PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh PT MRT Jakarta (PT MRTJ) dalam pengoperasiannya kelak adalah ketersediaan coverage sinyal seluler. Maklum, sebagian dari jaringan MRT berada di terowongan bawah tanah yang jauh dari permukaan, artinya area tersebut tidak mendapatkan cakupan layanan seluler. Alhasil penumpang MRT bisa-bisa mengalami lost signal, tidak dapat melakukan panggilan ata pun koneksi data di smartphone.

Baca Juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta

Tentu ini menjadi elemen utama untuk diatasi, mengingat calon penumpang MRT Jakarta nantiya didominasi kalangan kelas menengah – atas, yang telah merogoh kocek tarif tak murah. Dengan kondisi seperti itu, maka MRT Jakarta harus menjamin ketersediaan coverage seluler, khususnya di area bawah tanah. Berbeda dengan implementasi pada jalur LRT (Light Railway Transit) yang berada di upper ground, tidak diperlukan dukungan coverage seluler khusus.

Ketersediaan jaringan seluler seperti sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat urban dewasa ini. Maka tidak heran, MRT Jakarta, yang sebagian besar jalurnya berada di bawah tanah, memikirkan cara bagaimana menyediakan jaringan seluler selama kereta berada di bawah tanah. Hal ini berkaitan erat dengan salah satu visi dari PT MRTJ, yaitu menyediakan layanan yang tidak hanya aman, tapi juga nyaman.

Kali ini, PT MRTJ tidak sembarangan menunjuk perusahaan yang dapat menyanggupi pokok permasalahan dari tantangan di bidang pelayanan ini. Pasalnya, menyediakan jaringan seluler di bawah tanah merupakan kasus baru di Indonesia. Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com pada acara Forum Jurnalis MRT Jakarta, Rabu (20/12/2017), Direktur Utama PT MRTJ, William P. Sabandar mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan mitra yang dapat menyanggupi permasalahan jaringan tersebut.

“Tower Bersama Group akan menyanggupi masalah konektivitas selular dan WiFi di MRT kelak,” tutur William. Dalam acara yang digelar di pusat kota Jakarta tersebut, William juga menyebutkan bahwa kemitraan yang dijalin PT MRTJ dengan Tower Bersama tidak sekonyong-konyong terjadi. “Jadi sejak 10 April kemarin, kami sudah membuka pendaftaran bagi perusahaan-perusahaan yang hendak menjadi mitra MRTJ dalam hal konektivitas selular, terhitung ada 19 perusahaan yang mendaftar,” papar William. “Hanya lima kandidat hasil shortlisted yang akan mempresentasikan program mereka ke hadapan para panelis, yaitu kami selaku jajaran direksi. Consistel Indonesia, Inti Bangun Sejahtera, MAC Sarana Djaya, Solusi Tunas Pratama, dan Tower Bersama,” imbuhnya.

William juga menjelaskan bahwa dari lima kandidat tersebut, hanya dua calon kandidat dengan peringkat tertinggi yang diundang untuk klarifikasi dan negosiasi. “Hingga pada 10 Oktober kemarin, Tower Bersama keluar sebagai pemenang sayembara ini,” terangnya.

Baca Juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia

Perjanjian kerja sama yang berlaku hingga 10 tahun ke depan ini mencakup penyediaan infrastruktur yang diperlukan oleh operator telekomunikasi di area operasional MRT Jakarta dan juga menyediakan jaringan nirkabel yang dapat digunakan hingga puluhan meter di bawah tanah.

“Penandatanganan ini adalah permulaan kerja sama yang menjadi awal kerja keras kami. Perusahaan kami berkomitmen untuk memberikan dan menyediakan layanan telekomunikasi dan menjaga agar layanan tersebut tetap bekerja sesuai yang diharapkan selama operasional kereta MRT Jakarta ke depannya,” ujar Budianto Purwahjo, Direktur PT Tower Bersama, dilansir dari laman jakartamrt.co.id.