Revolusi Pembelian Tiket Bus di Myanmar Tidak Lepas dari Peran Kakak-Beradik Ini

Sejak Myanmar mengijinkan perusahaan telekomunikasi asing melebarkan sayap di negaranya pada tahun 2014 silam, Negara berjuluk Tanah Emas tersebut mengalami transformasi yang sangat signifikan. Mulai dari biaya kartu SIM (ponsel) turun, kepemilikan ponsel melonjak dan “budidaya” startup mulai bermunculan di Yangon dan kota-kota besar lainnya. Namun transformasi tersebut tidaklah merata di segala bidang, salah satu yang terbelakang adalah dari industri layanan transportasi.

Tidak bisa dipungkiri, perjalanan bus dianggap lebih efisien daripada perjalanan menggunakan kereta api untuk berkeliling, walaupun pemesanan tiket bus tidaklah semudah yang Anda kira. Namun berkat terobosan yang dibuat oleh kakak-beradik Thet Mon Aye dan Zarni Nway Oo, kini membeli tiket bus sudah jauh lebih mudah dari sebelumnya. Mereka berdua merubah sistem pembelian tiket bus dari sistem analog menuju sistem digital.

Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman forbes.com, Aye mengatakan ide untuk merubah sistem tersebut tercetus setelah salah satu temannya ingin melakukan perjalanan menggunakan bus dari Yangoon menuju Bagan, namun karena tempat-tempat yang biasanya menjual tiket sudah tutup, akhirnya Aye menelurkan sebuah ide yang terbilang baru pada saat itu. “Jadi, kami berpikir, kenapa tidak membangun situs penjualan tiket saja?” tukas Aye melalui email. Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya kedua kakak-beradik ini meluncurkan Star Ticket di bawah payung perusahaan mereka, Ignite, yang mereka dirikan sejak tahun 2013.

Pengguna dapat membeli tiket melalui situs atau aplikasi Star Ticket, atau melalui mitra agensinya (seperti toko serba ada). Star Ticket juga menawarkan aplikasi agen yang memungkinkan individu untuk dapat menghasilkan pendapatan sampingan dengan menjual tiket ke konsumen. Layaknya pasar dalam bentuk individu, para pencari tiket juga bisa membeli tiket resmi melalui individu tersebut. Pembelian tiket ke agen individu menggunakan sistem perangkat lunak, dimana calon pembeli akan mendapatkan sebuah resi yang menunjukkan bahwa Ia telah membeli tiket resmi melalui agen individu Star Ticket.

Sumber: democrystal.com

Aye menambahkan bahwa Ia bersama Zarni Nway Oo ingin menumbuhkan bisnis dengan memiliki lebih banyak agen dan pengguna langsung tiket bus di masa yang akan datang. “Hingga kini, kami masih mempromosikan agen-agen tersebut, karena secara tidak langsung ini akan membantu mereka (para agen) untuk mendapatkan uang tambahan,” ujarnya.

Baca Juga: Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi Massal

Untuk kasus tertentu, staf Star Ticket akan mengirimkan tiket ke konsumen secara langsung dan menjelaskan pada mereka tentang aspek lain dari perjalanan itu. Tidak hanya itu, selain mempermudah orang-orang untuk membeli tiket dan mengatur perjalanan, kehadiran Star Ticket juga dinilai dapat membantu para turis mancanegara yang hendak melakukan perjalanan di Myanmar. Pelayanan ini berdasar pada kacamata Star Ticket yang menilai perjuangan para calon penumpang yang harus memesan tiket dari jauh-jauh hari.

Aye menilai, sebagian besar wisatawan melakukan pembayara secara online, dari mulai tiket pesawat hingga hotel. Ia menggambarkan, jika wisatawan akan berkunjung dalam waktu seminggu, maka ia akan menghabiskan banyak waktunya untuk menunggu bus yang masih menyediakan kursi, mengingat bus-bus tersebut biasanya penuh ketika musim libur. “Menurut analisis Kami, para turis lebih memilih menggunakan bus sebagai sarana transportasi di sini,” kata Aye.

Pada tahun 2016 kemarin, Star Ticket memberdayakan 500 vendor dan menjual kurang lebih 2.200 tiket perbulannya. Kerja keras kakak-beradik ini berbuah manis pada tahun 2015 silam, dimana Star Ticket mendapatkan penghargaan Rice Bowl Startup Awards dalam ajang Asean Entrepreneurship Summit. Tidak hanya sampai di situ, Star Ticket juga menerima hadiah berupa kucuran dana segar dari BOD Tech pada akhir 2016.

Jepang Tawarkan Teknologi Kereta Cepat Malaysia – Singapura

Malaysia sedang melakukan proyek pembangunan kereta api berkecepatan tinggi dari Kuala Lumpur menuju Singapura sejauh 350 kilometer. Dengan adanya kereta berkecepatan tinggi ini nantinya untuk mencapai Singapura dari Kuala Lumpur atau sebaliknya hanya dalam waktu 90 menit. Ini lebih cepat dari pada mobil atau bus yang memakan waktu hingga 4 jam perjalanan.

Adanya proyek ini, membuat Jepang menawarkan teknologi yang digunakan pada kereta peluru Shinknsen kepada Menteri Datuk Seri Abdul Rahman Dahlan di Kantor Perdana Menteri, Kamis (4/5/2017). Dikutip KabarPenumpang.com dari dailyexpress.com.my (5/5/2017) Abdul Rahman mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan, Kementerian Infrastruktur Transportasi dan Pariwisata Jepang Keiichi Ishii sudah membuat proposal mengenai penawaran teknologi kereta peluru Shinkansen saat melakukan kunjungan ke Malaysia.

The Daily Japan

Baca juga: Sistem Deteksi Dini Bencana Lengkapi Teknologi Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Tak hanya membuat proposal pengajuan, Ishii juga menjelaskan secara menyeluruh tentang teknologi dan biaya tender untuk pembuatan kereta peluru Shinkansen secara terperinci. Abdul Rahman mengatakan, sektor publik dan swasta Jepang sangat antusias terhadap proyek kereta cepat yang diperkirakan menelan biaya RM60 miliar hingga RM65 miliar. Menurutnya, ini ada indikasi dimana tingkat kepercayaan pemeritah Jepang terhadap kepemimpinan ekonomi Malaysia dan Perdana Meneteri Datuk Seri Najib Tun Razak.

“Ini adalah pertama kalinya pemerintah Jepang memberikan briefing menyeluruh dan mereka terbuka mengenai tingkat keamanan sistem dan biaya yang terinci dalam tender penawaran, yang akan berlangsung pada pertengahan 2018. Kami tahu kereta kecepatan tinggi Jepang termasuk yang terbaik di dunia dan memiliki reputasi besar dalam efisiensi teknologi,” katanya.

Abdul Rahman mengatakan Jepang ingin mengekspor sistem Shinkansen mereka di luar Jepang, dan saat ini mereka sedang membangun proyek kereta berkecepatan tinggi di India.

Baca juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia

Menteri Datuk Seri Abdul Rahman Dahlan

“Mereka (orang Jepang) melihat proyek ini yang menghubungkan Kuala Lumpur-Singapura sebagai proyek yang menonjol dan mereka sangat bersemangat untuk mengajukan penawaran dan memenangkan tender tersebut,” kata Abdul Rahman.

Nantinya bila terlaksana dengan baik, akan ada dua terminal satu di kota baru Bandar Malaysia di tepi Kuala Lumpur dan satu di Jurong East di Singapura. Pembangunan ini juga diharapkan selesai tahun 2026 mendatang.

Kereta berkecepatan tinggi ini akan berhenti di beberapa pemberhentian yakni di Seremban., Ayer Keroh, Muar, Batu Pahat dan Iskandar Puteri yang dulunya dikenal sebagai Nusajaya sebelum sampai ke Jurong East via Tuas. Diketahui selain Jepang, ada Cina, Korea Selatan dan beberapa perusahaan dari Amerika Serikat dan Eropa mengincar proyek kereta berkecepatan tinggi ini.

Italia (2): Berburu Wisata di Florence dalam Satu Hari

Melanjutkan kisah perjalanan di Italia, hari kedua kami tak membuang-buang waktu hanya di Venesia, kami melanjutkan perjalanan ke kota Florence. Dalam perjalanan menuju Florence kami memilih naik kereta api dari stasiun Santa Lucia, Venesia menuju stasiun Santa Maria Novella, Florence. Dari geografi, Florence berada di sebelah selatan Venesia, dan perjalanan dengan kereta cepat dapat kami tempuh selama lebih kurang 3 jam.

Baca juga: Italia (1) – Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta

Perjalanan menggunakan kereta menuju Florence menjadi yang paling popular dan diminati para pelancong. Untuk berkerata, kami sudah membeli tiket online kurang lebih tiga bulan sebelum jadwal keberangkatan. Tiket kereta Venesia – Florence (PP) sekitar 60 Euro bila dibeli secara online. Tetapi saat berada di stasiun, ada tiket box online bagi penumpang yang mau membeli secara langsung. Penasaran dengan harga tiket, saat itu kami coba melihat dan ternyata harga yang ditawarkan untuk pembelian langsung memiliki perbedaan cukup besar, yakni lebih mahal sekitar 30-40 Euro per tiketnya. Memang, sebelum kami menuju ke Eropa, kami melakukan searching, apakah ada tiket yang bisa di beli di online atau tidak, karena memang ada, maka kami membelinya dan bisa dikatakan cukup beruntung. Tiketnya dibeli melalui website Italiarail.

Perjalanan dari Venesia menuju ke Florence menggunakan kereta kelas ekonomi. Selama tiga jam menikmati panorama Italia, makan dan minum tentu diiperbolehkan, termasuk membawa bekal makanan yang dibeli dari luar kerera. Di kereta ekonomi, tidak diberikan fasilitas apapun kecuali bacaan majalah. Untungnya, kami sempat mendapat upgrade tiket ke kelas bisnis sehingga mendapat snack berupa roti dan minuman seperti kopi atau pun teh.

Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Menikmati perjalanan melihat sisi kanan dan kiri dengan kereta, kereta api di sini juga tak jauh berbeda dengan kereta di Indoensia dengan duduk berhadap-hadapan. Sesampai di Florence, kami langsung menuju terminal bus dan membeli tiket wisata yang bernama Hop On Hop Off. Hop On Hop Off ini adalah bus wisata mirip double dekker (bus tingkat khas Inggris) hanya saja atapnya di lantai dua terbuka sehingga wisatawan bisa menikmati pemandangan kota Florence.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Untuk tiket bus Hop On Hop Off ini seharga 23 Euro dan bisa digunakan selama 24 jam nonstop. Dengan 23 Euro, jalur bus terbagi tiga sesuai arah dan tujuan landmark yang ditelusuri. Karena tujuan awal kami menuju gereja Santa Croce, maka kami menggunakan bus yang menuju ke sana dan tempat wisata yang searah. Sayangnya, kami tidak sempat mengantri untuk masuk kedalam gereja, pasalnya di hari kedatangan telah dipenuhi para pelajar dari berbagai daerah di Italia.

Bus Hop On Hop Off

Baca juga: Berkereta Lebih dari 8 Jam, Siapkan Jurus Ini Agar Anda Survive!

Mengenai Santa Croce, memiliki makam Florentis penting dan juga menjadi makan seperti tokoh-tokoh terkenal yakni Michelangelo, Rossini hinnga Galileo Galilei. Disini kami disuguhkan dengan lukisan-lukisan nan atistik yang menceritakan kehidupan Santo Fransiskuus dan Santo Yohanes dari Evangelista. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju Piazzale Michelangelo, yang lokasi lebih tinggi dari pusat kota Florence.

Berpose dengan latar Santa Croce.

Di sini, kami bisa melihat kota Florence secara keseluruhan dari ketinggian. Kemudian kami mengunjungi jembatan Vecchio Bridge yang terkenal di kota Florence. Sayangnya lagi, kami hanya sebentar di Florence karena harus mengejar kereta kembali menuju Venesia. Padahal di Florence banyak sekali tempat wisata yang tak cukup untuk didatangi dalam waktu satu hari.

Piazzale Michelangelo.

Florence, ibu kota provinsi Firenze, regional Tuscana, Italia ini dibelah oleh sungai Arno di kaki perbukitan Apennine dengan populasi sekitar 400ribu jiwa. Kota ini, sejak abad 14 hingga ke 16 dikenal sebagai pusat budaya, ekonomi dan keuangan penting di Italia. Tak hanya itu, kota ini juga dijuluki sebagai Athena Barat karena keindahannya dan dianggap sebagai salah satu pelopor kelahiran seni budaya di Italia.

Perjalanan kami belum berakhir di Italia, kota berikutnya yang akan kami sambangi adalah kota mode Milan. Nantikan kelanjutan cerita perjalanan ini di KabarPenumpang.com(Dessyta Octavera Santi – karyawati swasta di Jakarta)

Baca juga: Italia (3) – Akhirnya, Menatap Langsung Piazza Duomo di Milan

Rebutan Kursi Sampai Jambak-Jambakan di KRL Jabodetabek

Senin kemarin (15/5/2017), sebuah video dua penumpang perempuan jambak-jambakan tersebar di sebuah akun Twitter. Dilansir KabarPenumpang.com dari kompas.com (15/5/2017), PT Kereta Api Commuter Jakarta (KCJ) membenarkan adanya video yang saat ini menjadi viral di media sosial tentang dua penumpang perempuan saling jambak di dalam kereta listrik (KRL).

Adanya perkelahian ini akibat perebutan tempat duduk di dalam gerbong kereta khusus wanita dan penumpang lainnya berusaha untuk melerai. Diketahui, viralnya video ini dari postingan pemilik akun Twitter @nibrasnada.

Vice President Manager Komunikasi PT KCJ Eva Chairunnisa mengatakan kejadian ini terjadi sekitar awal April lalu di relasi Bekasi. “Keduanya penumpang langsung turun,” ujar Eva. Kedua perempuan tersebut yang tidak diketahui identitasnya merupakan penumpang kereta relasi Jakarta Kota – Bekasi. Dalam video tersebut keduanya terlihat saling jambak-jambakan dan sempat menendang. Para penumpang lainnya sudah meleraikan keduanya. Tetapi tetap saja setelah dilerai keduanya masih saling memaki satu dengan lainnya.

Namun, sebagian besar penumpang lainnya hanya menonton dan tidak berbuat apa-apa saat kejadian tersebut berlangsung. Ketika pertengkaran berakhir wajah kedua perempuan tersebut terlihat merah padam dan rambut acak-acakan akibat jambakan.

Tetapi, selain masih saling memaki keduanya juga saling melotot satu dengan yang lain. Untungnya dalam video tersebut kedua perempuan yang saling jambak tersebut tidak terluka.

Beberapa penumpang ada juga yang sempat berkata “kaya anak kecil, malu sama umur kali.” Saat kejadian ini, petugas yang biasanya berjaga sedang berada di gerbong lain dan kondisi dalam video terlihat gerbong wanita sangat sesak dan padat karena jam pulang kerja.

Atas kejadian ini, Eva mengimbau kepada semua penumpang KRL agar saling menjaga ketertiban di dalam gerbong. Tak hanya itu, petugas keamanan juga tak segan untuk menurunkan penumpang yang membuat keributan di stasiun terdekat.

“Kalau sampai menimbulkan keributan besar atau korban luka atau ada laporan dari salah satu penumpang yang merasa menjadi korban akan dibawa ke pos pengamanan. Penting untuk menjaga ketertiban di KRL agar tidak mengganggu penumpang lainnya,” ujar Eva.

Kereta Terjebak Delay, Kurir Pizza Ini Antarkan Pesanan Langsung ke Gerbong

Terjebak delay dalam perjalanan memang suatu hal yang menyebalkan, dan tidak jarang membuat penumpang yang berada di dalam moda tersebut seolah mati kutu karena tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu moda tersebut kembali jalan. Namun jaman sudah berubah, Anda bisa menggunakan layanan pesan-antar kapanpun Anda mau, dan hal itulah yang terjadi di Amerika Serikat baru-baru ini, dimana seorang penumpang yang sedang terjebak delay memesan pizza melalui layanan pesan-antar, dan tentu saja hal ini menarik perhatian penumpang lainnya yang berada di gerbong yang sama.

Baca juga: Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta

Momen unik tersebut berhasil diabadikan oleh salah satu penumpang yang berada dalam perjalanan menggunakan kereta dari New York menuju Washington bernama Mitchell Katz dan mengunggahnya ke dunia maya. Video berdurasi pendek itu menggambarkan seorang pengantar pizza sedang jalan menyusuri kereta yang tengah berhenti karena delay. Dalam video tersebut juga, Katz menambahkan keterangan yang seolah membuat hal tersebut menjadi semakin lucu. “Layanan pesan-antar pizza sudah datang!” tulisnya dalam video tersebut.

Kejadian ini berawal ketika kereta yang ditumpangi Katz dan penumpang lainnya terpaksa berhenti karena masalah teknis. Waktu perbaikan yang bisa dibilang tidak sebentar membuat sebagian orang dalam kereta tersebut sepakat untuk memesan pizza karena tidak tersedianya layanan untuk memesan makan atau minum dalam perjalanan tersebut. Akhirnya sekumpulan orang-orang yang mulai kelaparan ini sepakat untuk memesan pizza dari salah satu resto pizza terkenal, Dom’s Pizza.

Baca juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Benar saja, tak lama berselang, seorang kurir layanan pesan-antar datang dengan membawa pesanan mereka. Pengorbanan yang dilakukan kurir tersebut tidaklah mudah. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman news.yahoo.com, Selasa (16/5/2017), kurir tersebut harus memotong jalan melalui halaman belakang rumah warga, melewati tanggul yang curam, dan melewati parit. Ternyata pengorbanan Leary, sang kurir tidak sia-sia. Ia disambut bak pahlawan sesampainya di dalam gerbong, ditambah dengan sorak sorai penumpang yang kelaparan tersebut.

Menurut Leary, mengantarkan pizza ke kereta mogok merupakan salah satu pengalaman paling aneh selama 17 tahun karirnya sebagai kurir layanan pesan-antar. “Saya akan lakukan, apapun resikonya,” ujar Leary. Pada kesempatan terpisah, pihak Amtrak sendiri meminta maaf mengenai kesalahan teknis yang membuat penumpangnya menjadi tidak nyaman. Tambahnya, pihak Amtrak juga menyayangkan aksi kurir tersebut yang terkesan nekat dan amat berbahaya tersebut. “Kami bersyukur kejadian nekat tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun nyawa. Ke depannya, kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” tulis pihak Amtrak dalam sebuah rilis.

Baca juga: Seruduk Pria Hingga Tewas, Kereta Ini Telantarkan Ribuan Penumpang

Para penumpang yang sempat terlantar tersebut akhirnya dievakuasi menggunakan kereta darurat. Akibat dari kesalahan teknis yang terjadi, para penumpang mengalami keterlambatan hingga kurang lebih tiga jam dari estimasi perjalanan.

Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Tahun 2017 ini masih di pertengahan jalan, namun dikabarkan begitu banyak terjadi perselisihan antara maskapai dengan penumpang yang menjadi viral di media sosial. Hal ini banyak dibuktikan melalui video atau foto yang terserbar. Namun apakah bukti-bukti tersebut menyatakan perilaku buruk maskapai, penumpang atau sesuatu di antara keduanya? Dari video dan foto yang tersebar di media sosial, beberapa mungkin menjadi pelajaran yang berharga bagi konsumen.

Baca juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Salah seorang travel jurnalis yang juga pengamat perjalanan, Christopher Elliott mengatakan, hampir semua perselisihan yang terjadi berasal dari keputusan apa yang diyakini para penumpang dan hak yang harusnya mereka terima. “Kami tidak berurusan dengan akal sehat ketika bepergian menggunakan sebuah maskapai penerbangan. Cara kerja dan peraturan di pesawat berbeda dengan di darat dan ini bukan hal yang demokrasi,” ujar Elliott.

Dia mengatakan, agar para pakar pengamat perjalanan berbagi pengalaman mereka pada enam kontroversi yang terjadi baru-baru ini menyangkut pada kasus pada maskapai penerbagan. Berikut daftar yang dilansir KabarPenumpang.com dari projects.newsday.com (11/5/2017), terkait masalah baru-baru ini yang bisa menjadi tajuk utama.

1. Jangan abaikan ketentuan yang berlaku
Tanggal 26 Maret 2017 lalu, dua orang gadis yang bepergian dari Denver ke Minneapolis diberitahu tidak bisa menaiki penerbangan dengan United dikarenakan menggenakan legging. Selain itu, gadis ketiga langsung mengganti pakaiannya sebelum diijinkan masuk ke pesawat. Setelah diklarifikasi, United Airlines mengatakan bahwa gadis-gadis tersebut menggunakan tiket karyawan dan mengharuskan mereka menggunakan pakaian yang memang menjadi panutan dan tidak mengijinkan menggunakan legging.

projects.newsday.com

Dalam hal ini para pengamat mengatakan bahwa sebagian besar maskapai tidak memberikan kode khusus untuk pakaian yang digunakan penumpoang biasa dan ini bisa dijadikan pelajaran untuk penumpang lainnya. Elliott mengatakan, bahwa setiap penumpang membiasakan membaca peraturan di tiket yang sudah dicetak dengan baik agar Anda mengetahui batasannya.

Pendiri airfarewatchdog.com, George Hobica merekomendasikan pada setiap penumpang untuk selalu membaca aturan penerbangan terkhusus yang menggunakan tiket gratis.
“Sebagai mantan karyawan maskapai penerbangan, saya telah menderita karena tidak diizinkan naik. Jika Anda terbang dengan bebas, Anda harus memberitahu diri sendiri atau siapapun yang memeberikan izin untuk memberitahu Anda tentang pertaturan perusahaan,” katanya.

2. Jangan menolak untuk turun dari pesawat
Beberapa insiden terjadi di tahun ini, dimana penumpang pesawat terpaksa harus keluar dari pesawat walaupun sudah membeli tiket. Hal yang paling terkenal adalah pemaksaan turun seorang dokter bernama David Dao yang menumpang United Airlines dan menjadi viral karena tidak mau turun dan menyerahkan kursi untuk karyawan United Airlines dalam penerbangan dari Chicago ke Lousville.

Baca juga: Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao

Memang, United Airlines telah meminta maaf atas perlakuannya terhadap Dao, namun insiden ini menyedot banyak perhatian pelanggan karena maskapai ini beroperasi dibawah undang-undang federal yang bisa kapaan saja membuat Anda keluar dari tempat duduk. Menurut para pengamat, hal paling mudah untuk menangani masalah ini adalah dengan bangkit berdiri dan ikuti saja keinginan maskapai.

“Bahkan jika Anda merasa berada di kanan, dan mungkin juga, jika Anda menolak permintaan itu, Anda melanggar undang-undang federal,” ujar seorang editor perjalanan CBS News Peter Greenberg.

Anda bisa meminta lebih banyak uang untuk menyerahkan tempat duduk Anda, jika Anda memilih untuk melakukannya. Setelah insiden tersebut, United Airlines mengumumkan akan menawarkan dana hingga US$10.000 untuk pelanggan yang secara sukarela menyerahkan kursi pada penerbangan berbaris.

3. Jangan memulai kerusuhan atau keributan
Pada 8 Mei 2017 kemarin, Spirit Airlines membatalkan sembilan penerbangan dari Fort Lauderdale setelah gagalnya negosiasi pilot dengan ATC. Saat itu pelanggan terlihat marah di terminal Spirit Airlines dan terjadi kerusuhan, kemudian tiga orang dari Long Island ditangkap karena memulai kekerasan fisik.

Hobica mengatakan, bahwa penumpang tidak berhak melakukan kerusuhan, melainkan meminta haknya untuk mendapat kompensasi dalam keadaan tertentu. Dia menambahkan, penumpang berhak mendapat pengembalian uang atau tempat duduk di penerbangan lain pada maskapai ini. Beberapa maskapai besar di Amerika Serikat memiliki perjanjian interline yang memungkinkan menjadwalkan penumpang ke maskapai lain.

Baca juga: Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng

projects.newsday.com

Elliott juga menyarankan untuk memeriksa status penerbangan Anda sebelum Anda pergi. Ini mungkin tidak membantu Anda menghindari pesawat yang dibatalkan, tapi Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu di bandara.

4. Jangan paketkan hewan peliharaan (Kecuali benar-benar penting)
Seekor kelinci raksasa bernama Simon yang di kirim dari Worcesstershire, Inggris diperkiran adalah kelinci terbesar di dunia. Sayangnya Simon ditemukan mati dalam pengangkutan kargo melalui penerbangan United Airlines ke Chicago pada 26 April 2017 lalu dan tak pernah sampai pada pemiliknya. Sebelum dikirim, pihak peternakan mengaku bahwa kelinci tersebut dalam keadaan sehat sebelumnya.

Hal ini membuat para pengamat sepakat mengatakan bahwa pengiriman hewan peliharaan melalui kargo bukanlah hal yang mudah dan menjadi resiko yang besar.

projects.newsday.com

“Ini (kargo) tempat yang sangat berbahaya dan banyak binatang yang binasa setiap tahunnya,” ujar Hobica. Menurut statistik kematian hewan dari Departemen Perhubungan AS, 136 hewan meninggal dalam penerbangan antara Januari 2012 sampai Februari 2017. “Ini tragis dan 100 persen dapat dicegah,” kata Elliott.

5. Jangan membawa kereta dorong ke pesawat
Insiden yang terjadi April lalu membuat para orang tua sadar bahwa membawa kereta dorong ke pesawat dilarang. Ini menjadi viral setelah adanya video seorang pramugari di American Airlines dari San Fancisco ke Dallas berteriak pada seorang ibu yang menangis dengan membawa anaknya. Menurut saksi yang melihat kejadian itu, petugas secara kasar mencengkram tangan si ibu saat membawa masuk kereta dorong sang anak.

Baca juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya!

Para pengamat mengatakan, ada baiknya penumpang yang membawa kereta dorong bayi memperhatikan peraturan penerbangan sebelum sampai di pintu masuk pesawat. “Ini adalah kesalahan penumpang,” ujar Hobica. Greenberg mengatakan, pramugari sebenarnya bisa menangani situasi ini dengan lebih bijaksana, ini menjadi pelajaran bagi para penumpang jika ada seorang pramugari mengatakan hal yang tidak sesudai kepada Anda, baiknya dengarkan saja,.

6. Jangan menggunakan tiket orang lain
Penumpang Delta Air Lines pada 3 Mei lalu, mengunggah sebuah video ke Youtube dimana keluarganya dalam perselisihan dengan pramugari terkait anak laki-lakinya yang berusia dua tahun terkait masalah tempat duduk. Mengenai hal ini, para pengamat mengatakan, baiknya untuk alasan keamanan tidak menggunakan tempat duduk yang bukanlah nama Anda di dalam tiket. Karena menurut pengamat, ini adalah standar kebijakan penerbangan.

projects.newsday.com

“Pada dasarnya, Anda tidak bisa menarik switcheroo,” kata Hobica. Hobica mengatakan bahwa ayah seharusnya telah membeli tempat duduk terpisah untuk anak mudanya di tempat pertama.

Air Canada Pisahkan Dua Sejoli dalam Penerbangan

Sepasang muda mudi yang akan kembali ke Saskatoon dari Winnipeg di Kanada terpisah karena ada masalah verifikasi data diri. Hal ini terjadi pada Qingyang Liu yang tertahan saat akan masuk ke gate, sedangkan sang kekasih sudah menaiki pesawwat dengan barang bawaan mereka. Akibat hal ini, Liu menjadi penumpang yang terlantar di di bandara.

Dia mengatakan, bahwa ini bukanlah masalah kompensasi melainkan tentang perasaan dan emosional. Dilansir KabarPenumpang.com dari cbc.ca (14/5/2017) Liu mengatakan usai bertemu dengan teman-temannya dan akan meninggalkan bandara Winnipeg pada Sabtu siang untuk naik pesawat namun tertahan di gate karena masalah terkait verifikasi data dirinya.

Saat dirinya tertahan, Liu menjelaskan bahwa sang kekasih sudah berada di pesawat dan seorang karyawan dari Canada Air mencoba untuk memperbaiki masalah ini. Namun kekecewaan menimpa Liu saat petugas itu mengatakan bahwa pesawat sudah penuh dan akan segera berangkat menuju Saskatoon.

“Itu membuat saya merasa sangat bingung, tersesat dan tertekan,” kata Liu kepada CBC News pada hari Minggu pagi saat wawancara telepon dari Calgary.

Liu bisa sampai ke Calgary karena pihak Air Canada mengatakan dengan pergi ke Calgary adalah satu-satunya cara untuk bisa mengejar pesawat menuju Saskatoon. Saat itu untuk menunggu keberangkatan menuju Saskaton, Liu menginap di salah satu hotel dan mengatakan Air Canada menolak untuk membayar tagihan untuk tinggal ataupun menawarkan kompensasi apapun untuk masalah dirinya.

Padahal Badan Transportasi Kanada mewajibkan Air Canada harus membayar penumpang antara US$200 dan US$800 secara tunai kepada penumpang yang ditolak naik ke dalam sebuah penerbangan. Walaupun ada kewajiban, Liu yakin pihak maskapai tidak akan memberikan kompensasi karena dirinya tiba satu jam sebelum keberangkatan dan bukan 90 menit sebelumnya seperti yang disarankan Air Canada pada penumpang.

Memang, maskapai ini juga memiliki kebijakan yang mengharuskan staffnya meminta penumpang secara sukarela untuk meninggalkan pesawat jika sudah terlalu padat. Namun, untuk masalah Liu, tidak jelas apakah hal ini atau bukan. Selama melakukan perjalanan ke seluruh dunia, Liu menambahkan, dirinya tidak pernah mengalami pengalaman seperti ini. “Ini jelas pengalaman terburuk yang pernah saya alami,” ujarnya.

www.cbc.ca

Tak hanya bercerita kepada CBC, Liu juga menunjukkan screenshot tentang percakapan yang dirinya lakkukan dengan Air Canada di Twitter. Dalam penjelasan di Twitter, perwakilan Air Canada mengatakan melalui pesan langsung bahwa tidak biasa untuk menolak mengakomodasi perjalanan dan mengatakan kalau kasus ini memerlukan peninjauan lebih lanjut.

Selain itu, pada hari Minggu, juru bicara Air Canada mengatakan, penumpang yang diturunkan dari pesawat karena penuh sangat langka dan mengatakan senang mendengar penjelasan dari Liu. Tetapi dalam pernyataannya tidak mengatakan apakah pihak maskapai akan memberi Liu kompensasi atau tidak.

Optimalkan Pelayanan, PT Angkasa Pura I Luncurkan Concordia Lounge Card

Keberadaan executive lounge tak bisa dilepaskan dari sistem pelayanan di suatu bandara, maka tak heran bila fasilitas jelang keberangkatan ini selalu ditingkatkan untuk memanjakkan penumpang. Dan bertempat di Flores Room Hotel Borobudur, Jakarta (15/5) PT Angkasa Pura Hotel yang merupakan anak perusahaan dari PT Angkasa Pura I (Persero) mengadakan Partners Gathering sebagai upaya optimalisasi penggunaan fasilitas Concordia Lounge dengan mitra perbankan, airlines, tour & travel dan instansi lain yang terkait dalam bisnis perusahaan.

Mengusung tema “Work Together in Harmony” Angkasa Pura Hotels mengajak para mitra untuk bekerja bersama-sama dengan semangat goodwill dan konsisten memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Pada kesempatan tersebut turut hadir Direktur Utama Angkasa Pura I Danang S. Baskoro, Direktur Komersial & Pengembangan Usaha Angkasa Pura I M. Asrori, Direktur Keuangan & TI Angkasa Pura I Novrihandri, Direktur Teknik Angkasa Pura I Polana B. Pramesti dan Corporate Secretary Angkasa Pura I Israwadi.

Baca juga: Pilah-Pilih Lounge Eksekutif di Bandara

Direktur Utama Angkasa Pura Hotels Danny P. Thaharsyah dalam sambutannya mengatakan bahwa Angkasa Pura Hotels sebagai anak perusahaan dari Angkasa Pura I siap untuk memberikan layanan terbaik dalam penggunaan fasilitas Concordia Lounge bagi mitra usaha guna mendukung peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa bandar udara.

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers hari ini, Direktur Utama Angkasa Pura I sekaligus Pemegang Saham Mayoritas Angkasa Pura Hotel Danang S. Baskoro dalam sambutannya mengharapkan kemitraan bisnis Angkasa Pura Hotel dapat berjalan semakin bagus hingga dapat mendukung pelayanan di bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I. “Kedepan kami berharap hospitality sebagai core bisnis Angkasa Pura Hotels dapat semakin meningkat hingga dapat menjadi kebanggan kita bersama, masyarakat Indonesia dan masyarakat internasional,” ujar Danang S. Baskoro.

Baca juga: Sebelum Lebaran, Aplikasi Angkasa Pura Airports Siap Meluncur

Dalam Momen tersebut juga dimanfaatkan oleh Angkasa Pura Hotel dan Angkasa Pura I untuk meluncurkan Customer Loyalty Concordia Lounge Card yang terdiri dari Privilege Card dan VIP Card untuk mendukung layanan promosi, pemasaran, poin rewards, member card, discount card, e-voucher serta e-coupon (electronic stamp) dengan menggunakan smart card (RFID) diseluruh Concordia Lounge bandara Angkasa Pura I. Loyalty Concordia Lounge Card bekerjasama dengan Ezeelink dapat digunakan juga untuk mendapatkan poin dipuluhan merchant yang bergabung dengan Ezeelink.

Baca juga: Bos Angkasa Pura I Siapkan Kuda-Kuda Jelang Mudik Lebaran

Customer Loyalty Concordia Lounge Card dapat dimiliki hanya dengan melakukan transaksi jumlah tertentu di seluruh Concordia Lounge. Setelah itu Customer akan mendapatkan e-Coupon dalam jumlah tertentu yang akan langsung dapat digunakan pada transaksi berikutnya. Dengan memiliki Customer Loyalty Concordia Lounge Card Customer akan dimanjakan oleh fasilitas full service lounge dengan standar pelayanan hotel berbintang yang telah disediakan pada Concordia Lounge seperti Food & Beverages, Coffee Bar, Free Wi-fi, Internet Corners, Praying Room, Baggage Handling, Reflexology, Check in Assistence, VIP Room, Rest Room, Shower Roo, dan Nursery Room.

Concordia Lounge Angkasa Pura Hotel telah hadir di 5 bandara PT Angkasa Pura I yaitu Concordia Lounge Syamsudin Noor Banjarmasin, Concordia Premier Lounge Terminal 2 Internasional Juanda Surabaya, Concordia Bluesky Premium Lounge Terminal 2 Domestik Juanda Surabaya, Concordia Lounge Terminal A & B Adi Sutjipto Yogyakarta, Concordia Lounge El-Tari Kupang, Concordia Lounge SAMS Sepinggan Balikpapan.

Ini Dia Alasan Ojek Online Belum “Naik Kelas”

Semakin menjamurnya transportasi umum berbasis aplikasi membuat Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto semakin getol mengadakan perbincangan serius dengan berbagai pihak terkait munculnya usulan mengenai ojek online yang akan dijadikan sebagai kendaraan umum.

“Kami masih menjajaki kegiatan yang sifatnya FGD (Focus Group Discussion) dan juga kegiatan-kegiatan ilmiah. Itu kami lakukan terkait dengan revisi Undang-Undang (Nomor 22 Tahun 2009 Tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan) itu. Khususnya sepeda motor yang digunakan untuk angkutan orang,” ungkap Pudji seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman Tempo.co, Jumat (12/5/2017) kemarin. Apabila usulan tersebut disetujui, maka Undang-Undang tersebut akan kembali direvisi dengan memasukkan kendaraan roda dua sebagai salah satu sarana transportasi umum.

Baca juga: Jadi “Boncengers” Ojek Itu Harus Nyaman dan Aman

Sehubungan dengan masih panjangnya perjalanan masalah ini untuk dibawa ke hadapan DPR, mantan Kapolda Sulawesi Selatan periode 2015-2016 ini menyebutkan dirinya masih mendiskusikan naiknya derajat sarana transportasi berbasis aplikasi ini bersama tokoh-tokoh terkait. “Kami masing-masing mempelajari dan mengumpulkan saran dari tokoh masyarakat, termasuk (kelompok) masyarakat transportasi Indonesia,” terangnya.

Tak pelak, merambahnya bisnis transportasi berbasis aplikasi merupakan salah satu dampak dari perkembangan jaman, dimana masyarakat pengguna jasa tersebut merasa amat terbantu mobilitasnya dengan adanya sarana transportasi semacam itu. “Karena itu merupakan kebutuhan masyarakat pastinya mereka menginginkan itu (ojek online) masuk (sebagai kendaraan umum). Tapi itu kan harus dikaji lagi,” tambah Pudji.

Baca juga: Tangkal Pelecehan Seksual, Taksi dan Ojek Perempuan Bisa Jadi Solusi

Walaupun moda berbasis aplikasi ini sudah berjalan cukup lama, namun hingga kini belum ada payung hukum yang tepat untuk mengakomodir aturan mengenai operasionalnya. Dalam kesempatan yang terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan payung hukum berbentuk Peraturan Menteri tidak dimungkinkan, sebab belum ada undang-undang yang mengatur tentang moda berbasis aplikasi tersebut. Ia juga mengatakan pihaknya tidak mau gegabah dalam mencari bentuk payung hukum yang mengatur moda-moda tersebut, karena menyangkut mata pencaharian seseorang dan banyaknya orang yang menggunakan jasa mereka.

Kehati-hatian tersebut juga dilandasi oleh maraknya aksi protes yang dilakukan oleh transportasi umum lainnya yang merasa terusik dengan kehadiran moda berbasis aplikasi ini. Layaknya anak emas, moda berbasis aplikasi ini memang menjadi tumpuan baru dalam dunia transportasi. Kehadiran moda berbasis aplikasi yang lebih banyak dicari daripada moda transportasi pendahulunya membuat sebagian kalangan merasa iri karena angkutannya tidak ramai seperti sedia kala.

Baca juga: Blue Bird dan Go-Jek, Dari Berkompetisi Kini Jadi Berkolaborasi

Ambil contoh insiden yang terjadi di Tangerang, 8 Maret 2017 kemarin dimana seorang driver gojek ditabrak oleh angkot. Kejadian tersebut berbarengan dengan demo sejumlah sopir angkot yang menolak kehadiran ojek online di daerah mereka. Tidak hanya demo, para sopir angkot tersebut juga melakukan penyisiran terhadap moda berbasis online yang berbuah korban luka. Tentu saja, kalangan terkait tidak menginginkan hal semacam ini terulang kembali. Maka dari itu, kehati-hatian dalam mengambil keputusan menjadi salah satu faktor belum rampungnya ojek online yang hendak “naik kelas”.

Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti

Antara kecepatan kereta dan lebar bentang rel faktanya terkait langsung, bahkan ukuran bentang rel juga langsung berhubungan dengan faktor keamanan. Secara teori, semakin lebar bentang rel maka kecepatan luncur kereta dapat kian dioptimalkan, kereta dapat melesat lebih cepat. Perihal kecepatan kereta dan lebar bentang rel inilah yang masih menjadi momok dalam dunia perkembangan dunia perkeretaapian di Tanah Air.

Baca juga: Sistem Deteksi Dini Bencana Lengkapi Teknologi Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Jika ditelisik dari fakta, Lebar rel (atau lebar poros roda) kereta di Indonesia hanya 1.067 mm, dan tidak berubah sejak lintasan rel dibangun pada zaman pendudukan Belanda. Pada masa itu gerbong-gerbong penumpang memang ukurannya lebih pendek, ramping, dan sebagian besar karoserinya terbuat dari kayu. Kecepatan kereta di masa itu tidak lebih dari 80 km/jam. Ukuran bentang rel (gauge) yang ada di Indonesia disebut juga sebagai Narrow gauge dan dipandang cocok untuk daerah yang bergunung-gunung karena trak yang lebar membutuhkan biaya besar dan pembangunannya lebih sulit. Narrow gauge juga dikenal sebagai trak Afrika Selatan, yang juga digunakan pada wilayah Taiwan, Filipina, Selandia Baru, dan sebagian Australia. Secara keseluruhan panjang lintasan rel jenis ini mencapai 112 ribu kilometer di seluruh dunia.

Baca juga: Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Kereta Bandara Tercepat

Berkaca dalam kondisi saat ini, lokomotif dan gerbong modern dari PT KAI sudah dirancang untuk melaju kencang, bahkan mampu melesat diatas kecepatan 100 km per jam. Ukuran gerbong yang beroperasi di Indonesia saat ini mengacu pada ukuran standard Eropa dan Amerika yang lebih besar dalam dimensi maupun beratnya. Dirunut dari kemampuannya, lebar poros rel (roda) kereta di Eropa dan Amerika adalah 1.435 mm yang berarti lebih lebar 368 mm dari pada lebar bentang rel yang ada di Indonesia. Ironisnya lebar gerbong di Indonesia sama dengan di Eropa dan Amerika, yaitu 3.150 mm. Di samping itu, ukuran penampang batang rel KA di Indonesia juga lebih kecil dibandingkan dengan batang rel KA di Eropa. Meskipun ada ketidaksesuaian antara ukuran gerbong dan lebar poros roda, kereta api yang dioperasikan di Indonesia secara overload meluncur dengan kecepatan 100 km per jam; bahkan di jalur-jalur tertentu melaju dengan kecepatan di atas 100 km per jam.

Lebar bentang rel 1.435 mm disebut juga sebagai trak standar, dan justru digunakan di lebih banyak negara dengan panjang lintasan sejauh 720 ribu kilometer di seluruh dunia, bisa disebut 60 persen jalur kereta di dunia mengadopsi trak standar ini.

Dengan perbedaan antara kapasitas kereta dan dukungan spesifikasi rel, maka kerap memicu beberapa insiden, seperti kereta anjlok, terguling, dan tergelincir keluar rel. Anjlok maupun tergelincirnya kereta terjadi apabila berat lokomotif dan gerbongnya melampaui batas daya dukung rel sehingga membuat batang rel menggeliat (melintir atau melengkung). Tergulingnya kereta umumnya lebih disebabkan oleh gaya sentrifugal di saat membelok/menikung. Semakin besar kecepatan di saat membelok, semakin besar pula gaya sentrifugal yang di alaminya. Kecepatan di saat membelok serta ketidaksesuaian antara lebar poros roda dengan lebar gerbong/lokomotif inilah yang diduga menjadi penyebab utama tergulingnya kereta api oleh gaya tersebut. Insiden kereta anjlok sempat terdengar menimpa kereta eksekutif Argo Bromo yang ditarik dengan lokomotif modern terbaru PT KAI.

Dengan kondisi diatas, maka wajar adanya bila kereta jarak jauh PT KAI tidak bisa diajak ngebut secara konstan pada tiap lintasan. Untuk mengupayakan perbaikan dari aspek kecepatan, mutlak dilakukan penggantian rel, dan jika itu dilakukan akan terbentur anggaran yang besar dan mengganggu jadwal perjalanan reguler.

Guna menyiasati kebutuhan kereta cepat dalam arti sebenarnya, maka dibutuhkan pembangunan jalur rel baru, dan ini telah diputuskan dalam development kereta cepat Jakarta – Bandung. Dalam proyeksinya, lebar bentang rel kereta cepat Jakarta – Bandung akan menggunakan trak standar 1.435 mm, dengan begitu kereta nantinya dapat melesat hingga 350 km per jam.