Di Amerika Serikat, Uber Lebih Banyak Dipilih Untuk Atasi Situasi Darurat Medis! Kok Bisa?

Sudah menjadi satu kewajaran manakala seseorang menghubungi petugas ambulans untuk mengantarkan penderita menuju rumah sakit. Tapi bagaimana jika bukan petugas ambulans yang dipanggil dalam kondisi darurat, melainkan pengemudi Uber? Tentu hal tersebut akan membuat Anda mengernyitkan dahi. Walaupun terdengar konyol, tapi seorang peneliti berhasil membuktikan hal tersebut dan membeberkannya ke publik.

Baca Juga: Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari situs mashable.com (15/12/2017), seorang professor dari Department of Economics di University of Kansas, David Slusky dan rekannya Dr. Leon Moskatel dari Scripps Mercy Hospital’s Department of Medicine menyebutkan bahwa penelitian mereka menemukan penurunan terhadap penggunaan ambulans di Amerika Serikat. Kedua periset ini juga percaya bahwa layanan ride sharing seperti Uber menjadi aktor dibalik penurunan angka penggunaan ambulans tersebut.

Keduanya mengambil sampel dari 766 kota di Amerika Serikat dalam rentang waktu 2013 hingga 2015. Itu berarti, baik David dan Dr. Leon membandingkan sebelum dan sesudah layanan Uber ‘menyerbu’ kota-kota di Negeri Paman Sam ini. Setelah meninjau semua data yang ada, para peneliti ini menyimpulkan bahwa masuknya layanan Uber ke kota-kota tersebut telah mengurangi volume penggunaan ambulans sekitar tujuh persen.

Seperti yang kita ketahui bersama, layanan ride sharing seperti  Uber tidaklah dilengkapi dengan tenaga medis professional seperti yang ada di ambulans, tapi hal tersebut dinilai bukanlah menjadi alasan utama di balik angka penurunan penggunaan ambulans ini. David dan Dr. Leon sepakat bahwa biaya penyewaan ambulans yang terkadang mencapai ribuan dolar menjadi beban tersendiri bagi para penyewa. Mereka lebih memilih untuk menggunakan layanan Uber karena memang terbukti lebih murah dan bisa mengantar pasien menuju rumah sakit lebih cepat (dilihat dari ukuran mobil). “Para penyewa akan mempertimbangkan tentang kesehatan dan harga sewanya (ambulans),” tutur David.

Baca Juga: Waspada! Pengemudi Uber Punya Trik Baru Untuk Kelabui Penumpang

Tanpa terkecuali, layanan ride sharing Uber akan mengantarkan Anda menuju destinasi tujuan termasuk rumah sakit. Bahkan, tidak sedikit para pengguna layanan Uber ini meminta agar si pengemudi lebih cepat sampai karena berada dalam kondisi yang darurat. “Kami bersyukur layanan kami telah membantu banyak orang yang berada dalam kondisi darurat agar bisa mendapatkan penanganan medis secepatnya,” ungkap juru bicara Uber.

“Penting untuk diingat bahwa Uber bukanlah pengganti petugas penegak hukum atau profesional medis. Jika terjadi keadaan darurat medis, kami selalu mendorong setiap orang untuk menghubungi 911.” Imbuhnya.

Ambil Foto Menara Eiffel di Malam Hari = Ilegal!

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Paris? Mungkin sebagian besar dari Anda akan langsung mengingat salah satu keajaiban dunia yang ada di sini, ya Menara Eiffel. Sebagai salah satu destinasi wisata favorit para pelancong, maka tidak heran jika di sekitaran menara ini banyak orang yang mendokumentasikan momen prestisius ini. Tapi tahukah Anda bahwasanya Anda tidak diijinkan untuk mempublikasikan foto atau video Menara Eiffel pada malam hari? Loh, kok bisa?

Baca Juga: Priiit..! Dilarang Selfie di Tempat-Tempat Berikut Ini

Sebagaimana yang disarikan KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, adapun alasan dibalik pelarangan ini adalah undang-undang hak cipta Perancis. Ditambah lagi statemen yang dicetuskan oleh sebuah perusahaan yang mengelola Menara Eiffel, Société d’Exploitation de la Tour Eiffel, yang melarang keras mempublikasikan Menara Eiffel kala malam hari.

“Namun perlu izin yang harus diperoleh dari Société d’Exploitation de la Tour Eiffel untuk mempublikasi foto Menara Eiffel yang dihiasi lampu pada malam hari,” tutur salah satu karyawan di perusahaan itu, dikutip dari laman brilio.net.

Ya, memang Menara Eiffel merupakan sarana yang terbuka untuk umum. Para pengunjung diperbolehkan mengabadikan momen sebanyak mungkin dikala siang hari dan mempublikasikannya. Namun jangan harap Anda dapat mempublikasikan satu foto atau video yang menunjukkan keindahan Menara Eiffel pada malam hari, karena hal tersebut dinilai ilegal.

Dikarenakan Perancis menganut peraturan yang memberikan hak eksklusif terhadap seseorang atas karya seni yang dia buat, maka inilah yang menjadi landasan undang-undang tersebut. Setiap malam, Menara Eiffel menampilkan pertunjukan lampu yang dipasang oleh Pierre Bideau pada tahun 1985. Atas hasil karyanya, Pierre dianugerahi hak cipta yang berdampak pada pelarangan kepada semua pelancong untuk mempublikasi pemandangan Menara Eiffel pada malam hari. Sederhananya seperti itu.

Baca Juga: Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv

Selain terbentur soal undang-undang, pertunjukan lampu di Menara Eiffel bukanlah lagi menjadi suatu hal yang indah manakala diabadikan dengan menggunakan kamera. Ini dikarenakan fisik Menara Eiffel yang berupa kerangka, sehingga hanya indah untuk dipandang mata saja. Namun jika Anda tetap bersikukuh untuk mengabadikan momen pertunjukan lampu di sana, tetap jadikan hasilnya sebagai dokumentasi pribadi saja dan tidak untuk dipublikasikan.

Ini Dia Parade “Dancing Water” dari Berbagai Penjuru Dunia, Nomor 5 Unik Banget!

Ada banyak cara untuk membuat salah satu unsur kehidupan ini menjadi lebih menakjubkan, seperti menjadikannya sebagai air mancur. Seperti yang ada di Taman Vanda, Bandung dimana warga kota berjuluk Paris van Java ini begitu menikmati pertunjukan air mancur yang seolah berdansa ini. Entah sengaja datang, atau hanya untuk melepas lelah, tapi yang pasti taman yang terletak di pusat kota Bandung ini selalu ramai dikunjungi.

Baca Juga: 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah

Selain di Bandung, dimana saja ya kira-kira kita bisa menikmati air mancur yang memiliki desain apik lainnya? Berikut KabarPenumpang.com rangkum lima air mancur indah di seluruh dunia versi laman cnn.com. Siapa tahu bisa jadi referensi Anda untuk menghabiskan libur akhir tahun!

Banpo Moonlight Rainbow Fountain (Seoul)

Sumber: istimewa

Air mancur yang ada di Ibukota Korea Selatan ini menggunakan 10.000 lampu LED dan 380 water jet yang menghiasi bagian pinggir Banpo Bridge. Air diambil langsung dari Sungai Han dan menyemprot horizontal sejauh 43 meter. Air mancur ini pn dapat deprogram sehingga bisa bergerak mengikuti alunan musik. Pertunjukan air mancur indah ini sendiri berlangsung setiap hari antara bulan April dan Oktober.

Lotte World Musical Fountain (Busan)

Sumber: pinterest

Korea Selatan juga merupakan rumah bagi air mancur indoor tertinggi di dunia. Air mancur yang dibuka pada tahun 2010 ini dibangun di dalam Gwangbok Lotte Department Store, Busan. Dalam waktu tiga minggu, 500.000 orang telah berkunjung untuk melihatnya meliuk-liuk indah. Saat ini, Lotte World Musical Fountain dipertontonkan oleh 20.000 pengunjung per hari dan mendapat gelar sebagai daya tarik Busan yang paling populer. Sebuah hasil kolaborasi antara air mancur, kilauan lampu, dan 16 lagu berbeda membuat air mancur ini sangat memanjakan mata.

Fountain of Wealth (Singapura)

Sumber: instamoz.com

Fountain of Wealth dapat ditemukan di luar pusat perbelanjaan Suntec City, Singapura dan pernah menyabet gelar sebagai air mancur terbesar di dunia oleh Guinness World Records pada tahun 1998. Air mancur yang berdiri di atas lahan seluas 1.683 meter persegi ini dapat menyemprotkan air setinggi 13 meter. Entah siapa yang memulai, namun kebanyakan orang yang menonton pertunjukan air mancur ini selalu melemparkan koin. Ketika pertunjukan berakhir, tidak sedikit juga warga yang kemudian memungutinya. Tampilan air mancur ini semakin mempesona kala malam, karena ditembaki oleh sinar laser.

Dubai Fountain (Dubai)

Sumber: dubaitravelator.com

Air mancur ini terletak di sebuah danau di depan gedung tertingggi di dunia, Burj Khalifa. Menampilkan lima cincin water jet yang mampu menyemprotkan air yang tingginya setara dengan gedung 50 lantai. Dubai Fountain dilengkapi dengan 6.600 lampu LEDS serta 25 proyektor warna yang memungkinkan semburan air untuk menampilkan berbagai gambar. Sinar cahaya di tengah air mancur bisa terlihatdari jarak 20 mil, dan menjadikannya sebagai salah satu titik terang di Timur Tengah.

Baca Juga: Lima Daerah Reklamasi Ini Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Kanazawa Fountain Clock (Kanazawa, Jepang)

Sumber: pinterest

Air mancur unik berbentuk jam digital ini terletak di luar stasiun kereta Kanazawa, Jepang. Kanazawa Fountain Clock terdiri dari serangkaian air mancur kecil dengan latar belakang hitam. Sistem katup hi-tech memungkinkan air mancur diprogram untuk menampilkan angka dan huruf dalam berbagai bahasa.

Kopilot Oman Air Lupa Bawa Lisensi Terbang, Pesawat Tertahan Lebih dari 2 Jam di New Delhi!

Apa yang akan terjadi jika pilot dan kopilot maupun awak kabin tidak membawa kelengkapan dokumen maupun lisensi terbang komersialnya? Mungkin bisa saja pesawat tidak diperbolehkan lepas landas atau bahkan tidak terbang sama sekali hingga ada konfirmasi dari pihak maskapai.

Baca juga: Cessna 172 Skyhawk, Pesawat Latih Terpopuler Sejagad, Pencetak Berjuta Pilot

Belum lama, hal seperti ini terjadi pada maskapai Oman Air, dimana salah satu kru kabinnya yakni kopilot pesawat tersebut lupa membawa lisensi terbang komersialnya. Masalah tersebut membuat penerbangan Oman Air tidak diizinkan lepas landas dari bandara New Delhi, India, untuk sementara waktu.

Penemuan ini saat ada pemeriksaan acak terhadap dokumen-dokumen pesawat terbang dan awak asing yang mengoperasikannya. Diketahui, pemeriksaan ini dilakukan oleh pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara atau Directorate General of Civil Aviation (DGCA).

KabarPenumpang.com melansir dari laman english.alarabiya.net (8/12/2017), bahwa selama pemeriksaan acak yang dilakukan, kopilot penerbangan Oman Air tidak dapat memberikan CPL nya saat diminta. Karena masalah ini, penumpang mau tak mau harus menunggu lebih dari dua jam selama pemeriksaan tersebut berlangsung.

Atas kejadian tersebut maskapai kemudian mengirim faks atas izin pilot yang diperiksa dan kemudian pesawat baru diperbolehkan lepas landas. India sendiri sudah memulai program pengawasan keselamatan untuk maskapai asing atau safety oversight of foreign airlines (SOFA) pada tahun 2009 sesuai dengan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatakan bahwa semua maskapai penerbangan asing harus mengirim awak penerbang dan kabin mereka dengan dokumen lengkap untuk memenuhi pemeriksaan keselamatan rutin.

Baca juga: Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

“Sekitar lima sampai enam tahun yang lalu di UPA, pada pesawat maskapai asing beberapa kali kami telah menemukan beberapa dokumen atau sertifikat hilang atau karena beberapa alasan lain. Itu segera menjadi isu diplomatik dengan negara yang bersangkutan dan kami diarahkan untuk segera melepaskan pesawat tersebut untuk penerbangan,” ujar seorang juru bicara. Terkait hal ini, maskapai Oman Air tidak mengomentari kejadian tersebut.

Puncak Natal 2017, ASDP Cabang Merak Sebrangkan 238.636 Penumpang dan 50.533 Kendaraan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak telah sukses menyeberangkan sekitar 238.636 orang penumpang dan 50.533 unit kendaraan mulai H-7 atau Senin (18/12) hingga H-1 Minggu (24/12) selama periode arus berangkat Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018.

Baca juga: Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengaku cukup suksesnya layanan angkutan Natal selama arus berangkat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh insan ASDP dalam mendukung layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru tersebut.

“Persiapan telah dilakukan sebaik mungkin. Strategi di lapangan juga dilakukan dengan baik, dan berupaya untuk memberikan layanan sesuai prosedur sehingga pengguna jasa dapat menikmati layanan prima, berupa perjalanan yang lancar, aman dan selamat,” tutur Ira, saat memantau puncak arus Natal di Pelabuhan Merak, Minggu (24/12) siang dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com

Ia mengakui, di waktu peak season angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 terjadi peningkatan pengguna jasa yang cukup signifikan, khususnya penumpang pejalan kaki, roda dua, dan mobil pribadi.

“Namun, karena kesigapan pihak ASDP khususnya Cabang Merak untuk mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar dan memaksimalkan 6 dermaga, maka arus penumpang dan kendaraan relatif lancar, tidak terjadi antrian yang signifikan. Antrian masih dalam batas wajar, dan tidak sampai keluar dari pelabuhan atau bahkan jalan tol Tangerang-Merak,” jelas Ira.

Selain itu, pengguna jasa penyeberangan khususnya di Merak kini sudah semakin dapat menikmati pelayanan pelanggan yang lebih baik. Sejumlah fasilitas umum di terminal penumpang ditingkatkan. “Ketersediaan toilet yang cukup bersih, loket yang banyak, musholla, posko kesehatan, ruang menyusui hingga kami siapkan layanan tambahan snack corner gratis di dalam ruang tunggu. Antrian saat naik kapal juga bisa diminimalisir dengan pengaturan port time yang baik. Semua demi kenyamanan penumpang,” katanya.

GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengaku pengoperasian kapal besar dan dermaga sebanyak 6 unit secara maksimal cukup berhasil membuat arus penumpang dan kendaraan mengalir lancar.

Apalagi, jika membaca data dan perbandingan tahun lalu, tanggal 22 dan 23 Desember 2017 bisa dikatakan puncak arus berangkat Natal, dimana jumlah penumpang pejalan kaki naik tajam, masing-masing naik 49,5 persen dan 18,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. “Dengan menggunakan kapal besar, arus penumpang pejalan kaki yang cukup besar dua hari berturut-turut berhasil diurai. Demikian juga dengan sepeda motor, yang saat peak terjadi kenaikan hingga 70,1 persen pada tanggal 22 dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Kendati demikian, Fahmi tetap mengantisipasi bahwa malam ini masih terjadi arus berangkat Natal ke Sumatera yang akan didominasi penumpang, roda dua dan mobil pribadi walau tak signifikan.

Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat

Data Posko Merak mencatat, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 238.636 orang atau naik 13,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 210.935 orang. Total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 50.533 unit atau naik 15,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 43.685 unit.

Roda dua, tercatat 8.267 unit atau naik 64,6 persen dibandingkan tahun lalu 5.024 unit, dan Roda empat mencapai 24.886 unit atau naik 10,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 22.488 unit.

10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Merasakan wisata kereta di Benua Biru menjadi salah satu tujuan destinasi para pelancong dunia. Bukan hanya karena kota-kota yang indah, tetapi banyak tempat sejarah yang bisa di kunjungi dan satu dengan lainny berdekatan. Biasanya para pelancong lebih memilih menggunakan kereta, selain murah juga bisa menikmati pemandangan. KabarPenumpang.com merangkum dari traveller.com.au, ada sepuluh tips yang bisa digunakan para pelancong saat menggunakan kereta api di negara-negara Eropa.

Baca juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

1. Perjalanan dengan kereta api
Bepergian dengan jaringan kereta api di Eropa akan sangat mudah saat tas Anda bisa langsung di ambil. Tidak hanya lebih mudah, saat duduk pun Anda bisa lebih nyaman saat tas di letakkan pada rak penyimpanan di atas tempat duduk.

2. Tahu kereta yang akan dinaiki
Di Eropa banyak kereta cepat sehingga membuat Anda harus lebih jeli melihat mana kereta yang akan dinaiki. Awalnya hanya ada TVG dan Eurostar, tetapi saat ini sudah ada SJ, RJ dan AVE. Di Jerman ada kereta Intercity Express atau ICE, Euromed di Spanyol, Thalys di Belgia, Supercity di republik Ceko, Railjet di Austria dan Le Frecce di Italia.

3. Tempat tidur atau kamar tidur
Bepergian dengan kereta sembari bermalam bisa menghemat biaya akomodasi, karena selain bisa beristirahat, Anda juga sampai ketujuan di hari baru dan ini menjadi pengalaman tersendiri. Ada kereta dengan kompartemen tidur yang berisikan satu, dua atau tiga tempat tidur, perlengkapan mandi dan handuk. Ada juga kereta dengan kamar dengan empat atau enam tempat tidur susun dengan fasilitas yang sama. Jika Anda berangkat pada tengah malam dan sampai ke tujuan juga tengah malam, maka perjalanan di kereta api akan Anda rasakan selama dua hari.

4. Membawa gadget
Perjalanan kereta di Eropa tak selamanya bisa dinikmati keindahan alamnya. Saat melewati Norwegia atau Swiss, pemandangan gunung mendapat sisi gelap yakni terowongan. Sebuah gadget, seperti smartphone atau tablet akan membuat Anda sedikit terhibur saat kereta menyusuri terowongan.

5. Beli tiket online
Banyak jalur kereta yang tersedia dengan pilihan kereta pula yang beragam tergantung Anda memilih untuk kemana. Untuk mengunjungi satu negara seperti Jerman, bisa membeli di bahn.com atau menggunakan France Rail Pass yang bisa di beli francerailpass.com. Sedangkan perjalanan dengan beberapa tujuan baiknya Anda membeli tiket Eurail yang berlaku di 28 negara dan menawarkan beberapa hari perjalanan kereta api di berbagai kelas seperti ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Untuk mendapatkan tiket ini Anda bisa membukanya di eurail.com, railplus.com.au atau raileurope.com.

6. Reservasi atau tidak reservasi
Tidak semua kereta api mengharuskan Anda memesan tempat duduk sebelum bepergian. Ada beberapa kereta yang tidak mengenakan biaya tambahan untuk pemesanan tempat duduk. Disarankan, jika bepergian ke negara populer seperti Perancis, Italia atau Spanyol, baiknya memesan tempat duduk.

7. Waktu transfer
Secara teknis, Anda akan memerlukan pergantian dari satu kereta ke kereta lainnya. Biasanya jarak pergantian kereta setidaknya satu jam setelah perjalanan kereta sebelumnya.

8. Penutup telinga di kereta
Tak hanya pesawat, di kereta juga bisa terjadi perubahan tekanan. Ini terjadi jika kereta melalui gunung dan melewati terowongan sehingga mengubah ketinggian. Hal tersebut bisa tidak nyaman apalagi yang memiliki telinga sensitif, pilek bahkan infeksi sinus. Penyumbat telinga yang dirancang untuk diudara bisa digunakan dan cukup membantu. Anda juga bisa membuka jendela untuk membuat tekanan udara perbedaannya tidak terlalu ekstrim. Bawa obat dalam perjalanan Anda.

Baca juga: Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online

9. Hati-hati dengan pencopet
Perjalanan dengan kereta api di Eropa pada umumnya merupakan lambang kesopanan dan keamanan. Saat Anda turun, terutama di kota-kota besar baiknya waspada dengan pencopet dan jaga barang dengan baik. Beberapa stasiun besar memiliki lounge untuk penumpang kelas satu atau kelas eksekutif.

10. Train lag
Tak hanya saat menggunakan pesawat Anda merasakan jet lag, di kereta juga ada train lag. Sebagian besar Eropa Barat kecuali Inggris dan Portugal menempati zona waktu Eropa Tengah. Untuk merasakan ketenangan ini, perbanyak istirahat selama perjalanan, beri waktu diri Anda untuk pulih dalam waktu singkat.

Biar Tak Dicibir Orang Lain, Mau Selfie Juga Perlu Etika

Sebagai seorang pelancong tidak akan pernah melupakan yang namanya berfoto. Apalagi untuk berselfie ria adalah hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan. Obsesi untuk berselfie ria, sudah jelas dilakukan para pelancong saat berlibur dan ini menjadi salah satu buah tangan yang paling murah untuk dibagikan.

Baca juga: Travel Advice, Jangan Samakan dengan Travel Warning

KabarPenumpang.com merangkum dari traveller.com.au (2/12/2017), banyak sekali pelancong yang terkadang tidak sadar saat berselfie. Berikut ini ada beberapa perlakuan pelancong yang terlihat tidak seharusnya dilakukan.

Di Balai kota Kopenhagen perilaku tidak baik terlihat saat pelancong berselfie di depan patung penulis Denmark Hans Christian Andersen. Beberapa pelancong ada yang memanjat ke atas patung dan memeluknya untuk kepentingan diri sendiri. Bahkan ada pelancong wanita yang menantang untuk duduk di atas lutut patung tersebut.

Tak hanya itu, di Jepang tepatnya dekat stasiun Shibuya Tokyo, patung Hachiko menjadi satu ikon yang paling digemari untuk berselfie. Banyak yang memeluk patung dan membuat beberapa macam pose lucu. Adapula foto satu keluarga di Selandia Baru yang berfoto di lubang hobbit dengan anak perempuannya yang berusia 20 tahun.

Mungkin ini bagus untuk dilakukan apalagi sebagai kenangan. Tetapi terkadang perilaku Anda yang seenaknya saja membuat pelancong lainnya tidak senang bahkan kesal. Sebenarnya apakah perlu etika berselfie di tempat wisata? KabarPenumpang.com mendapatkan hasil juga, bahwa berselfie memiliki etika dimana pengunjung harus mengutamakan keselematan. Seperti menaiki patung Andersen di Denmark setinggi dua kaki, terlihat para pelancong lupa akan keselamatan dirinya.

Selain itu ketika terjadi huru-hara, kecelakaan atau bencana alam, baiknya jangan berselfie ria. Akan lebih etis jika menolong korban dibanding berselfie untuk mengabadikan kejadian tersebut.

Terpenting adalah menghargai orang lain, seperti bergantian saat berfoto atau tidak menjadikan sebuah objek seperti miliknya sendiri. Ini bukannya menikmati berselfie tetapi seperti merenggut keinginan orang lain untuk berfoto di situ.

Baca juga: Ini Dia! Hal Yang Kurang Menyenangkan Saat Bertandang Ke Cina

Jangan juga menutupi orang lain saat berfoto, untuk lebih baik, Anda harus meminta izin dulu sebelum berselfie ria. Tidak lupa untuk melihat papan peringatan, karena ada beberapa tempat dimana tidak bisa berselfie dengan sesukanya.

Jadi baiknya tidak melanggar aturan daripada Anda mendapat masalah. Bagaimana, masih mau berselfie sembarangan dan tak perduli orang lain atau melanggar aturan?

Mau Bawa Snow Globe Selama Penerbangan? Sebaiknya Kemasi di Dalam Koper

Snow globe alias bola salju hingga kini masih menjadi salah satu souvenir yang laris dibeli oleh pelancong yang akan pulang dari Eropa. Tapi tahukah Anda, bahwa di elemen yang ada di dalam snow globe didominasi oleh cairan, ya efek sebaran salju bisa tercipta berkat adanya cairan di dalam bola tersebut. Dan kini ada kabar terbaru, bahwa snow globe yang akan dibawa terbang harus mendapat perlakuan khusus.

Baca juga: Belanda Diterpa Cuaca Buruk, Bandara Schiphol Bakal Lebih Sepi di Akhir Tahun

Snow globe mendapat perlakuan khusus, lantaran ada ke khawatiran tentang muatan cairan yang ada di dalam bola. Bila dahulu penumpang bebas membawa snow globe ke dalam kabin, kini ada peraturan di Bandara Dublin, Irlandia, yang menyebut snow globe bisa dibawa naik ke pesawat, asalnya ditempatkan di bagasi kargo. Hal ini menyiratkan otoritas bandara tak ingin mengambil risiko untuk keselamatan penerbangan, meski sejatinya kadar air yang ada di snow globe terbilang minim.

Adanya perbedaan tekanan kemungkinan bisa berujung pada masalah di kabin. Atau bisa juga kuatitas snow globe yang dibawa penumpang menjadi perhatian bagi pihak keamanan bandara.

Terkait dengan momen Hari Raya Natal pada 25 Desember 2017, Juru bicara bandara Dublin, Siobhán O’Donnell mengatakan, pada 22 Desember ini akan menjadi hari tersibuk sebelum Natal dengan hampir 85 ribu penumpang. Namun, di bandara Dublin sebaiknya jangan membungkus dan membawa bola salju dengan tas tangan (hand carry), seperti detailnya dapat Anda simak di video berikut ini.

Peraturan membawa cairan penerbangan di Uni Eropa masih berlaku. Sehingga penumpang diingatkan untuk mengemasi hadiah dalam botol atau wadah berukuran lebih dari 100 ml ke dalam koper. Tentang larangan membawa snow globe ke dalam kabin juga bukan hanya dilakukan Bandara Dublin. Transport Security Administration (TSA), lembaga di bawah Department of Homeland Security Amerika Serikat, malah telah menetapkan aturan itu sejak tahun 2012 silam.

Saat Natal, anak-anak kecil di Amerika Serikat dan Eropa banyak yang bepergian dengan membawa snow globe. Dengan adanya aturan ini, tentu akan memisahkan antara anak dan snow globe selama perjalanan di udara.

Tak Hanya di Imigrasi Bandara, Restoran Cepat Saji Mulai Adopsi Pemindai Wajah Untuk Pemesanan

Selain di konter imigrasi bandara, mesin pemindai wajah (face recognition) juga mulai hadir ditempat-tempat lainnya seperti ritel dan kios makanan. CaliBurger salah satu restoran cepat saji di Amerika Serikat menguji kios pemesanan mandirinya dengan menggunakan mesin pengenalan wajah untuk mengidentifikasi pelanggan dan ‘mengingat’ makanan pesanan favorit mereka.

Baca juga: Akuarium Virtual Pemindai Wajah Sapa Calon Penumpang di Bandara Dubai

CaliBurger sendiri sudah tidak asing lagi dengan teknologi baru, karena sebelumnya di tahun 2017 ini juga mereka sudah menguji coba sebuah juru masak robot bernama Flippy. Robot ini dirancang untuk pekerjaan membalik roti burger di dapur restoran cepat saji tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (21/12/2017), bahwa setelah program robot masak ini sukses, rencananya akan menambahkan 50 robot lain di restorannya mulai tahun 2018 mendatang. Eksperimen teknologi baru tersebut melibatkan penggabungan perangkat lunak pengenalan ajah NEC NeoFace dalam program kios pemesanan mandiri.

Nantinya, saat pelanggan memilih, mereka akan memiliki semua detail dari akun loyalitas pelanggan yang telah terekam di database, selanjutnya di layar akan muncul konfirmasi pesanan yang telah dikenali dan langsung ditawarkan ke pembeli.

“Loyalitas pelanggan dengan basis facial recognition secara signifikan mengurangi gesekan yang terkait dengan pendaftaran dan mengurangi durasi waktu transaksi, lebih jauh, ini memungkinkan rantai restoran seperti CaliBurger menyediakan pengalaman interaktif satu per satu yang disesuaikan dengan pemesanan,” kata Chairman dan CEO Cali Grup, John Miller.

Awalnya pada uji coba program ini tidak akan menggunakan pengenalan wajah pada tahap pembayaran dan masih memerlukan kartu kredit. Tetapi, pihak perusahaan berharap kedepannya akan menggabungkan pembayaran berbasis wajah di tahun depan.

Baca juga: Demi Aman dan Nyaman, Bus di India Ini Gunakan Teknologi Pemindai Wajah

Sebuah sistem di Cina baru-baru ini juga meluncurkan sistem pengenalan wajah serupa di lingkungan ritel. Smile to Pay, kios -kios ini tersedia di bereberapa restoran KFC di Hangzhou, Cina. Sistem pembayaran yang sedang di uji, masih memerlukan verifikasi dari ponsel pintar milik pelanggan sehingga tidak sepenuhnya otomatis ke sistem pengenalan wajah tersebut.

Setelah peluncuran sistem pengenalan wajah baru iPhone yang kontroversial di awal tahun ini, belum terlihat apakah masyarakat umum sudah siap untuk menerima teknologi tersebut. Ada kewajaran untuk mempertanyakan seberapa valid dan amannya data biometrik pengenalan wajah tersebut, apalagi jika rencananya menghubungkan ini dengan proses pembayaran otomatis.

 

Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!

Beberapa hari yang lalu, PT MRT Jakarta (MRTJ) membocorkan calon armada yang akan digunakan di Jakarta pada awal tahun 2019 mendatang. Dalam salah satu foto yang dipamerkan dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta, Rabu (20/12/2017) kemarin, terdapat satu pemandangan yang mengundang pertanyaan dari banyak kalangan. Selain memuji progress yang sudah dicapai oleh PT MRTJ, sebagian masyarakat juga menanyakan, “kenapa kursinya terbuat dari plastik?”

Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tidak hanya mempertanyakan soal bangku plastik yang digunakan, tapi juga absennya rak bagasi di salah satu foto yang memuat gambar interior gerbong tersebut. Sontak, masalah ini ramai diperbincangkan. “Kami tetap menyertakan rak bagasi, di ujung rangkaian, area kursi prioritas. Karena itu sesuai dengan PM (Peraturan Menteri),” ungkap Agung Wicaksono selaku Direktur Operasi PT MRTJ.

Selain itu, Agung juga memaparkan bahwa estimasi waktu tempuh Fase 1 MRT dari Lebak Bulus menuju Bunderan HI hanyalah berkisar 60 menit, sehingga keberadaan rak bagasi dianggap tidak terlalu diperlukan. Alih-alih menggunakan rak yang biasanya dijumpai di atas bangku penumpang, Agung mengatakan bahwa kereta itu ruang kosong tersebut akan digunakan untuk memasang iklan, termasuk papan informasi.

Baca Juga: PT MRT Jakarta: Dibutuhkan Tiga Payung Hukum Untuk Pengembangan Ruang Bawah Tanah MRT

Ketika disinggung soal eksistensi kursi berbahan plastik dalam foto tersebut, Agung menyebutkan bahwa pertimbangan utama dalam penggunaan kursi keras tersebut adalah soal perawatan. Dirinya yakin bahwa jika MRTJ menggunakan bangku busa yang notabene lebih empuk dan nyaman, tentu pemeliharaannya pun akan lebih sulit ketimbang kursi plastik. Tidak hanya dari segi pemeliharaan, Agung juga mengatakan bahwa bahan yang digunakan berbeda dari kursi plastik biasa, sehingga penumpang tidak akan kehilangan kenyamanan ketika duduk di atasnya.

Dilansir dari sumber terpisah, Corporate Secretary MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah mengatakan bahwa bahan plastik yang digunakan sebagai bahan dasar kursi di kereta produksi Nippon Sharyo ini dapat dijadikan media untuk beriklan. “Kalau kursi plastik juga kan kita bisa tempel iklan-iklan,” tutur pria yang akrab dipanggil Hikmat tersebut.