PT ASDP Perkirakan Puncak Arus Balik Mulai H+4 hingga H+7 Lebaran

Musim libur Lebaran sebentar lagi usai, apalagi untuk para pekerja kantoran, cuti bersama terakhir 28 Juni 2017 besok. Ini membuat arus mudik dari luar daerah meningkat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimis mampu melayani arus balik penyeberangan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi sebagai lintasan tersibuk untuk arus balik dari Sumatera menuju Jawa diperkirakan akan terjadi kenaikan trafik penumpang dan kendaraan lima persen dari Bakauheni menuju Merak. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi mengatakan, layanan arus balik penyeberangan diprediksi akan mulai meningkat akhir pekan ini. Diperkirakan puncak arus mudik dari Bakauheni menuju Merak Jumat (30/6/2017) atau H+4, Sabtu (1/7/2017) atau H+5 dan Minggu (2/7/2017) atau H+6.

Baca juga: University of Liege Sabet Gelar Juara Perhelatan Desain Kapal Ferry di New York

“Arus balik diperkirakan akan lebih terdistribusi, dikarenakan waktu kepulangan yang lebih panjang karena berbarengan libur anak sekolah yang baru aktif kembali tahun ajaran baru pada 17 Juli mendatang. Selain itu juga ada tradisi Lebaran Ketupat, sehingga ada sebagian pemudik yang masih menambah waktu libur di kampung halaman,” tutur Faik, Selasa (27/6/2017) melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.

Tahun ini, ASDP menambah titik area penjualan tiket diluar pelabuhan atau buffer zone di tiga tempat yakni Terminal Rajabasa, RM Begadang 4 dan Masjid Kalianda. Dengan adanya buffer zone ini, Faik dan pihak ASDP berharap agar pengguna jasa bisa memanfaatknya untuk membeli tiket online berjadwal maupun bisa beristirahat sehingga perjalanan bisa berjalan lancar dan aman.

Faik mengatakan, saat ini di pelabuhan Bakauheni selain di operasikannya kapal berukuran besar sebanyak 32 unit di enam dermaga, PT ASDP Cabang Bakauheni juga menambah loket dan toll gate dengan total mencapai 49 unit. “Loket penumpang dari eksisting 6 unit, ditambah 12 unit menjadi 18 unit. Lalu, untuk roda 2 dari eksisting 7 unit, ditambah 7 unit menjadi 14 unit, dan untuk roda 4 dari eksisting 8, ditambah 9 unit menjadi 17 unit. Total penambahan ada 28 unit loket, sehingga ada 49 unit loket yang bisa digunakan oleh pengguna jasa. Kami harapkan tidak ada antrian signifikan, karena loket yang tersedia cukup memadai,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Eddy Hermawan.

Baca juga: BC Ferries Operasikan Kapal Ferry Pertama dengan Bahan Bakar Ganda

Berdasarkan data posko Bakauheni, dari total penumpang arus mudik yang naik dari Merak-Bakauheni sejak H-7 hingga hari HH Lebaran sebanyak 999.462 orang, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 415.765 orang atau baru sekitar 41,6 persen. Jadi, masih 583.597 orang lagi yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa.

Untuk roda 2, dari total 85.868 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-7 hingga HH Lebaran, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 12.530 atau sekitar 14,6 persen. Jadi, masih 73.338 unit sepeda motor yang belum kembali.

Sedangkan untuk roda 4, dari total 102.540 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-7 hingga HH Lebaran, baru kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 47.052 atau baru 45,9 persen. Jadi, masih ada sekitar 55.488 unit roda 4 yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa.

Adapun total kendaraan yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa, dari total 208.156 unit mobil yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada H-7 hingga hari Lebaran, tercatat baru 76.141 unit yang sudah menyeberang kembali ke Merak atau baru sekitar 36,6 persen. Jadi, masih ada sekitar 132.015 unit kendaraan lagi yang belum kembali ke Jawa.

Tembus 24 persen secara total selama arus mudik, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil menyeberangkan 999.462 orang dari Jawa ke Sumatera. Angka tersebut naik 12,4 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 889.297 orang. Lalu, untuk roda dua, tercatat 85.868 unit atau naik 4,5 persen dibandingkan tahun lalu 82.157 unit, roda empat mencapai 102.540 unit atau naik 14,9 persen dibandingkan tahun lalu 89.221 unit.

Baca juga: Kereta Ferry, Sensasi Naik Kereta di Tengah Laut

Roda empat atau lebih tercatat 122.288 unit atau naik 15,3 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 106.101 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya mencapai 208.156 unit atau naik 10,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 188.258 unit. Selain itu untuk kali pertama, Perseroan juga sukses menggelar layanan penjualan tiket online dengan pencapaian 24 persen.

“Untuk tahap awal, pencapaian ini sudah cukup baik karena menunjukkan animo masyarakat terhadap tiket online sudah mulai muncul. Harapannya kedepan pengguna jasa akan beralih ke pembelian secara online,” kata Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry Christine Hutabarat.

Terkait dengan kejadian tertabraknya dermaga 3 Pelabuhan Merak oleh KMP Portlink III pada Senin (26/6/2017), saat ini masih dalam tahap perbaikan namun tetap beroperasi normal dengan penggunaan fender (bemper peredam benturan) darurat. “Untuk KMP Portlink III sendiri saat ini belum beroperasi, dan masih dalam pemeriksaan, namun dipastikan akan kembali beroperasi pada Kamis (29/6/2017),” tutur Christine.

 

Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan

Siapa yang menyangka akan lahir di dalam sebuah penerbangan? Hal ini sebenarnya bisa saja terjadi, namun terkadang setelah lahir, banyak muncul pertanyaan sang bayi lahir dimana dan menjadi warganegara mana.

Dilansir KabarPenumpang.com dari edition.cnn.com (17/6/2017), seorang perempuan bernama Shona Owen lahir tahun 1990 dalam perjalanan dari Ghana menuju London di ketinggian 36.000 kaki (sekitar 10.000 meter). Ibunya yakni Debbie Owen saat itu diketahui memang sedang hamil dan akan kembali bekerja ke London dengan sang anak Claire berusia empat tahun dengan British Airways.

Baca juga: “Jual Tiket Berdiri” di Pesawat, Awak Maskapai Pakistan Diperkerakan

Saat itu, Debbie mulai merasakan dirinya akan melahirkan, kemudian awak kabin memindahkannya ke kelas satu dan mengosongkan untuk Debbie melahirkan dibantu oleh petugas media. Beruntungnya saat itu ada seorang dokter Belanda Wym Bakker yang membantunya melahirkan. Debbie berusaha untuk melahirkan setelah sampai di Gatwick, London ketimbang pesawat harus berhenti di Afrika karena dirinya melahirkan.

Shona Owen: Born 36,000 feet in the air (CNN.com)

Hal ini diceritakan Shona Kirsty Yves (SKY) yang menjadi penumpang tambahan saat dirinya lahir tahun 1990. “Saya selalu diberitahu bahwa saya dilahirkan untuk bepergian, dan saat ini saya bekerja di industri perjalanan,” ujar Shona yang saat ini menjadi eksekutif pemasaran online sebuah opeerator tur mewah.

Hal kelahirannya pun digunakan Shona untuk membuat disertasinya di London’s Goldsmiths Univesity. Dirinya membuat disertasi tentang kelahirannya karena ditanyai tentang seberapa langka dan berapa banyak bayi yang lahir di pesawat.

Baca juga: Tak Salah, Pasangan Ini Diusir dan Tidak Mendapat Kompensasi dari Maskapai

“Sangat menarik membaca semua cerita ini dan berbicara dengan orang lain yang lahir di pesawat terbang. Ibuku telah bertemu dengan seorang wanita lain yang melahirkan di pesawat terbang, saya telah berbicara dengan pilot dan ini semacam menciptakan komunitas kita,” lanjut Shona.

Dalam hal ini, selain Shona, Jonathan anak dari Debs Lowther lahir empat bulan di pesawat yang sama dengan Shona hanya saja saat itu penerbangan dari Malawi menuju Inggris. Sayangnya dengan kejadian melahirkan di pesawat, maskapai tidak menyimpan catatan kelahiran-kelahiran tersebut sehingga sulit didapat cerita yang lebih lengkap.

Birthplace bragging rights: Owen’s unusual passport (CNN.com)

Sebenarnya, dalam sebuah penerbangan, seorang ibu hamil dengan kondisi mengandung pada trisemester ketiga atau memasuki bulan kelahirannya dari 28 minggu harus membawa surat keterangan yang ditandatangai seorang dokter atau bidan. Bulan Mei 2015 lalu, Guan yang terbang dengan Wes Branch terbang dari Calgary menuju Tokyo dan melahirkan saat berada di atas Samudera Pasifik. Ini adalah hal yang mengejutkan karena saat berangkat dirinya dalam kondisi tidak hamil setelah melakukan pengecekan ke dokter.

Baca juga: Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret

Dalam permasalahan lahir dalam penerbangan, menjadi tanda tanya untuk kewarganegaraan, namun hal ini diatur dalam Undang-Undang Kewarganegaraan yang berbeda-beda tergantung negaranya. Seperti di Inggris, tidak semua yang lahir di Inggris langsung mendapat kewarganegaraan.

Sedangkan di Amerika Seirkat, seorang anak yang lahir di perairan atau wilayah udaranya, adalah warga negara AS sesuai prinsip jus soli (hak tanah) dan menjadi hak siapapun yang lahir di wilayah negara bagian. Tak hanya kewargenagaraan, tersebar pula mitos yang mengatakan seorang anak yang lahir dalam pesawat akan mendapat penerbangan gratis seumur hidup.

Ternyata memang ada beberapa maskapai memberikan penerbangan gratis dari bayi hingga umur 21 tahun yakni Virgin Airlines. Sedangkan Thai Airways, Asia Paific Airlines, AirAsia dan Polar Airlines memberikan penerbangan gratis untuk anak yang lahir di pesawat.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Shona, hingga kini telah merasakan dua penerbangan kelas satu gratis ke Australia saat ulang tahunnya ke 18 sekaligus mengunjungi neneknya. Kemudian, Shona menjadi kampanye iklan untuk maskapai ini.

“Pasti menyenangkan, tapi dari perspektif maskapai penerbangan, ini sedikit berbahaya untuk melahirkan di pesawat dan ini bukan perayaan indah ini. Tapi jika maskapai penerbangan mulai merasa murah hati, dia bersikeras bahwa ibu-ibu itu yang seharusnya diuntungkan, bukan bayi-bayi itu. Ibu saya adalah orang yang mengalami semua itu, jadi mungkin dia yang harus mendapatkan penerbangan gratis bukan saya,” jelas Shona.

Laporan H-2 Lebaran, 807.114 Orang Telah Menyeberang ke Sumatera

Menteri BUMN Rini Soemarno mengapresiasi kelancaran arus mudik moda ferry dalam Angkutan Lebaran 2017, khususnya di Merak-Bakauheni, lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia.”Layanan angkutan Lebaran tahun ini di Merak cukup lancar, apalagi dengan keberadaan Dermaga VI yang sangat menolong. Selama angleb, dermaga ini diperuntukkan bagi pemudik sepeda motor, dan layanan menjadi jauh lebih tertib,” tutur Rini, saat melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Merak, Sabtu (24/6) pagi.

Baca juga: Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers sore ini (24/6/2017), secara total dari H-10 hingga H-2 atau Sabtu pagi, tercatat jumlah penumpang yang telah diseberangkan mencapai 807.114 orang atau naik 10,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 728.080 orang. Lalu, untuk roda dua, tercatat 70.395 unit atau naik 2,9 persen dibandingkan tahun lalu 68.428 unit, roda empat mencapai 79.534 unit atau naik 12 persen dibandingkan tahun lalu 71.006 unit. Roda empat/lebih tercatat 98.450 unit atau naik 12,9 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 87.175 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang ke Bakauheni mencapai 168.845 unit atau naik 8,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 155.603 unit.

Diketahui, saat arus puncak mudik yang jatuh pada Kamis (22/6) atau H-3, pemudik sepeda motor mencapai arus puncaknya sebanyak 21.263 unit atau naik 53,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 13.827 unit, diikuti roda 4(kendaraan kecil) sebanyak 16.951 unit atau naik 15,1 persen dibandingkan tahun lalu 14.727 unit.‬ Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, ASDP saat ini memang tengah membangun dermaga 7 Merak, dan pengembangan dermaga eksekutif Merak yang ditarget selesai pada tahun 2018.

Baca juga: Landing Craft Tank Mulai Gerus Pendapatan Pengusaha Kapal Ferry

“Lebaran tahun ini, kita telah mengoperasikan dermaga VI Merak untuk melayani pemudik sepeda motor. Dengan tambahan operasi dermaga ini tentu ada peningkatan produktivitas penambahan trip. Dari H-10 hingga H-2 saja tercatat 1.078 trip atau naik 21,5 persen dibanding tahun lalu sebanyak 887 trip,” jelasnya.

Selama program arus mudik Lebaran berlangsung, PT ASDP telah sukses mengimplementasikan sejumlah strategi peningkatan layanan terhadap pengguna jasa, baik melalui peningkatan sarana dan prasarana penyeberangan dan pelabuhan, serta program-program yang memberikan lebih banyak kemudahan kepada pengguna jasa. Salah satunya, penjualan tiket online, mudik gratis, hingga penyediaan penjualan tiket di luar areal pelabuhan (buffer zone).

Laporan H-3 Lebaran, Pemudik Motor Menuju Sumatera Naik 53,8 Persen

Sebagai lintasan ferry terpadat di Tanah Air, jalur Merak – Bakauheni mendapat perhatian serius dari banyak pihak, mengingat terjadi perpindahan warga dalam jumlah besar dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera. Dan dari data H-3 atau Kamis (22/6) hingga Jumat (23/6) pukul 08.00, penumpang yang menyeberang mencapai 173.775 orang atau naik 23,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 140.684 orang, yang terdiri dari pejalan kaki 31.804 orang atau naik 25,9 persen dibandingkan tahun lalu 24.699 orang, dan penumpang di dalam kendaraan 142.691 orang atau naik 23 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 115.981 orang.

Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?

Lalu, jumlah sepeda motor 21.263 unit atau naik 53,8 persen dibandingkan tahun lalu 13.827 unit, roda 4(kendaraan kecil) sebanyak 16.951 unit atau naik 15,1 persen dibandingkan tahun lalu 14.727 unit, bus 686 unit atau naik 7,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 639 unit, truk 470 unit atau naik 4,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 449 unit, dan jumlah kendaraan roda 4 lebih 18.107 unit atau naik 14,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15.815 unit. Sehingga jumlah total kendaraan mencapai 39.370 unit atau naik 32,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 29.642 unit.

“Kami terus mengingatkan agar pemudik mempersiapkan perjalanannya terutama menghindari antrian/kemacetan menyusul tingginya volume kendaraan yang terus meningkat. Sejak awal kami sudah mengingatkan agar pemudik melakukan perjalanan pada siang hari dan menghindari masa puncak arus mudik,” ujar Faik Fahmi, Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry dalam siaran pers yang kami terima hari ini.

Baca juga: Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

Diketahui, lonjakan volume kendaraan menuju pelabuhan yang sangat signifikan dalam waktu bersamaan memicu terjadinya antrean di areal Pelabuhan Merak sejak Jumat (23/6) dini hari tadi. Akibat situasi tersebut, aparat Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan buka tutup jalur bagi kendaraan setelah Gerbang Tol Merak, agar tidak terjadi stagnasi kendaraan yang signifikan di areal pelabuhan.

“Langkah antisipatif lainnya hadapi kemacetan mudik, pengguna jasa dapat menikmati fasilitas buffer zone (penjualan tiket di luar areal pelabuhan) baik di KM 43 dan 68 Tol Tangerang-Merak, dan tiga lokaai lainnya di daerah dekat Pelabuhan. Buffer zone bisa menjadi tempat alternatif untuk beristirahat,” katanya lagi.

Secara total, dari H-10 hingga H-3 atau Jumat pagi, tercatat jumlah penumpang yang telah diseberangkan mencapai 634.239 orang atau turun 1,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 646.734 orang. Lalu, untuk roda dua, tercatat 48.958 unit atau turun 18,6 persen dibandingkan tahun lalu 60.177 unit, roda empat mencapai 62.664 unit atau turun 1,2 persen dibandingkan tahun lalu 63.396 unit. Roda empat/lebih tercatat 80.361 unit atau naik 1,2 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 78.978 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang ke Bakauheni mencapai 129.369 unit atau turun 7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 139.155 unit.

Baca juga: Bosan Ngantri Lama di Pelabuhan? Pemudik Ferry Gol I-V Bisa Beli Tiket Online

Saat arus mudik, tercatat ada 32 kapal yang siap operasi, serta total 6 dermaga yang beroperasi selama Lebaran ini. Adapun kapasitas terpasang di pelabuhan Merak, untuk penumpang mencapai 159.120 orang (prediksi saat puncak 170.684 orang), kendaraan roda dua mencapai 27.200 unit (prediksi saat puncak 22.601 unit), dan kendaraan roda empat plus bus mencapai 17.544 unit (prediksi saat puncak 17.177 unit).

“Walau ada lonjakanskami yakini sarana dan prasarana yang ada tetap memadai. Kami terus meningkatkan fasilitas dan layanan terhadap pengguna jasa, sehingga selama mudik Lebaran tahun ini ada pengalaman perjalanan yang lebih baik dan berkesan dibandingkan tahun lalu,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Tommy L Kaunang.

Ingin Lintasi Tol Brebes – Gringsing? Sebaiknya Baca Dulu Rekomendasi KNKT

Jalan Tol Brebes – Gringsing sudah dipersiapkan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik khusus untuk Idul Fitri Tahun 2017 ini. Jalan tol ini sengaja dibuka walaupun masih dalam tahap pembangunan sebagai alternatif untuk menguraikan potensi kemacetan yang diprediksi akan terjadi di jalur Brebes Exit (Brexit). Patut diingat bahwa tahun lalu (2016) telah terjadi kemacetan parah di jalur Brexit dimana kemacetan tersebut menelan korban jiwa.

Baca juga: Yang Sebaiknya Diketahui dari Tol Cipali dan Brexit

Saat ini, tol baru tersebut adalah jalan fungsional, sehingga segalanya memang belum dalam keadaan jadi (jalan darurat). Namun, jika arus kendaraan sudah menumpuk parah di Jalur Brexit maka mau tidak mau, kendaraan dapat dialihkan oleh petugas untuk melalui jalur ini. Dengan demikian, pengemudi harus mempersiapkan mental serta menanamkan dalam benaknya bahwa akan melewati jalur darurat yang alakadarnya dimana membutuhkan kewaspadaan dan konsentrasi.

Rekomendasi KNKT
KNKT (Komite Keselamatan Transportasi Nasional) telah mencoba mengevaluasi jalan tol ini sebelum resmi dibuka untuk pelayanan publik. Memang terdapat hazard/bahaya di sana-sini yang patut untuk diwaspadai oleh masyarakat. Dengan demikian rekomendasi sementara terkait keselamatan berkendara di jalur darurat ini saat mudik adalah sebagai berikut:
– Memakai masker untuk penumpang yang memiliki riwayat alergi debu;
– Pencahayaan mobil harus prima;
– Dalam mengantisipasi tidak tersedianya toilet, diharapkan membawa pispot untuk bersiap siap dalam kondisi darurat;
– Membawa perbekalan yang secukupnya;
– Merencanakan pengisian bbm secara strategic;
– Mempersiapkan nomor telepon angkutan BBM portable untuk pengkondisian saat bbm kritis (no. telepon sudah tersedia);
– Mempersiapkan nomor telepon Basarnas yang sudah disiapkan agar jika terjadi sesuatu segera dapat terantisipasi (Basarnas sudah menyiapkan tim rescuer termasuk bantuan helikopter);
– Pada jalan darurat ini rambu batas kecepatan sudah tepat sesuai dengan kondisi jalan. Oleh karena itu, untuk kelancaran dan keselamatan pemudik agar saat berkendara tidak melebihi batas kecepatan yang ditetapkan (ikuti rambu batas kecepatan);
– Ketika melewati jalan bergelombang, jembatan, jalan zigzag, kecepatan kendaraan hendaknya dikurangi;
– Jangan mengemudi melewati bahu jalan karena banyak terdapat saluran drainase (kendaraan dapat terjungkal);
– Ketika lelah atau mengantuk beristirahatlah, lihat kondisi apakah kendaraan dapat berhenti di rest area, atau berhenti di luar jalan.
– Agar kebijakan pelarangan penggunaan tol di malam hari untuk tetap diteruskan karena belum tersedianya kelengkapan jalan yang memadai (guide post, rambu chevron, dsb);
– Berdoa kepada Tuhan YME agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan keselamatan saat mudik.

Rail Transit Suite, Solusi Untuk Penumpang Kereta Yang Lelah

Ada pemandangan yang sedikit berbeda ketika Anda memasuki stasiun Gambir, dimana Anda sekarang bisa menemukan sebuah hotel yang berada di dalam stasiun utama tersebut. Sebuah hotel transit sengaja didirikan oleh PT KAI pada bulan Juli 2015 dalam rangka melayani penumpangnya dengan lebih baik.

Baca Juga: Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

Hotel transit dengan nama Rail Transit Suite Gambir ini terletak di sisi selatan Lantai 1 tepatnya di dekat loket karcis dan atas pintu masuk stasiun. Hotel ini memiliki 23 kamar yang terbagi menjadi 14 kamar tipe single bed, 4 kamar tipe twin bed dan 5 kamar tipe double. Kehadiran hotel ini tentu memberikan angin segar bagi para penumpang hingga para karyawan. Hotel ini memiliki beberapa tawaran terhadap durasi menginapnya, mulai dari 6 jam, 8 jam, 12 jam, dan 24 jam.

Mantan Menteri Perhubungan yang kala itu turut meresmikan Rail Transit Suite, Ignasius Jonan mengatakan keberadaan hotel stasiun ini merupakan yang pertama di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan akan mendirikan hotel di stasiun lainnya. “Diharapkan akan dibangun juga di tempat-tempat stasiun transit lainnya, seperti Kuala Namu Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan kota-kota besar lain yang dilewati lintasan kereta strategis,” kata Jonan saat meresmikan Rail Transit Suite Gambir, sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari detik.com (2/7/2015).

Baca Juga: Inilah Daftar Stasiun Tersibuk di Indonesia

Ia juga berharap agar para penumpang yang memiliki waktu transit yang cukup lama, dapat beristirahat sejenak di hotel tersebut. Untuk tarif sendiri, hotel transit di Stasiun Gambir ini dipatok Rp290.000 untuk tipe single bed room dan tipe twin bed room/double bed room dipatok mulai Rp360.000.

Berkaca dari kesuksesan rekannya di Gambir, Jakarta, Stasiun Tugu Yogyakarta pun tidak mau kalah. Dilansir dari sumber berbeda, Direktur Utama PT KAI kala itu dan masih menjabat hingga kini, Edi Sukmoro mengatakan hotel tersebut bisa dibilang layak dibangun di Stasium Tugu mengingat cukup tingginya lalu lintas penumpang di sana. “Nanti hotel itu akan kami lengkapi dengan fasilitas toilet untuk mandi, bilas tubuh, dan handuk. Jadi wisatawan yang tiba subuh atau malam hari bisa numpang sejenak di hotel itu,” jelas Edy dilansir KabarPenumpang.com dari metrotvnews.com (27/4/2016).

Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi

Tidak bisa dipungkiri, polusi kini sudah semakin tidak bisa dibendung, salah satunya adalah polusi udara. Zat emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang tingginya tingkat polusi yang ada di dunia. Maka dari itu, banyak perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang otomotif mulai memutar otak untuk tetap melanjutkan produksinya, namun turut juga menekan tingkat polusi.

Baca Juga: Ketika Dunia Transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman

Salah satu produsen otomotif asal Negeri Sakura, Jepang, Nissan mulai bergeliat  untuk menyempurnakan rancangan mobil elektriknya yang kini sudah mulai banyak digunakan oleh negara-negara lain. Bahkan, sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman electrek.co (30/5/2017), Nissan menuai sukses di bidang pengadaan mobil listrik. Walaupun kompetitor yang harus dikalahkan Nissan tidaklah mudah, seperti Tesla, namun kegigihannya dalam pengadaan calon mobil masa depan ini patut diapresiasi.

Bukan dari pengguna pribadi yang lantas mendominasi pembelian mobil listrik Nissan yang diberi nama Leaf ini, melainkan perusahaan taksi yang menjadi pembeli utamanya. Nama Nissan menjadi harum di Benua Biru dengan tersebarnya Leaf di beberapa kota di sana, seperti Madrid yang menggunakan 110 Leaf dan London yang menggunakan 20 Leaf.

Dilansir dari sumber lain, kini konsumen Leaf sudah menyebar di Belanda, Swiss, Portugal, Jerman, dan Inggris. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Nissan agar electric vehicle (EV) bisa diminati oleh banyak orang, hanya sekitar dua tahun. Banyak perusahaan taksi yang tergiur dengan biaya operasionalnya yang rendah, sehingga mereka percaya dapat meraup keuntungan yang lebih besar.

Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini

Tidak hanya perusahaan taksi yang merasa diuntungkan dengan kehadiran mobil listrik ini, namun perseorangan pun yang menggunakan mobil ini bisa merasakan keuntungan dengan menggunakan EV ini. Adalah Roberto San Jose dari Spanyol yang mengakui keiritan biaya operasional dari Nissan Leaf ini. “Bahan bakar untuk mobil bertenaga diesel akan menghabiskan biaya lebih dari £8.550, sedangkan dengan menggunakan Nissan Leaf hanya membutuhkan £1.540. Sehingga saya dapat menghemat kurang lebih £7.000,” tuturnya dilansir dari sumber yang berbeda.

Selain irit biaya operasional, penggunaan mobil elektrik juga dinilai sebagai cara paling ampuh untuk menekan angka polusi. Bagaimana tidak, Nissan Leaf tidak mengeluarkan emisi dan suara mesin yang sangat lembut. Maka dari itulah, mobil ini menjadi idaman bagi semua orang.

Komentar mengenai kinerja Nissan Leaf lalu dilontarkan oleh Jean-Pierre Diernaz selaku Direktur Kendaraan Listrik Eropa. Ia mengatakan sempat ragu tentang Nissan Leaf yang akan digunakan menjadi operator taksi yang ideal. “Ternyata pandangan saya salah. Mobil ini termasuk murah dalam biaya operasional dan mudah untuk dirawat,” tuturnya.

Puncak Arus Mudik Jatuh Malam Ini, Prediksi Jumlah Penumpang PT ASDP Meleset

Puncak arus mudik moda ferry di lintasan penyeberangan Merak – Bakauheni diprediksi akan terjadi mulai Kamis (22/6) malam ini. Penumpang pejalan kaki, sepeda motor, dan mobil pribadi diperkirakan akan memadati Pelabuhan Merak, hingga Jumat (23/6) besok. Data produksi dari H-5 hingga H-4 atau Kamis (22/6) pukul 08.00 pagi ini mencatat trip kapal mencapai 130 trip selama 24 jam, atau naik 16,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 112 trip.

Baca Juga: H-4 Lebaran, Baru 338.795 Orang Pemudik Menyeberang ke Sumatera

“Prediksinya, saat arus puncak Kamis malam ini akan terjadi lonjakan yang signifikan. Dengan pengoperasian maksimal keenam dermaga di Merak, khususnya dermaga VI khusus untuk sepeda motor, kami berharap layanan ferry saat arus puncak dapat terlayani dengan baik,” tutur Faik Fahmi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari siaran pers, Kamis (22/6) sore.

Ia mengaku, hingga H-4 mudik Lebaran jumlah pemudik yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dengan kapal ferry belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Tahun ini, Cabang Merak membidik target 1,438,550 orang pemudik yang akan menyeberang di lintasan Merak-Bakauheni selama periode Angkutan Lebaran 2017. Target tersebut naik 3 persen dibandingkan realisasi pemudik ferry tahun 2016 sebanyak 1,396,650 orang.

Pada H-4 total penumpang yang menyeberang telah mencapai 121.669 orang atau turun 27,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 167.337 orang, yang terdiri dari pejalan kaki 21.317 orang atau turun 26,9 persen dibandingkan tahun lalu 29.148 orang, dan penumpang di dalam kendaraan 100.352 orang atau turun 27,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 138.189 orang.

Lalu, jumlah sepeda motor 12.138 unit atau turun 43,4 persen dibandingkan tahun lalu 21.436 unit, roda 4 kendaraan kecil) sebanyak 13.146 unit atau turun 15,3 persen dibandingkan tahun lalu 15.516 unit, bus 487 unit atau turun 34,2 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 740 unit, truk 594 unit atau naik 15,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 515 unit, dan jumlah kendaraan roda 4 lebih 14.227 unit atau turun 15,2 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 16.771 unit. Sehingga jumlah total kendaraan mencapai 26.365 unit atau turun 31 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 38.207 unit.

Baca Juga: Buffer Zone, Solusi PT ASDP Untuk Memecah Konsentrasi Pemudik

Secara total, dari H-10 hingga H-4 atau Kamis pagi, tercatat jumlah penumpang yang telah diseberangkan mencapai 460.464 orang atau turun 9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 506.050 orang. Lalu, untuk roda dua, tercatat 27.725 unit atau turun 40,2 persen dibandingkan tahun lalu 46.350 unit, roda empat mencapai 45.713 unit atau turun 6,1 persen dibandingkan tahun lalu 48.669 unit. Roda empat/lebih tercatat 62.274 unit atau turun 1,4 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 63.163 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang ke Bakauheni mencapai 89.999 unit atau turun 17,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 109.513 unit.

Trip Naik
Dalam rencana operasi Lebaran cabang Merak, jumlah trip tahun 2017 diprediksi capai 2.416 trip atau naik 3 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.346 trip. Untuk roda 2, ditarget tahun ini mencapai 105.601 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 100.572 unit. Dan untuk roda 4, diprediksi mencapai 186.182 unit atau naik 4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 179.021 unit.

“Dengan target penumpang ferry keseluruhan selama angleb (angkutan Lebaran) yang diperkirakan capai 1,4 juta orang, dan jumlah pemudik yang menyeberang ke Sumatera baru tembus 460 ribu orang pada H-4, artinya masih sangat jauh dari target,” tutur Faik.

Namun, Faik meyakini bahwa tren pengguna jasa ferry yang menurun tahun ini jika dibandingkan 2016, tetap tidak mengurangi produktivitas layanan kapal maupun pelabuhan yang diberikan perseroan. Pasalnya, dengan beroperasinya dermaga VI , maka operasional keenam dermaga di Merak dapat dimaksimalkan. Pada angkutan Lebaran kali ini, dermaga VI diperuntukkan khusus melayani angkutan sepeda motor.

GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Tommy L Kaunang mengatakan, pergerakan arus penumpang dan kendaraan memang belum signifikan terhitung mulai H-7 atau Minggu, hingga H-4 atau Kamis pagi hari ini. “Nanti malam kami prediksi akan terjadi lonjakan signifikan,” ujarnya.

Pelabuhan Merak menjadi salah satu titik perhatian utama dalam mudik Lebaran, karena lintasan Merak-Bakauheni menjadi jalur utama dan tersibuk yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Saat arus mudik, tercatat ada 32 kapal yang siap operasi, serta total 6 dermaga yang beroperasi selama Lebaran ini.

Adapun kapasitas terpasang di pelabuhan Merak, untuk penumpang mencapai 159.120 orang (prediksi saat puncak 170.684 orang), kendaraan roda dua mencapai 27.200 unit (prediksi saat puncak 22.601 unit), dan kendaraan roda empat plus bus mencapai 17.544 unit (prediksi saat puncak 17.177 unit).

“Untuk penumpang walau ada lonjakan sedikit, kami yakini sarana dan prasarana yang ada tetap memadai. Manajemen juga terus meningkatkan fasilitas dan layanan terhadap pengguna jasa, sehingga selama mudik Lebaran tahun ini ada pengalaman perjalanan yang lebih baik dan berkesan dibandingkan tahun lalu,” tutup Tommy.

Tourist Information Center, Mudahkan Wisman saat tiba di Bandara Soetta

Semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia, membuat PT Angkasa Pura II (Persero), Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan bekerjasama menghadirkan layanan digital Tourist Information Center (TIC). TIC ini berada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) per 19 Juni 2017 kemarin. Dengan hadirnya TIC, AP II berharap dapat membantu promosi pariwisata di Indonesia agar target kunjungan wisatawan tahun ini mencapai targetnya.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Pindahkan Contact Center Airport 138 ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers (21/6/2017), nantinya dalam TIC akan hadir konten-konten yang disiapkan Kementerian Pariwisata terkit destinasi yang ada di Indonesia. Hal paling utama dari konten ini adalah branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

President Director AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, Terminal 3 seluruhnya akan melayani penerbangan internasional, sehingga keberadaan TIC ini memiliki peran yang sangat penting untuk mempromosiikan destinasi wisata berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, juga untuk membuat wisatawan mancanegara lebih terkesan saat tiba di Indonesia.

Baca juga: Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik

“Lebih lanjut, keberadaan TIC juga semakin memerkaya konten digital di Terminal 3, dimana hal ini sejalan dengan komitmen AP II menjadikan bandara Soetta sebagai digital airport untuk mewujudkan visi perusahaan sebagai the best smart connected airport operator in the region. Kami berharap dengan semakin banyaknya layanan berbasis digital, maka standar pelayanan kepada penumpang pesawat termasuk wisatawan juga meningkat,” jelas Awaluddin.

Menteri Pariwisata Arif Yahya menargetkan TIC di Terminal 3 bisa menjadi semacam supermall tourism, dimana para wisatawan mancanegara bisa mendapat informasi mengenai ataraksi pariwisata, transportasi, akomodasi dan lainnya. Dalam TIC ini juga para wisatawan bisa melakukan reservasi dan pembayaran untuk pengalaman wisata yang lebih baik.

Baca juga: Angkasa Pura II Targetkan Runway Kedua Bandara Supadio Rampung di 2020

Untuk diketahui, saat ini AP II dan Kemenpar berkomitmen saling mendukung untuk pengembangan pariwisata yakni meningkatkan konektivitas penerbangan internasional di seluruh bandara-bandara yang dikelola AP II. Tak hanya itu, bandara-bandara di bawah pengelolaan AP II juga akan mempromosikan destinasi wisata yang ada di daerah bandara tersebut beroperasi. Nantinya, setiap bandara akan tetap dipasang logo Wonderful Indonesia dan menampilkan foto serta video milik Kemenpar diseluruh bandara yang dikelola perusahaan, ditambah dengan partisipasi dalam event internasional atau kegiatan lainnya guna memperkenalkan pariwisata Indonesia.

Awak Kabin Bantu Melahirkan Seorang Ibu di Ketinggian 42.000 Kaki

Pada ketinggian 42 ribu kaki atau 12.800 meter, seorang bayi perempuan yang diberi nama Kadiju lahir. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (8/4/2017), diketahui saat itu Turkish Airlines yang membawa penumpang bernama Nafi Diaby melahirkan dalam perjalanan dari Conakry, Guinea, menuju Ouagadougou di Bukina Faso.

Baca juga: Akibat Tas Obat, Sepasang Suami Istri Diusir dari Pesawat

Proses kelahiran tersbut dibantu langsung oleh awak kabin. Kejadian ini terjadi tidak lama setelah lepas landas pesawat dari Guinea menuju Istambul yang melalui Ouagadougou.

Awak kabin bantu kelahiran (Turkish Airlines/ SWNS.com)

Untungnya, saat melahirkan, Nafi tidak mengalami kesulitan dan prosesnya secara normal dengan kondisi bayi dan ibu sehat. Sesaat setelah mendarat pesawat Turkish Airlines Boeing 737-900 di Burkina Faso, si ibu Nafi dan sang bayi Kadiju langsung dibawa kerumah sakit. Dalam laporan Dailymail keduanya dilaporkan kelelahan namun dalam keadaan sehat dan baik.

Baca juga: Pukul Kru Pesawat Pakai Teko Kopi, Penumpang Ini Terpaksa Diikat Kabel Ties

“Awak kabin menyadari bahwa penumpang wanita bernama Nafi Diaby, dengan usia 28 minggu kehamilan, menderita rasa sakit dan melahirkan. Mereka segera menanggapi dan membantu proses melahirkan penumpang wanita selama penerbangan,” demikian pernyataan Turkish Airlines.

Kebanyakan maskapai hanya memperbolehkan penerbangan untuk batas kehamilan di usia 28-36 minggu. Sebuah surat keterangan izin penerbangan akan dikeluarkan dari dokter atau bidan yang memeriksa kandungan ibu hamil tersebut. Batas usia kandungan tersebut diukur dari tanggal penerbangan pulang.

Kadiju lahir di ketinggian 42.000 km (Turkish Airlines/ SWNS.com)

Atas kejadian kelahiran ini, Turkish Airlines kemudian membagikan kegembiraan tersebut di akun media Twitternya. Selain foto juga diberikan pesan ‘Welcome on board Princess! Applause goes to our cabin crew!’

Baca juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan

Tak hanya di pesawat, di Indoensia, tepatnya kemarin (20/6/2017) seorang ibu bernama Maria Elevina melahirkan di atas kapal Kirana Satu. Saat itu, dirinya sedang hamil besar dan dalam perjalanan dari Sampit, Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Proses persalinan ini dibantu petugas medis dan penumpang kapal denga kondisi peralatan medis yang terbata.

Dalam waktu 30 menit, dan berada d perairan Bawean Gresik, Jawa Timur, bayi laki-laki tersbut lahir. Bayi tersebut diberi nama Chandra Kirana dan langsung diberi hadiah naik kapal gratis ke seluruh tujuan di Indonesia seumur hidup dari Dharma Lautan Utama selaku operator kapal.