Garuda Indonesia Maksimalkan OTP Pada Peak Season Pergantian Tahun

Memasuki periode liburan pergantian tahun 2017/2018, maskapai nasional Garuda Indonesia terus memperkuat pencapaian On Time Performance (OTP) dengan rata-rata capaian tingkat ketepatan waktu sebesar 90 persen untuk seluruh station penerbangan baik domestik maupun internasional pada periode 25-29 Desember 2017. Hingga memasuki hari ke-4 pasca hari raya Natal beberapa waktu lalu, Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan rata-rata capaian On Time Performance (OTP) sebesar 92 persen untuk OTP keberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Baca juga: Performa Penerbangan Haji, Antara Level OTP dan Ketersediaan Pesawat Sewaan

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengungkapkan, “Sejalan dengan peningkatkan trafik penumpang dan pergerakan pesawat, serta kepadatan slot penerbangan, Garuda Indonesia terus melakukan koordinasi intensif bersama stakeholder penunjang layanan penerbangan lainnya seperti Angkasa Pura, Otoritas Bandara dan AirNav, untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan.”

“Tercatat pada siang ini tingkat ketepatan waktu layanan penerbangan Garuda Indonesia pada keseluruhan station mencapai lebih dari 91 persen dengan capaian OTP pada sektor penerbangan Jakarta sebesar 92 persen. Adapun puncak periode peak season pada libur akhir tahun ini terjadi di tanggal 23 Desember 2017 dengan jumlah penumpang per hari mencapai 84 ribu penumpang,” ungkap Hengki.

Hengki menambahkan, “Kami tentunya menyadari kelancaran kinerja operasional penerbangan Garuda Indonesia tidak terlepas dari sinergi bersama yang dilakukan antar stakeholder layanan penerbangan khususnya hal-hal yang terkait dengan pelayanan kebandaraan, kami optimis dengan koordinasi intensif yang dilaksanakan antar pemangku kepentingan, kelancaran operasional penerbangan dapat ter-maintain dengan baik.”

Sementara itu, Garuda Indonesia juga kembali melakukan penambahan extra seat sebanyak 3 ribu kursi diluar kapasitas tambahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Penambahan kapasitas tersebut dilakukan menyusul meningkatnya demand pasar pada periode liburan akhir tahun ini serta telah terpenuhinya target keterisian penumpang pada kapasitas kursi tambahan pada layanan penerbangan akhir tahun.

Dengan demikian total kapasitas kursi tambahan layanan penerbangan Garuda Indonesia pada periode Natal dan  Tahun Baru adalah sebesar 26 ribu kursi.

“Kami akan terus me-maintain capaian OTP tersebut mengingat periode peak season masih akan terus berlangsung hingga pekan pertama Januari 2018. Kami jugamengantisipasi kegiatan operasional di periode peak season tersebut dengan mempersiapkan prosedur mitigasi dalam menunjang kelancaran operasional serta posko layanan operasional yang beroperasi selama 24 jam.”

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 73.000 Kursi Tambahan

Garuda Indonesia Group melalui layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menyiapkan sedikitnya 76 ribu kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangandomestik dan juga internasional sebagai upaya mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode hari libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, mulai tanggal 20 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018.

Intip Kecanggihan dan Ruang Kabin Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia

Meski telah menyebutkan tidak akan mendatangkan pesawat baru pada tahun 2018, maskapai Garuda Indonesia di penghujung tahun ini kedatangan pesawat anyar. Tak lain adalah Boeing 737 MAX 8 yang telah dipesan pada tahun 2014 lalu. Berdasarkan informasi dari Boeing.com, maskapai plat merah ini telah memesan 50 unit Boeing 737 MAX 8 pada tahun 2014.

Baca juga: Airbus A320Neo – Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink

Dari informasi yang dihimpun, Boeing 737 MAX 8 perdana Garuda Indonesia diterbangkan ke Indonesia melalui rute Seattle-Tacoma, Washington-Honolulu, Hawai-Kepulauan Marshall, Majuro-Bandara Frans Kaisiepo, Biak. B737 Max 8 kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Juanda di Surabaya untuk menjalani sertifikasi PBN.

Nah, seperti apakah kemampuan Boeing 737 MAX? Pesawat narrow body yang sebelumnya telah dioperasikan Lion Air dan Batik Air. Boeing 737 MAX 8 dirancang sebagai pesawat yang efisien bahan bakar dan nyaman bagi penumpang dengan suasana kabin yang lebih senyap. Bahan bakar 737 MAX juga diklaim lebih hemat 20 persen dibanding generasi 737 saat ini (737 NG). Boeing 737 MAX 8 meningkatkan kemampuan varian Boeing 737 Next Generation (NG) dengan daya jelajah terbang 340-570 mil laut lebih jauh, menjadi 3.500 mil laut (6.500 km).

Dari segi aerodinamika, Boeing 737 MAX 8 mengusung desain winglet terbaru, yang dijuluki Scimitar Winglet. Ujung sayap B737 MAX 8 terlihat seperti dibelah menjadi dua, satu menjulur ke atas dan satu ke bawah. Inilah ciri utama varian B737 MAX. Winglet di ujung sayap berguna untuk memecah turbulensi udara yang terjadi di ujung sayap, saat pesawat berjalan dalam kecepatan tinggi. Turbulensi yang dihasilkan itu menghasilkan drag (daya hambat). Karena menghambat laju pesawat, maka mesin membutuhkan tenaga lebih, yang ujung-ujungnya drag ini membuat konsumsi bahan bakar boros. Dengan winglet tambahan di ujung sayap, turbulensi udara di ujung sayap tadi bisa dipecah.

Baca juga: Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia

Pasokan tenaga Boeing 737 MAX 8 menggunakan mesin jenis terbaru, CFM LEAP 1B. Desain mesin ini diklaim lebih senyap dibanding generasi mesin sebelumnya, yakni CFM56. Operating cost-nya juga diklaim 7 persen lebih hemat dibanding mesin CFM56 yang dipakai varian Boeing 737 NG. Untuk membuat kabin menjadi lebih senyap, polusi suara (noise) yang dihasilkan oleh mesin CFM LEAP-1B juga sudah diturunkan. Caranya, Boeing membuat desain penutup mesin bergerigi di bagian belakangnya.

Hingga akhir 2015 lalu, Boeing mengklaim telah menerima 3.000 pesanan 737 MAX dari berbagai konsumennya di seluruh dunia. Garuda Indonesia memesan B737 Max 8 sebanyak 50 unit dengan harga pada tahun itu senilai 4,9 miliar dolar AS.

Tingkatkan Keselamatan, Jepang Luncurkan Pemindai QR Code di Peron Kereta Bawah Tanah

Sebagai salah satu kiblat perkeretaapian dunia, tidak heran nampaknya jika Jepang menelurkan sebuah inovasi baru yang dapat menunjang keseluruhan aspek pengoperasian si ular besi ini. Seperti yang baru-baru ini menjadi viral adalah pemasangan QR Code yang akan menunjang pengoperasian dari pintu penghalang di platform (peron) stasiun kereta bawah tanah. Tak ayal, sebagian netizen menganggap pemasangan inovasi ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya laporan tentang penumpang yang jatuh ke rel di dalam peron.

Baca Juga: Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman qrcodepress.com (27/12/2017), ada banyak keuntungan dari pemasangan QR Code yang bersinergi dengan safety barriers ini, diantaranya adalah adalah kenyataan bahwa safety barriers dapat digunakan terlepas dari penempatan pintu di kereta. Semua pemangku kepentingan di Negeri Sakura berharap, pemasangan QR Code yang bersinergi dengan safety barriers ini dapat sepenuhnya rampung di seluruh platform kereta bawah tanah sebelum pagelaran Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimpiade di mulai.

Baru-baru ini, pemerintah Jepang menguji coba inovasi yang berkaitan dengan keselamatan penumpang ini di sepanjang jalur kereta bawah tanah di Toei. Sebuah QR Code berukuran 15cm X 15cm yang ditempel di jendela kereta akan di-scan oleh kamera yang terpasang di safety barriers. Sementara tidak ada QR Code yang di-scan oleh kamera, maka safety barriers tetap berada dalam kondisi tertutup. Ketika kereta tiba, maka kamera dengan otomatis akan memindai QR Code tersebut dan membuka safety barriers, sehingga penumpang bisa masuk ke dalam rangkaian.

Baca Juga: Samsung Pasok Teknologi 5G di Kereta Cepat Jepang

“Kamera akan memindai kode dan membuka semua safety barriers secara bersamaan,” ungkap salah seorang pejabat Biro Transportasi metropolitan Tokyo. Dalam merealisasikan inovasi ini, pemerintah Jepang tidak berdiri sendiri. Mereka bekerja sama dengan Denso Wave Inc., sebuah perusahaan yang menaungi bisnis Automatic Data Captures, Industrial Robots and Controllers.

Kerja sama ini memang bisa dibilang tidak terlalu mudah untuk dijalani, mengingat pemasangan QR Code yang bersinergi dengan safety barriers di kereta api merupakan yang pertama di dunia. Mungkin sistem seperti ini patut dicontoh oleh perkeretaapian Indonesia, karena setidaknya pemasangan QR Code dan safety barriers akan membuat penumpang lebih tertib dan dapat menghindari kejadian penumpang yang jatuh ke rel di dalam peron.

Setelah Hadir di 200 Stasiun, Google Station Perluas Jaringan di Seluruh India

Sampai saat ini sebanyak 200 stasiun kereta api di India memiliki area publik free WiFi dari Google dan direncanakan untuk diperluas ke berbagai kota di seluruh India. Vice President of Product Management Next Billion User (NBU) di Google, Caesar Sengupta mengegaskan keberhasilan program WiFi publik yang mulai di uji coba pada Januari tahun 2016 lalu.

Baca juga: “Jemput Bola,” Google Edukasi Warga Sheffield Dengan Bus Pintar

KabarPenumpang.com melansir dari laman gadgets.ndtv.com (5/12/2017), Sengupta mengungkapkan bahwa ada lebih dari 7,5 juta pengguna yang memanfaatkan akses internet berkecepatan tinggi ini melalui Google Station di India. Program ini sebenarnya sudah ada di 227 stasiun di India dan akan menambah 22 stasiun lagi bulan Desember ini.

Saat ini raksasa pencarian tersebut akan menambah hingga 400 stasiun untuk tahun depan yang perencanaanya sudah dimulai sejak tahun 2016. “Google Station membantu menghubungkan lebih banyak orang dengan internet yang terjangkau dan dapat diandalkan lewat hotspot. Tempat sehari-hari di mana Anda pergi untuk mendapatkan internet berkualitas tinggi untuk men-download video dan aplikasi, apa pun yang Anda pilih untuk dilakukan. Bahkan dengan kemajuan luar biasa dalam memperluas mobile Internet di India, kami masih menemukan bahwa WiFi publik tetap merupakan langkah penting dalam mendapatkan internet terjangkau berkualitas tinggi bagi semua orang,” kata Sengupta.

Dia menambahkan, saat ini Google Station juga berkembang di luar stasiun kereta api dan ada di kota-kota serta negara-negara lain salah satunya Indonesia. Google diketahui meluncurkan 53 Google Station pada bulan September lalu yang awalnya direncanakan untuk meningkatkan jaringan WiFi publik menjadi 100 stasiun pada 2016.

Selain stasiun kereta api, Google saat ini berencana untuk mengaktifkan WiFi publik berkecepatan tinggi melalui Google Stationnya yang tersebar di India. Diketahui, raksasa pencarian ini ingin membuat akses internet di berbagai kota cerdas India dan juga sedang menyiapkan perluasan jaringannya ke institusi pendidikan dan universitas di masa depan.

Google saat ini bekerja sama dengan perusahaan RailTel Corporation untuk menyediakan akses Internet cepat di perangkat seluler melalui Google Station. Namun, dengan perluasan program tersebut, tim pimpinan Sundar Pichai juga berencana untuk mengikat ISP baru.

Baca juga: Setelah India, Google Station Siap Tebar Free WiFi Gratis di Indonesia

Pada bulan Agustus, Google Station memasuki Indonesia untuk membantu memperbaiki akses internet di stasiun kereta api lokal. Google bermitra dengan CBN dan Fiberstar untuk menghadirkan WiFi publik berkecepatan tinggi bagi pengguna Indonesia.

Takut Tersasar di Bandara Asing? Pakai Fitur Terbaru dari Apple Maps!

Tidak ada yang bisa memungkiri bahwasanya kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi jika berada di tengah lingkungan baru, tidak terkecuali dengan bandara yang notabene baru kali pertama kita sambangi. Tentu saja kita akan rajin melihat papan penunjuk lokasi atau bahkan bertanya kepada petugas di sana agar tidak tersasar. Nah, melihat adanya celah bisnis yang terbuka lebar, Apple menelurkan sebuah fitur baru yang dapat memudahkan Anda untuk berkeliling di sebuah bandara tanpa mesti takut tersasar.

Baca Juga: Manjakan Penumpang Asal Cina, Sydney Airport Gaet Baidu Hadirkan Peta Bandara

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (21/12/2017), fitur terbaru dari Apple Maps ini menampilkan pemetaan indoor dari sebuah bandara, lengkap dengan denah persebaran tenant. Tidak hanya itu saja, fitur terbaru ini juga dapat menampilkan jam operasional dari masing-masing tenant, sehingga Anda tidak perlu lagi kelimpungan mencari makanan di sebuah bandara yang masih asing.

Tidak melulu soal kelengkapan bandara, Apple Maps juga tentu saja dapat menunjukkan Anda pos keamanan bandara, counter check in, hingga pos baggage claim. Jika bandara yang Anda datangi memiliki dua lantai, maka Apple Maps dapat langsung menyesuaikan di lantai mana Anda berada. Menganut prinsip yang hampir sama dengan Google Maps atau aplikasi penunjuk arah lainnya, Apple Maps juga menggunakan prinsip real-time, jadi kapan pun Anda melangkah, maka kursor penanda yang berada di aplikasi tersebut juga akan mengikuti kemana arah langkah Anda.

Di sini, Apple berusaha menandingi rival utamanya dalam hal pemetaan, yaitu Google Maps. Maka dari itu, tidak heran jikalau banyak orang yang tercengang ketika melihat perubahan signifikan yang dilakukan oleh perusahaan milik mendiang Steve Jobs ini. “Keren memang melihat perubahan yang dilakukan oleh Google Maps selama ini. Tapi yang tidak kalah menakjubkan adalah perubahan ‘kecil’ yang dilakukan oleh Apple Maps,” ungkap seorang kartografer bernama Justin O’Beirne, yang disinyalir turut mengambil bagian dalam improvisasi yang dilakukan oleh Apple.

Baca Juga: Ini Lho! Tampilan Baru Google Maps

Anda tidak akan dipungut biaya untuk mengunduh aplikasi Apple Maps ini, namun pastikan smartphone yang Anda gunakan sudah memiliki versi terbaru dari sistem operasi mobile iOS, iOS11, dan  iPhone, iPad, atau iPod Touch. Hingga saat ini, update terbaru dari Apple Maps baru menyediakan pemetaan indoor dari 35 bandara di seluruh dunia termasuk LA, NY, Chicago, Denver dan Seattle. Namun sayangnya, Apple masih mengembangkan fitur andalannya ini di beberapa kota besar lainnya, seperti San Francisco, Boston, Washington, dan Dallas.

Melenceng dari Target, Soal Pembebasan Lahan Fatmawati Jadi Alasan PT MRT Jakarta

Walaupun PT MRT Jakarta (PT MRTJ) telah mengumumkan waktu peluncuran layanan Metro pertama di Indonesia ini, tapi warga Ibukota masih penasaran dengan progress yang sudah mereka capai hingga saat ini. Tidak hanya warga Jakarta, pekerjaan konstruksi Mass Rapid Transit seolah mencuri perhatian seluruh warga Indonesia. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap apa yang telah mereka lakukan selama ini, PT MRTJ membeberkan progress pengerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus – Bunderan HI dalam sebuah forum jurnalis yang diadakan pada Rabu (20/12/2017) kemarin.

Baca Juga: Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!

“Progress Konstruksi untuk Depo dan Stasiun Lebak Bulus per tanggal 15 Desember adalah 82,59 persen, sedangkan untuk Stasiun Senayan sudah mencapai 94,59 persen. Total progressnya sudah 88,56 persen,” ungkap William P Sabandar selaku Direktur Utama PT MRTJ pada acara itu. “Overall, target kami pada 31 Desember adalah 90,14 persen, dengan rincian 85,20 persen untuk Depo dan Stasiun Lebak Bulus dan 95,13 persen untuk Stasiun Senayan,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com, Corporate Secretary PT MRTJ Tubagus Hikmatullah menargetkan seluruh pengerjaan sipil Fase 1 ini rampung 100 persen pada pertengahan tahun 2018 mendatang. “Direncanakan pada Juli 2018,” sambung Hikmat. Pekerjaan sipil tersebut meliputi pembangunan jalur layang, bawah tanah, Depo Lebak Bulus, dan 13 stasiun MRT lainnya yang berada di sepanjang jalur Lebak Bulus – Bunderan HI. Namun seperti yang sudah dijabarkan di atas, masih terdapat selisih antara pencapaian yang sudah diraih hingga saat ini dan proyeksi yang PT MRTJ targetkan. Dimana letak masalahnya?

“Proses pembebasan lahan di daerah Fatmawati kemarin sempat menghambat proses pembangunan,” tutur Hikmat seraya menjawab pertanyaan apa yang membuat progress PT MRTJ mengalami keterlambatan. “Namun masalah itu kini sudah selesai, yang lain tidak ada masalah,” tukasnya. Meski ada keterlambatan, Hikmat menilai pembangunan tersebut masih bisa diakselerasi, sehingga selisihnya pun tidak terlalu besar dari target awal. Selain soal pembebasan lahan di daerah Fatmawati beberapa waktu yang lalu, cuaca menjadi salah satu faktor penghambat pengerjaan MRT.

Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi

“Musim penghujan kerap kali menyebabkan stasiun MRT Dukuh Atas tergenang, tapi sejauh ini asih bisa diatasi,” tutur Hikmat santai. Menurut agenda, warga Ibukota sudah bisa menjajal layanan kereta Metro pertama di Indonesia ini pada Maret 2019 mendatang, dengan perkiraan daya angkut hingga 200 ribu penumpang setiap harinya. Perkembangan terakhir, beberapa utusan PT MRTJ telah menyelesaikan kunjungan ke Jepang pada pertengahan Desember kemarin untuk menguji coba armada yang nantinya akan menjadi primadona di dunia transportasi ini.

Ketahui Makna Tersirat di Balik Plat Nomor Kendaraan Yuk!

Pernahkah Anda memperhatikan plat nomor kendaraan Anda dan bertanya-tanya tentang komposisi huruf dan angka yang ada di dalamnya? Sebagai salah satu ‘kode unik’ yang tertera di masing-masing kendaraan, dapat dipastikan bahwa tidak mungkin ada komposisi yang sama antara satu kendaraan dengan yang lainnya.

Baca Juga: 10 Peraturan Lalu Lintas Unik Ini Siap Membuat Anda Kernyitkan Dahi

Padahal, jika Anda dapat dengan jeli membaca komposisi tersebut, maka Anda dapat dengan mudah mengetahui sedikit asal usul dari kendaraan tersebut. Berikut, KabarPenumpang.com jabarkan penjelasan mengenai komposisi huruf dan angka yang terdapat di plat nomor kendaraan, dihimpun dari berbagai laman sumber.

Patut diketahui, penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan. Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor itu sendiri kini sudah ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penomoran Kendaraan Bermotor.

Seperti yang sudah diketahui bersama, huruf pertama (dan kedua untuk sebagian daerah) yang ada di bagian depan plat nomor kendaraan merupakan kode kota kendaraan tersebut, seperti B untuk DKI Jakarta (Termasuk Kodya dan Kabupaten Bekasi, Kodya dan Kabupaten Tangerang, dan Kodya Depok), D untuk Kodya dan Kabupaten Bandung, DK untuk Provinsi Bali, dan seterusnya. Tapi, tidak semua huruf dalam susunan alphabet dijadikan kode penanda suatu daerah lho!

Untuk masalah nomor, ada makna tersiratnya sendiri. Nomor 1 sampai 1999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang, nomor 2000 sampai 6999 dialokasikan untuk sepeda motor, nomor 7000 sampai 7999 dialokasikan untuk bus, dan nomor 8000 hingga 9999 dialokasikan untuk kendaraan beban. Sederhananya seperti itu.

Baca Juga: Riset INRIX: Setelah Jakarta, Bandung Jadi Kota Termacet Kedua di Indonesia

Lalu untuk susunan alphabet yang terdapat di belakang nomor juga punya artinya sendiri. Khusus untuk daerah Jadetabek, tiga huruf biasanya tersematkan di bagian belakang nomor polisi. Untuk memudahkan pemahaman, kita ambil contoh B **** XYZ. Huruf X yang ada di contoh tersebut merujuk pada kode wilayah pendaftaran.

U – Jakarta Utara
B – Jakarta Barat
T – Jakarta Timur
P – Jakarta Pusat
S – Jakarta Selatan
E – Depok
N dan W – Tangerang Selatan dan atau Kabupaten Tangerang
C dan V – Kodya Tangerang
K – Kota Bekasi
F – Kabupaten Bekasi

Sementara untuk huruf Y yang ada pada contoh di atas mewakili jenis kendaraan berdasarkan golongan.

A – Sedan/Pick Up
F – Minibus, Hatchback, City Car
V – Minibus
J – Jeep dan SUV
D – Truk
T – Taksi/Angkutan Kota (Angkot)
U dan Q – Kendaraan Staf Pemerintah

Khusus untuk sepeda motor, tidak masuk ke dalam klasifikasi di atas karena jenisnya yang terlalu banyak. Sementara untuk huruf Z yang tercantum pada contoh berfungsi sebagai pembeda jikalau nomor yang dialokasikan berdasarkan jenis kendaraan sudah mencapai batas akhir.

Jadi, apakah Anda sekarang sudah bisa ‘membaca’ plat nomor Anda sendiri?

Tahun 2019, Pabrik PT INKA di Banyuwangi Mulai Beroperasi

Fasilitas pabrik baru milik PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) akan dibuka di Banyuwangi dan dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang. Pabrik ini dibangun dengan nilai investasi Rp600 miliar.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT INKA Mohamad Nur Sodiq mengatakan, saat ini progres pembangunan pabrik, baru merampungkan urusan pembebasan lahan. Sehingga pembangunan pabrik tersebut akan dimulai pada Maret 2018 dan akan dijadikan pabrik kereta api berbahan dasar stainless steel dan aluminium.

Baca juga: Pensiunkan Gerbong Berusia 30 Tahun, PT KAI Pesan 438 Gerbong Baru dari PT INKA

Saat ini PT INKA sedang berfokus pada tahap kostruksi pabrik, sehingga tahun 2019 mendatang pabrik pembuatan kereta ini sudah bisa beroperasi. KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, diketahui setelah selesai pembangunannya PT INKA akan memiliki dua pabrik besar menjadi Madiun dan Banyuwangi.

“Tahun ini untuk pengadaan tanah, tahun depan untuk konstruksi pabriknya. Jadi pabrikan INKA, main factory atau pabrik utama ada di Madiun, satu lagi di Banyuwangi proses pengadaan tanah selesai tahun ini kemudian 2018 konstruksi kita harapkan awal 2019 sudah siap berproduksi” ujar Sodiq.

Sodiq mengatakan dengan pembangunan kedua ini diharapkan PT INKA kedepannya bisa memenuhi kebutuhan pembuatan kereta api baik dalam maupun luar negeri. Menurutnya, kapasitas produksi kereta di Madiun sudah melebihi kapasitasnya, sehingga PT INKA membangun pabrik baru.

“Kapasitas produksi itu jadi tantangan. Untuk hadapi berbagai pesanan kemampuan harus ditingkatkan dan solusinya dengan pembangunan pabrik baru,” kata Sodiq. Ia menambahkan, kemampuan PT INKA berporduksi sekitar tiga kereta dalam dua hari. Ini dinilai belum cukup, dikarenakan PT INKA mendapatkan banyak pesanan dari dalam dan luar negeri. Dia menargetkan, setelah selesainya pabrik Banyuwangi, maka kemampuan produksi bisa bertambah hingga dua kali lipatnya.

“Hari ini kita bisa hasilkan 1,5 car per day. Itu dengan spesifikasi terberat, jadi rata-rata 1,5 car per day. Yang 1,5 car itu juga akan kita tingkatkan ke 3 car per day,” pungkasnya.

Baca juga: Indonesia Tawarkan Produk Kereta dari PT INKA Ke Kosta Rika

PT INKA saat ini tengah menangani pesanan kereta api yang cukup banyak, antara lain proyek KRL Bandara Soekarno Hatta-Sudirman, LRT di Palembang yang disiapkan untuk SEA Games, LRT Jabodetabek, termasuk juga proyek dari PT KAI untuk mengganti gerbong-gerbong kereta yang usianya sudah tua.

Selain itu PT INKA juga mengerjakan pesanan kereta api dari beberapa negara salah satunya Bangladesh serta mengikuti tender di Zambia, Srilanka dan Nigeria serta memenuhi pesanan kereta dari beberapa negara di ASEAN.

Stasiun Kereta Ini Khusus Layani Seorang Gadis SMA Untuk Bersekolah, Salut!

Memang, namanya tidak setenar stasiun-stasiun lain di Jepang, seperti Tsurumi, Ueno-Tokyo, Yokohama, dan Akihabara, namun stasiun kecil ini mampu menyedot perhatian publik dunia karena kisah inspiratif yang tersirat di dalamnya. Bagaimana tidak, walaupun Stasiun Kami-Shirataki yang terletak di Engaru, Hokkaido ini hampir ditutup pada bulan Maret 2016 silam, namun sang operator menunda penutupan demi seorang gadis yang masih bersekolah. Kok bisa?

Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Hokkaido Railway Company (JR Hokkaido) selaku operator Stasiun Kami-Shirataki mengumumkan pada Juli 2015 bahwasanya pihaknya akan menutup stasiun tersebut bersamaan dengan dua stasiun lainnya yang berada di Sekihoku Main Line, yaitu Stasiun Shimo-Shirataki, dan Stasiun Kanehana. Penutupan tersebut dilandaskan pada rendahnya permintaan penumpang dari ketiga stasiun tersebut dan terpencilnya lokasi stasiun.

Stasiun Kami-Shirataki. Sumber: Wikipedia

Karena dua alasan yang sudah dijabarkan di atas, akhirnya JR Hokkaido pun bersiap untuk menutup stasiun tersebut, hingga pada akhirnya mereka menyadari bahwa stasiun tersebut  masih digunakan setiap harinya oleh seorang gadis SMA untuk berangkat dan pulang sekolah. Akhirnya, pihak JR Hokkaido pun batal menutup stasiun Kami-Shirataki dan tetap mengoperasikannya hingga gadis yang tidak diketahui namanya tersebut menyelesaikan masa pendidikannya. Menurut kabar yang beredar, gadis tersebut seharusnya sudah lulus pada Maret 2016.

Atas putusannya tersebut, pihak operator seolah memberikan gadis tersebut sebuah hak khusus terhadap Stasiun Kami-Shirataki, dimana kereta yang melintas di Sekihoku Main Line akan berhenti untuk menjemputnya berangkat ke sekolah di pagi hari dan mengantarnya pulang ke rumah di sore hari. Tak ayal, respon positif pun terpancar dari netizen yang mengetahui hal tersebut, karena menilai pihak JR Hokkaido telah memprioritaskan pendidikan seseorang. Pihak operator menuai banyak pujian dari netizen melalui berbagai sosial media.

Walaupun tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menghubungkan kelulusan gadis tersebut dan penutupannya, akhirnya stasiun dengan kode A44 yang dibuka pada 1 Oktober 1932 ini secara resmi mengakhiri masa operasinya pada 25 Maret 2016.

Baca Juga: Unik! Berangkat Lebih Awal, Operator Kereta di Jepang Justru Meminta Maaf Kepada Penumpang

Mungkin kebanyakan dari Anda akan berdecak kagum dengan apa yang sudah dilakukan oleh JR Hokkaido yang mengutamakan pendidikan seseorang. Atau mungkin beberapa dari Anda ada yang merasa cemburu dengan operator kereta Jepang tersebut karena operator kereta kita belum sehebat di Negeri Sakura?

Garuda Indonesia Sabet Posisi Empat di Best Economy Class Airlines

Di penghujung tahun 2017 ini, ada kabar menggembirakan untuk Garuda Indonesia, pasalnya maskapai plat merah Kebanggaan Nasional ini berhasil menempat posisi empat sebagai penyedia layanan kelas ekonomi terbaik versi Skytrax. Penerbangan kelas bisnis dan kelas satu boleh saja menjadi primadona untuk penumpang, namun dari sisi maskapai dengan penerbangan berjadwal, sumber pendatapan terbesar jelas masih dari kelas ekonomi.

Baca juga: Bandara Internasional Hong Kong Sabet Predikat “Bintang Lima” dari Skytrax

KabarPenumpang.com melansir dari businessinsider.com (26/12/2017), ada sepuluh maskapai penerbangan yang masuk dalam daftar Best Economy Class Airlines. Ranking yang dibuat Skytrax berdasarkan survei 19,87 juta penumpang dari 105 negara. Survei tersebut meliputi lebih dari 320 maskapai penerbangan dengan ukuran 49 parameter, mulai dari prosedur boarding, kenyamaan, kondisi tempat duduk hingga kualitas pelayanan oleh awak kabin. Dan berikut sepuluh maskapai yang berhasil masuk sebagai Best Economy Class Airlines. 

1. Thai Airways
Maskapai penerbangan asal Thailand yang berpusat di Bangkok ini tak hanya menjadi yang terbaik di penghargaan kelas ekonomi dunia. Tahun 2017 ini, Thai Airways sudah menyabet empat penghargaan sekaligus diantaranya World’s Best Airport Service 2017, World’s Best Economy Class, World’s Best Airline Lounge Spa, dan Best Economy Class Onboard Catering.

2. Qatar Airways
Maskapai ini menjadi salah satu operator paling cepat berkembang di industri penerbangan. Qatar sendiri menjadi salah satu maskapai bintang lima dari Skytrax bersama empat perusahaan penerbangan lainnya.

Thai Airways, menduduki peringkat pertama Best Economy Class Airlines (Thai Airlines)

3. Asiana Airines
Maskapai milik Negeri Gingseng atau Korea Selatan ini sudah terbukti dalam pelayanan kelas ekonominya. bahkan pada tahun 2016 lalu, Asiana sempat mendapat peringkat pertama untuk World’s Best Economy Class, Best Economy Seat, dan Best Economy Class Onboard Catering. Sayangnya peringkat tersebut harus digantikan oleh Thai Airways tahun ini.

4. Garuda Indonesia
Berada di sepuluh besar dunia dan menjadi nomor empatnya, bukanlah hal mudah untuk maskapai plat merah Indonesia ini. Selain menduduki peringkat empat kelas ekonomi terbaik, Garuda Indonesia juga mendapat penghargaan kategori World’s Best Cabin atau awak kabin terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut.

5. Singapore Airlines
Maskapai milik Negeri dengan lambang Merlion ini sudah banyak meraih penghargaan internasional. Salah satunya adalah menjadi maskapai penerbangan terbaik se-Asia dan Best Business Class Airlines Seat.

6. Japan Airlines
Maskapai utama asal Jepang ini masuk dalam favorit penumpang kelas ekonomi. Selain posisi kedua ditempati ANA.

(Japan Airlines)

7. Emirates
Berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab, maskapai ini berkembang pesat pada akhir tahun 2000-an. Emirates sendiri saat ini menjadi salah satu maskapai penerbangan terbaik dunia yang terkenal dengan armada pesawat wide body ultra modern.

8. All Nippon Airways (ANA)
Berbasis di Tokyo, Jepang, staf dan pelayanan ANA bisa dikatakan terbaik. Selain soal kabin ekonominya, ANA juga pernah menyabet predikat World’s Best Airport Services atau pelayanan bandara terbaik di dunia.

Baca juga: Wow! Tujuh Bandara Ini Punya Fasilitas Tur Gratis

9. EVA Air
Pernah mendapat penghargaan Best Airline Transpasific, EVA Air dari Taiwan masuk dalam daftar sepuluh pesawat dengan layanan kelas ekonomi terbaik dan sepuluh maskapai dengan layanan katering terbaik.

10. Lufthansa
Perusahaan asal Jerman dan menjadi maskapai terbesar di Eropa kali ini menduduki peringkat sepuluh terbaik untuk peringkat pelayanan kelas ekonomi terbaik. Lufthansa hingga kini masih setia melayani penerbangan jarak jauhnya ke Indonesia.