YAPE, Robot Pengirim Barang Dengan Teknologi Pemindai Wajah

Tatkala tren drone mengumandang, maka salah satu kegunaan drone di lingkup sipil adalah perannya sebagai wahana pengantar barang (delivery drone). Dalam hal ini yang digadang jelas drone udara dengan basis quadcopter sehingga bisa mendarat presisi ke alamat pemesan. Simple dan efektif jelas terbayang dari penggunaan drone udara, namun faktanya penerapan drone udara untuk delivery barang menghadapi sejumlah tantangan berat di beberapa negara, tak lain soal regulasi dan aturan keselamatan yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum drone udara benar-benar bisa dioperasikan. Nah, ketimbang menanti lama regulasi yang rumit, dari Italia meluncur drone alias robot pengantar barang.

Baca juga: Ada Robot Parkir Valet di Bandara Lyon, Begini Cara Kerjanya!

Your Autonomous Pony Express atau YAPE merupakan salah satu teknologi terbaru dari Italia e-novia. KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (28/12/2017), bahwa YAPE adalah sebuah robot yang dibuat untuk membantu pelanggan dalam pelayanan dan mudah digunakan. Bentuk dan fugsinya serupa dengan Piaggio Fast Forward’s Gita, YAPE sendiri dibekali dengan sistem GPS, kamera video dan laser yang bisa menjangkau penemuan untuk melakukan perjalanan dengan menyusuri jalan-jalan kota secara mandiri.

YAPE ini juga di program saat berjalan bisa menghindar dari rintangan seperti lubang atau menghindar dari pejalan kaki. Ini secara teknologi nirkabel YAPE juga mampu mengakses sensor yang berada di sekitar kota untuk memantau status lampu lalu lintas dan arus lalu lintas.

Penggunaan YAPE cukup mudah, dimana pengguna bisa memanggilnya dengan menggunakan aplikasi ke lokasi tempatnya berada. Setelah terpanggil dan sampai pada pemesan, YAPE akan menindikasi dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah pengirim untuk membuka kompartemennya serta memasukkan barang kedalam.

Setelah semua proses dilakukan, YAPE tersebut akan berangkat dengan sendirinya menuju alamat yang diberikan pengguna untuk sampai ke penerima. Penerima juga akan di indikasi dengan teknologi pegenalana wajah oleh YAPE, kemudian kompartemen terbuka dan barang yang dikirim tersebut bisa diambil oleh penerima.

Baca juga: Perkenalkan Flagman, Robot Pengatur Lalu Lintas di India

YAPE dirancang untuk mampu mengangkut barang sampai 70 kg ke dalam kompartemennya. Robot kecil ini memiliki roda untuk berjalan dan menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya serta mampu menempuh perjalanan sejauh 80 km per charge baterai. Kecepatan maksimum masing-masing YAPE antara 6 dan 20 km per jamnya.

Uji coba pertama berjalan dan diselesaikan di kota Cremona di Italia pada awal bulan Desember 2017. YAPE akan dipamerkan di CES di Las Vegas, pada bulan Januari 2018 mendatang.

Minimalisir Tenaga Manusia, Jepang Mulai Kembangkan Puluhan Robot di Stasiun

Selamat datang di era robotika! Ketika tenaga manusia perlahan mulai tergantikan oleh eksistensi teknologi mutakhir seperti robot. Belum sempat atensi dunia berpaling setelah Korea Selatan merilis beberapa jenis robot untuk melancarkan perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2018, kini perhatian dunia mulai teralihkan kepada Negeri Sakura, Jepang yang dicanangkan akan menggunakan jasa robot pada prasarana transportasinya. Seperti apa ya kira-kira peranan robot tersebut?

Baca Juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman cnet.com, East Japan Railways mengumumkan pembuatan JRE Robotics Station pada pertengahan tahun 2017 kemarin. JRE Robotics Station ini sendiri merupakan sebuah perusahaan yang akan merancang robot untuk membantu dan menavigasi para pelancong selama berada di stasiun kereta api. Tugasnya adalah untuk memastikan para wisatawan tidak salah naik kereta dan tentu saja tidak ketinggalan kereta yang hendak mereka tumpangi. Sudah barang tentu, robot ini akan dilengkapi dengan fitur multi bahasa yang dapat memudahkan penyampaian informasi kepada para wisatawan.

Tidak hanya robot informatif seperti yang dijabarkan di atas saja, perusahaan ini juga rencananya akan mengembangkan robot lain yang dapat membantu membawa barang para pelancong, terutama bagi mereka yang menyandang disabilitas. Tidak cukup dengan dua robot di atas, JRE Robotics Station juga akan menyediakan robot yang dapat membersihkan stasiun, mirip dengan yang ada di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. Jika kondisi stasiun dinilai dalam kondisi bersih, maka robot ini akan merapikan barang-barang yang terletak tidak pada tempatnya.

Meninjau segi keamanan, sepertinya RoboCops akan menjadi satu terobosan baru yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan stasiun. Robot jenis ini pun telah masuk ke dalam wishlist JRE Robotics Station untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat. Gagasan ini didukung oleh pengelolaan East Japan Railways yang tidak melulu berkutat di dunia perkeretaapian, tetapi juga merambah dunia perhotelan dan pusat perbelanjaan di Jepang.

Baca Juga: Siapa Pembawa Obor Olimpiade Musim Dingin 2018? Tentu Saja Robot!

Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk melihat aksi dari beberapa robot di atas, nampaknya Anda masih harus menunggu untuk beberapa saat karena pihak JRE Robotics Station belum mengumumkan kapan robot-robot tersebut mulai bertugas untuk melayani para penumpang. Jika Jepang dan Korea sudah mulai memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya, lalu apa kabar dengan Indonesia? Akankah Ibu Pertiwi dapat menyalip kedigdayaan dua negara di atas?

Beroperasi Q1 2018, Kereta Bandara Minangkabau Adopsi Kereta Rel Diesel Listrik

Pertama kali adanya kereta bandara yakni di Bandara Internasional Kualanamu dan saat ini yang kedua sudah mulai berjalan pengoperasiannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dan tak lama lagi, kereta bandara ketiga akan meluncur di Provinsi Sumatera Barat, yakni Kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Baca juga: Setelah Dikritik Presiden, Tarif Kereta Bandara Soetta Turun Jadi Rp70 Ribu

Kereta bandara Minangkabau sendiri akan mulai beroperasi 2018 ini. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa nantinya saat beroperasi, satu rangkaian kereta bandara ini akan mampu mengangkut sekitar 348 penumpang.

Diketahui, satu train set kereta bandara ini sendiri terdiri dari empat gerbong. PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ini sudah memesan tiga train set dari PT Industri Kereta Api (INKA). Kereta Bandara Internasional Mingangkabau ini sendiri akan berbeda dengan kereta bandara lainya. Sebab, BIM bisa menampung penumpang baik berdiri maupun duduk, sehingga daya angkutnya lebih besar dari kereta lainnya.

Vice President Corporate Communication PT KAI Agus Komarudin mengatakan, kereta yang dipesan dari PT INKA adalah Kereta Rel Diesel Listrik. Namun, kereta ini akan berbeda dengan milik bandara Soetta yang menggunakan Listrik Aliran Atas atau LAA. “Ini Kereta Rel Diesel Listrik, serupa dengan kereta di Bandara Kualanamu,” ujar Agus.

Namun sebelum resmi beroperasi kereta ini akan diuji coba terlebih dahulu yang akan dilakukan pada Februari 2018, setelah satu train set dari INKA datang. Dua train set lainnya akan hadir di jalur BIM Maret 2018.

Uji coba kereta ini akan dilakukan bersama dengan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan sertifikat layak operasi. Sehingga kemudian bisa dioperasikan massal secepatnya setelah Februari 2018.

Ada beberapa hal yang akan di lakukan pada uji coba yakni kecepatan, getaran dan keamanan dalam pengoperasiannya. “Karena sarana baru harus diuji juga kecepatan berapa, getarannya seperti apa, pada kecepatan berapa. Nanti sarananya layak disertifikasi Ditjen KA atau Kementerian Perhubungan, kita bisa operasi ya operasi,” tutur Agus.

Baca juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta

Total Angggaran APBN untuk program pembangunan BIM mencapai Rp300 miliar. Jalur KA BIM membentang sepanjang 22 km’sp (empat stasiun) dari Stasiun Padang hingga Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Melintasi 18,1 km’sp jalur KA eksisting antara Stasiun Padang–Stasiun Tabing–Stasiun Duku dan 3,9 km’sp jalur KA baru antara Stasiun Duku–Stasiun BIM.

1.322 Pengguna Uber di Indonesia Rayakan Pergantian Tahun di Dalam Kendaraan

Uber, pionir dalam bisnis layanan transportasi berbasis online kini telah hadir di 24 kota di Indonesia. Dari Medan hingga Bali, masyarakat Indonesia merayakan kemeriahan tahun baru dengan berbagai acara dan tradisi. Dari berpesta bersama teman-teman, menikmati suasana pantai hingga makan malam bersama keluarga, Uber telah menemani perjalanan masyarakat di berbagai kota untuk menyambut tahun 2018.

Baca juga: Uber Tak Lagi Ilegal di Uni Eropa, Indonesia Kapan Bisa Terapkan Aturan Serupa?

Dan ada kabar menarik yang disampaikan pihak Uber pada saat malam pergantian tahun 2017/2018. Simak beberapa hal menarik yang tercatat dalam perjalanan Uber di malam tahun baru di 24 kota di Indonesia:

● Jakarta adalah kota dengan perjalanan Uber paling banyak di malam tahun baru di Indonesia.

● 13 perjalanan tercatat sebagai jumlah perjalanan terbanyak yang diselesaikan oleh satu mitra pengemudi selama periode tersibuk di malam tahun baru di Bandung.

● 6 tujuan, ternyata satu tujuan saja tidak cukup dalam merayakan tahun baru bagi dua penumpang di Jakarta. 8 penumpang lain di Jakarta menggunakan Uber sebanyak 5 kali pada malam tahun baru. Mereka adalah pengguna dengan perjalanan terbanyak di malam tahun baru 2018.

● 1.322 pengguna Uber merayakan pergantian tahun baru ketika dalam perjalanan dengan Uber.

● 16 perjalanan. Sebanyak 16 pengguna memilih layanan uberTRIP untuk memudahkan bepergian keliling kota menjelang momen pergantian tahun. Di Indonesia, UberTRIP hadir di Bali, Lombok dan Yogyakarta yang dapat digunakan minimum 3 jam.

● 554 pengguna. Banyak penumpang Uber yang memulai dan mengakhiri perjalanan Uber bersama dengan teman-teman mereka. Buktinya, ada 554 pengguna memakai fitur Multiple Destinations (Multi Destinasi) dan/ atau Split Fare (Berbagi Biaya).

● Penumpang Uber senang dengan layanan mitra pengemudi di malam tahun baru. Setidaknya ada 4768 mitra pengemudi yang mendapatkan pujian dari penumpang.

Selain itu, Uber juga mencatat beberapa tren perjalanan selama tahun 2017 di kota-kota di Indonesia termasuk Jakarta:

● Waktu terpopuler – Di Indonesia, waktu terpopuler untuk memesan perjalanan Uber adalah Jumat pukul 5 sore, tepat ketika waktu kerja berakhir. Sementara di Jakarta, warga dan pengunjung di Jakarta justru paling sering menggunakan Uber pada hari Rabu pukul 9.00.

● Produk terpopuler – Di Indonesia dan di Jakarta, produk Uber yang paling banyak digunakan adalah UberMOTOR, efektif digunakan untuk menembus kemacetan dengan harga yang terjangkau.

● Tujuan favorit – Warga Indonesia pengguna Uber paling sering bepergian ke lima negara selama tahun 2017, diantaranya Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Thailand, dan Australia. Untuk warga Jakarta, ternyata lima kota tujuan favorit mereka adalah Bandung, Surabaya, Bali, Singapura, dan Yogyakarta. Di kota-kota atau negara tersebut, warga Jakarta terus menggunakan ridesharing Uber sebagai solusi mobilitas mereka.

● Pengunjung mancanegara – Dalam 3 bulan terakhir, pengguna Uber di Jakarta tercatat berasal dari 78 negara.

JR Shikoku Rilis Kereta Wisata Khusus di April 2018

JR Shikoku, perusahaan layanan kereta di Jepang akan memulai tur khusus pada April 2018 mendatang, perjalanan ini membuat pelancong merasakan keseruan lebih dari satu kereta wisata untuk berkeliling pulau Shikoku di Jepang Barat. Selain menikmati kereta, pelancong juga bisa menikmati fasilitas menginap di berbagai tempat dalam semalam.

Baca juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

KabarPenumpang.com merangkum dari laman asahi.com (29/12/2017), tur ini bernama Shifuku no Monogatari dan memungkinkan para pelancong mengunjungi tempat-tempat wisata di seluruh pulau sambil berganti kereta. Paket tur ini akan berubah tergantung musim saat perjalanan.

Dikarenakan, perjalanan kereta ini memiliki fasilitas akomodasi sepanjang rute tur di malam hari, program ini juga diharapkan bisa membantu merevitalisasi masyarakat setempat. JR Shikoku yang dijalankan oleh Shokoku Railway Co memulai operasi kereta wisata pertamanya yakni Iyonada Monogatari pada Juli 2014 lalu.

(Wikimedia Commons)

Sedangkan untuk kereta Shikoku Mannaka Sennen Monogatari dan kereta troli turis Shikoku Kochi Bakumatsu Ishingo melakukan debut mereka masing-masing pada bulan April dan September tahun ini. Kereta-kereta ini cukup populer, sebab hidangan yang disajikan dalam kereta adalah makanan khas setempat sembari menikmati pemandangan indah.

Diketahui, nama Shifuku berarti empat jenis kebahagiaan yang didapat dari empat musim. Pada musim semi dua versi tur akan ditawarkan yakni Sakura no Sho dengan perjalanan yang akan dimulai dari kuil Zentsuji dan kemudiaan menaiki Shikoku Mannaka Sennen Monogatari dan kemudian dilanjutkan dengan kereta api Shikoku Kochi Bakumatsi Ishingo.

Para pelancong yang merupakan peserta tur akan menyaksikan bunga sakura di Kebun Raya Makino Makuba Kochi pada malam hari dan bunga-bunga di kastil Ozu. Ada pula budaya tradisional dari daerah setempat dan menikmati makanan di restoran Meiji 1868.

Tak hanya itu, paket wisata lainnya pelancong bisa menciptakan produk seni lacquer dengan Yoshito Yamashita. Setelah melihat Shikoku Konpira Kabuki Oshibai bermain di teater Kyu Konpira Oshibai, juga dikenal sebagai Kanamaruza, para peserta akan mengikuti sebuah jalan di Sakawa, Prefektur Kochi, di mana samurai terkenal Sakamoto Ryoma (1836-1867) berjalan sekitar saat dia memisahkan diri.

Peserta dalam dua paket tur musim semi akan mengakhiri perjalanan mereka dengan wahana di Iyonada Monogatari. Di musim panas atau lambat, JR Shikoku berencana untuk mengatur tur ekstra sepanjang Jalur Yodo dan di Tokushima.

Operator kereta api lainnya juga telah membuat serangkaian tur kereta api yakni Kyushu Railway Co memperkenalkan Nanatsuboshi (Seven Stars) pada tahun 2013. Sedangkan East Japan Railway Co memulai pengoperasian Train Suite Shiki-Shima pada bulan Mei tahun ini.

Twilight Express Jepang Barat Mizukaze memulai debutnya di bulan Juni. Semua adalah kereta tidur mewah dan menarik banyak perhatian. Tur JR Shikoku yang baru saja diluncurkan tidak akan menggunakan kereta tidur mewah seperti itu.

Namun, paket tersebut diharapkan memiliki efek ekonomi yang menguntungkan di daerah-daerah di sepanjang jalur kereta api, karena para peserta perlu mengganti kereta di sepanjang jalan.

“Saya berharap penumpang, saat mengganti kereta, tetap berada di daerah terdekat dengan cara yang bisa menimbulkan efek riak pada masyarakat lokal,” kata Presiden JR Shikoku Shinji Hani.

Paket Sakura no Sho tiga hari, dua malam akan dimulai pada tanggal 1 April, sedangkan tur musim semi lainnya akan dimulai pada tanggal 11 April dan berlangsung selama empat hari tiga malam. Tuduhan untuk kamar dua orang masing-masing adalah 125.000 yen atau Rp14.975.727 dan 175.000 yen atau Rp20.966.017 per orang.

Baca juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Harga termasuk tiket kereta api dan bus serta biaya hotel dan biaya makan selama tur berlangsung. JR Shikoku akan menerima pemesanan di loketnya di stasiun dan di situsnya di https://www.jr-eki.com antara 15 Desember dan 19 Januari. Setiap paket tur akan dibatasi hingga 24 peserta. Jika lebih banyak orang daripada kuota yang berlaku, peserta akan dipilih dengan undian.

Bandara Juanda Bantu Lancarkan Arus Penumpang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Bandara Internasional Juanda Surabaya membuka Posko yang digunakan untuk memperlancar pelaksanaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Hal dikatakan oleh General Manager Heru Prasetyo.

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 73.000 Kursi Tambahan

Heru mengatakan, Posko Natal dan Tahun Baru 2018 yang dibuat ini untuk mendukung kelancaran dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa pesawat utara. Posko ini diketahui melibatkan seluruh mitra kerja di PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Juanda seperti Otoritas Bandara Wilayah III Juanda, TNI, AirNav, Polisi, Kesehatan Pelabuhan, Maskapai, BMKG, Basarnas, Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina.

“Posko angkutan udara untuk Natal dan Tahun Baru 2018 ini berlangsung selama 22 hari sejak 18 Desember 2017 sampai dengan 8 Januari 2018 dan diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan di berbagai sisi supaya pelaksanaan Natal dan Tahun Baru yang ada di Bandara Internasional Juanda. Selama pelaksanaan Posko, Bandara akan terus dioperasikan selama 24 jam,” ujar Heru yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima (31/12/2017).

Untuk periode dari tgl 18 sampai dengn 29 des 2017 Bandara Internasional Juanda telah melayani 797.605 penumpang atau naik 11,6 persen dan melayani 5.479 penerbangan atau naik 11,2 persen dari periode yg sama di tahun 2016. Selama berlangsung Posko, kami juga memberikan tambahan pelayanan kepada penumpang berupa hiburan musik dan kesenian baik di Terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Juanda.

Baca juga: Faik Fahmi Jadi Direktur Utama Baru Angkasa Pura I

“Koordinator posko bandara juga secara periodik melaporkan dan berkoordinasi dgn koordinator posko nasional di kementerian perhubungan dgn menggunakan fasilitas video conference, adapun petugas operasional posko nasional dan posko di seluruh Bandara beroperasi sesuai jam operasi secara shift, diharapkan dengan adanya Posko ini penumpang yang ingin mendapatkan informasi seputar pelayanan dapat dimudahkan,” tambah Heru.

Siapkan Rp300 Ribuan Untuk Menikmati Cat Cafe Train

Kafe kucing pertama di Jepang sudah ada sejak 13 tahun lalu dan belum lama ini dibuat dalam sebuah kereta. Kereta kafe kucing atau Cat Cafe Train tersebut saat pertama diumumkan mendapat respon yang fantastis dari para penggemar kucing dan kereta api.

Pada awalnya sebelum booming, seperti sekarang banyak yang tidak yakin kafe kucing akan bertahan lama. Tak hanya itu gagasan membuat kafe ini terlihat seperti isapan jempol saja.

Baca juga: Dulunya Stasiun Kini Jadi Restoran Ramen

Namun, yang ada adalah terbalik, dimana kafe ini justru populer dengan penyuka kucing. KabarPenumpang.com melansir dari en.rocketnews24.com (8/8/2017), kesuksesan kafe kucing membuat kelompok penyelamat kucing yakni Gifu Sanctuary membuat ide dengan menciptakan kereta kafe kucing pertama di Jepang.

Proyek ini bekerja sama dengan Yoro Railway yang beroperasi di Preferensi Gifu dan Mei. Kereta kafe kucing ini nantinya akan berjalan diantara stasiun Ogaki dan Ikeno Gifu.

Para penumpang penguna kereta tersebut akan berbagi dengan sejumlah kucing yang diselamatkan dari pemusnahan masal. The Cat Cafe Train sendiri mulai beroperasi tanggal 10 Setember 2017 dengan kereta Yoro dari Ogaki pada pukul 10.30 dan tiba di Ikeno pukul 13.00.

Sedangkan rute sebaliknya, para penggemar kucing bisa naik dari Ikeno pukul 11.20 dan tiba di Ogaki 14.50. Dalam kereta kafe kucing ini, penumpang akan diberi makan siang bento kotak, permen dan bisa memeluk sebanyak 30 ekor kucing sepuasnya.

Untuk menikmati perjalanan bersama para kucing, penumpang harus merogoh kocek sebanyak US$27 atau 3000 Yen atau sekitar Rp366.175. Sebenarnya, dengan uang sebesar itu, selain menikmati perjalanan dengan kucing-kucing, juga untuk biaya penyelamatan mereka di Sanctuary.

Diketahui sekali perjalanan, kereta dibatasi hanya 40 penumpang setiap Cat Cafe Train. Pada perjalanan perdanya kereta api Yoro dengan Cat Cafe Train ini memulai pemesanan tiket pada 7 Agustus lalu dan mengumumkan hanya bisa dipesan sampai 4 September kemarin.

Mengingat kecintaan Jepang terhadap hewan lucu dan perjalanan kereta api, tidak mengherankan jika dibutuhkan waktu kurang dari satu hari bagi 80 orang untuk memesan tempat duduk mereka, dan Yoro Railway mengirimkan pengumuman kedua pada 7 Agustus bahwa pemesanan sekarang telah ditutup saat itu.

Baca juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

Dengan respon yang sangat cepat, bagaimanapun, pihak Yoro Railway tidak akan terkejut jika perusahaan tersebut sudah merencanakan Train Cat Cafe lain untuk perjalanan pada tanggal berikutnya.

Agar Aman Menggunakan Keran Air Siap Minum, Perhatikan Tips Berikut Ini!

Musim libur telah tiba! Tidak sedikit warga ibukota yang memilih untuk menghabiskan waktu berlibur mereka bersama orang-orang tercinta. Ada yang mengunjungi keluarga di kampung halaman, hingga mengunjungi suatu destinasi wisata.

Nah, jika diperhatikan, beberapa destinasi wisata lokal kini sudah menyediakan sebuah fasilitas yang memungkinkan para pengunjungnya untuk minum melalui keran air. Walaupun air yang dikeluarkan dari keran tersebut siap minum, tapi ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Berikut, KabarPenumpang.com paparkan beberapa tips untuk minum melalui keran air tersebut, disarikan dari laman doityourself.com.

Baca Juga: Nikmati Perjalanan dengan Makanan dan Minuman Sehat

Periksa Terlebih Dahulu Keran Air Siap Minum
Memang, rasa haus berlebih kadang membuat konsentrasi berkurang, tapi, jangan asal minum juga. Tentu hal pertama yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari keran tersebut. Secara awam kita dapat menentukan tingkat kebersihan dari keran air siap minum melalui beberapa hal sederhana, antara lain kondisi fisik keran tersebut apakah bersih atau mungkin berkarat/berkerak. Kondisi fisik dari keran air penting untuk diperhatikan mengingat rata-rata keran air siap minum ditempatkan di luar ruangan dimana keran air tersebut terpapar debu selain juga kondisi keran air minum digunakan secara umum yang sudah tentu menjadi media untuk bakteri berkembang.

Selain kondisi fisik dari keran air, perlu juga diperhatikan tingkat kejernihan air yang keluar dari keran tersebut. Tingkat kejernihan air merupakan aspek dasar untuk menentukan apakah air tersebut bersih dan layak untuk dikonsumsi. Kondisi fisik dari keran air siap minum dan tingkat kejernihan air yang keluar dari keran tersebut merupakan dua aspek sederhana untuk menentukan kelayakan dari sebuah keran air siap minum.

Alirkan Air Untuk Beberapa Saat Sebelum Diminum
Berkaitan dengan poin yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai tingkat kejernihan air yang keluar dari keran air siap minum. Saat mengecek tingkat kejernihan air yang keluar dari keran dan dirasa cukup layak untuk dikonsumsi, biarkan air tersebut mengalir untuk beberapa saat sebelum dikonsumsi. Merupakan langkah preventif, dimana kemungkinan bibir keran dalam kondisi kotor, dengan membiarkan air mengalir beberapa saat dapan membantu untuk membuang debu dan kotoran yang mungkin menempel di bibir keran. Di sisi lain juga untuk membuang air yang sebelumnya mengendap di saluran air tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan air lebih aman lagi untuk dikonsumsi. Tentunya Anda tidak ingin terserang diare setelah meminumnya, kan?

Tunjukkan Sikap Peduli dan Empati Anda
Keran air siap minum merupakan fasilitas publik yang digunakan oleh banyak orang. Turut andil untuk menjaga kebersihan dari sarana tersebut sepertinya merupakan langkah yang mulia. Sesederhana tidak meludah atau bersin-bersin di depan keran tersebut sebelum ataupun sesudahnya demi kenyamanan bersama.

Hindari Menggunakan Keran Air Minum Jika Sedang Sakit
Masih berkaitan dengan kondisi keran air siap minum yang merupakan fasilitas publik, hindari menggunakan fasilitas publik yang satu ini ketika Anda sedang dalam keadaan kurang sehat. Fasilitas publik terlebih lagi air minum adalah media yang riskan untuk penyebaran virus dan bakteri. Menggunakan fasilitas ini ketika sedang sakit akan mempermudah penularan penyakit yang sedang Anda derita pada orang-orang yang menggunakan fasilitas tersebut setelah Anda. Flu merupakan contoh penyakit yang akan sangat mudah penularannya melalui keran air siap minum.

Baca Juga: Ini Dia! Pekerjaaan Favorit Yang Asyik Dilakukan Sembari Liburan

Untuk Digunakan Oleh Manusia, Bukan Oleh Hewan
Fasilitas ini disediakan untuk digunakan oleh manusia, jadi jangan biarkan hewan peliharaan Anda minum dari keran air minum ini. Secara moral, memberi minum binatang peliharaan Anda melalui keran air minum yang diperuntukkan untuk manusia ini secara tidak langsung telah merendahkan derajat manusia yang minum dari keran ini setelah binatang peliharaan Anda. Di samping hal terpenting yang harus diperhatikan disini adalah bisa jadi air liur atau air seni dari binatang peliharaan Anda yang tidak sengaja tertetes di sekitaran keran mengkontaminasi orang lain yang menggunakan fasilitas ini setelahnya. Akan menjadi masalah serius jika yang terkontaminasi adalah anak dibawah umur yang sistem kekebalan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.

Jangan Disentuh!
Hindari menyentuh bibir keran (bagian dimana air keluar) dengan tangan atau media apapun. Bahkan ketika Anda minum dari keran ini, usahakan memberi jarak antara mulut Anda dan bibir keran. Hal ini untuk menghindari keran terkontaminasi virus dan bakteri yang dapat membahayakan pengguna selanjutnya. Berlaku juga untuk pengambilan air dengan media botol, kaleng ataupun gelas, usahakan tidak ada bagian dari media tamping yang menyentuh bibir keran.

Ini Dia! Jurus Jitu Plesir Menyenangkan Bareng Keluarga

Jangan kacaukan liburan Anda! Perjalanan yang semula menyenangkan bisa saja sewaktu-waktu berubah menjadi petaka. Tentu Anda tidak menginginkan hal tersebut menimpa keluarga tercinta, kan? Sehubungan dengan nuansa libur panjang yang sudah mulai terasa sejak beberapa waktu yang lalu, berikut KabarPenumpang.com himpun 8 tips ampuh jalan-jalan menyenangkan bersama keluarga versi laman king5.com.

Baca Juga: Jurus Awak Kabin Emirates Taklukan Si Kecil di Penerbangan Jarak Jauh

Turut Sertakan si Buah Hati
Bukan melulu Anda sebagai orang tua yang patut menentukan tujuan liburan Anda, tapi ada baiknya ajak si kecil untuk turut menyalurkan aspirasinya. Karena niscaya, liburan tersebut akan lebih bermakna ketika Anda menuruti keinginan  si buah hati.

Mulai Sisihkan Kocek Anda Sejak Jauh-Jauh Hari
Untuk mengantisipasi over budget selama liburan, ada baiknya Anda menabung melebihi batas yang sudah Anda perkirakan sebelumnya. Selain bisa dijadikan dana cadangan, extra budget yang sebelumnya sudah Anda kumpulkan bisa dipergunakan untuk membeli buah tangan (Jika extra budget tersebut tidak terpakai).

Agendakan Perjalanan Anda Secara Matang
Buatlah satu daftar kecil yang memuat keseluruhan rencana aktifitas Anda selama masa liburan. Mulai dari tujuan, waktu, estimasi perjalanan, hingga moda apa yang hendak Anda gunakan selama berada di sana. Demi kelancaran selama liburan, usahakan untuk tidak meleset dari jadwal yang sebelumnya sudah ditetapkan dan dirembukkan.

Siapkan Aplikasi Penunjuk Arah (GPS)
Mengingat destinasi yang Anda sambangi masih tergolong baru dan asing, tidak ada salahnya untuk menyediakan peta atau aplikasi yang dapat menunjukkan arah. Alih-alih tersasar dan hanya menghabiskan waktu saja, lebih baik Anda mempersiapkan segala sesuatunya di awal bukan?

Antisipasi si Kecil Rewel Selama Perjalanan
Sedikit menjengkelkan memang ketika kita yang sudah kelelahan karena perjalanan jauh, mendengar si buah hati merengek karena merasakan hal yang sama. Eits, sabar dulu! Siapkan segala sesuatu yang dapat mengembalikan keceriaan si buah hati secara instan, seperti mainan kesukaannya, atau beragam film favoritnya yang dapat diunduh melalui gadget Anda.

Baca Juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya!

Siapkan Senjata Pamungkas: Makanan Ringan!
Jangankan anak kecil, kita saja yang sudah dewasa terkadang masih membutuhkan yang namanya makanan ringan. Selain dapat menahan perut yang lapar, makanan ringan seperti cokelat juga dapat merilekskan pikiran lho!

Ajak Si Buah Hati Beristirahat
Lelah selama perjalanan menuju destinasi bisa menghantui siapa saja, termasuk si kecil. Alangkah baiknya jika Anda menyiapkan segala sesuatu yang dapat memancing si buah hati untuk beristirahat, selimut kesayangannya misalkan.

Bayi Perempuan Lahir di Grab, Orang Tua Diganjar Kupon S$8000

Berita kelahiran seorang bayi di pesawat mungkin satu dari seribu dan menjadi berita hangat serta menarik. Apalagi jika bayi tersebut mendapatkan segala fasilitas dan bisa menggunakan maskapai tersebut dengan kompensasi atau hadiah yang diberikan.

Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan

Tapi bagaimana jika melahirkan di dalam sebuah taksi online? Apakah itu masih menarik perhatian dan juga mendapat sebuah kompensasi atau hadiah? Ya, belum lama ini, tepatnya pada 21 November 2017 kemarin, di dalam taksi online Grab yang dikemudikan oleh Mohammad Fazli Omar lahir seorang bayi perempuan. KabarPenumpang.com melansir dari laman berita tnp.sg (15/12/2017), bayi perempuan ini anak dari pasangan Ruben Chow dan istri tercintanya Cindy lim.

Kejadiannya bermula ketika sepasang suami istri ini akan berangkat ke Mount Alvernia Hospital, Singapura pukul 02.42 waktu setempat untuk proses persalinan sang istri. Jarak dari tempat tinggal mereka hanya sekitar lima sampai tujuh menit jauhnya berkendara.

Namun, belum ada dua menit perjalanan, Madam Lim mengatakan, bayi mereka akan lahir. Sebenarnya, saat memesan Grab, Chow mengatakan istrinya memiliki siklus kontraksi yang tidak teratur.

“Saat kami berangkat dari rumah kami di Bishan-Ang Mo Kio, kontraksi istri saya semakin intensif. Kami membutuhkan waktu dan usaha untuk masuk ke mobil,” ujar Chow. Bayi pasangan ini bernama Elora Fae dan menjadi bayi kedua di Singapura yang lahir dalam taksi online Grab tersebut. Sebelumnya pada 12 Agustus 2017 lahir seorang bayi laki-laki yang diberi nama Ahmad Luqmaan saat kedua orangtuanya akan berangkat ke National University Hospital.

Baca juga: Awak Kabin Bantu Melahirkan Seorang Ibu di Ketinggian 42.000 Kaki

Atas peristiwa ini, Grab mempertemukan keluarga Elora Fae dan Mohammad Fazli di Midview City. GrabCar Singapore head Andrew Chan memberikan hadiah kepada Chow dan sang istri Madam Lim kupon Grab senilai S$8000 dan sebuah pakaian untuk bayi perempuan tersebut. Tak hanya itu, Mohammad Fazli juga diberi kupon bahan bakar senilai S$800 dan kartu ucapan terimakasih dari Sarah Ann anak pasangan tersebut yang berusia lima tahun.