Peringati Hari Ibu, Garuda Indonesia Kejutkan Para Penumpang Wanita di Terminal 3 Bandara Soetta

Dalam rangka memperingati hari Ibu, maskapai plat merah, Garuda Indonesia pada hari ini, Jumat (22/12), membagikan bunga dan souvenir kepada penumpang wanita sebagai bentuk apresiasi perusahaan pada peringatan hari Ibu di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 73.000 Kursi Tambahan

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Hengki Heriandono mengungkapkan, “Kami pada hari ini membagikan bunga dan souvenir kepada penumpang wanita sebagai simbol apresiasi terhadap figur Ibu yang erat kaitannya dengan representasi kekuatan wanita Indonesia”.

“Peringatan Hari Ibu ini juga dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa,” ungkap Hengki.

Hengki menambahkan, “Peringatan Hari Ibu di Indonesia tentunya menjadi komitmen bersama seluruh pihak yang dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur”.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya untuk Indonesia” pada Peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017 ini, Garuda Indonesia memberikan bunga dan souvenir yang dilakukan di areal check in counter, premium lounge, maupun boarding gate yang dibagikan khusus oleh cabin crew kepada seluruh penumpang wanita.

Baca Juga: Setelah Singapore Airlines, Kini Grab Berkolaborasi dengan Garuda Indonesia

Selain membagikan bunga di Terminal 3 Soekarno Hatta, pada hari ini, Garuda Indonesia juga membagikan bunga pada penerbangan GA 698 rute Makassar – Sorong.

Melandasi komitmen peringatan hari Ibu, Garuda Indonesia senantiasa memberikan komitmen pelayanan terbaiknya melalui konsep layanan Garuda Indonesia Experience berbasis implementasi filosofi layanan “Indonesia Hospitality” yang direpresentasikan pada layanan pre flight, inflight, dan post flight.

Malam Ini! Diprediksi Jadi Puncak Arus Liburan Natal di Pelabuhan Merak

H-3 Natal yang jatuh pada malam hari ini (22/12/2017), diperkirakan akan menjadi puncak arus penyeberangan di Pelabuhan Merak. Prediksi hari puncak arus berangkat angkutan Natal dan Tahun Baru dari 22- 23 Desember 2016, dan 29-30 Desember 2017. Sedangkan puncak arus balik liburan diprediksi pada tanggal 26-27 Desember 2017 dan 1-2 Januari 2018.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Demikian disebutkan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com. Ia menambahkan karakteristik tahun ini sama dengan tahun lalu, dengan asumsi kenaikan total jumlah penumpang di 10 lintasan mencapai 3,29 juta orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 3,13 juta orang.

Khusus di Pelabuhan Merak, dari total 66 unit kapal yang beroperasi, dipastikan 62 unit kapal siap melayani angkutan Natal dan Tahun Baru 2018. GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, tahun ini untuk total penumpang selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru dari Merak ke Bakauheni ditargetkan naik 11 persen atau sebanyak 90.018 orang, dari realisasi tahun lalu sebanyak 818.347 orang menjadi 908.365 orang di tahun ini.

Secara total, dari hingga H-7 atau Senin (18/12) hingga H-4 atau Jumat (22/12) pagi, tercatat jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Merak mencapai 121.685 orang atau turun 0,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 122.233 orang. Lalu, untuk roda dua, tercatat 2.461 unit atau turun 2,4 persen dibandingkan tahun lalu 2.522 unit, roda empat mencapai 13.071 unit atau turun tipis 0,1 persen dibandingkan tahun lalu 13.079 unit. Roda empat/lebih tercatat 24.462 unit atau naik 7,3 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 22.803 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang ke Bakauheni mencapai 26.923 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 25.325 unit.

Baca juga: Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone

Diprediksi, puncak arus Angkutan Natal 2017 terjadi pada akhir pekan ini. Karenanya, ASDP telah mempersiapkan peningkatan layanan bagi pengguna jasa melalui layanan tiket online dengan cukup pesan tiket melalui website ASDP dan pembayaran dapat dilakukan melalui ATM. Bagi pengguna jasa yang membeli tiket melalui online dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode yang diterima setelah membayar tiket- lebih singkat, sehingga dapat lebih cepat menuju kapal.

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Sigap Identifikasi Pelaku Pelecehan Seksual di Stasiun

Seorang mahasiswi diduga telah dilecehkan oleh seorang pria tak dikenal di kereta Light Rail Transit (LRT) – RapidKL di stasiun Masjid Jamek pada Kamis (14/12/2017) kemarin. Atas kejadian ini, mahasiswi tersebut melaporkannya ke pihak kepolisian.

KabarPenumpang.com yang melansir dari laman thestar.com.my (17/12/2017), insiden ini terjadi sekitar pukul 07.50 waktu setempat ketika perempuan berusia 20 tahun tersebut berada di eskalator stasiun. Dia mengatakan kepada pihak kepolisian, tiba-tiba seorang pria diduga membuka ritsleting celananya dan mengusap alat kelaminnya ke bokong perempuan tersebut.

Baca juga: Johor Baru – Singapura via Rapid Transit System di Tahun 2022

Saat merasa disentuh dengan tidak senonoh, perempuan tersebut langsung melihat pelaku yang kemudian melarikan diri setelah ketahuan. Tetapi seorang teman perempuan tersebut berhasil memotret tersangka.

Dang Wangi OCPD Asst Comm Shaharuddin Abdullah mengatakan, bahwa pihak kepolisian juga telah memperoleh rekaman CCTV kejadian tersebut dan langsung memburu pelaku pelecehan seksual itu. “Korban, mahasiswa politeknik mengajukan laporan pada malam yang sama sekitar pukul 10.20 malam. Berdasarkan laporan tersebut dia dilecehkan secara seksual sebanyak dua kali di stasiun LRT Masjid Jamek sekitar pukul 18.50,” ujar Abdullah.

Ia menjelaskan, penyerangan pertama terjadi saat korban berada di eskalator stasiun dan yang kedua kalinya terjadi di dalam kereta. Abdullah menambahkan pada kejadian yang pertama, tersangka menyentuh bagian pribadi korban dan melarikan diri sebelum korban dan temannya dapat bereaksi. “Teman korban sempat memfilmkan tersangka saat dia melarikan diri dari eskalator. Setelah laporan korban, kami telah memperoleh rekaman CCTV dari stasiun LRT dan kasus tersebut akan diserahkan ke Departemen Investigasi Seksual, Wanita dan Investigasi Federal untuk tindakan lebih lanjut,” ujar Abudullah.

Baca juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu

RapidKL menanggapi masalah pelecehan seksual tersebut dalam sebuah cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa tersangka telah ditangkap dan diserahkan ke polisi. Namun diyakini bahwa penangkapan ini lebih dari sebuah insiden terpisah. RapidKL kemudian kembali men-tweet bahwa pihaknya melakukan penyelidikan sendiri terhadap dugaan pelecehan tersebut.

Stasiun Vertikal di Gedung Bertingkat, Digadang Mampu Entaskan Masalah Kepadatan Ruang Kota

Banyaknya gedung pencakar langit di berbagai belahan dunia dan eksistensi stasiun di tiap kota membuat sebagian orang kreatif memikirkan sebuah ide gila, yaitu mengkombinasikan kedua fungsi bangunan tersebut. Ya, sebuah gedung pencakar langit yang memiliki stasiun kereta di dalamnya. Terbayangkah oleh Anda? Bagaimana mungkin sebuah kereta berjalan meninggalkan stasiun yang berada di sebuah gedung pencakar langit?

Baca Juga: Smart City dan Smart Airport, Bukti Integrasi Yang Tak Terpisahkan

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com, ide penggabungan dua fungsi bangunan ini diberi nama Hyper Speed Vertical Train Hub, sebuah konsep ambisius yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan pemanfaatan ruang dan konektivitas yang akan terjadi di masa depan. Konsep ini didukung oleh perkiraan PBB yang mengatakan populasi orang di dunia akan meningkat dari 3,2 miliar menjadi lima miliar orang dalam waktu 50 tahun ke depan.

Terjadinya pembengkakan kerapatan perkotaan terus memicu perdebatan mengenai pemanfaatan ruang yang tersedia. Dari sini, tantangan bagi para arsitek dan pemerintah setempat adalah untuk memikirkan bagaimana cara menghentikan siklus dari lingkaran setan ini dan merealisasikannya.

Adalah Christopher Christophi dan Lucas Mazarrasa, dua orang arsitek handal yang berada di balik tercetusnya ide Hyper Speed Vertical Train Hub pertama di dunia. “Bertujuan untuk mengatasi tantangan yang tak terelakkan yang akan dihadapi kota-kota pada tahun 2075 kelak,” tutur Christopher. Bahkan, ide ini dipuji secara terhormat dalam pagelaran eVolo 2014 Skyscraper Competition. “Lucas dan saya memutuskan untuk mengikuti kompetisi tersebut karena kami sama-sama memiliki kepentingan dalam solusi futuristik yang dapat menantang isu-isu yang dihadapi kota,” lanjutnya.

“Karena beberapa negara, seperti Inggris dan Amerika Serikat, mulai mengkonsolidasikan proposal untuk rel kecepatan tinggi, kami merasa juga akan menjadi saat yang tepat untuk mengutarakan ide pembangunan Hyper Speed Vertical Train Hub ini.Tidak hanya untuk menentang norma-norma yang saat ini ada di dalam perjalanan kereta api, tetapi juga untuk membantu mendorong orang mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam transportasi umum dan bagaimana ini bisa berjalan baik di dalam kota secara holistik,” papar Christopher.

Lalu, bagaimana cara kerja dari Hyper Speed Vertical Train Hub ini kelak? Nantinya, sebuah stasiun kereta akan berada di atas gedung, dengan jalurnya yang berada di muka gedung, yang ditutupi oleh silinder. Dengan menggunakan maglev technology, kereta akan tiba dan berangkat melalui fasad kinetik bangunan. Sekedar informasi tambahan, fasad merupakan bagian muka gedung.

Baca Juga: Wales Bangun Terminal Bus Terpadu, Sinergikan Ritel dan Perkantoran

Untuk keretanya sendiri, penumpang tidak akan duduk statis layaknya wahana roller coaster, tapi bangku kereta akan didesain menyerupai wahana ferris wheel atau wahana kincir angin raksasa, dimana bangku tidak statis dan posisi penumpang bisa tetap duduk dengan tegak. Ketika kereta tiba di tanah, maka bangku-bangku tersebut akan terkunci dan menjadi bangku statis.

Cukup inovatif bukan ide yang dicetuskan oleh dua arsitek ini? Jika di luar negeri saja bisa berusaha untuk merealisasikan ide tersebut, kenapa Indonesia tidak bisa?

Gantikan Faik Fahmi, Ira Puspadewi Kini Jadi Nakhoda PT ASDP Indonesia Ferry

Setelah Faik Fahmi meninggalkan posisinya sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, dan kemudian Ia ditunjuk sebagai Direktur Utama untuk PT Angkasa Pura I, lantas yang jadi pertanyaan, siapakah yang kemudian menjadi nakhoda BUMN berslogan “We Bridge The Nation” tersebut? Tak berselang lama setelah kabar mutasi jabatan Faik Fahmi, kini sudah ada ketetapan bahwa Ira Puspadewi diangkat sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry yang baru.

Baca juga: Faik Fahmi Jadi Direktur Utama Baru Angkasa Pura I

Keputusan pengangkatan Ira Puspadewi sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry ditetapkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Sementara pejabat sebelumnya Faik Fahmi dipercaya menjadi Direktur Utama Angkasa Pura I yang sebelumnya dijabat oleh Danang S Baskoro (alm). Keputusan pengangkatan Ira Puspadewi tertuang dalam Surat Keputusan SK-290/MBU/12/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT ASDP Indonesia Ferry.

Salinan surat keputusan tersebut diserahkan oleh Deputi Jasa keuangan, Jasa Kontruksi dan Keuangan Kementerian BUMN Gatot Trihargo kepada Ira Puspadewi, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/12). Keputusan ini disaksikan langsung oleh jajaran Komisaris Utama Lalu Sudarmaji beserta Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Ira Puspadewi mengaku PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memiliki potesi yang cukub bagus untuk menjadi perushaan yang berkembang dan menjadi unggul di industri penyeberangan. “Banyak hal yang bisa dikembangkan, ASDP punya potensi yang cukup baik,” ujarnya. Ira Puspadewi sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Sarinah, serta Direktur Ritel dan Jaringan PT Pos Indonesia

Faik Fahmi Jadi Direktur Utama Baru Angkasa Pura I

Direktur utama PT Angkasa Pura I (Persero) yang baru Faik Fahmi, ditunjuk langsung oleh Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Pengangkatan Faik Fahmi ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS PT Angkasa Pura I (Persero) yang dijelaskan pada salinan surat Nomor SK-289/MBU/12/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I tanggal 22 Desember 2017.

Baca juga: Dirut Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro Meninggal Dunia

Dalam salinan Surat Keputusan yang ditanda tangani Menteri BUMN Rini M Soemarno tersebut, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Direktur Utama Danang S Baskoro yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-240/MBU/10/2016, tertanggal 18 Oktober 2016 dan Direktur Pemasaran dan Pelayanan Moc Asrori yang diangkat berdasarkan pada Keputusan Menteri BUMN Nomor SK.222/11/2015, tertanggal 9 November 2015. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini M Soemarno mengangkat Faik Fahmi sebagai Direktur Utama dan Devy Suradji sebagai Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I.

Penyerahan salinan keputusan tersebut dilakukan oleh Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan II Kementerian BUMN Wien Irwanto yang juga dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris Angkasa Pura I beserta pejabat dan pegawai Kementerian BUMN.

“Kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Faik Fahmi dan Ibu Devy Suradji yang telah diberikan kepercayaan oleh Pemegang Saham untuk memimpin Angkasa Pura I. Kehadiran Bapak Faik Fahmi dan Ibu Devy Suradji tentu akan membawa dampak positif bagi Angkasa Pura I yang saat ini tengah mendapatkan amanah untuk membangun 3 bandara yaitu Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, serta mengembangkan 9 bandara yang telah mengalami over capacity,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura I, Israwadi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (22/12/2017).

Sebelum diamanatkan menjabat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi telah lama berpengalaman dalam Industri Perhubungan dan Transportasi. Faik Fahmi sebelumnya menjabat Direktur Utama PT ASDP (Persero), Direktur Komersial Angkasa Pura II dan Direktur Pelayanan di Garuda Indonesia.

Baca juga: Wendo Asrul Rose Jabat PLT Dirut Angkasa Pura I

Sebelum menjabat Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I, Devy Suradji merupakan Staf Ahli Komunikasi Menteri BUMN. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Marketing dan Komunikasi WWF Indonesia.

Intip Eskalator Stasiun Bersejarah di Sydney, Disulap Jadi Karya Seni Nan Artistik

Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk menghargai sejarah. Bukan hanya menghormati peninggalannya saja, tapi sebagai generasi penerus juga harus menjaga dan melestarikannya. Seperti yang dilakukan oleh seniman asal Sydney yang kembali membawa nostalgia publik dengan mendatangkan kembali eskalator pertama di York Street, Central Business District di Sydney. Dengan sedikit sentuhan artistik, seniman bernama Chris Fox ini sukses menggiring warga Sydney larut dalam nuansa tersebut.

Baca Juga: Intip Langsung Kungstradgarden, Stasiun Bawah Tanah Paling Keren di Dunia

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (7/12/2017), karya seni yang diberi nama Interloop ini mengambil eskalator asli yang telah membawa ribuan penumpang dari dan ke Stasiun Wynyard. “Ini merupakan sebuah proyek yang sangat menarik untuk diselesaikan. Cukup intensif,” tutur Chris.

Eskalator yang dipasang di pintu masuk stasiun sejak tahun 1931 ini kembali menunjukkan dirinya dengan fungsi yang berbeda. Ketika dulu warga menginjak-injaknya, tapi kini eskalator kuno tersebut telah mencuri perhatian banyak kalangan. Untuk masalah pengerjaan, Chris dan timnya membutuhkan waktu enam bulan, mulai dari desain hingga eksekusi. Ia merancang 244 buah eskalator sedemikian rupa sehingga kerumunan tangga berjalan tersebut seolah meliuk-liuk di atas tempatnya dulu beroperasi. Kini si eskalator tua tersebut sudah tidak diinjak-injak lagi, melainkan memantau pergerakan penumpang dari atas.

Instalasi karya seni itu merupakan tahap akhir dari perombakan salah satu stasiun kereta tersibuk di kota ini. “Saya datang dari kota kecil, salah satu hal yang wajib saya lakukan ketika berkunjung ke stasiun ini adalah melihat dan berjalan di eskalator,” ungkap Jim, warga Wahroonga yang merasa kenangannya semasa ia kecil tergugah kembali.

Baca Juga: Seni Tingkat Tinggi Siap Hiasi Stasiun-Stasiun di Ottawa

Ramainya pemberitaan tentang eskalator ini sontak menuai pujian dari berbagai penjuru dunia, mulai dari mengaguminya hingga memuji aksi pelestarian sejarah tersebut. Jangan takut karya seni yang sarat akan sejarah ini jatuh menimpa pengunjung stasiun, karena Chirs sudah mempertimbangkannya dengan matang, sehingga karya seni ini terjamin keamanannya. “Kami menangguhkan karya ini dengan balok baja, sehingga keamanannya terjaga,” papar Chris.

“Orang bisa datang, melihat, dan menikmatinya.” Tutup Chris. Jadi, jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi kota yang terkenal dengan Opera Housenya ini, jangan lupa mampir ya!

KNKT: Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman

Kecelakaan yang terjadi pada angkutan umum terus saja berulang. Selain upaya pengamanan yang telah diupayakan pemerintah dan kepolisian. Lebih spesifik lagi pengamanan juga harus dilakukan oleh pemilik dan operator kendaraan untuk melakukan pengecekan secara rutin, dan operator punya andil besar terhadap kendaraan tersebut layak jalan atau tidak.

Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Surjanto Tjahjono mengatakan, kontribusi rem blong yang sering terjadi adalah pada selang rem karet yang umurnya kemungkinan sudah harus diganti.

“Untuk selang rem yang terbuat dari karet ini, harus diganti lima tahun sekali atau bila sudah terlihat rusak. Dimulai dari ini, seperti klakson yang berbunyi telolet itu menggunakan angin yang berada di tangki rem, jadi udaranya bisa habis dan berakhir angkutan tidak bisa di rem,” ujar Surjanto saat ditemui dalam FGD, Rabu (21/12/2017).

Dia mengatakan, rem blong ini juga diakibatkan oleh angkutan yang tidak memiliki kampas rem. Surjanto menjelaskan, banyak kendaraan tanpa kampas rem terlihat pada truk pembawa barang dan juga untuk pengemudi kemampuannya juga harus dilihat dengan baik. “Pandangan dari operator, Organda dan Korlantas agar kemampuan pengemudi untuk mengemudikan kendaraan bisa lebih baik,” ujarnya.

Sedangkan investigator darat KNKT, Dwi Bakti mengatakan, untuk standar karet rem saat ini mengikuti Jerman. Sebenarnya untuk Jerman sendiri penggantian selama enam tahun, tetapi karena iklim di Indonesia berbeda maka akan menjadi lima tahun.

“Iklim di Indonesia berbeda dengan di sana, makanya sejak pemasangan pertama yang terbaik adalah lima tahun atau jika memang sudah ada tanda-tanda penggantian seperti retakan di karet rem,” ujarnya kepada KabarPenumpang.com.

Dia menambahkan, menggunakan standar Jerman karena di Indonesia sendiri belum ada standar yang jelas. Bahkan AMP pun belum mengeluarkan aturan untuk masalah ini.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pujiyono Dulrachman mengatakan, untuk kecelakaan sendiri memiliki banyak faktor, mulai dari cuaca, manusia, kendaraan dan kondisi jalan. Dia mengatakan, kendaraan yang diproduksi komponennya harus dilihat dengan jelas.

Pihak Korlantas mengatakan, jumlah kecelakaan akibat kegagalan fungsi rem untuk tahun 2017 dengan jumlah 5361, menurun dari tahun 2016 sebesar 5392 atau turun sebanyak 0,6 persen. Pujiyono menjelaskan jika dihitung setiap hari ada sekitar 2-3 kecelakaan yang terjadi.

Baca juga: Angkasa Pura I Gandeng KNKT dan Undip Kembangkan Aplikasi Monitoring Ketinggian Air di Runway

“Untuk kecelakaan kendaraan darat seperti angkutan umum ini justru seperti tidak terlihat dibandingkan dengan kecelakaan pesawat. Padahal jumlah korban dari kecelakaan angkutan darat bisa mencapai 2000 orang per tahunnya,” jelas Pujiyono. Dari data kecelakaan ini, Surjanto menambahkan, bila akan meyewa kendaraan angkutan umum seperti bus, baiknya harus jelas apakah terdaftar di pemerintahan. Kemudian tidak lupa untuk mengecek kelaikan bus tersebut untuk digunakan.

Desain Diskotik dan Gym di Kabin Pesawat, Pernah Mengemuka di Dekade 70-an

Perhakah Anda membayangkan di dalam sebuah pesawat bisa menikmati layanan diskotik dan gym? Pemikiran ini mungkin terlihat sangat futuristik dan aneh, tetapi toh desainer interior pesawat tentu punya obsesi sendiri, mereka menemukan cara inovatif untuk memanfaatkan ruang pada pesawat berbadan lebar, dan hebatnya konsep ini ternyata sudah dituangkan pada awal dekade 70-an.

Baca juga: Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda

Bukti adanya gym dan sebuah diskotik dalam gambar vintage dari beberapa pesawat jumbo paling menarik masih ada, termasuk lounge bergaya Austin Powers. KabarPenumpang.com merangkum dari laman thewest.com.au, foto-foto ini dikumpulkan oleh AirlineRatings.com. “Instalasi ruangan diskotik dan gym dipercaya telah dilakukan di pesawat sekelas jumbo jet. Namun sayangnya ini tidak bertahan lama,” ujar Geoffrey Thomas, editor AirlineRatings.com.

diskotik di jumbo jet (thewest.com.au)

Disko terbang
Pabrik pesawat asal Amerika Serikat, McDonnell Douglas yang saat ini menjadi bagian dari Boeing adalah pemilik gagasan di balik desain sebuah ruang diskotik pada tahun 1970. Usulan ini hadir setelah jumbo jet Boeing 747-100 meluncur di langit untuk pertama kalinya tahun 1969 lalu.

Rencana ini sebenarnya untuk mengubah wajah perjalanan udara komerisal dengan memanfaatkan ruang pada pesawat DC 10 McDonnell Douglas. Sayangnya diskotik tersebut tidak pernah membuahkan hasil. Tak hanya itu gym bertingkat yang dibuat pada superjumbo MD-12 pada 1990-an yang ukurannya serupa dengan 747 juga tidak pernah lepas landas. “Diskotik jumbo itu tidak praktis seperti gym karena turbulensi. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah drum kit atau dumbbell terbang melalui kabin,” kata Thomas.

tiger loung (thewest.com.au)

Austin Power Lounge
McDonnell Douglas  bukan satu-satunya produsen pesawat yang bermimpi merancang jumbo jet mewah. Boeing juga merancang beberapa konsep yang aneh, salah satunya adalah ruang bertema harimau untuk 747 nya.

Setidaknya konsep ini sampai ke tahap pemotretan. Meskipun Tiger Lounge ditangguhkan, Boeing tetap bertahan dengan saran mengadakan lounge mewahnya. Selama tahun 70an, Boeing juga mencoba untuk mengenalkan lounge di lantai bawah dan tempatnya tidak terlihat di film Mike Myers yang berjudul “Austin Powers: International Man of Mystery.”

Thomas mengatakan, untuk membuat hal seperti ini harus ada sertifikasi dan membutuhkan biaya yang mahal sehingga konsep ini ditarik. Dia menunjukkan bahwa sebuah lounge dibawah lantai pernah ada di Pacific Southwest Airlines untuk waktu yang singkat di tahun 1970an.

toko bebas bea (thewest.com.au)

Mendistorsi pandangan publik yang terbang
Sebuah toko dalam kabin yang bebas bea di usulkan pada Airbus A380 juga mengalami nasib yang sama di akhir tahun 1990an. Model ini dipromosikan dan meremehkan Chairman Cathay Pacific, Peter Sutch.

Baca juga: Ikuti Jejak Garuda Indonesia, Lion Air Pensiunkan Boeing 747-400

Kemudian Peter menulis surat kepada perusahaan tersebut, meminta mereka untuk menghentikan periklanan, toko-toko bebas bea, lounge dan bar, karena dia merasa ada ruang ekstra di pesawat yang harus digunakan untuk tempat duduk.

Cessna 172 Skyhawk, Pesawat Latih Terpopuler Sejagad, Pencetak Berjuta Pilot

Dalam jagad dunia dirgantara, nama Boeing dan Airbus bisa disebut sebagai dua kutub industri manufaktur pesawat, khususnya di segmen pesawat sipil/komersial. Produk dari Boeing dan Airbus dalam kelas wide body dan narrow body nyaris dapat ditemui di setiap negara. Namun tahukah Anda, bahwa sejatinya ada nama manufaktur pesawat lain yang lebih tak kalah ‘besar’ eksistensinya dari Boeing dan Airbus.

Baca Juga: Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia

Yang dimaksud ini justru tidak memproduksi pesawat komersial dalam ukuran besar, melainkan namanya begitu moncer sebagai penyedia pesawat latih. Inilah Cessna Aircraft Company, manufakur pesawat yang berbasis di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Diantara beragam produknya, Cessna 172 Skyhawk disebut-sebut sebagai yang paling populer, tak lain karena pesawat latih dasar ini banyak digunakan oleh sekolah pilot.

Cessna Skyhawk hanya memiliki kapasitas untuk empat penumpang, itupun dengan ruang gerak kaki yang sempit. Jarak jangkau Cessna Skyhawk pun mencapai 1280 km (dalam kondisi bahan bakar terisi penuh) dengan kecepatan maksimum 240 km per jam. Lalu, apa yang membuat pesawat Skyhawk menjadi lebih populer daripada pesawat-pesawat modern saat ini?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au, Skyhawk ini merupakan pesawat ‘pencetak’ pilot-pilot handal, yang kini berada di balik kemudi penyedia jasa layanan transportasi udara. Skyhawk-lah yang menjadi saksi buta gentarnya para calon pilot ketika hendak mengudara untuk pertama kalinya. Tidak hanya digunakan sebagai sarana latihan para calon pilot penerbangan komersial, Skyhawk juga diketahui menjadi ‘pencetak’ pilot-pilot dari United States Air Force and Army.

Lalu, terbesit pertanyaan mengapa pesawat ini yang dipilih untuk menjadi objek latihan para calon pilot? Jawabannya sangatlah sederhana, yaitu pesawat ini tidak begitu mudah untuk dikendalikan, baik ketika take-off maupun landing. Percayalah, posisi sayap yang melintang di atas kokpit membuat pesawat ini dinilai sempurna untuk jadi pesawat latih.

Selain itu, harganya pun tergolong cukup murah untuk sekelas moda udara, yaitu berkisar $396.000 atau setara dengan Rp5,4 miliar untuk yang baru dan $44.000 atau yang setara dengan Rp597 juta untuk sebuah Skyhawk tangan kedua.

Baca Juga: Mendarat Darurat, Pesawat Cessna Gilas Dua Orang di Pantai Caparica

“Cessna 172 Skyhawk bisa dibilang merupakan ittifak paling elegan dalam sejarah penerbangan,” ungkap Robert Goyer, seorang penulis untuk Flying Magazine. Di luar konteksnya sebagai objek pelatihan, Skyhawk juga kerap kali digunakan oleh US Border Patrol dan segelintir militer untuk pengawasan udara, yang juga mencakup Austria, Bolivia, Cile, Ekuador, Irak, Irlandia dan Singapura.

Dari dalam negeri sendiri, pesawat yang merupakan suksesor dari tipe sebelumnya, Cessna 170, juga diperuntukkan sebagai pesawat latih oleh beberapa sekolah penerbangan, seperti Nusa Flying School, Wing Flying School (termasuk Angkasa Aviation Academy), Bandung Pilot Academy, dan lain-lain. Bahkan, ada juga yang memiliki pesawat ini berlisensi pribadi lho!