Tuesday, July 14, 2026
HomeAnalisa AngkutanBelasan KRL Baru Dioperasikan, SF 12 Diutamakan Secara Optimal untuk Kapasitas Besar

Belasan KRL Baru Dioperasikan, SF 12 Diutamakan Secara Optimal untuk Kapasitas Besar

Kereta Rel Listrik (KRL) wilayah Jabodetabek memang menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan aktivitas tiap harinya. Ketergantungan terhadap transportasi komuter ini membuat makin bertambahnya populasi penumpang KRL yang menjadi hal utama karena lebih praktis dan waktu yang signifikan. Ditambah lagi dengan beberapa penambahan rangkaian KRL menjadi 12 kereta (SF 12) sangat terbantu pada jam-jam aktivitas yang padat.

Seperti halnya saat ini telah memasuki fase terbaru beberapa rangkaian yang beroperasi yang didatangkan dari Cina maupun buatan anak bangsa yakni PT Industri Kereta Api (INKA). Namun, beberapa rangkaian yang sudah lama beroperasi pihak dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tengah melakukan peremajaan rangkaian KRL.

Peremajaan armada KRL tersebut sedang dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Ada 27 rangkaian kereta baru yang disiapkan, dengan total gerbong mencapai 324 unit. Kereta tersebut dibagi dua pengadaannya. Sekitar 11 rangkaian diimpor dari China dan diproduksi oleh CRRC, sementara itu 16 rangkaian sisanya diproduksi di dalam negeri oleh PT INKA.

Berdasarkan pembaruan internal terakhir oleh PT KAI, sudah 18 dari 27 rangkaian baru atau 216 kereta telah beroperasi. Terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 7 rangkaian produksi INKA. Rangkaian SF 12 tentunya memberikan kapasitas lebih besar dalam satu perjalanan. Penyediaan sarana berkapasitas lebih besar perlu didukung kesiapan peron, jalur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, petugas, dan pengaturan perjalanan agar manfaatnya dapat dirasakan pelanggan secara optimal.

Sebanyak sembilan rangkaian produksi INKA lainnya, masih melanjutkan tahapan sesuai progres masing-masing sebelum digunakan dalam pelayanan. Penempatan setiap rangkaian disesuaikan dengan kebutuhan operasi pada berbagai lintas pelayanan KRL Jabodetabek. Sejauh ini, sudah ada 11 rangkaian CRRC telah dioperasikan secara bertahap untuk memperkuat layanan Bogor Line dan Cikarang Line.

Hal ini membuat salah satu stasiun yang baru-baru ini melakukan perbaikan peron, yaitu Stasiun Bogor. KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 agar dapat mendukung pengoperasian rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF 12. Sebelumnya, jalur tersebut secara maksimal melayani rangkaian SF 10. Peron jalur tersebut telah melalui uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi.

Uji bersama tersebut melanjutkan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Seluruh hasil pengujian menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan pada tahap akhir pekerjaan. Hal ini memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan.

Stasiun Gorakhpur, Punya Peron Terpanjang di Dunia

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru