H+4 Arus Balik Mobil Pribadi, Penumpang Pejalan Kaki dan Sepeda Motor

Memasuki H+4 setelah lebaran, Jumat (30/6/2017) pelabuhan di ujung Sumatera tepatnya Bakauheni sudah mulai dipadati pemudik yang akan kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera. Arus balik dari pagi hingga sore hari masih terus di dominasi oleh sepeda motor dan penumpang yang berjalan kaki. Sedangkan untuk mobil pribadi diperkirakan akan mulai meningkat pada malam ini.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Eddy Hermawan mengatakan, arus balik dari Bakauheni akan terdistribusi selama akhir pekan ini, diperkirakan arus roda empat atau mobil pribadi akan mengalir signifikan malam ini.

Baca juga: ASDP: Ada Pergeseran Tren, Baru 21% Pemudik Yang Kembali ke Pulau Jawa

Dari data di Posko Bakauheni total 96.330 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga hari Lebaran, saat ini baru terpantau kembali dari Bakauheni sebanyak 34.762 atau sebanyak 36 persennya hingga hari ini.

“Artinya, masih 61.568 unit roda 4 yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa. Kami prediksikan Jumat malam ini dan Sabtu malam mobil pribadi mulai ramai,” ujarnya, Jumat (30/6/2017) sore yang didapat KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Dalam arus balik ini, Eddy mengatakan ada pola arus balik dari Bakauheni dimana volume penumpang pejalan kaki dan pengguna sepeda motor lebih banyak di siang hari dan mobil pribadi meningkat di malam hari. Hingga kini untuk total penumpang yang berangkat dari Merak menuju Bakauheni sejak H-10 hingga hari Lebaran sebanyak 943.371 orang dan telah bertolak kembali ke Pulau Jawa melalui Bakauheni sebanyak 308.609 orang atau sekitar 33 persennya.

Sedangkan untuk kendaraan roda dua, dari total 81.402 unit yang menyeberang sejak H-10 hingga hari Lebaran dari Merak dan telah kembalii hingga hari ini sebanyak 26.961 atau sekitar 33 persennya saja.

Baca juga: PT ASDP Perkirakan Puncak Arus Balik Mulai H+4 hingga H+7 Lebaran

Adapun total kendaraan yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa, dari total 197.250 unit yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada H-10 hingga H Lebaran, tercatat baru 63.927 unit yang sudah menyeberang kembali ke Merak atau baru sekitar 32 persen. Jadi, masih ada sekitar 133.323 unit kendaraan lagi yang belum kembali ke Jawa.

Dari lintasan Bajoe-Kolaka, dilaporkan hari ini trip berjumlah 6 atau turun 25 persen dari tahun lalu sebanyak 8 unit, penumpang mencapai 1.646 orang atau turun 17 persen dari tahun lalu 1.992 orang. Roda dua tercatat 191 unit atau turun 21 persen dari tahun lalu sebanyak 242 unit, dan Roda empat tercatat 99 unit atau naik 9 persen dari tahun lalu sebanyak 91 unit.

Adapun total pengguna jasa yang menyeberang dari H-10 sampai dengan Hari H+3 di Pelabuhan Bajoe, penumpang tercatat 7.640 orang atau turun 17 persen dari tahun lalu sebanyak 9.159 orang. Roda dua tercatat 827 unit atau turun 25 persen dari tahun lalu sebanyak 1.098 unit, dan roda empat tercatat sebanyak 683 unit atau naik 2 persen dari tahun lalu sebanyak 671 unit.

Dari Pelabuhan Kolaka penumpang tercatat 10.500 orang atau turun 5 persen dari tahun lalu 11.094 orang, roda dua sebanyak 1.429 unit atau naik 14 persen dari tahun lalu 1.251 unit dan Roda empat sebanyak 734 unit atau turun 5 persen dari tahun lalu sebanyak 775 unit.

Dari lintasan Ketapang-Gilimanuk hari ini dilaporkan, trip tercatat 504 atau naik 24 persen dari tahun lalu sebanyak 406, penumpang tercatat 83.115 orang atau turun 2 persen dari tahun lalu sebanyak 85.177 orang, roda dua sebanyak 8.606 unit atau turun 29 persen dari tahun lalu 12.065 unit, dan Roda empat tercatat 11.203 unit naik 10 persen dari tahun lalu 10.163 unit.

Adapun total pengguna jasa yang menyeberang dari H-10 sampai dengan H+3 Pelabuhan Ketapang, penumpang mencapai 375.262 orang atau turun 1 persen dari tahun lalu 378.423 orang, roda dua tercatat 27.732 unit atau turun 19 persen dari tahun lalu sebanyak 34.197 unit, dan roda empat sebanyai 58.261 unit atau naik 4 persen dari tahun lalu sebanyak 56.235 unit.

Dari Pelabuhan Gilimanuk, penumpang tercatat 602.085 orang atau turun 1 persen dari tahun lalu sebanyak 610.559 orang, roda dua 107.925 unit atau turun 5 persen dari tahun lalu sebanyak 113.321 unit, dan roda empat sebanyak 73.871 unit atau naik 3 persen dari tahun lalu sebanyak 71.662 unit.

Ketika Kontroversi Usai, Pengaduan Layanan Penerbangan di AS Justru Meningkat

Kontroversi terkait banyaknya masalah antara awak kabin dengan penumpang sudah lama berlalu. Namun masih banyak kecemasan akan video yang masih beredar di didunia terkait masalah penyimpangan dan hal sepele di pesawat.

Dilansir KabarPenumpang.com dari time.com (19/6/2017), beberapa awak kabin mengatakan melihat rekan-rekannnya mengabaikan sabuk pengaman yang tidak digunakan dengan benar, tas yang peletakannya tidak benar dan pelanggaran peraturan keselamatan lainnya agar tidak menimbulkan gesekan terhadap penumpang.

Baca juga: Karyawan United Airlines Dorong Penumpang di Bandara, Kenapa Lagi?

“Banyak awak kabin merasa tidak nyaman melakukan tugas dan tanggung jawab penting karena satu orang marah bisa mengubah status pekerjaan kita,” ujar Ben salah seorang awak kabin yang bekerja di maskapai besar Amerika Serikat.

Dalam masalah banyaknya awak kabin yang tidak menghormati penumpang, beberapa ahli mengatakan, mungkin masih banyak masalah lebih serius dibandingkan dengan sabuk pengaman yang tak terpasang. Penumpang yang tidak mematuhi peraturan bisa saja membuat kekacauan dalam keadaan darurat yang sebenarnya.

“Jika kita belum menetapkan prioritas itu, dan penumpang tidak mendengarkan pramugari, itu bisa menjadi bencana besar. Ini bisa berakibat fatal bagi seluruh penerbangan,” kata Nelson.

Baca juga: Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng

Namun tidak semua setuju dengan hal semacam itu. John Cox seorang pensiunan pilot Amerika Serikat Airways mengakui bahwa awak kabin berada di bawah tekanan yang kuat. Namun dirinya tak percaya bahwa hal tersebut adalah ancaman keamanan. “Selalu ada kekacauan dalam evakuasi yang mengancam jiwa. “Tapi sejarah telah menunjukkan kepada kita bahwa ketika Anda menekankan orang pada tingkat itu, mereka beralih ke siapa yang mereka percaya. Setiap saat, itu adalah pramugari,”kata Cox.

Hingga April 2017, diketahui ada 1.900 keluhan kepada Departemen Perhubungan AS dan meningkat 70 persen dari tahun lalu dan meningkat 69 persen dari bulan Maret 2017. Keluhan paling banyak adalah pembatalan dan penundaan penerbangan, kehilangan masalah bagasi dan tiket.

Baca juga: Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao

Tak hanya itu, belakangan ini pihak maskapai sering dikritik karena menaikkan harga secara sepihak. Dan ada penundaan penerbangan juga diakibatkan ganguan komputer. Dari kejadian di United Airlines, maskapai-maskapai besar mengkaji ulang kebijakan yang mereka miliki dan membuat perubahan. United juga memberlakukan peraturan baru bahwa karyawan tidak bisa mengambil kursi penumpang bila si penumpang sudah naik dalam kabin pesawat. Ini tertulis pada siaran pers yang dikeluarkan United pada akhir April lalu.

Federal Aviation Administration (FAA) tidak secara langsung menanggapi risiko keamanan potensial yang diajukan oleh pramugari. “Tanggung jawab utama awak kabin adalah keselamatan penerbangan. Petugas penerbangan memberi penumpang briefing keselamatan, mengingatkan mereka untuk mematuhi peraturan keselamatan FAA, dan memberikan instruksi saat keadaan darurat. Pramugari di AS adalah profesional terlatih yang diharuskan mematuhi peraturan FAA,” kata FAA dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Kini, awak kabin mengatakan bahwa pihak maskapai penerbangan perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk ‘mensosialisasikan’ penumpang bahwa tugas utama awak kabin adalah keamanan, bukan layanan pelanggan. “Kami tidak berlatih setiap tahun untuk belajar bagaimana menyajikan Coke,” kata Steven, juga seorang awak kabin lama dengan maskapai utama A.S.

Baca juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial

Lainnya mengatakan bahwa ini adalah masalah untuk menangkap masalah dengan baik sebelum tinggal landas. “Kami lebih memperhatikan penumpang yang akan masuk ke dalam pesawat, dan lebih memperhatikan sipak mereka saat berada di dalam kabin. Dan jika ada hal yang negatif, kami akan mengatasinya sebelum pintu pesawat ditutup,” kata Ben.

Cidera Otak, Penumpang Ini Gugat American Airlines Senilai US$10 Juta

Lebih dari setahun yang lalu, tepatnya pada 28 April 2016 silam, nama American Airlines sempat menjadi sorotan publik setelah salah seorang penumpangnya yang mengalami cidera setelah tertabrak sebuah troli makanan. Alih-alih kembali ke runaway untuk mengurus korban, maskapai asal negeri Paman Sam tersebut malah melanjutkan perjalanannya dan membiarkan korban terkulai lemah dengan luka besar yang melekat di dahinya.

Baca Juga: Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret

Adalah Charles Johnson yang mengalami luka cukup parah pada bagian dahinya hingga ia mengalami pendarahan dan sempat tidak sadarkan diri setelah kepalanya tertabrak oleh sebuah troli makanan ringan berukuran 135kg dalam penerbangan 1941 dari Hartford, Connecticut menuju Charlotte, North Carolina pada saat take-off. Parahnya, awak pesawat yang mengetahui kejadian tersebut lalu membiarkan Charles terluka dan melanjutkan perjalanannya yang diprediksi akan memakan waktu dua jam.

Kondisi Charles yang memprihatinkan mengundang simpati para penumpang lainnya dan mencoba untuk memberikan pertolongan pertama pada korban. Menurut laporan yang didapat KabarPenumpang.com dari scmp.com, Jumat (16/6/2017), kru pesawat tidak bisa berbuat banyak karena merka tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Dari gugatan yang dilayangkan oleh pihak korban kepada pihak maskapai, korban Charles kini mengalami cidera otak traumatis kronis dan sindrom pasca-gegar otak.

Baca Juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Lebih lanjut, gugatan yng dilayangkan melalui Pengadilan Federal di White Plains, New York tersebut mengatakan korban tidak bisa melakukan aktifitasnya karena cidera yang ia alami. Tidak hanya berpengaruh pada fisiknya saja, cidera yang ia alami juga berdampak pada kehidupan berkeluarganya yang dikabarkan sempat meregang.

Gugatan yang menuntun ganti rugi perawatan senilai US$10 juta tersebut hingga kini masih dikaji oleh pihak maskapai. Gugatan tersebut baru dilayangkan korban pada Kamis (15/6/2017) kemarin, yang berarti selang satu tahun lebih setelah kejadian. Gugatan yang dilayangkan oleh pihak Charles mendapat dukungan dari orang-orang yang sepemikiran dengannya.

Para pendukung korban ini mengatakan ini merupakan sebuah bentuk kelalaian yang seharusnya tidak terjadi pada maskapai dengan nama yang sudah mendunia. Tidak hanya dari pendukung korban, maskapai yang bermarkas di Fort Worth, Texas ini mendapat cibiran dari netizen yang mengatakan tidak memperdulikan kondisi demi kesejahteraan perusahaan itu sendiri.

ASDP: Ada Pergeseran Tren, Baru 21% Pemudik Yang Kembali ke Pulau Jawa

Dengan kondisi terdistribusinya arus balik Lebaran 2017 yang disebabkan alokasi cuti bersama dan libur anak sekolah yang cukup panjang, masih banyak pemudik ferry dari Sumatera yang belum kembali ke Pulau Jawa. Berdasarkan data Posko Bakauheni, dari total penumpang arus mudik yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga hari H Lebaran sebanyak 943.371 orang, telah kembali dari Bakauheni hingga kemarin (29/6) sebanyak 198.188 orang atau baru sekitar 21 persen.

Baca juga: PT ASDP Perkirakan Puncak Arus Balik Mulai H+4 hingga H+7 Lebaran

“Masih 745.183 orang lagi yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa. Diperkirakan arus balik akan terus mengalir hingga akhir pekan ini, dimana sebagian masyarakat yang melakukan perjalanan akan kembali beraktivitas pada Senin (3/7),” tutur Faik Fahmi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kamis (29/6). Untuk roda 2, dari total 81.402 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga H Lebaran, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 17.094 atau sekitar 21 persen. Masih cukup banyak roda dua yang belum kembali sekitar 64.308 unit sepeda motor.

Sedangkan untuk roda 4, dari total 96.330 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga H Lebaran, baru kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 22.236 atau baru 23 persen. Artinya, masih 74.094 unit roda 4 yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa. Total kendaraan yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa, dari total 197.250 unit yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada H-10 hingga H Lebaran, tercatat baru 40.765 unit yang sudah menyeberang kembali ke Merak atau baru sekitar 21 persen. Masih ada sekitar 156.485 unit kendaraan lagi yang belum kembali ke Jawa.

Baca juga: Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi Massal

Dari lintasan lainnya, untuk total pengguna jasa yang menyeberang dari H-10 sampai dengan H+2 di Pelabuhan Ketapang, Penumpang tercatat sebanyak 331.668 orang atau naik 2% dari tahun lalu sebanyak 324.507 orang; roda dua sebanyak 21.010 unit atau turun 13% dari tahun lalu 24.096 unit; dan roda 4 mencapai 53.142 unit atau naik 5% dari tahun lalu 50.573 unit.

“Ada pergeseran tren pemudik, dari pengguna sepeda motor, tahun ini lebih banyak yang membawa mobil pribadi atau roda 4. Tingkat perekonomian alami kenaikan, ada yang membeli baru ataupun sewa mobil untuk mudik,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Elvi Yoza, dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (29/6/2017).

Sedangkan pengguna jasa di Pelabuhan Gilimanuk, penumpang tercatat 562.564 orang atau turun 3% dari tahun lalu 579.298 orang; roda dua sebanyak 106.041 unit atau turun 5% dari tahun lalu 111.357 unit; dan roda 4 mencapai 67.787 unit atau naik 1% dari tahun lalu sebanyak 67.161 unit.

Fasilitasi Olimpiade 2020, Tokyo Canangkan Penggunaan Mobil Otonom

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang robotik, ZMP mengaku bekerja sama dengan sebuah operator taksi di Tokyo guna meluncurkan sebuah layanan taksi otonom yng akan dioperasikan dalam perhelatan Olimpiade 2020 mendatang. Pemilihan penggunaan taksi tanpa pengemudi pun seolah ditunjang dengan krisis tenaga kerja yang tengah menghantam Jepang, karena populasi pengemudi yang semakin merosot akibat termakan usia.

Baca Juga: Lihat Dampak Pada Kota, iCity-CATT Akan Tinjau Teknologi Pada Mobil Otonom

Kehadiran teknologi semacam ini tentu membawa angin segar bagi beberapa perusahaan terkait yang dapat dimanfaatkan sebagai ajang mendorong kesejahteraan perusahaannya. Walaupun terdengar amat modern, namun perusahaan semacam ini harus kuat menghadapi kerasnya persaingan melawan salah satu raksasa pelayanan jasa transportasi berbasis aplikasi, Uber. Terlebih jika di masa yang akan datang, pemerintah sudah mengeluarkan sebuah payung hukum yang mengizinkan pengoperasian dari ride-sharing untuk beroperasi di seluruh negeri.

CEO ZMP, Hisashi Taniguchi mengatakan taksi dengan dan tanpa pengemudi sama-sama memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing, dan jika digabaungkan, maka kedua perusahaan ini bisa menjadi sebuah terobosan baru. “Taksi otonom dan industri taksi bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama,” tutur Hishashi seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman fortune.com (15/6/2017), sesaat setelah dirinya mengumumkan kemitraan ZMP dengan Hinomaru Kotsu.

Hingga saat ini, Hinomaru memiliki 607 mobil, dan itu hanyalah satu dari sepuluh perusahaan armada taksi di Tokyo. Namun, dengan banyaknya armada yang mereka miliki tenaga kerja mereka tetaplah kurang. “Kami telah mencoba untuk memperbaiki keragaman dengan mempekerjakan lebih banyak lulusan baru, seperti wanita dan orang asing, tapi ini tidak akan cukup untuk menutupi kekurangan tenaga kerja,” kata Presiden Hinomaru, Kazutaka Tomita. “Kami harus mengimbangi kekurangan pasokan dengan menggunakan teknologi penggerak otonom (taksi otonom),” tambahnya.

Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini

ZMP mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak pengemudi otomatis berdasarkan kamera laser dan stereo, yang diharapkan dapat dijual ke perusahaan transportasi dan mobil. Di sebuah negara yang terkenal karena industri otomotif sebagai daya tariknya dengan robot, ZMP adalah satu dari beberapa start-up yang mengembangkan mobil otonom untuk bersaing dengan perusahaan asing, termasuk U.S. ‘ NuTonomi dan China’s Future Mobility.

ZMP telah menguji kendaraan otonom yang juga memiliki kursi pengemudi di jalan-jalan di Tokyo sejak 2016, dan berencana untuk membuat armada taksi semacam itu untuk mengangkut atlet dan tamu untuk perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Ia berharap bisa mengetes mobil otonom tahun ini. Rencana taksi self-driving milik ZMP menemukan halangan pada awal tahun ini ketika kehilangan kemitraan dengan pengembang perangkat lunak game DeNA Co, yang berpasangan dengan Nissan Motor untuk mengembangkan layanan untuk mobil penggerak otonom.

Lakukan Olahraga Selama Perjalanan, Hindari Keram dan Bantu Bakar Kalori

Menghabiskan dengan waktu berjam-jam duduk di dalam kendaraan biasanya akan membuat Anda pegal dan bosan walaupun disuguhkan pemandangan nan indah. Saat itu, Anda seperti membuang-buang waktu tak berguna. Padahal saat dalam perjalanan Anda bisa melakukan olahraga yang selama ini Anda selalu mengatakan tidak punya waktu untuk berolahraga.

Baca juga: Pentingnya Relaksasi di Perjalanan Jauh

Dirangkum KabarPenumpang.com dari caloriebee.com, dalam perjalan jarak jauh, sebenarnya Anda bisa melakukan latihan mudah seperti di gym saat berasa di dalam kendaraan. Biasanya latihan ini untuk membuat peregangan yang nyaman untuk tangan, kaki dan tubuh Anda mennyesuaikan dengan gerakannya. Berikut ini latihan gym yang bisa dilakukan dalam kendaraan saat perjalanan jauh.

dumbbell (SuplemenFitness.net)

1. Dumbbell
Pilih dumbbell berbahan busa dibandingkan berbahan logam. Sebab bila menggunakan bahan logam bila terjadi sesuatu bisa saja menimpa Anda dan membuat luka serta bisa memecahkan kaca jendela. Dumbbell bisa melatih otot yakni mengangkat tangan kanan kiri secara bergantian ataupun bersamaan. Sembari duduk, latihan ini tak memerlukan tempat yang cukup luas, karena hanya tangan yang digerakkan untuk otot bisep dan trisep berkerja dengan baik.

Baca juga: Mau Duduk Nyaman di Bus? Jangan Salah Pilih Kursi

Selain mengangkat kearah depan, dumbbell juga bisa diangkat ke arah kepala. Ini agar otot trisep dan bisep bekerja dengan semestinya.

2. Latihan Isometrik
Latihan yang satu ini dengan hanya duduk semua bisa dilakukan. Letakkan tangan kiri ke sisi kepala, dorong selama 30 detik lepaskan dan lakukan hal itu pada tangan kanan. Letakkan tangan dibagian kepala belakang, dorong kedepan dan lakukan sebaliknya ke arah depan. genggam kedua tangan Anda rapatkan dorong selama 30 detik lepaskan. Untuk melatih kaki Anda, tekan kaki dan pegang, atau tekan lutut dan tahan terus. Anda juga bisa meletakkan tumit satu kaki di atas kaki Anda yang lain dan dorong keduanya. Ulangi dengan kaki lainnya.

Isometrik adalah latihan yang berfokus pada kekuatan melatih otot Anda, latihan ini tak memerlukan banyak tempat, hanya dengan duduk semua tubuh bisa merasakan efeknya.

peregangan punggung (esentrum.com)

3. Latihan Abs
Melakukan abs saat berada di perjalanan sangat bagus dilakukan penumpang dan pengemudi. Latihan ini sangat sederhana untuk otot perut. Anda saat melakukan abs bisa mengangkat pantat dari kursi sembari mengangkan perut dan pantat. Kemudian turunkan kembali tubuh Anda, bila gerakan dilakukan dengan benar pembakaran kalori akan bekerja maksimal.

Peregangan kaki (jagatriview.com)

4. Peregangan Latihan
Latihan peregangan juga harus dilakukan, biasanya untuk meregangkan otot-otot yang kaku selama duduk di perjalanan dengan waktu lama. Anda bisa meregangkan leher dengan duduk yang lurus, kemudian sambil memegang kursi Anda bisa memutar tubuh ke kanan kiri secara bergantian. Putar-putar bahu untuk meregangkan otot tangan. Untuk kaki, Anda bisa mengangkat jari kaki tanpa harus mengangkat tumit dari lantai. Anda juga bisa menggerakkan kaki dan tangan seperti posisi sedang berlari.

Baca juga: Reclining Seat, Ternyata Justru Membuat Susah Penumpang

Sebenarnya dengan gerakan sederhana selama perjalanan panjang, juga bisa membakar kalori di tubuh. Pembakaran kalori dan lemak bisa berjalan bila gerakan sederhana dilakukan dengan benar.

Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan

Keamanan, kenyamanan dan pelayanan yang baik menjadikan penerbangan seperti berada di hotel berbintang lima. Apalagi dengan segala interior yang di desain seunik dan semenarik mungkin. Namun, apakah Anda pernah berpikir menaiki pesawat dengan segala interior yang menarik dan unik?

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

KabarPenumpang.com melansir khaleejtimes.com (18/6/2017), bahwa maskapai penerbangan di Timur Tengah saat ini menerapkan standar yang tinggi untuk kualitas layanan dan standar kabin dalam penerbangan. Sebab, maskapai penerbangan saat ini berpikir untuk memberikan nuansa yang lebih maju dalam kabin. Tetapi, untuk membuat lebih baik lagi, masalahnya bukan tentang membuat pesawat terbang yang lebih besar lagi, melainkan bagaimana merancang dan mengandalkan inovasi. Hal ini membuat maskapai lebih menelisik pada detail-detail untuk perjalanan penumpang lebih aman dan nyaman.

Baca juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan

Bila saat berada di pesawat Anda merasakan tempat duduk yang lebih nyaman, kabin yang lebih lapang, langit-langit pesawat yang agak tinggi dan seperti tidak merasakan jetlag, berarti kemungkinan besar Anda sedang merasakan berada di 787 Dreamliner dan Boeing Sky Interior. Pada dua tipe pesawat ini telah didesain sedemikian rupa mirip dengan hotel bintang lima. Tak hanya langit-langit kabin, tempat duduk yang lebih luas, lorong kabin pun lebih besar dari biasanya.

Sehingga kenyamanan penumpang saat memasuki pesawat dirasa lebih nyaman. Seperti saat memasukkan barang ke tempat penimpanan di kabin atas, Anda tidak mengganggu penumpang lainnya yang akan menuju tempat duduk mereka. Pencahayaan dalam kabin pun terasa lebih berpusat pada penumpang, ini membuat penumpang bisa menikmati penrbangan dengan nyaman dan lelah pun tak lagi dirasakan. Kemudian, yang membuat nyaman lainnya yakni arsitektur kuno, pintu masuk yang dirancang khusus membuat kedua tipe ini berbeda dengan yang lainnya.

Baca juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya!

Memang, pastinya pesawat akan berbeda dengan hotel bintang lima dimana akan terasa lebih sempit dari sebuaah kamar di hotel bintang lima. Dengan desain yang dibuat sedemikian rupa, pesawat yang kecil bisa membuat penumpang berasa seperti bukan di dalam pesawat sebab setiap detailnya dipikirkan dan disempurnakan dengan baik menggunakan kombinasi sains serta membuat semuanya terlihat lebih praktis untuk membuat penumpang mengalami pengalaman berbeda.

Seperti, Etihad Airways, yang menggunakan 787 Dreamliner dan sudah melengkapi kebutuhan penumpang dalam pesawat. Pihak Etihad memberikan hal terpenting bagi penumpang yakni kenyamanan penumpang dengan desain yang lebih bisa dirasakan penumpang. Apalagi menurut pihak Etihad, terbang dengan Dreamliner dan 777X bisa menjadi tolak ukur untuk kenyamanan penumpang dimana lorong kabin lebih luas dari tipe pesawat lainnya.

Baca juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

Jelang Arus Balik, Pemudik Belum Sesaki Pelabuhan

Arus balik penyeberangan di sejumlah pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terpantau ramai lancar.

Ada tujuh lintasan utama penyeberangan yang terpantau secara nasional selama arus mudik dan balik Lebaran 2017, yakni Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau, Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-api. Dari ketujuh lintasan tersebut, selama periode Lebaran ini dioperasikan total 191 unit kapal roro dan 42 unit dermaga.

Berdasarkan data posko di Pelabuhan Ketapang pada H+1 tanggal 27 Juni 2017 hingga 28 Juni 2017 pukul 08.00 kapal yang beroperasi sebanyak 30 unit atau naik 7% dari tahun lalu 28 unit; trip tercatat 249 atau naik 23% dari tahun lalu 202;

penumpang tercatat 38.749 orang atau turun 3% dari tahun lalu 39.936 orang; roda 2 sebanyak 4.334 unit atau turun 16% dari tahun lalu 5.175 unit; dan roda 4 sebanyak 4.849 unit atau turun 1% dari tahun lalu 4.908 unit.

“Saat ini layanan arus balik dari Ketapang menuju Gilimanuk masih ramai lancar. Kami prediksikan puncak arus balik disini akan terjadi pada Jumat (30/6) atau H+4 dan Sabtu (1/7) atau H+5,” ujar GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Elvi Yoza, Rabu (28/6) sore.

Dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat trip mencapai 238 atau naik 23% dari tahun lalu 194; penumpang tercatat 22.239 orang atau turun 22% dari tahun lalu 28.345 orang; roda II tercatat 2.267 unit atau turun 1% dari tahun lalu 2.277 unit; roda 4 tercatat 3.087 unit atau turun 26% dari tahun lalu 4.186 unit.

Adapun total pengguna jasa yang menyeberang dari H-10 sampai dengan Hari H+1 di Pelabuhan Ketapang: penumpang 287.989 orang naik 5% dari tahun lalu 275.227 orang ; roda 2 tercatat 14.792 unit atau turun 12% dari tahun lalu sebanyak 16.784 unit; dan roda 4 tercatat 47.874 unit atau naik 7% dari tahun lalu sebanyak 44.851 unit.

Lalu di Pelabuhan Gilimanuk penumpang tercatat 533.168 orang atau turun 2% dari tahun lalu sebanyak 546.219 orang; roda 2 sebanyak 104.172 unit atau turun 5% dari tahun lalu sebanyak 109.232 unit; dan Roda 4 tercatat 63.342 unit atau naik 2% dari tahun lalu sebanyak 62.310 unit.

Dari lintasan Lembar-Padangbai, arus balik dilaporkan masih mengalir lancar. “Prediksi puncak hari Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7), menginggat kebiasaan daerah Lombok dan sekitarnya mereka mudik setelah lebaran ketupat. Sampai saat ini arus mudik masih didominasi oleh kendaraan roda 2 yg datangnya mengalir,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar Anton Murdianto.

Baru 11 Persen

Adapun kondisi arus balik dari Bakauheni menuju Merak masih ramai lancar. Berdasarkan data posko Bakauheni, dari total penumpang arus mudik yang naik dari Merak-Bakauheni sejak H-10 hingga hari H Lebaran sebanyak 943.371 orang, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 107.057 orang atau baru sekitar 11 persen. Jadi, masih 836.314 orang lagi yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa.

Untuk roda 2, dari total 81.402 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga H Lebaran, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 8.765 atau sekitar 11 persen. Jadi, masih 72.637 unit sepeda motor yang belum kembali.

Sedangkan untuk roda 4, dari total 96.330 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga H Lebaran, baru kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 12.028 atau baru 12 persen. Artinya, masih 84.302 unit roda 4 yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa.

Adapun total kendaraan yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa, dari total 197.250 unit yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada H-10 hingga H Lebaran, tercatat baru 21.586 unit yang sudah menyeberang kembali ke Merak. “Total kendaraan yang sudah kembali dari Bakauheni ke Merak baru sekitar 11 persen. Jadi, masih ada sekitar 175.664 unit kendaraan lagi yang belum kembali ke Jawa,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Eddy Hermawan.

Dari lintasan Bajoe-Kolaka, total pengguna jasa yang menyeberang dari H-10 sampai dengan H+1, di Pelabuhan Bajoe: penumpang tercatat mencapai 6034 orang atau turun 3% dari tahun lalu sebanyak 6236 orang;

Roda 2 sebanyak 597 unit atau turun 17% dari tahun lalu sebanyak 715 unit; dan Roda 4 sebanyak 1156 unit atau turun 5% dari tahun lalu sebanyak 1219 unit.

Dari Pelabuhan Kolaka, penumpang tercatat 8904 orang atau turun 3% dari tahun lalu sebanyak 9209 org; roda 2 sebanyak 1267 unit atau naik 17% dari tahun lalu sebanyak 1079 unit; dan roda 4 sebanyak 1927 unit atau naik 9% dari tahun lalu sebanyak 1769 unit.

Dari ketujuh lintasan terpantau nasional selama periode Lebaran, diperkirakan jumlah pemudik ferry tahun ini mencapai 4,95 juta orang atau mengalami kenaikan sebanyak 4 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 4,78 juta orang.

Roda dua diperkirakan naik 6,5 persen menjadi 443.666 unit dari realisasi 2016 sebanyak 416.954 unit. Roda 4 atau lebih (termasuk truk) mencapai 660.407 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan realisasi tahun 2016 sebanyak 628.002 unit.

Lounge ini Hadirkan Nuansa Bawah Laut yang Kental

Dasar laut memang menyimpang sebuah misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menguak misteri tersebut, namun cerita berbeda ditorehkan oleh PONANT, sebuah perusahaan ekspedisi asal Prancis yang sedikit berbelok dari derasnya arus penelitian tentang dasar laut itu sendiri. Alih-alih mengikuti arus, PONANT malah meluncurkan kapal baru yang di dalamnya terdapat sebuah lounge bernuansa bawah laut.

Baca Juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Nuansa yang ditimbulkan PONANT bukanlah sekedar hiasan dinding atau interior saja, melainkan panca indera Anda akan turut dimanjakan oleh suasana bawah laut yang amat kental di lounge ini. Lounge yang diberi nama Blue Eye ini digalang-galang sebagai lounge bawah laut pertama di dunia. Adapun ruangan lounge ini dirancang oleh seorang oceanographer kenamaan asal Prancis, Jacques Rougerie. Ruangan serba biru ditambah dengan pendingin ruangan akan membangkitkan nuansa bawah laut yang amat kental dan mengundang decak kagum bagi siapa saja yang memasukinya.

Sumber: cruisecritic.com

Sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman Thesun.co.uk (2/6/2017), Jacques terinspirasi dari alam dalam menciptakan Blue Eye. Jika diperhatikan, tempat duduk yang nantinya akan menghiasi lounge luar biasa ini diadopsi dari ubur-ubur dan seekor cetacean, karena sepintas bangku-bangku di sini terlihat seperti dua hewan laut tersebut. Belum lagi, posisi bangku-bangku ini yang menghadap langsung ke sebuah kaca besar yang memungkinkan penumpang melihat  kehidupan bawah laut dengan mata telanjang.

Selain itu, ada juga tiga layar digital yang memproyeksikan gambar yang diambil dari kamera bawah laut, sehingga penumpang dapat merasa lebih berbaur dengan biota laut yang berada di sana, seperti kawanan lumba-lumba yang tengah berdansa di derasnya arus laut.

Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi

Tidak hanya memanjakan indera penglihatan, para pengunjung juga dapat mendengar suara-suara abstrak khas bawah laut dibawah komposer musik kontemporer dan ahli desain suara bawah laut, Michel Redolfi. Penumpang dapat menikmati suara bising kehidupan bawah laut melalui sebuah hidrofon, alat yang dipergunakan untuk mendengar suara dari dalam laut. Hidrofon ini dirancang oleh French Research Institute studi Exploitation of the Sea. Dengan menggunakan hidrofon, pengunjung dapat mendengarkan suara dari radius lima kilometer. Ada juga sebuah Body Listening Sofa yang dapat bergetar serentak sesuai dengan ombak yang ditangkap oleh sensor.

Sumber: traveller.com.au

Dalam keterangannya, PONANT mengatakan menggunakan seluruh panca indera untuk melakukan interaksi terhadap sesuatu dapat lebih menyelaraskan diri dan memberikan sebuah kenangan tak terlupakan. “Teknologi mutakhir yang dikembangkan oleh PONANT memungkinkan para pengunjung untuk menjadi seorang penjelajah modern, layaknya Jules Verne, Jacques-Yves Cousteau, dan petualang hebat lainnya,” terangnya. “Para pengunjung juga dapat mengamati beragam flora dan fauna dari dalam sini. Untuk pertama kalinya di dunia, masyarakat kini dapat merasakan berada di jantung dunia bawah laut dan memanfaatkan semua panca indera mereka untuk dapat merasakan sensasi berwisata yang luar biasa.” Tutupnya. Layanan Blue Eye ini rencananya akan diluncurkan pada rentan waktu 2018 hingga 2019. Tidak hanya satu, melainkan empat Blue Eye siap dioperasikan oleh PONANT guna menjawab semua rasa penasaran netizen

Bullet Train Siap Mengular di Ujung Barat Daya Inggris

Kini, sebuah kota yang terletak di ujung barat daya Inggris, Cornwell tengah sesumbar menantikan kehadiran salah satu revolusi dalam dunia transportasi, yaitu bullet train. Armada berteknologi tinggi dari Class 802 Intercity Express Trains, yang akan dioperasikan oleh GWR pada rute Devon dan Cornwall-nya, akan menghubungkan London Paddington ke Penzance dan tujuan lainnya di antaranya. Kereta sekarang akan siap untuk melewati serangkaian uji coba dalam beberapa minggu mendatang sebelum memasuki layanan penumpang mulai musim panas tahun depan.

Baca Juga: Rencana Pengoperasian Kereta Jalur Elizabeth di Inggris, Semuanya Serba Baru Loh!

Dilansir KabarPenumpang.com dari cornwalllive.com (17/6/2017), Armada baru memanfaatkan teknologi peluru asal salah satu perusahaan asal Jepang, Hitachi. Dalam bidang ini, Hitachi terkenal dengan kualitas dan kehandalannya. Penumpang bisa menemukan lebih banyak tempat duduk, fasilitas on-board yang lebih baik dan waktu perjalanan yang lebih singkat. Teknologi on-board termutakhir juga telah dirancang, termasuk update perjalanan real-time dan layar reservasi.

36 armada kereta ini dilengkapi dengan teknologi bi-mode, yang memungkinkan kereta menggunakan tenaga diesel dan listrik. Ketidaksabaran masyarakat untuk menyambut kereta baru ini seakan mendapatkan lampu hijau dari pihak produsen dengan cara membagi lokasi produksi. Tiga telah dibangun di Jepang, sedang 33 lainnya dibangun di Italia.

Baca Juga: Setelah 175 Tahun, Ratu Inggris Kembali Menumpangi Kereta Api

Intercity Express Train dirancang untuk menahan berbagai jenis cuaca di kawasan tersebut, termasuk jalur berbahaya pantai Dawlish yang terkenal dengan anginnya yang kencang dan gelombangnya yag ganas. Rencananya, per musim gugur mendatang, gelombang pertama kereta api akan berjalan di jalur utama Great Western yang bersejarah, menghubungkan London dengan kota-kota utama di Inggris termasuk Reading, Bath, Bristol, serta Cardiff.

Managing Director di Great Western Railways (GWR), Mark Hopwood mengatakan kedatangan bullet train ini menandakan sebuah langkah dalam melayani masyarakat. “Intercity Express Train memiliki lebih banyak kursi, layanan yang lebih baik dan perjalanan yang lebih cepat. Tidak lupa juga menaiki kereta ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para penumpangnya,” ujar Mark.

Baca Juga: Inggris Ambil Ancang-Ancang Untuk Redam Lonjakan Penumpang Kereta

Dilansir dari sumber yang sama, Berry Sas, Project Director dari Hitachi Rail Europe mengatakan sebentar lagi masyarakat yang kerap kali melakukan perjalanan dari London menuju South West sebentar lagi dapat merasakan dampak positif dari perkembangan jaman, berupa kereta modern. “Kereta ini sengaja dirancang untuk menunjang kenyamanan para penumpangnya, ditambah dengan tersedianya ruang bagasi yang lebih lega dan perjalanan yang mulus,” tuturnya. “Kami sangat ambisius untuk mulai menguji jalur kereta api di kawasan ini saat kami terus menuju armada baru memasuki layanan penumpang tahun depan,” tutup Berry.