Tambah Investor Asing di Proyek Bandara, Pemerintah Siap Revisi Daftar Negatif Investasi

Presiden Joko Widodo terlihat ingin sekali mendorong para investor asing untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Apalagi pada sektor transportasi Indonesia.

Dilansir KabarPenumpang.com dari indonesia-investments.com (21/6/2017), pemerintah RI akan memperbaharui untuk merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Hal ini dilakukan agar para investor asing tertarik berinvestasi di Indonesia khususnya di bandara.

Baca juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia

Adanya revisi DNI disebabkan orang asing tidak dapat memiliki saham mayoritas dengan pihak Indonesia untuk mengoperasikan bandara yang ada. Apalagi untuk pendirian bandara baru atau perluasan pada bandara saat ini sangat penting untuk Indonesia.

Sayangnya, untuk melakukan hal ini, keuangan perusahaan milik pemerintah baik pusat maupun daerah sangat terbatas dalam pembangunan seperti perluasan bandara, sehingga dibutuhkan investor swasta. Kepala Divisi Penerbangan Terjadwal di Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Bayu Sutanto mengatakan, akan mendukung rencana pemerintah untuk mengizinkan lebih banyak investor-investor asing di seluruh bandara di Indonesia.

Baca juga: Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia

Sutanto mengatakan, ada banyak investor asing yang tertarik untuk berinvestasi dalam pengoperasian bandara. Namun, pihak asing ingin mendapatkan saham mayoritas dalam proyek tersebut, padahal kepemilikan investor asing maksimal di tetapkan hanya 49 persen untuk layanan operasi bandara.

“Operasi bandara di Indonesia saat ini dilakukan oleh pemerintah atau badan usaha milik negara. Oleh karena itu, sektor ini tidak memiliki tingkat persaingan yang sehat sehingga menghasilkan layanan dan operasi yang lebih baik di bandara-bandara lokal,” tambah Sutanto.

Baca juga: Bandara Radin Inten II Semakin Keren dengan Lorong Fiberglass

Hingga kini, masih belum jelas apakah pemerintah ada rencana mengizinkan saham yang lebih besar pada investor asing di area sisi lahan, udara atau keduanya. Untuk masalah area lahan atau udara masih terus dipelajari oleh pihak pemerintah untuk meteapkan hasil terbaik bagi investor asing maupun Indonesia.

Sebenarnya, dengan adanya sinyal dan keinginan dari Presiden Joko Widodo, merupakan peluang bagi investor untuk menanamkan modalnya, tidak hanya terbatas dalam pembangunan bandara melainkan juga pada sarana transportasi lainnya. Diketahui, sebelum ada sinyal baik ini, Indonesia meruapakan salah satu negarai di Asia Tenggara yang sedikit tertutup dalam investasi asing.

Setelah 2 Jam Alami Guncangan Hebat, Airbus A330 AirAsia X Kembali ke Perth

Kerusakan pada mesin terjadi pada pesawat Airbus A330 dengan nomer penerbangan milik D7237 milik AirAsia X. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Australia yang menuju ke Malaysia pada Minggu (25/6/2017) lalu. Menurut Australian Transport Safety Bureau (ATSB) kejadian tersebut disebabkan adanya guncangan yang keras saat pesawat berada di udara tak lama setelah lepas landas.

Dilansir KabarPenumpang.com dari fortune.com (27/6/2017), pesawat AirAsia X yang saat itu berada di udara harus kembali ke Perth, padahal pesawat sudah mengudara selama satu setengah jam. Menurut para penumpang yang berada di dalam pesawat, mereka merasakan guncangan keras yang ‘menggoyang’ kursi dan bisa diibaratkan penumpang seperti berada di dalam mesin cuci.

Baca juga: AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka

Guncangan tersebut dirasakan penumpang hampir dua jam. Dalam video yang terekam, saat itu pilot Airbus A330 yang membawa 359 penumpang sempat meminta para penumpang berdoa. “Keselamatan kita saat ini bergantung kerjasama Anda. Mudah-mudahan semua akan berakhir baik,” kata pilot.

Melihat dinamika dan kondisi mesin yang terjadi di udara, Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) meminta AirAsia X untuk mendarat kembali ke Perth. “Kami mendengar suara seperti benturan keras dan semuanya mulai berguncang. Kapten kemudian mengabari bahwa kita harus kembali lagi ke Perth,” ujar salah seorang penumpang.

Baca juga: Aeroflot Terkena Turbulensi Langit Cerah, 27 Penumpang luka Serius

Penumpang lain berkata, dirinya melihat ke arah jendela dan mesin berguncang sangat hebat. Pilot juga mengatakan, agar penumpang bersiap untuk kemungkinan terjadinya benturan saat mendarat. Untungnya, dalam kejadian ini pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat dan AirAsia X D7237untuk sementara dilarang terbang (grounded) hingga menunggu pengecekan secara menyeluruh.

Sayangnya, sesudah mendarat, beberapa penumpang merasa bahwa AirAsia tidak memberikan dukungan medis atau informasi yang jelas untuk penerbangan pengganti setelah turun dari pesawat. Sebab saat berada dalam pesawat yang berguncang, banyak penumpang yang merasa trauma yang mempengaruhi keadaaan emosional mereka.

Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Padahal bila penumpang diberi pelayanan untuk meredakan trauma saat kejadian, setidaknya bisa membantu penumpang untuk sedikit merasa lebih baik. Apalagi saat tiba di Perth, penumpang langsung ditangani dan diberi arahan yang jelas terkait penerbangan pengganti dan pelayanan traumatik pasca kejadian tersebut.

Maskapai dan pilot perlu memprioritaskan tidak hanya menjaga penumpang mereka tetap aman, tapi juga membuat mereka merasa nyaman. Mudah-mudahan AirAsia akan belajar dari kejadian ini dan menangani situasi traumatis yang berpotensi lebih baik ke depan.

Lempar Koin ke Mesin, China Southern Airlines Alami Delay 5 Jam

Pesawat Airbus A320 dari maskapai China Southern Airlines dengan nomer penerbangan CZ380 terpaksa menunda keberangkatan setelah salah satu penumpangnya melemparkan beberapa buah koin ke mesin pesawat pada Selasa (27/7/2017) lalu di Bandara Internasional Shanghai Pudong. Akibat kejadian itu, sebanyak 150 penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut dievakuasi menuju Guangzhou, Cina Selatan. Adapun penumpang yang menyebabkan keterlambatan tersebut langsung digiring otoritas keamanan bandara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca Juga: Delay Luar Biasa, 6 Maskapai Ini Pecahkan Rekor!

Adalah Qiu, seorang nenek berusia 80 tahun diinterogasi oleh pihak keamanan setelah dirinya melempar sembilan buah koin ke bagian mesin pesawat. Penumpang lain yang melihat kejadian tersebut lalu melaporkan Qiu kepada pihak berwenang. Sebagaimana laporan yang dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com, Selasa (27/6/2017), nenek tersebut tampak tengah melakukan perjalanan bersama suami, anak perempuan, dan menantunya. Adapun nenek tersebut melempar koin pada saat ia dan keluarganya tengah berjalan menuju pintu pesawat.

“Seorang penumpang lanjut usia terpaksa diamankan oleh pihak kepolisian setelah dirinya melemparkan beberapa koin ke dalam mesin pesawat hingga mengakibatkan penundaan penerbangan,” tulis pihak China Southern Airlines melalui akun Weibo resminya. Setelah pihak maskapai berusaha untuk mengeluarkan koin-koin tersebut, mereka lalu menguji coba kembali pesawat tersebut hingga layak dan aman untuk mengudara.

Sumer: scmp.com

Setelah melakukan interogasi terhadap nenek tersebut, polisi lalu mendapat keterangan bahwa Qiu merupakan seorang penganut agama Buddha yang percaya bahwa tradisi melempar koin tersebut akan menjamin keselamatannya dalam penerbangan. Padahal, apa yang ia lakukan malah akan mengakibatkan kecelakaan, sebagaimana yang diungkapkan oleh kapten pesawat. Ia mengatakan bahwa koin tersebut akan terhisap ke dalam bagian inti mesin dan mengakibatkan disfungsi sebelum akhirnya sesuatu yang lebih buruk terjadi.

Sumber: scmp.com

Dikutip dari sumber lain, wanita lanjut usia tersebut tidak akan menerima hukuman yang terlalu berat dari pihak kepolisian. Atas perbuatan yang ia lakukan, nenek tersebut akan mendekam dibalik jeruji besi selama kurang lebih selama lima hari, berdasarkan peraturan yang berlaku di sana.

Adapun pemberitahuan yang dilayangkan oleh pihak China Southern Airlines menuai banyak reaksi dari netizen. Bahkan, salah satu diantaranya mengatakan, “Nek, mesin pesawat itu tidaklah seperti air mancur pengharapan yang berisikan kura-kura.”

Cegah Kecelakaan Bus, KNKT Himbau Pemda Berikan Fasilitas Istirahat Pengemudi

Beberapa hasil investigasi kecelakaan angkutan jalan yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan bahwa salah satu faktor penyebab kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) disebabkan oleh faktor kelelahan pengemudi. Mengingat hal tersebut, maka KNKT berinisiatif untuk berkirim surat kepada Menteri Pariwisata dengan nomor surat UMM/10/22/KNKT 2017 tanggal 15 Juni 2017 perihal Tempat Istirahat Pengemudi Bus Pariwisata.

Baca juga: Jelang Angkutan Lebaran, KNKT Himbau Penyedia Transportasi Darat Tinjau Standar Kelayakan

Surat tersebut berisikan himbauan kepada para Gubernur, Walikota dan Bupati yang berada di provinsi seperti : DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali agar dapat memberikan fasilitas istirahat bagi para pengemudi bus pariwisata di tempat tujuan wisata atau ditempat lain yang layak untuk istirahat serta tidak membebani pengemudi. Selain kepada pemerintah daerah maka himbauan ini juga diperuntukan juga kepada pengelola tempat wisata. Beberapa tempat wisata dimaksud seperti : Candi Pramabanan di Yogyakarta, Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah, Gunung Bromo di Jawa Timur dan Gunung Tangkuban Perahu, Taman Mini Indonesia Indah dan Pantai Carnaval Ancol DKI jakarta, Pantai Carita Anyer Banten dan Tanah Lot Bali.

Baca juga: Ingin Lintasi Tol Brebes – Gringsing? Sebaiknya Baca Dulu Rekomendasi KNKT

Adapun yang melandasi dikeluarkan surat tersebut adalah faktor kelelahan pengemudi bus pariwisata yang disebabkan beberapa hal seperti :
a. Kemacetan di jalan yang disebabkan oleh beberapa faktor;
b. Perjalanan panjang yang lebih 8 (delapan) jam dan tidak tersedia pengemudi pengganti;
c. Pengemudi bus pariwisata tidak memiliki jam istirahat yang cukup sesampainya di tempat tujuan wisata;
d. Tidak baiknya kualitas pengemudi yang dikarenakan belum tersedianya tempat peristirahatan bagi pengemudi di tempat kota tujuan wisata yang terjangkau sehingga memaksa pengemudi untuk beristirahat di ruang bagasi mobil, kursi penumpang atau tempat yang kurang layak untuk istirahat;
e. Kurang perhatian baik dari pemerintah maupun perusahaan khususnya mengenai tempat istirahat pengemudi.

Disamping kelaikan pengemudi maka Ketua KNKT juga menghimbau kepada Badan Usaha / Pengelola Pariwisata untuk lebih memperhatikan kelaikan kendaraan / armada bus pariwisatanya dan istirahat pengemudi bus. “Berangkat berwisata dengan hati gembira, pulang berwisata dengan hati senang” ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers hari ini.

Delta Airlines dan JetBlue Gunakan Mesin Pemindai Wajah di Bandara

Delta Airlines dan JetBlue, adalah dua maskapai asal AS yang dikabarkan akan menggunakan mesin pendeteksi wajah untuk memeriksa identitas dan bagasi yang dibawa oleh penumpang. Penggunaan mesin pendeteksi wajah ini digunakan di Boston dan Minneapolis. Dengan terobosan ini, boleh jadi kedepan alat pendeteksi wajah pada paspor dan boarding pass tidak akan digunakan lagi.

Baca juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality 

Dilansir KabarPenumpang.com dari cnbc.com (16/6/2017), Delta Airlines minggu ini meluncurkan program pendeteksi wajah di St Paul, Minneapolis. Nantinya penumpang-penumpang tersebut akan memeriksakan tas mereka melalui booth otomatis dengan aplikasi pengenal wajah untuk mengidentifikasi penumpang. Sementara itu, JetBlue menggunakannya pada beberapa penerbangan di Boston, dimana identitas penumpang dikonfirmasi oleh sistem pengenalan wajah sebelum penumpang naik ke pesawat.

“Kami melihat masa depan, dimana wajah Anda adalah tanda pengenal yakni laksana paspor yang digunakan dalam perjalanan. Dengan ini, saat di bandara dan melakukan pengecekan, maka wajah Anda yang akan menjadi kunci pemeriksaan identitas Anda, wajah Anda memungkinkan melewati pos pemeriksaan oleh TSA (Transportation Security Administration) hingga akhirnya naik dalam sebuah penerbangan,” ujar JetBlue executive vice president, customer experience, Joanna Geraghty.

Mesin pemindai wajah di Shchipol Airport (Panorama Magazine)

Sebenarnya, tujuan menggunakan pengenal wajah (facial recognition) adalah untuk mengantarkan penumpang melalui bandara lebih cepat dengan membuatnya lebih mudah. Untuk maskapai penerbangan, dengan adanya pemindaian wajah memiliki manfaat tambahan, yakni membebaskan para penjaga loket untuk lebih fokus pada penumpang yang membutuhkan perhatian seperti orang tua dan penyandang disabilitas.

Baca juga: Quintiq Siap Otomatisasi Bandara Internasional Dubai

“Ini membebaskan personil yang kita miliki, untuk dapat menangani pelanggan saat mereka benar-benar membutuhkan,” kata  senior vice president of airport customer service at Delta, Gareth Joyce. Lantas bagaimana cara alat pemindai wajah ini bekerja? Di hub Delta tepatnya di Twin Cities, penumpang melayani dirinya sendiri untuk melakukan check in, dan mendapatkan tanda bagasi dan tanda untuk tas. Selain itu penumpang juga membawa tas untuk di cek, memindai boarding pass dan penumpang melihat ke layar untuk mengonfirmasi identitas mereka. Nantinya jika semua sesuai, tas akan di masukkan pada tempat barang yang akan dibawa masuk ke dalam sistem bagasi bandara, kemudian penumpang berjalan ke arah pemeriksaan keamanan.

Baca juga: Tourist Information Center, Mudahkan Wisman saat tiba di Bandara Soetta

Untuk penumpang JetBlue menuju Aruba, sistem pengenalan wajah bisa digunakan di gerbang tempat menaiki pesawat. Bukannya menunjukkan paspor dan boarding pass, justru penumpang berdiri di depan layar pemindai wajah yang mengonfirmasi identitas mereka yang sudah siap naik ke pesawat. Hebatnya lagi, hanya dalam hitungan beberapa detik, sistem pemindai wajah langsung terkoneksi dengan database pabean dan patroli perbatasan untuk melihat wajahya sesuai tidak dengan yang ada di paspor.

Menurut pengakuan penumpang yang sudah menggunakan sistem pemindai wajah ini, pengoperasiannya lebih cepat dan mudah. “Rasanya cukup keren. Saya tidak tahu itu akan semudah itu,” kata Rebecca Mechinsky. “Saya hanya berdiri di sana, mengambil fotoku dan saya baik untuk pergi,” kata Diane Abraham penumpang lainnya. “Sepertinya akan sedikit lambat. Saya tidak tahu apakah perlu dipoles atau tidak, tapi saat ini saya menyukainya, saya pikir itu ide yang bagus,” kata Joe Gugliotta.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

JetBlue mengatakan bahwa sistem pengenal wajahnya membutuhkan waktu kurang dari lima detik untuk memproses dan ‘menyetujui’ data setiap penumpang, kira-kira sama dengan metode tradisional agen gerbang yang melihat paspor dan tiket untuk memastikannya sesuai. Rencananya, sistem pemindai wajah akan diterapkan di beberapa bandara lain di AS. Sementara bagi maskapai penerbangan saat ini menjadi momen penting untuk melakukan serangkaian uji coba dan persiapan.

Dua Sejoli ini Lakukan Adegan Panas di Dalam Kabin

Kejadian tidak senonoh berhasil diabadikan oleh seorang penumpang RyanAir bernama Kieran Williams asal Inggris. Menggunakan kamera ponselnya, ia mengambil beberapa momen dimana sepasang muda-mudi berhubungan badan di dalam maskapai yang bertolak dari Manchester menuju Ibiza, sebagaimana KabarPenumpang.com himpun dari news.com.au (11/6/2017).

Baca Juga: Tak Miliki Boarding Pass, Pria Ini Bentak Petugas Check In Hingga Menangis

Pada saat kejadian, Kieran sempat mendengar mereka berdua terlibat dalam suatu perbincangan yang menjurus ke hal yang berbau pornografi sebelum akhirnya mereka melakukan adegan syur tersebut. “Saya pikir mereka berdua hanya bergurau,” tuturnya. Namun sejurus kemudian, sang pria berteriak “Adakah yang punya jelly?” Tentu saja bukan jelly dalam arti yang sebenarnya, melainkan sebuah alat kontrasepsi. Usut punya usut, kedua muda-mudi ini tidak saling kenal sebelumnya.

Mendengar permintaan tersebut, semua orang yang berada di dalam kabin tertawa dan mengindahkannya karena mereka memiliki pemikiran yang sama dengan Kieran, yaitu mereka berdua hanya bercanda atau sedang dalam kondisi mabuk. Alangkah mengejutkannya ketika sang wanita mulai naik ke pangkuan pria tersebut. “Kejadian tersebut menyita perhatian seluruh penumpang. Mereka benar-benar langsung melakukannya,” jelas Kieran.

Sumber: news.com.au

Penumpang lain yang merasa risih dengan adegan tersebut lalu memutuskan untuk pindah tempat duduk. Berselang 20 menit setelah kejadian, seorang penumpang melaporkan kejadian tersebut ke awak kabin, namun awak kabin tersebut tidak berbuat apa-apa setelah mendengarkan laporan tersebut.

Mendengar keluhan dari kostumernya, juru bicara RyanAir angkat bicara mengenai kejadian memalukan tersebut. “Kami sama sekali tidak mentolerir setiap kejadian yang mengganggu penumpang lainnya. Kami akan mempelajari kasus ini lebih dalam, dan kedua muda-mudi ini akan diperiksa lebih lanjut. Mereka berdua akan mendapatkan sanksi,” tutur jubir RyanAir.

Baca Juga: Kencing di Botol, Pemuda Ini Langsung Diamankan Saat Mendarat

Dilansir dari sumber lain, ternyata sang pria tengah dalam perjalanan menuju Ibiza untuk menjenguk tunangannya yang tengah hamil enam bulan. Sungguh ironis.

Sajikan Hidangan Khas Menu di Pesawat, Air New Zealand Buka Restoran Pop Up

Apa itu pop up restoran? Pop up restoran merupakan restoran yang punya konsep dinamis sesuai kondisi tertentu dan tidak selalu hadir pada saat yang sama. Belum lama ini, maskapai Air New Zealand membuka restoran pop up pada 25-26 April 2017 di Soho, London dengan tema ‘This Is How We Fly‘.

Hadirnya pop restoran dari Air NZ ini untuk menjawab keluhan pelanggan yang menganggap makanan di pesawat terbang lebih buruk dari makanan di kantin sekolah dan rumah sakit. Dilansir dari dailymail.co.uk, Air NZ melakukan survei pada 1000 orang Inggris pada (26/4/2017) dan mendapatkan hasil bahwa seperlimanya menyebutkan sajian yang tak sedap saat menyantap hidangan di dalam penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Kenali Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat Yuk!

Chef Peter Gordon

Sedangkan 50 persen dari hasil survei menyatakan tidak menyukai makanan yang dihidangkan di pesawat. Tak hanya itu, diungkap dari data lain, hampir setengah dari masyarakat Inggris yang sering menggunakan pesawat, menginginkan bila sajian dibuat dengan bahan segar, dan seperempat lainnya menginginkan banyak pilihan menu.

Chef Selandia Baru yang juga seorang pemilik restoran, Peter Gordon mengatakan, saat duduk dipesawat, Anda menginginkan makanan dengan bahan-bahan yang segar dan tekstur yang membangkitan selera serta membuat Anda bersemangat. “Makanan yang disajikan di maskapai Air NZ menggunakan bahan-bahan segar terbaik dan kaya akan rasa,” ujar Gordon. Jo Copestake, Air New Zealand General Manager UK and Europe mengatakan, pihaknya lebih mengutamakan penerbangan jarak jauh, sehingga hadirnya makanan lezat hanya satu bagian dari pengalaman terbang.

Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama 

www.nzherald.co.nz

“Temuan survei sangat menarik, tapi saya duga mereka belum bepergian bersama kami. Terbang seharusnya dinikmati, bukan sesuatu yang diderita!,” jelas Copestake yang dikutip dari nzherald.co.nz (26/4/2017).

Setelah adanya pop up restoran yang duat oleh Air NZ di Soho, London, para pengunjung yang mencobanya mengatakan bahwa sajian makanan lezat. “Saya tidak percaya ini, makananya lezat dan setara dengan apa yang saya bayarkan di restoran,” ujar salah seorang pengunjung.

Beberapa diantara pengunjung mengungkapkan, bahwa tidak pernah berpikir makanan di pesawat sangat enak dan kualitasnya baik. Pada pop up restoran ini, para pengunjung mendapatkan makanan domba dengan kacang polong mint, tumis selada dengan potongan daging assap dan kentang panggang asin dengan jelly mint.
“Orang akan berkesempatan mencicip canapes Air NZ yang dibuat dengan bahan tersegar dan terbaik . Mereka juga bisa mencicip beberapa wine terbaik dari kebun anggur Selandia Baru, Villa Maria,” tutup Copestake.

Microchip Implan Digunakan Untuk Pembayaran Tiket Kereta di Swedia

Semakin berkembanganya teknologi saat ini, mebuat operator kereta api SJ Swedia mengembangkan hal baru dengan sebuah microchip yang tertanam di tangan mereka. Dilansir KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (14/6/2017), implan microchip ini tertanam di tangan para pengguna kereta. Nantinya setiap penumpang tak lagi perlu membayar perjalanan kereta api dan bukan menunjukkan tiket kertas lagi.

Baca juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Operator kereta api SJ mengklaim sudah ada 100 penumpang yang memiliki sistem implan microchip untuk naik kereta. Implan microchip ini menggunakan sebuah penyimpanaan memori flash kecil yang di pasang atau tanamkan di bawah kulit tangan. Penumpang pengguna jarigan kereta yang dikelola pemerintah, harus memiliki microchip. Sebab, SJ tidak menjual teknologi futuristik kepada pelanggannya.

Hingga kini diketahui sebanyak 20 ribu orang di Swedia sudah memasang microchip untuk pembayaran tiket kereta. Microchip ini juga digunakan di tempat kerja menggantikan kartu identitas dari plastik. Selain itu, di tempat kerja, microchip ini digunakan untuk membuka pintu, menggunakan printer dan membayar makanan.

www.thesun.co.uk

Petugas SJ Press, Stephen Ray mengatakan, bahwa gagasan ini diajukan oleh perusahaan teknologi asal Stockholm yang disebut Epicenter, dimana dengan teknologi chip ini akan lebih mudah menggunakan dalam perjalanan kereta. Dalam chip, sistem tiket menggunakan Near Field Communication (NFC) dengan teknologi yang sama dengan Oyster atau Contactless Cards.

Baca juga: Setelah 175 Tahun, Ratu Inggris Kembali Menumpangi Kereta Api

Dalam proyek ini, Ray mengakui belum ada masalah baik personal maupun lainnya. Namun, ada kelemahan pada microchip yang ditanamkan pada tangan ini, yakni harus menggunakan smartphone milik perusahaan untuk memvalidasi microchip pelanggan. Sebab petugas kereta saat memindai tangan Anda juga dapat melihat profil LinkedIn sang penumpang.

Dari adanya microchip ini, beberapa pelanggan telan memprogram microchipnya untuk memberikan kartu bisnis digital dalam bentuk profil LinkedIn saat dipindai smartphone yang berkemampuan NFC untuk mendapat rincian tiket kereta pelanggan.

Baca juga: Universal Access Toilet, Toilet Berkonsep Futuristik Untuk Kereta

Peter Dahlqvist, Kepala SJ Business Sales mengatakan, SJ menjadi salah satu perusahaan digital di Swedia yang merintis teknologi chip implan ini. “Tiket microchip adalah contoh bagus tentang bagaimana kami mencoba ide baru dan mendorong laju perkembangan digital.”

Hadirkan The Sleep ‘n Fly Lounge, Bandara Dubai Penuhi Kebutuhan Tidur Pelancong

Bandara internasional Dubai (DBX) di Uni Emirat Arab menghadirkan The Sleep ‘n Fly Lounge untuk tidur di Terminal 3 nya. Lounge untuk tidur ini disediakan sebanyak 27 kabin yag terletak dekat dengan Gate A1 di Concourse A.

Baca juga: Adopsi Airport City, Tujuh Bandara Ini disebut Sebagai Ternyaman di Dunia

Dilansir KabarPenumpang.com dari gulfbusiness.com (31/7/2016), ruang tidur atau kabin ini dibuat bergaya Skandinavia dengan memiliki 20 ‘igloo’ kabin tidur dan tujuh kabin ganda berkelas premium dengan tambahan tempat tidur anak-anak yang bisa ditarik keluar. Untuk menggunakan kabin ini, penumpang dapat memilih sesi untuk tidur selama satu jam atau membookingnya untuk satu malam.

Harga sekali menggunakan igloo pods ini untuk satu jam dalam waktu siang hari dan pre-boooking melalui online dikenakan US$17 atau sebesar Rp225.850 dan US$60 atau Rp797.159,99 untuk dua jam per kabinnya di siang hari. Sedangkan untuk penggunaan selama 12 jam baik siang ataupun malam, biaya yang dikenakan bisa mencapai US$130 atau Rp1.727.179,97 untuk kabin tunggal. Sedangkan penggunaan kabin ganda yang bisa digunakan untuk anak akan dikenakan US$271 atau Rp3.600.505,94.

Baca juga: Terpaksa Menginap di Bandara? Siapa Takut!

Pemesanan kabin pods ini bisa melalui situs website fly ‘n fly. Sayangnya pada lounge kabin tidur tidak menyediakan makanan ataupun minuman dan fasilitasnya hanya mencakup di area ruang tunggu untuk penumpang yang tiba dan berangkat. Sedangkan ruang ganti pun tidaklah besar. Dalam hal ini, untuk melengkapi kebutuhan tidur, pihak bandara juga menjual bantal, selimut, perengkapan mandi serta bercukur, syal dan sendal travel.

Wakil Presiden Eksekutif Dubai Airport Commercial Group, Eugene Barry mengatakan, pembukaan The Sleep ‘n Fly Lounge memperluas pemilihan istirahat dan relaksasi di DBX dan menjadi rangkaian baru dari produk yang dipersonalisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pelancong global.

Baca juga: Mau Berburu Tiket Penerbangan Murah, Simak Tips Disini

Tak hanya itu, DBX juga menawarkan ‘SnoozeCubes’ atau bilik kecil kedap suara yang memiliki tempat tidur, TV, tempat penyimpanan dan WiFi untuk penumpang. Untuk satu bilik ini tarif yang dikenakan perjamnya yakni US$21 atau Rp279.006 dan US$28 atau Rp372.007,99 yang digunakan bersamaan. Fasilitas SnoozeCubes ini sudah hadir di DBX sejak tahun 2011 lalu.

DBX sendiri mengumumkan menjadi bandara tersibuk di dunia pada April 2017 lalu dengan menangani lebih dari 7,6 juta penumpang internasional dan mengindikasikan adanya peningkatan 7,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Mau Perjalanan Murah dan Menyenangkan? Ini Dia Cara Cerdasnya

Sebagai pelancong, banyak yang harus dipikirkan saat akan bepergian baik dalam negeri maupun luar negeri. Apalagi Anda adalah pelancong dengan budget murah. Dirangkum KabarPenumpang.com dari usatoday.com (24/5/2017), ada enam cara cerdas untuk menghemat budget saat bepergian alias dengan beudget murah. Berikut enam cara jitu yang bisa Anda gunakan.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

1. Kurangi biaya transportasi
Sebelum merencanakan sebuah perjalanan, hitung dulu pengeluaran yang akan Anda gunakan. Kalkulator dalam peghitungan ini sangat membantu Anda. Selama Anda bisa mendapat tiket murah untuk pulang pergi baiknya, ambil tiket seperti itu, sebab biasanya harga PP lebih murah dibanding sekali jalan saja. Jangan lupa, bawa barang yang dibutuhkan saja seperti pakaian luar dan dalam serta alat mandi. Tak perlu bawa barang berlebih, ini bisa membuat Anda kelebihan muatan.

2. Bandingkan penginapan
Cari penginapan yang murah, dengan berbagai aplikasi saat ini Anda bisa membandingkan harga hotel yang satu dengan yang lainnya. Jangan langsung membeli tapi cek dulu, terkadang ada yang memberikan penawaran lebih murah dan di tambah diskon khusus sebagai pengguna aplikasi tersebut. Atau Anda bisa menginap di tempat penduduk, biasanya bayarannya lebih murah dan terkadang dengan suukarela mereka mempersilahkan Anda menginap.

Baca juga: Mau Berburu Tiket Penerbangan Murah, Simak Tips Disini

3. Makan sehat dan cermat
Biaya makan biasanya bisa dikatakan paling mahal dibandingkan biaya penginapan. Namun, bila Anda cermat, dengan makan murah juga bisa makan sehat dan enak. Beberapa bandara internasional saat Anada bepergin dilarang membawa cairan lebih dari 3,4 ons pertasnya. Sehingga baiknya bawa botol kosong dan yang bisa di isi ulang, bawa makanan penambah energi saat berangkat pagi. Ini bisa menghemat uang dan waktu.

4. Pilihan mata uang
Untuk penukaran, baiknya bawa uang cash dan tukarkan ddi bank atau credit union. Ini salah satu pilihan terbaik di bandingkan harus menggunakan kartu debit atau kredit. Jangan lupa, tukar mata uang yang nilainya lebih dari tempat yang akan Anda kunjungi, sehingga saat di negara yang Anda kunjungi bisa menghemat biaya.

Baca juga: Saat Bencana Alam Tiba, Bukan Berarti Perjalanan Batal, Ikuti Tips Ini!

5. Telepon prabayar atau kartu SIM
Sebuah ponsel bisa berguna untuk menavigasi kota-kota baru, serta tetap terhubung dengan teman perjalanan dan kehidupan di rumah. Tapi bagi wisatawan internasional, mungkin juga datang dengan biaya roaming data. Anda akan menghemat banyak uang dengan membolos telepon selama perjalanan Anda, tapi itu mungkin tidak realistis. Pilihan terbaik Anda kemungkinan akan membeli telepon prabayar setelah Anda tiba atau membiarkan operator membuka ponsel Anda jika memungkinkan, sehingga Anda dapat menggunakan kartu SIM asing saat mendarat.

6. Belanja souvenir
Targetkan biaya untuk membeli souvenir. Jangan lupa pertimbangkan untuk melakukan penelitian tentang suvenir dan toko terbaik, jadi Anda akan merasakan apa yang mungkin Anda beli dan harga yang diharapkan.