Berada di Atas Awan, Daocheng Yading Jadi Bandara Tertinggi di Dunia!

Daocheng Yading Airport. Sumber: milesreport.com

Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah bandara yang berada di ketinggian yang melebihi puncak gunung tertinggi di Jawa, Mahameru? Puncak dari Gunung Semeru ini berada di ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl), sedangkan bandara ini beroperasi dari atas ketinggian 4.411 mdpl. Tentu mendengar ketinggiannya saja, mungkin sebagian dari Anda sudah berdecak kagum. Lalu, dimanakah bandara yang dinobatkan sebagai yang tertinggi di dunia ini?

Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Adalah Daocheng Yading Airport, sebuah bandara yang terletak di Prefektur Sichuan, Cina ini mencuri perhatian banyak orang karena disebut-sebut sebagai bandara sipil tertinggi di dunia. Bandara ini terletak 130 km dari cagar alam yang disebut-sebut sebagai Shangri-La terakhir di muka bumi, yaitu Taman Nasional Yading. Selain itu, kawasan ini juga merupakan salah satu pintu gerbang menuju Tibet, kawasan yang dipromosikan Beijing untuk mendompleng sektor pariwisatanya.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, bandara ini terdiri dari landas pacu tunggal yang terbentang sejauh 4.200 meter dengan lebar kurang lebih 45 meter, serta bangunan terminal yang berbentuk seperti UFO dengan dua aerobridges seluas 5.000m². Ukuran bangunan yang cukup besar ini dirancang untuk melayani 280.000 penumpang setiap tahunnya.

Pembangunannya sendiri dimulai sesaat setelah bandara tersebut disetujui pada bulan April 2011, dengan investasi senilai 1,58 miliar Yuan atau setara dengan Rp3,2 triliun. Dua tahun berselang, tepatnya 16 September 2013, pembangunan tersebut pun rampung dan bandara ini siap beroperasi. Maskapai Air China dengan nomor penerbangan 4215 pun mendapat kehormatan sebagai maskapai yang pertama kali mengudara dari bandara tersebut. Penerbangan yang menggunakan Airbus A319 dari Ibu Kota provinsi Chengdu ini mengangkut 118 penumpang.

Dengan adanya Daocheng Yading Airport ini, terbukti ampuh memangkas waktu tempuh dari Daocheng ke Chengdu. Jika berkendara menggunakan bus, memerlukan waktu selama dua hari untuk menempuh jarak 753,7 km yang terbentang diantara kedua kota ini. Namun Anda hanya memerlukan sekitar 60 menit jika menggunakan pesawat. Sangat efisien, bukan?

Sumber: ibtimes.com

Sejumlah maskapai asal Negeri Tirai Bambu seperti Air China, China Eastern Line, dan Sichuan Airlines juga diketahui telah membuka jalur penerbangan ke bandara ini.

Mengoperasikan sebuah bandara dari ketinggian fantastis seperti Daocheng Yading Airport memang tidaklah mudah. Faktor udara yang tipis akan berpengaruh pada daya dorong pesawat yang lebih kecil ketimbang bandara di daerah yang lebih rendah. Maka dari itu, landas pacu di bandara ini dibuat lebih panjang dari kebanyakan landas pacu lain. Diketahui, landas pacu di Daocheng Yading Airport hanya memiliki selisih 242 meter dari landas pacu terpanjang di dunia yang saat ini dipegang oleh Bandara John F. Kennedy di New York.

Baca Juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang

Selain mempengaruhi pada pesawat itu sendiri, ketinggian dari bandara ini membuat para pelancong disarankan untuk mengkonsumsi obat untuk altitude sickness dan terlebih dahulu beristirahat untuk aklimatasi (penyesuaian fisiologis atau adaptasi terhadap lingkungan baru yang akan dimasukinya). Jika Anda berkesempatan mengujungi Cina, sempatkanlah untuk merasakan sensasi mengudara dari bandara tertinggi di dunia ini.