Nekad! Pria di Atas Bus Duduk Tenang Sambil Merokok

nypost.com

Minggu lalu, ada kejadian menghebohkan terjadi di jalanan kota Chicago, AS, dimana seorang pria naik ke atap sebuah bus dan mulai merokok. Adegan ini terlihat dari video amatir yang menunjukkan pria tersebut sedang duduk santai di atas atap bus tersebut tanpa terlihat bersalah sama sekali.

Baca juga: Masih Adakah Bilik Rokok di Dalam Bus?

Dilansir KabarPenumpang.com dari nypost.com (21/7/2017), yang membuat video tersebut diketahui bernama Lloyd Anthony Peters dan saat itu, dirinya sedang berjalan-jalan di kota. Kemudian, Peter didatangi seseorang yang tidak dikenal lantas meminta rokok dan tiket bus padanya.

Sayangnya, Peters hanya bisa memberikan permintaan pertama pria kulit hitam tersebut yakni sebatang rokok. Pria berkulit hitam yang tidak diketahui namanya tersebut kemudian berjalan melintasi dirinya dan bergegas menaiki bus yang sedang lewat tersebut melalui bagian belakang untuk duduk di atap.

Baca juga: Nasib Kondektur Bus Kota di Jakarta, Korban “Seleksi Alam”

Dari video terlihat, seperti mustahil untuk menaiki bus dengan cara memanjat, sebab tak ada pegangan yang benar-benar bisa di tumpu si pria tersebut. “Dia kemudian melihat bus itu berhenti, kata ‘F-k itu’, lalu naik ke atas. Lit rokok, dan berjalan ke arah barat. Dia sangat atletis untuk naik ke sana begitu cepat dan tanpa masalah,” jelas Peter.

Awalnya sebelum mem-videokan, Peter mengambil gambar pria tersebut dan setelah pria tersebut berada di atas atap, dirinya kemudian membuat video sampai bus melaju ke arah tujuannya.

Baca juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

“Saya merasa terpesona olehnya, cukup jujur. Saya telah melihat beberapa orang melakukan beberapa hal gila. Anda tahu, Anda harus melakukan apa yang harus Anda lakukan untuk berkeliling. Aku mengerti itu, tapi naik di atas bus?” ungkapnya.

Setelah video ini tersebar luas, Otoritas Transit Chicago melakukan penyelidikan atas masalah ini dan polisi pun ikut diselidiki. “Perilaku seperti ini sangat bodoh dan berbahaya tidak hanya untuk orang yang terlibat, tapi juga penumpang lain,” kata agensi tersebut dalam sebuah pernyataan.