Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Mungkin nama stasiun Tanggula agak sedikit asing di telinga kita. Stasiun yang terletak di dataran tinggi Tibet, Cina ini memiliki keunikan tersendiri yang membuat namanya menjadi tersohor. Stasiun ini berada di ketinggian 16.627 ft atau setara dengan 5.068 meter di atas permukaan laut. Ini menjadikannya sebagai stasiun tertinggi di dunia, mengalahkan stasiun Ticlio yang berada di Peru dengan ketinggian 4.829 meter di atas permukaan laut, stasiun Condor di Bolivia, India dengan ketinggian 4.786 meter di atas permukaan laut, dan stasiun La Galera yang juga berada di Peru dengan ketinggian 4.781 meter di atas permukaan laut.

Tanggula sendiri merupakan nama dari sebuah gunung yang terletak di dataran tinggi Tibet, Cina dengan ketinggian punggung bukit lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga merupakan muara dari sungai terpanjang ketiga di dunia, sungai Yang Tze.

eca86bd9e2f918df5c5f61

Stasiun Tanggula terbentang dengan jarak 1,25 km dan berdiri di atas lahan seluas 77.002 meter persegi. Stasiun ini terletak di jalur perlintasan kereta api Cina Qinghai – Tibet. Stasiun ini resmi beroperasi pada 1 Juli 2006, namun sejak 2010 stasiun ini tidak lagi beroperasi karena wilayah tersebut tidak berpenghuni. Walaupun kereta sedang berhenti di stasiun ini untuk menunggu jadwal kereta lain yang melintas, Anda tidak diperkenankan untuk turun dan harus tetap berada di dalam kereta, sungguh disayangkan.

Apabila Anda melewati stasiun ini, mungkin beberapa dari Anda akan mengalami sakit kepala dan sesak napas, karena lokasinya yang tinggi membuat kandungan oksigen menjadi semakin menipis. Ini merupakan hal yang wajar terjadi. Namun semua itu akan terbayar dengan pemandangan yang disuguhkan sepanjang stasiun ini. Dari sini Anda dapat melihat indahnya hamparan pegunungan di dataran tinggi Tibet. Ditambah lagi dengan bentuk stasiun Tanggula yang menyerupai sebuah tugu dengan tulisan Cina melintang di bagian tengahnya, sungguh unik.

Tanggula-Mountain-Railway-Station-Tibet

Waktu tempuh dari Qinghai menuju kota Lhasa, Tibet ini sekitar 15 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 1.150 km. sepanjang perjalanan, Anda akan melewati wilayah utara pegunungan Kunlun, dimana wilayah ini terkenal sebagai wilayah paling suram dan tidak ramah lingkungan di muka bumi.

Dengan menghabiskan dana sebesar 2,3 miliar poundsterling, pembangunan stasiun ini lebih cepat satu tahun dari waktu yang diperkirakan. Pembangunan ini memecahkan beberapa rekor dunia seperti jalur kereta tertinggi di dunia, stasiun kereta tertinggi di dunia, kereta yang melewati gunung-dataran tinggi dengan jarak terpanjang di dunia, dan terowongan yang melintasi gunung-dataran tinggi terpanjang di dunia.

Tidak dapat dipungkiri, perjalanan dari Qinghai menuju Lhasa, Tibet ini merupakan salah satu perjalanan yang paling menantang, bagaimana tidak, Anda dituntut untuk melewati daerah dengan tingkat oksigen yang tipis, udara yang amat dingin, dan waktu tempuh yang bisa dibilang tidak sebentar. Sempat tersiar kabar, selang satu bulan setelah perjalanan perdana kereta api jalur ini, pemerintah Cina mengumumkan bahwa pemanasan global telah menaikkan suhu di pegunungan lebih cepat dari yang diperkirakan. Ini tentu membuat penumpang sedikit ketakutan, namun masalah ini dapat segera diatasi.

Dengan kondisi medan yang ekstrim seperti ini, tentu saja proses pembangunan stasiun dan jalur rel di daerah ini terbilang amat sulit. Para pekerja harus berjuang melawan dingin, sulit bernapas karena kandungan oksigen yang tipis, dan harus mengeluarkan banyak energi. Situasi ini menjadi semakin suram karena jauhnya akses menuju pemukiman warga, jadi para pekerja harus mempersiapkan segalanya sebelum mereka membangun stasiun ini, termasuk menyuplai nitrogen dan oksigen cair sebagai alat bantu pernapasan.

Pembangunan jalur kereta ini dibuat dengan perhitungan yang matang. Dengan menambahkan beberapa inovasi seperti gerbong yang dipasang oleh alat penyalur oksigen, jendela kereta yang dilengkapi dengan perlindungan dari sinar UV, dan alat khusus yang dipasang di bagian pinggir kereta guna mencegah badai pasir merusak bagian mesin ular besi ini.

Apabila Anda melihat ada aktifitas atau hilir mudik orang di stasiun ini, mungkin Anda sudah mulai berhalusinasi karena stasiun ini sudah terbengkalai dan hanya bongkahan salju yang menghiasi stasiun ini.