Tombol SOS Dinilai Tak Ampuh Entaskan Kejahatan di Transportasi Online

Langkah Pemerintah Malaysia dalam mewajibkan perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi (online) seperti Uber dan Grab untuk menerapkan tombol SOS di aplikasi mereka dinilai tidak banyak membantu apabila dalam kondisi darurat, seperti korban mengalami kekerasan hingga kejahatan. Shamsubahrin Ismail selaku pendiri dari Big Blue Taxi Services mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak menjamin keselamatan penumpang dari beragam tindak kriminal, karena biasanya kejadian seperti itu berlangsung dengan sangat cepat.

Baca Juga: Banyak Kasus Pelecehan, Inikah Momen Taksi Online Perketat Penerimaan Pengemudi?

“Langkah seperti ini hanya akan menjadi pencegah bagi para pengemudi untuk melakukan tindak kejahatan. Karena pada kenyataannya, para korban tidak akan terpikir untuk memencet tombol SOS ketika dalam keadaan darurat,” tuturnya sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari freemalaysiatoday.com (18/6/2017).

Shamsubahrin mengatakan pelaku biasanya akan bertindak cepat dan dengan paksa, meninggalkan penumpang sebelum mereka memiliki kesempatan untuk mencari pertolongan. Asumsinya semakin dipertegas dengan pendapatnya yang mengatakan bahwa korban hanya memiliki kemungkinan untuk memenekan tombol SOS di bawah 30%, tepat pada waktunya. Lebih lanjut, Shamsubahrin mengatakan tombol SOS hanya bisa digunakan oleh penumpang yang merasa keselamatannya mulai terancam, entah karena pengemudi menempuh jalan pintas yang mencurigakan atau mengancam penumpang selama berkendara.

Pria berambut plontos ini juga menghimbau kepada semua perusahaan layanan jasa transportasi berbasis aplikasi agar perusahaan tersebut lebih ketat dalam melakukan seleksi masuk bagi para pengemudinya. “Pastikan mereka tidak memiliki catatan kriminal atau masalah kesehatan,” tegasnya. Tentunya, dengan pemberlakuan serangkaian tes tersebut, akan melibatkan lebih banyak pihak, seperti Polisi, Departemen Transportasi, Badan Anti-Narkoba Nasional dan Dewan Kota.

Baca Juga: Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi

“Kalau begitu sebaiknya SPAD (Land Public Transport Commission) memberikan persetujuan agar mereka bisa mulai beroperasi secepatnya,” tutur Shamsubahrin. Anjuran yang dilontarkan Shamsubahrain bukan tanpa alasan, mengingat dalam waktu satu bulan ke belakang telah terjadi serangkaian kejadian yang diduga sebagai tindak kriminal oleh pengemudi Uber dan Grab kepada para penumpangnya.

Ambil contoh pada tanggal 11 Juni 2017 silam, dimana seorang wanita berusia 29 tahun diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang sopir Grab sekitar pukul 04.00 dini hari waktu setempat di Bandar Putra Permai, Seri Kembangan. Mundur beberapa hari, tepatnya pada 6 Juni 2017 seorang wanita paruh baya asal Vietnam mengaku dipaksa untuk menyentuh organ vital dari pengemudi Uber setelah ia menunjukkannya sepanjang perjalanan dari Penang, serta masih banyak lagi serangkaian kejadian yang mencoreng nama kedua jasa layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut.

AS Ikuti Cina Gunakan Teknologi Rel Virtual dalam Autonomous Rail Transit

Cina, beberapa waktu lalu membuat Autonomous Rail Transit tanpa rel, kali ini Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama dengan membangun rute Milwaukee Streetcar yang digunakan pada BRT (Bus Rapid Transit) dari jalur Timur ke Barat. Dilansir KabarPenumpang.com dari milwaukeeindependent.com (7/6/2017), saat ini Milwaukee County telah merencanakan layanan BRT sembilan mil yang akan menghubungkan, perkantoran, sekolah dan tempat hiburan melalui pusat kota Wilwaukee, Near West Side dan Wauwatos.

Baca juga: NEVS Rilis Mobil dengan Pengubah Interior Melalui Kedipan Mata

Autonomus Rail Rapid Transit(newatlas.com)

Dalam pembangunan City of Wilwaukee juga menggunakan metode yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu oleh Cina untuk masalah transportasi. Diketahui di masa mendatang, Wilwaukee juga akan menggunakan Autonomous Rail Transit (ART), yakni menjalankan kereta bukan diatas rel logam,  melainkan melalui rel virtual, karena ada kemungkinan aspek bus tanpa awak dianggap tidak praktis.

Baca juga: Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil

Kereta tanpa rel ini diklaim menggunakan tenaga baterai yang tidak menghasilkan polusi dan mampu bergerak dengan kecepatan tertinggi 70 km per jam. Tak hanya itu, kereta ini bisa menempuh jarak hampir 25,7 km setelah 10 menit pengisian baterai. Digadang-gadang kereta ini mampu menampung hingga 300 penumpang dengan panjang kereta hanya 100 kaki.

www.milwaukeeindependent.com

Chіnа Railway RоIIing Stоck Cоrp (CRRC) selaku pengembang memulai kembali teknologinya pada 2013 lalu dan saat ini sudah memasang jalur uji sejauh empat mil dari kota Zhuzhavan. Namun, hasilnya belum bisa dibuktikan, karena konsep ini dipromosikan sebagai alternatif jalur bus dan kereta api yang lebih murah.

Baca juga: Lihat Dampak Pada Kota, iCity-CATT Akan Tinjau Teknologi Pada Mobil Otonom

Untuk kota Milwaukee, adanya dua jenis transportasi transit dengan sistem virtual bisa menjadi bagian terpenting. CRRC diharapkan memiliki kereta di jalan pada tahun 2018, pada waktunya untuk tahap pertama dari Milwaukee Streetcar yang akan beroperasi. Saat Milwaukee serius mengembangkan jaringannya, teknologi baru ini akan memberikan opsi biaya-efektif untuk menghubungkan Southeastern Wisconsin dengan platform komuter yang sangat dibutuhkan.

Setelah 25 Tahun Stop Produksi, Lockheed Martin Tampilkan L-100 di Paris AirShow 2017

Dalam dunia penerbangan, nama C-130 Hercules begitu melegenda sebagai pesawat angkut berat bermesin turboprop. Selain kondang mengemban misi militer dan operasi kemanusiaan, Lockheed Martin selaku manufaktur juga merilis pesawat bermesin empat ini untuk kebutuhan sipil, artinya ada sosok Hercules yang dirancang untuk pasar maskapai penerbangan sipil komersial. Untuk varian sipil Hercules ini diberi label L-100. Pesawat ini pun sejatinya tak asing dalam dunia penerbagan di Indonesia, tercatat maskapai Merpati Nusantara Airlines dan Pelita Air Services, pernah mengoperasikan Lockheed L-100-30.

Baca juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Berbeda dengan C-130 Hercules yang laris manis dalam penjualan, maka nasib L-100 berbanding terbalik. Sejak mulai diproduksi pada tahun 1964, produksi L-100 dalam berbagai varian dihentikan pada tahun 1992. Menjelang dihentikannya produksi L-100, Lockheed sempat mengembangkan pesawat ini menjadi varian paling mutakir L-100J. Disebut mutakhir mengingat L-100J dibangun dengan mengacu dari platform C-130J Super Hercules. L-100J yang ekuivalen dengan C-130J lengkap dengan mesin turboprop canggih Rolls-Royce (Allison) AE-2100D3, baling-baling enam bilah, dan EFIS dua kru. Tapi program sayangnya dibatalkan pada tahun 2000 karena Lockheed ingin fokus di versi militer saja.

Nah, dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (12/6/2017), ada kabar terbaru dari ajang Paris Air Show yang akan berlangsung di Le Bourget Airport dari 19 – 21 Juni 2017, bahwa Lockheed akan menampilkan kembali L-100J Super Hercules di depan publik. Selain dirancang untuk penerbangan penumpang komersial, L-100J juga disiapkan untuk multi purpose mission, sebuat saja mulai dari penyemperotan udara, pemadam kebakaran, SAR, ambulans udara, transportasi VIP, dan pengiriman kargo dalam ukuran besar.

Baca juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional

“Pada 25 Mei lalu L-100J telah melalui flight test yang memuaskan, dan karena kinerjanya yang memuaskan, kami putuskan untuk membawa pesawat ini ke Paris AirShow 2017, yang dikenal sebagai pameran dirgantara terbesar di dunia,” ujar George Shultz, VP and general manager, Air Mobility & Maritime Missions Lockheed Martin.

Di Indonesia saat ini L-100 masih dioperasikan, tapi bukan lagi oleh penerbangan sipil. Pada tahun 1995 TNI AU mendapat hibah dua unit L-100-30 dari maskapai Merpati Nusantara Airlines, dan tiga unit L-100-30 dari Pelita Air service. Kelima pesawat tersebut kini menjadi etalase Skadron Udara 31, masing-masing dengan nomer A-1325, A-1326, A-1327, A-1338 dan A-1329.

Merujuk ke sejarahnya, Lockheed memutuskan untuk memproduksi varian sipil C-130 Hercules pada dekade 60-an. Sebagai platform pengembangan, Lockheed memanfaatkan basis C-130E Hercules yang sudah dispilkan. Selanjutnya prototipe pertama L-100 terbang perdana pada 20 April 1964 dengan melaukan penerbangan selama satu jam 25 menit. Kemudian sertifikasi kelayakan penerbangan L-100 resmi didapat pada 16 Februari 1965. Pesanan perdana L-100 berjumlah 21 unit untuk Continental Air Services pada tahun 1965.

Temani Perjalanan Anda, Inilah Aplikasi Mudik Terbaru di 2017

Selain kurma, sajian lain yang selalu hadir saat Bulan Ramadhan adalah aplikasi bertema mudik. Sejak satu dekade silam, saat sistem operasi pada smartphone masih dirajai oleh Symbian S60, kemunculan aplikasi bertema mudik sudah cukup deras. Dan saat era Android, laju kemunculan aplikasi bergenre mudik sudah tak terbendung. Meski aplikasi mudik ada banyak, tapi hanya beberapa yang dianggap mumpuni dari segi kinerja dan konektivitas.

Dirangkum KabarPenumpang.com ternyata aplikasi-aplikasi ini sangat membantu para pemudik. Memang isi aplikasi ini bisa dibilang sederhana dibandingkan aplikasi yang biasa Anda gunakan lainnya untuk sosial media ataupun musik. Ada beberapa perusahaan yang mengeluarkan aplikasi mudik yang bisa Anda gunakan untuk membantu perjalanan mudik ke kampung halaman. Berikut aplikasi yang diluncurkan beberapa perusahaan yang KabarPenumpang.com dapatkan.

1. Peta Mudik Metro Tv
Pada aplikasi ini, Anda akan mendapatkan berbagai macam fitur dan kemudahan informasi dalam mudik. Adapun fiturnya yakni info lalu lintas, cuaca, pusat oleh-oleh, tempat wisata, jadwal shalat, nomor telepon darurat dan lainnya. Di aplikasi milik Metro Tv, Anda juga bisa menonton berita secara live streaming selain itu, Anda juga bisa langsung berhubungan dengaan redaksi Metro Tv melalui pesan whatsapp yang ada pada aplikasi ini.

Peta Mudik Metro TV

2. Toyota
Salah satu perusahaan mobil terbesar di Indonesia ini juga mengeluarkan aplikassi mudik. Didalam aplikasi ini ada empat fitur utama yakni tips mudik lebaran, peta mudik, info toyota dan games. Dalam fitur-fitur ini juga tersedia fitur indfo-info seperti doa, jadwal shalat, posko mudik, bengkel siaga 24 jam hingga daftar bengkel toyota.

Toyota Teman Mudik

3. Jalur Mudik BRI 2017
Tak kalah dengan lain, Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga ikut memberikan aplikasi jalur mudik 2017 kali ini. Fitur yang tersedia ada game berkah mudik BRI yang bisa memberikan Anda poin dan ditukarkan dengan hadiah menarik untuk para pemenangnya. Pencarian tempat, bisa memudahkaan Anda saat mencaru musollah, ATM,masjid, restoran hingga objek wisata. Untuk fitur info mudik, Anda akan diberikan tentang informasi lalu lintas, transportasi umum dan jalur yang akan Anda lewati. Penambahan dalam aplikasi ini adalah promodan layanan terbatas dari BRI. Tak juga lupa adanyaa info shalat untuk memudahkan mengetahui jam-jam shalat.

Jalur Mudik BRI 2017

Lakukan Go Around, Pilot Garuda Indonesia GA425 Selamatkan Penerbangan dari Petaka

Minggu, 18 Juni 2017 menjadi hari yang sangat mendebarkan bagi para penumpang Airbus A330-300 Garuda Indonesia dengan nomer GA425 dari Denpasar tujuan Jakarta. Betapa tidak, pesawat yang sudah dalam posisi siap mendarat, bahkan disebut-sebut telah mengeluarkan roda pendarat, namun tiba-tiba pilot merubah arah pesawat secara mendadak, hidung pesawat yang sedianya mulai menurun, tiba-tiba berubah menjadi ke arah atas dengan kecepatan tinggi. Sontak ratusan penumpang didera keheningan campur panik atas manuver ekstrim dari pilot pesawat tersebut.

Baca juga: Mengenal Serba Serbi dan Peran Air Traffic Controller

Hal diatas bukan sekual cerita dalam sebuah film, tapi baru saja terjadi saat pesawat GA425 sedang melangsungkan proses pendaratan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Segera setelah pesawat kembali naik di ketinggian, roda pendarat kembali ditarik dan pesawat menjauh ke arah laut Jawa. Keputusan yang diambil pilot GA425 ternyata sudah sangat tepat, pasalnya pilot melakukan pembatalan pendaratan untuk menghindari tabrakan dengan pesawat yang ada di landas pacu (runway). Lantas apa yang terjadi dengan insiden yang nyaris berakibat fatal ini?

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia (19/6/2017) selaku pengelola ATC (Air Traffic Control) di Bandara Soekarno-Hatta, dijelaskan bahwa kejadian go around tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan, karena di landasan pacu masih ada pesawat Sriwijaya SJ580 rute Jakarta-Makassar yang harusnya take off tapi kemudian batal karena alasan teknikal. “Kejadiannya berlangsung pada pukul 22.16 WIB, pesawat GA425 mendapat jadwal untuk mendarat di landasan pacu 25R setelah pesawat SJ580 lepas landas. Tower (ATC) Bandara Soekarno-Hatta telah memberikan take-off clearence kepada SJ580 untuk lepas landas, pesawat kemudian rolling tetapi lamban, sampai akhirnya pilot menyatakan mereka berhenti dan tidak jadi lepas landas. Saat itu pesawat GA425 sudah ada dalam posisi untuk mendarat,” ujar Didiet K. S. Radityo, Corporate Secretary AirNav Indonesia.

Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Mendapat informasi kondisi Sriwijaya yang mengalami gangguan teknikal, controller kemudian memberikan go around kepada GA425 dengan alasan keselamatan. Proses Go Around dalam kejadian ini, merupakan tindakan yang harus dilakukan untuk alasan keselamatan. “Memang dengan go around kenyamanan penumpang akan terganggu, tetapi demi keselamatan hal ini harus dilakukan,” ujar Didiet. Pihaknya menyampaikan, detail kejadian sedang dianalisis lebih lanjut. “Rekaman dan data-data lainnya akan kita periksa untuk mendapatkan informasi lebih detail lagi,” katanya.

Pihak AirNav menyampaikan terima kasih kepada pilot GA425 yang cekatan merespon instruksi Go Around yang disampaikan ATC. “Kami juga berterima kasih kepada pilot SJ580 yang segera melaporkan ke tower pembatalan take-off karena alasan teknikal, sehingga ATC bisa segera merespon dengan memberikan instruksi go around kepada pilot. Keamanan dan Keselamatan penerbangan memang upaya bersama dari seluruh stake holder yang terlibat,” pungkas Didiet.

Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama

Pernah beli makanan di dalam kereta? Makan yang ada di kereta biasanya makanan beku yang dipanaskan saat akan dijual kepada penumpang. Makanan ini sehat, tetapi mungkin banyak dari Anda yang tidak begitu menyukai makanan yang dipanaskan. Padahal untuk menjamin standarisasi rasa, gizi dan kebersihan, makanan yang dipanaskan tadi hadir dalam paket box hasil kerjasama perusahaan kereta dengan pihak lain.

Baca juga: Meski Antre Panjang di Gerbong Restorasi, Sahur di Kereta Itu Unik!

Seperti PT Reska, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani penjualan makanan dan bekerjasama dengan Solaria sebagai salah satu restoran penyedia makanan berat. Kerjasama ini membuat makanan beku yang di jual dalam kereta api oleh Reska semakin beragam. Harga yang ditawarkan satu kotak makan beku yang dihangatkan sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu.

Untuk perjalanan kereta api, makanan ini bisa membuat kenyang, karena porsi yang ditawarkan juga cukup besar dan menunya juga bervariasai seperti sate ayam, nasi gudeg, bakso, nasi kuning, nasi goreng dan sebagainya. Makanan cepat saji yang di sediakan Reska juga bisa dipesan secara online beberapa hari sebelum keberangkatan. Sehingga nanti saat pramugari mengirim makanan sudah tahu makanan yang Anda pesan.

Baca juga: Gerbong Restorasi, Sajian Khas Restoran Yang Bergoyang

Ternyata, penjualanan makanan di kereta dengan model dipanaskan pada microwave sudah jamak di berbagai belahan dunia, salah satunya adalah India. Dilansir KabarPenumpang.com dari hindustantimes.com (15/6/2017), penumpang kereta (KA) Rajdhani dan Shatabdi bisa mengucapkan selamat tinggal pada makanan kereta api yang membosankan. Pasalnya, kedua kereta ini per tanggal 15 Juni kemarin tidak lagi menjual makanan beku yang dipanaskan, melainkan penumpang sudah bisa memesan makanan cepat saji seperti Domino Pizza dan burger McDonald’s.

Pemesanan makan cepat saji di kereta Rajdhani dan Shatabdi ini bisa dilakukan secara online melalui telepon atau SMS. Pemberlakuan seperti ini dikarenakan adanya kerjasama antara perkeretaapian India dengan restoran cepat saji seperti Domino’s, KFC, McDonald’s, Sagar Ratna dan lainnya. Meskipun dimulai tanggal 15 kemarin, penumpang kereta dari Ludhiana menuju Delhi dengan menggunakan kereta Shatabdi baru bisa merasakan pesanan makanan dari Domino dan Gyan Vegetarian di Ludhiana serta Babbi Fish and Chicken.

Baca juga: Jadwal Perjalanan Terencana, Pesan Makanan Pun via Online

Sebab, KFC dan McDonald’s belum memulai pengiriman makanan mereka ke stasiun yang berada di bawah naungan divisi Ferozepur Northern Railways. Manajer Komersial Divisi Rajneesh Srivastava mengatakan, adanya hal ini untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi penumpang. Dia mengatakan, ketentuan untuk memesan makanan adalah dua jam sebelum kereta berangkat.

“Saat pemesanan online, penumpang harus mengunjungi www.ecatering.irctc.co.in. Mereka kemudian bisa memilih stasiun di mana mereka menginginkan makanannya terkirim. Setelah memilih stasiun, penumpang akan mendapatkan pilihan makanan yang tersedia untuk stasiun tersebut. Mereka bisa melihat menu makanan yang tersedia dan memesan makanannya, “katanya.

Baca juga: Berkereta Lebih dari 8 Jam, Siapkan Jurus Ini Agar Anda Survive!

Srivastava mengatakan, penumpang yang memesan makanan bisa membayarnya secara online ataupun saat pesanan diantar. Para kurir pengantar makanannya pun bertanggung jawab untuk mengantar makanan ke penumpang saat kereta berhenti di stasiun tertentu.

Pada bulan Juni tahun lalu, kereta api melakukan uji coba 45 hari di Patna Rajdhani, Delhi – Mumbai Agustus Kranti Rajdhani, Pune – Secunderabad Shatabdi dan Howrah – Puri Shatabdi. Vendor lain yang pernah dipekerjakan oleh rel kereta api termasuk Switz Foods, Only Alibaba, Haldiram, Bikanerwala, Nirula’s dan Pizza Hut.

Barelang, Jembatan Dengan Seribu Nama dan Cerita

Bagi Anda yang tinggal di Sumatera, mungkin Anda tidak asing dengan yang namanaya Jembatan Barelang. Ya, nama jembatan ini bisa dibilang cukup unik karena merupakan gabungan dari pulau-pulau yang dihubungkan dengan jembatan ini, yaitu Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang. Uniknya lagi, Jembatan Barelang bukanlah merupakan nama dari satu jembatan, melainkan sebutan untuk enam jembatan yang ada di kepulauan Riau, yaitu Jembatan Tengku Fisabilillah, Jembatan Nara Singa, Jembatan Raja Ali Haji, Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan Tuanku Tambusai, dan Jembatan Raja Kecik. Jembatan yang diprakarsai oleh mantan presiden ketiga Indonesia, B. J. Habibie kini dikenal sebagai landmark Pulau Batam.

Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya

Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur lokal tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Jembatan yang memiliki nama asli Jembatan Fisabilillah ini awalnya dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam sebagai regulator daerah industri Pulau Batam. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 1992dan membutuhkan waktu enam tahun untuk menyelesaikannya. Tidak lupa, pembangunan jembatan ini juga merupakan bentuk kuatnya keinginan para investor untuk berinvestasi di Pulau Batam pada tahun 1991 silam.

Selain dijadikan penghubung ketiga pulau yang sudah disebutkan di atas, Jembatan Barelang juga kerap kali dijadikan tempat bagi para warga sekitar menghabiskan waktu untuk menikmati pemandangan laut yag terhampar dari atas jembatan. Mulai dari anak kecil hingga orang tua tidak luput dari pelupuk mata ketika Anda datang ke jembatan ini, terutama pada sore menjelang. Pemandangan pulau-pulau kecil yang terhampar di sekitaran area tersebut juga semakin menambah elok panorama di sana.

sumber: posmetro.co

Budaya kaum low-end  yang kerap kali menjadikan jembatan sebagai tempat untuk menghabiskan waktu  tentu membawa cerita tersendiri, baik bagi pengguna jalan yang melewati jembatan tersebut atau dari orang-orang yang menghabiskan waktunya di atas jembatan itu sendiri. Untuk para pengguna jembatan, mungkin keberadaan para penikmat pemandangan dari atas prasarana transportasi tersebut tentunya agak sedikit mengganggu, karena dinilai mengganggu lalu lintas di sana. Belum lagi kehadiran tukang jualan yang semakin memperkeruh suasana jalanan di sana. Namun cerita berbeda datang dari para penikmat pemandangan dari atas jembatan. Mereka bisa menikmati pemandangan dari atas sana tanpa harus mengeluarkan biaya, ditambah lagi dengan kehadiran para pedagang asongan yang berharap agar barang yang mereka jajakan bisa dibeli oleh orang-orang tersebut. Walaupun sebenarnya, keberadaan orang-orang semacam ini amatlah membahayakan bagi para pengguna jembatan, maut seakan siap mengincar bagi siapa saja yang tidak berhati-hati di sini.

Hipotesa ini terbukti dengan banyaknya nyawa yang hilang dari atas jembatan ini. Dari mulai bunuh diri, terjatuh, hingga taruhan untuk memperebutkan sepeda motor dengan cara melompat dari jembatan ke laut. Walaupun ada banyak cerita yang menghiasi jembatan ini, namun tetap saja ini merupakan salah satu prasarana transportasi yang diandalkan oleh warga di Kepulauan Riau. Sedikit aneh rasanya jika tidak membahas mengenai jalur yang terhubung dengan Jembatan Barelang ini, ya, jalur Trans Barelang.

Baca Juga: Cirahong, Jembatan Double Deck Satu-Satunya di Indonesia

Jalur yang membentang sejauh 54 km ini memiliki kontur jalan yang lebar dan mulus. Kondisi jalan yang sangat lengang ditambah dengan udara yang sejuk tentu akan memberikan pengalaman tersendiri bagi Anda jika melewati jalur Trans Barelang ini. Jadi, jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Kepulauan Riau dan sekitarnya, jangan lupa menyempatkan diri untuk melihat keindahan lukisan Yang Maha Kuasa dari atas jembatan senilai Rp278 miliar ini.

 

Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality

Teknologi semakin hari semakin berkembang untuk membuat segala sesuatunya mudah. Salah satunya di bandara yang mengharuskan teknologi semakin berkembang untuk memudahkan pihak bandara dan penumpang pesawat. Dilansir KabarPenumpang.com dari huffingtonpost.com (26/5/2017), beberapa hal menarik dari teknologi sudah menghiasi bandara.

Baca juga: Identifikasi Kebutuhan Penumpang, Awak Kabin Air New Zealand Adopsi Augmented Reality

Seperti halnya penanganan bagasi yang sudah menggunakan robotik, sistem keamanan, transportasi transit tanpa awak, landasan pacu yang mampu melakukan de-icing sendiri atau pemindai untuk pengenalan wajah. Bandara Gatwick di Inggris baru-baru ini memasang tanda Augmented Reality atau realitas tertambah di setiap sisi bandaranya. Hal ini digunakan untuk penumpang agar memudahkan tujuan mereka.

robot wayfinder, Hitachi (22Miles)

Sistem ini baru pertama kali digunakan, dengan tujuan untuk mengisi celah pemetaan tradisional yang saat ini tidak lagi terlalu berguna di terminal. Di Gatwick sendiri sudah dipasang ribuan rambu untuk memudahkan baik menggunakan Augmanted Reality ataupun aplikasi lainnya.

Saat ini, sistem yang sudah dipasang diintegrasikan ke dalam banyak aplikasi Gatwick. Selain itu, pihak bandara juga berharap dapat bekerjasama dengan maskapai-maskapai yang beroperasi di bandara Gatwick agar mengintegrasikannya ke aplikasi mereka sendiri.

Baca juga: Exruptive Tawarkan Teknologi Scanner X Ray Terbaru di Bandara

Tak hanya menyediakan penumpang layanan yang bermanfaat, pihak bandara juga berharap bisa mengumpulkan data anonim terkait kepadatan orang untuk memperbaiki sistem operasi bandara dalam hal pengelolaan antrian.

Sebenarnya, dengan menggunakan rambu tenaga baterai, bandara bisa meminimalkan biaya, apalagi sistem ini cukup sederhana pengoperasiannya yakni bisa digunakan selama tiga minggu setelah beberapa bulan dilakukan pengujian dan kalibrasi.

“Dengan menyediakan infrastruktur, kami membuka pintu untuk berbagai penyedia layanan teknologi cerdas, termasuk maskapai penerbangan, untuk meluncurkan layanan real-time baru yang dapat membantu penumpang menemukan jalan mereka di sekitar bandara, menghindari penerbangan yang hilang atau menerima Penawaran tepat waktu yang mungkin bisa menghemat uang mereka. Kami bangga menjadi bandara pertama yang menerapkan teknologi Augmented Reality dan kami berharap adopsi fasilitas ini akan mempengaruhi penyedia bandara dan transportasi lain sehingga akhirnya menjadi norma,” kata juru bicara Gatwick.

Baca juga: Bandara Vancouver Adopsi Teknologi LED Sebagai Sistem Pencahayaan di Apron

Namun, Augmanted Reality bukanlah satu-satunya teknologi yang mampu membatu penumpang menemukan tujuan mereka di bandara. Tahun lalu, raksasa teknologi Jepang, Hitachi menguji sebuah robot Wayfinder di bandara Haneda, Tokyo. Adanya robot ini untuk membatu wisatawan yang hilang dari navigasi bandara. Dalam pencariannya, robot ini akan melibatkan wisatawan untuk berkomunikasi dan memberi informasi visual melalui panel displaynya.

Dalam uji coba ini ada tiga tahap, yang pertama robot berada di meja dan menggantikan peran petugas layanan pelanggan, yang kedua mengambil rentang gerak yang terbatas dan terlibat komunikasi yang luas pada wisatawan sebelum ke tahap selanjutnya. Ketiga, robot bisa menemani wisatawan ke lokasi yang diinginkan. Hitachi sendiri berharap, tahap ketiga ini bisa dilaksanakan Desember 2017.

“Jepang baru-baru ini mengalami pertumbuhan dalam jumlah pengunjung wisatawan asing, sebuah peningkatan yang menuntut layanan maksimal. Entah itu robot atau dukungan augmented reality, mudah-mudahan ini akan menjadi solusi di bandara di masa mendatang,” kata Senior Vice President and Executive Officer at Hitachi, Hiroshi Sato.

Quintiq Siap Otomatisasi Bandara Internasional Dubai

Dubai Airports di Uni Emirat Arab telah menunjuk Quintiq untuk melakukan perencanaan dan penjadwalan otomatis di Dubai International dan Dubai World Central. Nantinya, Quintiq akan mengotomatisasi proses perencanaan di beberapa titik, seperti loket check-in, gerbang, dan tempat-tempat lain. Ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, ketahanan, dan kepuasan penumpang secara menyeluruh.

Baca Juga: Aturan Baru Bagasi di Bandara Internasional Dubai

“Quintiq akan memungkinkan kami memaksimalkan pemanfaatan sumber daya tetap kita saat ini dan mempersiapkan ekspansi di masa yang akan datang,” tutur SVP operations di Dubai Airports, sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari hoteliermiddleeast.com, Minggu (11/6/2017). “Kami bertujuan untuk memberikan pengalaman kelas dunia kepada perusahaan penerbangan yang menggunakan bandara dan penumpang yang mereka bawa,” tambahnya.

Quintiq, pemimpin global dalam perangkat lunak perencanaan dan optimasi rantai pasokan (supply chain planning and optimization – SCP & O) dirasa tepat untuk dioperasikan di Dubai International mengingat bandara ini merupakan bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional. Dari 260 bandara yang mencakup 143 airport stands, 561 check-in counters hingga 28 baggage belts, pihak bandara akan memiliki visibilitas sumber daya yang lengkap. Mereka menyesuaikan alokasi ini agar sesuai dengan preferensi maskapai tertentu dan diharapkan di depannya dapat memperlancar arus penumpang.

Penambahan arus jumlah penumpang bukan berarti menomor-duakan kenyamanan para penumpang. Pengalaman indah yang dirasakan oleh para penumpang dan pihak maskapai akan membuat mereka kembali lagi ke bandara tersebut, selama berada di dalam region yang sama. Dengan demikian, akan meningkatkan bagi perusahaan tersebut.

Abdul Razzak Mikati, selaku Managing Director di Dubai International mengatakan biaya investasi di infrastruktur baru amatlah tinggi. “para pelanggan membutuhkan kesiapan di masa yang akan datang, serta solusi untuk masalah industri yang secara efisien mengelola kapasitas sumber daya bandara saat ini,” tuturnya. “Dengan menggunakan Quintiq, kebutuhan akan perencanaan manual telah dieliminasi, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan kelancaran operasional,” tambah Abdul.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

Abdul Razzak menambahkan bahwa Quintiq juga mampu menangani perhitungan terhadap 40 penerbangan per detik dengan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber untuk memperbaiki proses otomasinya.

Kemampuan ini dinilai sangat penting, karena Dubai International melihat peningkatan lalu lintas 7,4% pada kuartal pertama tahun 2017 ini, sementara lalu lintas penumpang naik 29,5% di Dubai World Central pada periode yang sama. Tren meningkat ini diprediksi masih akan terus berlanjut. Maarten Hendriks, Business Unit Director of Transportation di Quintiq mengatakan kesempatan ini merupakan ajang untuk unjuk gigi di sektor yang dikuasai oleh Quintiq, yaitu penerbangan. “Teka-teki perencanaan ini memberi kita kesempatan untuk menunjukkan kemampuan Quintiq di sektor penerbangan. Dengan 1.100 penerbangan setiap hari, efisiensi optimal sangat penting dalam menjaga tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi,” tuturnya.

Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

Terlahir dengan nama Jewel Changi, satu-satunya bandara sipil di Singapura ini akan akan memberikan suasana baru bagi penumpang dan penduduknya. Pasalnya, Bandara Internasional Changi akan dibangun Canopy Park di lantai paling atas bangunan bandara yang pembangunannya akan selesai di tahun 2018dan diresmikan awal tahun 2019. Dengan adanya Canopy Park, penumpang dan penduduk Singapura akan merasakan hal yang menakjubkan. Hal ini karena Canopy Park akan memiliki luas sekitar 14 ribu meter persegi atau sama dengan 11 kolam renang olimpiade.

Jewel Changi Airport Devt

Dilansir KabarPenumpang.com dari hospitalitydesign.com (15/6/2017), bangunan ini akan memiliki sepuluh lantai dengan lima lantainya dibawah tanah dan lima lainnya diatas tanah. Pada Canopy Park akan dibangun serangkaian atraksi menarik seperti tempat bermain anak, taman, air terjun, trek pejalan kaki dan restoran.

Baca juga: Kalahkan Changi, Fort Smith Regional Airport Menangkan Kontes Toilet Terbaik di Dunia

Permainan yang akan dihadirkan pada Canopy Park untuk memanjakan penungunjung yakni Sky Nets, Canopy Maze dan Discovery Slides. Selain itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan taman yang berisi tanaman dengan 1400 jenis termasuk pohon kelapa sawit.

Jewel Changi Airport Devt

Sky Nets merupakan permainan yang menggabungkan dua konsep sebuah jaring untuk melompat-lompat sekaligus berjalan dalam satu atraksi. Canopy Mazes sendiri adalah peramainan berupa labirin yang memberikan jalan yang beliku dan Discovery Slides memberikan kesempatan pengunjung meluncur dari sebuah patung setinggi 6,5 meter. Dari Discovery Slides, pengunjung akan bisa melihat Forest Valley di bawahnya.

Baca juga: 20 Bandara Ini Dipercaya Punya Akses WiFi Terbaik di Dunia

Dalam Canopy Park taman yang dibuat ada dua jenis secara khusus yakni Topiary Park dan Petal Garden. Kedua taman ini berada di antara jalur pejalan kaki yang berkelok-kelok, apalagi saat berada di Topiary Park, para pengunjung akan terpesona dengan pohon dan rumput berbentuk binatang yang berada di setiap belokannya.

Jewel Changi Airport Devt

Sedangkan Petal Garden lebih menghadirkan suasana bunga yang berubah-ubah setiap musimnya. Selain itu, ada pula air terjun yang dibangun dalam Canopy Park dengan tinggi 40 meter.

Baca juga: Ikuti Jejak Changi, Angkasa Pura II Siap Operasikan Skytrain Pada Juni 2017

Air terjun ini memiliki rahasia dimana saat malam hari akan menjadi layar pertunjukkan cahaya dan suara. Kehadiran fasilitas baru ini, akan menjadikan Changi menjadi salah satu bandara dunia dengan konsep bandara masa depan.

Jewel Changi Airport Devt

Fasilitas Canopy Park ini juga terhubung langsung dengan Terminal satu yang menyediakan pusat perbelanjaan hotel dan taman hiburan. Bisa dikatakan Canopy Park ini seperti surga imitasi yang mampu memanjakan mata pengunjung.

Jewel Changi Airport Devt