Terjun Bebas, Pengemudi Balon Udara Alami Luka Bakar Serius

Dalam pagelaran turnamen golf US Open yang diadakan di Erin Hills, Wincounsin pada Kamis (15/6/2017), perhatian penonton tersita oleh sebuah panampakan balon udara yang jatuh. Balon tersebut tampak mengempis dan terus mengempis sebelum akhirnya terbakar dan hilang dalam kepulan asap hitam yang ditimbulkannya. Pengemudi balon udara merupakan satu-satunya orang yang turut jatuh bersama balon udara naas tersebut, mengalami beberapa luka bakar serius dan masih mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: Jatuh Dari Balon Udara Hingga Tersengat Listrik, Gadis Belia Ini Tetap Selamat

KabarPenumpang.com melansir dari laman wired.com (15/6/2017) menyebutkan pengemudi balon tersebut tidak dibekali parasut sehingga ia hanya bisa pasrah ketika balon tersebut terjun bebas. Patrick Walsh, CEO AirSign, firma yang menggunakan balon udara tersebut, membeberkan nama pengemudi balon udara tersebut adalah Trevor Thompson masih memiliki kesempatan hidup walaupun luka bakar yang ia derita bisa dibilang cukup parah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada yang mengetahui pasti penyebab dari kecelakaan itu, dan National Transportation Safety Board masih melakukan investigasi. Pernyataan berbeda dilontarkan oleh Patrick yang mengatakan kecelakaan tesebut disebabkan oleh kesalahan yang terjadi pada permukaan balon hingga menyebabkannya menyusut dan kecelakaan tidak bisa dihindarkan. Berdasarkan pengamatan pihak kepolisian sementara, ketika kejadian, pilot berada dalam kondisi sadar.

The US Golf Association (USGA) turut angkat bicara dalam tragedi ini, pihaknya  mengatakan balon udara tersebut jatuh di sebuah lapangan terbuka, kurang lebih berjarak setengah mil dari lokasi turnamen golf US Open diadakan. Lebih lanjut, USGA juga mengatakan tidak ada korban lain dari insiden ini, kecuali pilot itu sendiri.

Dihimpun dari sumber yang sama, balon udara tersebut berjenis thermal atau balon udara yang bisa dikendalikan, tidak hanya dibawa oleh angin. Adapun balon udara yang jatuh bernama Gefa Flug AS 105GD, sebuah balon thermal yang memiliki kekuatan 65 tenaga kuda dan bisa menempuh kecepatn hingga 30mph jika cuaca mendukung.

Dengan perkiraan kecepatan seperti yang sudah dijabarkan di atas, maka regu penyelamat harus mengejar kemana balon tersebut pergi. Menurut laporan, regu penyelamat berhasil menyelamatkan sang pengemudi balon udara tersebut sebelum kondisi semakin parah. Sementara itu, saksi mata yang tengah menyaksikan turnamen tersebut mengatakan banyak orang yang lalu mengabadikan kejadian tersebut dengan menggunakan kamera ponsel.

Hapus Sajian Es Sundae Sesaat, Penumpang United Airlines Ungkap Kekesalan di Media Sosial

Ratusan bahkan ribuan penumpang pesawat United Airlines kembali mengamuk di media sosial belakangan ini. Bukan karena maskapai asal negara Adikuasa ini kembali berulah seperti yang marak diberitakan kemarin, namun karena maskapai ini tidak menyajikan salah satu hidangan penutup yang sudah menjadi salah satu tradisi turun temurun maskapai ini, yaitu es krim sundae. Sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari bgr.com (17/4/2017), maskapai ini sempat menghentikan layanan es krimnya dalam rentan waktu kurang lebih satu minggu.

Baca Juga: Karyawan United Airlines Dorong Penumpang di Bandara, Kenapa Lagi?

Pengehentian sajian sementara ini ternyata menuai banyak respon cari netizen yang kecewa karena penerbangan mereka tidak ditemani oleh semangkuk es krim yang sudah melegenda sejak puluhan tahun yang lalu. Sebagai penggantinya, para penumpang yang berada di First-Class dan beberapa kelas lain yang turut mendapatkan pelayanan es krim sundae ini terpaksa menikmati kelezatan dari es krim cup bungkusan. Walaupun secara fisik sama-sama es krim, namun rasa dari keduanya amatlah berbeda dan sebagian penumpang bahkan tidak menyukainya.

Hidangan di dalam United Airlines. Sumber: Thepointsguy.com

Para penumpang yang kesal karena pelayanan United Airlines yang mungkin menurut mereka tidak layak, kemudian di angkat ke media sosial. Salah seorang penumpang United Airlines memposting kekesalannya di mesia sosial, Twitter. “Benar-benar tidak ada layanan sundae? Setelah kurang lebih satu minggu ke belakang saya membela Anda, kini hal seperti ini bisa saja menjerumuskan saya,” tutur @brindletoe melalui akun Twitter-nya, Senin(17/4/2017).

Baca juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan

Kejadian seperti ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi United Airlines, karena belakangan ini maskapai yang bermarkas di Chicago ini tengah dirundung banyak masalah. Mulai dari pemukulan orang tua di sebuah bandara oleh karyawan United, insiden pemindahan paksa seorang dokter berkebangsaan Cina yang mengakibatkan ia mengalami luka di bagian mukanya, lalu seorang ibu yang disuruh buang air kecil di sebuah cangkir karena kapten pesawat belum selesai membacakan intruksi keselamatan, dan beberapa kasus lainnya.

Mousse di United Airlines. Sumber: thepointsguy.com

Dengan adanya kasus ini, tentu saja sedikit banyaknya mencoreng nama United yang sudah mulai terkesan selalu mencari sensasi. Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak United dengan menelurkan alasan penghentian layanan es krim sundae tersebut. Dalam sebuah statemen, United mengatakan akan meninjau layanan sundae tersebut untuk sementara waktu. Lebih lanjut pihak United mengatakan akan menggantinya sementara dengan es krim cup bungkusan. Begitu pula dengan layanan mousse (kue dengan tekstur yang amat lembut).

Memang, belakangan ini sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan Unites Airlines selalu menarik untuk dibahas. Seolah sudah menjadi sarapan setiap hari, publik selalu menanti berita dari maskapai yang satu ini.

Sepasang Kekasih Habiskan 38.000 Poundsterling Untuk Dokumentasikan 2.563 Stasiun

Dalam 14 minggu sepasang kekasih Vicki Pipe dan Geoff Marshall melakukan perjalanan dan memvideokan jaringan stasiun kereta yang dikunjungi di seluruh wilayah Inggris. Dilansir KabarPenumpang.com dari Theguardian.com (12/6/2017), tercatat selama 14 minggu perjalanan keduanya sudah menyambangi 2.563 stasiun.

Namun untuk melihat dan memvideokan ribuan stasiun-stasiun tersebut, keduanya ternyata tak perlu untuk turun di setiap stasiun.  Semua bisa dilakukan saat berada di dalam kereta untuk melihat atau turun saat ingin berhenti di satu stasiun, baik hanya untuk berhenti atau berganti kereta tujuan lain.

Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta

Selain menggunakan kereta untuk berpindah, Pipe dan Marshall juga menggunakan taksi bersama teman-temannya daripada harus mengikuti kereta dengan cabang yang berbelit. Pada perjalanan selama 14 minggu ini, mereka mengumpulkan sebanyak dana £38 ribu untuk Kickstarter (setara Rp643 juta), membayar tiket All Line Rover £745, pengeditan video dan akomodasi dengan tambahan biaya secangkir teh.

Video yang di unggah keduanya di Youtube, merupakan cuplikan yang bagus, seperti siaran BBC Michael Greatways Traveling di Inggris Raya, dimana dalam video tersebut seperti menikmati kenangan masa kecil dengan beberapa permainan, es krim, museum, pabrik, istana, pemandangan yang indah, penumpang yang eksentrik dan kenikmatan sederhana dengan menggunakan kereta.

Baca juga: Rencana Pengoperasian Kereta Jalur Elizabeth di Inggris, Semuanya Serba Baru Loh!

“Kami ingin membuat rangkaian dokumenter yang membuka wawasan tentang jalur kereta ke masyarakat dan membawa nuansa baru kepada mereja. Pada saat kami memulai ini, ibuku mengatakan bahwa kami memiliki saudara yang bekerja dibidang perkeretaapian. Kakek buyutku seorang pengatur sinyal di Shippea Hill, Cambridgeshire yang merupakan stasiun paling jarang digunakan di Inggris,” kata Pipe.

Marshall menambahkan, mereka membuat flashmob di Shippea Hill. “Pada 3 Juni, kami mengumpulkan 19 orang untuk melakukan perjalanan bersama kami.”Setelah melakukan perjalanan ke Selatan Inggris, mereka menuju Utara melalui Midlans. Pipe mengatakan dirinya ingin mengunjungi Teluk Wemyss di Skotlandia. “Corrour adalah lokasi syuting untuk Trainspotting. Saya selalu ingin pergi ke sana,” Marshall menambahkan.

Harus diakui, gagasan yang diakukan sepasang kekasih ini memang unik, selain memberi kesan dan kenangan yang indah, apa yang mereka lakukan dapat memberi manfaat edukasi sejarah bagi orang banyak. “Corrour adalah lokasi syuting untuk Trainspotting. Saya selalu ingin pergi ke sana,” Marshall menambahkan. Menurutnya, perjalanan dengan kereta api adalah pikiran yang brilian.

Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Sebentar lagi, masyarakat India dapat merasakan kenyamanan yang ditawarkan oleh perkereta-apian di sana. Pasalnya, kereta tidur (sleeper train) tua yang telah usang dan lusuh akan kembali diperbarui untuk membantu pengoperasian sistem transportasi di Negara penghasil film Bollywood tersebut. Tidak hanya memperbaiki, operator di India juga turut mendatangkan sejumlah gerbong baru. Dalam proses peremajaan tersebut, pemerintah India membutuhkan waktu kurang lebih lima setengah tahun untuk menghadirkan kereta yang bersih, indah, serta dilengkapi dengan fasilitas yang modern.

Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Tidak hanya mendandani bagian luarnya saja, pun dengan bagian dalamnya. Dibawah titah dari Menteri Perkereta-apian India, Suresh Prabhu, interior kereta juga akan turut disulap guna meningkatkan kenyamanan para penggunanya. Penambahan tempat tidur yang bersih dan nyaman, lampu baca, lampu LED, toilet bio modular, serta sistem pendeteksi kebakaran juga turut dipasang di kereta tersebut.

Tidak lupa port pengisian daya juga akan terpasang nantinya, serta akan ada juga fasilitas lain yang mampu menunjang para kaum disabilitas, seperti lantai anti-slip dan huruf braile yang akan terpasang di setiap papan pemberitahuan. Ini merupakan salah satu misi Retro-Fitment yang akan memperbarui kurang lebih 40.000 gerbong dalam kurung waktu lima setengah tahun ke depan.

Rencana pembaruan interior kereta di India. Sumber: dailymail.co.uk

“Biaya perbaikan satu gerbong akan menyentuh angka Rs 30 lakh, sementara yang retro-fitting akan mencapai angka Rs 28 lakh,” kata Ravindra Gupta, salah seorang dari Kementerian Perkeretaapian, sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman indiatimes.com, Selasa (13/6/2017). “Hingga saat ini, kurang lebih ada 80 persen gerbong yang sudah masuk kategori tua. Untuk sementara, kami sudah menghentikan proses pembuatan kereta baru terhitung sejak tanggan 1 April 2017 kemarin. Kami akan fokus untuk memperbaiki kereta yang sudah ada terlebih dahulu,” tukas Suresh Prabhu.

Baca Juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp

Total biaya yang mesti dikeluarkan dalam rangka perbaikan 40.000 gerbong ini menyentuh Rs 15.000 crore.  “Ini merupakan proyek berskala besar dan lokakarya kereta api di India tidak memiliki kapasitas yang cukup melakukannya sendiri, maka kami akan meminta pihak swasta untuk berpartisipasi dalam proyek ini,” terang Ravindra. “Kereta api akan mengambil 40 persen proyek, sementara sisanya akan diserahkan kepada pihak swasta,” tambahnya.

Untuk etape pertama pengerjaan, tender akan dibebankan 8.000 gerbong yang akan dibagi menjadi dua tahap. “Tahap pertama, pengerjaan akan dilakukan di bengkel kereta api sebanyak 2.500 gerbong, dan sisanya akan dilakukan di luar bengkel,” Jelas Ravindra. Ia juga menambahkan kereta retro ini nantinya akan memiliki ketahanan yang lebih kuat dibandingkan gerbong lainnya dan memiliki sistem yang bisa menghindarkan kereta saling bertumpuk pada saat kecelakaan.

Jangan Asal Beli Kacamata Hitam, Perhatikan Cara Memilihnya

Menjalani aktivitas sebagai penumpang moda transportasi, banyak hal yang Anda perlukan, salah satunya adalah kacamata sebagai alat yang bisa melindungi mata dari sinar matahari, tentunya pemilihan kacamata hitam tidak bisa sembarangan. Ada beberapa faktor yang harus Anda pahami terlebih dahulu sehingga Anda tidak salah memilih kacamata tersebut. Layaknya kulit, mata pun harus dilindungi dari yang namanya pancaran sinar ultraviolet (UV) atau sinar matahari yang dapat membahayakan lensa dan kornea mata.

Baca Juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

Radiasi UV dapat meningkatkan risiko katarak. Selain itu, ada juga beberapa penyakit mata yang bisa  saja timbul akibat terkena radiasi sinar UV, seperti Pterygium dan Pingueculum. Maka dari itu, berikut KabarPenumpang.com melansir dari laman allaboutvision.com, paparkan beberapa cara untuk memilih kacamata hitam yang susai dengan standar, jangan sampai asal beli lho!

Pastikan kacamata yang Anda pilih dapat melindungi dari pancaran sinar UV-A dan UV-B. Biasanya di outlet resmi penjualan kacamata, Anda dapat melihat kacamata tersebut memiliki perlindungan terhadap sinar UV dari label lenses block 99% atau UVA/UVB rays. Dengan tercantumnya label tersebut, maka kacamata itu udah memiliki perlindungan terhadap sinar UV.

Baca Juga: Ini Dia! 9 Tipe Orang yang Biasa Kita Temui di Bandara

Lalu Anda tidak bisa sembarangan memilih kacamata yang memiliki tingkat kegelapan yang sangat tinggi, karena hal tersebut akan membahayakan Anda ketika digunakan. Standar untuk tingkat kegelapan kacamata adalah Z80.3 menurut Institut American National Standart (ANZI). Kacamata yang baik juga mampu melindungi dari paparan radiasi dengan panjang gelombang lebih dari 400 nanometer. Dalam label kacamata biasanya bertuliskan UV 400 protection.

Jangan lupa untuk memilih kacamata dengan rona lensa yang tepat. Tentunya kacamata dengan rona gelap lebih baik dibandingkan dengan rona lensa yang mengkilat. Namun, tidak ada salahnya memilih varian rona lain seperti merah maroon atau cokelat. Hanya saja, kacamata dengan rona lensa berwarna akan sedikit meyulitkan Anda untuk membedakan warna lampu lalu lintas.

Sumber: istimewa

Untuk lensa, Anda akan dihadapkan dengan tiga pilihan yang memiliki keunggulan masing-masing, yaitu polarized lens, gradient lens, dan mirrored lens. Polarized Lens merupakan lensa yang memiliki lapisan khusus yang berguna untuk mengurangi rasa silau terhadap sinar yang terpantul dalam beragam permukaan. Kelebihan tersebut membuat Polarized Lens sangat idela untuk digunakan pada aktifitas air hingga  mengemudi di jalan.

Sumber: istimewa

Mirrored Lens merupakan lensa yang memiliki lapisan coating pada bagian atasnya yang berfungsi untuk memantulkan sinar yang masuk. Walaupun fungsinya hampir sama dengan Polarized Lens, namun Mirrored Lens lebih mudah dikenali. Dan yang terakhir adalah Gradient Lens, dimana lensa jenis ini mudah dikenali dari tampilan fisiknya. Lensa jenis ini memiliki bagian yang gelap di atas dan semakin memudar di bagian bawahnya, sesuai dengan namanya.

Sumber: istimewa

Dari ketiga jenis lensa yang sudah dipaparkan di atas, Anda bisa memilih salah satu untuk memenuhi kebutuhan Anda. Jika sudah menentukan, sebaiknya Anda memilih kacamata dengan ukuran yang besar. Ini bertujuan untuk melindungi area di sekitaran mata dan juga mengurangi penetrasi dari sinar UV.

Dari sekian banyak tips di atas, muncullah dua nama brand kacamata yang namanya sudah mendunia, yaitu Ray-Ban dan Polaroid. Diantara sejumlah merk-merk yang ada, dua nama ini kerap kali dipilih karena kualitasnya yang sudah teruji dan memenuhi standar. Jadi, bagi Anda yang berminat  untuk membeli kacamata hitam, jangan cuma buat asal gaya ya, karena risiko yang ditimbulkan bisalah berbahaya.

Karyawan United Airlines Dorong Penumpang di Bandara, Kenapa Lagi?

Kembali, nama United Airlines menjadi sorotan publik setelah sebelumnya salah satu karyawannya mendorong seorang kakek berusia71 tahun  di sebuah bandara di Houston. Adapun inti dari insiden ini adalah karena perdebatan mengenai tiket. Kejadian yang mencoreng nama United Airlines tersebut terekam kamera pengawas Bandara Internasional George Bush yang tersimpan tidak jauh dari loket, 21 Juli 2015.

Baca Juga: Akibat Kesalahan Kecil Saham United Airlines Ambruk

Ronald Tigner, kakek malang yang sempat tak sadarkan diri setelah didorong oleh petugas United Airlines bernama Alejandro Anastasia tidak mendapatkan bantuan dari siapapun walaupun di sekitarnya banyak orang berlalu-lalang, dan juga beberapa karyawan United Airlines. Pengacara Ronald, William Hoke mengaku tidak habis pikir dengan kejadian yang menimpa kliennya itu. “Ini merupakan salah satu tindakan yang paling tidak manusiawi yang pernah saya lihat,” tuturnya sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman nypost.com (14/6/2017).

“Ia sempat tak sadarkan diri beberapa saat, dan tidak ada satupun karyawan United yang membantunya. Mereka meninggalkan Ronald begitu saja,” tukas Willam kesal. Dalam rekaman video yang diunggah ke jejaring sosial, tampak seorang penumpang yang tiba-tiba menghampiri Ronald dan membantunya untuk siuman. Seperti data yang dilansir dari sumber, wanita tersebut sempat bertanya Tanya mengapa karyawan United hanya diam dan tidak membantunya.

https://www.youtube.com/watch?v=I-yNPcX_its

Memang, Alejandro tidak mendorong Ronald dengan keras, namun benturan terhadap ubinlah yang membuatnya tak sadarkan diri, terlebih mengingat usia Ronald yang sudah tidak muda lagi. Sejak sang penumpang datang dan membantu Ronald agar cepat siuman, seorang karyawan United lalu menelepon 911 untuk meminta bantuan, tanpa menyebutkan kondisi Ronald yang tengah tak sadarkan diri. Kesal, pengacara Ronald hanya menjawab secara singkat mengenai apa yang telah menimpa kliennya itu. “Luar biasa, ini sungguh keterlaluan,” imbuhnya singkat.

Atas kesepakatan bersama, pihak Ronald lalu menggugat United Airlines beserta dua karyawannya dengan nilai lebih dari US$1 juta, dengan tuduhan kelalalian dalam bertugas yang mengakibatkan perselisihan. Khusus untuk Alejandro, ia dikenai hukuman yang lebih berat karena sudah menciderai orang tua. Selain dikenai hukuman, Alejandro juga diwajibkan untuk membayar denda  dan diminta untuk menulis surat langsung kepada Ronald.

United Airlines meminta maaf atas insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa rekaman tersebut menunjukkan “perilaku yang sama sekali tidak dapat diterima” oleh mantan karyawannya tersebut. “Perilaku yang ditunjukkan di sini sama sekali tidak mencerminkan nilai atau komitmen kami untuk memperlakukan semua pelanggan dengan rasa hormat dan martabat,” ujar salah satu pegawai United.

Baca Juga: Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng

Layaknya sebuah settingan, nama United Airlines selalu muncul di headline berita belakangan ini, dari mulai kasus seorang dokter bernama David Dao yang terpaksa diseret keluar pesawat karena tidak mau mengalah dengan kru maskapai yang hendak terbang dengan tujuan yang sama, sehingga ia terpaksa mengalami sejumlah luka di bagian wajahnya akibat terbentur bangku pesawat. Belum lagi kasus seorang ibu muda yang dipaksa buang air kecil di gelas karena tidak diijinkan untuk meninggalkan tempat duduk sampai kapten pesawat selesai memberikan intruksi keselamatan.

Baca Juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Kejadian-kejadian tersebut tentu membuat sedikit banyak orang bertanya-tanya, mengapa United Airlines sering sekali membuat satu viral yang akhirnya mengakibatkan perhatian publik tersedot olehnya. Ada apakah dengan United Airlines?

Buntut Kisruh Diplomatik, Sejumlah Maskapai Penerbangan Lalukan Refund Tiket Dari dan Ke Qatar

Sejak negara-negara yang berada di sekitar Qatar memutuskan hubungan diplomatik karena negara dengan ibukota Doha ini menunjukkan gerak-gerik yang seolah mendukung jaringan ekstremisme, kondisi Qatar kini semakin terpuruk. Salah satunya seperti sejumlah maskapai membatalkan penerbangan dari atau menuju Qatar. Ini merupakan tindak lanjut dari negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Bahrain, dan Mesir yang melarang pesawat berlabel Qatar (Qatar Airways) untuk terbang di atas langit mereka.

Baca Juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?

KabarPenumpang.com melansir dari thenational.ae (13/6/2017), juru bicara Travelport mengatakan pembatalan penerbangan massal ini berdampak sangat besar bagi Qatar. “Minggu lalu, jumlah net bookings untuk penerbangan dari atau menuju Doha, Qatar mengalami penurunan besar-besaran, hingga minus 23.000,” tuturnya. “Penurunan paling drastis terjadi pada Qatar Airways dari atau menuju ke Arab Saudi, dimana net bookings menyusut dari angka 10.000 menuju minus 100.300, dan UEA (Uni Emirat Arab) yang semula berada di angka 4.700 menuju minus 36.000,” tambahnya.

Sebagian penerbangan Timur Tengah seperti Saudia, Flydubai, Emirates, Air Arabia, dan Etihad terlihat masih seliweran menuju atau keluar dari Doha, namun itu terjadi sebelum keputusan sterilisasi jalur udara dicetuskan. Sebelumnya Etihad Airways, menangguhkan semua penerbangan dari atau menuju ke Doha, Qatar, sejak Selasa (6/6/2017) pagi.

Penerbangan terakhir dari Abu Dhabi di UEA menuju Doha diberangkatkan pukul Selasa (6/6/2017) pukul 02.45 waktu setempat, demikian disampaikan oleh juru bicara Etihad Airways dalam sebuah pernyataan yang dikirim lewat surat elektronik, demikian dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Antara Qatar Airways, Irlandia, dan Jamaah Umroh Indonesia

Tentu saja, pembatalan ini menimbulkan banyak permasalahan mengingat hari raya Idul Fitri sebentar lagi akan tiba. Negara-negara tersebut menganut mayoritas agama yang sama. Tentu saja dengan adanya pemutusan hubungan diplomatik ini seolah membawa bencana bagi siapapun yang terlibat di dalamnya. Bukan hanya jalur udara saja yang terkena blokade, melainkan jalur darat pun seperti  itu.

Kekurangan pangan kini mulai merambah negara yang tadinya makmur tersebut. Supermarket kini mulai kekurangan pasokan karena adanya blokade tersebut. Tidak hanya itu, para penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pun sempat dibuat kebingungan dengan adanya blokade ini. Namun kebijakan diturunkan oleh dua maskapai yang notabene turut menjadi sekutu dari Qatar, yaitu Dubai dan Abu Dhabi. Maskapai Emirates milik Dubai dan Etihad milik Abu Dhabi siap untuk melakukan pengembalian dana utuh (refund) kepada para penumpangnya yang sudah memesan tiket dan menawarkan rebooking gratis ke kota-kota alternatif untuk pelanggan yang memesan penerbangan ke dan dari Doha. Keterangan tersebut KabarPenumpang.com lansir dari laman aljazeera.com (5/6/2017).

Setelah 175 Tahun, Ratu Inggris Kembali Menumpangi Kereta Api

Setelah 175 tahun, akhirnya ada keluarga Kerajaan Inggris yang resmi naik kereta dalam perjalanan dinas. Dan kali ini yang menumpangi kereta tak lain Ratu Inggris, Elizabeth II, ia melakukan perjalanan dinas menggunakan kereta dari Slough ke Paddington. Dalam perjalanan bersejarah ini, Sang Ratu yang kini berusia 91 tahun, ikut didampingi Sang Suami, Pangeran Philips (96 tahun). Dalam catatan sejarah, pertama kali anggota kerajaan Inggris menggunakan kereta yakni 175 tahun lalu, yang dilakukan Ratu Victoria pada 13 Juni 1842.

Baca juga: Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir

Kereta yang ditumpangi Ratu Elizabeth II bukan lagi kereta kuno, melainkan kereta modern bertenaga listrik yang diberi nama Queen Elizabeth II. Meski berwujud kereta komuter modern, nyatanya Kereta ini hanya lebih cepat 11 menit dari kereta api yang dinaiki Ratu Victoria 175 tahun lalu.

Dilansir KabarPenumpang.com dari metro.co.uk (13/6/2017), pembuat kereta Queen Elizabeth II adalah seorang insinyur terkenal Isambard Kingdom Brunel dari Great Western Railway (GWR) yakni Isambard Thomas. Thomas merupakan cucu dari buyut dari Brunel, sempat duduk disebelah Ratu Elizabeth II dalam perjalanannya menggunakan kereta.

Ratu Elizabeth II (metro.co.uk)

Baca juga: Lokomotif Uap Teranyar Inggris Tembus Kecepatan 161 Km Per Jam

“Saya merasa sangat nyaman, saya tidak merasa canggung. Sungguh menakjubkan betapa menariknya ada seorang Ratu di dalam kereta api ini. Menurut saya perjalanan kereta api adalah cara yang lebih cepat untuk berkeliling, karena menggunakan moda lewat jalan raya sudah terlalu padat untuk sekarang ini. Jelas hal yang berbeda jika Anda adalah raja, Anda tidak duduk di kelas dua, dan antri untuk layanan prasmanan,”ujar Thomas.

Ratu Victoria, pada masa hidupnya adalah penggemar kereta api untuk melakukan perjalanannya. Saat itu Ratu Victoria menulis dalam catatan harian mengenai perjalanannya yang membutuhkan waktu 30 menit ke Paddington dan bergerak tak secepat kereta. “Dengan kereta tidak ada debu dan tidak terkena panas. Sangat menyenangkan dan cepat,” tulis Ratu Victoria dalam catatannya.

Baca juga: Rencana Pengoperasian Kereta Jalur Elizabeth di Inggris, Semuanya Serba Baru Loh!

Saat itu, Ratu Victoria menaiki kereta karena terbujuk rayuan Pangeran Albert, seorang veteran perjalanan kereta api yang terpesona dengan teknologi baru itu. Perjalanannya dimulai pada 13 Juni 1842. Untuk perjalanannya ini, Victoria hanya membutuhkan waktu 19 menit sampai ke Paddington dibandingkan dengan mobil.

Ratu Elizabeth II (metro.co.uk)

Thomas yang juga seorang perancang topografi dari Greenwich mengatakan, Ratu memiliki pengetahuan tentang sejarah kereta api dan tahu jelas tentang buku catatan harian ratu Ratu Victoria tentang perjalananya 175 yang tahun lalu. Sehingga ada alasan yang kuat ia tertarik dengan layanan dari GWR ini.

Baca juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret

Seorang perempuan bernama Theresa Hines ditemukan meninggal di toilet bagian belakang pesawat Boeing 737 American Airlines dalam penerbangan dari Dallas menuju Minneapolis pada Senin (12/6/2017). Laporan yang dilansir KabarPenumpang.com dari nypost.com (14/6/2017), wanita berusia 48 tahun itu tidak ada dibangkunya saat pramugari melakukan pengecekan beberapa saat sebelum pesawat akan mendarat di Bandara Internasional St Paul, Minneapolis.

Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Saat itu, pramugari melihat satu toilet yang terkunci dari dalam, kemudian pintu toilet diketuk dan memanggil berkali-kali. Sayangnya, dari dalam toilet tidak ada respon apapun. Kemudian, para awak kabin yang bertugas langsung mencba membuka pintu toilet dari luar dan korban ditemukan tidak bergerak. Setelah itu, seorang pramugari mengumumkan lewat pengeras suara di kabin untuk meminta bantuan petugas medis yang mungkin ada dalam pesawat untuk membantu.

Untungnya ada seorang perawat dan seorang dokter yang langsung menjawab panggilan itu. Alat bantu kejut jantung atau Defibrillator digunakan untuk menyadarkan korban, tetapi pertolongan tersebut nyatanya sudah terlambat.

Baca juga: Serba Lebih Ketat, Inilah Tarif Dasar Ekonomi Penerbangan di Negeri Paman Sam

Theresa Hines. Foto: people.com

Korban saat itu juga dinyatakan tewas dalam pesawat tersebut. Diketahui, korban merupakan seorang wanita asal Carrollton, Texas yang bepergian seorang diri menggunakan American Airlines. Kejadian ini membuat penumpang dalam pesawat kaget dan beberapa diantaranya murka. Sebab, setelah mendarat, petugas layanan medis dalam penerbangan (EMT) langsung ke tempat kejadian dan beberapa penumpang mengklaim petugas melakukan tindakan kasar pada jasad korban.

Korban bukannya ditandu melainkan diseret melalui lorong kabin dan tak ada upaya untuk menutupi korban yang setengah telanjang tersebut.

Baca juga: Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif

“EMT melakukan tindakan tak semestinya,” ujar Endress yang adalah insinyur seismik. Namun, juru bicara bandara St Paul, Pat Hogan mengatakan bahwa korban menggunakan kaus dan celana dalam, serta saat dibawa keluar dari pesawat jasad korban dibawa dengan tandu.

Sementara, Ross Feinstein, juru bicara American Airlines tak rela pihaknya dituduh kecolongan. Ia mengatakan, pramugari tidak selalu mengecek seberapa lama penumpang berada di kamar mandi.

Baca juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

“Jika seorang pramugari mengetahui ada penumpang yang berada dalam waktu lama di toilet, tentu mereka akan memeriksanya dan memastikan orang tersebut baik-baik saja,” kata dia.

Buffer Zone, Solusi PT ASDP Untuk Memecah Konsentrasi Pemudik

Pengguna jasa penyebrangan kapal ferry rute Merak – Bakauheni mungkin pernah mendengar istilah buffer zone. Buffer zone merupakan suatu loket yang disediakan oleh PT. ASDP untuk memudahkan para calon pengguna jasa penyebrangan mendapatkan tiket, walaupun pada kenyataannya kehadiran buffer zone tidak menjamin mereka bisa langsung mengarungi ganasnya Selat Sunda. Selain faktor kepadatan kendaraan yang bersaing untuk masuk ke dalam ferry terlebih dahulu, faktor cuaca pun memegang andil dalam penumpukan kendaraan di pelabuhan.

Baca Juga: Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone

Buffer Zone yang mulai dioperasikan sejak tahun 2016 kemarin ternyata menuai banyak pujian, pasalnya solusi ini bisa memecah konsentrasi pemudik sehingga penumpukan kendaraan tidak terlalu parah di pelabuhan. Dalam kampanye dan sosialisasi tahun lalu, T ASDP menyebut layanan yang ada dj buffer zone berupa penyediaan E-Ticketing Portable yang beroperasi 24 jam penuh di hari yang ditentukan.

Pada awal kehadirannya, buffer zone hanya tersedia untuk kendaraan yang melintasi jalur tol, yaitu di KM 43 dan 68 Tol Tangerang – Merak. Kepercayaan diri PT ASDP meningkat seiring pujian yang mereka tuai tahun lalu, maka PT ASDP sepakat untuk menambah tiga buffer zone di pulau Jawa pada musim Mudik Lebaran tahun ini, yaitu di Villa Permata Hijau, Polsub Sektor Grogol – Merak, dan hotel Mangku Putra, Merak. Sedangkan untuk buffer zone yang tersedia di pulau Sumatera terletak di Terminal Rajabasa, Masjid Agung Kalianda, dan Rumah Makan Begadang 4.

Dengan adanya penambahan buffer zone di tiga titik di pulau Jawa, maka moda jalur non-tol pun kini bisa membeli tiket pemberangkatan di sana. Buffer zone sendiri menyediakan tiket untuk layanan go-show, dengan tenggat waktu aktif 12 jam setelah pembelian. Berbeda dengan tiket regular yang memiliki tenggat waktu aktif selama 24 jam setelah pembelian, tujuan dari pemangkasan durasi aktif tiket melalui buffer zone adalah untuk mengurangi antrean kendaraan di pelabuhan.

Layanan E-Ticketing Portable di Buffer Zone Rest Area KM43 Tol Jakarta – Merak.

Baca Juga: Tarif Naik , ASDP Janjikan Peningkatan Kualitas Layanan di 14 Lintasan

Penumpang bisa mengisi manifest di buffer zone, dan ketika pembelian tiket di sana sudah selesai, mereka hanya tinggal men-scan QR code yang mereka dapatkan saat melakukan transaksi di buffer zone. Sedikit atau banyaknya, pengisian manifest di pelabuhan inilah yang akhirnya membuat antrean semakin meradang. Terbukti, dengan adanya buffer zone, para pengguna jasa penyebrangan dapat  menghemat  waktu dan tenaga mereka.

Tidak hanya di jalur penyebrangan Merak – Bakauheni, keberadaan buffer zone juga kini bisa dirasakan oleh para pengguna jasa penyebrangan jalur Katapang – Gilimanuk. Dengan konsep yang sama, para pengguna jasa penyebrangan dapat membeli tiket melalui buffer zone yang tersebar di wilayah paling Timur pulau Jawa, diantaranya Istana Gandrung, Jembatan Timbang Watudodol, Pelindo Tanjung Wangi, dan Stasiun KA Banyuwangi Baru. Sedangkan untuk buffer zone yang tersebar di area Pulau Dewata berada di Rumah Makan Soka, Lapangan Desa Melaya, Jembatan Timbang Melaya, dan Lahan Pemda.

Baca Juga: Sambut Angkutan Lebaran, Per 1 Juni 2017 PT ASDP Jual Tiket Online via Gadget

Untuk musim mudik 2017, PT ASDP melakukan terobosan baru dimana para pemudik bisa membeli tiket melalui online. Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP, Christine Hutabarat mengatakan para pemudik kini bisa memesan tiket kapanpun dan dimanapun mereka mau. “Pembelian tiket terjadwal dan secara online, jadi saudara-saudara kita yang hendak mudik bisa mengetahui kapan mereka harus berangkat,” tuturnya saat Press Conference yang diadakan oleh PT ASDP, Selasa (13/6/2017) kemarin sore.

Berarti, dengan adanya tiga metode pembelian tiket, PT ASDP mengharapkan para pemudik tidak lagi harus menghabiskan waktu dan tenaga mereka untuk mengantri di area pelabuhan. “Kehadiran sistem-sistem tersebut diharapkan dapat menjadi pemecah konsentrasi pemudik,” tutup Christine.