Manjakan Penumpang Asal Cina, Sydney Airport Gaet Baidu Hadirkan Peta Bandara

Sumber: airportbenchmarking.com

Sebagai negara berpredikat populasi terbesar di dunia dengan 1.386.100.000 penduduk atau setara dengan 18,6% total penduduk di dunia per 22 Oktober 2017 silam, maka tidak heran jika Cina saat ini merupakan sumber penumpang inbound asing terbesar di Bandara Sydney, Australia (Kingsford Smith Airport). Maka dari itu, pihak bandara meluncurkan sebuah peta elektronik di dalam ruang terminal internasional T1, dengan tujuan meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang yang lebih baik, terutama kepada para penumpang yang berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Bandara-Bandara Tertinggi di Dunia, Sebagian Besar Berada di Cina

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (4/10/2017), Bandara Sydney bekerja sama dengan Baidu, salah satu perusahaan internet terbesar di dunia yang berbasis di Kampus Baidu, Haidian District, Beijing. Adapun alasan bandara ini memilih Baidu sebagai partnernya adalah klaim yang menyatakan bahwa perusahaan internet ini merupakan penyedia informasi terbesar di Cina.

Dengan diperkenalkannya layanan baru ini, maka Bandara Sydney menjadi organisasi pertama di luar Cina yang menggunakan platform tersebut. Dalam platform anyar tersebut, menampilkan beberapa spot penting di dalam bandara dengan menggunakan bahasa Cina, seperti gerbang dan loket check-in, beragam fasilitas dan gerai ritel di berbagai lantai. Tidak hanya itu, platform tersebut juga menawarkan navigasi real-time kepada para penumpang dan pengunjung di terminal T1 di Bandara Sydney.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan Baidu Maps sehingga kami dapat meningkatkan pelayanan kami terhadap para penumpang, terutama bagi mereka yang berdomisili di Cina,”ungkap Direktur Pelaksana dan CEO dari Sydney Airport, Kerrie Mather. “Ini tampak seperti rangkaian tambahan, mengingat beberapa bulan ke belakang, kami baru saja memperkenalkan Google Maps di seluruh terminal kami,” imbuhnya.

Sumber: Twitter

Dalam tampilan peta tersebut, Baidu menggunakan konsep 3D yang mencakup tata letak dan fungsi baru dari bandara. Baidu juga mengandalkan perbesaran granularitas dan fungsi pencarian, sehingga akan lebih memudahkan para penggunanya. Bagi pengguna yang merasa kurang nyaman dengan fitur ini, mereka juga bisa melayangkan feedback melalui aplikasi.

Peluncuran teknologi baru tersebut merupakan bagian dari strategi open data Sydney Airport, menyusul implementasi Google Maps di ketiga terminalnya yang sudah dipasang pada awal tahun 2017 kemarin. Tidak hanya menawarkan fitur peta di ruang tunggu, diketahui bandara ini juga telah meluncurkan beberapa inisiatif lain untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada para penumpang yang berasal dari Cina.

Baca Juga: Di 2019, Cina Siap Operasikan Bandara Internasional Terbesar di Dunia!

Inisiatif tersebut meliputi Duta Besar Bandara Mandarin, papan nama dan informasi yang tersedia dalam bahasa Cina yang disederhanakan, ketersediaan gerai ritel yang disesuaikan, hingga yang paling mencolok adalah dukungan bandara tatkala Tahun Baru Imlek. Unik ya!