Circular Bridge di Uruguay Paksa Pengemudi Kurangi Laju Kendaraannya

Kebanyakan jembatan memiliki jalur yang lurus, terkadang juga memiliki beberapa tikungan yang tidak terlalu tajam. Namun bagaimana dengan sebuah jembatan yang terletak di Uruguay, dimana jembatan  tersebut memiliki jalur yang melingkar seperti cincin? Jembatan bernama Laguna Garzon tersebut merupakan mahakarya dari seorang arsitek Uruguay bernama Rafael Viñoly. Mungkin jembatan ini terlihat nyentrik namun Rafael memiliki argument sendiri dibalik desain circular bridge tersebut.

Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya

Seperti yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman huffingtonpost.com, setiap setengah lingkaran di jembatan tersebut berperan sebagai jalan satu arah. Karena bentuknya yang melingkar, maka pengemudi harus mengurangi kecepatannya ketika melewati jembatan Laguna Garzon tersebut. Selain meminimalisir terjadinya kecelakaan seperti yang kerap kali terjadi di jembatan lurus pada umumnya, setiap orang yang melewati jembatan ini juga dapat menikmati pemandangan alam yang tersaji.

Sumber: huffingtonpost.com

“Konsep yang kami terapkan untuk Puente Laguna Garzon merupakan bentuk transformasi dari persimpangan kendaraan konvensional menjadi sebuah momen yang dapat memaksa kendaraan tersebut untuk mengurangi kecepatannya,” Ungkap Rafael. Tidak hanya itu, Rafael juga mempertegas pemandangan alam yang tersaji manakala kita melintasi jembatan tersebut akan mengundang decak kagum. “Selain itu, kami juga menyediakan space untuk para pejalan kaki secara bersamaan,” tambahnya.

Baca Juga: Circular Pedestrian Bridge Jadi Titik Integrasi Penumpang Lintas Moda

Sesuai dengan namanya, Jembatan Laguna Garzon membentang di sebuah laguna di pantai selatan Uruguay, yang akhirnya membuat banyak orang menyebutnya “Laguna di dalam laguna”. Jembatan ini menghubungkan kota Maldonado dan Rocha. Diketahui, kota Maldonado merupakan sebuah kota yang cukup berkembang, berbanding terbalik dengan Rocha yang bisa dibilang jarang “tersentuh”, jadi keuntungan lain dari adanya jembatan ini adalah untuk memudahkan akses warga Rocha yang ingin menyambangi kota Maldonado.

Sebelum jembatan ini ada, satu-satunya cara warga untuk berkunjung dari satu kota ke kota lainnya adalah dengan cara menggunakan sebuah kapal yang hanya mampu menyebrangkan satu kendaraan dalam sekali jalan. Dengan kata lain, jembatan yang mulai beroperasi pada 22 Desember 2015 ini memberikan kemudahan bagi warga dari kedua kota untuk saling terhubung. Dihimpun dari sumber lain, lebih dari 1.000 kendaraan menggunakan jembatan ini setiap harinya. Sebuah bukti yang cukup kuat bahwa jembatan ini sangat menunjang infrastruktur transportasi diantara kedua kota.

Sumber: kompas

Dilihat dari dalam negeri, jembatan yang hampir serupa juga dapat kita temui di daerah Semanggi, Jakarta. Jembatan yang sering juga disebut sebagai Simpang Susun Semanggi ini merupakan salah satu cara yang ditempuh Pemprov DKI dalam mengentaskan masalah kemacetan yang kian runyam. Rencananya, Simpang Susun Semanggi ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus kelak. Diharapkan, keberadaan Simpang Susun Semanggi ini bisa mengurai kemacetan yang selalu menghantui daerah di sekitarnya.

Terima Kucuran Dana Segar, Volocopter Fokus Kembangkan VTOL Andalannya

Volocopter baru saja mendapat suntikan uang tunai sebesar US$30 juta, berkat beberapa investor, termasuk salah satunya dari sesama perusahaan Jerman, Daimler. Kontribusi perusahaan mobil tersebut dapat membantu Volocopter tetap melaju sesuai timeline dan rencananya untuk merilis taksi udara otonom bertenaga listrik pada tahun depan. Dalam merencanakan taksi udara otonom bertenaga listrik ini, Volocopter membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mematangkan konsep tersebut sebelum mereka melakukan uji coba pertamanya pada tahun 2016 silam.

Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (3/8/2017), Volocopter’s ‘Volocopter 2X’ merupakan Vertical Take-Off and Landing (VTOL) yang sepenuhnya menggunakan listrik dengan 18 rotor tak bersuara dan dapat melaju hingga kecepatan maksimum 100 kilometer per jam. Volocopter 2X ini juga dapat mengangkut dua penumpang dalam sekali jalan. Selain berita pendanaan, Volocopter pun mengumumkan bahwa pada kuartal keempat tahun 2017, mereka akan bekerja sama dengan Road and Transport Authority (RTA) Dubai untuk melakukan tes kendaraannya yang akan dipergunakan sebagai taksi udara otonom. Operasi percobaan dan program sertifikasi ini diperkirakan akan berlanjut hingga lima tahun ke depan.

Menurut Volocopter, moda ini mampu mengudara rata-rata 27 menit dan memiliki 9 sistem baterai lithium-ion yang terpisah. Baterai ini memiliki waktu pengisian maksimum kurang dari 120 menit, dengan waktu pengisian tercepat kurang dari 40 menit. Moda futuristik ini juga dilengkapi oleh jaringan komunikasi untuk keselamatan dan parasut darurat yang tersedia di kabin. Pihak perusahaan pun menjamin pengoperasian baling-baling akan sangat hening karena semua rotornya bergerak dalam poros kecil.

Baca Juga: Saingi Dubai, Singapura Akan Hadirkan Taksi Udara

“Komitmen finansial yang kuat dari investor baru kami merupakan sebuah sinyal positif sekaligus bukti kepercayaan pasar dalam usahanya untuk mengadakan VTOL yang dioperasikan secara elektrik yang digunakan sebagai taksi udara,” ungkap Florian Reuter, Managing Director dari Volocopter. “Kami sengaja mencari campuran investor dengan latar belakang strategis dan dapat menerapkannya dengan sempurna bersama Daimler dan Lukasz Gadowski,” tambahnya.

Menurut Volocopter, rencana terbaru dari perusahaan tersebut adalah untuk mengembangkan moda udara otonomnya lebih jauh hingga proses produksi sudah benar-benar matang dan mendapatkan perizinan komersial dari otoritas penerbangan di seluruh dunia. Ini akan melibatkan program uji penerbangan, dan mempekerjakan lebih banyak tenaga ahli yang dikhususkan dalam mengembangkan sistem penerbangan otonom tersebut.

Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara

Nampaknya, tidak lama lagi Volocopter 2X akan menunjukkan kebolehannya di dunia nyata. Kota Dubai telah menandatangani uji coba moda tersebut pada kuartal keempat tahun ini, karena tujuan dari kota modern tersebut adalah untuk membuat 25 persen transportasi penumpang menjadi otonom pada tahun 2030 mendatang.

Bandara Dubai Gunakan Bahasa ‘Jawa Halus’ Untuk Pemeberitahuan Penerbangan

Masih ingat per 14 Juli 2017 lalu, ada kabar menarik dari Yogyakarta, yakni Bandara Adisutjipto untuk pertama kalinya menggunakan bahasa Jawa untuk informasi penerbangan. Namun, ternyata tak hanya di Indonesia, bandara di luar negeri pun juga ada yang memakai bahasa Jawa untuk pemberitahuan penerbangan, seperti yang dilakukan otoritas Bandara di Dubai, Uni Emirat Arab.

Baca juga: Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang

Mungkin dengan latar banyaknya penumpang yang berasal dari suku Jawa, menjadikan bahasa ini yang dipilih sebagai media pemberitahuan di bandara yang disebut sebagai bandara tersibuk di dunia tersebut. Bahasa Jawa yang terdengar di bandara internasional Dubai ini membuat banyak penumpang keheranan dan beberapa penumpang asal Indonesia tertawa saat mendengarnya, dan kebanyakan penumpang asal Indonesia senang dengan ‘bahasa baru’ ini. KabarPenumpang.com melansir bbc.com (4/8/2017), penggunaan bahasa Jawa ini memiliki alasan agar penumpang yang tidak memahami bahasa Inggris dan Arab lebih mudah saat akan naik ke pesawat.

Hal ini menjadi sangat menarik untuk didengar, apalagi bandara Dubai yang menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia dan salah satu tujuan transit maskapai-maskapai dari berbagai negara. Bahasa Jawa yang digunakan pun adalah bahasa Jawa halus.

Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Kala itu, informasi penerbangan dengan bahasa Jawa tersebut terdengar untuk panggilan penerbangan EK 358 rute dari Dubai menuju Jakarta. “Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade…,” bunyi pemberitahuan tersebut. Yang artinya ‘permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan….’

https://youtu.be/3LuwV1x3PLE

Divisional Vice President dari Emirates, Walter Ringgans menjelaskan, bahwa penumpang di bandara Dubai yang tidak bisa berbahasa Inggris dan Arab bisa lebih nyaman. “Bersama dengan pihak bandara pun kami memasukkan 26 bahasa dalam sistem untuk dipakai di setiap pintu keberangkatan, sehingga supervisor yag bertugas bisa memilih bahasa sesuai penumpang yang akan terbang,” ujarnya.

Baca juga: Bandara Kopenhagen Tempati Peringkat Teratas Untuk Pemeriksaan Keamanan

Dengan adanya bahasa Jawa ini, juga sangat membantu mempercepat proses naik pesawat (boarding time). Salah seorang penumpang yang sedang transit di bandara Dubai, yakni Wahyu Pratomo sempat mengabadikan pemberitahuan tersebut dengan video yang diunggah di YouTube. Diriya tersenyum dan tertawa saat mendengar pengumuman dengan bahasa Jawa tersebut. Video tersebut juga diunggah Wahyu di akun Instagram pribadinya.

Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Terpenuhinya aspek keselamatan menjadi faktor kunci dalam dunia penerbangan, tapi lain dari itu aspek kenyamanan juga tak kalah penting. Ketika terbang berlama-lama di angkasa dan berada dalam ruang kabin yang terbatas, besar potensi setiap penumpang untuk mekakukan ‘pelanggaran’  yang menjadi acuan pada standar keselamatan serta kesehatan.

Meski tak membawa impact besar dan fatal seperti turbulensi, bird attack dan abu vulkanik, ada beberapa poin yang dianggap sepele bagi penumpang namun bisa berakibat buruk bagi diri sendiri dan penumpang lain. Dirangkum KabarPenumpang.com merangkum dari cheatsheet.com (31/7/2017), inilah 14 poin yang kerap diabaikan oleh penumpang saat berada di kabin.

Baca juga: Masker Oksigen, “Penyambung Nyawa” Saat Kabin Kehilangan Tekanan

1. Makan, makanan yag jatuh diatas meja pesawat.
Makan di meja pesawat memang keharusan agar tetap nyaman. Tapi tahukah Anda, meja pesawat banyak sekali bakteri dan virus yang menempel, sebab di meja tersebut setiap penumpang melakukan berbagai macam, salah satunya adalah mengganti popok bayi. Selain itu, belum tentu juga awak kabin membersihkan meja tersebut satu-satu. Baiknya, Anda membersihkan meja dengan tisu antiseptik dan jangan memakan makanan yang sudah jatuh di atas meja.

2. Duduk dalam penerbangan
Memang, dalam penerbangan, penumpang harus terus duduk dan sesekali boleh berjalan, itupun hanya untuk ke toilet atau meminta sesuatu yang penting pada awak kabin. Baiknya, Anda juga melakukan peregangan pada tubuh agar tidak ada otot yang kaku dan terjadi penggumpalan darah yang membuat kesehatan Anda berbahaya saat dalam penerbangan.

3. Memilih tempat duduk dekat jendela
Dari beberapa laporan kesehatan, seorang laki-laki yang melakukan perjalanan lebih dari enam jam baiknya tidak duduk di dekat jendela pesawat. Sebab, penumpang yang duduk di jendela memiliki kemungkinan bergerak sedikit. Selain malas, jarak menuju ke lorong pesawat sudah membuat malas bergerak.

4. Lupa mematikan dan menyalakan mode pesawat terbang pada smartphone
Setiap akan memulai penerbangan, awak kabin selalu mengingatkan pada penumpang untuk mematikan telepon genggam sebelum lepas landas. Sebenarnya, saat ini pun di beberapa maskapai sudah diperingatkan tentang aturan mematikan telepon genggam sebelum lepas landas agar tidak mengganggu penerbangan.

Baca juga: Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat

5. Dehidrasi
Dalam pesawat, baiknya Anda banyak minum, sebab tekanan udara di dalam pesawat dengan daratan berbeda jauh. Bila di pesawat, akan terasa kering dan baiknya banyak minum untuk menghindari dehidrasi. Jangan malas minum karena malas untuk jalan ke toilet.

6. Pesan kopi, teh ataupun soda
Baiknya pesan minuman lain jangan pesan kopi atau teh. Karena menurut laporan Environmental Protection Agency, air keran pesawat sering terkontaminasi bakteri coliform. Tak hanya itu, baiknya hindari memesan minuman bersoda karena justru akan menaikkan gas dalam tubuh Anda hingga 25 persen.

7. Minum pil tidur
Jangan pernah meminum obat tidur saat naik pesawat apalagi bila Anda tidur duduk. Dengan pil tidur bisa membuat Anda kekurangan air minum karena lebih banyak tidur dibandingkan melakukan gerakan di pesawat.

8. Tidur saat lepas landas dan mendarat
Baiknya jangan pernah tidur saat lepas landas atau mendarat. Hal ini berguna untuk menyeimbangkan tekanan udara dalam telinga dengan sekitar. Bila memang Anda tidur saat lepas landas atau mendarat, yang terjadi adalah pusing, infeksi telinga dan kasus terburuk adalah mimisan hingga gangguan pendengaran berat.

9. Menghindari toilet
Sebagai penumpang pesawat, mungkin mtoilet adalah tempat yang paling dihindari, tetapi justru lebih baik Anda ke toilet dari pada menahannya. Bila terus menahan hasrat buang air kecil, yang ada kandung kemih Anda bisa infeksi.

10. Jangan buka bagasi kabin
Untuk menjaga keamanan Anda dan penumpang lainnya, jangan pernah membuka bagasi atas (bagasi kabin). Atau jika memang harus membuka bagasi kabin untuk mengambil tas, lakukan cepat dan jangan terlalu sering. Ini karena kita tidak tahu bila saat pesawat berguncang tas dan barang-barang bisa saja terjatuh menimpa Anda dan penumpang lainnya.

11. Pakai sabuk pengaman
Untuk menjaga Anda dari kondisi apapun, baiknya terus gunakan sabuk pengaman saat Anda duduk. Hal ini juga berlaku walaupun lampu sabuk pengaman dimatikan, sebab Anda tidak akan tahu bila ada turbulensi apalagi turbulensi langit cerah yang berbahaya.

Baca juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan

12. Tempat duduk anak
Saat berpergian dengan pesawat dan membawa bayi, memang tidak perlu memesan bangku, tetapi baiknya untuk kenyamanan pesan bangku untuk anak Anda. Hal ini karena, saat bayi dalam pangkuan juga bukanlah hal yang nyaman dan aman.

13. Car seat
Perika kursi mobil anak Anda untuk pengamanan saat berada di pesawat. Karena Anda tidak akan tahu akan hal-hal yang akan terjadi pada penerbangan apakah akan ada guntangan atau apaun itu. Pengecekan ini berguna untuk kemanan anak Anda.

14. Bawa perangkat dengan baterai lithium-ion
Baterai lithium-ion memberikan kekuatan pada perangkat, termasuk laptop, smartphone, dan kamera. Tapi terkadang ini bisa menjadi resiko keselamatan yang diketahui di pesawat karena kadang-kadang dapat terbakar.

Pod Otonom: Upaya Greenwich Kurangi Tingkat Polusi

Para pelancong yang datang ke Greenwich bagian utara pada bulan April kemarin mungkin dibuat sedikit kebingungan oleh pod kecil berwana hijau dan putih, lengkap dengan penumpang, namun tanpa sopir. Pod-pod ini berkeliaran di sepanjang jalan Thames. Pod ini bertenaga listrik dan dirancang khusus untuk melihat respons masyarakat terhadap gagasan mengenai kendaraan otonom. Jika responnya baik, kendaraan otonom ini akan digunakan dalam layanan antar-jemput antara pusat transportasi dan hotel atau pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Kerumunan Pods Modular Siap Gantikan Peran Kendaraan Pribadi di 2020

The Greenwich Pod, yang merupakan bagian dari proyek Greenwich Gateway, adalah salah satu dari sejumlah inovasi yang ditampilkan di The City is Ours, sebuah pameran yang dihelat di Museum London. Pameran ini menampilkan bagaimana perubahan kota yang cukup signifikan, dan menyoroti inovasi yang meningkatkan kualitas kehidupan di kota tersebut. Diperkirakan, jumlah penduduk London akan meningkat drastik di tahun 2025 kelak, dan sektor transportasi tidak luput dari perhatian para pengamat.

“Ini tentang kualitas udara, tentang bersepeda dan berjalan kaki, tentang transportasi yang menggunakan sumber energi alternatif dan mengelilingi penghijauan kota,” tutur Foteini Aravani selaku kurator pameran tersebut, seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com (14/7/2017). Sebagai informasi tambahan, pada bulan Juni kemarin, Walikota London menerbitkan sebuah strategi dalam mengurangi tingkat polusi di sana, yaitu menargetkan London sebagai kota bebas karbon pada tahun 2050 mendatang.

Baca Juga: Semakin Sulit Bawa Sepeda di Kereta, Inilah Curhat Pesepeda di London

Terget tersebut seolah menjadi jawaban atas pola pikir masyarakat luas yang menganggap London tidak bisa meniru Kopenhagen, dimana tingkat pengguna sepeda jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengguna mobil, dalam skala perbandingan 5:1. Masyarakat menilai infrastuktur bawah tanah London sudah terlalu tua untuk digunakan, dan jalanan yang terlalu padat.

Di sisi lain, pemimpin proyek Greenwich Gateway, Simon Tong mengatakan reaksi publik terhadap pod otonom tersebut sangatlah positif, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menanyakan kapan moda tersebut bisa mulai beroperasi secara konvensional. Tidak hanya pod otonom, teknologi modern lainnya yang akan hadir di Greenwich adalah pengaplikasian smart parking, dimana teknologi yang menggunakan sensor tersebut akan mengalokasikan tempat parkir yang lebih efisien.

Baca Juga: Ford Hadirkan Layanan Bike Sharing, Kok Bisa?

Namun, dalam mencapai sistem transportasi hijau dan efektif, akan melibatkan teknologi yang lebih sederhana, dan strategi walikota adalah menjanjikan investasi yang signifikan, khususnya dalam penyediaan sepeda. Tidak hanya itu, German Dector-Vega selaku pengurus dari organisasi London secara tidak langsung menyetujui ide dari penggunaan moda beremisi rendah sebagai solusi dalam masalah transportasi yang semakin meradang. Ia juga mengatakan pembangunan jalan-jalan besar hanya akan memperkeruh suasana. “Kami sudah tahu sejak tahun 1990an, bahwa jika Anda membangun lebih banyak jalanan, lebih banyak mobil akan datang dan masalah tidak akan terpeccahkan.” Ungkapnya.

Sejumlah Kalangan Desak Penghapusan Gerbong Kelas Satu dari Layanan Metro Inggris

Padatnya pengguna layanan komuter merupakan masalah yang telah lama melanda industri ini, dan masalah tersebut masih belum terpecahkan. Ini pula yang akhirnya membawa penderitaan tersendiri bagi para penumpang, khususnya bagi mereka yang bepergian antarkota di Inggris. Dalam menanggapi kasus ini, sekretaris dari Departemen Transportasi Inggris, Chris Grayling mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan untuk mengentaskan masalah ini.

Baca Juga: Inggris Ambil Ancang-Ancang Untuk Redam Lonjakan Penumpang Kereta

Seperti yang disarikan KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (25/7/2017), Chris kini tengah berkomitmen untuk menghapuskan layanan gerbong kelas satu pada jalur tertentu, namun ia masih melihat respon penumpang terkait isu ini. Senada dengan Chris, Lianna Etikind, selaku juru kampanye program Campaign for Better Transport, mengatakan penghapusan gerbong kelas satu akan membawa pengaruh besar terhadap tingginya minat penumpang terhadap layanan Metro.

“Ini akan memberikan lebih banyak space dan dapat mengurai kepadatan. Sementara pengoperasian gerbong kelas satu akan lebih masuk akal jika dipasang di layanan jarak jauh. Sejujurnya, mengkategorikan penumpang di layanan Metro sangatlah tidak masuk akal,” ungkap Lianna. “Pemerintah dan industri kereta api harus merundingkan bagaimana caranya untuk mengurai kepadatan yang selama ini terjadi di layanan Metro. Tidak hanya merundingkan, tapi juga menindaklanjutinya,” tambahnya.

Baca Juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Lianna juga membeberkan beberapa opsi yang bisa ditempuh oleh pemerintah dalam menyiasati masalah kepadatan ini. “Jika memungkinkan, pihak yang berwenang bisa memperbanyak layanan, atau menambah jumlah gerbong dalam satu rangkaian,” terang Lianna. Walaupun tidak ada data set resmi yang merekam statistik penggunaan tipe gerbong ini, namun sebuah penelitian pada tahun 2013 silam menunjukkan bahwa hanya sekitar 50 persen kursi yang terisi di kelas satu.

Penelitian tersebut mengambil objek kereta antarkota yang tiba di stasiun Paddington, Waterloo, Livepool Street, dan Kings Cross antara pukul 8 hingga 9 pagi waktu setempat pada tiga hari kerja berturut-turut. Menurut data Office of Rail and Road (ORR), penghapusan gerbong kelas satu dari layanan Metro tidak berdampak buruk pada pendapatan, jika ditengok dari kacamata ekonomi.

Baca Juga: Contactless Payment Paling Cocok Untuk Mass Transportation

Pada tahun 2014, kontrak baru untuk layanan kereta api di West Coast Main Line mengubah 21 gerbong kelas satu menjadi kelas standar, yang menghasilkan 5.500 kursi tambahan untuk layanan harian di seluruh jaringan. Setahun berselang, First Great Western juga turut menginvestasikan  £ 13 juta untuk menghadirkan 3.000 kursi kelas standar untuk layanan hariannya, serta penambahan hampir 16 persen lebih kursi kelas standar untuk layanan menuju London di peak hours.

Uji Coba XP-1, Hyperloop: “Teknologi Kami Siap Dipasarkan”

Setelah minggu lalu Hyperloop One menampilkan sebuah prototipe moda yang akan digunakan untuk menunjang pelayanan bagi para penumpangnya, perkembangan terbaru dari sarana transportasi futuristik ini adalah mereka baru saja berhasil melakukan tes fase pertama dengan menjalankan moda tersebut di lintasannya hingga menyentuh kecepatan 300km per jam. Seperti yang diketahui sebelumnya, Hyperloop One merupakan salah satu kontingen startup yang mengembangkan konsep transportasi berbasis tabung.

Baca Juga: Demam Pengadaan Hyperloop Mulai Merambah Ke Negeri Ginseng

Dalam uji coba tahap 1 yang  dilakukan bulan lalu, tim lapangan menguji semua komponen sistem yang menunjang kelancaran moda tersebut, seperti suspensi kendaraan, teknologi levitasi magnetik, dan sistem pemompaan vakum. Bisa dibilang, dibanding kompetitornya, yaitu Hyperloop Transportation Technologies dan Arrivo, Hyperloop One lah yang menunjukkan perkembangan yang paling maju dan signifikan. Untuk moda dari Hyperloop One sendiri, masing-masing pod memiliki panjang 8,7 meter, lebar 2,7 meter, dan tinggi 2,4 meter. Moda tersebut juga dilengkapi dengan lapisan luar yang terbuat dari panel serat karbon.

Sasisnya terbuat dari alumunium struktural dan berisi sistem propulsi serta magnet untuk levitasi. Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari newatas.com (2/8/2017), pihak Hyperloop One mengatakan moda ini dirancang seperti  mobil Formula One. “Walaupun ringan, namun kuat,” terangnya.

Sumber: newatlas.com

Dalam uji coba tahap 2, para peneliti melihat sendiri bagaimana XP-1 (nama dari pod Hyperloop One) melaju di dalam sebuah tabung khusus sejauh 1.600 kaki atau setara dengan 500 meter, bertempat di Gurun Nevada. Uji coba ini berkaitan dengan depressurizing dalam tabung hingga setara dengan udara pada ketinggian 200.000 kaki (60km) di atas permukaan laut. Dimana dengan depressurizing di dalam tabung tersebut memungkinkan pod untuk menggunakan sistem levitasi magnetic agar bisa melayang di dalam lintasan dan melaju menggunakan sistem propulsi elektrik pada jarak 1.000 kaki atau setara dengan 300 meter.

Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam

Salah satu pendiri Hyperloop One, Shervin Pishevar mengaku senang karena hasil jerih payahnya selama ini hampir terealisasikan sepenuhnya. “Kami juga sangat senang ketika melihat XP-1 dapat masuk ke dalam tabung (lintasan Hyperloop) dan dapat melaju hingga kecepatan 310km per jam,” jelas Shervin. “Ketika Anda mendengar suara Hyperloop, Anda seolah mendengar suara dari masa depan,” tambahnya kegirangan.

Dalam laporan terpisah, semua komponen sistem yang nantinya akan menyertai moda pun tidak luput dari perhatian para peneliti selama uji coba tahap 2 kemarin, seperti sistem motor listrik, kontrol, sistem levitasi dan panduan magnetis khusus, suspensi pod, dan sistem vakum. Walaupun kecepatannya masih jauh dari yang selama ini direncanakan, namun pihak Hyperloop One mengatakan bahwa mereka telah membuat sebuah perkembangan hebat dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Baca Juga: Dubai, Amerika Serikat, dan Slowakia Saling Mengantri Realisasi Hyperloop

“Kami telah membuktikan bahwa teknologi ini siap dipasarkan, dan sekarang kami siap untuk berdiskusi dengan mitra, pelanggan serta pemerintah di seluruh dunia tentang komersialisasi penuh dari teknologi Hyperloop kami,” ungkap CEO Hyperloop One, Rob Lloyd. “Kami gembira dengan prospek dan respon positif yang kami terima dari pemerintah di seluruh dunia dalam misi untuk mengatasi masalah transportasi dan infrastruktur massal mereka.” Tutupnya.

Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong Perempuan

Sebagai seorang pelancong, pastinya Anda sering menikmati keindahan tempat-tempat yang dikunjungi. Apalagi bila bisa bepergian sendirian alias solo traveler dimana mengunjungi suatu tempat sendirian tanpa teman. Bagi Anda pelancong perempuan yang biasa bepergian ke suatu tempat sendiri, ada baiknya selalu mawas diri. Sebab Anda belum tentu mengenal tempat tersebut dengan baik apalagi bila baru pertama kali mengunjungi daerah tersebut.

Baca juga: Travel Advice, Jangan Samakan dengan Travel Warning

KabarPenumpang.com merangkum dari forbes.com (28/7/2017) yang merujuk kepada informasi dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, ada beberapa negara yang baiknya tidak dikunjungi sendiri oleh pelancong perempuan. Berikut ini ada lima diantara sepuluh negara yang tidak baik dikunjungi pelancong perempuan sendirian demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan diri.

1. Mesir
Negara ini berada di puncak daftar paling berbahaya di Trip.com dan Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan peringatan keras kepada para pelancong tentang bepergian ke Mesir. Negara ini dianggap berbahaya karena sejumlah teroris termasuk ISIS telah melakukan banyak serangan yang menargetkan pejabat pemerintah, pasukan keamanan, tempat umum dan lokasi wisata serta tempat lainnya.

Spinx (Trip.com)

Sebagai seorang pelancong perempuan dan sendirian, baiknya hindari pasar sendirian. Bila memang harus ke pasar, gunakan pakaian yang sopan untuk menghormati norma yang ada di negara ini. Pakai pakaian yang menutupi bahu dan lutut atau gunakan yang longgar. Jangan lakukan kontak mata langsung karena bisa dianggap menggoda, baiknya gunakan kacamata hitam.

Bila menggunakan kendaraan umum seperti metro naik di gerbong wanita. Jika Anda berada di Kairo carilah lingkungan baik seperti Zamalek dan pertimbangkan Uber untuk memilih taksi.

2. Maroko
Negara di Afrika Utara ini sangat eksotis namun negar ini menurut Departemen Luar Negeri AS memiliki potensi tinggi untuk melakukan kekerasan terhadap warga Amerika Serikat. Kejahatan yang dilakukan adalah pencurian, perampokan terutama di kota-kota besar dan kawasan wisata.

Maroco (Trip.com)

Saat berada di tempat wisata, terus bergerak dan jangan menggubris orang-orang yang sengaja menyentuh Anda. Bila merasa terancam carilah petugas keamanan yakni polisi dan laporkan kejadian yang Anda rasakan. Gunakan pakaian yang tidak menarik, sebab semakin menarik Anda, semakin banyak orang yang akan mengincar Anda. Jangan lupa sebagai seorang pelancong perempuan, bertanyalah sesama perempuan.

3. Jamaika
Negara asal Bob Marley dan lagu Reggae ini memiliki tempat yang berbahaya dan kejahatan seperti kekerasan banyak terjadi di sini terutama di Kingston dan Montego Bay. Bila menginap disebuah resort, Anda juga tetap garus berhati-hati.

Menurut Departemen Luar Negeri, “Kedutaan Besar AS menerima lebih dari selusin laporan tentang serangan seksual terhadap pengunjung Amerika ke Jamaika dalam periode 12 bulan. Sebagian besar dari ini mengambil Tempat di semua resor inklusif, sebagian besar diduga dilakukan oleh staf resor.”

Jamaica (Trip.com)

4. India
Sebagai salah satu tujuan wisata, India adalah tempat yang palling kompleks untuk seorang pelancong perempuan. Setiap tempat dan daerah di India baik jam sibuk atau tidak, baiknya sebagai pelancong perempuan sendiri baiknya tetap berhati-hati.

Baca juga: Desa Pelangi, Ubah Wilayah Padat dan Kumuh Jadi Tujuan Wisata

Penyerangan seksual bisa saja terjadi baik itu saat Anda sediri maupun bersama dengan pendamping, kenakan pakaian yang menutupi tubuh Anda dari atas hingga kebawah. Hindari jalan-jalan sendirian pada malam hari, jika naik kereta pesan tiket dengan kelas paling mahal dan gunakan transportasi khusus wanita yang ada seperti di Delhi.

5. Peru
Di negara ini banyak terjadi perampokan, penculikan hingga pembajakan mobil. Pencurian hingga kecurangan kartu kredit menjadi salah satu masalah yang meembuat pelancong tidak nyaman. Negara di Amerika Selatan ini, sebenarnya memiliki banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi salah satunya adalah Machu Picchu dan Inca Trail.

Peru (Trip.com)

Saat Anda menggunakan kendaraan seperti taksi letakkan barang-barang di bagasi dan jangan letakkan dompet Anda diluar. Jangan gunakan perhiasan yang mencolok. Jangan lupa simpan nomor darurat yang berguna seperi 105 untuk polisi dan 117 untuk ambulans.

Baca juga: Mau Perjalanan Murah dan Menyenangkan? Ini Dia Cara Cerdasnya

Lyft Gaet Amtrak Dalam Layani Perjalanan Penumpangnya

Kini, satu lagi moda transportasi berbasis aplikasi online yang siap memberikan pelayanan maksimal kepada para penggunanya. Sebenarnya ini merupakan koalisi dari dua buah perusahaan yang sudah malang melintang di dunia transportasi. Lyft, yang dikenal sebagai penyedia jasa layanan transportasi berbasis aplikasi diketahui baru saja menggaet Amtrak, penyedia layanan kereta api di AS. Kerja sama yang mereka jalin memungkinkan para penumpang untuk melakukan perjalanan door-to-door, cukup dengan memesannya menggunakan aplikasi.

Baca Juga: Serba-Serbi Amtrak, Kereta Jarak Jauh Yang Sering Mejeng di Film Hollywood

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (1/8/2017), Lyft memberikan semacam promo kepada para penumpangnya yang memesan tiket perjalanan menggunakan aplikasi terbarunya ini, yaitu potongan harga sebesar $5 untuk empat perjalanan pertamanya. Promo ini berlaku cukup dengan memasukkan kode AMTRAKLYFT di aplikasi yang tersedia.

Tidak hanya itu, Lyft juga melakukan kerja sama dengan Disney, dimana setiap pengunjung yang memesan tiket melalui aplikasi tersebut, dapat menikmati hidangan dari salah satu restoran terkenal di sana, Taco Bell. Kerja sama yang dilakukan oleh Lyft dan Amtrak merupakan wujud persaingan antara dua perusahaan raksasa yang melayani jasa transportasi berbasis aplikasi, yaitu Lyft dan Uber. Lyft tidak mau kalah dengan kompetitornya yang mencuri perhatian publik dengan menawarkan sistem transaksi non-tunai untuk moda andalannya, taksi.

Lebih lanjut, pihak Lyft mengatakan, hingga saat ini, sudah hampir 97 persen pengguna Amtrak di Negeri Paman Sam yang menggunakan promo AMTRAKLYFT tersebut. Jika ditelusuri lebih lanjut, kemitraan yang dijalin antara Amtrak dan Lyft bisa dianggap sebagai pembuka jalan bagi perusahaan lain dalam mengembangkan kerja sama serupa. Banyak perusahaan teknologi yang bisa menjalin simbiosis mutualisme dengan penyedia jasa layanan transportasi lain.

Baca Juga: Aplikasi Uber di Amerika Serikat Bakal Dilengkapi Fitur Tip

Adapun bentuk kerja sama ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi padatnya pengguna kendaraan pribadi di jalanan, khususnya dikala peak hours. Kemacetan yang sekarang sudah tidak bisa ditoleransi lagi memaksa banyak pengguna kendaraan pribadi membuang-buang waktu berharganya. Kehadiran moda transportasi umum dinilai kurang untuk mengentaskan kemacetan yang ada. Maka dari itu, belakangan ini mulai santer terdengar kabar akan adanya moda udara otonom, seperti drone yang diharapkan kehadirannya dapat sedikit mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan.

Kembali ke masalah kerja sama yang djalin oleh Lyft dan Amtrak, isu adanya program serupa juga sempat terdengar manakala PT KAI berencana untuk mengadakan layanan door-to-door yang dimana program tersebut akan memberikan kenyamanan kepada para penumpangnya. Sama-sama menggunakan aplikasi, nantinya penumpang cukup memesan dari smartphone mereka dan PT KAI siap melayani segala kebutuhan pelanggannya tersebut. Namun, program ini baru sebatas rencana dan akan berlaku untuk perjalanan jarak jauh saja.

“The Real Iron-Man” Pukau Ratusan Pengunjung di Singapura

Jika selama ini kita hanya bisa melihat salah satu superhero andalan Marvel, Iron-Man di layar kaca, dengan segala peralatan canggihnya, namun itu semua berubah ketika Richard Browning mendemonstrasikan pakaian terbangnya di hadapan orang banyak. Richard, yang dijuluki Iron-Man di kehidupan nyata ini terbang di depan tugu Stamford Raffles, Singapura pada Selasa (1/8/2017) dan mengundang decak kagum dari semua orang yang melihatnya.

Baca juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com, Richard yang merupakan seorang penemu berkebangsaan Inggris tersebut mengaku tidak ada hal yang melatarbelakanginya dalam menciptakan pakaian terbang ini selain untuk bersenang-senang. “Saya hanya bersenang-senangdalam melakukan sesuatu yang dianggap tidak mungkin oleh banyak orang,” ujarnya. Lebih lanjut, pria berusia 38 tahun ini mengatakan ide menciptakan pakaian terbang ini berawal pada tahun lalu, dengan menggabungkan pikiran manusia, tubuh manusia, serta beberapa teknologi yang elegan.

Berkat penemuannya tersebut, Richard mendapatkan banyak tawaran dari berbagai pihak yang tertarik dengan pakaian terbang miliknya, seperti agen penyelamat, pihak militer, serta produsen film Hollywood. Prototip awal dari pakaian terbang tersebut sudah dijual ke salah satu orang kaya dengan mahar setengah juta Dollar. “Secara teori, Anda bisa terbang beberapa mil dari tanah dan menghindari halangan yang biasanya Anda temui di jalanan,” terang Richard.

Sumber: channelnewsasia.com

Pakaian terbang ini sendiri terdiri dari enam buah mesin yang beratnya mencapai 45kg. Penggunaan enam mesin tersebut memungkinkan Anda untuk terbang setinggi mungkin dan secepat mungkin. Dua dari enam mesin tersebut mampu menghasilkan kecepatan hingga  1.000 horsepower. “Ini memungkinkan Anda untuk melaju lebih cepat daripada kecepatan suara,” tambahnya. Dalam laporan sebelumnya, Richard mengatakan bahwa pakaian terbang tersebut bisa menerbangkan seseorang hingga ketinggian ribuan kaki di atas permukaan tanah dan melaju hingga kecepatan 450km/jam.

Namun, dalam demonstrasi yang diadakan kemarin, Richard hanya terbang beberapa meter saja dari tanah, dengan alasan faktor keselamatan. Untuk mulai mengudara, Richard juga melengkapi kedua tangannya dengan mesin yang bisa memberikan dorongan vertikal. Ia juga menggunakan kedua tangannya untuk bermanuver. “Anda bisa mengendalikannya kemanapun Anda mau, jadi bisa dibilang ini merupakan perangkat untuk mengudara yang elegan,” pungkasnya.

Diketahui, kini ia tengah mengembangkan sayap-sayap yang berfungsi sebagai alat keselamatan jika suatu saat mesin-mesin tersebut mengalami kegagalan pengoperasian. Richard sadar, bahwa teknologi yang ia kembangkan ini bisa saja dijadikan salah satu alternatif transportasi di masa yang akan datang, namun ia mengaku demonstrasi ini merupakan tahap awal dari era perkembangan transportasi. “Masih banyak yang harus dibenahi. Jadi, Anda belum bisa menggunakannya dalam waktu dekat ini,” jelas Richard.

Baca Juga: Kiwano 01, Moda Beroda Tunggal yang Dilengkapi Teknologi Self-Balancing

Lagi pula, Richard sendiri mengaku bahwa pakaian terbang ini tidak efisien dalam penggunaan bahan bakar. “Ditambah lagi dengan suaranya yang bising dan akan menimbulkan banyak debu ketika mulai mengudara, karena mesinnya yang langsung menembak ke tanah.” Tutupnya.