Selesai sudah perjalanan terakhir Kereta Rel Listrik (KRL) seri Tokyu 8000 maupun seri 8500. KRL Jalita yang sangat di idolakan para pecinta kereta api (railfans) sudah melepas tugaskan saat momen terakhir perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Depok dan berakhir di Depo KRL Depok.
Ya, per tanggal 16 November 2025 KRL Jalita resmi purnatugas di lintas Jabodetabek. Railfans berbondong-bondong memadati jalur 1 dan 2 Stasiun Jakarta Kota seakan tak mau ketinggalan momen bersejarah yang tak terlupakan untuk diabadikan. Berbagai poster dan spanduk tak luput mereka bawa bertuliskan “Arigatou Jalita” yang artinya “terima kasih Jalita”.
Bisa dibilang acara ini cukup singkat, mengingat waktu dan kondisi sudah mulai malam, akhirnya pihak dari penyelenggara yakni dari Indonesian Railway Praservation Society (IRPS) beserta jajaran dari KAI Commuter melakuman ceremony perjalanan terakhir. Tak luput dari sorotan yang meriah dengan hadirnya mantan Direktur Utama KAI Ignasius Jonan menambah suasana makin meriah.
Lambaian tangan Ignasius Jonan saat persiapan pelepasan KRL Jalita di Stasiun Jakarta Kota.
Jonan turut menghadiri pelepasan purnatugas KRL Jalita yang sebelumnya berkeliling melihat pameran mini museum didalam KRL Jalita. Tak lama berselang pada puncak acara pihak penyelenggara memberi aba-aba membunyikan klakson KRL bersamaan ditutupnya tirai bagian kabin masinis yang bertuliskan “Arigatou”.
Setelah melakukan ceremony penutupan tirai dan membunyikan klakson, akhirnya rangkaian KRL pulang menuju Depo KRL Depok dengan perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB). Rangkaian KRL ini berjalan menuju depo melewati Stasiun Kampung Bandang, Tanah Abang, Manggarai, Pasar Minggu dan Stasiun Depon serta berakhir di Depo KRL Depok.
Sambutan kembali pecah saat railfans berkumpul di Stasiun Depok dengan datangnya rangkaian KRL Jalita tersebut. Seakan tak mau berpisah, teriakan “Arigatou” pun pecah saat KRL pulang menuju Depo KRL Depok. Mata kamera juga tak luput dari sorotan yang merngarah ke KRL yang terbilang legendaris ini.
Menurut laman IRPS menyebutkan bahwa, setidaknya, warisan dari JALITA sebagai armada pertama KAI Commuter akan dapat disaksikan kembali oleh semua khalayak, ketika usulan dari IRPS ini diimplementasikan oleh KAI Commuter.
Walaupun mungkin livery JALITA tak akan bertahan lama karena 8618F bisa pensiun kapan saja, tapi apa yang dulu telah diberikan lewat keberadaan JALITA kini dapat dilestarikan kembali dan menjadi nostalgia bagi orang-orang yang pernah merasakan era tersebut.
Naik kereta api (KA) melewati jalur selatan, pasti tahu dengan stasiun yang satu ini. Ya, Stasiun Cipeundeuy merupakan stasiun kecil namun diharuskan setiap KA yang masuk itu berhenti. Pemberhentian setiap kereta di Stasiun Cipeundeuy rata-rata adalah 10 menit.
Setiap KA yang berhenti di Cipeundeuy biasanya diperiksa atau di cek pada bagian bogie terutama sistem pengereman. Tak heran jalur di stasiun ini memiliki kemiringan yang cukup landai, yaitu 25 permil (25‰). Jalur ini dibangun melalui daerah pegunungan yang curam dan berkelok-kelok, yang juga dikenal sebagai berglijn.
Nah, setiap stasiun juga memiliki pemandangan masyarakat lokal yang berjualan. Agar tetap ramai dan laris dagangannya, mereka biasanya menjajakan di area stasiun. Seperti yang ada di Stasiun Cipeundeuy ini. Banyak pedagang lokal yang tinggal disekitaran Stasiun Cipeundeuy berjualan di area stasiun.
Namun tahukah kalian bahwa saat ini jajan di stasiun yang terkenal dengan sebutan “stasiun sakti” ini lebih mudah? Ya, pihak stasiun telah memfasilitasi dengan membangun kios untuk mereka berjualan. Biasanya mereka menjajakan jualan mereka di luar stasiun.
Jejeran kios jajanan diarea dalam Stasiun Cipeundeuy.
Praktis dengan mudah para penumpang KA yang singgah di Stasiun Cipeundeuy pun tak perlu repot-repot keluar stasiun hanya untuk jajan. Aneka jajanan yang di tawarkan oleh pedagang tersebut pun relatif murah dan tergolong jajanan ringan.
Penumpang rata-rata membeli siomay, cilok, dan aneka mie instan langsung seduh di cup serta aneka minuman. Karena cuaca di area Stasiun Cipeundeuy tergolong dingin, otomatis para penumpang ini mencari jajanan yang lebih hangat.
Selain kios baru untuk para pedagang, ada pula tempat ibadah seperti mushola yang cukup besar berada di samping kios. Awalnya mushola ditempatkan sejajar dengan stasiun, namun areal yang mumpuni membuat bangunan mushola ini cukup besar dan luas serta bisa menampung jamaah lebih banyak.
Sebagai informasi, Stasiun Cipeundeuy berada di ketinggian 772 meter di atas permukaan laut. Selama berhenti, petugas akan mengecek pengereman dan rangkaian kereta. Pengecekan wajib dilakukan lantaran kereta yang masuk ke Stasiun Cipeundeuy telah melewati tanjakan yang cukup curam dan bakal melintasi turunan yang cukup tajam. Meski stasiun kecil, Stasiun Cipeundeuy mempunyai peran vital untuk menunjang keselamatan.
Siapa yang tak senang naik kereta api (KA) melewati jalir yang eksotik dan menawan di tanah Sunda. Tentunya jalur ini memberi kesan dan pengalaman yang luar biasa saat menjelajah dengan kereta api. Ya, jalur Jakarta – Bandung merupakan jalur yang diidam-idamkan masyarakat. Apalagi melewati jembatan dan terowongan yang legendaris.
Beberapa kereta api yang melintas di jalur tersebut mulai dari ekonomi hingga eksekutif. Kereta api yang melintas meliputi KA Lokal, KA Serayu, KA Parahyangan, KA Harina, dan KA Ciremai. Sedikit memang, namun jadwal kereta api yang melintas lebih dari 20 kereta pulang pergi.
Penumpang kereta api di Stasiun Gambir. (Foto: Dok. BUMN)
Nah, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) baru-baru ini informasi tentang layanan tiket gratis bagi masyarakat yang ingin KA Parahyangan pulang pergi. Tentu informasi ini mengundang antusias seluruh calon penumpang yang merasakan sensasi KA Parahyangan melewati jalur dengan panorama yang menawan.
Ya, KAI menawarkan kesempatan perjalanan naik KA Parahyangan secara Cuma-Cuma untuk rute Bandung–Gambir pp melalui program “Traveling by Train Kembali ke Parahyangan”. Jadwal perjalanan KA Parahyangan gratis ini berlaku selama tiga hari tepatnya pada Selasa sampai Kamis, tanggal 18 hingga 20 November 2025.
Jadwal perjalanan KA Parahyangan gratis ini berlaku selama tiga hari tepatnya pada Selasa sampai Kamis, tanggal 18 hingga 20 November 2025. Informasi ini resmi tertulis di akun Instagram @kai121_ pada Sabtu 15 November 2025. Tertulis “Tanggal 18–20 November 2025, free dan mau jadi bagian dari Traveling by Train menjelajahi Bumi Parahyangan?”
Caranya ternyata gampang banget! masyarakat cukup menuliskan alasan di kolom komentar unggahan tentang kenapa dirinya cocok untuk menjadi peserta program ini. Masyarakat diwajibkan memperhatikan syarat dan ketentuan yang diterapkan KAI guna memastikan berpeluang mendapatkan 2 tiket gratis masing-masing untuk satu pemenang.
Berikut ini syarat selengkapnya:
• Kegiatan Traveling by Train akan dilaksanakan pada 18–20 November 2025 di Bandung, Jawa Barat.
• Seluruh biaya kegiatan dari Jakarta ke Bandung dan sebaliknya akan ditanggung oleh KAI.
• Peserta wajib menyebutkan alasan mengapa dirinya harus dipilih untuk mengikuti acara Traveling by Train melalui kolom komentar pada unggahan yang menginfokan program ini.
• Peserta juga harus menandai 5 akun teman dalam unggahan komentar tersebut.
• Peserta wajib menggunakan tagar #KembaliKeParahyangan #TravelingByTrain #NaikKeretaAja #SemakinMelayani dalam unggahan.
• Peserta terpilih akan dihubungi melalui Direct Message (DM) dari akun resmi @kai121_.
• Peserta yang terpilih wajib mengikuti seluruh instruksi dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Banyaknya jalur kereta api (KA), tak lepas dari kondisi saat itu di mana rel menjadi basis pengangkutan berbagai hasil alan dan industri. Seperti halnya jalur Yogya – Bantul Sewugalur, jalur ini oleh pemerintah Hindia Belanda pada mulanya untuk mengangkut hasil bumi dari wilayah pedalaman Jawa Tengah yaitu wilayah Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.
Jalur KA lintas Yogyakarta – Ngabean – Bantul – Palbapang – Srandakan sampai dengan Brosot dan Sewugalur dibangun oleh perusahaan swasta Hindia Belanda , Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij (NIS).
Pembangunan jalur dengan lebar rel 1435 mm ini berdadarkan surat Gouverment Besluit No. 9 tahun 1893 yang tertanggal 20 April 1893. Pada 1895 pembangunan mulai mencakuo ruas Yogyakarta, Palbapang sampai dengan Srandakan sejauh 23 kilometer. Kemudian dilanjutkan membangun jalur dari Srandakan menuju Sewugakur pada tahun 1915 – 1916 sepanjang 5 kilometer dimana jalurnya melintasi Sungai Progo.
Jalur Palbapang – Sewugalur ditutup pada 1943 oleh tentara Jepang. Rel dipindahkan ke Burma (Myanmar) semenrara fasilitas berupa stasiun dan halte diratakan dengan tanah. Menyusul pada 1973, jalur KA Yogya – Palbapang di non aktifkan karena merugi dan mulai beralihnya tulang punggung transportasi ke jalan raya.
Jalur ini tentunya bermula dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Hingga kini sisa jalur rel tersebut kebanyakan sudah tak dapat terlihat,. Namun jika dilihat dari Jalan Jlagran Lor tepatnya di sekitar trotoar sebelum kantor kecamatan Gedong Tengen, terdapat sisa rel yang masih terlihat.
Melintasi Jalan Letjen Suprapto rel kembali tidak nampak karena tertutup aspal. Tapi setelah melintasi jalan tersebut mengarah ke selatan atau ke area parkir Ngabean, terdapat bangunan Stasiun Ngabean yang hingga kini bangunannya sangat terawat.
Jalur KA dari Stasiun Ngabean hingga simpang empat pojok merupakan percabangan untuk lintas Ngabean – Pundong di sebelah timur dan Ngabean – Bantul – Sewugalur di sebelah barat. Jalur ini akan berpisah di simpang empat Pojok Beteng Kulon dimana jalur ke Pundong akan berbelok ke timir sejajar dengan jalan MT Haryono. Sementara jakur ke Bantul lurus Jalan Bantul.
Tepat sebelum kawasan pasar hewan dan tanaman hias Yogyakarta, terdapat Halte Dongkelan yang sayangnya sudah tidak keasliannya. Halte ini hancur setelah gempa yang menimpa Yogyakarta pada 2006 silam. Pasca gempa halte ini dibangun kembali atau di tata ulang. Terlihat perbedaan jelas pada Halte Dongkelan pada lengkung bangunan yang tidak terlalu tebal layaknya bangunan lama.
Setelah Halte Dongkelan tepatnya di sisi barat jalan hingga ke Kampung Kweni, rel ini bertemu dengan Sungai Winongo. Di sini bekas jembatan rel di Sungai Winongo masih terlihat jelas karena jembatan ini kemudian diberi beton dan dimanfaatkan oleh warga sekitar yang diberi nama Jembatan Sasak.
Setelah tidak beroperasi untuk umum antara 1973 – 1974, jalur ini hanya melayani lalu lintas kereta api barang pengangkut kayu bakar dan tetes tebu dari Yogyakarta ke Pabrik Gula Madukismo sampai awal tahun 1980-an. Kemudian jalur ditutuo total seiring berhentinya pelayanan kereta api lintas Yogyakarta – Palbapang.
Terbilang unik memang, karena perkeretaapian di Indonesia ternyata sejak dulu sudah menggunakan lebar sepur 1435 mm khususnya jalur Yogya – Palbapang. Namun pada tahun 1950 saat pembangunan jalur oleh Djawatan Kereta Api (DKA) akhirnya jalur tersebut dikonversi ke lebar 1067 mm yang digunakan hingga saat ini.
Jika sebagian besar bandara berjuang untuk mencapai ketinggian yang aman, Bar Yehuda Airfield di Israel memiliki tantangan yang unik, yaitu beroperasi pada titik terendah di daratan Bumi. Bandara kecil ini bukan hanya sebuah landmark geografis, tetapi juga pintu gerbang penting menuju salah satu wilayah paling unik di planet ini.
Bar Yehuda Airfield (kode IATA: MTZ), yang terletak di dekat Laut Mati dan benteng kuno Masada, memegang rekor sebagai bandara komersial aktif terendah di dunia, dengan elevasi yang mencengangkan, yaitu berada 378 meter di bawah permukaan laut
Bandara ini berada jauh di bawah permukaan laut karena lokasinya di Cekungan Laut Mati (bagian dari Lembah Celah Yordan), yang merupakan titik terendah di planet ini.
Dari sejarahnya, bandara ini didirikan untuk tujuan logistik dan pariwisata, menghubungkan wilayah terpencil Laut Mati dengan pusat-pusat populasi Israel lainnya. Nama bandara ini diambil dari Israel Bar-Yehuda, seorang mantan menteri dan anggota parlemen yang berkontribusi pada pengembangan kawasan tersebut.
Sejak awal, Bar Yehuda dirancang sebagai pusat akses utama bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi situs bersejarah Masada dan resor di tepi Laut Mati, wilayah yang terkenal karena kandungan mineral dan manfaat kesehatannya.
Beroperasi di ketinggian negatif memberikan tantangan dan keuntungan unik bagi penerbangan, seperti daya angkat pesawat yang Lebih Baik. Tidak seperti bandara di ketinggian tinggi (seperti yang ada di Cina atau Bolivia) yang berjuang melawan udara tipis, Bar Yehuda menikmati udara yang sangat padat (dense air). Udara padat menghasilkan daya angkat (lift) yang lebih besar bagi sayap pesawat.
Peningkatan daya angkat ini memungkinkan pesawat untuk lepas landas dengan kecepatan yang lebih rendah dan, secara teoritis, menggunakan landasan pacu yang lebih pendek (meskipun suhu tinggi di gurun seringkali tetap menjadi faktor penghambat kinerja).
Meskipun secara historis pernah dilayani oleh maskapai domestik Israel (seperti Arkia Israeli Airlines) untuk penerbangan terjadwal, saat ini Bar Yehuda Airfield tidak melayani penerbangan komersial terjadwal skala besar. Sebagian besar lalu lintas udara berasal dari perusahaan charter regional yang mengangkut kelompok turis langsung dari bandara-bandara yang lebih besar.
Dengan segala keunikan geografis dan operasionalnya, Bar Yehuda Airfield tetap menjadi landmark penerbangan, membuktikan kemampuan manusia untuk menaklukkan tantangan logistik di titik terendah manapun di Bumi.
Apa jadinya jika ada bandara yang beroperasi di atas ketinggian yang hampir serupa dengan sebuah puncak gunung? Apakah para kru darat menggunakan alat khusus yang dapat memasok oksigen karena diketahui, semakin tinggi suatu tempat, maka semakin tipis pula kandungan oksigen di tempat itu. Terlepas dari asumsi tersebut, berikut KabarPenumpang.com himpun 10 bandara yang berada di ketinggian fantastis versi laman airport-technology.com.
Dibuka pada bulan September 2013, Daocheng Yading Airport memegang medali emas kategori bandara yang berada di ketinggian paling tinggi di dunia, yaitu 4.411 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bandara ini terletak di Prefektur Sichuan, Cina, dekat dengan Taman Nasional Yading yang disebut-sebut sebagai Shangri-La terkakhir di dunia.
Bandara ini memiliki landas pacu tunggal dengan lebar 45 meter dan membentang sejauh 4.200 meter , dengan luas bangunan terminal mencapai 5.000 meter persegi. Hadirnya bandara ini terbukti dapat memangkas waktu tempuh dari Daocheng menuju Chengdu menjadi kurang dari satu jam, padahal jika ditempuh menggunakan bus, waktu tempuhnya bisa mencapai dua hari perjalanan.
Qamdo Bamda Airport
Bandara ini dikenal juga dengan nama Changdu Bangda Airport, merupakan bandara komersial dengan ketinggian tertinggi kedua di dunia. Terletak di ketinggian 4.334 mdpl, Qamdo Bamda Airport merupakan salah satu gerbang pelancong yang hendak berkunjung ke Qamdo (Changdu) di Tibet, Cina. Diketahui pula, bandara ini juga memiliki landas pacu terpanjang di dunia, yaitu 5.500 meter
Salah satu alasan yang paling vokal mengapa bandara ini memiliki landas pacu yang amat panjang yaitu lokasi bandara yang akhirnya turut berperan serta dalam penurunan kinerja mesin dan pesawat membutuhkan kecepatan angkat yang lebih tinggi dari biasanya saat lepas landas. Pada bulan Oktober 2015 kemarin, pembangunan landas pacu kedua sepanjang 4.000 meter dimulai, dan akan beroperasi sebelum 2018.
Kangding Airport
Kangding Airport
Bandara yang berada 38 km dari Ibu Kota Provinsi Sichuan, Kangding ini berada di ketinggian 4.280 mdpl. Letak gerografis bandara ini membuatnya meraih medali perunggu kategori bandara dengan ketinggian tertinggi di dunia.
Landas pacu di bandara ini mampu melayani pesawat berukuran sedang, seperti Airbus A319-100 dan Boeing 737-700. Sedangkan bangunan bandara ini menjadi saksi bisu hilir mudiknya pelancong yang mencapai angka 330.000 penumpang dan 1.980 ton kargo setiap tahunnya. Diketahui, bandara ini mulai melakukan debut penerbangannya pada Oktober 2008 silam.
Ngari Gunsa Airport
Bandara yang melayani penerbangan militer dan sipil ini berada di ketinggian 4.274 mdpl. Terletak di Prefektur Ngari, bandara ini diprediksi akan melayani 120.000 penumpang per hari pada tahun 2020 kelak. Jet A319 milik Air China menjadi yang pesawat pertama yang mengudara dari bandara yang memiliki landas pacu sepanjang 4.500 meter ini. Mei 2007 menjadi titik awal pembangunan bandara dengan ketinggian tertinggi keempat di dunia.
El Alto International Airport
El Alto International Airport
Bandara Internasional El Alto (Sebelumnya bernama Bandara John F. Kennedy), merupakan bandara dengan ketinggian tertinggi kelima di dunia. Terletak di kota El Alto, 14km sebelah barat daya Kota La Paz. Bandara ini terletak pada ketinggian 4.061 mdpl.
Bandara yang diresmikan pada tahun 1965 ini memiliki dua landasan pacu sepanjang 4.000 meter (diaspal) dan 2.050 meter (tak beraspal). El Alto International Airport ini memiliki satu terminal dan beberapa fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan para calon penumpang, seperti bank, bar, restoran dan toko bebas cukai.
Yushu Batang Airport
Bandara yang terletak 18 km sebelah selatan kota Gyegu, Cina ini berada di ketinggian 3.890 mdpl dan membawanya menduduki peringkat keenam bandara dengan ketinggian tertinggi di dunia. Yushu Batang Airport yang memulai masa konstruksi pada tahun 2007 silam ini terbukti dapat memangkas waktu tempuh dari kota Jiegu dan Qinghai, yang tadinya membutuhkan waktu 15 jam perjalanan darat, kini hanya 70 menit saja.
Landas pacu sepanjang 3.800 meter yang berada di bandara ini mampu mengakomodir pesawat A319. Bandara yang dibuka pada 1 Agustus 2009 ini mampu melayani 7.484 penumpang pada tahun pertama pengoperasiannya. Terminal penumpang yang ada di Yushu Batang Airport ini dirancang untuk melayani hingga 80.000 penumpang per tahunnya.
Inca Manco Cápac International Airport
Inca Manco Capac Airport
Bandara ini terletak di Wilayah Puno, Provinsi San Román Juliaca, sekitar 5 km dari kota Juliaca, Peru. Berada di ketinggian 3.826 mdpl, menjadikannya bandara dengan ketinggian tertinggi ketujuh di dunia. Bandara ini dibuka pada tahun 1959 dan saat ini dioperasikan oleh Corporación Peruana de Aeropuertos y Aviación Comercial (CORPAC).
Bandara ini dilengkapi dengan landas pacu beraspal sepanjang 4.200 meter, menara ATC tujuh lantai setinggi 25 meter, dan terminal penumpang yang berdiri di atas lahan seluas 1.865 meter persegi.
Shigatse Peace Airport
Bandara yang juga dikenal dengan nama Shigatse Air Base ini merupakan bandara militer dan sipil yang terletak di Kabupaten Hongdang, Prefektur Shigatse, di Daerah Otonomi Tibet. Bandara ini berjarak sekitar 43 km dari Kota Shigatse yang diketahui sebagai kota terbesar kedua di Tibet. Bandara yang dibuka pada tahun 1973 untuk keperluan militer ini berada di ketinggian 3.782 mdpl.
Layanan sipil di bandara ini sendiri mulai beroperasi pada bulan Oktober 2010. Shigatse Peace Airport memiliki landasan pacu sepanjang 5.000 meter dan bangunan terminal seluas 4.500 meter persegi. Diharapkan, bandara ini dapat menangani 230.000 penumpang dan 1.150 ton kargo pada tahun 2020 mendatang.
Bandara yang terletak sekitar 62 km sebelah barat daya Lhasa, Prefektur Shannan, Cina ini berada di ketinggian 3.570 mdpl. Lhasa Gonggar Airport mulai beroperasi pada 1965 dan memegang peran sebagai hub utama Tibet Airlines. Diketahui, bandara ini mampu menampung lima pesawat A340 atau tujuh Boeing 757 secara bersamaan.
Lhasa Gonggar Airport memiliki dua landas pacu, 4.000 meter beraspal, dan 3.600 meter terbuat dari beton yang dibuat pada tahun 1994. Awalnya, bandara ini hanya memiliki satu lantai terminal penumpang, namun fasilitas tersebut ditingkatkan pada tahun 2004 silam.
Jiuzhai Huanglong Airport
Bandara ini terletak 2 km dari Kota Chuanzhusi, di Desa Songpan, Prefektur Aba, Provinsi Sichuan, Cina. Jiuzhai Huanglong Airport yang mulai melayani penumpang pada September 2003 ini berada di ketinggian 3.448 mdpl.
Diketahui, bandara ini dikembangkan dua kali pada tahun 2006 dan 2011. Saat ini, Jiuzhai Huanglong Airport memiliki bangunan terminal penumpang tunggal yang luasnya mencapai 17.000 meter persegi, dengan landas pacu sepanjang 3.400 meter.
Rute kereta api hingga Stasiun Ketapang, Banyuwangi memang sudah tersedia, namun rute tersebut baru hanya dilintasi dari arah Jakarta. Menggunakan Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres dari dan ke Stasiun Pasar Senen. Namun, hingga kini harapan masyarakat menggunakan KA hingga ke Stasiun Ketapang berawal dari Kota Bandung.
Ya, dari berbagai kabar di media bahwa KA dengan rute Bandung – Ketapang ternyata harapan masyarakat yang terutama berdomisili di Kota Bandung. Karena selama ini kereta api dari arah Bandung hingga perjalanan terjauh hanya sampai Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasar Turi. Sama sekali belum ada hingga rute ujung paling timur Pulau Jawa ini.
Nah, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menjajaki pembukaan rute kereta api baru Ketapang – Bandung pulang-pergi. Langkah ini merupakan ikhtiar membuka akses transportasi langsung antara dua kawasan wisata unggulan di Indonesia yakni Banyuwangi dan Bandung.
Penjajakan itu dilakukan dengan melakukan survei. Survei dilakukan agar layanan yang disiapkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Tentunya masukan dari masyarakat akan menjadi acuan penting dalam perencanaan. Tentunya KAI juga akan merencanakan rangkaian yang akan digunakan nantinya untuk rute tersebut.
Saat ini belum ada rute langsung Ketapang – Bandung, penumpang harus transit terlebih dahulu, terutama di Surabaya. Rute baru ini diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan segmen wisata baru dari ujung timur Jawa hingga pusat wisata dan budaya Jawa Barat.
Diketahui bahwa dari segi pariwisata sangat mumpuni antara Bandung dan Banyuwangi. Apalagi rute kereta api yang dilewati juga merupakan jalur strategis untuk destinasi wisata. Pastinya rute kereta api tersebut melewati beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Kota Tasikmalaya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Mojolerto, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, dan berakhir di Banyuwangi.
Menurut data yang informasikan dari KAI, terjadi pertumbuhan 18 persen (Daop 9 Jember) baik untuk penumpang berangkat maupun tiba. Peningkatan ini menegaskan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang dan KAI menjawab peluang tersebut melalui inovasi layanan.
Wisata di Banyuwangi memang dikenal dengan Kawah Ijen, Alas Purwo, wisata pantai, dan kekayaan budaya. Sementara Bandung dikenal sebagai sentra wisata alam, kuliner, pendidikan, dan fesyen kreatif.
Konektivitas langsung antara kedua destinasi ini dipandang mampu melahirkan segmen penumpang baru, terutama wisatawan domestik maupun mancanegara, komunitas traveling, dan keluarga penikmat perjalanan panoramic.
KAI terus mendorong pengembangan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tersedia, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan mobilitas masa kini. Serta mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan konektivitas nasional melalui transportasi publik sebagai pilihan perjalanan yang lebih nyaman, ramah lingkungan, dan berkesan.
Saban naik pesawat, mungkin telinga Anda bakal berdengung karena ada perbedaan suhu antara di darat dan ketinggian di angkasa. Sebenarnya dengungan ini tidak membahayakan sistem pendengaran, meski harus diakui lumayan mengganggu kenyamanan.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, telinga berdengung atau tinnitus merupakan masalah yang umum dialami seorang manusia. Sebenarnya, jika terjadi Anda tak perlu panik dan ada beberapa cara alami yang efektif untuk mengatasi dengungan di telinga salah satunya seperti menelan ludah atau mengunyah permen jika dengungan terasa saat berada di dalam kabin pesawat. Berikut ini cara alami lainnya jika telinga Anda berdengung.
1. Jauhi suara keras
Dengungan ini tidak disebabkan oleh suara dibawah 75 desibel. Tetapi bagi Anda yang tinggal dekat stasiun kereta api atau bekerja dengan mesin yang keras, baiknya gunakan earbud untuk menghindari dengungan.
2. Jangan gunakan cotton bud
Penggunaan cutton bud untuk membersihkan telinga sebenarnya tidak baik, karena earwax atau serumen didalam telinga bekerja untuk melindungi saluran telinga dari debu, kotoran dan serangga. Cotton bud juga tidak baik karena akan mendorong earwax semakin dekat dengan gendang telinga dan akan memperparah suara dengung. Jadi, jika Anda memiliki terlalu banyak kotoran di dalam telinga dan menyebabkan tidak nyaman, segera ke dokter THT untuk membersihkannya.
3. Pakai earphone dan dengarkan musik
Pasang earphone di telinga dan dengarkan musik yang Anda suka. Biasanya dengan suara musik dengungan di telinga bisa lebih cepat hilangnya. Cara ini juga baik untuk menyembuhkan efek samping dengungan seperti susah tidur dan tidak fokus pada pekerjaan.
4. Gingko biloba
Ramuan ini adalah obat alami terbaik mengusir dengungan karena dapat memperbaiki sirkulasi darah. Gunakan ekstrak gingko biloba 30-60 mg empat kali sehari selama enam minggu dapat membantu menyembuhkan telinga berdengung. Namun, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat herbal ini.
5. Periksa tekanan darah
Pada beberapa kasus, dengungan bisa disebabkan karena tekanan darah tinggi. Ini terjadi karena telinga mendapat banyak suplai pembuluh darah dan ketika darah mengalir deras atau tekanan tinggi akan menghasilkan suara menderu. Jadi, bila sering mengalami telinga berdengung dan mengganggu, segera konsultasikan ke dokter dan periksa tekanan darah Anda siapa tahu itu penyebabnya.
Pada 9 November 2025, Mesir secara resmi memulai fase operasional perdananya untuk proyek infrastruktur transportasi terbesar di Afrika, Jaringan Kereta Api Listrik Berkecepatan Tinggi (High-Speed Electric Rail). Peluncuran ini, yang bersamaan dengan pameran industri TransMEA 2025, menandai tonggak penting dalam proyek yang sering dijuluki “Suez Canal on Rails” tersebut.
Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, memberikan sinyal dimulainya uji coba operasional awal (pilot operation) untuk jalur pertama di dekat Kairo. Sementara itu, kereta cepat utama Velaro buatan Siemens diperkenalkan kepada publik Mesir sehari setelahnya.
Proyek ini bukan hanya satu jalur kereta, melainkan sebuah jaringan komprehensif yang dirancang untuk mengubah logistik dan mobilitas Mesir. Total panjang jaringan kereta cepat ini mencapai 2.000 km yang terbagi dalam tiga jalur utama.
Kecepatan operasi kereta cepat ini mencapai 230 km per jam untuk kereta penumpang ekspres. Sebagai kontaktor utama, mengusung konsorsium internasional yang dipimpin oleh Siemens Mobility (Jerman), yang bertanggung jawab atas suplai, instalasi persinyalan, dan perawatan. Melalui proyek ini, Siemens memasok kereta cepat Velaro (untuk layanan ekspres 230 km/jam), kereta regional Desiro HC (untuk layanan regional), dan lokomotif kargo Vectron.
Jaringan kereta cepat ini dirancang untuk menghubungkan seluruh wilayah Mesir, dari Laut Tengah hingga Laut Merah dan Lembah Sungai Nil. Jalur Hijau (Fase 1)Ain Sokhna – Kairo (NAC) – Marsa Matrouh, menghubungkan pelabuhan Laut Merah dan Mediterania, digunakan sebagai koridor vital untuk penumpang dan kargo.
Jalur Biru, menghubungkan Ibu Kota Mesir, Kairo dengan situs-situs bersejarah Mesir Selatan, mendongkrak pariwisata. Dan jalur merah,m Luxor – Hurghada/Safaga, menghubungkan Lembah Nil dengan resor-resor Laut Merah.
Uji coba perdana pada November 2025 dilakukan menggunakan kereta regional Desiro HC di Jalur Hijau, menegaskan bahwa Mesir telah berhasil menyelesaikan infrastruktur rel, elektrifikasi, dan persinyalan di segmen awal.
Meskipun fase uji coba telah dimulai, layanan komersial penuh untuk fase pertama (termasuk penggunaan kereta Velaro) diperkirakan baru akan dibuka secara bertahap, dengan target operasional penuh untuk seluruh jaringan pada akhir dekade 2020-an. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon Mesir dan mengalihkan 15% dari total volume angkutan kargo Mesir dari jalan raya yang padat.
Kota Solo memang banyak menampilkan sejarah yang kental dan juga budaya yang dipertahankan hingga sekarang. Tak hanya area yang bersejarah, dari segi transportasi kereta api pun kota yang terkenal akan batiknya ini pun masih cukup kental. Bahkan sejarah perkeretaapian di Solo menjadi legenda bagi yang gemar mengamati sejarah transportasi.
Ya, selain jalur kereta api yang terhubung dari Jakarta hingga Surabaya melewati Solo juga merupakan jalur yang bersejarah. Tapi tahukah kalian bahwa sejarah dari jalur trem di Kota Solo juga merupakan transportasi yang digemari masyarakat Solo pada jaman itu. Pasalnya trem di kawasan tersbeut terbilang unik.
Operasional moda transportasi trem bermula. Solosche Tramweg Maatschappij (SoTM), sang operator menjalankan jalur trem sepanjang 27 kilometer. Dua jalur yang dioperasikan perusahaan swasta tersebut meliputi Stasiun Purwosari menuju Stasiun Solo Jebres serta Stasiun Purwosari menuju Stasiun Boyolali.
Trem SOTM di atas jembatan Kali Pepe. (Foto: Dok. Istimewa)
Jalur antara Stasiun Purwosari menuju Stasiun Jebres melewati Jl.Slamet Riyadi sampai Bundaran Gladag kemudian berbelok ke utara melewati Beteng Vastenburg di Jl.Jendral Sudirman, menyeberangi jembatan Kali Pepe lalu melintasi Jl. Urip Sumoharjo, dan berakhir di Stasiun Jebres. Dari jalur tersebut, Beteng Vastenburg, Pasar Gede, dan Warung Pelem menjadi titik henti sementara.
Di dalam gerbong berisi empat bangku saling berhadapan, di mana tiap bangkunya dapat digunakan oleh empat orang. Beberapa tahun pasca beroperasi, trem milik SoTM tak lagi menggunakan hewan. Penemuan lokomotif uap, menggeser operasional trem yang ditarik kuda.
Hingga akhirnya, pada 1906 SoTM resmi menandatangani kontrak kerja sama operasional dengan NIS yang membuat SoTM mengerdil dan diakuisisi oleh NIS pada 1911. Dengan dibukanya Stasiun Solo Kota pada 1922, jalur Stasiun Purwosari diperpanjang hingga Baturetno.
Di bawah NIS, jalur antara Stasiun Purwosari hingga Stasiun Boyolali terus dioperasikan dan mengalami revitalisasi serta pembaharuan. Jalur ini kemudian digunakan untuk meningkatkan pelayanan angkutan dari Pabrik Gula Colomadu dan Pabrik Gula Gembongan, namun tetap melayani penumpang.
Menurut kabar dari berbagai sunber, hingga tahun 2011 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pernah berwacana menghidupkan kembali trem sebagai moda transportasi massal. Namun, wacana yang digelontorkan pada saat Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Wali Kota tersebut tak terealisasi. Yosca Herman Sudrajad, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) mengatakan sejumlah kendala menghidupkan kembali trem.
Kendalanya adalah kondisi perkotaan saat ini dan perilaku masyarakat. Karena dulu trem bisa melintas bebas saat masyarakatnya tidak sebanyak sekarang, kendaraan juga masih sedikit. Kalau dipaksa jalan di tengah, malah justru khawatir menimbulkan keruwetan baru. Mempertimbangkan hal itu, wacana trem pun pupus.