Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

cirpac.com

Turbulensi kerap menyambangi Anda dalam suatu penerbangan. Turbulensi merupakan perubahan kecepatan aliran udara yang menyebabkan goncangan pada tubuh pesawat. Biasanya terjadi saat pesawat memasuki gumpalan awan yang berisi air. Adanya goncangan atau turbulensi, membuat banyak penumpang merasa khawatir dan panik. Namun sebenarnya turbulensi ini adalah hal yang wajar terjadi di dunia penerbangan.

Turbulensi yang selama ini di takutkan oleh penumpang pesawat adalah menyebabkan jatuhnya pesawat. Padahal, turbulensi bukanlah penyebab utama pesawat jatuh. Umumnya pesawat yang digunakan dalam penerbangan sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengahadapi guncangan-guncangan yang terjadi saat mengudara. Saat turbulensi pesawat juga selalu seimbang.

Dilansir dari cntraveler.com, penyebab terjadinya turbulensi dalam penerbangan yakni adalah awan yang biasa Anda lihat saat berada di udara. Anda pasti terkagum-kagum dengan keindahan bentuk awan tersebut. padahal awal adalah hal utama terjadinya turbulensi atau goncangan pada pesawat. Selain Clear Air Turbulance (CAT), awal sebagai gambaran udara yang tidaklah stabil salah satu contohnya awan cumulonimbus.

telegraph.co.uk
telegraph.co.uk

Turbulensi terbagi menjadi dua yaitu turbulensi saat ada awan dan turbulensi pada langit cerah tanpa awan. Turbulensi udara cerah sangat berbahaya karena awak kabin hanya memiliki waktu yang singkat untuk memberitahukan kepada penumpang. Ini lebih ekstrim dibandingkan dengan saat turbulensi dengan awan. Anda sebagai penumpang pesawat haruslah selalu mempersiapkan diri, beberapa waktu kedepan, jumlah turbulensi di udara cerah akan meningkat karena pemanasan global.

Tapi Anda jangan khawatir, pilot-pilot yang mengemudikan pesawat sudah terlatih dalam menghadapi turbulensi yang terjadi. Karena pilot sudah mengetahui kondisi cuaca melalui alat pendeteksi khusus.

Selama terjadinya turbulensi ini, sebagai penumpang Anda harus bisa lebih tenang dan tidak panik. Berikut ini ada beberapa cara bersikap yang tepat dalam menghadapi turbulensi yang terjadi di dalam pesawat.

Gunakan seatbelt selalu
Ini paling penting saat terjadi turbulensi, baiknya gunakan sabuk pengaman agar tubuh Anda tidak terguncang. Walaupun lampu tanda menggunakan seatbelt sudaah dimatikan, saat Anda duduk baiknya tetap menggunaka sabuk pengaman. Saat terjadi turbulensi, dengarkan instruksi dari awak kabin baik pramugari maupun pramugara. Jangan ke toilet saaat lampu sabuk pengaman dinyalakan, karena Anda bisa saja terantuk data menuju toilet atau di dalam toilet.

Jauhkan benda berbahaya
Singkirkan semua benda berbahaya dari dekat Anda saat turbulensi agar tidak tertimpa apapun. Jauhkan barang-barang seperti gelas, buku atau barang lainnya dari tempat duduk Anda. barang-barang ini bisa melayang mengenai Anda bila tidak disingkirkan.

Minum cukup air
Udara yang kering di dalam pesawat bisa membuat badan kurang fit dan kepalaa pusing. Untuk menghadapi turbulensi baiknya, minum air secukupnya untuk menghindari dehidrasi.

Kontrol nafas
Saaat terjadi turbulensi baiknya jangan panik dan tetap duduk di tempat duduk Anda. Atur nafas dan tetap tenang karena turbulensi biasanya terjadi hanya sesaat. Lemaskan otot-otot Anda agar tidak tegang. Bila masih tidak bisa, pejamkan mata Anda untuk mengalihkan perhatian dari rasa guncangan.

Makan permen jahe
Permen jahe dapat membantu Anda menghilangkan rasa gugup berlebihan dan meredakan pusing di kepala. Baiknya makan permen jahe sesaat sebelum lepas landas untuk merasakan rileks