Phobia Pada Bayi, Penumpang Delta Airlines Mengamuk di Kabin

Perempuan yang mengamuk duduk di sebelah Marissa dan bayinya (The Sun)

Terbang dan duduk disebelah bayi bukanlah masalah besar, bahkan sebagian orang senang jika ada bayi atau anak-anak di sebelah mereka. Tetapi banyak juga yang tidak menyukainya karena dianggap anak-anak dan bayi di anggap mengganggu, apalagi ketika mereka menangis.

Baca juga: Ingin Bawa Anak Naik Pesawat? Perhatikan Beberapa Poin Penting Ini

Belum lama ini, seorang penumpang mengeluh harus duduk disebelah ibu dan bayinya dalam penerbangan Delta Airlines dari bandara Jhon F Kenedy menuju Syaracuse. Perempuan paruh baya tersebut tidak hanya mengeluh tetapi juga mengancam awak kabin sebelum pesawat lepas landas.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (14/2/2018), seorang ibu muda Marissa Rundell bepergian dengan bayinya, Mason yang berusia delapan bulan. Saat itu Marissa, bayinya dan seorang perempuan paruh baya duduk dibarisan yang sama di belakang pesawat.

Marissa Rundell dan purtany Mason (The Sun)

Kemudian, penumpang tersebut tiba-tiba marah dan berkata kasar serta mengeluhkan posisi duduknya yang berada di barisan belakang. Marissa mengatakan, perempuan yang ada disebelahnya adalah orang terakhir yang naik ke pesawat.

“Saya berada di barisan kedua dari belakang di pesawat, perempuan itu kembali kebelakang dan membanting tasnya. Dia berkata, ini sangat bodoh. Ini menyebalkan harus duduk di bagian belakang pesawat,” ujar Marissa menirukan ucapan perempuan tersebut.

Marissa sempat menegur perempuan tersebut agar tidak berkata kasar karena ada bayi di dekatnya. Tetapi bukannya berhenti, perempuan tersebut memaki dan mendorong Marissa. Melihat kejadian itu, seorang pramugari bernama Tabitha mendekat dan menenangkan perempuan paruh baya itu. Tabitha kemudian bertanya apa keluhan perempuan tersebut sehingga marah-marah dan mendorong penumpang lain.

Ternyata, penumpang tersebut mengaku tidak mau duduk disebelah bayi karena tak ingin privasinya terganggu dengan suara tangis, meskipun bayi itu tidak menangis sama sekali. Perempuan tersebut kemudian keluar dari tempat duduknya dan meminta maskapai untuk memberikan kursi baru, tetapi pramugari memintanya kembali duduk di kursinya.

Karena diminta kembali duduk di kursinya, perempuan tersebut semakin marah. Kemudian Tabitha menawarkan tempat duduk di penerbangan berikutnya tetapi ditolak dan membanting barang bawaannya di kursi.

Tak hanya itu, perempuan yang tak diketahui namanya tersebut bahkan mengancam Tabitha akan kehilangan pekerjaannya. Karena tidak terpengaruh ucapan perempuan tersebut, pramugari itu mengatakan agar perempuan tersebut keluar dari pesawat tetapi ditolaknya.

Penumpang tersebut kemudian meminta maaf dan mencoba berbicara baik-baik dengan Tabitha agar tidak dikeluarkan dari pesawat tetapi tak digubris. Tabitha kemudian memanggil petugas dan menjelaskan hal yang terjadi saat itu.  “Maaf saya benar-benar stres,” ujar perempuan tersebut ketika diminta turun dari pesawat.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Meskipun drama minta maaf setelah di minta turun oleh petugas tak digubris, tetapi akhirnya petugas berhasil menurunkannya dari pesawat.

“10 menit kemudian dia kembali dan mengambil barang-barangnya dan bersumpah mereka semua akan menyesal mengusirnya dari pesawat,” kata Marissa.

Marissa mengaku puas dengan penanganan Delta Airlines atas situasi itu. Dia juga kagum pada Tabitha yang meminta maaf kepada semua penumpang sebelum pesawat lepass landas.