Terdesak Kereta Cepat, Parlemen Eropa Tinjau Kelayakan Bisnis Kereta Malam

Layanan kereta malam telah mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, dan banyak yang khawatir bahwa kurangnya investasi akan berpengaruh terhadap berkurang jumlah penumpang dan para pesaing mereka dari sektor transportasi lainnya sudah bisa menebak akhir dari layanan ini.

Parlemen Eropa baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan yang meninjau apakah layanan kereta malam masih layak untuk diselamatkan, dan apa yang dapat dilakukan oleh Negara Anggota Uni Eropa untuk memastikan kelangsungan hidup mereka.

Baca Juga: Mengenal Eksotisme Layanan Kereta Tidur di Indonesia

Kereta malam penumpang telah beroperasi sejak pertengahan 1800-an. Layanan pertamanya dijadikan sebagai tulang punggung untuk perjalanan jarak jauh yang praktis, namun lama kelamaan dijadikan sebagai salah satu simbol kereta retro yang distimulasi oleh budaya populer dan daya tarik nostalgianya. Di seluruh Eropa, jumlah layanan ini makin merosot terhitung sejak 50 tahun lalu. Pecahnya Perang Dunia II menjadi titik anjloknya layanan ini, ditambah dengan kehadiran layanan perjalanan udara, layanan kereta cepat, hingga meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi. Hal-hal tersebut sontak membuat pamor layanan kereta malam semakin menurun.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (1/8/2017), hingga tahun 2016 kemarin, tercatat hanya ada 11 negara di Uni Eropa yang masih menggunakan layanan kereta malam ini. Baru-baru ini, European Parliament’s Committee on Transport & Tourism merilis sebuah laporan mengenai kereta malam dimana laporan tersebut merinci tentang kelayakan finansial, ekonomi, sosial, dan pasar dari kereta malam tersebut. Secara mengejutkan, laporan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta malam tersebut masih berkontribusi terhadap kebutuhan mobilitas warga Eropa.

Adapun alasan mengapa layanan kereta ini diusulkan untuk dihapuskan salah satunya adalah keterbatasan kapasitas infrastuktur. Diantara sekian banyak alasan, keterbatasan infrastruktur inilah yang paling vokal.

Tantangan yang dihadapi oleh mode transportasi kuno semacam ini beragam. Pertama, keterbatasan kapasitas infrastruktur disebut-sebut sebagai alasan utama banyak penutupan. “Layanan kereta malam mungkin tidak bisa berjalan secara praktis, entah bagaimana cara mereka (operator) mengenakan biaya tambahan pada manajer infrastruktur, atau bagaimana cara mereka untuk bersaing dengan layanan lain,” ungkap laporan tersebut.

Baca Juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office

Sama halnya dengan investasi di koridor rel kecepatan tinggi juga sangat berkontribusi terhadap fase progresif layanan kereta malam. Ini juga sedikit banyaknya berpengaruh terhadap eksistensi layanan tersebut. Bahkan bagi mereka yang lebih memilih perjalanan kereta api konvensional, beberapa perjalanan yang sebelumnya dilayani oleh kereta malam kini bisa dilakukan dengan kereta api tersebut dengan waktu tempuh dua hingga tiga jam saja.

Selain itu, faktor ekonomi seperti biaya produksi unit tinggi, tempat tidur dan fasilitas toilet, jam kerja staf yang lebih lama serta penggunaan bahan bakar yang lebih banyak, semuanya berkontribusi terhadap melonjaknya biaya operasional kereta malam yang lebih tinggi daripada layanan kereta pada siang hari.

Untuk mencegah punahnya layanan ini, banyak pihak yang mengajukan beragam ide agar layanan kereta malam ini bisa tetap menyambung nyawa. Seperti mengalihfungsikan layanan kereta malam menjadi kereta tur, hingga menawarkan layanan perjalanan dengan harga yang lebih murah ketimbang layanan kereta pada siang hari. Namun laporan tersebut menampik bahwa cara ini memerlukan perombakan dari segi modanya sendiri. Seperti yang diketahui dewasa ini, gerbong kereta malam bisa dibilang cukup sederhana dengan tempat duduknya yang standar, sama seperti layanan kereta pada siang hari.

Dalam level Internasional, eksistensi layanan kereta malam bergantung pada kemauan negara-negara Uni Eropa untuk bekerja sama dan menyetujui serangkaian tindakan, seperti menetapkan biaya infrastuktur kereta malam yang lebih rendah di bawah Public Service Obligation (PSO), sehingga mengikat para operator kereta malam berdasarkan hukum yang berlaku, termasuk dalam hal penyediaan layanan berdasarkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Baca Juga: Hadirkan Sleeper Train, Siapkah PT KAI Hapus Bayangan “Masalah” Sosial KA Bima?

Sementara itu, para penggemar berat dari layanan kereta malam nampaknya harus siap-siap gigit jari, karena masa depannya yang terlihat tidak terlalu terang. Kecuali jika lebih banyak lagi pemerintah Uni Eropa yang secara tak terduga memutuskan untuk menjauhi investasi di kereta berkecepatan tinggi dan mendanai kebangkitan kereta malam sebagai gantinya.

Elon Musk Pertegas Eksistensinya Dalam Kompetisi Pengadaan Moda Futuristik

Dalam empat tahun terakhir, terhitung sejak CEO SpaceX, Elon Musk mengutarakan niatnya untuk membangun sebuah moda transportasi modern, namun tampaknya ia terlalu sibuk untuk mengerjakan proyek Hyperloop sendirian. Dikabarkan, ia sudah menghabiskan banyak waktunya dengan menunggu perusahaan lain yang bisa mengajaknya “jalan bersama”, sementara sebuah laporan mengindikasi bahwa seorang miliarder asal Afrika Selatan telah mengambil langkah lebih jauh dengan teknologi Hyperloopnya sendiri.

Baca Juga: Uji Coba XP-1, Hyperloop: “Teknologi Kami Siap Dipasarkan”

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/8/2017), banyak perusahaan startup yang bermunculan dengan membangun sistem transportasi futuristiknya masing-masing, terutama setelah rencana pengadaan Hyperloop oleh Elon Musk dipublikasikan pada tahun 2013 silam. Salah satu kompetitornya bahkan sudah membuat sebuah perkembangan yang signifikan, dengan mengadakan serangkaian uji coba, hingga menempa kesepakatan dengan pemerintah dari berbagai negara.

Dan sekarang, Elon Musk nampaknya siap untuk menjadi rival utama perusahaan tersebut, dengan berbekal persetujuan dari pemerintah federal yang mendukung sistem Hyperloop antara New York dan Washington DC. Dengan mengerahkan salah satu perusahaannya yang bergerak di bidang pengeboran, The Boring Company, Elon Musk berencana untuk merangkulnya dalam merealisasikan konsep dasar dari Hyperloop itu sendiri.

Baca Juga: Elon Musk Hadirkan Solusi Transportasi Canggih Berbasis Travelator

“Bersama The Boring Company, kami berencana membangun terowongan dengan biaya rendah dan cepat yang akan menampung sistem transportasi kecepatan tinggi baru,” tutur Elon. “Sebagian besar akan menjadi sebuah terowongan bertekanan standar yang berisikan moda yang dapat melaju hingga kecepatan lebih dari 125 miles per hour (201 km per jam). Sedangkan untuk rute jarak jauh dengan trek lurus seperti New York menuju Washington DC, akan terdengar logis untuk menggunakan pod bertekanan di sebuah terowongan depresurisasi yang memungkinkan melaju hingga kecepatan lebih dari 600 miles per hour (966 km per jam),” tambahnya. Dengan kata lain, Elon berpikiran akan lebih masuk akal untuk menggunakan Hyperloop di trek lurus.

Dalam merealisasikan pengeboran bawah tanah dar New York menuju Wahsington DC, Hyperloop mengaku ini akan menjadi penggalian terowongan terpanjang di dunia, dengan rentang jarak 328 km. Tentu saja, proses pengeboran ini membutuhkan beberapa lompatan besar dari segi teknologinya, namun inilah sebenarnya yang menjadi tujuan perekrutan The Boring Company. Dengan tujuan untuk memangkas biasa pengeboran dan mempercepat prosesnya secara signifikan.

Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam

Berbicara tentang mempercepat segalanya, The Boring Company mengakui kemajuan yang dibuat oleh beberapa perusahaan startup yang memiliki konsep serupa dengan Hyperloop, namun tampaknya perusahaan startup ini terlalu bersemangat untuk sesegera mungkin menjalankan proyeknya. “Sementara kami didorong agar pihak lain membuat sebuah perkembangan, kami ingin mempercepat pengembangan teknologi moda futuristik ini,” tutur Elon dalam sebuah pernyataan. “Kami mendukung perusahaan lain yang ingin membangun Hyperloop sepenuhnya, dan kami tidak bermaksud untuk menghentikan progress mereka yang menggunakan nama Hyperloop, selama mereka menggunakannya dengan benar,” tambahnya.

Tangan Wanita Paruh Baya Terjepit Pintu Kereta, Masinis Jadi Terdakwa

Seorang wanita paruh baya berusia 60 tahun bernama Neelan Malik terjepit tangannya pada pintu kereta. Hal ini terjadi saat dirinya akan nauim kereta dari stasiun Hayes Harlington di London Barat pada 25 Juli 2015 lalu tepat pukul 13.00 waktu London.

KabarPenumpang.com melansir dari telegraph.co.uk (3/8/2017), kejadian ini kemudian dibawa ke pengadilan untuk diselesaikan. Saat itu diketahui, tangan Neelan terjepit di pintu kereta dan kereta berjalan sehingga dirinya ikut terseret sampai hampir batas peron terakhir.

Baca juga: Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta

Untungnya, Neelan bisa melepaskan tangannya dan banyak penumpang yang melihat kejadian tersebut dari dalam kereta. Setelah tangannya terlepas dari pintu, dirinya jatuh dan mengalami luka yang cukup serius. Kejadiaan itu terbilang cukup cepat yakni sembilan detik saat Neelan terjepit hingga terlepas dan terjatuh ke tanah.

Atas kejadian ini, masinis kereta yakni Stephen Murdoch diadili di Pengadilan Negeri Blackfriars dengan tuduhan gagal melakukan pemeriksaan keamanan yang benar sebelum kereta berangkat. Selain itu dirinya juga dituntut membahayakan kemanan penumpang kereta api dengan kelalaian baik yang disengaja atau tidak karena tidak melihat sekeliling sebelum meninggalkan stasiun untuk melajukan kereta.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa memutar rekaman CCTV saat Neelan terjepit dan berlari mengikuti kereta hingga terseret sepanjang peron sampai terlepas dan terjatuh. “Anda berkata kepada diri sendiri bahwa Anda sangat beruntung masih hidup, hanya dalam hitungan detik, jika tangan saya tidak keluar, saya pasti sudah tidak akan hidup lagi dan bisa saja jatuh dan tersangkut ke kabel listrik atau semacamnya,” ungkap Neelan.

Baca juga: Semakin Sulit Bawa Sepeda di Kereta, Inilah Curhat Pesepeda di London

Jaksa Adam Pearson mengatakan, untung korban tidak terluka parah. Namun jika terdakwa, yakni masinis kereta itu, telah melakukan pekerjaannya dengan benar, dia pasti akan melihat wanita yang terjebak di pintu dan akan memberhentikan kereta sebelum Neelan terlepas dengan selamat dari jepitan pintu kereta.

“Intinya, apa yang gagal dilakukannya adalah pemeriksaan keamanan yang tepat untuk menjamin keselamatan penumpang kereta tersebut untuk naik,” jelas Pearson.

Pengadilan diberitahu bahwa tidak ada penjaga kereta api dan supir kereta yang memiliki monitor CCTV untuk memeriksa panjang kereta api untuk memastikan pintu-pintu ditutup dengan benar. Setelah kejadian tersebut, perusahaan kereta api memeriksa lampu pengaman pintu di kabin pengemudi, yang mengindikasikan kapan semua pintu ditutup dengan benar.

Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri

Dalam wawancara polisi, Murdoch mengatakan bahwa dia melakukan semua pemeriksaan yang benar dan lampu pengaman tidak menunjukkan adanya penyumbatan di pintu dan aman baginya untuk bangkit dan bergerak, dikatakan.

Sebelum pindah, dia mengatakan bahwa dia memeriksa CCTV dan lampu pengaman sekali lagi dan dia tidak menyadari Neelan terjebak di pintu kereta. Atsa dasar tersebut Murdoch, dari Reading, Berkshire, membantah tuduhan tunggal tersebut dan persidangan berlanjut.

Duuh! Awak Kabin Paksa Perempuan Ini Buang Air Kecil di Cangkir

Kejadian memalukan kembali menghampiri United Airlines, pasalnya kejadian ini terjadi pada 10 April 2017, tepatnya satu hari setelah kejadian dokter David Dao diseret keluar secara paksa dari pesawat United Airlines. Saat itu, seorang wanita asal Kansas City mengklaim dirinya dipaksa buang air kecil oleh awak kabin dengan menggunakan sebuah cangkir di pesawat United Airlines.

Baca juga: Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao

KabarPenumpang.com melansir dari news.com.au (11/5/2017), Nicole Harper mengatakan saat berada di atas pesawat dari Houston dirinya ingin buang air kecil, namun saat itu awak kabin mengatakan tidak bisa meninggalkan tempat duduk sampai lampu tanda penggunaan sabuk pengaman dimatikan. Tetapi, Harper mengatakan dirinya memiliki saluran kemih yang cukup aktif dan perlu ke toilet untuk buang air kecil.

“Karena kandung kemih saya terlalu aktif sehingga perlu ke toilet atau saya membutuhkan sebuah cangkir, dan mereka memberikan saya cangkir,” tulis Harper di akun Facebooknya. Diketahui, saat itu, ibu dua anak ini mencoba menggunakan kamar mandi di penerbangan 6056 tetapi di perintahkan oleh awak kabin untuk kembali ke tempat duduk. Dia mengatakan, bahwa dirinya juga tidak bisa mengendalikan atas situasi tersebut. Harper menjelaskan, saat itu situasi semakin buruk dan saya dikawal ke toilet dan menyusuri lorong kabin melawati penumpang lainnya.

Baca juga: Raba-Raba Seorang Remaja Putri, Penumpang United Airline Ditangkap FBI

“Awak kabin memperlakukan saya seperti telah melakukan kejahatan dengan menyatakan mereka akan mengajukan sebuah laporan dan memanggil tim untuk membersihkan semua barisan dan mengatakan kalau saya perlu bertemu dengan pilot setelah penerbangan,” tulisnya di Facebook.

Postingan Nicole Harper di Facebook

Dalam tulisannya, Harper mengatakan, sebagai seorang perawat, dirinya jelas tahu bagaimana saat menghadapi cairan tubuh yang tidak dinginkan. Dalam kasus ini, dirinya mengatakan akan mengajukan keluhan ke perusahaan penerbangan tersebut dan mengharapkan permintaan maaf tetapi sama sekali tidak mendapat tanggapan. “Yang tidak saya mengerti adalah layanan pelanggan nol besar, jika saya merawat pasien ini dengan buruk, pastilah saya akan memiliki konsekuensi,” tambahnya.

Baca juga: Karyawan United Airlines Dorong Penumpang di Bandara, Kenapa Lagi?

Saat itu, setelah adanya tulisan Facebook dari Harper, pihak United Airlines menjelaskan bahwa Harper mencoba menggunakan toilet pada saat pesawat berada pada posisi akan turun dari ketinggian dan diperintahkan untuk duduk dengan sabuk pengaman sesuai dengan peraturan FAA (Federal Aviation Administration).

“Situasi seperti yang dijelaskan oleh Harper dan karyawan kami mengganggu semua pihak. Kami telah menghubungi Ms. Harper dan rekan terbang Mesa Airlines untuk lebih memahami apa yang terjadi,” melalui pernyataan yng ditulis pihak United Airlines.

Baca juga: Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng

Namun Harper mengatakan maskapai tersebut berbohong terkait dirinya telah dihubungi pihak United. “United Airlines berbohong untuk menghubungi saya, saya berkali-kali mencoba beberapa kali selama dua minggu terakhir dan berulang kali mengatakan bahwa layanan pelanggan tidak akan menerima telepon saya. Mereka juga berbohong tentang kejadian yang terjadi saat turun. Ini semua terjadi di pertengahan penerbangan, dimana saat itu pramugari sedang dalam aktivitas memberikan layanan minuman,” ujar dirinya melalui postingan. Dia mengklaim bahwa perusahaan penerbangan tersebut hanya menghubungi dia setelah ceritanya dilaporkan di media.

Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta

Mau naik kereta komuter atau kereta jarak jauh, aturan dilarang merokok di dalam kereta sudah sangat jelas dan banyak diinformasikan oleh pihak PT KAI mulai dari lingkungan stasiun hingga di dalam gerbong. Namun tabiat buruk penumpang yang mencoba melanggar aturan masih saja sering ditemui.

Baca juga: Masih Adakah Bilik Rokok di Dalam Bus?

Sanksi yang diberikan pun sangat tegas oleh para polisi khusus kereta atau Polsuska, dimana penumpang yang ketahuan merokok harus diturunkan di stasiun terdekat. Beberapa kejadian merokok dan tertangkap tangan sehingga penumpang diturunkan sering sekali terjadi. Dan belum lama ini, tepatnya pada hari Jumat lalu (4//8/2017), Polsuska kembali membuat langkah tegas, satu keluarga diturunkan paksa dari kereta Prambanan Ekspres atau yang biasa di kenal Prameks, hal tersebut karena sang suami merokok dalam toilet kereta.

Dirunut dari kejadiannya, Polsuska menangkap tangan pria berjaket hitam saat mencium bau rokok dari toilet, dan seperti biasa pelaku kemudian mencoba melakukan negosiasi kepada petugas. Namun, sayangnya negosisasi tersebut tidak berhasil. Alhasil, pria tersebut bersama dengan istri dan anaknya yang masih balita harus turun secara paksa di stasiun terdekat yakni stasiun Rewulu yang berada di Argomulyo, Bantul.

“Dia merokok didalam kereta, aturanya no smoking didalam kereta, terpaksa kita turunkan paksa. Aturan didalam keretakan sudah jelas bahwa tidak boleh merokok didalam gerbong kereta, siapapun itu tetap kita turunkan paksa,” kata Arifin salah satu Polsuska yang dikutip KabarPenumpang.com dari radarjogja.co.id (4/8/2017).

Dua bulan lalu, KabarPenumpang.com melakukan menuju Yogyakarta, tak ayal seorang pemuda sebenarnya bukan merokok biasa, melainkan menggunakan vape atau rokok listrik yang kemudian sempat bernegosiasi dengan Polsuska, namun tak digubris dan diturunkan di stasiun terdekat. Saat itu, pemuda tersebut turun berasama temannya dan diproses oleh pihak stasiun.

Baca juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Diketahui, stasiun Rewulu merupakan stasiun kelas III yang berjarak 8 km dari Stasiun Patukan tempat satu keluarga diturunkan melalui pintu sebelah kiri dan harus melompat dari pintu kereta karena tidak ada anak tangga sembari menggendong anaknya.

Sebenarnya, masalah merokok di dalam kereta bukan sekali dua kali terjadi, melainkan sering. Padahal sanksi tegas sudah dilayangkan oleh pihak PT KAI, nanum masih saja banyak yang tidak peduli dan mau tak mau harus turun dan menggunakan kereta dengan tujuan yang sama dengan membeli tiket baru. Bagi Anda pengguna kereta dan perokok, ikuti aturan atau turun di stasiun terdekat kemudian merugi?

Baca juga: Peuyeum Dilarang Masuk Kabin Kereta?

Tampilkan Iklan Vulgar, Chocotravel Merasa Tak Ada Yang Salah

Iklan kontroversial dari biro perjalanan Chocotravel di Kazakhstan membuat tanggapan dan reaksi yang beragam di media sosial. Sebenarnya iklan tersebut hanya untuk mempromosikan penerbangan di situs web perjalanan. Namun adanya iklan ini ternyata telah dibagikan lebih dari 31 ribu kali dan dilihat lebih dari 71 ribu kali di Youtube dalam dua hari terakhir.

Baca juga: Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube

Dilansir KabarPenumpang.com dari bbc.com (4/8/2017), video iklan ini dimulai dari close-up para awak kabin, yakni menununjukkan bagian leher ke atas. Kemudian video tersebut melebar dan memperlihatkan keseluruhan bagian tubuh awak kabin perempuan yang hanya ditutupi oleh spanduk iklan dan dengan menggunakan topi di atas kepala mereka. Hasil terkait komentar iklan ini yakni hambar dan tidak menyenangkan.

Adanya iklan ini membuat netizen yakni Karlygash Tazhibayeva bertanya, “Bagaimana jika ibu atau adik perempuan Anda dalam iklan tersebut, Bagaimana perasaan Anda?” kemudian, netizen lainnya, Ekatherina Eltsova setuju, mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai titik terendah.

Iklan milik Chocotravel yang menampilkan awak kabin tanpa busana (BBC)

Banyaknya keluhan terkait iklan ini, besoknya setelah awak kabin perempuan menjadi bintang iklan, versi laki-lakinya tayang. Dengan versi dan format sama dimana para awak kabin laki-laki tersebut juga tidak menggunakan atasan.

Baca juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan

Seorang pengguna Facebook Dinara Seisen mengatakan, iklan ini kuno dan terlalu menyoroti perbedaan gender. Dia menambahkan, reputasi perusahaan ini telah mencapai titik terendah sepanjang waktu. Namun, ada pula yang setuju dengan iklan ini, seperti salah seorang Netizen bernama Maris yang mengatakan bahwa gadis cantik dan ada di iklan tidak ada yang memalukan. Selain itu Darkhan Baymakhanov juga menganggap iklan ini keren, tidak biasa dan efektif. “Mereka adalah orang-orang pemberani yang tidak takut bereksperimen atau bertindak untuk mengubah dunia,” ujar Darkhan.

Sebenarnya, Chocotravel, pembuat iklan ini tidak bermaksud menyinggung perasaan siapapun. Dalam laman Facebooknya, Direktur Pelayanan Ticketing Chocotravel, Nikolay Mazensev mengatakan, bahwa iklan tersebut berani dan agak memalukan tetapi kami tidak menyinggung perasaan.”

Dia menambahkan, bahwa pertunjukan yang dilihat seperti melihat pantai atau kolam renang. “Apakah ada menyerang gadis-gadis dengan rok pendek atau pakian renang?” ujar Mazensev. Selain Chocotravel, video ini pun diposkan oleh Nurken Rzaliyev yang bekerja di bawah Chocofamily. Dia menolak gagasan bahwa mereka menyoroti perbedaan gender. “Tidak ada perbedaan gender. Pendapat terbagi, tapi perhatian dibuat pada masalah harga tiket yang tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Qatar Airlines dan Beberapa Maskapai Timur Tengah Sewakan Laptop Pada Penumpang

Konsultan Humas dan Komunikasi Marat Raimkhanov menyebut iklan tersebut sebagai “kemenangan kesengsaraan, isyarat putus asa untuk menarik perhatian publik. Ini adalah kegagalan total secara sosial, moral dan profesional,” dan menyerukan pemboikotan merek Choco. Sementara semua iklan berharap bisa menarik perhatian Anda, yang satu ini mungkin telah melakukan hal itu, tapi untuk semua alasan yang salah.

https://www.youtube.com/watch?v=rH27Uv0Qr4Q

Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” Order

PT Industri Kereta Api Indonesia atau yang lebih dikenal dengan PT INKA baru saja meneken kontrak dengan salah satu perusahaan kereta api asal Taiwan. Diketahui, Taiwan Rolling Stock co. (TRSC) yang merupakan sebuah produsen kereta api pertama di negara tersebut menjalin kerja sama dengan PT INKA dalam pembangunan bersama sebanyak 400 unit kereta listrik multi-unit berbahan dasar stainless steel (EMUs).

Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri

Hal inilah yang melatarbelakangi kedatangan pimpinan besar dari TRSC, Tsai Huang-Liang ke Indonesia baru-baru ini. Seperti yang disarikan KabarPenumpang.com dari laman focustaiwan.tw (22/7/2017), pihak TRSC melihat PT INKA kurang begitu familiar dengan teknologi body stainless steel, sehingga mereka memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bermarkas di Hukou, Hsinchu, Taiwan ini.

“Kami TRSC telah menandatangani nota kesepakatan dengan PT INKA terkait kerja sama dalam proyek tersebut, termasuk soal harga yang dikenakan, semuanya sudah tercantum di dalam nota kesepakatan ini,” ungkap Tsai. Jika pihak PT INKA setju dengan harga yang ditawarkan oleh pihak TRSC, maka rencananya kedua belah pihak akan menandatangani kontrak secara resmi di bulan Agustus ini.

Baca Juga: Hadirkan Sleeper Train, Siapkah PT KAI Hapus Bayangan “Masalah” Sosial KA Bima?

Terlepas dari semua rencana awal, badan kereta akan dibuat di Taiwan. Setelah selesai, menurut Tsai, kerangka kereta tersebut akan dibawa ke Indonesia untuk dirakit. Tsai pun mengaku kerjsa sama ini merupakan sebuah kesempatan emas bagi TRSC untuk bisa mempromosikan sebuah kebijakan baru, yaitu New Southbound Policy. Ini merupakan inisiatif Pemerintah Taiwan di bawah Presiden Tsai Ing-wen untuk meningkatkan kerjasama dan pertukaran antara Taiwan dan 18 negara lain di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Australia.

Selain itu, tujuan lain dari kerja sama ini adalah untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan industri perkeretaapiannya, yang pada gilirannya kelak diharapkan akan menghasilkan peluang untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara Asia lainnya. Ini menjadi sebuah tanda tanya besar bagi sebagian kalangan, mengapa Indonesia lebih memilih produk impor dari luar negeri dalam memenuhi kebutuhan keretanya, padahal PT INKA sudah dipercaya oleh beberapa negara di luar sana.

Baca Juga: Jelang ASIAN Games 2018, Palembang Datangkan LRT Produksi PT INKA

Sebut saja ketika PT INKA merakit lokomotif pertamanya pada tahun 1996, GE Lokindo yang langsung mendapat respon positif dari beberapa negara, salah satunya adalah Filipina. Lalu pada tahun 1998, PT INKA kembali mengekspor salah satu mahakaryanya yang berwujud gerbong barang untuk mengangkut beragam komoditas, Ballast Hopper Wagon ke Thailand. Namun melihat isu ini, otoritas sempat membatasi impor kereta dari Jepang dan Cina dan lebih mengedepankan PT INKA dalam penyediaan fasilitasnya kelak.

Dehidrasi Buat Penumpang Emirates Cedera Serius

Dehidrasi bisa membuat seseorang merasakan kulit kering, mata perih, tenggorokan kering, pingsan sampai mimisan, bahkan ada kasus hingga memerlukan pertolongan medis. Nah, apa jadinya bila Anda salah satu yang merasakan dehidrasi dan dalam kondisi di penerbangan jarak jauh?

Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini

KabarPenumpang.com melansir dari dailymail.co.uk (17/2/2017), seorang penumpang wanita pesawat dari maskapai Emirates bernama Lina Di Falco mengalami kelelahan akibat dehidrasi setelah tidak mendapatkan minum dari awak kabin. Diketahui, Falco menggunakan Emirates untuk penerbangan dari Melbourne, Australia menuju Dubai di Uni Emirat Arab. Buntut dari kejadian tersebut Falco menuntut pihak maskapai dengan biaya ganti rugi setelah diberitahu oleh staff harus menunggu minuman. Sebenarnya saat itu, Falco sudah merasakan tidak enak dalam penerbangan jarak jauh tersebut.

Dirinya mengkalim bahwa dia diberitahu harus menunggu beberapa jam untuk penyengaran dimana saaat itu awak kabin akan menyadikannya bersama makanan. Falco mengatakan, bahwa dirinya sudah merasa tidak sehat pada penerbangan Maret 2015 silam dengan nomor pesawat EK407 dan dalam sebuah pernyataan bahwa klaim sudah diajukan ke pengadilan.

Baca juga: Adakah Yang Berbeda Antara Pramugari dan Awak Kabin?

Dia merasakan saat itu kabin pesawat terasa panas dan sudah meminta air beberapa kali namun tetap saja ditolak. Merasa mual, wanita asal Inggris tersebut kemudian pergi ke kamar mandi dan mengalami pingsan.

Karena masalah dehidrasi ini, dirinya mengklaim mengalami sakit pada pergelangan kaki kanannya hingga operasi dua kali dan membuat cedera itu permanen. “Insiden ini disebabkan oleh alasan terdakwa (awak kabin Emirates) tidak menyediakan air saat diminta oleh penggugat untuk mengembalikan kesadaraannya,” dari pernyataan klaim tersebut.

“Jika saja Ms Di Falco diberi air minum secukupnya sehingga cedera bisa dihindari,” ujar pengacara Dielli Falco Danielle D’Alessandro. Kelalaian Emirates ini membuat liburan Di Falco menjadi mimpi buruk. Dimana Falco mendapat cedera seumur hidup yang sebenarnya bisa dihindari dengan penyediaan air oleh awak kabin.

Acungkan Pistol Karena Disalip, Remaja Tanggung ini Diancam Teroristik

Seorang pemuda 18 tahun dari Orefield bernama Frank John Clark dikenai ancaman teroristik. Hal ini dikarenakan dirinya melakukan serangan sederhana karena tiba-tiba mengeluarkan pistol palsu saat berada dalam mobil yang ditumpanginya.

Baca juga: Nekad! Pria di Atas Bus Duduk Tenang Sambil Merokok

Dilansir KabarPenumpang.com dari pennlive.com (1/8/2017), saat itu Clark diketahui duduk dibelakang kursi pengemudi dan mobil yang ditumpanginya disalip mobil lainnya. Diketahui mobil tersebut saat itu menuju arah timur pada jalan I-78 di Greenwich Township yang dikemudikan oleh pria berusia 67 tahun. Kemudian pengemudi tersebut membunyikan klakson mobil dan tiba-tiba seseorang dari bagian belakang kursi pengemudi bangun dan mengacungkan pistol ke arah korban.

Baca juga: Manekin Jadi Penumpang, Jurus Kelabui Petugas Lalu Lintas

Korban yang merasa terancam langsung menelpon 911 dan memberikan petugas operator informasi dan deskripsi plat mobil pelaku penodongan pistol tersebut. Korban kemudian melajukan mobilnya hingga bertemu dengan polisi negara bagian.

Saat itu, mobil yang ditumpangi Clark dan korban menuju route 22 timur dekat dengan jalan keluar Bandara di Lahigh County. Kemudian setelah bertemu polisi, keempat orang dalam dua mobil tersebut diperintahkan keluar oleh pihak kepolisian untuk diperiksa terkait laporan yang diberiikan oleh korban.

Baca juga: Buntut Penangkapan Teroris di Sydney, Seluruh Bandara di Australia Alami Penumpukan Penumpang

Dalam mobil yang ditumpangi oleh Clark ditemukan sebuah pistol perak yang ternyata senapan BB dan ditemukan pada kursi belakang. Atas kejadian ini, Clark selain dituduhkan melakukan serangan sederhana dia juga dikatakan memiliki sikap, semboyan dan perilaku yang tidak kunjung sembuh.

Teknologi yang Terpasang di Bus ini Mampu Lacak Keberadaan Siswa, Lho!

Satu lagi efek perkembangan jaman yang mulai merambah dunia pendidikan. Kini, para orang tua tidak perlu lagi khawatir dengan anaknya yang pernah ketahuan membolos. Para orang tua juga bisa sedikit bernapas lega dengan kehadiran teknologi ini, karena sistem berteknologi tinggi ini bisa melacak buah hatinya. Mengingat tindak penculikan seakan menjadi momok menakutkan bagi para orang tua yang melepas anaknya pergi ke sekolah sendiri.

Baca Juga: Teknologi Low-Floor Mudahkan Penumpang Difabel Naik Bus

Beberapa sekolah di Texas meluncurkan sebuah tanda pengenal berteknologi tinggi untuk melacak keberadaan siswa di bus. Teknologi bernama Smart Tag tersebut diluncurkan untuk memastikan apakah para siswa benar benar naik bus atau tidak. Smart Tag juga dirancang untuk memantau dengan tepat dimana dan kapan siswa terakhir naik atau turun bus.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxbusiness.com (4/8/2017), perangkat canggih ini menggunakan teknologi Radio Frequency Identification Device (RFID) dan tablet cloud-connect yang memungkinkan orang tua dan pihak sekolah untuk mendapatkan informasi real-time via email. Diketahui, salah satu sekolah independen di Texas, ISD Midlothian akan menggunakan teknologi ini di tahun ajaran mendatang.

Selain kegunaannya untuk melacak keberadaan murid-muridnya, all-in-one badge ini juga bisa digunakan untuk meminjam buku di perpustakaan dan jajan ketika jam istirahat tiba. Sementara itu, Chief Communication di ISD Midlothian, Karen Permetti mengatakan sistem ini akan melacak kedatangan siswa di bus, menginformasikan para pengemudi, dan memastikan para siswa yang naik ke dalam bus turun di halte yang tepat.

Baca Juga: Berteknologi Radar, Inilah Bus Masa Depan dari Mercedes-Benz

“Tidak hanya itu, jika di tengah perjalanan bus mengalami kendala, maka bus cadangan akan datang ke lokasi kejadian dan melanjutkan trayek bus yang bermasalah tersebut,” tuturnya. “Sistem ini juga akan menginformasikan kepada para orang tua murid setidaknya dua menit sebelum bus tiba di tempat pemberhentiannya,” tambah Karen.

Adapun gagasan mengenai kehadiran teknologi canggih ini berasal dari pihak orang tua murid yang bersinergi dengan komite keamanan masyarakat, sehingga mereka bisa meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya dari segi keamanan moda, dan memberikan informasi real-time dalam situasi darurat.

Baca Juga: Peduli Polusi, Hyundai Hadirkan Bus Listrik Untuk Tekan Pencemaran Lingkungan

Sudah barang tentu, teknologi ini juga memasukkan GPS yang berfungsi untuk memantau kelancaran lalu lintas dari rute yang dilewati, sehingga tidak ada lagi cerita mengenai siswa yang ketinggalan bus. “Para orang tua sangat antusias dengan fitur keamanan yang disempurnakan ini. Terlebih untuk orang tua yang buah hatinya masih duduk di TK, mereka bisa memantau apakah anaknya naik ke bus yang tepat atau tidak,” terang Permetti.

Diperkirakan, sistem keamanan yang baru ini akan menghabiskan biaya sekitar US$100.000 dan pengemudi bus diharapkan mendapatkan pelatihan sebelum musim sekolah dimulai.