Perjalanan Perdana Meleset dari Target, Ini Dia Penampakan Interior MotoBus

Lama tak terdengar kabar setelah pemberitaan terakhir, salah satu perusahaan transportasi yang bergerak di bidang pelayanan, PT Motobus Trans Nusantara nampaknya masih membenahi satu dua hal hingga perjalanan perdana bus yang dapat mengangkut sepeda motor ini tidak sesuai dengan target. Padahal, tidak sedikit masyarakat yang menantikan kehadiran bus double-decker yang menghubungkan Jakarta – Bandung ini. Alhasil, sebagian masyarakat pun bertanya-tanya kapan dirinya bisa menikmati perjalanan dengan  menggunakan bus bernama Motobus ini.

Baca Juga: Layanan Bus Angkut Motor ini Akan Hadir di Indonesia Bulan Depan!

Sayangnya, ketika KabarPenumpang.com mencoba untuk mengkonfirmasi via sambungan telepon, tidak ada yang menjawab panggilan tersebut. Namun, berdasarkan pada pencarian di dunia maya, sudah ada beberapa foto yang menampilkan penampakan langsung bus dengan livery yang didominasi warna orange ini. Bahkan, pencarian lain membuahkan penampakan interior dari Motobus.

Sumber: metrotvnews.com

Selain dapat memudahkan para riders untuk membawa motornya, kehadiran Motobus ini juga dapat membangkitkan kenangan lama tentang keberadaan bus tingkat yang dulu sempat berjaya di Ibukota. Bus yang semula dijadwalkan mulai beroperasi pada 27 Oktober 2018 kemarin ini akan dilengkapi dengan kursi premium, fasilitas free WiFi, dan USB Port yang dapat digunakan untuk mengisi daya gadget Anda.

Interior Kabin Penumpang MotoBus. Sumber: detik.com

Untuk kapasitas motor sendiri, Direktur Operasional MotoBus, Dion mengatakan bus ini mampu membawa 13 unit motor dalam sekali jalan, dengan kapasitas maksimal 150 cc per motor. Dilansir dari laman detik.com, MotoBus akan beroperasi dari Jakarta pukul 05.00 WIB dan 14.00 WIB di Terminal Pulo Gebang dan pukul 09.00 WIB serta 19.00 WIB dari Bandung di Terminal Leuwi Panjang. Penumpang harus naik di tempat yang ditentukan.

Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Untuk reservasi tiket sendiri bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi website resmi mereka. Pembayaran tiket pemesanan dilakukan dengan transfer atau kartu kredit.

“Harga tiket penumpang saja Rp119.000 untuk dewasa, untuk anak-anak usia 0 – 12 tahun Rp69.000. Sementara sepeda motor saja itu Rp249.000, kalau penumpang plus sepeda motor lebih ekonomis kami terapkan paket Rp228.000,” tutur Humas PT Motobus Trans Nusantara, Wulandari.

Sering ‘Ngaret,’ Minat Warga Singapura Gunakan MRT Terus Menurun

Ketepatan waktu pemberangkatan yang dijanjikan oleh para penyedia jasa layanan transportasi memang tidak selamanya dapat dipercaya. Kondisi di lapangan yang akhirnya menjadi jawaban klise para penyedia jasa tersebut jikalau penumpang mulai menanyakan apa yang menyebabkan modanya mengalami keterlambatan pemberangkatan. Bahkan yang lebih buruknya lagi, keterlambatan pemberangkatan ini tidak menutup kemungkinan akan menurunkan kepercayaan penumpang terhadap penyedia jasa tersebut.

Baca Juga: Terowongan MRT di Singapura Kebanjiran? Ini Dia Penyebabnya!

Seperti halnya yang terjadi di Singapura, walaupun keberadaan MRT (Mass Rapid Transit) di Negeri Singa ini dijadikan benchmark oleh Indonesia dalam pembangunan moda serupa, namun pada kenyataannya para penumpang SMRT perlahan mulai meninggalkan moda yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung transportasi di sana. Hal ini terjadi lantaran semerawutnya jadwal pemberangkatan dari SMRT itu sendiri. Bagi sebagian penumpang, hal ini tentu saja dapat mempengaruhi kegiatan yang sudah mereka agendakan.

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (11/12/2017), sebuah survei yang dilakukan antara 30 November hingga 4 Desember 2017 oleh penyedia aplikasi transportasi dan pemetaan umum, Moovit menunjukkan bahwa 64 persen dari 711 penumpang SMRT mengaku membutuhkan waktu tambahan untuk tiba di tujuan. Dengan adanya survei ini, dapat dilihat bahwa minat penumpang untuk menggunakan jasa SMRT mulai turun dari tahun ke tahun, setidaknya dari tiga tahun yang lalu, dimana para penumpang masih bisa menjadikan SMRT sebagai moda yang menyajikan ketepatan waktu.

“Jika saya ada wawancara kerja, saya akan pergi dari rumah 30 menit sebelumnya, padahal waktu tempuh dari rumah ke tempat wawancara hanya 15 menit dengan menggunakan SMRT,” tutur Alina Chua, seorang penumpang SMRT. Hasil survei lain menunjukkan bahwa sekitar 54 persen penumpang menolak menggunakan SMRT jika mereka harus menghadiri suatu acara penting yang mengharuskan mereka datang tepat waktu.

Seorang ekonom dari Singapore University of Social Sciences, Walter Theseira mengatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan oleh Moovit tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keandalan transportasi umum yang tepat waktu telah mengalami penurunan. Walter juga mengaitkan insiden banjir yang menggenangi terowongan SMRT pada bulan Oktober silam dan tabrakan yang terjadi bulan lalu sebagai salah satu faktor yang bisa saja mempengaruhi penurunan kepercayaan publik terhadap layanan SMRT ini, karena dua insiden di atas akan dengan sangat mudah diingat oleh masyarakat di Singapura.

Baca Juga: MRT Singapura Tabrakan (Lagi), Mengingatkan Insiden 24 Tahun Lalu

Lain cerita dengan yang terjadi di dalam negeri, dimana keterlambatan yang kerap kali menderu KRL Jabodetabek tidak lantas menurunkan minat masyarakatnya dalam menggunakan layanan ini. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kepadatan yang terjadi di dalam gerbong. Seolah para komuter tidak memiliki opsi lain untuk bepergian ke suatu tempat di Ibukota. Jika menggunakan kendaraan pribadi, tentu saja mereka akan kena macet dan waktu tempuh mereka akan menjadi lebih lama. Sedangkan dengan menggunakan KRL, mereka akan terbebas dari macet walaupun keterlambatan keberangkatan mengintai setiap saat.

Gubernur DKI Tuduh Proyek MRT Jadi Biang Banjir, Ini Tanggapan PT MRT Jakarta!

Hujan lebat yang menerpa Ibukota beberapa hari ke belakang ternyata membangkitkan penyakit tahunan di kota ini, yaitu banjir. Seperti yang kita ketahui bersama, banjir yang menggenangi Jakarta merupakan PR abadi Pemprov DKI Jakarta dari masa ke masa yang hingga kini masih dicari solusinya. Selain pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan bahwa faktor lain yang menyebabkan Jakarta banjir lagi adalah adanya proyek MRT.

Baca Juga: Terowongan MRT di Singapura Kebanjiran? Ini Dia Penyebabnya!

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Anies mengatakan bahwa proyek MRT telah menghambat laju air hujan. “Gatsu (Jalan Gatot Subroto) daerah selatan yang terjadi genangan cukup tinggi Kuningan. Saya komunikasi, cek langsung masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT maupun proyek lain,” kata Anies, dikutip dari laman liputan6.com (12/12/2017).

Anies menyebut, Dinas Sumber Daya Air sudah mengingatkan pihak proyek (MRT dan LRT) untuk menyelesaikan tali air yang terhambat karena proses pembangunan, namun tidak ada tindak lanjut. Oleh karena itu ia memastikan akan menindak tegas. “Kita akan tegas bahwa jangan menyepelekan soal saluran air, proyek harus jalan tapi saluran air juga harus diperhatikan karena itu merepotkan warga,” ujarnya.

Sementara itu, PT MRT Jakarta (PT MRTJ) selaku pengemban proyek MRT mengklaim bahwa apa yang mereka lakukan selama ini sudah mematuhi peraturan yang ada, termasuk dengan menjaga sistem drainase di lokasi proyek. “Pada dasarnya, kita dapat memastikan bahwa apa yang kita lakukan sejak awal adalah sesuai dengan Amdal [analisis dampak lingkungan], dan kita selalu menjaga sistem drainase,” petik sekretaris PT MRTJ, Tubagus Hikmatullah, dikutip dari sumber yang berbeda. Lebih lanjut, Tubagus mengatakan bahwa bahan sisa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dibuang dengan benar supaya tidak menyumbat saluran air.

Baca Juga: Tiga Kota Ini Jadi Benchmark PT MRT Jakarta Untuk Pengembangan Jaringan Bawah Tanah

Ya, masalah banjir di Ibukota memang selalu menuai polemik yang seolah tak berujung. Saling lempar tuduhan seperti sudah menjadi hal yang lumrah dalam kasus ini. Pentingnya kesadaran dari diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan akan sangat membantu Pemerintah dalam mengentaskan masalah banjir ini.

19 Stasiun MRT Singapura Ditutup Sementara, Uber Berikan Diskon Khusus

Kejelian menangkap peluang bisnis berhasil diperlihatkan berikut ini. Uber, layanan transportasi berbasis online memberikan diskon pada pelanggannya baik yang baru maupun yang sudah lama. Namun diskon ini bukan bertajuk promo, melainkan upaya dukungan Uber yang dilakukan saat 19 stasiun MRT di Jalur Timur-Barat dan Utara-Selatan (EWNSL) akan ditutup untuk pemeliharaan jalur SMRT (Singapore MRT) setelah terjadinya dua kereta yang bertabrakan di stasiun Joo Koon bulan lalu.

Baca juga: Faraday Cage Selamatkan MRT Singapura Saat Tersambar Petir

Penutupan ke 19 stasiun tersebut dilakukan per 10 Desember sampai 17 Desember 2017, KabarPenumpang.com melansir dari laman todayonline.com (8/12/2017), mendapatkan bahwa pihak Uber mengatakan, pada hari Jumat pengguna bisa menggunakan kode MRT3OFF untuk menghemat biaya S$3 pada dua perjalanan dengan menggunakan Uberpool di hari minggu untuk pengguna lama. Sedangkan pengguna baru bisa menggunakan kode MRT8OFF untuk mendapatkan S$8 saat menggunakan Uberpool atau UberX pada hari yang sama.

Kedua kode promosi ini hanya bisa digunakan jika Anda sebagai penumpang berada di stasiun MRT yang ditutup. Diketahui stasiun MRT yang tutup terbentang dari Tuas West, Bukit Gombak sampai Outram. Kode promo yang diberikan oleh Uber ini berlaku sejak pukul 06.00 sampai tengah malam.

“Kami memperpanjang diskon untuk pengguna yang mungkin memerlukan pilihan transportasi alternatif di daerah yang terkena dampak pada hari Minggu ini,” kata seorang juru bicara Uber.

Namun, untuk kode promo ini, pihak Uber tidak mengatakan apakah akan diberikan juga pada 17 Desember 2017 saat 19 stasiun tersebut tutup. Tak hanya itu, Grab memberikan pemberitahuan kepada pengguna pada hari Kamis dimana mereka mempromosikan layanan penyewaan mobil, tetapi tidak menawarkan diskon untuk pengguna yang terdampak penutupan 19 stasiun MRT.

“Kami telah berbagi pengingat dengan mitra pengemudi kami dan mendorong mereka untuk melayani daerah-daerah yang terkena dampak. Sementara sistem pemantauan lalu lintas real time Grab’s akan memungkinkan kami mendeteksi dan meramalkan area dengan permintaan penumpang yang banyak. Hal ini akan memungkinkan kami untuk mengingatkan pengemudi agar menuju ke daerah terdampak sesegera mungkin dan memudahkan permintaan,” ujar juru bicara Grab.

Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengumumkan pada awal November bahwa tanggal 8 sampai 31 Desember 2017 stasiun EWL dari Tiong Bahru ke Tuas Link dan dua stasiun NSL yakni Bukit Gombak akan ditutup sekitar satu jam lebih awal di jam 11 malam. Atas percepatan penutupan ini, sekitar 20 ribu sampai 30 ribu penumpang diperkirakan akan terpengaruh dengan percepatan penutupan ini.

Karena penutupan ini, pihak SMRT memperluas layanan bus dekat stasiun terdampak agar penumpang memiliki transportasi alternatif. Operator Kereta juga akan menyediakan layanan bus antar jemput yang akan menggarahkan empat rute utama yakni dari Tuas Link ke Joo Koon, Joo Koon ke Jurong East, Jurong East ke Outram dan Jurong East ke Choa Chu Kang.

Layanan antar-jemput ini hanya beroperasi dari pukul 5 pagi sampai 8 pagi pada hari dimana stasiun dibuka kemudian, dan dari jam 11 malam sampai sekitar 2.30 pagi pada hari di mana stasiun diperkirakan akan ditutup lebih awal. Pada tanggal 10 dan 17 Desember, layanan antar-jemput ini akan beroperasi sepanjang hari.

Baca juga: MRT Singapura Tabrakan (Lagi), Mengingatkan Insiden 24 Tahun Lalu

Layanan antar-jemput diharapkan beroperasi pada frekuensi sekitar tiga sampai lima menit selama periode puncak, dan lima sampai sepuluh menit selama periode di luar puncak. Para penumpang harus membayar layanan ini, yang akan mengikuti struktur tarif yang sama seperti kereta api.

Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin

Apa pun kelasnya, setiap penumpang tentu berharap mendapat perhatian penuh dari pramugari atau awak kabin. Tapi dalam banyak kasus, lepas dari senyum manis awak kabin yang menyambut kedatangan Anda di pintu masuk, terasa ada perlakuan yang berbeda, dimana perhatian awak kabin di kelas ekonomi tak semaksimal yang diberikan penumpang di kelas bisnis atau kelas satu.

Baca juga: Jika Terjadi Perkelahian di Kabin, Pilot Bisa Berlakukan Prosedur Pendaratan Darurat

KabarPenumpang.com merangkum dari laman thesun.co.uk (25/10/2017), menurut salah seorang mantan pramugari, itu semudah mengatakan hai kepada awak kabin saat Anda naik ke dalam pesawat. Amanda Pleva, mantan awak kabin yang kini menjadi seorang blogger mengatakan, bahwa menanggapi salam atau ucapan penumpang di pintu pesawat sudah cukup untuk memperlakukan istimewa penumpang.

Dalam postingan terbarunya di FlyerTalk, Amanda yang telah bekerja 15 tahun sebagai awak kabin di salah satu maskapai yang berbasis di New York mengungkapkan, bahwa akan banyak perilaku yang berbeda jauh saat pesawat sudah mengudara. Ada survei dimana hasilnya penumpang kelas bisnis dan kelas satu diperlakukan dengan lebih hormat dibandingkan kelas ekonomi.

Amanda Pleva (The Sun)

“Hasil survei tersebut membuat saya berpikir tentang bagaimana saya memperlakukan penumpang. Dan itu semua ada hubungannya dengan cara saya memperlakukan penumpang,” ujar Amanda. Ia mengaku, tidak tahu banyak bahwa awak kabin melihat penumpang kelas premium berbeda karena stasus ekonominya. Menurutnya, bidang pekerjaan yang dilakukannya memang dikenal sebagai tempat yang paling menguntungkan.

Sehingga awak kabin benar-benar tidak memiliki urusan untuk menghakimi orang lain karena tidak memiliki cadangan $3 ribu untuk sebuah kursi. “Namun saya jelas berbohong kepada Anda jika saya mengatakan bahwa kebanyakan dari kami tidak memilih penumpang kelas satu daripada penumpang ekonomi. Anda tahu bagian terburuk perkejaan saya? Ini tidak hanya sekedar membersihkan muntah atau menghadapi penumpang marah yang berteriak di depan wajah saya saat berdiri di depan pintu,” jelasnya.

Amanda mengatakan, dirinya dan awak kabin lainnya tidak memiliki waktu untuk melayani satu per satu penumpang di kabin ekonomi. Tapi penumpang akan sadar dengan kesopanan dan keramahan para awak kabin yang membantu jika diperlukan atau hanya sekedar memberi makanan dan minuman.

Baca juga : Bagi Pramugari, Melayani Penumpang di Kelas Ekonomi Adalah Berkah

“Bahkan jika Anda tidak meminta, kami toh akan menawarkan makanan, minuman, menepuk bahu agar Anda bisa berada di barisan kosong untuk menenangkan diri atau mungkin itu hanya layanan ekstra perhatian. Tapi kami selalu menyunggingkan senyum dengan wajah yang ramah,” ujar Amanda.

Waspada Mual Akibat Aroma Tak Sedap Selama Perjalanan, Cara Tangkal Berikut Layak Dicoba

Ada banyak resiko yang mesti Anda dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum menggunakan transportasi umum, mulai dari estimasi perjalanan, kepadatan di dalamnya, hingga beragam kemungkinan yang terjadi di dalam moda seperti KRL Jabodetabek dan TransJakarta ini, salah satunya adalah hal-hal yang dapat membuat Anda mual. Bukan karena mabuk perjalanan, tapi mual di sini lebih kepada berbagai hal yang dapat memicu Anda untuk mengeluarkan isi perut, seperti mencium aroma tidak sedap. Berikut, KabarPenumpang.com rangkum bermacam cara untuk melawan rasa mual selama perjalanan, dilansir dari laman wikihow.com.

Baca Juga: Hindari Makanan dan Minum Ini saat Menggunakan Transportasi Umum

Segera Hirup Minyak Angin
Aroma kurang sedap yang ditimbulkan oleh keringat seseorang memang tidak jarang membuat Anda merasa mual selama perjalanan, belum lagi jika penyebar aroma tidak sedap tersebut berada tepat di samping Anda, tentu hal seperti ini akan memperkeruh  suasana. Bagi Anda yang mudah mual karena menghirup ‘wewangian’ tersebut, tidak ada salahnya Anda selalu membawa minyak penghangat seperti minyak angin, kayu putih, atau minyak telon sebagai senjata ampuh untuk melawan aroma tak sedap tersebut.

Jika menghirupnya saja tidak cukup, Anda bisa mengoleskannya di hidung agar udara yang Anda hirup akan ‘tersaring’ oleh aroma minyak tersebut.

Menjauh dari Sumber Bau
Bagi setiap orang yang memiliki masalah dengan produksi keringat berlebih, bukan tidak mungkin keringat yang Anda hasilkan akan membuat sebagian orang di dalam suatu kendaraan menjauh. Ini pula yang disarankan bagi Anda yang merasa mudah mual karena mencium aroma tidak sedap. Berpindah tempat menjadi salah satu jurus ampuh untuk menghindari aroma itu membuat Anda mual. Tentu akan menyiksa bukan jika perjalanan Anda terus dihantui oleh aroma tidak sedap tersebut?

Perbanyak Minum Air Putih
Jika Anda merupakan salah satu orang yang mudah mual akibat menghirup bau yang kurang sedap, ada baiknya Anda menyiapkan minuman khusus yang dapat melawan rasa mual tersebut, seperti air jahe atau minuman lain yang punya rasa rempah yang kuat.

Makan Permen
Menghisap permen dengan rasa pedas seperti mint dipercaya dapat mengusir rasa mual Anda. Tips ini juga niscaya ampuh untuk mengusir rasa mual yang ditimbulkan akibat mabuk perjalanan. Maka dari itu, selalu sediakan beberapa buah permen di tas, sehingga mual tidak akan lagi membuntuti perjalanan Anda.

Ganti Kendaraan
Jika beberapa tips di atas sudah dilakukan atau Anda tidak membawa semua ‘senjata’ yang dapat mengusir rasa mual itu, disarankan Anda untuk turun di pemberhentian terdekat dan ganti kendaraan. Dengan harapan Anda tidak menemukan kasus serupa di armada yang baru.

Baca Juga: Tips Sopan Buang Angin Selama Perjalanan, Intinya Harus Tetap “Dicicil”

Pakai Masker
Usahakan baluri masker Anda terlebih dahulu dengan wewangian yang bisa mencegah Anda mual selama perjalanan. Selain terhindar dari aroma ini, Anda juga bisa meminimalisir polusi yang terhirup lho!

Atur Waktu Perjalanan Anda
Bagi Anda yang sudah mengetahui beragam kemungkinan yang terjadi, ada baiknya Anda mengatur ulang waktu perjalanan Anda. Di pagi hari, Anda bisa berangkat lebih awal agar terhindar dari membludaknya penumpang. Begitupun dengan jam pulang kerja, Anda bisa menunggu sarana transportasi umum tersebut sedikit lengang, sehingga kemungkinan Anda bertemu orang-orang beraroma kurang sedap ini menjadi lebih kecil.

Smartsealz, Headset Berteknologi Augmented Reality, Sanggup Bantu Tugas Pilot!

Keselamatan dalam berkendara memang selalu menjadi poin penting yang tidak pernah luput dari perhatian banyak kalangan. Dari waktu ke waktu, selalu ada saja perkembangan untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara, baik itu dari segi pelakon maupun dari segi pengawas perjalanan seperti Air Traffic Controller di dunia aviasi. Kali ini ada satu inovasi yang dipercaya dapat menunjang kinerja pilot selama mengudara, yakni pengembangan konsep realitas tertambah atau Augmented Reality (AR) di earcup (headset).

Baca Juga: Identifikasi Kebutuhan Penumpang, Awak Kabin Air New Zealand Adopsi Augmented Reality

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman aopa.org (28/11/2017), headset ini dapat bergetar jikalau pilot melakukan suatu kelalaian. “Memakai headset ini akan terasa seperti Anda terbang dengan pilot lain yang akan menegur jika terjadi sesuatu yang tidak beres, seperti terbang di ketinggian yang tidak sesuai atau pilot yang sudah mulai mengantuk,” ujar Nick Wilson, seorang asisten professor di University of North Dakota (UND).

“Selama pilot sudah memakai headset, mengapa tidak menggunakannya sebagai sebuah instrument yang menunjang keamanan dalam bertugas? Teknologi ini bekerja bersamaan dengan lansiran pendengaran dan visual yang sudah biasa bagi kebanyakan pilot,” imbuh Wilson seraya mengutarakan teori yang berhasil ia simpulkan. Pengadaan inovasi  ini merupakan tindak lanjut dari kejenuhan seorang pilot dalam bertugas, sehingga bisa meminimalisir kecelakaan yang disebabkan oleh faktor human error. 

Lebih lanjut, Nick mengatakan bahwa perangkat ini akan sangat membantu para pilot yang mengalami keterbatasan referensi visual, seperti terbang di malam hari atau dalam kondisi cuaca yang buruk. Tidak hanya itu, headset inovatif ini juga dilengkapi dengan elektrokardiogram dan beberapa sensor lain yang dapat memantau fungsi jantung serta kognitif sang pengendali pesawat.

Instumen eksternal lainnya yang juga terpasang di headset ini mencakup accelerometer, altimeter, dan perangkat lainnya. Kombinasi dari beberapa instrumen tersebut memungkinkan pembacaan yang akurat terhadap orientasi ruang terbang pesawat, dan sang pilot dapat menerima beberapa informasi dari instrumen tersebut. Teknologi taktil dan pemantauan fisiologis yang sama dapat disesuaikan untuk mengingatkan pilot yang mengalami kekurangan saturasi oksigen yang dikenal sebagai hipoksia.

“Sama seperti Anda akan menggunakan mode ketinggian pada autopilot, sebuah sensor mencatat ketinggian barometrik. Ketika pilot menyimpang dari ketinggian yang diinginkan pun, alat ini dengan cepat akan memberikan sinyal kepada sang juru kemudi,” terangnya.

Baca Juga: Inilah Para Pengguna Augmented Reality di Industri Dirgantara

Di sini, kode suara akan menjadi penanda apakah pesawat sudah berada di ketinggian yang tepat atau belum. Nada beep rendah  yang ditimbulkan mengindikasikan bahwa pilot harus menaikkan ketinggian jelajahnya, begitupun sebaliknya, jika nada beep tinggi, maka pilot harus menurunkan ketinggian jelajahnya.

Saat ini, tim mahasiswa penerbangan dan teknik tengah bekerja sama untuk menguji prototipe Smartsealz – nama headset tersebut – di kokpit pesawat terbang umum. Wilson sendiri mengaku bahwa saat ini, peneliti UND tengah berkolaborasi dengan beberapa raksasa kedirgantaraan global untuk menyempurnakan produk inovatif tersebut.

Tanpa Rasa Malu, Penumpang Ini Lepas Celana di Dalam Kabin Pesawat

Penumpang setiap moda transportasi harus memperhatikan perilaku saat berada di dalamnya seperti menghargai dan menghormati penumpang lainnya. Tetapi terkadang, ada penumpang lain yang membuat kesal dan tidak nyaman, bahkan membuat Anda ingin pindah ke tempat lainnya jika masih ada yang kosong. Seperti halnya bersendawa, mengupil, mendengkur, berkeliaran di lorong dan banyak hal lainnya.

Baca juga: 6 Hal Ini Bisa Memicu Keributan Selama Penerbangan

Bahkan mungkin membuat sebuah kegilaan yang bukan lagi membuat Anda jengkel dan tak nyaman melainkan ingin menyuruh penumpang tersebut turun. Tapi, hal tersebut tidak akan mungkin, karena mereka juga punya hak yang sama dengan Anda.

Pernahkah Anda bertemu dengan seorang penumpang dalam pesawat dan tiba-tiba membuka celana panjangnya serta membuka sepatu kemudian mengangkat kaki ke atas? KabarPenumpang.com menemukan hal menarik sekaligus menjengkelkan dari laman traveller.com.au, dimana seorang penumpang melepaskan celana panjangnya dan hanya mengenakan celana pendek atau boxer miliknya dalam sebuah penerbangan di ketinggian 35 ribu kaki.

Saat itu, selain melepas celananya pria tersebut juga dengan santainya menaikkan serta mengkangkangkan kaki di dinding kabin sambil menikmati layar monitor didepannya. Ternyata, pria tersebut berada disebelah salah seorang stand up comedian asal Pakistan Kumail Nanjiani.

Nanjiani mengatakan, pria tersebut mengangkat kakinya yang terlihat seperti tidak mengenakan apapun setinggi-tingginya sampai penumpang lain bisa melihat dan menyaksikan kelakuannya. Nanjiani tidak suka serta bercuit di Twitternya dan saat itu mau tak mau awak kabin juga ikut ambil bagian.

Setelah empat jam, akhirnya awak kabin mendatangi si pria tersebut dan mengatakan, “Bisakah Anda menurunkan kaki Anda? Orang-orang disebelah Anda berjalan melewati ini.”

Nanjiani mengatakan, seakan tak berdosa, pria tersebut bukannya menurunkan kaki melainkan menatap ke lantai kabin selama 40 detik. Tak hanya mendiamkan awak kabin, pria tersebut juga berlaku kasar, lima menit setelah berlalu mengangkat kakinya dan mendorong keatas seperti merasa tidak adil.

“Dia juga menghalangi pengguna kursi roda yang akan naik ke pesawat. Yang jelas orang ini kasar dan justru melakukan hal yang tidak baik,” ujar Nanjiani.

Saat tanda menggunakan sabuk pengaman dinyalakan yang menandakan pesawat akan segera mendarat, justru pria ini memakai celananya dengan tenang.

Baca juga: Inilah Yang Harus Dilakukan Pria Sejati di Dalam Kabin

“Saat tiba di bandara, pria ini pun keluar dari pesawat dan tidak ada polisi yang menunggu untuk memberikan keadilan. Pria tersebut bagai monster yang menyatu dalam kerumunan penumpang lainnya,” ujar Ninjaini. Setelah ditelisik, kejadian ini terjadi satu tahun lalu tepatnya 29 Desember 2016 pada penerbangan domestik Amerika Serikat. Apakah kejadian seperti ini akan ada lagi?

Wales Bangun Terminal Bus Terpadu, Sinergikan Ritel dan Perkantoran

Sebagai Ibukota sekaligus kota terbesar di Wales, Cardiff siap mengubah skema pembangunan terminal bus di pusat kotanya yang diagendakan mulai bergulir pada awal tahun 2018 mendatang. Ide perubahan skema ini muncul setelah adanya konfirmasi dari Cardiff Council untuk mengirimkan proyek Interchange di Central Square dengan menggunakan sebuah kendaraan khusus. Cardiff Council sendiri merupakan pengembang di balik skema regenerasi Central Square, Rightacres, dan Welsh Government.

Baca Juga: Singapura Bangun Jalur dan Stasiun MRT Baru, Harga Properti Siap Melonjak

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman walesonline.co.uk (13/12/2017), sebuah terminal bus baru, yang terhubung dengan Cardiff Central Railway Station, dipandang sebagai skema utama terkait pembangunan jaringan Metro yang bertujuan untuk menciptakan hubungan yang lebih erat antara layanan kereta api dan bus, serta pengguna kedua moda tersebut di kota dan wilayah Cardiff Capital yang lebih luas.

Metro Delivery Partnership yang merupakan joint venture dari beberapa perusahaan yang menangani proyek ini nantinya akan menjual skema tersebut kepada investor institusional untuk menutupi modal investasi yang mereka keluarkan. Lebih lanjut, sisa laba hasil penjualan skema tersebut dapat digunakan untuk membantu pembangunan kembali Cardiff Central Railway Station sebagai bagian dari proyek lanjutan Metro Delivery Partnership.

Adapun skema pembangunan ulang tersebut terdiri dari terminal bus dengan unit ritel di lantai dasar, lahan seluas 110.000 kaki persegi untuk ruang kantor baru, 400 ruang apartemen untuk disewakan, dan 250 tempat parkir di atas terminal bus. Dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk menyelesaikan proyek pembangunan ulang yang sudah dijabarkan di atas. Metro Delivery Partnership juga berharap agar Dewan Kabinet Cardiff memberikan lampu hijau untuk pendekatan joint venture semacam ini dan soal pendanaan modelnya dalam waktu dekat ini.

Sinyal positif proyek ini pun mulai terlihat dari dukungan yang diberikan oleh Sekretaris Kabinet bidang Ekonomi dan Transportasi, Ken Skates. “Sekarang benar-benar waktu yang tepat untuk membenahi stasiun sehingga bisa menyerap permintaan untuk perjalanan kereta api, mengatasi kemungkinan lonjakan penumpang pada saat peak season dan tentu saja mengatur ‘nafas’ untuk Metro South Wales di masa yang akan datang,” ungkap Ken.

Usaha joint venture ini merupakan pendekatan gabungan kepemilikan lahan untuk membenahi proyek infrastruktur transportasi Metro yang sudah ada sebelumnya. Ini semua dilandasi oleh sebuah riset menyebutkan bahwa sistem transportasi berbasis massal diperkirakan akan tumbuh sebesar 130% dalam kurun waktu 30 tahun ke depan.

Baca Juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu

“Seperti yang diketahui bersama, Metro Delivery Partnership dirancang untuk memiliki ‘ketahanan’ yang lebih lama dengan tujuan yang lebih besar. Begitu bangunan stasiun bus rampung dan dijual, maka laba pembangunan tersebut akan didaur ulang untuk melanjutkan tahap kedua pembangunan, termasuk modernisasi Cardiff Central.” Tutup anggota kabinet bidang investasi dan pengembangan, Russell Goodway.

Santap Sisa Makanan Penumpang, Awak Kabin Ini Terancam Sanksi Berat

Merasakan lapar saat sedang bertugas tentu hal yang wajar, tapi buat para awak kabin sudah barang tentu rasa lapar tadi harus dikelola dengan baik. Ada aturan dan etika yang harus diikuti, mengingat tindak tanduk awak kabin mencermikan citra maskapai yang bersangkutan. Nah, apa jadinya bila seorang pramugari atau awak kabin terekam sedang mencicipi makanan milik penumpang, lebih hebohnya lagi yang disantap adalah makanan sisa.

Baca juga: Lho! Di Emirates, Ada Sampanye Sisa Dituang Ke Dalam Botol

KabarPenumpangcom melansir dari laman thesun.co.uk (8/12/2017), seorang awak kabin yang bertugas dalam penerbagan maskapai Urumqi Air dengan pesawat Boeing 787-800 tertangkap sedang memakan makanan yang akan dihidangkan pada penumpang dalam sebuah video. Rekaman ini diambil oleh seseorang saat awak kabin ini sedang berada di dapur kabin.

Dalam video terlihat ada sekitar 15 tempat makan aluminum yang berjejer berisi nasi dengan daging. Kemudian awak kabin tersebut sambil sembunyi-sembunyi mengaduk satu tempat makan untuk mengambil daging dan memakannya.

Tetapi tidak hanya satu melainkan dua, kemudian menyedok kembali dari tempat lainnya dan melahap makanan tersebut. Rekaman ini diambil sekitar 45 menit sebelum pesawat mendarat di Kota Yinchuan di Cina barat laut.

Video ini kemudian disebar melalui media sosial dan menjadi viral yang kemudian sampai ke pemimpin maskapai Urumqi Air. Pihak maskapai lalu mengonfirmasi bahwa awak kabin wanita yang tidak diketahui namanya tersebut memang bekerja untuk Urumqi Air dan saat ini sudah diskors serta terkena disiplin oleh pihak maskapai.

Perusahaan tersebut memberikan pernyataan bahwa makanan yang dimakan awak kabin tersebut termasuk makanan sisa dan bukan makanan baru serta seharusnya membuang makanan tersebut. Pihak maskapai juga mengatakan bahwa makanan tersebut telah dibuka dan untuk menjalani prosedur yang tepat dalam menangani makanan sisa agar dibuang.

“Mengingat ketidakberesan karyawan, perusahaan telah memulai prosedur investigasi dan pendisiplinan sesuai dengan peraturan. Perusahaan telah mengatur penyelidikan internal yang komprehensif untuk memastikan bahwa awak kabin mengikuti secara ketat pelaksanaan proses pembuangan makanan, untuk menghindari terulangnya insiden serupa. Urumqi Airlines sejak awal menjunjung tinggi sikap bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan umum,” ujar pernyataaan yang dikeluarkan maskapai tersebut.

Tak hanya itu, pihak maskapai juga menjelaskan bahwa setiap penerbangan harus memenuhi permintaan penumpang akan makanan. Namun terkadang ada kelebihan saat penumpang tidak mengonsumsi makanan mereka.

Juru bicara Urumqi Air mengatakan, sebenarnya awak kabin juga telah disediakan dengan makanan yang memadai. “Kami sangat menyesal atas kejadian tersebut dan tidak akan pernah mentoleransi tindakan tersebut. Mematuhi standar industri adalah persyaratan dasar bagi para profesional dan meminta maaf atas masalah yang disebabkan oleh kejadian ini,” ujar juru bicara tersebut.

Baca juga: Lima Maskapai Ini Kondang dengan Sajian Makanan Yang Buruk

Awal tahun ini, seorang pramugari Emirates menjadi berita utama setelah dia tertangkap sedang menuang segelas sampanye ke botol di Business Class. Seorang penumpang tanpa disadari menangkap anggota awak kabin dalam tindakan tersebut saat memfilmkan pemandangan dari tempat duduknya yang mewah di kabin kelas bisnis kelas atas Aiebus A380.