Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube

Menanggapi pelarangan dari Pemerintah Amerika Serikat terkait barang bawaan penumpang berupa smartphone, disikapi Emirate Airlines dengan mencoba memberikan sedikit humor. Seperti diketahui, Emirate Airlines, maskapai asal Uni Emirat Arab menjadi salah satu yang terkena dampak dari pembatasan tersebut.

Dilansir dari foxnews.com (23/3/2017), maskapai ini merilis iklan pendek melalui sosial media, yakni Youtube dengan mempromosikan pilihan hiburan dalam penerbangannya pada Selasa lalu. Iklan ini diawalai dengan pesan yang berisikan “Siapa sih yang butuh tablet dan laptop?” Dalam iklan ini menampilkan Jennifer Aniston sebagai bintang iklannya. Dimana menunjukkan Ia duduk diantara kedua anaknya dalam penerbangan dan sedang menonton televisi dan bermain konsol game.

“Disini banyak sekali permainan dan film. Kami akan menghibur Anda,” kata Aniston dan di akhiri dengan promosi penerbangan dengan pilihan hiburan.

Let us entertain you | Emirates Airline
Let us entertain you | Emirates Airline

Tak hanya itu, di penerbangan maskapai ini akan menghadirkan lebih dari 2.500 saluran, seperti film terbaru, olahraga, gaya hidup dan serial TV anak-anak. Larangan pembatasan membawa alat elektronik selain smartphone dalam kabin yang resmi di umumkan 21 Maret lalu oleh pemerintah AS berdampak pada 10 bandara internasional di delapan negara Afrika, Turki dan Timur Tengah yang menjadi suspect gerakan terorisme.

Selain itu, kebijakan pembatasan ini juga mempengaruhi hampir 50 penerbangan setiap hari ke Amerika Serikat dan paling banyak dilakukan oleh Emirates Airlines. Hal ini karena Emirates memiliki rute penerbangan ke 12 bandara di Amerika Serikat setiap harinya.

Dengan adanya larangan ini, banyak penumpang yang merasakan frustasi dan menyuarakan rasa frustasi mereka di media sosial. Maskapai Royal Jordania juga mengangkat hal itu lewat media sosial.

“Evaluasi intelijen menunjukkan bahwa teroris terus menargetkan penerbangan komersial dan secara agresif mengejar metode inovatif untuk melakukan serangan mereka, salah satu caranya dengan memasukkan alat peledak di berbagai barang-barang konsumen,” kata seorang pejabat senior pemerintah Trump USA Today.

Mengenai penegakan prosedur baru oleh Pemerintah AS, seorang juru bicara Emirates memberi pernyataan lewat Fox News, “Emirates dapat mengkonfirmasi bahwa sesuai direktif keamanan baru yang dikeluarkan oleh Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), perangkat elektronik lebih besar dari ponsel, ponsel pintar, termasuk peralatan medis, tidak dapat masukkan dalam kabin pesawat. Direktif berlaku pada tanggal 25 Maret sampai 14 Oktober 2017. Hal ini berlaku untuk semua penumpang yang menuju AS dari Bandara Internasional Dubai, termasuk penumpang yang melewati jalur transit. Emirates meminta agar semua penumpang yang bepergian ke AS menyimpan semua perangkat elektronik yang lebih besar dari ponsel pintar di bagasi.”