Karyawan United Airlines Dorong Penumpang di Bandara, Kenapa Lagi?

Kembali, nama United Airlines menjadi sorotan publik setelah sebelumnya salah satu karyawannya mendorong seorang kakek berusia71 tahun  di sebuah bandara di Houston. Adapun inti dari insiden ini adalah karena perdebatan mengenai tiket. Kejadian yang mencoreng nama United Airlines tersebut terekam kamera pengawas Bandara Internasional George Bush yang tersimpan tidak jauh dari loket, 21 Juli 2015.

Baca Juga: Akibat Kesalahan Kecil Saham United Airlines Ambruk

Ronald Tigner, kakek malang yang sempat tak sadarkan diri setelah didorong oleh petugas United Airlines bernama Alejandro Anastasia tidak mendapatkan bantuan dari siapapun walaupun di sekitarnya banyak orang berlalu-lalang, dan juga beberapa karyawan United Airlines. Pengacara Ronald, William Hoke mengaku tidak habis pikir dengan kejadian yang menimpa kliennya itu. “Ini merupakan salah satu tindakan yang paling tidak manusiawi yang pernah saya lihat,” tuturnya sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman nypost.com (14/6/2017).

“Ia sempat tak sadarkan diri beberapa saat, dan tidak ada satupun karyawan United yang membantunya. Mereka meninggalkan Ronald begitu saja,” tukas Willam kesal. Dalam rekaman video yang diunggah ke jejaring sosial, tampak seorang penumpang yang tiba-tiba menghampiri Ronald dan membantunya untuk siuman. Seperti data yang dilansir dari sumber, wanita tersebut sempat bertanya Tanya mengapa karyawan United hanya diam dan tidak membantunya.

Memang, Alejandro tidak mendorong Ronald dengan keras, namun benturan terhadap ubinlah yang membuatnya tak sadarkan diri, terlebih mengingat usia Ronald yang sudah tidak muda lagi. Sejak sang penumpang datang dan membantu Ronald agar cepat siuman, seorang karyawan United lalu menelepon 911 untuk meminta bantuan, tanpa menyebutkan kondisi Ronald yang tengah tak sadarkan diri. Kesal, pengacara Ronald hanya menjawab secara singkat mengenai apa yang telah menimpa kliennya itu. “Luar biasa, ini sungguh keterlaluan,” imbuhnya singkat.

Atas kesepakatan bersama, pihak Ronald lalu menggugat United Airlines beserta dua karyawannya dengan nilai lebih dari US$1 juta, dengan tuduhan kelalalian dalam bertugas yang mengakibatkan perselisihan. Khusus untuk Alejandro, ia dikenai hukuman yang lebih berat karena sudah menciderai orang tua. Selain dikenai hukuman, Alejandro juga diwajibkan untuk membayar denda  dan diminta untuk menulis surat langsung kepada Ronald.

United Airlines meminta maaf atas insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa rekaman tersebut menunjukkan “perilaku yang sama sekali tidak dapat diterima” oleh mantan karyawannya tersebut. “Perilaku yang ditunjukkan di sini sama sekali tidak mencerminkan nilai atau komitmen kami untuk memperlakukan semua pelanggan dengan rasa hormat dan martabat,” ujar salah satu pegawai United.

Baca Juga: Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng

Layaknya sebuah settingan, nama United Airlines selalu muncul di headline berita belakangan ini, dari mulai kasus seorang dokter bernama David Dao yang terpaksa diseret keluar pesawat karena tidak mau mengalah dengan kru maskapai yang hendak terbang dengan tujuan yang sama, sehingga ia terpaksa mengalami sejumlah luka di bagian wajahnya akibat terbentur bangku pesawat. Belum lagi kasus seorang ibu muda yang dipaksa buang air kecil di gelas karena tidak diijinkan untuk meninggalkan tempat duduk sampai kapten pesawat selesai memberikan intruksi keselamatan.

Baca Juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Kejadian-kejadian tersebut tentu membuat sedikit banyak orang bertanya-tanya, mengapa United Airlines sering sekali membuat satu viral yang akhirnya mengakibatkan perhatian publik tersedot olehnya. Ada apakah dengan United Airlines?