Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao

Director magazine

Beberapa pekan ini, nama United Airlines menjadi sorotan sejumlah kalangan dari seluruh penjuru dunia setelah beberapa kru maskapai tersebut memperlakukan salah satu penumpangnya secara tidak manusiawi, yaitu dengan menyeretnya keluar dari pesawat. David Dao, yang merupakan korban dari tindakan tidak terpuji itu terpaksa menjalani rawat jalan setelah bagian kepalanya terbentur bangku pesawat hingga mengalami pendarahan.

Pihak United Airlines yang sempat menerima jutaan kecaman dari berbagai golongan ini kemudian meminta maaf secara langsung kepada pihak korban yang disinyalir merupakan seorang keturunan Vietnam yang berprofesi sebagai dokter. CEO maskapai United Airlines, Oscar Munoz mengatakan pikirannya terus menerus dihantui oleh kejadian yang direkam oleh salah satu penumpang pada maskapai tersebut. Dilansir dari laman bbc.com, ia menegaskan perusahaannya akan terus membenahi kekurangan yang ada sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Sebelumnya, pihak United Airlines sempat melakukan pembelaan diri terhadap kasus yang menimpanya. Seperti yang dikutip dari kantor berita Associated Press, Oscar mengatakan, “Karyawan kami mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan untuk menangani situasi seperti itu.” Padahal, bulan lalu, Oscar ditetapkan sebagai Komunikator Terbaik Amerika Serikat tahun 2017 oleh majalah PRWeek, namun dengan mencuatnya kasus ini ke permukaan, nama Oscar justru menuai banyak kritikan karena tidak dapat menyelesaikan insiden memalukan tersebut.

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Akibat kejadian tersebut, Oscar lalu meminta maaf atas kejadian tidak mengenakkan tersebut dalam sebuah rilis. Namun dilansir laman The Guardian, permohonan maaf Oscar tersebut dinilai sebagai tindakan penghinaan dan tidak layak karena menyebut pemaksaan para staf United Airlines untuk menurunkan David, sebagai “tindakan untuk memindahkan penumpang”. Oscar juga menyebut David tidak “kooperatif”. Pernyataan itulah yang akhirnya memaksa Oscar untuk melakukan permohonan maaf untuk yang kedua kalinya.

Sikap Oscar yang dinilai tidak serius dalam menyelesaikan insiden ini membuat nilai jual perusahaan tersebut anjlok. Bahkan, sejumlah investor tidak melanjutkan kerja samanya dengan pihak United Airlines setelah insiden penyeretan tersebut terjadi. Menyadari hal ini, Oscar lalu memutar otak untuk kembali mengharumkan nama United Airlines.

Dilansir dari laman Reuters, Jumat (28/4/2017) pihak United Airlines menyatakan telah memberikan kompensasi yang setimpal dengan apa yang menimpa Dao, walaupun tidak diberitahukan secara rinci jumlah dari kompensasi tersebut. Pernyataan tersebut diterima dari pengacara Dao dan menganggap kasus ini sudah selesai.

Sebelumnya, pada Minggu (9/4/2017) yang lalu, David Dao diseret paksa oleh sejumlah kru maskapai United Airlines setelah ia menolak untuk memberikan tempat duduknya. Pihak maskapai mengaku empat kru ini harus ikut dalam penerbangan menuju Louisville karena harus kembali bekerja pada esok harinya. Dao tetap menolak untuk memberikan bangkunya meskipun sudah diiming-imingi kompensasi sejumlah 800 Dollar Amerika. Akibatnya, Dao terpaksa diseret oleh kru tersebut dan mengalami retak tulang hidung, gegar otak, dan kehilangan dua gigi akibat benturan keras yang menghantam kepalanya.

Bahkan, seorang dari Pemerintahan Illinois sempat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang disponsori anggota DPRD asal Partai Republik, Peter Breen. Adapun isi dari RUU itu sendiri meliputi penumpang tidak boleh dipindahkan dari pesawat kecuali penumpang tersebut membahayakan dirinya sendiri atau orang lain dan jika ada gangguan serius dari penumpang. “Maskapai komersial yang memindahkan pelanggan yang sudah sah menempati kursi pesawat tanpa sebab serius adalah melanggar perjanjian antara penumpang dan maskapai mereka,” demikian isi RUU tersebut.