Sistem Tiket di-Hack, Metro di San Francisco Terpaksa Gratiskan Perjalanan

Menyeruaknya pemberitaan mengenai virus Ransomware belakangan ini memang menyita banyak perhatian publik. Virus yang terkenal dengan latar belakang tindak pemerasan ini juga pernah mengancam dunia transportasi modern, dimana semua akses untuk menggunakan layanan transportasi sudah terintergasi komputerisasi. Adalah sarana transportasi darat di San Francisco yang datanya pernah “ditawan” oleh pihak hacker dan meminta tebusan untuk mengembalikan data-data tersebut.

San Francisco Municipal Transportation Agency (SFMTA), perusahaan penyedia jasa layanan transportasi yang pernah menjadi “tawanan” dari virus Ransomware. Akibat virus yang dikendalikan oleh hacker tersebut, sistem ticketing milik SFMTA tersebut tidak dapat berfungsi.

Baca Juga: Ransomware WannaCry, Virus Pemeras yang Turut Mengguncang Dunia Transportasi

Para pengguna jasa layanan transportasi yang tergabung dalam jaringan SFMTA dapat merasakan langsung imbas dari serangan malware tersebut. Tercatat, pada beberapa stasiun yang dioperasikan oleh SFMTA, sebuah pesan langsung dari hacker terpampang pada display komputer yang ada di stasiun-stasiun terkait. ”Anda dihack, semua data terenkripsi.” Tidak hanya sampai di situ, hacker tersebut juga meminta sejumlah uang tebusan untuk membebaskan data yang terenkripsi.

Tebusan yang diminta oleh hacker tersebut tidak sedikit, seperti yang KabarPenumpang.com kutip dari laman arstechnica.com (28/11/2016) silam, mencapai angka US$73.000 atau setara Rp988 juta. Berasarkan pada informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, ransomware ini merupakan jenis malware dari Mamba dan HDDCryptor yang juga dikenal sebagai salah satu generasi awal ransomware yang ditemukan oleh Morphus Labs dan sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang perangkat lunak asal Jepang, Trend Micro.

Sumber: extremetech.com

Malware ini memiliki kemampuan untuk mengenkripsi seluruh jaringan dan menggunakan perangkat yang disebut dengan nama DiskCryptor. Akibat adanya serangan virus ini, sistem ticketing tidak bisa berjalan dengan normal selama beberapa hari. Untungnya, para penumpang masih diperbolehkan untuk menggunakan jasa transportasi tersebut dengan cuma-cuma. Di sisi lain, mesin tiket memperlihatkan pesan out of order atau tiket yang tidak tersedia. Hal ini terjadi pada rentan waktu dua hari, yaitu antara tanggal 25 hingga 26 November 2016. Dapat dibayangkan jika salah satu tumpuan transportasi masyarakat San Francisco tersebut mengalami kelumpuhan, tentu saja akan menghambat aktifitas warga yang secara tidak langsung menjadi korban dari tindakan hacker tersebut.

Menanggapi serangan hacker tersebut, juru bicara SFMTA, Kirsten Holland menyebutkan serangan hacker tersebut sama sekali tidak mengganggu aktifitas perjalanan para penumpang bus dan Muni Metro. Ia juga menambahkan, perjalanan para penumpang tetap dinyatakan aman walaupun dengan sistem yang tengah mendapatkan serangan. “Kami akan tetap memprioritaskan pemulihan sistem, agar dapat kembali beroperasi secara normal,” tutur Kirsten.

Pihak SFMTA menolak untuk membeberkan penjelasan mengenai sistem yang kembali dapat dioperasikan. Terdapat dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, SFMTA memenuhi permintaan hacker dan mengirimkan uang sebesar Rp988 juta, atau mereka melakukan pemulihan dari data cadangan yang ada. “Ini bukan waktu yang tepat untuk memberikan rincian mengenai sistem yang sudah kembali normal saat ini,” bebernya.

Toilet Tiga Dimensi Ada di Bandara Sepinggan Balikpapan

Metode gambar tiga dimensi saat ini marak dimana-mana, apalagi dikalangan pecinta seni rupa, mural hingga desain interior. Penggabungan gambar dengan konsep yang membuatnya lebih matang sehingga menghasilkan yang terlihat seperti aslinya. Hal ini juga dilakukan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) untuk toilet di Bandara Sepinggan Balikpapan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diberikan Angkasa Pura I (15/5/2017), toilet ini membuat penggunanya seperti berada di alam terbuka dan bisa merasakan suasana pantai dan pemandangan laut. Tak hanya di dekat westafel dan pintu toilet, di bagian dalamnya pun akan merasakan sensasi sendiri saat buang air. Dengan gambar ini, membuat toilet di bandara Sepinggan menjadi toilet pertama dengan tema tiga dimensi.

Diketahui, toilet dengan konsep dan nuansa tiga dimensi ini berada di lantai tiga terminal keberangkatan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan tepatnya di depan gate 10.

Angkasa Pura I

“Toiletnya bersih dan unik! Saya suka motifnya. Baru pertama kali saya lihat toilet seperti ini. Luar biasa!” ungkap Rudi, salah satu penumpang Lion Air yang hendak menuju Surabaya.

Konsep tiga dimensi ini sendiri, sengaja dihadirkan oleh pengelola bandara untuk meningkatkan kenyamanan pengguna bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan yang berada dalam pengelolaan PT Angkasa Pura I. Efek tiga dimensi ini juga ditampilkan di depan toilet dan tepat di bawah skylight.

Selain meningkatkan kenyamanan, adanya konsep ini membuat pengguna bandara bisa berfoto ria. Spot ini melengkapi spot swafoto lain yang sebelumnya juga sudah ada bandara Terbaik di Indonesia 2016 versi Bandara Awards ini.

Angkasa Pura I

“Inovasi ini merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan pengalaman baru di bandara, sekaligus sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada para pengguna jasa. Diharapkan pengguna jasa bandara akan semakin merasa nyaman dan tidak merasa bosan ketika berada di bandara,” ujar Pujiono, General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Diketahui, Bandara SAMS menjadi satu dari enam bandara terbaik di Indonesia menghadirkan konsep gaya modern menjadikan bandara ini menarik perhatian selain Bali dan Makassar.

Airavat, Bus AKAP dengan Fasilitas Mini Bar dan Toilet Kering

Mungkin Anda tidak asing ketika mendengar sebuah bus memiliki toilet di dalamnya, karena toilet-toilet tersebut dapat Anda temui di bus-bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Namun, toilet yang biasanya ditemui di dalam bus tersebut merupakan toilet basah, dimana masih menggunakan sistem flush. Nah, manufaktur otomotif multinasional raksasa asal Swedia, Volvo dipinang oleh The Karnataka State Road Transport Corporation (KSRTC) di Bangalore, India untuk menyanggupi pengadaan bus yang dilengkapi dengan pantry dan toilet kering.

Sumber: deccanherald.com

Adalah Airavat, nama yang dipilih Volvo untuk menjawab tantangan yang diajukan oleh pihak KSRTC. Ini tidaklah sama dengan bus reguler yang sudah menjajal jalan-jalan di Bangalore, Airavat dilengkapi dengan Airavat Superia dan Airavat Bliss. Airavat Superia adalah sistem toilet kering yang diaplikasikan Volvo pada bus ini, dimana diadopsi dari sistem toilet yang digunakan oleh pihak penerbangan atau kerap kali ditemukan pada sebuah konser atau di tempat-tempat umum. Sedangkan Airavat Bliss merupakan dapur mini yang lengkap dengan perlengkapan dapur pada umumnya.

Sumber: indiatimes.com

Dengan terpasangnya sejumlah perangkat penunjang tadi, maka Airavat bus seakan siap untuk melakukan perjalanan jarak jauh berkelas dengan target utama penumpang yaitu anak-anak dan orang tua. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman indiatimes.com, pejabat KSRTC mengatakan bahwa toilet akan mendapat perlakuan “spesial” dari staf pemeliharaan KSRTC dan makanan yang tersedia merupakan tanggung jawab dari pihak vendor swasta.

Layaknya sebuah bus kelas VIP, interior bus yang dapat menampung 41 penumpang ini mampu membuat para penumpangnya betah berlama-lama berada di dalam bus ini. Jarak antar bangku yang terbilang cukup jauh akan memberikan keuntungan bagi penumpang yang merasa kelelahan karena bisa meregangkan kakinya. Ditambah lagi dengan dua fitur utama dari bus ini, Airavat Bliss dan Superia yang seolah memindahkan nuansa rumah ke dalam kabin bus.

Bukan hanya itu, suspensi yang digunakan oleh pihak Volvo sendiri juga memegang peranan penting di sini. Penggunaan suspensi yang jauh lebih empuk daripada bus lainnya merupakan suatu hal tidak luput dari pertimbangan Volvo, ditambah lagi dengan tersedianya dapur mini pada moda darat ini. Tentu saja Volvo sudah memikirkan matang-matang bagaimana caranya penumpang dapat menikmati hidangan dalam bus tanpa harus terganggu dengan kondisi jalan yang tidak mulus.

Selain sistem suspensi yang mumpuni, kondisi jalan juga menjadi faktor lain yang dapat menunjang kenyamanan dari bus ini, walaupun tidak bisa dipungkiri kendala pada pra-sarana transportasi ini juga yang dialami oleh moda darat lainnya. Kondisi jalan yang tidak rata hingga berlubang akan mengganggu kenyamanan Anda dalam berkendara, terutama jika Anda tengah menyantap hidangan di dalam bus Airavat.

Ransomware WannaCry, Virus Pemeras yang Turut Mengguncang Dunia Transportasi

Beberapa hari ke belakang, tepatnya pada Jumat (12/5/2017) kemarin, Indonesia dibuat kalang kabut dengan adanya sebuah virus yang menyerang komputer di dua rumah sakit terkemuka di Ibu Kota, yaitu Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. Kedua rumah sakit tersebut terinfeksi virus Ransomware Wanna Decryptor (Wannacry), sebuah malicious software yang polanya adalah mengunci komputer dan mengenkripsi semua data, sehingga komputer tidak dapat dibuka kecuali pengguna komputer tadi mengirimkan ‘tebusan’ senilai US$300 dengan mata uang Bitcoin kepada pemilik virus.

Varian Wannacry yang tren sejak kemarin ini merupakan bagian dari alat yang dikembangkan oleh National Security Agency (NSA) yang berhasil diretas hacker berkode Shadow Brokers dan kemudian disebarkan melalui GitHub, salah satu platform pengembangan perangkat lunak terkemuka di dunia. Pertama kali serangan ini dialami oleh British National Health Service (NHS) yang mana menjadikan sistem komputer menolak pasien, menjadwal ulang janji temu pasien, hingga membatalkan operasi.

Serangan pada Jumat kemarin menargetkan titik lemah pada sistem operasi Windows. Microsoft mengatakan bahwa mereka merilis update Windows untuk melindungi pengguna terhadap serangan. Berkaitan dengan merebaknya pemberitaan tentang virus Ransomware Wannacry yang sudah menjangkitkan kurang lebih 99 negara tersebut, Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia (KOMINFO), Semuel Pangerepan mengatakan pihaknya tengah bekerja sama dengan beberapa lembaga terkait lainnya dalam memberantas virus yang menjurus pada tindakan kriminal ini. “Upaya pelokalan server yang terinfeksi sedang dilakukan untuk mencegah penyebaran peralatan perang tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, dunia transportasi juga menjadi salah satu aspek yang terkena imbas dari penyebaran virus tersebut. Di Rusia, virus tersebut menyerang Russian Railway, salah satu sarana transportasi vital yang menghubungkan Rusia dengan daerah-daerah di sekitarnya. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak Russian Railway yang mengatakan sistem IT perkereta-apian di Rusia telah terserang virus yang dimana virus tersebut kini sudah berhasil diisolasi. “Kini kami tengah berupaya untuk menghilangkan virus tersebut dan meng-upgrade sistem anti virus yang sudah ada,” katanya pada rt.com (13/5/2017), sebagaimana yang dilansir oleh KabarPenumpang.com. Masih pada kesempatan yang sama, pihak perkereta-apian Rusia mengatakan serangan virus tersebut tidak mengganggu layanan transportasi di sana.

Kejadian seperti ini tentunya mengingatkan mengenai virus yang menyerang sistem perkereta-apian di San Francisco pada tahun 2016 silam, dimana para penumpang tidak bisa membeli tiket kereta yang biasanya mereka beli via komputer. Semua komputer tersebut berstatus offline dalam kurun waktu satu hari. Dalam kasus ini, hacker meminta tebusan senilai 100 Bitcoin atau senilai US$70.000 atau setara Rp946 miliar untuk jaminan.

Inilah Alasan PT Angkasa Pura I Berganti Jadi “Angkasa Pura Airports”

Sebagian dari penumpang transportasi udara mungkin sudah mahfum dengan nama PT Angkasa Pura I (Persero), inilah BUMN yang mengelola 13 bandara di wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Namun berbeda dengan koleganya PT Angaksa Pura 2 (Persero), PT Angkasa Pura I lebih sering disebut dengan label “Angkasa Pura Airports.”

Tidak sedikit yang bertanya-tanya kenapa nama tentang nama PT Angkasa Pura I berganti menjadi Angkas Pura Airports. Padahal nama Angkasa Pura I sudah cukup terkenal apalagi di dunia penerbangan baik domestik maupun internasional. Memang nama Angkasa Pura I sedikit ambigu dengan Angkasa Pura II, karena memiliki nama yang sama-sama menggunakan Angkasa Pura.

Bahkan banyak yang mengatakan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II sama. Bila dilihat dengan nama memang sama, tetapi wilayah operasi kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berbeda. Dimana AP I memegang 13 bandara di wilayah tengah ke timur Indonesia sedangkan AP II memegang bandara wilayah tengah ke Barat Indonesia.

Tak hanya itu, dengan kesamaan nama ini, dunia penerbangan internasional juga terkadang ‘bingung’ untuk membedakannya. “Tidak ada yang berubah sebenarnya dari PT Angkasa Pura I (persero), hanya saja nama Angkasa Pura Airports digunakan untuk branding di dunia penerbangan,” ujar Direktur Utama AP I Danang S Baskoro kepada KabarPenumpang.com, Jumat (12//5/2017) di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I . Dengan pencantuman kata dalam bahasa Inggris akan memudahkan perusahaan untuk dikenal di lingkup internasional. Danang mencontohkan pada momen perhelatan bandara-bandara internasional di Incheon, Korea Selatan, branding dengan Angkasa Pura Airports terbukti cukup pas.

Meski keluar dengan brand Angkasa Pura Airports, namun secara legal perusahaan tetap menyandang nama PT Angkasa Pura I sesuai anggaran dasar, bahkan alamat website perusahaan tetap menyebutkan nama ap1.co.id. Kami juga mengganti logo, agar bisa di bedakan dengan Angkasa Pura II. Kadang di dunia internasional bingung dengan PT Angkasa Pura I. Karena di dunia penerbangan internasional makanya agar memudahkan kami menggunakan Angkasa Pura Airports,” tambah Danang.

Tak hanya nama dan logo yang menjadi branding AP I, Danang menambahkan, akan menambah lima bandara yang ada di bagian tengah dan timur Indonesia untuk masuk dalam layanan AP I. Bandara-bandara tersebut yakni yang ada di Labuan Bajo Kalimantan Utara tepatnya di Tarakan, Palu, Sentani di Papua dan Bangai di Sulawesi.

“Nantinya dengan penambahan bandara ini Angkasa Pura I memiliki 18 bandara yang dilayani oleh kami,” tutur Danang.

Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng

Lagi, nama United Airlines menjadi sorotan publik dunia setelah seorang penumpang maskapai tersebut mengeluhkan perlakuan kurang mengenakkan yang menimpa dirinya. Adalah Nicole Harper, seorang penumpang yang hendak bertolak dari Houston pada 10 April 2017 silam terpaksa buang air kecil di sebuah gelas setelah interupsinya untuk ke toilet ditolak oleh kru pesawat. Kejadian tersebut terjadi sehari setelah Dr. David Dao diseret secara tidak manusiawi oleh kru United Airlines.

Sumber: washtimes.com

Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman news.com.au, Kamis (11/5/2017), Nicole mengatakan pramugari tidak memperkenankan penumpangnya meninggalkan tempat duduk sebelum sang kapten menyelesaikan intruksi mengenai sabuk pengaman. Nicole tidak tinggal diam dan mencoba untuk menjelaskan kepada pramugari. “Setelah menjelaskan bahwa saya memiliki kandung kemih yang terlalu aktif dan perlu menggunakan kamar kecil atau kencing di cangkir, lalu saya diberi sebuah cangkir oleh petugas pramugari,” tulis Harper di Facebook.

Keluhan Nicole yang ia unggah ke media sosial Facebook sontak menyambar dunia maya. Menanggapi hal tersebut, pihak United Airlines sendiri mempunyai pembelaan terhadap tindakan yang dilakukan oleh pramugarinya tersebut. “Kami mengikuti peraturan Federal Aviation Administration (FAA) yang berlaku,” ungkap pihak United Airlines dalam sebuah keterangan tertulis.

“Anda akan berpikir buang air kecil di sebuah cangkir di dalam pesawat di hadapan keluarga saya dan orang asing akan menjadi bagian terburuk dari kejadian ini. Tapi perlakuan yang saya terima dari pramugari tersebutlah yang menjadi bagian paling buruk,” tutur Nicole.

Baca Juga: Duh! Dokter Ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa Ya?

Tidak bisa dipungkiri, nama United Airlines sejak sebulan belakangan ini seolah mencuri perhatian dunia. Terhitung sejak kasus Dr. David Dao yang diseret orleh kru maskapai karena enggan memberikan tempat duduknya kepada kru maskapai lainnya yang hendak ikut dalam penerbangan tersebut. Kemudian permintaan maaf United Airlines kepada Dr. David Bao yang dinilai tidak serius. Ditambah lagi dengan kasus Lucie Bahetoukilae, seorang wanita yang salah menaiki maskapai hingga akhirnya Ia berada di San Francisco padahal tujuan akhirnya di Prancis. Dan yang terakhir adalah kasus yang menimpa Nicole Harper dimana ia terpaksa menggunakan sebuah cangkir untuk buang air kecil daripada harus pergi ke toilet.

Baca Juga: Salah Menerbangkan Penumpang, United Airlines Harus Minta Maaf (Lagi)

Kejadian yang akhirnya membuat saham United Airlines turun tersebut terkesan disengaja guna mendompleng nama maskapai asal negeri Paman Sam tersebut. Sebenarnya, jika hal yang dilakukan oleh pihak United Airlines tersebut benar adanya, maka strategi Black Campaign dengan tujuan untuk meningkatkan Brand Awareness yang dilakukan oleh pihak United Airlines bisa dibilang berhasil, walaupun banyak orang mengenal United Airlines dengan image maskapai yang penuh prahara.

Sedangkan, jika semua kejadian yang menyangkut dengan penumpang tersebut dilakukan tanpa ada motif black campaign, maka pihak united airlines harus lebih berhati-hati lagi dalam melayani penumpangnya, sehingga tidak akan terulang kembali kejadian miris seperti David Dao, Lucie Bahetoukilae, dan Nicole Harper.

Jatuh Dari Balon Udara Hingga Tersengat Listrik, Gadis Belia Ini Tetap Selamat

Sebuah kejadian miris terekam kamera dimana seorang wanita melakukan selfie sebelum balon udara yang Ia tumpangi menghantam sebuah kabel listrik bertegangan tinggi. Walaupun kejadian tersebut terjadi pada tahun lalu, namun Rebecca Fry, korban jatuhnya balon udara tersebut tidak bisa melupakan momen dimana tubuhnya menghantam tanah dari ketinggian di daerah Northamptonshire, Inggris.

Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman bbc.com (11/5/2017), Rebecca mengatakan dirinya mengalami luka serius sehingga harus menerima perawatan intensif di salah satu rumah sakit terdekat. “Saya ingat semuanya, saya ingat ketika balon udara menghantam kabel listrik, tubuh saya tersengat, hingga akhirnya terbakar,” tutur Rebecca.

Sumber: bbc

Pada tanggal 22 Mei 2016 silam, Rebecca menjadi penumpang satu-satunya penumpang dalam balon udara nahas tersebut. Dilansir dari sumber yang sama, pihak kepolisian setempat mengatakan pengemudi dari balon udara tersebut tidak mengalami cidera serius, namun tidak dengan Rebecca. Bagaimana tidak, kabel listrik bertegangan 33.000 volt mengaliri tubuh Rebecca dan membuatnya menderita luka bakar yang sangat parah.

Sumber: itv.com

Akibat kejadian tersebut, kurang lebih 2.000 rumah mengalami putus listrik sementara. Menurut saksi mata dari kejadian tersebut, kondisi Rebecca sangatlah mengkhawatirkan, dimana sekujur tubuhnya melepuh akibat sengatan listrik. Selaku korban dari kejadian itu, Rebecca sendiri masih ingat persis apa yang ia rasakan kala itu. “Saya berpikir akan mati, dan saya ingat betul bagaimana sakitnya. Saya amat takut waktu itu,” kenang Rebecca.

Hebatnya, Rebecca masih tetap dalam kondisi sadar pasca kejadian. “Saya masih sadar kala itu,” tambahnya. Regu penyelamat berdatangan menuju lokasi kejadian dan langsung membawa Rebecca yang terluka parah menuju Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham dengan menggunakan ambulans udara. Ini bertujuan agar Rebecca bisa cepat mendapatkan pertolongan sehingga nyawanya dapat diselamatkan.

Sumber: bbc

Salah satu regu penyelamat yang turut membantu proses penyelamatan tersebut, Dr Rupert Hurry mengatakan ketakutan terbesar yang ia dan regu penyelamat rasakan kala itu adalah Rebecca tidak mampu bertahan hidup. Bagaimana tidak, Rebecca jatuh dari ketinggian, tubuhnya terbakar, serta kemungkinan meninggal setelah tersengat listrik. Namun ia tetap berusaha agar nyawa wanita 22 tahun tersebut tetap tertolong.

Rebecca membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan untuk masa penyembuhan luka bakar yang dideritanya.  Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan perawatan khusus untuk gangguan stres pascatrauma untuk waktu yang cukup lama. Sebuah momen dramatis terjadi ketika Dr Rupert Hurry mengunjungi kediaman Rebecca beberapa waktu lalu. Ia bertujuan untuk melihat perkembangan Rebecca setelah kejadian nahas tersebut. Kekhawatirannyalah yang mendorong Dr Rupert untuk menyambangi kediaman Rebecca.”Saya jarang sekali menemui pasien yang telah saya tangani,” tutur Dr Rupert. “Ia terlihat amat segar, dan bahagia sekarang. Saya amat bersyukur ketika Ia masih hidup sekarang dan kami bisa saling berbincang,” pungkas Dr Rupert.

Peragaan Alat Keselamatan Penerbangan, Masih Efektifkah?

Demo keselamatan penerbangan atau safety briefing selalu ada di dalam setiap penerbangan penumpang komersial. Biasanya, peragaan alat keselamatan diperagakan oleh kru kabin yakni pramugari ataupun pramugara yang bertugas pada penerbangan di sepanjang lorong pesawat. Metode ini di Indonesia masih terus di praktekan oleh beberapa maskapai di Indonesia khususnya yang low cost carrier (LCC) atau penerbangan dengan biaya murah.

Berdasarkan regulasi, peragaan keselamatan penerbangan diharuskan pada penerbangan komersial. Karena keselamatan adalah hal terpenting dalam dunia penerbangan dan tidak ada toleransi ataupun kompromi dan tertuang dalam Undang-Undang No. 15/1992. Selain itu ini adalah program pemerintah Program Nasional Keamanan Penerbangan Sipil (National Civil Aviation Security Programme)

Traveller.com.au

Apakah peragaan keselamatan di pesawat saat ini efektif? Bila ditelisik lebih lanjut, saat ini beberapa maskapai besar seperti Garuda Indoensia, Qatar, Singapore Airlines dan lainnya sudah mengganti metode peragaan keselamatan secara manual dengan video menarik yang ditampilkan melalui monitor yang ada dihadapan para penumpang.

Dari pengamatan yang dilakukan KabarPenumpang.com, penggunaan video ini membuat kinerja kru kabin lebih efisien. Dimana, kru kabin bisa memberikan dan memiliki waktu yang lebih untuk melayani penumpang.

Pelayanan yang biasanya dilakukan adalah kru kabin bisa membereskan barang-barang yang belum tersusun rapi di kabin, memberikan permen, makanan, minuman, handuk hingga selimut untuk para penumpang. Tetapi hal ini hanya bisa diberikan pada maskapai dengan layanan penuh dan video yang diputar biasanya sudah menjelaskan secara detail tentang peragaan keselamatan dalam penerbangan.

Namun, untuk maskapai dengan biaya penerbangan murah, video tak bisa ditampilkan karena tidak ada layar monitor untuk menampilkannya. Sehingga para kru kabin haruslah memperagakan tentang keselamatan penerbangan secara detil dan membuat kru kabin menjadi kurang efisien dalam pelayanan kepada penumpang.

Sayangnya, banyak penumpang yang tidak menyimak dengan baik pergaan keselamatan penerbangan. Kalaupun ada, mereka hanya memperhatikan kru kabin yang cantik atau tampan, bukan cara peragaannya. Tetapi, bila penumpang masih belum mengerti dengan penggunaan alat keselamatan penerbangan, waktu pramugari bisa lebih mudah untuk menjelaskan perlahan.

Bos Angkasa Pura I Siapkan Kuda-Kuda Jelang Mudik Lebaran

Menjelang musim mudik lebaran, PT Angkasa Pura I melakukan banyak persiapan guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, seperti lonjakan penumpang, kondisi di lapangan yang kurang kondusif, dan beberapa kemungkinan lain. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro. Menurutnya, Lebaran merupakan hajat nasional yang selalu berulang setiap tahun, oleh karena itu, PT Angkasa Pura I selalu melakukan perbaikan secara rutin.

Baca juga: Sebelum Lebaran, Aplikasi Angkasa Pura Airports Siap Meluncur

“Kami akan selalu berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, maka dari itu, ada beberapa aspek yang menjadi fokus kami dalam melayani para konsumen, seperti peningkatan pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan,” ujarnya pada KabarPenumpang.com, Jumat (12/5/2017) di Kantor Angkasa Pura I, Kemayoran. Ia juga memprediksi akan ada kenaikan peningkatan dari segi pemudik. “Kemungkinan jumlah pemudik meningkat dari tahun lalu, berhubung Hari Raya jatuh pada hari Sabtu dan Minggu,” tambahnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry tersebut memaparkan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat. “Akan ada banyak yang kami benahi, diantaranya adalah meminimalisir alat yang berfungsi tidak maksimal, perbaikan pintu keluar, penambahan jumlah petugas di lapangan, termasuk perbaikan tempat parkir,” ungkap Danang. Ia juga menjelaskan, PT Angkasa Pura I banyak melibatkan banyak pihak guna melancarkan arus mudik tahun ini. “Kami dapat bantuan dari TNI, Menhub (Kementerian Perhubungan), relawan, pecalang (Polisi Adat di Bali), pramuka, dan lain-lain,” pungkasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Danang mengatakan persiapan lonjakan penumpang yang terjadi pada moda udara berbeda dengan moda lain, seperti moda darat dan laut. “Luapan penumpang di moda udara itu unik, terjadi luapan tapi masih terbatas,” ungkap Danang. “Semua luapan tersebut tergantung dari penerbangan tambahan yang diadakan dari tiap maskapai,” tambahnya. Biasanya, lonjakan penumpang saat lebaran terjadi pada penerbangan menuju Indonesia bagian barat, sedangkan lonjakan penumpang  yang terjadi pada saat musim libur Natal terjadi pada penerbangan menuju Indonesia bagian Timur.

Menurut Danang, daerah jangkauan Angkasa Pura I yang paling ramai pada saat musim libur lebaran adalah Bali. Bukanlah menjadi suatu rahasia ketika Bali menyimpan sejuta keindahan alam yang menjadi daya tarik Pulau Dewata tersebut. Tambahnya, sudah banyak sekali kasus keluarga non-muslim yang ditinggal mudik asisten rumah tangganya dan akhirnya lebih memilih untuk menghabiskan waktu libur mereka di Bali. Kondisi tersebut ditambah dengan datangnya wisatawan domestik yang ingin menghabiskan waktu liburnya di Bali. “Itulah yang menjadi penyebab Bali selalu ramai ketika musim libur lebaran.” Tutupnya mengakhiri perbincangan.

Sebelum Lebaran, Aplikasi Angkasa Pura Airports Siap Meluncur

Selain getol mengimplementasikan konsep airport mall, pengelola bandara juga giat menghadirkan jalur informasi terintegrasi untuk memudahkan penumpang. Salah satu wujudnya adalah penyediaan aplikasi mobile yang dapat diunduh dari smartphone. Dan tak ingin ketinggalan dari PT Angkasa Pura II (AP II), BUMN PT Angkasa Pura I (Angkasa Pura Airports) juga telah membuat aplikasi untuk memudahkan pelanggan guna mengetahui jadwal keberangkatan dan segala macam informasi yang terkait di dalamnya.

Namun, untuk nama AP I memilih menggunakan Angkasa Pura Airports, sedangkan AP II menggunakan label Indonesian Airports untuk aplikasinya. Aplikasi ini baru tersedia di basis OS Android dan masih dalam bentuk beta.

Baca juga: Merespon Kebutuhan Penumpang, Angkasa Pura II Terapkan “Airport Go Digital”

KabarPenumpang.com

Walaupun masih dalam bentuk beta, aplikasi Angkasa Pura Airports sudah menyajikan jadwal penerbangan yang jelas untuk semua maskapai di 13 bandara yang dikelola AP I. Sayangnya fitur-fitur lain seperti layanan updare berita baru hingga notifikasi belum bisa berjalan dengan baik, dan sebagian masih dalam status coming soon.

Pada beranda aplikasi atau home page milik AP I, aplikasi akan menampilkan lingkaran putih dan bertuliskan Angkasa Pura Airports, tetapi setelah disentuh akan muncul menu-menu seperti info penerbangan, shop & dine, info airport, transportasi, info hotel, airport parking dan info wisata. Hal ini yang membuat aplikasi milik AP I lebih istimewa dibandingkan milik AP II. Dari menu ini beberapa ada yang berbeda dengan milik AP II, tampilan sederhana benar-benar terkait dengan elemen yang ada di bandara.

Ada keunikan tersendiri dengan aplikasi ini, AP I memberikan tampilan latar belakang yang berbeda setiap memilih menu bandara tujuan. Sedangkan AP II penggantian bandara latar belakang akan tetap sama seperti tampilan di beranda.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II”

KabarPenumpang.com

Tak hanya itu, perbedaaan terbesar adalah, AP I hanya masuk dan meminta lokasi pelanggan tanpa harus mengisi data pribadi untuk masuk aplikasi. Kalaupun ada, hanya untuk memberikan kritik atau saran saja. Sedangkan Indonesian Airports akan meminta data pribadi. Data ini digunakan untuk memudahkan penumpang mencari jadwal keberangkatannya apakah tepat waktu atau mengalami delay.

Baca Juga : Airport Digital Cinema, Teknologi Baru Angkasa Pura II

Walaupun baru berstatus beta, bagi pelanggan AP I, aplikasi ini dirasa cukup bersahabat untuk digunakan. Sebab, setiap pengguna bisa melihat jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat. Selain itu, bisa juga untuk mencari informasi harga parkir di setiap bandara milik AP I. Bagi pengguna yang akan menuju daerah tengah atau timur Indonesia bisa melihat tujuan wisata, dengan adanya ini, pengguna aplikasi AP I bisa memudahkan Anda mencari informasi dengan jelas tempat tujuan.

KabarPenumpang.com

Corporate Secretary Angkasa Pura I Israwadi hari ini mengatakan, aplikasi ini barulah berbentuk beta dan masih dalam pengembangan, pembaharuan terus dilakukan agar aplikasi lebih sempurna. “Aplikasi ini sudah berisi informasi per bandara, dan rencananya akan launching secara resmi sebelum momen Lebaran tahun ini,” ujar Israwadi saaat ditemui KabarPenumpang.com, Jumat (12/5/2017).