Buntut Penangkapan Teroris di Sydney, Seluruh Bandara di Australia Alami Penumpukan Penumpang

Penumpukan penumpang akibat pengecekan bagasi terlalu lama setelah penangkapan empat teroris di Australia

Bagi Anda yang sedang bersiap pergi atau datang ke Australia dalam waktu dekat, maka bersiaplah untuk menghadapi pemeriksaan panjang di bandara-bandara di Negeri Kangguru. Pemeriksaan yang ketat dari Kepolisian Federal dilakukan setelah pada hari Sabtu lalu (29/7/2017) dilakukan penangkapan pada empat orang terduga teroris. Empat warga Australia keturunan Lebanon dipercaya sedang mempersiapkan teror pada pesawat rute Jakarta – Sydney.

Baca juga: Koneksi Data Bermasalah, Ribuan Penumpang di Australia Lakukan Cek Paspor Manual

Dilansir KabarPenumpang.com dari kidderminstershuttle.co.uk (31/7/2017), keempatnya merupakan dua pasang ayah dan anak di dua daerah berbeda, yakni di Lakemba, Surry Hills, Wiley Park, dan Punchbowl. Kesemuanya masuk bagian kota Sydney. Keempatnya diduga terinspirasi oleh gerakan ISIS.

Sebelum melakukan penangkapan pada keempat terduga teroris, polisi Australia menggerebek lima rumah pada hari yang sama. Dalam penggerebekan tersebut selain mengamankan empat orang tersebut, diduga komplotan tersebut melibatkan penyelundupan perangkat dalam penerbangan dari Sydney ke Timur Tengah. Selain itu bom yang sudah dibuat juga ditemukan di rumah salah satu pelaku yakni di Surry Hills.

Dengan diperketatnya keamanan di seluruh bandara, Peter Dutton, Menteri Perlindungan Perbatasan Australia, memberikan himbauan bagi para wisatawan yang akan bepergian menggunakan pesawat di seluruh bandara Australia, harus sampai dua jam sebelum penerbangan domestik dan tiga jam sebelum penerbangan internasional untuk pengecekan barang bawaan penumpang. Menurutnya, saat ini bagasi harus dipantau semaksimal mungkin dan wisatawan bisa memasuki bagian terminal yang aman bukan terisolir.

Dengan merebaknya berita rencana teror, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull tidak akan memberi komentar mengenai laporan beberapa surat kabar yang menyebut ekstrimis Islam berencana membunuh penghuni sebuah pesawat dengan gas beracun dan sebuah bom buatan tengah dipersiapkan di perumahan. Atas kejadian ini, Komisioner Polisi Federal Australia Andrew Colvin mengatakan, penenangkapan keempatnya atas dasar undang-undang kontra terorisme. “Kami percaya bahwa kami telah menggagalkan upaya yang dapat menyerang sebuah pesawat,” ujar Colvin.

Pengaman empat orang terduga teroris di Australia

Baca juga: Yuk! Intip Tempat Istirahat Awak Kabin Virgin Australia

Turnbull menambahkan, bahwa warga Australia bisa lebih tenang karena memiliki dinas intelijen yang baik dalam melakukan pengamanan dan bergerak sangat cepat dengan hasil yang tepat sasaran. Diketahui, komplotan ini membuat sebuah alat peledak yang bisa mengeluarkan gas beracun berbasis belerang untuk membunuh ataupun melumpuhkan semua orang di dalam pesawat.

Baca juga: Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

“Akan ada banyak spekulasi nantinya. Fokus kami sekarang adalah benar-benar memastikan orang-orang yang merencanakan teroris digagalkan,” ujarnya. Adanya pengecekan bagasi bawaan penumpang membuat bandara-bandara di Australia terlihat penumpukan penumpang dan antrean yang terlihat mengular.