Meski Antre Panjang di Gerbong Restorasi, Sahur di Kereta Itu Unik!

Penumpang yang sahur dan sebagian tidur di kereta (KabarPenumpang.com)

Sahur di kereta, mungkin pengalaman ini banyak dan sering di rasakan oleh pemudik ataupun pelancong yang akan berangkat ke tempat-tempat di daerah pulau Jawa dan sekitarnya. Namun, tahukah Anda bagaimana repot dan ribetnya seorang pelancong yang bakal mempersiapkan sahur di kereta api?

Baru-baru ini KabarPenumpang.com merasakan sensasi sahur dalam perjalanan menggunakan kereta ekonomi, KA Progo, jurusan Pasar Senen – Lempuyangan, Yogyakarta. Beragkat tepat pukul 22.10 WIB, kemeriahan menyambut perjalanan yang akan melewati pergantian malam dan sahur pun begitu terasa. Kami kebetulan duduk di gerbong terakhir alias gerbong delapan, dan sedari persiapan jelang keberangkatan, sudah terlihat banyak penumpang yang membawa makanan dan minuman masing-masing.

Baca juga: Biar Nyaman di Penerbangan Kelas Ekonomi Jarak Jauh, Baca Ini!

Yang unik dari pantauan, rata-rata penumpang membawa tempat makan dari rumah, bukan membeli bungkusan, tetapi ada beberapa penumpang membeli makan di gerbong restorasi yang berada di bagian depan kereta tepatnya diantara gerbong dua dan tiga. Salah seorang penumpang yang memang biasa menggunakan kereta hampir tiap minggu mengatakan kebiasaannya adalah membeli makanan di gerbong restorasi. KabarPenumpang.com, lantas bertanya kepada penumpang yang sahur di gerbong restorasi dan bagaimana keadaan di gerbong tersebut.

Bekal makanan dari rumah si penumpang kereta (KabarPenumpang.com)

“Tadi padat sekali, saya kan dari gerbong delapan, sudah seperti ngantri sembako karena harus melewati gerbong tujuh sampe tiga, jadi sabar-sabar saja. Di dalam gerbong restorasinya juga padat sekali, untung masih bisa duduk, soalnya ada beberapa yang beli dan kembali ke gerbong masing-masing,” ujar si penumpang. Dari pantauan kami, antrian panjang di restorasi disebabkan kapasitas microwave yang terbatas, maklum sajian menu makanan di kereta kini sudah dalam bentuk jadi dan disimpan di dalam lemari pendingin, untuk disajikan tentunya harus mengguanakan microwave.

Baca juga: “Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium

Dari pengamatan, hampir semua penumpang yang membawa makanan di tempat makannya adalah pria dewasa dan uniknya banyak yang saling berbagi makanan seperti buah-buahan dan lainnya. Suasana sahur, merupakan eforia tersendiri bagi penumpang kereta, berhenti di stasiun Purwokerto, para penumpang yang merokok menggunakan kesempatan untuk merokok sebelum adzan subuh berkumandang.

Tak hanya itu, sebelum sahur beberapa penumpang yang terpisah tempat duduk dari temannya pun ikut dibangunkan sahur, ada pula yang teriak sahur agar penumpang lain yang masih tidur bisa sahur dan tidak terlambat. Saat itu tepat pukul 03.00 WIB penumpang yang berteriak membangunkan sahur.

Mungkin, bagi Anda yang baru menggunakan kereta dan sahur di dalam kereta akan menjadi kenangan tersendiri. Suasana riuh, berbagi makanan seperti berlebaran hanya saja waktunya sebelum subuh alias saat sahur. Beberapa penumpang yang ditanya ribet atau tidak dengan membawa bekal dari rumah mengatakan, sahur di kereta adalah kenikmatan tersendiri apalagi membawa makanan dari rumah bukan beli.

Awalnya kami mengira banyaknya penumpang yang membawa bekal makanan dan minuman, bahkan ada yang membawa termos air panas di kereta ekonomi karena alasan irit biaya. Meski tak keliru, sejatinya membawa makanan dan minuman dikarenakan proses antre menunggu pesanan makanan dan minuman dari restorasi bisa memakan waktu lama.

“Serasa sahur di rumah, kan makanannya bawa dari rumah bukan beli di jalan tadi. Minuman juga bawa termos kecil untuk teh atau airnya, jadi masih anet-anget minumannya,” ujar penumpang lain yang membawa bekal dari rumah. Usai waktu Imsyak banyak penumpang yang melanjutkan ibadah Sholat Subuh sambil duduk di dalam kereta. Tak lama setelah Subuh, kereta pun telah memasuki kawasan Yogyakarta, dan tepat pukul 06.30 KA Progo tiba di tujuan akhir, Stasiun Lempuyangan.