Stoos Bahn Tram, Didapuk Sebagai Jalur Kereta Kabel Tercuram di Dunia!

Selama ini, sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa kereta jarak jauh seperti rute Jakarta – Bandung tidaklah selalu menempuh jalur yang datar, sesekali menanjak dan me Namun tanjakkan tersebut masih tergolong normal karena kereta tidak perlu menggunakan rel gerigi untuk menempuh rute tersebut. Lalu, bayangkan jika kereta yang Anda tumpangi tidak lagi menggunakan rel gerigi untuk melewati suatu medan menanjak, melainkan ditarik dengan menggunakan sebuah kabel.

Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (18/12/2017), resor Alpine di Stoos, Swiss menjadi saksi bisu dari pembukaan layanan kereta yang ditarik dengan menggunakan kabel paling curam di dunia, setidaknya kereta tersebut harus mendaki gradient 110 persen. Tidak hanya medannya saja yang ekstrem, kereta yang digunakan pun memiliki bentuk yang tidak biasa, yaitu berupa gerbong silinder yang dialaskan pada sebuah benda menyerupai papan seluncur. Ini dimaksudkan agar penumpang tetap dalam kondisi duduk tegak.

Untuk jarak tanjaknya sendiri, kereta akan menanjak sejauh 110 meter, dengan 100 meter merupakan tanjakkan yang paling curam. Tidak bisa dipungkiri, inilah jalur menanjak kereta paling curam di dunia. Kereta ini sendiri menghubungkan kota Schwyz dan Stoos, desa bebas kendaraan di Alpine. Stoos Bahn selaku pengembang dari jalur ini mengaku membutuhkan waktu selama 14 tahun untuk menyelesaikan jalur ini, meleset dua tahun dari yang semula dijadwalkan.  Proyek ini sendiri menelan dana sekitar USD$53 juta atau setara dengan Rp719,7 miliar.

“Semua orang bahagia proyek ini telah selesai dan siap beroperasi,” tutur juru bicara Stoos Bahn, Ivan Steiner. Ia menambahkan bahwa kondisi pegunungan di Swiss memaksa anak-anak menggunakan cable cars untuk sampai di sekolah. Selain memudahkan mobilitas dari kedua destinasi, kereta ini juga menjadi daya tarik wisata baru bagi turis lokal maupun mancanegara.

Baca Juga: Rute Ekstrim Kereta Bergerigi di Swiss, Kemiringannya Hingga 48%

Diketahui dari laman sumber berbeda, kereta ini merupakan suksesor dari kereta sebelumnya yang sudah beroperasi sejak tahun 1933 silam.

Dapatkah Anda membayangkan pemandangan yang disajikan saat menaiki kereta ini? Hamparan pegunungan khas Swiss yang biasanya tertutup salju akan menggantikan rasa takut Anda ketika kereta ini menanjak menggunakan kabel. Jadi, jangan lupa untuk mampir jika Anda berkesempatan mengujungi Swiss!

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 73.000 Kursi Tambahan

Garuda Indonesia Group yang terdiri dari maskapai Garuda Indonesia dan Citilink telah menyiapkan 73 ribu kursi tambahan, persisnya ada 73.158 ribu kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan juga internasional sebagai upaya mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode hari libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, mulai tanggal 20 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018.

Baca juga: Hadapi Penumpang Mendengkur di Pesawat, Inilah Saran dari Pihak Maskapai

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury dalam jumpa bersama media pada Senin sore (18/12/2017) mengatakan, kapasitas tambahan tersebut rencananya akan terdiri dari 22.758 kursi tambahan pada layanan penerbangan Garuda Indonesia dan 50.400 kursi tambahan pada layanan penerbangan Citilink. Adapun frekuensi penambahan kapasitas layanan penerbangan tambahan tersebut terdiri dari sedikitnya 108 frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan lebih dari 140 frekuensi penerbangan Citilink.

Melalui rencana penambahan kursi dari penerbangan ekstra dan pengoperasian pesawat berbadan lebar “wide body” tersebut, maka jumlah ketersediaan kursi (seat availability) tambahan pesawat Garuda Indonesia selama periode liburan akhir tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan hingga 20 persen dibandingkan kapasitas kursi tambahan Garuda Indonesia Group pada periode liburan Natal dan Tahun Baru tahun lalu.

Adapun kapasitas tambahan Garuda Indonesia sebagai Mainbrand pada periode liburan akhir tahun ini terdiri dari 14 ribu lebih kursi tambahan yang terbagi dalam 50 frekuensi penerbangan ekstra di rute-rute penerbangan domestik dan internasional, serta 8 ribu kursi tambahan yang dilayani melalui 58 frekuensi penerbangan yang menggunakan “bigger aircraft” pesawat berbadan lebar di sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional.

“Tentunya kami terus memonitor perkembangan demand pasar pada periode peak season akhir tahun ini sekiranya diperlukan penambahan kapasitas layanan penerbangan lebih lanjut”, pungkas Pahala. Pahala mengatakan, “Adapun penambahan kapasitas penerbangan Garuda Indonesia melalui penerbangan ekstra (extra flight)  akan dilaksanakan pada rute-rute penerbangan domestik dan internasional dengan trafik penumpang tinggi, di antaranya Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Surabaya – Denpasar pp, Medan- Gunung Sitoli pp, maupun Jakarta – Osaka pp.”

Baca juga: Lounge Bandara Ini Super Eksotis, Dilengkapi Kolam Renang Yang Menghadap Ke Apron

Sementara itu, pengoperasian “bigger aircraft” akan dilakukan pada 6 sektor penerbangan Garuda Indonesia yang terdiri dari rute penerbangan Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Jakarta – Labuan Bajo pp, Jakarta – Kuala Lumpur pp, Jakarta – Hong Kong pp, dan Jakarta- Bangkok pp.

Penggunaan bigger aircraft pada periode libur akhir tahun tersebut dilakukan melalui pengoperasian armada Boeing 777-300ER (kapasitas 314 dan 393 seat) Airbus A330-300 (kapasitas 251, 287, 360 seat ) dan Airbus A330-200 (kapasitas 222 seat) yang akan menggantikan armada reguler B737-800 NG di sejumlah sektor penerbangan.

Di 2018, Garuda Indonesia Canangkan Buka 30 Rute Penerbangan Baru

Menyongsong tahun 2018 yang tak lama lagi akan dijelang, maskapai flag carrier Garuda Indonesia telah pasang kuda-kuda dengan beragam strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia mencanangkan break even point dapat dicapai di semester kedua tahun 2018. Selain itu, Garuda Indonesia di bawah pimpinan Pahala N Mansury selaku Direktur Utama akan menyiapkan jurus-jurus untuk tetap eksis di sepanjang 2018, diantara dengan pembukaan 30 rute baru.

Baca juga: Pasar Terus Melonjak, Garuda Indonesia Lanjutkan Kemitraan dengan Tourism Australia

Dalam jumpa pers di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Senin sore (18/12/2017), Pahala menyebut akan membuka 30 rute penerbangan baru di sepanjang 2018, “Sepertiga adalah rute baru untuk penerbangan internasional, dan dua pertiga adalah rute baru untuk penerbangan domestik.” Meski sudah disebutkan jumlah rute baru, Ia menolak untuk memberi penjelasan tentang jalur rute baru yang akan dibuka. “Mohon maaf detailnya belum bisa kami sampaikan, karena sifatnya rahasia, nanti kurang baik bila diketahui oleh kompetitor,” ujar Pahala.

Namun Pahala mengatakan, bahwa untuk membuka 30 rute baru pihaknya tidak akan mendatangkan pesawat baru, justru yang ada Garuda Indonesia akan melakukan utilisasi pada armada pesawat yang ada, salah satunya adalah opsi re-route pada jalur-jalur yang saat ini dijalani. Untuk pasar internasional, Ia menyebut akan memberi porsi lebih kepada jalur baru di Cina. Seperti diketahui, setelah Australia, Cina menjadi pasar kedua terbesar Garuda Indonesia untuk penerbangan internasional.

Menutup kalender di tahun 2017, pada tanggal 20 Desember 2017 mendatang, Garuda Indonesia akan meresmikan layanan rute penerbangan Medan – Makassar. Dibukanya rute penerbangan tersebut diharapkan dapat mendukung potensi pengembangan pariwisata yang semakin terbuka lebar bagi kedua wilayah tersebut – khususnya melalui akses konektivitas penerbangan yang lebih singkat bagi masyarakat Indonesia di bagian barat – Medan ke wilayah Makassar maupun sebaliknya.

Baca juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik

Selain itu, Garuda Indonesia juga meresmikan penerbangan  4 (empat) rute penerbangan intra Makassar yang terdiri dari:

– Rute Makassar-Kupang efektif 16 Desember 2017 dengan jadwal erbang 4 x seminggu pada Senin, Selasa, Kamis, Sabtu.
– Rute Makassar-Palopo, efektif 18 Desember 2017 dengan jadwal terbang 3 x seminggu pada hari Senin, Rabu, Jumat.
– Rute Luwuk-Palu, efektif 19 Desember 2017  dengan jadwal terbang 3 x seminggu setiap Selasa, Kamis, Sabtu.
– Rute Kendari – Wakatobi, pada akhir Desember 2017  dengan jadwal terbang 4 kali seminggu setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.

Rute-rute terbaru tersebut rencananya akan dilayani dengan menggunakan armada pesawat CRJ Bombardier 1000 Next Gen dan pesawat ATR72-600. Melalui penambahan rute tersebut diharapkan dapat semakin mendukung upaya percepatan pengembangan destinasi wisata di wilayah Timur, khususnya melalui akses layanan penerbangan dari dan menuju kota besar di wilayah regional intra Makassar

Stasiun Kachiguda di India, 100 Persen Lakukan Efisiensi Energi

Dalam upayanya untuk melakukan penghematan listrik yang juga menjadi bagian dari program otoritas perkeretaapian India untuk menggunakan energi terbarukan sebanyak 25 persen pada tahun 2025 mendatang, South Central Railway (SCR) menyatakan bahwa salah satu stasiun yang ada di jalur mereka telah menjadi stasiun kelas A1 pertama yang paling hemat energi di negara penghasil film Bollywood tersebut.

Baca Juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesnownews.com (13/12/2017), stasiun di Kacheguda, Telangana ini diketahui mencapai efisiensi energi sebanyak 100 persen. Ini merupakan hasil dari beberapa tindakan yang dilakukan oleh otoritas perkeretaapian di jalur Selatan, seperti penggantian 1.312 lampu konvensional menjadi Light-Emitting Diode (LED), 370 kipas angin yang diganti dengan kipas hemat energi Brushless DC Electric (BLDC), dan penggantian 12 AC menjadi AC hemat energi.

Selain itu, pernyataan SCR juga mengklarifikasi bagaimana inisiatif ini diharapkan dapat menghemat sebanyak 1.76 lakh unit listrik yang digunakan operator kereta ini. Kachiguda sendiri merupakan salah satu kota yang berada di pinggiran Hyderabad, India. Stasiun terbesar di kota ini dibangun pada masa pemerintahan Nizam, tengara utama di daerah ini. Nama itu berasal dari komunitas Kachi, yang masih memiliki populasi di dekat Stasiun Kereta Api Kachiguda.

Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, perkeretaapian India merupakan salah satu jaringan rel terbesar di dunia dan menjadi konsumen listrik yang tinggi. Dengan mengurangi bahan bakar fosil pada sektor perkeretaapian ini, akan berdampak besar pada komitmen India terhadap energi terbarukan dan lingkungan.

Pada tahun 2014, armada lokomotif diesel India diketahui mengonsumsi 2,6 miliar liter solar. Hal ini membuat mantan Menteri Perkeretaapian India Suresh Prabhu berkomitmen menyediakan 200MW ke perusahaan kereta api India melalui windfarms. Tapi, karena India lebih sering mendapatkan panas matahari, tepatnya 300 hari dalam setahun, maka tidak mengherankan bila sistem tenaga kereta api di India lebih tepat menggunakan basis tenaga surya.

Tidak hanya di India, seorang peneliti dari Imperial Collage of London bersama dengan badan iklim 10:10 telah mengumumkan proyek dengan memanfaatkan tenaga terbarukan, terkait masalah penggunaan panel surya di sisi jalur kereta api.

Baca Juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Inisiatif dengan tenaga terbarukan seperti panel surya ini hadir di momen penting bagi sektor energi terbarukan dan industri kereta api, sebab sebagian besar negara terutama selatan Inggris, jaringan distribusi listrik mencapai voltase tertinggi atau maksimum. Hal ini menyebabkan adanya pembatasan pasokan listrik ke perusahaan kereta api.

Karena masalah ini, kereta bisa kekurangan tenaga dan tidak ada pembaruan stok yang bisa ditambahkan saat jaringan kereta padat. Maka dari itu, penggunaan panel surya dinilai cocok untuk mengentaskan masalah tersebut.

Marak Kecelakaan di Peron, Otoritas Kereta di Inggris Himbau Warganya Tak Terlalu Mabuk

Peron kereta konvensional (tanpa screen doors) umumnya sudah diberi marka pengaman. Di Indonesia sendiri garis batas kuning menjadi penanda penumpang untuk berdiri. Biasanya, jika melewati garis penumpang, petugas akan meniup pluitnya agar penumpang mundur ke area batas aman.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

KabarPenumpang.com merangkum dari laman metro.co.uk (14/12/2017), banyak kecelakaan di jalur kereta Inggris lantaran warganya terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol hingga menyebabkan mereka mabuk berat. Tahun 2016 lalu perkeretaapian Inggris mencatat antara 24 November 2016 sampai 2 Januari 2017, sekitar satu dari enam orang yang terkait 7.419 insiden akibat minuman alkohol berujung pada kecelakaan serius.

Kejadian ini biasanya banyak terjadi saat mendekati perayaan Natal ataupun Tahun Baru. Adanya banyak insiden membuat pejabat perkeretaapin Inggris menunjukkan beberapa cupikan video penumpang mabuk.

Dalam video diperlihatkan, ada calon penumpang di peron yang tidak sadar berjalan miring hingga meloncat dari peron dan terjatuh, kemudian di tolong oleh penumpang lain yang melihatnya. Tak hanya itu, dalam cuplikan video tersebut ada penumpang yang terjatuh dan nyaris tertabrak kereta dengan kecepatan yang cukup tinggi. Untungnya penumpang tersebut berhasil memanjat peron.

Selain itu seorang penumpang pria sangat mabuk dengan berjalan hingga dipinggir peron dan terjatuh ke rel. Penumpang lain yang melihat kemudian memanggil petugas dan langsung menolong penumpang tersebut serta membawanya dengan tandu.

Cuplikan video ini cukup mengejutkan dan membuat penumpang yang ada di sekitarnya panik. Allan Spence, Kepala keamanan umum dan penumpang di Network Rail mengatakan, bahwa peron bisa menjadi tempat yang berbahaya. Terhitung 21 orang terbunuh dan 91 lainnya luka parah dalam insiden yang terkait dengan minuman beralkohol di tepi peron selama dekade terakhir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat mereka bersenang-senang selama musim perayaan Natal dan akhir tahun,” ujar Spence. Dia mengatakan, Anda harus bisa mengontrol diri jangan sampai minuman beralkohol justru membuat Anda dan rekan tak sampai ke tujuan. “Kecelakaan yang melibatkan penumpang yang mabuk telah terbukti melonjak selama periode liburan, modusnya penumpang mabuk menyalahgunakan fasilitas yang ada di stasiun, sehingga menyebabkan mereka tergelincir di peron, tangga dan eskalator,” jelas Spence.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Emplasemen, Istilah Perkeretaapian Yang Terlupakan

Hari Jumat, adalah dimana pub, bar dan klub diisi para pekerja sebelum Natal. Jumat sebelum Natal kali ini jatuh pada tanggal 22 dan tanggal 15 Desember kemarin menjadi malam populer bagi penyuka pesta. Ini membuat para pejabat kota mendesak masyarakat berhati-hati sebelum bepergian.

 

Ada Robot Parkir Valet di Bandara Lyon, Begini Cara Kerjanya!

Walaupun di sebagaian kota-kota besar di dunia sudah memiliki moda khusus yang akan mengantarkan calon penumpang menuju bandara, namun  hal tersebut tidak menghalangi beberapa kalangan yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantarkan sanak saudara atau kerabatnya menuju bandara. Seperti yang kita ketahui bersama, mencari parkir di bandara kadang tidaklah mudah. Maka dari itu, sebuah bandara di Perancis mengambil inisiatif untuk mempekerjakan robot yang bertindak sebagai juru parkir valet. Bagaimana cara kerjanya?

Baca Juga: Atasi Masalah Crosswind, Konsep Endless Runway Bisa Jadi Solusi Jitu

KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (12/12/2017), Vinci Airport telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Stanley Robotics untuk menyebarkan valet robot di Bandara Lyon-Saint Exupéry, Perancis. Sesuai dengan namanya, tugas dari robot adalah untuk memarkirkan kendaraan yang berada di titik drop-off. “Ini merupakan robot yang mampu mendeteksi sebuah kendaraan secara otomatis, lalu ‘menderek’ kendaraan tersebut menuju lahan parkir yang masih tersedia,” ungkap co-founder dan COO dari Stanley Robotics, Stéphane Evanno.

Setidaknya, para pengembang teknologi dari Stanley Robotics telah meneliti inovasi ini selama dua tahun lamanya, yang tentu saja valet robot ini sudah mengalami berbagai pembenahan sebelumnya. Bandara Charles De Gaulle di Perancis menjadi saksi bisu uji coba valet robot ini pada awal tahun 2017 kemarin, dan hasilnya pun cukup memuaskan. Beragam pertimbangan pihak pengelola bandara untuk ‘mempekerjakan’ robot ini akhirnya berbuah manis beberapa bulan berselang setelah uji coba tersebut.

Sebagaimana info yang didapat dari laman sumber, pengiriman robot ini sudah terjadi sejak bulan November silam secara bertahap, itu berarti layanan valet robot ini akan dapat dinikmati dalam waktu dekat. Untuk sistem kerja, robot yang diberi nama Stan ini akan sama persis melakukan apa yang dilakukan oleh petugas valet di pusat perbelanjaan. Para pemilik kendaraan akan terlebih dahulu mengunci kendaraan mereka dan melakukan pemesanan di counter yang tersedia. Setelah proses pemesanan selesai, Stan akan mulai menggiring kendaraan tersebut menuju lahan parkir yang tersedia.

Baca Juga: Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!

“Stan menggunakan teknologi yang sama dengan mobil otonom. Ia dapat memindai lingkungan di sekitarnya setiap saat, dan bereaksi terhadap apapun yang menghalangi jalannya,” jelas Stéphane.

Bagi Anda yang terpaksa menginapkan kendaraan Anda di bandara selama bepergian, layanan valet robot ini juga dapat mengembalikan mobil Anda ke lokasi yang telah ditentukan pada saat pemesanan di awal. Jadi Anda tidak perlu bersusah payah lagi menggeret koper menuju lokasi parkiran. Jika tidak meleset, pengiriman keseluruhan valet robot ini akan selesai pada tahun 2018 mendatang. Lebih lanjut, penggunaan sistem valet robot ini juga akan meningkatkan lahan parkir di bandara tersebut, yang semula hanya tersedia untuk 8.000 kendaraan, kini meningkat menjadi 12.000 kendaraan.

Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Tak banyak yang penumpang ketahui tentang apa yang harus dilakukan awak kabin dalam pesawat. Mungkin Anda hanya tahu para awak kabin membagikan makanan, minuman, memperingatkan harus mematikan ponsel Anda hingga membantu merapikan barang-barang di kompartemen atas.

Baca juga: Mau Jadi Awak Kabin? Standar Tinggi Badan Masih Jadi Syarat Utama!

Sebenarnya, banyak hal yang harus dilakukan awak kabin dalam menjalankan tugasnya. KabarPenumpang.com merangkum dari oyster.com, dimana seorang mantan awak kabin, Annie Kingston membeberkan tentang pekerjaan menjadi seorang awak kabin. Berikut ini beberpa hal yang bisa mengubah pikiran Anda tentang pekerjaan awak kabin.

1. Tidak hanya melayani makanan dan minuman
Banyak yang salah paham dengan awak kabin. Annie mengatakan, kesalahpahaman terbesar yang dipikirkan orang adalah membuat seorang awak kabin sebagai pelayan di pesawat. Padahal tugasnya bukan sebagai pelayan melainkan sebagai penjaga penumpang. Bayangkan jika tidak ada awak kabin, saat Anda kelaparan, rewel bahkan hingga merasa takut dalam sebuah penerbangan bagaimana nasib Anda dan penumpang lainnya. Dengan perlakuan penumpang yang beragam, sebenarnya awak kabin pun stres tetapi tetap membantu Anda dengan tulus.

2. Harus mematuhi aturan ketat pada penampilan
Seorang awak kabin bekerja bukan mengenakan celana jeans dan kaus, melainkan menggunakan seragam khusus. Selain itu, Annie mencatat tidak hanya memiliki standar seragam melainkan di Timur Tengah dan Asia penampilan adalah segalanya. “Peraturan ketat tentang bagaimana menjaga, mewarnai dan menata rambut hingga make up Anda. Kuku harus di cat dengan cara tertentu dan perhiasan tetap sesuai standar minimum,” ujarnya.

3. Berat badan
Peraturan tentang penampilan tak berhenti hanya di pakaian dan aksesois. Beberapa maskapai memiliki standar berat badan yang harus dipatuhi para awak kabin. Annie mengatakan, setiap tahun awak kabin ditimbang berat badannya dan harus memiliki BMI yang pas atau sehat atau bisa dikatakan proporsional.

4. Bertanggung jawab atas hidup penumpang
Kembali ke nomor satu, Annie mengatakan, satu hal yang tidak dipahami penumpang menjadi seorang awak kabin adalah bertanggung jawab dalam mengurus sekitar 300 penumpang pada ketinggian 35 ribu kaki. “Faktanya bahwa para awak kabin bertanggung jawab atas keselamatan Anda dan mungkin bisa menyelamatkan hidup Anda.”

5. Membantu merawat bayi
Awak kabin juga dilatih untuk menjaga bayi Anda. Mereka dilatih dengan instruksi medis dalam membantu penumpang menangani bayi mereka.

6. Lakukan Hand to Hand Combat
Mungkin persalinan dalam pesawat sudah membuat penumpang sedikit tegang. Tapi awak kabin juga dilatih untuk menangani penumpang yang tidak menyenangkan hingga menangani teroris dengan membuat para penumpang lebih tenang.

7. Tahu bertahan hidup dalam kondisi ekstrim
Terlihat mempesona dan bisa berbuat apapun di dalam kabin. Ternyata para awak kabin ini juga tahu caranya bertahan hidup dalam kondisi ekstrim. “Sebuah kisah nyata tentang penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat 1972 saat di pegunungan Andes, dimana pegunungan ini tertutup salju dan saat itu hanya sedikit makanan yang tersisa dan benar-benar menguji kemampuan Anda bertahan hidup,” kata Annie.

8. Fight Fire 35 ribu kaki di udara
Tak hanya kondisi ekstrim, saat pesawat terjadi kebakaran di udara, awak kabin juga mampu menangani dengan sigap. Tidak ada penumpang yang merokok, tapi api bisa saja muncul karena gangguan listrik dalam kabin atau hal lainnya.

9. Mile high club
Jika Anda menganggap lucu membawa Mile High Club ke awak kabin, ini jelas salah. “Ini menghina, sejujurnya topik tersebut benar-benar norak dan membuat kita memutar mata serta kurang memikirkan penumpang,. Karena ini bukan sesuatu yang akan Anda ajukan pada yang lainnya,” kata Annie.

10. Terbang dengan kru baru untuk pertama kalinya
Setiap kru dalam setiap penerbangan, tidak selalu dengan tim yang sama. Bahkan bisa saja baru pertama kali bertemu untuk tugas. Seperti perusahaan Annie yang memiliki lebih dari 35 ribu awak kabin yang terbang ke lebih 130 tujuan di lebih dari 70 negara. “Sebagai awak kabin, Anda harus pandai berteman, yakni dengan cepat, mengucapkan hai atau selamat tinggal untuk mengatasi sebuah perbedaan kecil,” jelasnya.

11. Mereka datang dari segala bidang
Seragam memang mempersatukan, tetapi setiap awak kabin memiliki latar belakang masing-masing. “Banyak rekan saya meninggalkan negara mereka untuk bekerja di Timur Tengah untuk menghindari pasar kerja yang menyedihkan, kota-kota yang penuh kekerasan, perang saudara, dan kemiskinan yang ekstrem,” kata Annie.

Dia juga mengatakan, banyak juga awak kabin yang berasal dari profesi yang berbeda baik itu pengacara, dokter, guru dan lainnya. Ini semua disatukan dengan satu seragam yang sama.

12. Tidak lepas dari Jetlag
Sebuah penerbangan yang panjang, tidak akan membuat seorang awak kabin terlepas dari jetlag. Bahkan jika dalam perenbangan yang membutuhkan istirahat. Annie mengatakan, untuk mengembalikan pola tidur, biasanya awak kabin menggunakan hari libur mereka untuk mengembalikan seperti semula.

13. Sering bekerja ganda
Pernah melihat awak kabin sebelumnya? Mungkin mereka saat itu mengecek tiket Anda sebelum naik ke pesawat. Biasanya banyak awak kabin juga yang membantu dalam pengecekan tiket di gerbang sebelum Anda masuk ke dalam pesawat dan menikmati perjalanan.

Baca juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic

14. Terimakasih
Sebagai penumpang akan mengatakan terimakasih kepada awak kabin yang membantunya. Tak hanya itu, awak kabin yang terkesan pada penumpang juga bisa saja memberikan sesuatu pada Anda. “Saya selalu memberi tempat duduk, preferensi makanan, minuman ringan dan pilihan barang gratis yang cukup lengkap kepada penumpang yang memperlakukan saya seperti sesama manusia,” ujarnya.

Stasiun Buckenham, Hanya Dilalui 79 Penumpang Setiap Tahunnya

Mengeksplorasi Inggris bukan hanya ke pusat kotanya di London atau hanya sekedar melihat istana Buckingham. Tapi jika Anda seorang petualang dan juga penyuka kereta, di Inggris terdapat lebih dari 150 stasiun kecil dimana kereta hanya berhenti satu hari sekali, seminggu sekali hingga  Anda harus berdiri di satu tempat sambil memberikan isyarat agar masinis menghentikan kereta.

Baca juga: Stasiun Gorakhpur, Punya Peron Terpanjang di Dunia

KabarPenumpang.com merangkum dari dailymail.co.uk, ada beberapa perhentian permintaan kereta yakni di Kastil Dunrobin. Ini adalah stasiun pribadi Duke Sutherland, dimana pelancong bisa turun dari kereta secara langsung dan melalui gerbang menuju salah satu rumah yang paling terkenal di Skotlandia. Duke ketiga trainspoter membangunnya pada tahun 1870 dan memiliki lokomotif serta kereta pribadinya sendiri. Ada pula stasiun Buckenham di Norfolk Broads memiliki penumpang hanya 79 orang pertahunnya.

Kastil Dunrobin (Daily Mail)

Tak hanya itu stasiun Buckenham juga merupakan habitat perlindungan burung. Setiap Minggu sore jika tiba disini suara yang terdengar adalah dengungan serangga dan kabel sinyal.

Rel kereta apinya berada di dalam hutan, matahari yang menyinari daun hijau dan menerobos jendela kereta. Jika ingin naik kereta dari sini, Anda harus memposisikan diri di platform stop request sehingga masinis bisa melihat Anda. Jika Anda ke toilet atau tak berhenti di tempat yang dimaksudkan, maka akan tertinggal kereta. Berney Arms, stasiun terkecil di Inggris ini memiliki peron yang cukup kecil panjang dan dibangun di tengah rawa.

Stalybridge (Daily Mail)

Tidak ada rumah yang terlihat sejauh tiga mil atau sekitar 4,8 km. Tetapi saat Anda berada di stasiun ini akan melihat bentang cakrawala tak terbatas.

Baca juga: Inilah 12 Stasiun Angker di Dunia!

Selain itu ada Reddish South di Greater Manchester, kereta mingguan di sini berangkat pukul 10.20 pagi pada hari Jumat untuk perjalanan 16 menit ke Stalybridge. Ini adalah salah satu layanan parlementer Inggris yang berada di jalur kereta api. Stasiun ini bisa dikatakan paling primitif hanya dengan platform aspal tanpa penutup, tidak ada tempat duduk, bahkan tidak ada penerangan apapun. Stasiun St Kenye Welling yang berada di Cornwall, salah satu tempat yang romantis. Stasiun ini berada di desa nelayan yang indah di Looe.

Angels Flight, Jalur Kereta Terpendek, Akhirnya Beroperasi Kembali

Biasanya, jika sudah membicarakan tentang kereta api adalah bagaimana kecepatannya dan sepanjang apa jalurnya serta berapa lama waktu tempuhnya. Mungkin Anda saat ini hanya mengenal kereta dengan jalur biasa atau jalur terpanjang saja.

Baca juga: Tragedi Garut Tegaskan Banyak Titik Rawan Longsor di Sepanjang Jalur Kereta di Tanah Pasundan

Tapi tahukah Anda di dunia ini ternyata ada jalur kereta terpendek? Ya, jalur ini hanya sekitar 91 meter dengan nama Angels Flight dan berada di distrik Bunker Hill di Los Angeles, Amerika Serikat. KabarPenumpang.com merangkum dari laman mashable.com (1/9/2017), jalur kereta ini sudah ada sejak tahun 1901 mengubungkan Hill Street yang ada di atas bukit dan Olive Street yang ada di kaki bukit. Jalur Angels Flight ini dilintasi oleh dua buah kereta kecil yang masing-masing mampu mengangkut 15 orang penumpang sekali perjalanan.

Kedua kereta ini juga memiliki nama yakni Sinai dan Olivet dan berjalan bersama dari dua stasiun yang berbeda. Dikarenakan jalur kedua kereta ini berada di bukit, maka lintasannya pun menjadi miring.

Tak hanya jalur yang pendek, kereta ini memiliki waktu tempuh yang sangat singkat hanya satu menit. Selain itu tempat duduk di dalam kereta pun dibuat berundak seperti tangga.

Kereta di jalur Angels Flight (mashable.com)

Jalur ini sempat beberapa kali berhenti beroperasi karena distrik Bunker Hill berubah menjadi daerah modern sehingga Angels Flight tak lagi dibutuhkan. Namun, berkat usaha warga setempat, tahun 1996, Angels Flight kembali dioprerasikan.

Sayangnya, masa kemunduran kembali di alami tahun 2001, dimana terjadi kecelakaan yang menyebabkan satu orang meninggal dan yang lainnya luka-luka. Ini membuat Angels Flight izin operasinya di tahan.

Tahun 2010 lalu, Angels Flight kembali beroperasi, namun tahun 2013 kecelakaan kembali terjadi. Meski tidak ada korban luka, kecelakaan ini kembali membuat pemerintah setempat enggan memberi izi pengoperasian Angels Flight.

Baca juga: Terowongan Notog “Baru,” Siap Tembus Jalur Kereta Purwokerto-Kroya dengan Rel Ganda

Banyak yang mengira nasib jalur ini berakhir, tetapi ternyata pada Maret 2017 lalu, Angels Flight kembali beroperasi dengan keamanan yang terjamin. Dengan adanya jalur kereta pendek ini, menghemat sekitar 200 langkah kaki untuk menuju ke inti kota bersejarah.

Sekali berjalan, penumpang maupun para pelancong yang akan menikmati kota bersejarah di Bunker Hill hanya merogoh kocek $0,50.

Simba, Sleeper Bus Ultra Mewah Yang Siap Meluncur di 2018

Tidur selama perjalanan memang menjadi opsi untuk sebagian orang setelah seharian beraktifitas. Walaupun tidak terlalu nyenyak, tapi tidur di transportasi umum merupakan cara yang ditempuh sebagian kalangan untuk mengembalikan stamina mereka yang sudah habis. Berangkat dari situ, tercetuslah ide untuk mengadakan (kembali) sebuah sleeper bus, namun dalam kelas yang sangat mewah. Semewah apa kira-kira sleeper bus bernama Simba ini?

Baca Juga: Cabin Tawarkan Layanan Sleeper Bus Full Service

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thelondoneconomic.com (13/12/2017), CEO dari Simba, James Cox mengatakan bahwa sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang tertidur selama perjalanan cukup tinggi. “Penelitian terbaru menyebutkan bahwa kita tertidur rata-rata sebanyak 27 kali dalam setahun,” tutur James. Seolah didukung dengan penelitian tersebut, James semakin yakin bahwa idenya untuk menghadirkan sebuah sleeper bus berkelas ultra mewah ini akan dapat berterima di masyarakat.

Sumber: thelondoneconomic.com

Bus yang berisikan 14 pod futuristik ini telah dikembangkan selama empat bulan, dengan mengandalkan desain yang dirancang oleh arsitek kenamaan asal Surrey, Anderson-Wood. “Bagi Anda yang tertidur pulas, tidak perlu khawatir pemberhentian Anda terlewat, karena petugas kami akan selalu menanyakan destinasi Anda,” timpal James. “Layanan snoozeliner merupakan bentuk dedikasi kami terhadap waktu istirahat penumpang yang tersita akibat pergeseran jam kerja atau pesta di tengah malam,” paparnya. Selain itu, James juga khawatir akan masalah sosial yang kerap menderu di malam hari. “Masyarakat biasanya ketakutan dengan berbagai tindak kejahatan, seperti orang-orang mabuk dan orang-orang yang antisosial,” pungkasnya.

Lalu, bagaimana interior di dalam bus ini sehingga sang CEO bisa mendefinisikannya sebagai bus ultra mewah? “Tentu kami mendesain semuanya sedemikian rupa sehingga para penumpang bisa merasakan kenyamanan yang sama dengan tempat tidur mereka di rumah,” terang James. Layaknya sebuah bilik tidur, Bus Simba akan dilengkapi dengan pengharum ruangan yang dapat merilekskan pikiran Anda, yang juga dipadukan dengan pemasangan lampu tidur yang tidak terlalu terang.

Baca Juga: Entaskan Masalah Sosial, Sleepbus Layani Tunawisma Tidur di Bus

Anda juga tidak perlu khawatir barang bawaan Anda akan diambil oleh orang lain, karena James tengah mempertimbangkan untuk memasang sebuah lemari khusus penyimpanan barang berharga. Tidak hanya itu, James juga tengah meninjau untuk pemasangan USB Port dan WiFi, sehingga para penumpang yang lebih memilih untuk sekedar rebahan saja dapat menikmati fasilitas ini.

Jika Anda haus, layanan air mineral gratis akan setia menemani perjalanan Anda. Berbagai pilihan minuman juga nantinya akan tersedia di dalam bus ini, seperti kopi dan smoothies. Rencananya, James akan meluncurkan bus ini pada musim gugur 2018 mendatang di London. Untuk masalah harga, ia belum dapat menentukan berapa jumlah yang harus dirogoh untuk menggunakan bus ini.