Karena Alasan Medis, Jetstar JQ127 Tujuan Bali Terpaksa Mendarat Darurat

Pesawat Jetstar Airbus A320 dengan nomor penerbangan JQ127 yang berangkat dari Adelaide ke Indonesia tepatnya tujuan ke Bali harus melakukan pendaratan darurat di Australia Barat. Ini dikarenakan ada seorang penumpang yang tiba-tiba menjadi tidak resposif.

Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan

KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (13/9/2017), pesawat Jetstar ini berangkat dari Bandara Adelaide pukul 08.00 waktu setempat dan akhirnya mendarat di Port Hedland pada pukul 10.50 waktu setempat saat seorang penumpang jatuh sakit. Dalam pernyataan resminya, Jetstar menyebutkan penumpang tersebut telah dipindahkan dari pesawat dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sebuah penerbangan dari Adelaide ke Bali dialihkan hari ini setelah seorang penumpang memiliki keadaan darurat dan butuh bantuan medis. Kami mengalihkan penerbangan ke Port Hedland dan paramedis menuju ke pesawat pada saat kedatangan untuk mengangkut penumpang ke rumah sakit,” kata juru bicara Jetstar.

Sayangnya maskapai dengan biaya rendah atau low cost carrier (LCC) ini tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas penumpang yang sakit. Namun setelah menurunkan penumpang sakit tersebut, pesawat Jetstar tersebut kembali berangkat ke Bali dan tiba di Denpasar pukul 13.30 waktu Bali.

Masih terkait masakapai asal Australia, pada Juli 2017, penerbangan Qantas QF1 menuju London dialihkan setelah seorang wanita mengaku hamil dan jatuh sakit. Penerbangan direncanakan menuju bandara Heathrow di London, tapi kemudian mendarat darurat di bandara Larnaca di Siprus. Pesawat Airbus A380 ini melakukan perjalanannya dari Sydney menuju Dubai pada Senin malam (11/7/2017) dan kembali melanjutkan penerbangannya setelah menurunkan penumpang wanita yang sakit tersebut.

Baca juga: Awak Kabin Bantu Melahirkan Seorang Ibu di Ketinggian 42.000 Kaki

Pada Mei 2017, pesawat Emirates juga harus melakukan pendaratan darurat saat seorang wanita hamil melahirkan anak laki-lakinya dalam penerbangan. Penumpang tersebut membuat kejutan dalam pesawat Airbus A380 yang berangkat dari Dubai. Karena kejadian ini, pesawat mau tak mau harus mendarat darurat di Larnaca, Siprus

Setelah mendarat, ibu dan bayinya kemudian ditandu ke dalam ambulans untuk diantar kerumah sakit oleh petugas medis. Kejadian ini terjadi setelah sebulan sebelumnya seorang perempuan lainnya bernama Nafi Diaby mengalami kontraksi di Turkish Airlines dan akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan di atas 42.000 kaki di usia kehamilan 28 minggu.

Polemik Biaya Ekstra di Top Up Kartu Uang Elektronik, Setujukah Anda?

Baru-baru ini Bank Indonesia mengeluarkan aturan tentang pembebanan biaya tambahan untuk layanan top up (isi ulang) pada kartu uang elektronik. Hal ini membuat banyak masyarakat pengguna e-money gerah dan mencibir dengan penambahan biaya ini.

Memang penambahan biaya tidak banyak, tetapi tetap saja, yang harusnya mengisi dengan mudah, praktis dan sesuai nominal jadi harus menambah beberapa ribu lagi untuk mengisi uang elektronik. Gerahnya masyarakat ini dilampiaskan pada media sosial Facebook. Banyak yang mencibir pemerintah menambahkan biaya untuk masalah negara dan lainnya.

Baca juga: TransJakarta Perkenalkan 3 Varian Bus Baru, Lebih Bersahabat Bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia

KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, sebenarnya uang elektronik yang digunakan berbentuk kartu dan memiliki izin dari Bank Indonesia (BI). Kartu ini tidak menggunakan pin dan dilengkapi chip RFID (Radio Frequency Identification), sehingga bisa berpindah tangan, sejumlah uang yang tersimpan dalam kartu ini pun tak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan limitnya juga dibatasi Rp1 juta.

Beberapa bank yang mengeluarkan uang elektronik diantaranya adalah Bank BCA (Flash), Mandir (e-money), BRI (Brizzi) dan BNI (Tapcash). Dari pengamatan yang KabarPenumpang.com lakukan, banyak masyarakat yang mengeluhkan bila dikenakan biaya tambahan saat mengisi kartu. Diketahui usulan untuk biaya tambahan yang akan dikenakan saat mengisi kartu yakni sebesar Rp1.500-Rp2.000 untuk berapapun pegisiannya.

Wita Rachmawati (30 tahun), seorang sekretaris di bilangan Menteng yang sehari-hari menggunakan jasa KRL Jabodetabek menyebutkan, bahwa dirinya akan lebih memilih mengisi uang elektronik langsung di ATM bank yang mengeluarkan kartu. Sebab bila mengisi di ATM tidak akan di kenakan biaya tambahan dan mengirit. “Kalau untuk di Indomaret atau Alfamart biasanya kalau terpaksa, sebenarnya tidak mau kalau kena biaya tambahan,” ujarnya yang ditemui KabarPenumpang.com (18/9/2017).

Baca juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini

Namun, ada juga beberapa masyarakat yang menganggap tak masalah dengan biaya yang dibebankan. Hal ini karena biaya yang dibebankan pun tidak besar dan masih dianggap wajar. “Saya tidak masalah, ya kalau tidak sempat kan mau tidak mau dan biaya segitu bisa dikatakan lebih murah dibandingkan bila mengisi di ATM bersama yang bisa kena Rp6.500 per transaksi,” jelas seorang pengguna uang elektronik yang ditemui di Stasiun Gondangdia.

Adanya pro kontra ini, sebenarnya juga berawal dari Bank Indonesia (BI) yang menyatakan memberi izin bagi perbankan untuk memungut biaya isi saldo uang elektronik agar memenuhi kebutuhan infrastuktur alat bayar non tunai tersebut. Salah satunya adalah memperbanyak fasilitas pengisian saldo uang elektronik itu sendiri. Seperti di jalan Tol yang mengusung pembayaran tiket dengan uang elektronik, nantinya akan dibuat tempat top up atau isi ulang bagi uang elektronik.

Lebih lanjut, Sigit Pramono, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dalam sebuah perbincangan di MetroTV menyebutkan, “Idealnya pembebanan biaya infrastruktur pada top up dilakukan secara bersama-sama, sehinbgga tidak terasa terlalu memberatkan, artinya pihak pengusaha, pemerintah, dan masyarakat ikut ambil bagian dalam menanggung biaya infrastruktur tersebut.” Ia menambahkan bentuk dukungan dari pemerintah misalnya dengan pemberian insentif pada sektor perbankan.

Gelar “Sayembara”, Hyperloop Akan Saring 10 Ide Jalur Terbaik

Dalam upaya menghadirkan moda berkecepatan supersonic, Hyperloop One tidak akan bisa menjalankan misi ini sendirian, bahkan untuk sekelas penemunya sendiri, Elon Musk. Menyadari hal tersebut, Hyperloop One lalu meluncurkan XPrize, sebuah kompetisi bergaya yang bertujuan untuk menyaring berbagai ide tentang rute Hyperloop mana yang paling menjanjikan. Hyperloop One sepakat untuk mengambil 10 pemenang, dengan rute potensial yang mencakup tiga benua dengan jarak lebih dari 6.000 km.

Baca Juga: Elon Musk – Sosok Dibalik Transportasi Ultra Modern

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (15/9/2017), diketahui, pihak Hyperloop One tengah melakukan peninjauan lokasi ke sejumlah negara di dunia untuk menguji kelayakan tempat tersebut, sebut saja Dubai, Finlandia, Rusia, dan beberapa negara lainnya. Ternyata, kompetisi yang dirancang Hyperloop One sejak Mei 2016 ini menarik minat banyak peserta. Ini membuktikan bahwa tingginya minat masyarakat untuk berperan serta dalam pengadaan moda futuristik ini. Terhitung, ada lebih dari 2.600 peserta yang mengikuti ajang ini.

Nantinnya, pihak Hyperloop One akan menyortir 10 pemenang, dimana ada beberapa kriteria penilaian, seperti alasan pengadaan yang terdefinisikan dengan baik, pasar yang kuat, serta dukungan dari publik dan pemangku kepentingan yang terkait. Diantara 10 negara yang akan dipilih proposalnya dan dinyatakan pemenang dalam ajang ini, Amerika Serikat menjadi negara yang paling menonjol dan digalang-galang menjadi negara yang akan keluar sebagai pemenang. Dalam pagelaran ini, Amerika menyumbangkan empat rute berbeda yang menghubungkan sejumlah kota-kota besar.

Diantara semua rute asal Negeri Paman Sam tersebut, sebuah tim bernama Texas Triangle mengajukan proposal yang dapat menghubungkan Houston, Austin, San Antonio, Dallas, dan Laredo dengan jarak mencapai 1.030 km. Rute tersebut disebut-sebut menjadi salah satu rute terpanjang dalam kompetisi ini. Sedangkan rute lainnya mencakup koneksi antara Miami dan Orlando, Chicago dan Pittsburgh dan kota Denver.

Baca Juga: Uji Coba XP-1, Hyperloop: “Teknologi Kami Siap Dipasarkan”

Calon pemenang tersebut tidak hanya berasal dari Negara Adikuasa, salah satu kandidat mengajukan proposal untuk pembangunan jalur Hyperloop One dari Mexico City menuju Guadalajara dengan panjang rute sejauh 532 km. Lalu ada jalu sejauh 640 km yang membentang dari Toronto menuju Montreal, serta koneksi di Inggris yang menghubungkan Edinburgh dan London, via Birmingham dan Manchester.

Namun, Negera produsen film Bollywood, India menyumbangkan ide yang tidak kalah ambisius. Dua proposal yang dikirimkan dari India bisa saja mencuri perhatian dewan penilai, yaitu rute Mumbai – Chennai yang membentang sejauh 1.100 km di sepanjang pantai timur dan barat negara tersebut. Jika suatu saat Hyperloop akan dibangun di jalur Mumbai – Chennai, maka jarak 1.100 km yang terbentang akan ditempuh dalam waktu yang sangat singkat, hanya 63 menit saja, sungguh fantastis!

Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Baru-baru ini, viral sebuah video yang menggabarkan seorang petugas Bea Cukai mendapati pelancong dari Singapura membawa tas mewah. Dalam video tersebut, petugas mengatakan tas yang dibawa terkena pajak karena nilai belinya di atas ketetapan dari Bea Cukai.

Kemudian petugas dan pelacong sempat beradu argumen karena buah tangan yang dibawa si penumpang. Petugas pun meminta paspor dan memeriksa bukti harga tas tersebut yang akhirnya penumpang tersebut membayar denda dari tas yang dibawanya ke kasir Bea Cukai.

Baca juga: “Duty Free” Pada Minuman Keras, Untung Yang Dihasilkan Sedikit

KabarPenumpang.com merangkum dari beacukai.go.id (31/5/2017), memang setiap penumpang dari luar negeri yang membeli barang dan dibawa masuk ke Indonesia diberikan kebebasan per orangnya membawa total barang dengan nilai US$250 untuk perorangnya dan US$1000 untuk satu keluarga dengan maksimal empat orang anggota. Nantinya jika kelebihan akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Biasanya didalam pesawat sebelum mendarat, Anda akan mendapat formulir customs declaration (CD). Dengan formulir ini, baiknya diisi dengan benar sesuai barang yang dibawa dari luar negeri. Sebab petugas Bea Cukai akan meminta CD tersebut saat kita memasuki kawan Bea Cukai di bandara.

Tak hanya meminta formulir, tetapi petugas Bea Cukai kini akan lebih detail memeriksa barang yang Anda bawa. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek apakah barang tersebut dilarang atau dibatasi tidaknya untuk dibawa masuk ke luar bandara. Peraturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang.

Yang menjadi sasaran pemeriksaan tak hanya penumpang pesawat, para awak kabin, dan pilot pun mendapatkan perlakuan yang sama saat akan meninggalkan bandara. Pada Pasal 9 Peraturan Menkeu ini, Bea Cukai akan membebaskan bea masuk barang-barang seperti rokok, cerutu, tembakau kering hingga minuman alkohol dengan batas amannya.

Seperti rokok hanya boleh 200 batang, cerutu 25 batang, 100 gram tembakau kering dan satu liter minuman alkohol. Selain itu ada pula pada Pasal 13 tetang Pemeriksaan dan Pengeluaran Barang Impor, ini yang sering disebut juga dengan jalur merah yakni barang-barang dalam stastus declared.

Jalur merah merupakan jalur pengeluaran barang impor dengan dilakukan pemeriksaan fisik barang. Petugas Bea Cukai juga berhak melakukan penindakan sesuai perturan perundang-undangan yang berlaku. Barang-barang tersebut yakni, aneka hewan, ikan, tumbuhan dan yang berkaitan dengan hal tersebut. Kemudian obat, senjata api, senjata tajam, narkoba, bahan peledak dan pornografi. Uang melebihi Rp100 juta baik juga menjadi salah satunya.

Bila uang yang Anda bawa melebihi Rp100 juta maka akan dikenakan denda 10 persen dari selisih nilai dan bila tidak melapor maka denda akan dikenakan 10 persen dari jumlah yang dibawa. Adapun bila Anda membawa barang-barang yang diperbolehkan melebihi ketentuan baik itu rokok, cerutu dan tembakau, akan dimusnahkan oleh petugas Bea Cukai. Alkohol pun yang melebihi kapasitasnya akan disita petugas dan juga dimusnahkan.

Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

Terhadap penumpang yang tidak memenuhi ketentuan impor barang penumpang wajib membayar bea masuk yang terutang dan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar paling sedikit 100 persen dari bea masuk yang seharusnya dibayar dan paling banyak 500 persen dari bea masuk yang seharusnya dibayar. Biasanya, ada juga penumpang yang lebih memilih meninggalkan barang-barangnya bila denda yang dikenakan lebih besar dari barang yang dibawanya tanpa membayar pajak pada pihak Bea Cukai.

Ini Yang Harus Dilakukan Kala Sakit Punggung Mendera di Perjalanan Jarak Jauh

Bermasalah dengan tulang punggung saat bepergian? Rasanya akan mengganggu sekali, terlebih sakit tersebut menerpa saat melakukan perjalanan. Biasanya bagi penderita sakit punggung akan membawa barang bawaan yang sesuai dengan dirinya saat bepergian jauh seperti bantal punggung dan bantal leher sebagai ganjalan saaat duduk di kursi pesawat. Bisa dikatakan, punggung merupakan salah satu area sensitif yang cenderung cepat lelah bila duduk terlalu lama, tentunya selain pinggang dan pinggul.

Dengan duduk terlalu lama, penderita sakit punggung disarankan menggunakan bantal untuk membuat posisi lebih nyaman. Mungkin bila masih di bandara, penumpang dengan memiliki sakit punggung masih bisa tiduran di bangku ruang tunggu atau meluruskan kaki.

Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri

Namun, apa jadinya bila saat berada di dalam pesawat? Penumpang dengan kondisi sakit punggung biasanya akan memilih duduk di dekat lorong. Sebab, penderita akan sering berjalan ke belakang dan agar tidak mengganggu penumpang lainnya jika harus bolak balik.

Upaya ini dilakukan agar punggung tidak terlalu lelah dengan mengkombinasikan berjalan, duduk dan bersandar seperti rebahan. Tak hanya itu, penumpang dengan sakit punggung yang membawa bantal bisa meletakkannya di bagian belakang agar menyender lebih nyaman.

Selain itu, mereka juga sebenarnya bisa meluruskan kaki dengan menurunkan kursi ke belakang, dan pastinya dengan izin kepada penumpang yang ada dibelakangnya. Ada baiknya, sebelum berangkat, Anda sebagai penumpang yang memiliki kondisi tersebut memberitahukan kepada awak kabin, sehingga saat Anda berjalan lebih sering, awak kabin mengerti posisi Anda.

Baca juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Kemudian, awak kabin juga bisa menjelaskan pada penumpang yang ada di belakang Anda, jika Anda harus menurunkan bangku untuk merebahkan diri sesekali. Ada beberapa yang mengatakan, bepergian dengan punggung yang sakit, seperti bepergian dengan anak kecil yang memerlukan tindakan secepat mungkin bila terjadi apa-apa.

Dengan kondisi seperti ini, pastinya Anda akan terlihat tegar dan banyak yang bangga karena mampu bertahan dalam rasa sakit tersebut.

Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara

Seiring meningkatnya trafik perjalanan kereta dan pertumbuhan arus kendaraan di kota-kota besar, jalur perlintasan sebidang memang cepat lambat bakal dihapuskan. Namun itu bukan perkara mudah, mengingat jumlah perlintasan yang cukup banyak, menjadikan penghapusan perlintasan sebidang dengan pembuatan jembatan atau terowongan membutuhkan dana yang cukup besar.

Baca juga: Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

Dengan meningkatnya trafik perjalanan kereta, maka secara langsung berimbas pada kian seringnya lonceng peringatan berbunyi. Bunyi lonceng peringatan yang cenderung memekakkan telinga dituding menjadi polusi suara yang mengganggu penduduk di sekitaran, tapi harus diakui hal tersebut dilakukan PT KAI untuk alasan keselamatan semata. Masalah ini sangat krusial, karena perlintasan kereta sering kali menjadi tempat warga meregang nyawa akibat beragam modus kecelakaan. Bunyi lonceng yang keras, meski membuat sakit kuping terpaksa diaktifkan tak lain agar warga pelintas memiliki situational awareness tinggi.

Dan perlu diketahui, pancaran bunyi pada lonceng di perlintasan sebidang di Indonesia tak asal dibunyikan, melainkan semuanya merujuk pada standar internasional. Hal ini dikatakan oleh Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 1 (DaOp) Suprapto. “Untuk standar semua rambu-rambu lalu lintas diperlintasan sebidang antara jalur rel dan jalan raya ikut internasional. Dari tulisan Stop, bunyi lonceng, warna dan cahaya,” kata Suprapto yang dihbungi KabarPenumpang.com melalui pesan singkat, Jumat (15/9/2017).

Dia mengatakan, untuk standar suara adalah bunyi dan terkait intensitas kekuatan suaranya tergantung dari kondisi sekitar perlintasan tersebut. Sehingga bila kondisi sedang sepi, ada kemungkinan jarak suara akan semakin jauh dibandingkan dengan saat ramai kendaraan. Suprapto menjelaskan sinyal bunyi berguna untuk masyarakat yang tuna netra, sedangkan sinyal cahaya dan warna palang pintu untuk warga yang menderita tuli atau tuna rungu. Sehingga semua rambu di desain bagi semua kalangan masyarakat.

KabarPenumpang.com mengutip dari kiwirail.co.nz, bahwa KiwiRail yang beroperasi di Selandia Baru memiliki 742 perlintasan publik yang diberikan lonceng atau sirine sebagai penanda kereta akan lewat.
Uniknya, lonceng yang berada diperlintasan kereta dimatikan antara pukul 10.30 malam hingga 07.00 pagi. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan internasional. Bahkan ketika ada tanda-tanda lonceng akan dimatikan untuk para penyeberang jalan, lonceng terkadang masih menyala dalam waktu singkat.

Di Selandia Baru sendiri ada lonceng elektronik yang memiliki bunyi lebih tenang dari biasanya dan dipasang pada 56 perlintasan. Satu diantara lonceng dengan bunyi lebih tenang ini berada di daerah perkotaan besar. Untuk lonceng elektronik dengan bunyi tenang ini memiliki manfaat dimana tingkat suara bisa disesuaikan dibawah standar normal yakni 85-105dBA dengan minimum 75dBA. Untuk standar keselamatannya pun sudah mengikuti internasional.

Baca juga: Hadapi Perlintasan KA, Jangan Panik Tetap Waspada!

Suara yang dihasilkan memiliki pola memencar omni directional dan lebih terlokalisasi daripada lonceng elektro mekanis tradisional. Tak hanya itu, KiwiRail sendiri berencana untuk memasang lonceng yang tenang di beberapa perlintasan dimana lonceng tradisional dimatikan pada malam hari.

Pemasangan ini mempertimbangkan adanya tempat tinggal yang sangat dekat dengan perlintasan kereta. Sebab, bunyi lonceng ini sangat mengganggu penduduk bila malam hari. Untuk pemasangan lonceng ini, nantinya juga menunggu persetujuan otoritas jalan raya.

Otoritas jalan ini dilibatkan karena jika lonceng yang dipasang tetap pada suara normal, akan mengganggu penduduk, sedangkan bila lonceng elektronik ini yang dibunyikan bisa menjadi masalah keamanan bagi pejalan kaki. Resiko akan lebih berbahaya dan kebisingan suasana di persimpangan biasanya digunakan oleh orang tuna netra.

Audi Pasang Banyak “Mata” Untuk Sistem Auto Pilot di Armada Anyarnya

Sebagai produsen kendaraan, apa peran yang dapat dilakukan oleh Audi untuk mengatasi masalah kemacetan yang ada? Tentu hal tersebut sangatlah bertolak belakang, berbagai lapisan masyarakat tengah memerangi kemacetan sementara pihak Audi harus dituntut untuk memproduksi kendaraan dengan fitur-fitur terbarunya. Lalu, apa yang dilakukan oleh para produsen otomotif seperti mereka? Ternyata, pihak Audi baru saja menjalani test drive untuk mobil otonom Level 3-nya.

Baca Juga: Sensor 3D Vayyar, Pasangan Cocok Untuk Mobil Otonom

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techcrunch.com (11/7/2017), Audi A8 bisa dikatakan sebagai moda semi otonom, dikarenakan sistem kemudinya yang menggabungkan otomatisasi dan kendali manual. Bagi Anda yang tengah terperangkap macet, Anda bisa mengaktifkan sistem Traffic Jam Pilot untuk mengambil alih sistem kemudi. Dengan begitu, Anda bisa melakukan hal lain yang lebih bermanfaat, seperti membaca koran, mengerjakan pekerajaan kantor, atau bahkan menonton TV built-in yang ada di dalam kendaraan produksi negeri Bavaria tersebut.

Inovasi yang ditorehkan oleh Audi ini patut diapresiasi, pasalnya, banyak produsen automobile lainnya yang justru melewati fase otomatisasi level 3. Sebut saja Ford yang mengungkapkan bahwa mereka melewati otomatisasi level 3 dan langsung menuju level 4, yaitu sistem yang mengendalikan keseluruhan pengoperasian moda, dari mulai menyalakan kendaraan hingga parkir. Walaupun beberapa ahli kendaraan otonom berpendapat bahwa otomatisasi level 3 ini seharusnya tidak ada.

Situasional, itulah kata kunci dari otomatisasi level 3 ini, dan Audi beranggapan bahwa pengemudi harus tetap siaga untuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan manual selama berkendara. Layaknya kebanyakan mobil otonom, Audi pun tidak lupa mengaplikasikan beberapa fitur wajib ke dalam kendaraan masa depan ini, seperti sistem pengereman otomatis, penahan laju agar kendaraan tidak melaju melebihi batas, serta pemasangan “indera penglihatan” seperti sensor sonar, laser scanner, beberapa kamera 360 derajat, hingga ultra sonic sensor.

Sumber: theglobeandmail.com

Bahkan, Audi A8 ini juga dilengkapi dengan Light Detection And Ranging (LIDAR), sebuah radar yang disempurnakan yang menghasilkan citra digital dari lingkungan sekitarnya. Jika diperhatikan, Audi menaruh banyak sensor di armada A8-nya. Ternyata, ini merupakan bentuk antisipasi Audi jika suatu saat salah satu radar tersebut tidak berfungsi dan akhirnya malah membahayakan penumpang yang berada di dalamnya.

Fitur Traffic Jam Pilot yang diaplikasikan Audi di armada A8 anyarnya ini juga mampu mendeteksi kondisi dari si pengemudinya tersebut. Jika pengemudi tidak sadar sistem Traffic Jam Pilot-nya mati, maka penanda akan berbunyi untuk mengingatkannya. Begitupun jika pengemudi tidak memberi respon karena berada dalam kondisi koma, maka sistem Traffic Jam Pilot akan secara otomatis memarkirkan kendaraannya dan membuka pintu moda agar mempermudah proses pertolongan.

Baca Juga: Konsep Audi City Bus, Inikah Gambaran Bus Masa Depan?

Bagi Audi, ini merupakan jawaban dari benturan perspektif antara mengatasi masalah kemacetan dan tetap menjalankan roda produksi. Kendaraan akan beroperasi lebih logis ketika macet ketimbang manusia yang menjalankan, dan diharapkan semua interaksi di jalanan akan jauh lebih halus dan sederhana, tanpa harus mendengar bunyi klakson yang bersahut-sahutan. Sepintas, sistem Traffic Jam Pilot Audi mirip dengan sistem Auto Pilot di dunia penerbangan, dimana pilot bisa mengaktifkan sistem tersebut jika ia mulai kelelahan.

Introduire! Layanan Kereta Cepat di Perancis Pengganti TGV

Demi menjaring lebih banyak penumpang, perusahaan kereta api milik negara dan pengelola lalu lintas kereta api di Prancis dan Monako, SNCF mengumumkan rencananya untuk mengubah citra merek kereta cepat TGV. Rencananya, SNCF akan menargetkan mengangkut 15 juta penumpang baru di tahun 2020. Dalam pengaplikasian rencana tersebut, SNCF akan membagi dua layanan sehingga bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman globalrailnews.com (31/5/2017), SNCF akan mengoperasikan Ouigo, kereta berkecepatan tinggi dengan biaya rendah dan inOUI yang merupakan layanan kereta premium. Diketahui, Ouigo yang perkembangannya hingga kini sudah mencapai 90 persen telah membawa 13 juta penumpang.

Selain merubah citra, SNCF juga akan menambahkan sekitar 30 destinasi dan 34 trainset baru untuk melengkapi jaringan kereta cepat tersebut. “Kita hanya membaptis sebuah layanan yang tidak memiliki nama,” tutur presiden SNCF, Guillaume Pepy. Dilansir dari sumber terpisah, inOUI sendiri akan memanjakan para penumpangnya dengan layanan free WiFi, tempat duduk yang jauh lebih nyaman dibandingkan kereta lainnya, ruang kaki yang lebih lega, hingga pengadaan gerbong restorasi.

Sementara itu, dana yang dianggarkan dalam proyek ini adalah sebesar €2,5 miliar hingga periode 2020. Untuk masalah harga yang dikenakan untuk layanan baru ini, Guillaume menyotori penurunan tariff sebesar enam persen sejak tahun 2015 silam dan berencana untuk tidak menaikkan harga tiket. “Tidak akan ada kenaikkan harga, ini bukan soal menciptakan produk mewah,” imbuhnya.

Baca Juga: Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online

Ada yang unik dari penamaan layanan baru ini. Kata “Oui” di bahasa Perancis memiliki arti “Ya”, dan dirasa cocok dengan semua merek SNCF di semua layanannya. Direktur Pelaksana Voyages SNCF, Rachel Picard mengutarakan harapannya agar pembaruan layanan kereta cepat ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia transportasi di Perancis. “Selain itu, inOui juga mencerminkan transformasi layanan penumpang kami yang akan memacu pertumbuhan di seluruh jaringan kami,” ungkapnya.

Mengamini pernyataan Rachel, Managing Director OUI.sncf, Franck Gervais menambahkan bahwa merek anyar tersebut akan menjadi standar baru e-Tourism di Perancis. “Ini merupakan sebuah transformasi besar. OUI.sncf akan menawarkan sesuatu yang lebih kepada para penumpang,” jelasnya.

Ini Dia! Pekerjaaan Favorit Yang Asyik Dilakukan Sembari Liburan

Sebagai seorang pelancong, Anda memiliki budget atau anggaran yang dikeluarkan selama perjalanan. Apalagi bila perjalanan jangka panjang, pastinya akan menyiapkan jauh-jauh hari. Tetapi pernahkah Anda berfikir untuk menghasilkan uang saat melakukan perjalanan jauh? Sebenarnya, sebagai pelancong, Anda bisa memanfatkan teknologi yang ada untuk menambah penghasilan sebagai pelancong.

Baca juga: Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong Perempuan

KabarPenumpang.com merangkum berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk menghasilkan uang dalam perjalanan jangka panjang dari laman theblondeabroad.com. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

1. Sebagai pengembang website
Menjadi web developer merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan tiket online dengan mudah. Sekarang ini banyak perusahaan baik besar maupun kecil membutuhkan situs web dan layanan pengembang. Belakangan banyak freelancer yang juga seorang pelancong menggunakan cara ini untuk mendanai petualangan mereka.

2. Menulis untuk website perjalanan
Cara tepat untuk mendapatkan penghasilan lain bagi Anda adalah menulis untuk sebuah website. Anda bisa meningkatkan kemampuan menulis dan bisa menyimpan artikel sebagai satu dari portofolio Anda. Situs web seperti Boots n All dan Matador Network bersedia membayar $25 sampai $50 untuk sebuah artikel tergaantung dengan kualitas dan jumlah kata.

3. Desain grafis
Bisnis yang terkait logo dan merek, desain web atau lainnya pasti dibutuhkan setiap perusahaan. Bila Anda seorang desain grafis, ini adalah sebuah keuntungan karena bisa mengerjakannya dari manapun.

4. Blog perjalanan
Sebagai seorang pecinta wisata, blog Anda sangat berguna, dari blog bisa menghasilkan uang. Memang hasilnya akan berbeda dengan menulis di website milik perusahaan lain. Banyak penulis blog yang mendapatkan setidaknya $1000 secara bulanan melalui pendapatan iklan, konten sponsor dan penjualan online.

5. Buka toko online
Buka toko online untuk menjual barang-barang oleh-oleh dari berbagai kota dan negara bisa Anda lakukan. Sebab, terkadang saat Anda bepergian banyak teman atau kerabat yang menitip untuk dibelikan barang-barang dari tempat Anda pergi.

6. Fotografi dan Videografi
Penyuka fotografi dan videografi? Saat ini banyak perusahaan yang mencari fotografer dan videografer berbakat. Pertimbangkan bila ada penawaran untuk pernikahan, wisata dan perusahaan tempat tujuan yang Anda kunjungi.

Baca juga: Mau Tidur Nyenyak dalam Penerbangan? Ini Dia Tips dari Awak Kabin!

7. Mengajar bahasa Inggris
Jika Anda fasih dalam berbahasa Inggris, bisa digunakan untuk mengajar. Kemampuan Anda ini juga bisa digunakan saat Anda berjalan-jalan, karena siapa tahu dalam perjalanan ada turis yang membutuhkan bantuan penerjemah sehingga memudahkan Anda.

Dengan berbagai kemampuan apapun itu, sebenarnya sebagai pelancong Anda bisa memanfaatkan berbagai hal. Baik diri sendiri, bakat maupun hal lainnya yang bisa menjadikan keuntungan dan bisa bepergian gratis atau mendapat uang jajan lebih dari yang Anda lakukan.

Maskapai di Amerika Serikat Tawarkan Tarif Ekonomi Dasar, Murah Tapi Berisiko

Apa yang Anda rasakan bila saat melintasi gerbang pemeriksaan di bandara, tapi tiba-tiba Anda harus membayar hingga US$50 (setara Rp600 ribuan)? Kaget, marah dan tidak terima rasanya wajar jika hadir bersamaan.

KabarPenumpang.com melansir dari time.com (14/9/2017), baru-baru ini maskapai American Airlines, Delta dan United Airlines memperkenalkan tarif dan memperluas kelas tiketnya yang disebut dengan Basic Economy atau biaya paling dasar untuk penerbangan kelas ekonomi. Ini merupakan jenis tiket paling murah yang bisa Anda beli tetapi dengan risiko ekstra.

Baca juga: Pangkas Durasi Security Check, Ini yang Dilakukan Beberapa Bandara dan Maskapai

Pasalnya, akibat dari pembelian tiket kelas ekonomi dasar ini penumpang akan terkena pinalti saat melewati gerbang sebelum masuk pesawat dengan barang yang berlebih. Semua barang bawaan Anda juga harus masuk bagasi (kargo) dan tidak memiliki tempat untuk barang di kabin.

Dalam skema tarif ini, penumpang hanya diperbolehkan membawa satu tas yang muat diletakkan di bawah kursi dekat kaki Anda. Jika Anda membawa koper atau ransel besar yang tidak muat di dekat kaki, baiknya masukkan dalam bagasi (kargo) sebelum Anda dikenakan biaya US$25 atau lebih. Apalagi bila Anda tidak memeriksa barang untuk di bawa ke kabin alias kelebihan muatan, pastinya Anda akan dikenakan denda lagi sebesar US$25 dan pembayaran pinalti pun ditagihkan saat itu juga dengan kartu kredit.

Sebenarnya terkait dengan biaya ini untuk American Airlines dan United sudah dijelaskan peraturan ini di website milik mereka. Sedangkan untuk Delta sendiri masih memperbolehkan penumpang membawa barang bawaan ke kabin dan meletakkannya di kabin atas. Tetapi, penumpang dengan tiket kelas ekonomi dasar baru bisa naik ke pesawat di urutan paling terakhir.

Untuk Anda yang tidak mau repot dengan biaya tambahan ini, sebaiknya beli tiket dengan harga lebih mahal di awal, dengan membayar untuk tiket ekonomi biasa, Anda masih bisa membawa satu tas lainnya selain tas jinjing untuk dimasukkan dalam kabin atas tanpa biaya tambahan. Bila dilihat dari harga, biasanya selisih harga untuk ekonomi dasar dan ekonomi biasa tak telalu jauh tetapi dengan keuntungan lebih banyak bila membeli kelas ekonomi biasa.

Baca juga: Peluang Pendapatan Baru, LCC Mulai Kenakan Biaya Untuk Bagasi Kabin

Maskapai mungkin ingin wisatawan melihatnya seperti itu. Dengan meyakinkan penumpang untuk memesan ekonomi daripada ekonomi dasar, maskapai mendapatkan lebih banyak uang dimuka. Dan bahkan ketika mereka tidak mendapatkan lebih banyak uang dimuka, ada kemungkinan maskapai penerbangan akan mendapatkan uangnya nanti saat penumpang terkena biaya yang tidak mereka harapkan.