University of Liege Sabet Gelar Juara Perhelatan Desain Kapal Ferry di New York

Nama University of Liege di Belgia sontak menjadi sorotan publik setelah salah satu kampus elit dunia tersebut memenangkan sebuah kompetisi yang dihelat oleh The Worldwide Ferry Safety Association (WFSA). University of Liege menyabet gelar juara setelah mengalahkan rivalnya dalam kategori desain kapal ferry yang aman dan terjangkau. Penyerahan hadiah akan dilakukan pada perhelatan Ferry Safety & Technology Conference di New York, Kamis (11/5/2017).

Sejumlah mahasiswa dari sembilan institusi menyerahkan rancangan mengenai kapal ferry yang mampu menampung 200 penumpang yang mampu mengarungi Sungai Chao Phraya di Bangkok Thailand dengan jarak kurang lebih 30 km tersebut, dengan beberapa kualifikasi, seperti faktor keamanan, biaya operasional yang terjangkau serta sesuai dengan letak tempat geografis yang telah ditetapkan sebelumnya. Pihak penyelenggara sepakat untuk menganugerahi tiga posisi pemenang dalam kompetisi ini, dimana University of Liege berhasil menyabet posisi pertama, disusul oleh Webb Institute pada posisi kedua, dan Indian Institute of Technology Kharagpur pada posisi ketiga.

Selaku Direktur Eksekutif WFSA, Dr Roberta Weisbrod mengatakan feri linier perkotaan tengah dalam  fase pertumbuhan di mana-mana, seperti yang terjadi di Bangkok dan New York. “Para siswa telah mendapatkan pengalaman yang berharga, terutama bagi para pemenang, yang juga turut serta dalam merancang sebuah pasar yang berkembang,” Ujar Roberta seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman maritime-executive.com, Selasa (9/5/2017) kemarin.

Adapun beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh pihak WFSA dalam menganugerahkan medali juara kepada University of Liege karena kapal yang mereka desain mengutamakan pemandangan yang tersaji sepanjang perjalanan. Selain itu, bangku khusus yang diperuntukkan pada para orang lanjut usia, penyandang cacat serta anak kecil terletak di dekat pintu keluar, sehingga memudahkan mereka untuk keluar dari ferry jika terjadi hal darurat selama perjalanan.

Sistem navigasi yang digunakan oleh desain ini juga memungkinkan nakhoda untuk dapat memantau kondisi sekitar, ditambah dengan posisi ruang kendali yang berada di atas perahu sehingga jarak pandang yang didapat pun menjadi semakin luas. Perahu ini semakin aman dengan terpasangnya pengaturan visibilitas pada saat malam serta sistem persinyalan yang dinilai amat penting untuk navigasi. Untuk faktor penunjang keselamatan lainnya, perahu ini juga menyediakan fitur keselamatan kebakaran termasuk insulasi api dari ruang mesin, persediaan selang kebakaran, alarm dan sinyal yang dapat didengar, serta peralatan hemat energi lainnya. Tersedianya alat pemadam darurat dan pengaturan generator seakan mempertegas sistem keamanan yang terpasang pada perahu tersebut.

Saat ini, kapal ferry yang dioperasikan oleh Chao Phraya Express Boat Company melayani pelayaran lokal serta mempromosikan pariwisata di Kota Bangkok dengan berbagai cara, salah satunya adalah mengantarkan pelancong yang datang untuk mengunjungi kuil, melihat kearifan lokal, beberapa landmark penting, serta area perbelanjaan yang dapat dijangkau dengan menggunakan kapal ferry ini.

Olympic Park Montreal Kanada Mulai Uji Coba Bus Tanpa Awak

Bulan Juni mendatang pengunjung Olympic Park di Montreal akan bisa menaiki bus otomatis alias tanpa pengemudi. Sebab Pabrik kendaraan Transdev akan mulai menguji coba bus tanpa awak dengan isi 12 penumpang pada 5-9 Juni di sepanjang rute yang menghubungkan stasiun bawah tanah ke stadion, Biodome, planetarium dan tempat lainnya.

Sebenarnya, dengan adanya bus tanpa awak ini untuk menghindari perjalanan panjang dari satu tempat ke tempat wisata lainnya di rumah Olimpiade Musim Panas tahun 1976 itu. Dilansir KabarPenumpang.com dari ctvnews.ca (15/5/2017), Olympic Park sendiri memiliki fasilitas yang sangat luas dan mampu menarik tiga juta pengunjung pertahunnya.

Baca Juga : Navya Arma, Bus Tanpa Awak Gambaran Transportasi Masa Depan

Juru bicara Olympic Park Cedric Essiminy mengatakan, pengemudi biasa mengangkut turis ke sekitaran taman tetapi hal ini sudah ditinggalkan lebih dari satu dekade lalu karena diangggap tidak efisien. Menurutnya, teknolgi saat ini perlu dikembangkan walaupun harga turun namun ini memiliki masa depan yang panjang.

“Kami bertahun-tahun jauh dari menerapkan teknologi itu dalam aktivitas sehari-hari kami. Kami mengambil langkah seperti bayi dengan langkah perlahan,” kata Essiminy setelah persidangan diumumkan pada sebuah konferensi transportasi di Montreal.

Saat ini diketahui Transdev menjadi satu dari beberapa perusahaan dimana membuat kendaraan beroperasi di sepanjang rute yang sudah ditentukan sebelumnya. Biasanya jalur ini jauh dari lalu lintas jalan raya. Adapun bus tanpa awak ini berharga lebih mahal dari 200000Euro (C$300 ribu).

Baca Juga : Olli, Bus Autonomous yang Bisa Diajak Bicara

Juru bicara mitra Transdev EasyMile, Mathieu Petit yakin mampu untuk mengurangi separuh harga dalam beberapa tahun seiring permintaan dan teknologi yang berkembang. Beberapa pegamat mengatakan, adanya kendaraan otomatis yang bisa digunakan dimana jalur lalu lintas yang gunakan tidak dilalui bus ataupun trem. Saat ini bus tanpa awak sedang diuji coba di kampus, tempat parkir dan pusat kesehatan di beberapa negara di seluruh dunia.

“Idenya adalah untuk menambahkan layanan kami ke sistem transportasi yang ada agar orang-orang meninggalkan mobil mereka di garasi di rumah dan bisa pergi dari A ke B sepenuhnya dengan kendaraan umum,” ujar juru bicara Navya, Redoine Zouitin.

Bus otomatis adalah salah satu teknologi yang menjanjikan yang sedang dikerjakan industri ini karena terlihat memperbaiki layanan sambil mengurangi emisi gas rumah kaca, kata salah satu operator kendaraan transit tanpa sopir terbesar di dunia.

“Saya pasti berpikir ini adalah jalan ke depan dan Anda akan melihat industri ini mulai berkembang,” kata Blaine Rigler, wakil presiden RATP Dev, yang mengoperasikan tiga jalur kereta tanpa sopir di Paris.

Perusahaan juga mengajukan penawaran untuk mengoperasikan kendaraan rel ringan tanpa sopir di Montreal yang akan dibangun oleh manajer dana pensiun Caisse Quebec.
Otoritas Transit Montreal mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk menambahkan kendaraan otomatis. Meski konsepnya menarik, terlalu dini dalam proses pengembangan, kata direktur eksekutif teknik Francois Chamberland.

Beredar Welfie Tanpa Alat Perlindungan Diri di Area Proyek, PT MRT Lakukan Teguran Keras

Beberapa hari ini telah terjadi kehebohan di kalangan netizen, pasalnya muncul foto welfie yang dilakukan di dalam area proyek PT MRT Jakarta, lebih tepatnya di lorong terowongan kereta MRT (Mass Rapid Transit) yang sedang dalam proses pengerjaan. Nampak welfie tiga pemuda yang dilakukan tanpa alat pengaman, padahal standar untuk memasuki area proyek MRT diwajibkan untuk mengenakan peralatan perlindungan diri, seperti helm, rompi dengan reflector, dan safety shoes.

Baca juga: Ini Hasil Investigasi PT MRT Jakarta Tentang Hujan Salju di Jalan Jenderal Sudirman

Masuk ke area proyek MRT Jakarta memang mengharuskan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pasalnya ada risiko keselamatan mengingat masih banyak bagian-bagian di dalam proyek yang belum selesai dituntaskan. Saat meninjau proyek MRT bulan lalu, KabarPenumpang.com melihat salah satu ancaman terbesar dari pengunjung saat meninjau proyek adalah risiko kaki terbentur baut dan pilar-pilar besi di lantai, oleh karena itu multak pekerja dan tamu memakai APD.

Dikutip KabarPenumpang.com dari CSR.id (18/5/2017), Akun Instagram Erlangga, yakni @erlanggacitro, adalah akun yang memuat foto selfie tiga remaja itu. Erlangga termasuk di dalamnya. Foto itu diunggah 12 Mei lalu. Tak tampak yang mereka kenakan. Tak ada pula pengawal yang tampak dalam foto yang Erlangga unggah.

Baca juga: Akhir 2017 Proyek MRT Jakarta Ditargetkan Rampung 93%

Menanggapi kejadian tersebut, Humas PT MRT Jakarta langsung memberi tanggapan dalam siaran pers (18/5/2017), disebutkan manajemen PT MRT Jakarta menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan izin. Setiap kunjungan ke area proyek MRT Jakarta, para pengunjung harus mendapatkan persetujuan dari PT MRT Jakarta. Dalam setiap kunjungan resmi, pengunjung wajib mengenakan APD yang memadai: berupa helm, rompi, dan sepatu keamanan standar.

Setelah dilakukan penyelidikan, manajemen PT MRT Jakarta telah mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

1. Ditemukan pekerja SOWJ JV (Shimizu – Obayashi – Wijaya Karya – Jaya Konstruksi Joint Venture) yang telah memberikan akses kepada masyarakat untuk berfoto di dalam site. Telah dilakukan tindakan sanksi kepada pekerja tersebut. Sampai dengan keterangan ini dibuat, yang bersangkutan telah dibebastugaskan.

2. PT MRT Jakarta telah memberikan teguran keras dan sanksi kepada kontraktor SOWJ JV yang bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran tersebut. Sanksi yang diberikan adalah berupa pemberian Demerit Point atau pengurangan poin pada aspek Health and Safety Environment (HSE). Pengurangan poin ini akan masuk ke penilaian kinerja kontraktor, dan nantinya dapat mempengaruhi peluang kontraktor tersebut berpartisipasi dalam proyek-proyek MRT Jakarta di masa depan.

3. PT MRT telah mengumpulkan semua kontraktor dan menegaskan kembali kepada kontraktor untuk meningkatkan keamanan dengan standar yang tinggi denngan melakukan hal antara lain; menambah jumlah personil kemanan, menambah closed-circuit television (CCTV) di semua area proyek serta mengurangi akses masuk ke dalam area proyek untuk meningkatkan pengawasan sehingga kejadian serupa tidak terjadi kembali di seluruh area proyek MRT Jakarta.

Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini

Sebuah self-driving project milik Google, Waymo tengah dibuat kebingungan dengan respon pasar yang seolah meragukan kinerja dari mobil nirawak. Selama bertahun-tahun, para teknisi dari Google berupaya untuk memantapkan kreasi mereka agar mobil tersebut dapat melaju dengan aman di jalanan, guna tercapainya tujuan: membuat warga sipil nyaman dikemudikan oleh sebuah mesin. Tentu saja ini merupakan sebuah pekerjaan yang patut digarisbawahi, mengingat sebuah mobil otonom, Tesla Model S menghilangkan nyawa pemiliknya setelah menabrak truk trailer.

Bulan Mei ini, Waymo, akan memulai sebuah layanan eksperimental gratis yang akan mengangkut orang-orang di sekitar Phoenix, Arizona. Sebagai persiapan, Waymo telah menambahkan rangkaian desain perangkat keras dan interior baru ke mobilnya. Rangkaian tersebut merupakan yang pertama kali dipasang pada kendaraan tersebut, yang memungkinkan kendaraan nirawak tersebut dapat menganalisis sekitarnya dengan lebih baik dan dapat mengirimkan informasi kepada pengumpangnya. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman bloomberg.com, Selasa (16/5/2017),Kepala teknisi proyek tersebut, Dmitri Dolgov mengatakan upgrade tersebut akan sedikit meminimalisir kekhawatiran penumpang.

Uji coba ini akan diawasi ketat oleh industri teknologi dan otomotif; Sebuah pengalaman pahit ketika sebuah mobil otonom yang tengah dikembangkan sudah memakan korban, sehingga membuat semua orang bertanya-tanya mengenai kendaraan tersebut. “Mereka tidak percaya bahwa teknologinya akan bekerja seratus persen,” tukas Kathy Rizk, direktur Global Automotive Consulting di JD Power. Ia telah melakukan survei yang menunjukkan bahwa sementara konsumen sangat antusias dengan mobil tanpa sopir, namun antusias mereka tetap tebentur oleh tembok kekhawatiran. “Bagaimana Anda menaruh kepercayaan pada sesuatu yang akan mengambil alih seluruh kendaraan?” tambahnya.

Baca Juga: Ketika Dunia transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman

Pada awalnya, Waymo merencanakan untuk mempelajari interaksi robot manusia dengan mobil konsepnya sendiri, yaitu sebuah mobil berbentuk bulat yang dapat melaju dengan kecepatan 25 mil per jam dan tidak memiliki setir hingga pedal. Tapi regulator California bersikeras bahwa kendaraan uji harus mencakup kontrol sehingga manusia bisa mengambil alih. Sejak itu, Waymo memutuskan untuk bekerja sama dengan Fiat Chrysler untuk menggunakan Pacific Minivan.

Waymo yakin regulator pada akhirnya akan mengoperasikan mobil otonom tanpa ada sarana penunjang bagi manusia untuk mengambil alih kemudi. Berangkat dari situ, diperlukan sebuah alat khusus untuk memberi tahu penumpang apa yang terjadi dan dapat menjelaskan alasannya. “Bagaimana orang mengendalikan mobil? Bagaimana mereka memberi tahu mobil di mana mereka ingin pergi?” Tanya Dolgov secara retoris.

Sebuah dashboard khusus menampilkan gambaran mobil, pejalan kaki dan bangunan terdekat, yang menjadi sebuah upaya untuk memberi kepercayaan kepada orang bahwa mobil tersebut kompeten, layak pakai, dan terkendali secara baik. Dolgov mengatakan untuk tidak khawatir, karena sistem melihat dan mengerti yang mana yang patut untuk dilacak.

Baca Juga: EMBATT, Baterai Mobil Yang Dapat Menempuh Jarak 1000 Km

Awal tahun ini, Waymo meluncurkan rangkaian baru berupa sensor dan chip yang memungkinkan mobil otonom melihat wilayah sekitar dengan sudut pandang 360 derajat. Penggunaan kamera yang lebih baru membantu mobil menavigasi dalam kondisi hujan dengan lebih baik, ditambah dengan adanya wiper kecil yang ditambahkan ke lidar berputar di atas atap, dapat membantu mengurangi masalah rutin yang sulit dikendalikan, yaitu kotoran burung. Dolgov mengatakan, sensor baru sekarang dapat melihat kendaraan dan benda lain dari kejauah sekitar 200 yard.

Di antara semua tantangan yang tersaji, salah satu situasi tidak biasa yang harus dihadapi oleh teknologi adalah mengantisipasi tindakan pengemudi manusia yang terkadang tidak dapat diprediksi. Dan hingga kini, pihak Waymo masih berusaha untuk mengembangkan teknologinya agar dapat menguasai kejadian tak terduga tersebut.

Jelang Angkutan Lebaran, KNKT Himbau Penyedia Transportasi Darat Tinjau Standar Kelayakan

Menjelang musim mudik lebaran, sejumlah pihak berwenang sudah mulai mengambil ancang-ancang guna melancarkan ritual rutin tahunan di Indonesia ini, salah satunya adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dalam Rapat Pembahasan Keselamatan Angkutan Lebaran Tahun 2017 yang digelar pada Kamis (18/5/2017), KNKT menghimbau kepada seluruh operator moda darat yang akan menggelar mudik bersama untuk memastikan kelayakan dari semua aspek, baik dari moda hingga sumber daya manusianya sendiri.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, lembaga pemerintah nonstruktural tersebut seolah kembali mengingatkan kejadian tragis yang terjadi dalam kurun waktu 2 tahun ke belakang, tepatnya pada musim arus mudik dan arus balik. Dari ketiga contoh kecelakaan yang ada, KNKT bertindak sebagai investigator dalam kasus-kasus yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Berdasarkan temuan di lapangan, ternyata sebagian besar faktor kecelakaan tersebut berasal dari human error.

Baca Juga: KNKT: Ada 7 Tipe Black Box dengan Parameter Berbeda

Pertama adalah tragedi Rukun Sayur, dimana sebuah bus dengan nomor polisi AD 1543 CF menabrak tiang Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di KM 202 Tol Palimanan – Kanci, Cirebon pada tanggal 14 Juli 2015 silam. Akibat kecelakaan itu, 11 orang meninggal, 12 luka berat dan 12 luka ringan dari total 53 orang termasuk sopir dan penumpang. Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh KNKT, penyebab kecelakaan tersebut adalah kondisi supir yang kelelahan, karena biasanya bus tersebut hanya beroperasi jarak dekat. Kepala Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Darat KNKT, Leksmono Suryo Putranto menyebutkan, selain faktor kelelahan, prasarana transportasi yang tersedia di jalur tersebut juga tidak berfungsi secara maksimal. “Guard Rail tidak berfungsi karena seharusnya mengembalikan kendaraan kembali ke lajur, tapi ini malah terlindas dan akhirnya bus menabrak JPO,” ujar Leksmono kepada KabarPenumpang.com.

Kedua adalah tabrakan beruntun bus P. O. Parahyangan di Cipageran, Cimahi, Jawa Barat pada 8 Juli 2016. Dalam insiden yang menewaskan enam orang tersebut, KNKT menyimpulkan ada dua faktor yang berkontribusi dalam kecelakaan ini. Pertama adalah kegagalan pengereman yang diakibatkan putusnya selang fleksibel rem, yang diindikasikan sudah tua, dan yang kedua adalah prasarana jalan dengan kemiringan memanjang lebih dari 15 persen. Lebar jalan di lokasi kejadian hanya 4,9m dengan lebar bahu 2 x 0,6m. “Tidak bisa dibayangkan betapa ngerinya kejadian tersebut, jalanannya begitu sempit,” tambah Leksmono.

Baca Juga: Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia

Ketiga adalah kecelakaan beruntun yang melibatkan bus P. O. Makmur, bus FA Pembangunan Semesta, dan Bus ALS pada 12 Juli 2016 di Lintas Sumatera Perlambing Rantau Prapat, Labuhan Batu, Sumatera Utara. Adapun jumlah korban dari kecelakaan yang terjadi pada pukul 04.00 WIB ini adalah tujuh orang korban jiwa, tujuh orang luka berat, dan 22 lainnya luka ringan. Lagi, faktor kelelahanlah yang menjadi salah satu faktor yang berkontribusi dalam kecelakaan maut tersebut. “Kecelakaan terjadi pada sekitar pukul 04.00 WIB dimana waktu tersebut merupakan waktu biologis manusia untuk beristirahat,” terang Leksmono.

Tak pelak, KNKT menghimbau kepada seluruh operator moda darat yang hendak mengadakan mudik bersama untuk lebih kooperatif dalam persiapan menuju ritual tahunan tersebut. Pengecekkan kelayakan kendaraan, rencana perjalanan, hingga pembagian jatah mengemudi bagi para supir menjadi inti dari pertemuan tersebut. Selain itu, KNKT juga menghimbau pada Dinas Perhubungan untuk kembali meninjau pra-sarana yang ada agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.

Baca Juga: Pentingnya Relaksasi di Perjalanan Jauh

Hal senada dilontarkan oleh Humas KNKT, Indriantono. Ia mengatakan pihak operator harus membenahi mengenai jam kerja supir, apakah supir tersebut siap untuk menjalankan tugas, dan lain sebagainya. “Kendaraanpun tidak boleh lepas dari pengawasan, jangan sampai ada bagian moda yang terkena korosi karena termakan usia,” Ujar Indriantono. “Untuk pihak penyedia jasa layanan mudik Lebaran, terutama bus, jangan segan untuk mengajak pihak Dishub untuk uji kelayakan. Terutama untuk bus pariwisata, karena bus regular biasanya sudah  melewati (uji kelayakan) di terminal,” tambahnya.

Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In

Sebuah teknologi mutakhir sebentar lagi akan dapat dirasakan oleh para pengguna jasa aviasi asal negeri Paman Sam, Delta Airlines, yaitu self-service bag drop. Teknologi pendeteksi wajah tersebut merupakan yang pertama di Amerika dimana Anda tidak perlu repot-repot menyerahkan barang bawaan Anda ke pihak agen Delta, Anda cukup memeriksanya sendiri sesaat setelah komputer memindai wajah Anda untuk memastikan bahwa Anda memberikan identitas asli.

Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman cbsnews.com (16/5/2017), pemasangan teknologi ini akan dimulai dari Bandara Internasional Minneapolis-St Paul pada musim panas tahun ini. Pihak Delta mengucurkan dana sekitar $600.000 untuk empat buah mesin swa-layan dimana satu diantaranya memiliki teknologi pemindai wajah yang akan mencocokan muka penumpang dengan foto yang ada di paspor mereka.

Baca juga: Exruptive Tawarkan Teknologi Scanner X Ray Terbaru di Bandara

Sumber: luchtzak.be

Menurut pihak maskapai, penggunaan teknologi seperti ini akan membebas-tugaskan beberapa petugas dan dapat diberdayakan untuk membantu dalam hal pelayanan konsumen. Lebih lanjut, Ia mengatakan penggunaan teknologi semacam ini memakan waktu pengerjaan yang jauh lebih singkat dari yang biasanya dilakukan oleh manusia. Rilis yang dikeluarkan oleh pihak Delta, sebagaimana dikutip dari laman CBS.com, seolah mempertegas keseriusan dalam menyediakan teknologi pemindai wajah tersebut. “Masih terus berlanjut,” ungkap Anil Jain, seorang pakar biometrik.

Lebih lanjut, Jain yang merupakan seorang professor asal Michigan State University mengatakan pemasangan alat semacam ini merupakan bentuk nyata dari pengaplikasian  perkembangan teknologi. Ia juga menambahkan penggunaan alat ini merupakan cara Delta Airlines untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpangnya, karena alat ini diandalkan dalam pengawasan, penegakkan hukum, kontra-terorisme, penegakkan imigrasi, dan lain-lain. Sebelumnya, ia telah melakukan penelitian ekstensif mengenai alat pemindai tersebut.

Dengan terpasangnya alat ini, para penumpang dapat lebih cepat melewati proses check-in, terutama saat pelanggan mengenal kopernya sendiri dan akan lebih cepat dengan menggunakan teknologi pemindai wajah tersebut. Namun, tetap saja teknologi terbarusekalipun memiliki sebuah kelemahan. Awal tahun ini, Jain dan beberapa peneliti MSU melakukan penelitian berskala besar yang mengevaluasi seberapa akurat teknologi pemindai wajah. Hasilnya cukup megejutkan dimana alat tersebut hanya dapat mengidentifikasi foto lama saja. Kesimpulannya adalah, sistem pemindai wajah menunjukkan akurasi yang luar biasa dalam mengidentifikasi individu dengan menggunakan foto yang diambil dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Baca Juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Sementara itu, foto yang terpampang pada paspor diganti setiap 10 tahun sekali. Berarti ada kemungkinan alat pemindai wajah tersebut tidak dapat mendeteksi  wajah seseorang yang usia paspornya melebihi enam tahun. Lebih lanjut, Jain mengatakan teknologi chip yang terpasang di paspor dinilai kurang optimal, karena tidak semua Negara menggunakan chip yang dapat memuat semua data pengguna, termasuk foto.

Hampir setengah dari orang dewasa di Amerika memiliki foto mereka di database pemindai wajah, berdasarkan laporan yang diwartakan oleh CBS News pada tahun 2016 silam. Sebenarnya, program pemindaian wajah paling efektif untuk mencocokkan wajah saat ada foto resmi, seperti foto paspor, foto SIM, dan foto KTP. Semakin standar, semakin baik. Walaupun hasil dari alat pemindai wajah ini bisa dibilang sangat akurat, namun bisa saja oknum-oknum tertentu yang memiliki niat tidak baik, menyamarkan identitasnya  guna melancarkan niatan buruknya itu. Tentu saja, pemerintah harus menyiapkan siasat agar kejadian penyamaran identitas tersebut tidak terjadi.

Antrian Truk 2 Km Buat Toll Gate Merak Tak Berfungsi

Sejak pukul 10.00 pagi hingga 15.00 tadi, ratusan supri truk dan pengelola truk (petruk) melakukan aksi dengan memarkirkan kendaraanya di depan pintu masuk (toll gate) Pelabuhan Merak. Hal ini sangat disayangkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola pelabuhan Merak.

Aksi blokade ini tentunya mengganggu aktivitas layanan penyeberangan di pelabuhan Merak dan membuat rugi pengguna jasa pelayanan penyeberangan baik ASDP atau pemilik kapal ferry. Kejadian ini berawal dari beberapa truk angkutan berat di atas 60 ton tidak diijinkan menyeberang melalui pelabuhan Merak karena batas maksimal tonase kendaraan yang melintas di dermaga moveable bridge seberat 60 ton. Padahal diketahui berat truk-truk tersebut sektar 100 ton per truk dan biasanya menyeberang melalui dermaga Plesengan, pelabuhan Bojonegara, Serang.

Karena akses jalan menuju ke pelabuhan Bojonegara sedang dalam perbaikan, para supir truk ini mengalihkan perjalanan melalui pelabuhan Merak. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Faik Fahmi mengatakan, pihaknya menyesalkan adanya aksi protes yang terjadi di Merak, karena keberadaan pelabuhan sangat vital dalam mendukung akses transportasi masyarakat maupun sektor logistik melalui jalur penyeberangan.

PT ASDP (Ellen)

“Apalagi pelabuhan Merak menjadi pintu gerbang lalu lintas penumpang, kendaraan dan barang dari pulau Jawa menuju Sumatera atau sebaliknya. Dengan adanya aksi protes ini, layanan tentu menjadi terganggu, dan merugikan banyak pihak,khususnya masyarakat pengguna jasa,” tutur Faik, Kamis (18/5/2017) yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima.

Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat mengungkapkan, pembatasan tonase kendaraan truk diberlakukan bukan tanpa alasan, karena hal ini menyangkut aspek keselamatan dari pengguna jasa.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Pengaturan dan Pengendalian Kendaraan yang Menggunakan Jasa Angkutan Penyeberangan yang tertulis dalam Bab II pasal 4 ayat 2 menyatakan bahwa berat kendaraan beserta muatannya tidak boleh lebih dari kapasitas dermaga. Pasal selanjutnya dinyatakan, operator pelabuhan berhak menolak kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini.

“Terkait timbangan untuk muatan ini, kami mengikuti aturan yang berlaku. Sesuai dengan kapasitas dermaga di Merak maksimum 60 ton, maka kami tidak akan melayani truk yang tonasenya melebihi kapasitas dermaga moveable bridge di Merak. Jika melebihi batas tonase, hal ini akan berdampak pada keselamatan,” ujar Christine.

Faik menambahkan, aksi protes yang terjadi hari ini, membuat antrian kendaraan hingga jalan Cikuasa Atsa sepanjang 2 kilometer. Sedangkan kondisi di dalam pelabuhan, muatan kapal jenis truk tidak ada alias kosong dan berisi hanya penumpang penjalan kaki dan mobil pribadi.

“Kami berharap, aksi protes yang merugikan banyak pihak ini segera dihentikan, dan setiap pemangku kepentingan dapat mencapai win-win solution, agar pelayanan jasa penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni kembali normal,” tuturnya.

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak terus melakukan koordinasi dengan perwakilan sopir dan pengurus truk, Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan (OPP) Merak, Gapasdap dan PT Mata Pensil Globalindo (mitra dalam e-ticketing di pelabuhan Merak dan Bakauheni).

Italia (3): Akhirnya, Menatap Langsung Piazza Duomo di Milan

Setelah menyelesaikan perjalanan ‘ekspres’ satu hari di kota Florence, kami kembali ke Utara, menuju Venesia untuk menginap satu malam. Venesia memang menjadi tempat transit karena pada hari ketiga, di pagi hari kami sudah menjadwakan kunjungan ke kota Mode, Milan. Kenapa dibilang singkat, karena seperti halnya saat mendatangi Florence, di Milan kami hanya mematok jalan-jalan selama setengah hari.

Baca juga: Italia (1) – Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta

Bila Florence berada di sebelah selatan Venesia, maka posisi Milan secara geografis kira-kira sejajar dengan Venesia. Milan dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling maju di Italia, dan terdiri dari 118 disktrik. Hingga tahun 2016, populasi penduduk urban di Milan mencapai 1,3 juta juta orang. Merujuk ke silsilahnya, nama Milan bila dibahasa Latinkan dibaca Mediolanum yang berarti di tengah hamparan. Hingga kini, Milan sendiri menjadi pusat ekonomi dan keuangan Negeri Pizza.

Kota yang dikenal dengan julukan kota fesyen dunia ini memiliki bangunan yang lebih modern di bandingkan Venesia dan Florence.Alasan kami menuju Milan karena di sini menjadi salah satu pusat fesyen dunia dan banyak merek-merek busana terkenal menyajikan etalase butik mewah.

Baca juga: Italia (2) – Berburu Wisata di Florence dalam Satu Hari

Guna menyambangi Milan, kami berangkat menggunakan kereta cepat dari stasiun Santa Lucia, Venesia menuju Stasiun Central Milan, yang tentunya juga menggunakan tiket online yang pembeliannnya kami lakukan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan. Rute Venesia ke Milan terasa sedikit lebih lama ketimbang Venesia ke Florence. Mungkin karena lebih lama dan jaraknya lebih jauh, tarif kereta Venesia ke Milan lebih mahal sekitar 20 – 30 Euro dari Venesia ke Florence.

stasiun Milano Centrale

Tiket menuju Milan memang lebih mahal, dikarenakan perjalanan kami dari Venesia menuju Milan sekitar tiga setengah jam dengan model kereta yang sama seperti menuju Florence kemarin. Sesampainnya di stasiun Milano Centrale kami langsung mencari transportasi umum untuk menuju Piazza Duomo. Tetapi karena jadwal tidak bertepatan dengan kedatangan kami, alhasil diputuskan untuk berjalan kaki menuju Piazza Duomo.

Sekedar saran, untuk wisatawan yang belum fasih tentang Milan, ada baiknya membeli peta, atau peta juga bisa Anda dapatkan gratis di stasiun. Alasannya untuk mencari arah jalan lewat aplikasi di smartphone akan kesulitan,terlebih bagi kami yang jujur lebih mengandalkan akses free WiFi. Sebagai informasi, hotspot free WiFi memang tersedia, tapi hanya ada di beberapa tempat wisata saja. Dengan berjalan santai, perjalanan kami cukup lama dari satsiun Milano Centrale munuju Piazza Duomo karena kami sempat berhenti untuk berfoto-foto dan mengunjungi beberapa toko di sepanjang jalan.

Berpose di Piazza Duomo.

Baca juga: WiFox, Bantu Anda Berburu WiFi Gratisan di Bandara Internasional

Sebelum tiba di Piazza Duomo kami sempat melewati Galleria Vittorio Emanuele II yang berisi banyak butik kelas dunia khas Eropa. Bangunan ini sangat megah dengan ciri khas bangunan Eropa klasik dengan sedikit sentuhan modern. Sesampai di Piazza Duomo kami menyempatkan masuk ke dalam gereja dan musium Duomo. Piazza Duomo menjadi magnet kunjungan kami, lantaran bangunan berupa gereja yang berada di lapangan utama kota ini menjadi salah satu bangunan termegah di Eropa. Dengan arsitektur Gothic, gereja ini memang sangat besar, di bagian dalamnya bahkan bisa menampung 40 ribu jamaah.

Galleria Vittorio Emanuele II di malam hari.

Seperti halnya di Florence, di Mila ada juga bus Hop On Hop Off, tetapi kami tidak menaikinya melainkan menikmati keindahan kota Milan dengan hanya berjalan kaki. Meski sangat belum puas berada seharian di Milan, dengan sisa tenaga yang ada, sorenya kami kembali menuju Venesia , tapi mungkin karena kelelahan kami menggunkan wahana Metro (kereta bawah tanah) dari Piazza Duomo menuju stasiun Milano Centrale.

Kereta bawah tanah Metro Milan.

Baca juga: Stasiun Ini Dalamnya Melebihi Tinggi Patung Liberty Loh!

Tiket sekali perjalan menggunakan metro terbilang cukup murah, yakni 1,5 Euro sekali jalan. Tetapi kami tidak bisa menikmati perjalanan karena saat itu di dalam metro sangat padat, diperkirakan jam pulang kerja saat kami naik. Model metro atau kereta bawah tanah ini mirip dengan kereta listrik Jabodetabek dari tempat duduknya . Sesampainnya kami di stasiun Milano Centrale, kami cukup pindah peron dan melanjutkan perjalanan menuju stasiun Santa Lucia di Venesia.

Dari Venesia, di hari keempat kami bertolak pulang ke Indonesia lewat Amsterdam. Demikian berakhirlah perjalanan singkat di Italia, dari Venesia, Florence dan Milan. Semoga tulisan ini dapat membawa inspirasi bagi Anda pembaca KabarPenumpang.com. (Dessyta Octavera Santi – karyawati swasta di Jakarta)

Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan”

Selalu berhati-hatilah dalam segala hal, termasuk sebelum menggunakan sarana transportasi berbasis massa. Jangan sampai nasib Anda sama seperti yang dialami oleh seorang pria berwarganegara Cina, dimana jarinya terjepit oleh kereta cepat. Sialnya, kereta tersebut baru saja jalan meninggalkan stasiun Changzhou, Provinsi Jiangsu, Cina. Akibat dari kejadian itu, pria yang identitasnya tidak diketahui ini terpaksa berlari cukup jauh di sepanjang peron stasiun tersebut.

Kejadian yang tanggalnya tidak diketahui persis ini mendadak jadi sorotan publik setelah salah satu saksi mata kejadian itu merekam dan mengunggah video tersebut ke dunia maya. Kejadian tersebut berawal ketika seorang pemuda yang mengenakan baju berwarna gelap salah naik kereta dan mencoba untuk keluar dari ular besi tersebut. Namun hanya dalam hitungan detik, pintu kereta kembali menutup dan pria tersebut belum sepenuhnya keluar dari kereta. Hanya jarinyalah yang berada di dalam ketika pintu kereta menutup dengan sempurna. Alhasil, pria ini terpaksa berlari menyusuri peron karena jepitan dari pintu yang cukup kuat.

Dalam video yang merekam kejadian tersebut, terdengar orang-orang yang melihat kejadian tersebut berusaha untuk menghentikan lau kereta dengan cara berteriak. Petugas stasiun yang mendengar teriakan tersebut lalu memberikan isyarat kepada masinis untuk memberhentikan kereta. Akhirnya, kereta tersebut berhenti dan jari  pria malang itupun terselamatkan. Ia tidak mengalami luka yang serius, namun kejadian ini patut dijadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati dan berkonsentrasi dalam menggunakan sarana transportasi umum.

Sumber: tribunnews.com

Kejadian seperti ini seolah mengingatkan pada kejadian pada awal tahun 2016 lalu, dimana kemaluan seorang pria berkulit sawo matang terjepit pintu kereta. Sebuah video berdurasi 45 detik memperlihatkan seorang berdiri di antara pintu komuter sebelum akhirnya kemaluannya terjepit sempat menjadi viral pada masanya dan menuai banyak komentar. Dalam video tersebut, terlihat pria tersebut mencoba untuk masuk ke dalam kereta. Saat semua penumpang mulai masuk ke dalam, dia hanya terlihat berdiri sambil merentangkan kedua tangannya di area pintu kereta. Tapi saat kedua pintu kereta mulai menutup, tubuh pria itu terjepit di tengah-tengahnya.

https://www.youtube.com/watch?v=F-AcyVu8ZGg

Tampak hidung pria itu terjepit, namun yang paling nahas lagi ternyata kemaluannya juga terjepit di antara kedua pintu. Belum diketahui apakah pintu otomatis langsung terbuka saat ada benda yang menghalangi, namun pintu itu kemudian terbuka otomatis sehingga membuat organ tubuhnya dapat diselamatkan. Dalam video tersebut, terdengar pria tersebut mengerang kesakitan saat kemaluannya terjepit, dan memegangi kemaluannya setelah pintu kereta terbuka. Tidak ada yang mengetahui persis dimana kejadian ini terjadi, namun menurut laman Dailymail, kemungkinan terjadi di daerah Asia.

Gaffoglio Family Metalcrafters Luncurkan Bus Listrik

Sebuah perusahaan yang bermarkas di Fountain Valley, California, Gaffoglio Family Metalcrafters mengeluarkan sebuah prototipe bus elektrik dalam sebuah event internal pada bulan April kemarin. Gaffoflio Family Metalcrafters berusaha untuk menepis anggapan masyarakat yang mengatakan desain kendaraan elektrik amatlah monoton. Perusahaan tersebut berusaha untuk menampik semua anggapan tersebut dan berusaha untuk mengajak semua lapisan masyarakkat untuk menaiki bus berukuran mungil tersebut.

Prototipe bus yang dapat menampung 42 penumpang ini menggunakan 96 baterai lithium-besi-fosfat Winston yang terintegrasi di dalam sasisnya, dilindungi oleh serat karbon yang tahan api dan diatur oleh sistem manajemen baterai yang juga terinstal di dalamnya. Bus yang memiliki berat kurang lebih 22,5 ton ini dapat menjajal jalanan dengan jarak rata-rata sejauh 120 mil atau setara dengan 193 km sekali charge.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com pada Selasa (9/5/2017), Gaffoglio Family Metalcrafters tengah merencanakan untuk menambah daya gedor bus ini sehingga bisa melaju hingga jarak 250 mil atau setara dengan 400 km. Baterai yang digunakan oleh bus ini memiliki daya 1000 ampere dengan aliran listrik 350 volt.

Sumber: newatlas

Beralih ke bagian kabin, prototipe bus ini dilengkapi dengan 42 bangku penumpang yang tersusun rapi dengan warna biru mendominasi bangku-bangku tersebut. Kesan mewah langsung mencuat ketika melihat lorong bus yang dilapisi oleh bahan kayu sintetis berwarna abu-abu natural yang serasi dengan bagian dindingnya dan menambah nuansa  elegan dari bus tersebut. Ditambah dengan ruang untuk menyimpan barang pada bagian atas bangku penumpang. terdapat juga beberapa layar sentuh yang tergantung di antara pengemudi dan kabin penumpang, yang berguna untuk menampilkan informasi mengenai perjalanan tersebut. Pada bagian belakang, terdapat sebuah kamar mandi yang dapat digunakan kapanpun.

Untuk desain luar, bus ini terbilang cukup unik, terutama pada bagian depannya. Sebuah single-wiper yang terpasang pada bagian kaca depan bus seolah menambah kesan unik dari bus ini, karena kebanyakan bus menggunakan double-wiper. Bentuk bodinya yang luwes dan berbeda dengan bus lainnya tentu menjadi modal utama bus ini untuk menarik perhatian calon penumpangnya nanti.

Sebelumnya, pihak Gaffoglio Family Metalcrafters yang memulai bisnisnya pada tahun 1979 ini mendapatkan mandat untuk menciptakan sebuah kreasi yang berfokus pada penyimpanan baterai dan transportasi listrik oleh sebuah perusahaan energi berkelanjutan asal negeri tirai bambu, China. Nama Gaffoglio Family Metalcrafters mungkin tidak setenar manufaktur otomotif lain, namun memiliki sejarah bekerja dengan perusahaan mobil sejak tahun 1979. Sejak saat itu, perusahaan ini mulai mengembangkan konsep prototipe yang dibuatnya untuk dikembangkan kembali menjadi sebuah merk dagang utama. Nama Gaffoflio Family Metalcrafters sempat melambung ketika dipercaya untuk menyusun resume yang mencakup Fisker’s Ford Mustang Rocket.