Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Sumber: padhaaro.com

Sebentar lagi, masyarakat India dapat merasakan kenyamanan yang ditawarkan oleh perkereta-apian di sana. Pasalnya, kereta tidur (sleeper train) tua yang telah usang dan lusuh akan kembali diperbarui untuk membantu pengoperasian sistem transportasi di Negara penghasil film Bollywood tersebut. Tidak hanya memperbaiki, operator di India juga turut mendatangkan sejumlah gerbong baru. Dalam proses peremajaan tersebut, pemerintah India membutuhkan waktu kurang lebih lima setengah tahun untuk menghadirkan kereta yang bersih, indah, serta dilengkapi dengan fasilitas yang modern.

Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Tidak hanya mendandani bagian luarnya saja, pun dengan bagian dalamnya. Dibawah titah dari Menteri Perkereta-apian India, Suresh Prabhu, interior kereta juga akan turut disulap guna meningkatkan kenyamanan para penggunanya. Penambahan tempat tidur yang bersih dan nyaman, lampu baca, lampu LED, toilet bio modular, serta sistem pendeteksi kebakaran juga turut dipasang di kereta tersebut.

Tidak lupa port pengisian daya juga akan terpasang nantinya, serta akan ada juga fasilitas lain yang mampu menunjang para kaum disabilitas, seperti lantai anti-slip dan huruf braile yang akan terpasang di setiap papan pemberitahuan. Ini merupakan salah satu misi Retro-Fitment yang akan memperbarui kurang lebih 40.000 gerbong dalam kurung waktu lima setengah tahun ke depan.

Rencana pembaruan interior kereta di India. Sumber: dailymail.co.uk

“Biaya perbaikan satu gerbong akan menyentuh angka Rs 30 lakh, sementara yang retro-fitting akan mencapai angka Rs 28 lakh,” kata Ravindra Gupta, salah seorang dari Kementerian Perkeretaapian, sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman indiatimes.com, Selasa (13/6/2017). “Hingga saat ini, kurang lebih ada 80 persen gerbong yang sudah masuk kategori tua. Untuk sementara, kami sudah menghentikan proses pembuatan kereta baru terhitung sejak tanggan 1 April 2017 kemarin. Kami akan fokus untuk memperbaiki kereta yang sudah ada terlebih dahulu,” tukas Suresh Prabhu.

Baca Juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp

Total biaya yang mesti dikeluarkan dalam rangka perbaikan 40.000 gerbong ini menyentuh Rs 15.000 crore.  “Ini merupakan proyek berskala besar dan lokakarya kereta api di India tidak memiliki kapasitas yang cukup melakukannya sendiri, maka kami akan meminta pihak swasta untuk berpartisipasi dalam proyek ini,” terang Ravindra. “Kereta api akan mengambil 40 persen proyek, sementara sisanya akan diserahkan kepada pihak swasta,” tambahnya.

Untuk etape pertama pengerjaan, tender akan dibebankan 8.000 gerbong yang akan dibagi menjadi dua tahap. “Tahap pertama, pengerjaan akan dilakukan di bengkel kereta api sebanyak 2.500 gerbong, dan sisanya akan dilakukan di luar bengkel,” Jelas Ravindra. Ia juga menambahkan kereta retro ini nantinya akan memiliki ketahanan yang lebih kuat dibandingkan gerbong lainnya dan memiliki sistem yang bisa menghindarkan kereta saling bertumpuk pada saat kecelakaan.