Militer Amerika Serikat dilaporkan meluncurkan serangan rudal jelajah yang menyasar infrastruktur transportasi darat vital di wilayah utara Iran. Serangan tersebut secara spesifik menargetkan Jembatan Kereta Api Aq-Tappeh Khan yang terletak di Kabupaten Aqqala, Provinsi Golestan. Jembatan rel ini merupakan titik sambung strategis pada Koridor Kereta Api Internasional Cina–Kazakhstan–Turkmenistan–Iran (Incheh Borun), yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan utama yang menghubungkan Cina, Rusia, dan Iran.
Bagi jaringan konektivitas perkeretaapian global, rute Incheh Borun yang menembus perbatasan timur laut Iran dan menghubungkan wilayah Gorgan hingga ke Tehran ini memiliki nilai historis dan ekonomi yang sangat tinggi. Jalur ini merupakan bagian integral dari proyek raksasa Belt and Road Initiative (BRI) milik Cina, yang membentang langsung dari Xi’an menuju Tehran. Koridor rel ini mencatatkan pergerakan yang sangat sibuk, di mana sedikitnya terdapat 65 kereta barang internasional yang melintas sepanjang tahun lalu. Bahkan, pasca terjadinya blokade maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran, volume lalu lintas kereta api di rute darat ini dilaporkan melonjak drastis hingga tiga kali lipat.
Ketegangan di jalur rel ini semakin meningkat setelah Rusia juga mulai aktif memanfaatkan koridor perkeretaapian yang sama untuk mengangkut komoditas logistiknya menuju Iran sejak November 2025. Kondisi tersebut membuat para analis menilai bahwa serangan rudal AS ke jembatan utamanya bukan lagi sekadar aksi militer konvensional, melainkan upaya langsung untuk melumpuhkan koridor transportasi multinasional. Serangan ini juga menandai salah satu penetrasi serangan terdalam AS ke dalam teritori Iran, menggeser fokus operasi yang sebelumnya hanya terkonsentrasi di wilayah selatan dekat Selat Hormuz menuju ke area infrastruktur sensitif di dekat perbatasan Turkmenistan.
Meskipun jembatan Aq-Tappeh Khan mengalami kerusakan, otoritas perkeretaapian Iran dikenal memiliki reputasi pemulihan infrastruktur yang sangat cepat. Berkaca pada peristiwa beberapa bulan lalu, tepatnya pada 7 April 2026, ketika enam jembatan kereta api di Tehran, Alborz, Qom, Isfahan, Zanjan, dan Azerbaijan Timur hancur dibom, para insinyur perkeretaapian Iran mampu memulihkan seluruh jalur dan mengoperasikan kembali kereta dalam waktu kurang dari 96 hours.
Berdasarkan pengumuman terbaru dari Kepala Perusahaan Kereta Api Iran, salah satu jalur rel yang rusak akibat serangan terbaru ini bahkan sudah berhasil diperbaiki dalam waktu kurang dari 13 jam, sehingga layanan perjalanan kereta api kini telah kembali beroperasi secara bertahap.
Sempat Rusak Akibat Serangan Udara, Iran Mulai Rekonstruksi Jembatan B1 di Karaj
