Qantas Selipkan Cerita Unik di Balik Penerbangan Jarak Jauh Non-Stop Perdananya

Sumber: thenational.ae

Dapatkah Anda bayangkan bagaimana rasanya ‘terperangkap’ di dalam kabin selama lebih dari 17 jam bersama orang-orang yang mayoritas belum Anda ketahui sebelumnya? Tentu bagi sebagian orang, menempuh perjalanan selama ini non-stop akan sangat membosankan. Namun bagi sebagian lainnya, menempuh perjalanan jarak jauh dalam sekali penerbangan dianggap lebih efisien dalam soal waktu tempuh.

Baca Juga: April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London

Ya, hal seperti itulah yang dirasakan oleh sejumlah penumpang maskapai Qantas Airlines yang baru saja melakukan direct flight perdananya dari Australia menuju Inggris dalam beberapa waktu ke belakang. Diketahui, ini merupakan penerbangan jarak jauh paling lama kedua sepanjang sejarah aviasi global. Momen pendaratan Boeing 787-9 Dreamliner milik Qantas di London pun digalang-galang sebagai salah satu hari bersejarah di dunia penerbangan.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, penerbangan jarak jauh non-stop perdana itu sendiri dimulai dari Bandara Internasional Perth pada Sabtu (24/3/2018) pukul 11.00 waktu setempat, dan tiba di Bandara Internasional Heathrow pada Minggu (25/3/2018) pada pukul 04.03 waktu setempat.

Ya, armada dengan nomor registrasi QF9 ini sukses mengarungi angkasa selama 17 jam 2 menit dan mendaratkan penumpang yang mayoritas berisikan politisi, jurnalis, dan wisatawan tersebut. Armada Boeing 787-9 Dreamliner milik Qantas Airlines ini sendiri memang dirancang untuk mengakomodasi perjalanan jarak jauh dan telah disebut-sebut sebuah sebagai anugerah bagi industri pariwisata Australia.

Dikutip dari laman abc.net.au, Menteri Pariwisata Federal Steve Ciobo mengatakan rute Perth – London akan bertindak sebagai “gerbang” menuju negara bagian Australia Barat dan akan memberikan manfaat bagi negara-negara lain di Australia.

“Bagi banyak wisatawan internasional, tempat-tempat destinasi unggulan pariwisata di Australia Barat masih sulit terjangkau, bukan karena kawasan itu tidak tersedia bagi mereka, tetapi karena terlalu sulit untuk dijangkau karena sebelumnya destinasi wisata difokuskan pada kawasan di pantai timur,” tegasnya.

“Tidak pernah semudah ini bagi orang-orang dari Inggris atau lebih luas lagi di Eropa untuk datang ke Australia. Kami memiliki sekitar 730.000 turis yang datang ke Australia dan saya bertekad untuk meningkatkan pengeluaran mereka dan menumbuhkan jumlah mereka,” imbuh Steve.

Di lain pihak, CEO Qantas, Alan Joyce mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dengan diluncurkannya rute baru ini dan memiliki pandangan tersendiri terhadap rute penerbangan Perth – London. “Saya pikir, ini akan menjadi bagus sekali untuk pariwisata di negara bagian Australia Barat, karena kami selalu tahu bahwa ketika Anda memiliki layanan penerbangan langsung, akan ada peningkatan lalu lintas (kunjungan wisatawan) yang signifikan,” tuturnya optimis.

Baca Juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia

Selain menarik perhatian karena rekor penerbangannya, ternyata armada Qantas yang mengudara antar dunia ini juga menyelipkan cerita unik. Adalah Martina Dewberry dan suaminya, John, berada dalam penerbangan QF9 bersama dengan dua anak mereka, Isabelle, 5 tahun, dan Sam, 3 tahun. Lucunya, Drew yang sama sekali tidak ada niatan untuk mencicipi sensasi penerbangan jarak jauh ini.

“Agen perjalanan saya bertanya kepada kami ‘apakah Anda ingin berpergian dengan penerbangan non stop atau ingin transit dulu?’ Kami berkata ‘kami akan mengambil penerbangan nonstop’,” tuturnya. Ketika Drew mengabarkan rencana keberangkatannya kepada sang Ibu, ia malah terkejut ketika Ibunya mengatakan bahwa ia menaiki penerbangan jarak jauh non-stop perdana dari Qantas.

“Ketika saya berbicara dengan ibuku dia berkata ‘kapan kamu berangkat, tanggal 24? Yah, itu adalah penerbangan jarak jauh nonstop pertama ke London’,” kenangnya.