Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!

Sumber: CNN

Sebanyak kurang lebih 1.000 penumpang yang tengah berada di kereta api India hampir saja menjadi korban dalam sebuah kecelakaan tunggal. Kuat dugaan, kereta tersebut mengalami masalah pada bagian rem sehingga si ular besi tidak bisa mengendalikan laju. Untungnya, kejadian yang terjadi pada Sabtu, 7 April 2018 kemarin ini tidak menelan korban sama sekali, baik korban luka maupun jiwa.

Baca Juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (9/4/2018), adapun kejadian ini menjadi viral setelah salah seorang saksi yang melihat kejadian tersebut mengabadikan dan mengunggahnya ke jejaring sosial. Dalam video tersebut, diketahui kereta ini bertolak dari Gujarat yang terletak di sebelah Barat India menuju Odisha yang berada di sebelah Timur India.

Tanpa mengurangi kecepatan, kereta tersebut terus melaju melintasi stasiun demi stasiun. Akhirnya, kereta tersebut bisa berhenti setelah beberapa petugas kereta api melintangkan kayu di rel. “Akibat insiden ini, kereta terlambat dua jam dari jadwal,” ungkap Jaideep Gupta, manajer kereta api cabang timur Indian Railways.

Kendati pihak perkeretaapian masih belum mengetahui persis berapa jumlah penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta tersebut, namun JP Mishra selaku Humas dari East Coast Railway mengatakan bahwa ada ratusan penumpang yang saat itu berusaha untuk menyelamatkan diri sebelum kereta berhenti. “Sekitar 500 penumpang mencoba lompat dari kereta,” tandasnya ketika ditanya soal jumlah penumpang yang telah menyelamatkan diri.

Guna memberikan efek jera, pihak East Coast Railway pun memberikan sanksi berat sebanyak tujuh karyawan kereta api yang dinilai bertanggung jawab atas insiden ini. “Bagi kami, keselamatan penumpang adalah yang utama,” ungkap Jaideep. “Tidak ada kompromi soal keamanan dan keselamatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Utama di Odissa mengatakan bahwa dirinya turut prihatin dengan kondisi perkeretaapian India dan menghimbau kepada otoritas terkait untuk segera mengambil langkah. “Perkeretaapian harus mengambil tindakan untuk mengatasi penyimpangan yang mungkin akan terjadi, dimana hal tersebut dapat membahayakan penumpang,” tuturnya.

Baca Juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Pihak perkeretaapian India sendiri meyakini bahwa insiden ini terjadi karena kelalaian petugas ketika memasangkan mesin baru ke gerbong penumpang. Diketahui, tahun lalu, Perdana Menteri Narendra Modi mengalokasikan dana lebih dari 8,5 triliun rupee atau yang setara dengan US$134 miliar untuk meningkatkan keseluruhan layanan sistem perkeretaapian India, termasuk US$20 miliar hanya untuk peningkatan di sektor keselamatan penumpang.