat dari sepuluh besar pria yang paling sering bepergian di dunia.

Di tempat ke 11, ada Mike Spencer Bown yang menulis perjalanannya melalui buku The World’s Most Travelled Man: A Twenty-Three-Year Odyssey to and Through Every Country on the Planet pada 2017 lalu. Buku ini menunjukkan hal-hal yang berbeda dengan beberapa istilah yang sulit untuk di definisikan.

“Tidak pernah membuat hidup saya dari Instagram atau blogging gaya hidup atau podcasting atau salah satu metode teknologi modern lainnya, di mana perjalanan dapat dipertahankan dengan berbagi pengalaman seseorang dengan tujuan untuk memonetisasinya,” klaim Bown dalam bukunya.

Tetapi, hal yang sama tidak dapat dikatakan tentang wanita pada peringkat pertama dalam daftar paling sering bepergian di dunia yakni Cassandra De Pecol. Wanita ini telah mengunungi 196 negara sejak Juli 2015 hingga Ferbuari 2017.

Cassandra diketahui lebih menyukai publisitas dan mempromosikan dirinya melalui media sosial serta membuatnya mendapat kritik serta penindasan di dunia maya. Sedangkan Dumitru Dan, pria asal Rumania ini telah mengunjungi 76 negara sejak tahun 1910 hingga 1923 silam.

Perjalanan miliknya begitu epik di seluruh dunia dimana perjalannya dimulai bersama tiga teman dan ketiganya meninggal tahun 1915. Ada yang meninggal dikarenakan keracunan opium, jatuh dari gunung dan yang terakhir meninggal setelah kedua kakinya diamputasi karena gangren.

Baca juga: Wisatawan Indonesia Menjadi Yang Paling Digital Ketiga Dunia

Saat Dan mengklaim hadiah 100 ribu Francenya dari Touring Club de France, hadiah tersebut diterimanya dalam jumlah sedikit karena inflasi nilai mata uang yang menurun. Sayangnya, tidak ada satu buku pun bahkan dalam bahasa Inggris yang menuliskan tentang Dan.

Gunakan Armada ‘Sementara’, Menteri Transportasi Kamboja Resmikan Layanan Kereta Bandara

Tidak bisa dipungkiri, hadirnya layanan pemadu moda memang dapat memudahkan mobilitas penumpang yang hendak bertolak menuju prasarana transportasi satu dan lainnya, pun sebaliknya. Jika dari dalam negeri ada layanan JA Connexion milik Perum Damri, dimana salah satu rutenya menghubungkan Stasiun Gambir dan Bandara Internasional Soekarno Hatta, maka beda cerita dengan layanan yang ada di Kamboja.

Baca Juga: Bus Bandara Kini Lewati Jalur Mall dan Hotel Jabodetabek

Diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pada tanggal 10 April kemarin, Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, Sun Chanthol, secara resmi membuka layanan antar-jemput penumpang dari stasiun kereta utama yang berada di Monivong Boulevard, Phnom Penh menuju Phnom Penh International Airport. Sebagai ajang promosi Soft Launching, penumpang pun tidak akan dikenakan biaya hingga kereta ini mulai memasuki layanan penuh pada Juli 2018 mendatang.

Sun Chanthol. Sumber: voa

“Layanan kereta api (menuju) bandara akan membantu penumpang untuk melewati lalu lintas yang sibuk di jalan dari kota ke bandara,” tutur Sun Chanthol, dikutip dari laman khmertimeskh.com (10/4/2018). “Perjalanan sendiri diperkirakan memakan waktu 45 menit, dengan interval keberangkatan 20 menit sekali, 24 jam dalam sehari,” tambahnya.

Perkara armada, Sun Chanthol mengatakan bahwa layanan ini akan digerakkan lokomotif diesel listrik dengan tiga unit gerbong, dimana dalam satu gerbong kereta dapat memuat 56 penumpang duduk, dan 45-50 penumpang berdiri. Ketika sudah memasuki layanan penuh Juli mendatang, Royal Railway selaku operator dari layanan ini pun akan mengganti armada kereta bandara ini dengan yang lebih canggih.

Baca Juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta

Adapun armada baru yang didatangkan langsung dari Meksiko ini dilengkapi dengan toilet, pintu otomatis, WiFi, televisi, dan dapat melaju hingga kecepatan 80 km per jam. Secara otomatis, estimasi waktu tempuh pun akan mengalami penyusutan menjadi 25 menit saja untuk menempuh jarak 9,6 km.

Ketika ditanya mengenai harga yang kiranya akan diberlakukan layanan ini, baik Sun Chanthol maupun Kith Meng selaku pemilik dari Royal Group (induk perusahaan Royal Railways) enggan membubuhi komentar sepatah kata pun.

Adu Jotos Ketika Mabuk, Dua ‘Pegulat Amatir’ ini Nyaris Tertabrak Kereta!

Warga London yang berada di jaringan kereta bawah tanah Victoria Line, tepatnya di stasiun Green Park, menyaksikan secara langsung adegan perkelahian persis seperti yang ditayangkan pada film-film action. Bagaimana tidak, dua orang pria yang disinyalir tengah berada di bawah pengaruh minuman keras saling beradu bogem mentah sebelum akhirnya mereka berdua nyaris jatuh ke rel.

Baca Juga: Dua Pria Terlibat Duel Sengit di Gerbong SMRT, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya

Lebih parahnya lagi, kedua pria ini hampir saja kehilangan nyawanya karena tepat beberapa saat setelah mereka terjatuh, sebuah kereta melintas. Untungnya, para penumpang lain yang turut menyaksikan aksi barbar tersebut berhasil menarik mereka ke tempat yang aman.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (5/4/2018), kejadian ini sendiri terjadi pada tanggal 1 April 2018, pukul 01.30 dini hari waktu setempat. Adalah Boguslaw Rybski (34 tahun) dan Przemyslaw Zawisza (26 tahun), dua ‘pegulat amatir’ yang berhasil diidentifikasi pihak kepolisian setempat.

Para saksi mata sendiri awalnya melihat mereka beradu argumen di tepian rel sebelum akhirnya saling melayangkan kepalan satu sama lain. Mereka pun meyakini bahwa kedua pria ini tengah mabuk parah karena tutur bahasa yang mereka lontarkan mencerminkan bahwa mereka sedang dalam kondisi tidak sadar.

https://www.youtube.com/watch?v=IHc4EPurhcc

Dapat disaksikan sendiri, dalam rekaman yang berhasil diabadikan salah seorang saksi mata dalam kejadian tersebut, tampak keduanya saling ‘mengunci’ sebelum akhirnya tergelincir ke rel. Beruntung, Londoners (sebutan untuk warga London) yang menyaksikan kejadian tersebut dengan sigap menarik mereka ke tempat yang aman sebelum akhirnya sebuah kereta dengan kecepatan tinggi melintas.

Tak pelak, penumpang yang menyelamatkan nyawa dari dua pria ini mendapat pujian dan tepuk tangan karena responnya yang cepat dan dianggap sebagai pahlawan. “Boguslaw Rybski, berusia 34 tahun dari Aboyne Drive, Wimbledon dan Przemyslaw Zawisza, berusia 26 tahun dari Park Lane Tottenham, sama-sama dituduh telah membahayakan keselamatan seseorang atau lebih, sebagaimana yang dilaporkan oleh petugas kereta api,” tutur pihak kepolisian yang menangani kasus ini. “Mereka dipastikan akan hadir di Pengadilan Westminster Magistrates sebelum tanggal 19 April,” tandasnya.

Baca Juga: Salah Paham, Penumpang IndiGo Airways Adu Jotos dengan Petugas di Apron

Sementara itu, Direktur Kebijakan Transportasi untuk Transport for London (TfL), Steve Burton mengatakan bahwa tindakana yang telah dilakukan oleh kedua orang ini sangat berbahaya. “Tindakan nekat ini tidak dapat ditoleransi dan polisi akan mengambil tindakan yang tepat.” Ungkap Steve.

Dipecat dan Difitnah, Mantan ‘Eksekutor’ David Dao Layangkan Tuntutan Ke United Airlines dan CDA

Masih ingatkah Anda dengan insiden yang menimpa Dr. David Dao, seorang penumpang United Airlines yang diseret paksa keluar dari kabin? Ya, lama tak tersiar kabar, kini kasus tersebut kembali mencuat setelah salah seorang petugas yang menyeret Dr. David Dao melayangkan gugatan kepada pihak maskapai yang terkenal akan tindakan kontroversialnya ini.

Baca Juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, adalah James Long, salah seorang petugas yang turut menyeret Dr. David Dao ini dibuat bingung bukan kepalang setelah dirinya dipecat dari Chicago Department of Aviation (CDA). Tepatnya pada Selasa, 10 April 2018 kemarin, James melayangkan gugatan atas pemutusan hubungan kerja yang dinilai tidak adil tersebut.

Mantan pegawai di CDA ini berdalih bahwa beberapa saat setelah video penyeretan Dr. David Dao menyebar, dirinya dipecat secara tidak hormat. Tidak berhenti sampai di situ, ia juga mengatakan bahwa Komisioner dari Chicago Aviation, Ginger Evans telah memfitnahnya di media sosial. “Petugas telah melakukan hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur James.

“Pernyataan palsu ini menyiratkan bahwa James Long tidak bertindak dalam kapasitasnya sebagai seorang perwira polisi,” tulis James dalam surat gugatannya itu. Selain menuntut keadilan, James yang sudah bekerja pada CDA sejak Januari 2015 ini pun menuntut ganti rugi berupa dana kompensasi yang tidak diturunkan oleh pihak perusahaan.

Tidak hanya CDA, James pun melayangkan tuntutannya pada pihak United. James mengatakan, semisal United telah memanggil pihak kepolisian ke dalam kabin, maka United harus menerima konsekuensi jika ada kontak fisik yang mungkin saja menciderai yang bersangkutan.

Guna menguatkan gugatannya tersebut, James pun mengatakan bahwa baik pihak United dan CDA tidak memberikannya pelatihan yang memadai untuk menangani penumpang yang melakukan tindakan tidak pantas. James pun tidak menyangkal bahwa dirinya telah menggunakan ‘kekuatannya’ untuk menyingkirkan David Dao, namun ia rasa tindakan tersebut perlu dilakukan karena sudah menjadi salah satu tujuan dipanggilnya petugas kepolisian ke dalam kabin.

Baca Juga: Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao

Sekedar mengingatkan kembali, Dr. David Dao terpaksa diseret keluar dari kabin setelah empat petugas United Airlines harus ikut dalam penerbangan menuju Louisville, Kentucky, Minggu (9/4/2017). Sebelum insiden kekerasan ini terjadi, pihak United telah meminta kepada penumpang untuk mengikhlaskan bangkunya dan akan diupahi US$800 sebagai biaya kompensasi, namun tidak ada yang menggubrisnya. Karena dikejar waktu, pihak United dan sejumlah kru CDA lalu memilih penumpang secara acak, dimana Dr. David Dao menjadi salah satu diantaranya.

Qantas Selipkan Cerita Unik di Balik Penerbangan Jarak Jauh Non-Stop Perdananya

Dapatkah Anda bayangkan bagaimana rasanya ‘terperangkap’ di dalam kabin selama lebih dari 17 jam bersama orang-orang yang mayoritas belum Anda ketahui sebelumnya? Tentu bagi sebagian orang, menempuh perjalanan selama ini non-stop akan sangat membosankan. Namun bagi sebagian lainnya, menempuh perjalanan jarak jauh dalam sekali penerbangan dianggap lebih efisien dalam soal waktu tempuh.

Baca Juga: April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London

Ya, hal seperti itulah yang dirasakan oleh sejumlah penumpang maskapai Qantas Airlines yang baru saja melakukan direct flight perdananya dari Australia menuju Inggris dalam beberapa waktu ke belakang. Diketahui, ini merupakan penerbangan jarak jauh paling lama kedua sepanjang sejarah aviasi global. Momen pendaratan Boeing 787-9 Dreamliner milik Qantas di London pun digalang-galang sebagai salah satu hari bersejarah di dunia penerbangan.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, penerbangan jarak jauh non-stop perdana itu sendiri dimulai dari Bandara Internasional Perth pada Sabtu (24/3/2018) pukul 11.00 waktu setempat, dan tiba di Bandara Internasional Heathrow pada Minggu (25/3/2018) pada pukul 04.03 waktu setempat.

Ya, armada dengan nomor registrasi QF9 ini sukses mengarungi angkasa selama 17 jam 2 menit dan mendaratkan penumpang yang mayoritas berisikan politisi, jurnalis, dan wisatawan tersebut. Armada Boeing 787-9 Dreamliner milik Qantas Airlines ini sendiri memang dirancang untuk mengakomodasi perjalanan jarak jauh dan telah disebut-sebut sebuah sebagai anugerah bagi industri pariwisata Australia.

Dikutip dari laman abc.net.au, Menteri Pariwisata Federal Steve Ciobo mengatakan rute Perth – London akan bertindak sebagai “gerbang” menuju negara bagian Australia Barat dan akan memberikan manfaat bagi negara-negara lain di Australia.

“Bagi banyak wisatawan internasional, tempat-tempat destinasi unggulan pariwisata di Australia Barat masih sulit terjangkau, bukan karena kawasan itu tidak tersedia bagi mereka, tetapi karena terlalu sulit untuk dijangkau karena sebelumnya destinasi wisata difokuskan pada kawasan di pantai timur,” tegasnya.

“Tidak pernah semudah ini bagi orang-orang dari Inggris atau lebih luas lagi di Eropa untuk datang ke Australia. Kami memiliki sekitar 730.000 turis yang datang ke Australia dan saya bertekad untuk meningkatkan pengeluaran mereka dan menumbuhkan jumlah mereka,” imbuh Steve.

Di lain pihak, CEO Qantas, Alan Joyce mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dengan diluncurkannya rute baru ini dan memiliki pandangan tersendiri terhadap rute penerbangan Perth – London. “Saya pikir, ini akan menjadi bagus sekali untuk pariwisata di negara bagian Australia Barat, karena kami selalu tahu bahwa ketika Anda memiliki layanan penerbangan langsung, akan ada peningkatan lalu lintas (kunjungan wisatawan) yang signifikan,” tuturnya optimis.

Baca Juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia

Selain menarik perhatian karena rekor penerbangannya, ternyata armada Qantas yang mengudara antar dunia ini juga menyelipkan cerita unik. Adalah Martina Dewberry dan suaminya, John, berada dalam penerbangan QF9 bersama dengan dua anak mereka, Isabelle, 5 tahun, dan Sam, 3 tahun. Lucunya, Drew yang sama sekali tidak ada niatan untuk mencicipi sensasi penerbangan jarak jauh ini.

“Agen perjalanan saya bertanya kepada kami ‘apakah Anda ingin berpergian dengan penerbangan non stop atau ingin transit dulu?’ Kami berkata ‘kami akan mengambil penerbangan nonstop’,” tuturnya. Ketika Drew mengabarkan rencana keberangkatannya kepada sang Ibu, ia malah terkejut ketika Ibunya mengatakan bahwa ia menaiki penerbangan jarak jauh non-stop perdana dari Qantas.

“Ketika saya berbicara dengan ibuku dia berkata ‘kapan kamu berangkat, tanggal 24? Yah, itu adalah penerbangan jarak jauh nonstop pertama ke London’,” kenangnya.